Aku “aku” dan kamu “kamu”

Aku bukan kamu dan kamu bukan aku. Aku tidak bisa sepertimu dan kamu tidak bisa sepertiku. Aku adalah aku dan kamu adalah kamu. 

Maafkan aku yang tidak bisa menjadi seperti yang kamu mau.Kita telah diciptakan dengan takdir kita masing-masing, kelebihan dan kekurangan kita.  Mawar merah akan tetap menjadi mawar merah, selamanya. Walaupun yang berwarna putih juga mawar, tapi mawar, ia tidak bisa berubah menjadi mawar merah, begitupun sebaliknya. Namun aku pikir aku dan kamu  bisa memadukan perbedaan kita menjdi satu. Aku tak mau aku dan kamu yang berdeda menjadi seperti air dan api yang katanya diciptakan untuk saling meniadakan. Hanya allah yang tahu mengapa api dan air diciptakan, bagiku mungkin untuk saling melengkapi, bayangkan saja kalau bumi diciptakan tanpa air atau tanpa api 

Bersambung…

Advertisements

I am “Me” and You are “You”

I am not you and you are not me. I can’t be like you and you can’t be like me. I am me and you are you.

Forgive me for not being what you want me to be. We have been created with our respective destiny, our strengths and weaknesses. Red rose will remain red rose, forever. Although the white one is also a rose, but it cannot turn into a red, or vice versa. Yet, I think that I and you can combine our differences into one. I do not want us to be distant like water and fire which is said to be created to negate one another. Only God knows why fire and water are created, for me it is possible to complement each other, just imagine that the earth was created without water or without fire.

To be continued…

Pacar atau Sahabat (A boyfriend or a bestfriend)

By: Ririn Yastiawijaya

Percakapan antara aku dan dia tentang dia dan sahabatku.

Oh ya, aku menulis ini 2 tahun lalu saat usai percakapan dalam “book note” kesayanganku. Hehe. Dan ini penggalan percakapan kami :

B: Kalau aku pilih dia, maka aku meninggalkanmu, dan jika aku memilihmu, artinya aku tidak akan menghabiskan waktu bersamanya seperti yang biasa kita lakukan.

A: Lalu, Kamu lebih pilih siapa? Dia? Atau aku?

B: Tidak mungkin aku memilih kamu. Maaf tapi aku tidak sebodoh itu. Diluar sana masih banyak orang yang lebih baik dariku. Aku bukan orang yang tepat untukmu. 

A: Bagaimana ia bisa membuatmu lebih memilih dia daripadaku?

B: Entahlah, kamu tahu aku orang yang paling suka membuat perbandingan.

A: Hm?

B: Aku melihat, ia menangis untukku berulang kali, aku bahkan tidak mampu lagi menghitung setiap tetesan airmata yang pernah ia tumpahkan dan akulah alasan dibalik tetesan-tetesan hangat itu. Aku menyakitinya, melukainya, aku menyiksa batinnya, aku jahat padanya. Aku menuruti egoku dan membunuh kebahagiaannya, aku selalu membuat senyum tak lagi singgah diwajahnya. Tapi… setiap kali aku menyuruhnya pergi, ia tidak pernah melangkah meninggalkanku. Ketika aku melukainya, hanya aku satu-satunya penawar yang bisa menyembuhkan luka itu, bahkan aku bisa menjadi obat setiap lukanya yang datang dari orang lain. Ya, aku bisa menyembuhkan lukanya karena orang lain, tapi tak ada yang bisa menyembuhkan lukanya yang berasal dariku. Ketika aku sedih, sebelum orang tuaku tahu, dia orang pertama yang menghiburku. Katika aku membutuhkan sesuatu, dialah orang pertama yang memberiku apa yang aku butuhkan. Ia meruntuhkan egonya biar aku yang menang, ia hanya ingin melihat aku bahagia. Airmataku lebih membunuhnya, ya, airmataku melukai hatinya. Ia menangis ketika aku menangis, dan tertawa ketika aku tertawa. Apa kamu mampu bertahan dengan orang orang membuatmu terluka bertahun-tahun?

A:….

B: sanggup?

A:….

B: tidak… kamu tidak akan sanggup setara dengannya, tidak akan pernah. Sekeras apapun kamu berusaha. Mau tau yang lebih WOW lagi? Dia lebih menyayangiku melebihi dirinya sendiri, lebih mengutakam diriku daripada keluarganya. Seandainya aku dan ayahnya sakit dan berada di rumah sakit yang berbeda, dia akan lebih memilih menjengukku dan disisiku, ia menangis untuk ayahnya. Apa yang kau pikirkan? Jangan bilang dia anak durhaka, atau aku akan menggantungmu diatas tiang listrik. Kamu tidak mengenalnya, aku hidup bersamanya. Aku bisa hidup tanpanya, tapi tidak dengan dia. Dia selalu mau bersamaku. Airmata dan keringatnya sebagian besar untukku, harta dan waktunya 80% untukku, dan sisanya adalah miliknya atau kadang semuanya untukku hingga ia tak punya lagi, tapi itu tidak penting baginya, yang terpenting baginya adalah aku masih disisinya. Orang kedua yang berani mengorbankan nyawa untukku setelah ibuku. Ia bahkan pernah memintaku agar membunuhnya daripada pergi ataupun menghianatinya. Apa yang kamu pikirkan? Jangan berpikir bahwa dia gila, atau aku akan menyuapimu 5 skop pasir berkerikil tajam. Aku adalah orang teristimewa dalam hidupnya. Mau tau yang lebih WOW lagi, dia tidak pernah membiarkan aku lapar, ia selalu mengutakamku daripada dirinya, aku kenyang, baru dia makan. Memenuhi kebutuhanku dan memberiku apa yang aku inginkan. Dia orang yang paling menyayangiku setelah Ibu dan Ayahku. Bahkan saudara kandungku tak bisa sebaik dia. Tidak ada yang sama sepertinya didunia ini, karena dialah satu-satunya. Coba kamu ingat-ingat, pernah ketemu orang seperti dia dalam hidupmu? 

A: …..

B: jika kamu menjawab ia, maka aku tahu kamu cuma NGARANG alias bohong. Aku melepasnya, tapi ia tidak pernah mau pergi. Aku pikir dengan menjauhiku, ia akan bahagia karena aku tak akan menyakitinya lagi, tapi aku salah, jauh dariku ternyata lebih menyiksanya. Dia lebih memilih memutuskan pacarnya daripada jauh dariku. Dia… pacaran atau tidak, tergantung IZINku. Dan aku akan selalu melindunginya dari salah pintu dosa yang namanya “PACARAN”.

Masih ada sejuta kebaikannya yang tak mampu aku sebutkan. Lalu apa kebaikanku padanya? Jawabannya adalah NOL BESAR, nothing, tidak ada. Ia mengabaikan kewajibannya hanya untuk memenuhi keinginanku. Apa kau bisa walau sedikit? Jawab aku, apa kau bisa?Jangan bilang iya atau akan kulemparkan HPku kewajahmu. Paling saat mau melakukan seauatu untukku, kamu akan berpikir 1000 kali disusuli ribuan alasan. Ketika aku ingin menghajar cowok-cowok leger yang suka ganggu, saat aku berlagak sok preman dan bangga akan diriku dimasa lalu yang selalu menjadi pemenang ketika berantem, ketika aku ingin berantem sama teman-teman karena aku selalu yakin bahwa kali aku masih akan meyandang status sebagai PEMENAG, ia selalu mengingatkan aku bahwa aku adalah seorang WANITA.

Aku kadang berfikir, jangan-jangan dia bukan manusia,,, karena selain orang tuaku, tidak mungkin ada manusia sebaik itu. Aku rasa dia…. dia adalah jelmaan bidadari. Dia adalah satu hadiah terindah dari Allah yang aku punya. Sekarang aku baru sadar mengapa Allah memberiku “Dia”., atau lebih tepatnya lagi, mengapa Allah menitipkan AKU padanya? Aku tahu persis jawabannya. Katanya hidupnya menjadi lebih baik ketika bertemu denganku, katanya dirinya menjadi pribadi yang lebih baik karena aku, tapi sebanarnya Akulah yang harus belajar banyak hal darinya. Sudah cukup kebaikannya untukku. Aku tidak butuh lagi. Karena yang lebih aku butuhkan adalah MAAF darinya. Ya, aku hanya ingin dimaafkan. Itu saja, tidak lagi. Aku tidak butuh apapun darinya lagi. Tak ada yang lebih penting daripada MAAF darinya. Sekarang aku baru sadar bahwa dia sangat berharga, seberharga diriku dan keluargaku. Sesuatu yang berharga itu tidak akan pernah bisa tergantikan. Aku telah mencampakannya selama ini, dan aku baru sadar bahwa ternyata aku kesepian ketika jauh darinya. Aku baru merasakan hal itu, dan ketika aku mendapatinya pergi meninggalkanku, maka aku tidak akan menahannya jika dengan meninggalkanku dia bisa BAHAGIA. Tidak mungkin aku menyalahkan kepergiannya karena satu-satunya yang bersalah disini adalah AKU. Aku tidak akan pernah memintanya kembali, aku hanya minta satu, MAAFKANLAH AKU atas semua kejahatan dan kebiadabanku selama ini. Memperlakukannya seperti aku tidak punya hati. Percayalah padaku, kamu tidak akan pernah menemukan orang seperti dia. She is a BLESSING in my life. Kamu tidak mampu sepertinya, bahkan hanya secuil pun kami tidak bisa. Pergilah dan lupakan aku. Telah Allah siapkan jodoh yang baik untukmu dan untukku. Bukan hanya untukmu, setiap pria yang mengatakan cinta padaku, aku hanya beri mereka 1 pertanyaan yaitu “Mampukah kamu bisa seperti Dia (Sahabatku)? Aku akan percaya bahwa kamu mencintaiku bila kamu mampu mengalahkannya. Dan, kamu tidak akan mampu”. Dan aku tahu Allah telah menyiapkan yang terbaik untukku. Untuk Duniaku dan untuk Akhiratku.

Ok, Apa yang ingin kamu sampaikan padaku? Cepat sampaikan saja karena aku harus pergi.

A:…. (speechless).

B: Ok. Bye.

Alhamdulillah…

Dia adalah 🍀, daun semanggi berhelai 4 yang ku temukan. She is really my 4-leaf clover. Today, tomorow and forever. Insha’Allah.

Hijrah (My Chance)

Hijrah karena Allah

Sebelum aku yang sekarang, pernah ada aku yang dulu.

Aku di masa jahiliyah. Masa dimana aku masih berkutat dengan berbagai maksiat. Sebelum hidayah menjemput,

Aku pernah menampakkan aurat pada yang bukan mahram. Aku pernah tak mengindahkan sholat lima waktu. Bahkan, aku pernah membenci mereka yang auratnya tertutup rapat. Pun mereka yang senantiasa menyampaikan dakwah.

Namun dengan berbagai macam dosa yang pernah ku perbuat dahulu, bukan berarti aku tak pantas berubah menjadi lebih baik. Bukan berarti pula diri ini tak pantas mendapat maaf dari yang Maha Pemaaf. Justru dengan masa lalu itu aku belajar. Tentang sesaknya jauh dari Sang Pencipta. Tentang pahitnya berharap pada manusia. Tentang letihnya aku mengejar dunia yang tiada penghujungnya. Alhamdulillah Allah masih sayang. Allah mengetuk pintu hatiku. Allah membuatku sadar betapa buruknya diriku pada saat itu.

Sejak saat itu, aku berubah. Aku kembali pada-Nya. Aku meninggalkan kebiasaan burukku secara perlahan.

Auratku pun telah ku tutupi, meski belum sempurna.

Aku hijrah. Aku mulai memperbaiki diri. Aku mulai membereskan hatiku, menanggalkan semua yang berkaitan dengan masa lalu. Jangan pikir bahwa hijrahku tak berhambatan. Sebab nyatanya perubahanku ini tak seindah yang terlihat. Aku jatuh bangun dibuatnya. Yang terberat, ketika Allah merenggut satu demi satu kawanku. Ya, aku sendiri. Aku sendirian merangkak menuju keridhoanNya. Teman- teman yang dahulu selalu ada, pergi meninggalkan.

Dahulu aku marah. Aku sakit. Tak jarang pula berniat untuk membatalkan proses yang kujalani. Sebab kurasa semuanya begitu berat.

Tapi, Maha Benar Allah SWT. Waktu demi waktu aku mulai tersadar, bahwa Semua yang Allah timpakan terhadapku sesungguhnya memiliki makna yang begitu dalam.

Sekarang?. Aku masih berproses tentunya. Proses untuk menjaga semua perubahan yang telah kujalani.

Dan benar, bahwa sesungguhnya istiqomah lebih berat dari sekedar berhijrah.

​A Munafik Bestfriend

Howdy,,, Still, now I want to talk about friendship again.

Well, A friend, who does not need a friend?

I think that a friend is important to our life. Even a friend means a world to someone who loves her friend a lot. A friend can be someone’s happiness.

Well, Based on what I observed around me for years, I conclude that everyone needs a friend or even more. Yet, there are also some people who feel that they are happier to being alone and of course they enjoy it. They might be have their reasons why they want to spend times to be alone (such as reading book, whatching their favourite movies, listening to musics, writing something, online and etc). Ok, now, Let’s forget about those ones who dont need friends and focus on those ones who need.

In my experience and my previous obsevation, I found that most of people need a friend or more. They need friends to spend their time with, to share each other, help each other, hang out together (going to the mall, market, library, the tour destination etc), study, have fun and etc. So, they will feel alone and lonely if they are not with those ones they called “friends”. They will feel bored and such unhappy and then stress because no one to talk with, no one to share with, no one to spend their time with and etc. Then, they feel lazy to go outside because they feel something different or not as usual. 

Sometimes, a friend can play an important role to someone if that friend means to her so much. It is kinda the friend is an important thing in her life, a part of her happiness and in every single days she spends, it is not perfect without her friend. A friend like this one is what I called “Bestfriend”. Yes, bestfriend, and I think one is enough. Even it is only one bestfriend, she can be everything such as a friend, a sister, a savior or a hero, a helper, a nurse, a mother, a motivator and so on.

In my experience, What I found is it is true that a bestfriend play an important role to someone. She (the bestfriend) can be a killer or a savior for her besfriend happiness. Not every bestfriend be a part of her friend’s happiness, some of them might be a killer for her bestfriend happiness. She (the bestfriend) can destroy her bestfriend’s feeling (if she means to her bestfriend so much) by being a betrayer, I called it “A munafik bestfriend”. 

Yeah, the munafik bestfriend is the one who tells you that you mean to her, part of her happiness, loves you, needs you and so many sweet things else that make you trust her and believe that she is your bestfrind. Yet, she has two faces or two different sides of characteristic. In front of you, she acts so wonderdul as she is the best person in the world for u, yet, Behind you, she is your real enemy. She talks your bad things behind you, as you are the worst person ever.

 She says that you are the only friend for her, but soon, U find that she has another bestfriend besides you. And day by day passes, she does not care about you anymore, you think that you lost her, she destroys you inside, make you feel such you are alive but like dying. Yes, because she breaks your trust and makes you feel so empty.

Here you are crying for loosing her and feel a loneliness without her but in the other side, she is laughing with her new bestfriend happily and forget about you, she does not even care about you at all, no matter what. You are nothing more than a forgerttable memory or even a rubbish. Then, it will be so hard for you to trust someone else as your bestfriend.

Now I understand that Salt and Sugar look the same, be careful who you trust. You might pick salt because you think that it is sugar which taste sweet, but when you taste it, you then realize that it is not what you are expected, you made a wrong choise. Finally, you are regret that you trust the wrong person. Well, You met for a reason, either she is a blessing or a lesson. 

Don’t be too much confident when someone tell you they like you. The real question is, until when? Because just like season, people CHANGE. 

You know, Robin Williams says ” I used to think that the worst thing in life was to end up being alone, it’s not. The worst think in life is to end up with people who make you feel alone”, and it is true what he says. And I also once read some quotes which says “What is broken, can be mended. What hurts can be healed. And no matter how dark it gets, the sun is going to rise again. Remember, no matter what you face in life, don’t let go of God’s hand”.

Don’t depend to much on anyone. Everyone will change if they meet new people (who more attractive than you). Nothing can drag you down if you’re not holding on to it. It hurts but its okay because we cannot force someone to feel the same as we feel for them. The worst kind of pain do not come from your enemies but from the people who you trust and love. Never, ever, run back to what broke you. Remember, without respect, there is no love. Never ignore a person who loves you. Because one day you might wake up and realize that you lost the moon while counting the stars.  If you love someone, don’t lie, open up, no secret.

“I respect people who tell me the truth. No matter how bad it is. If you dislike something in me, then tell me face to face, not to talk about me in my back”

English is the Most Important Subject

Talk about the subject you consider most important

Of all the subjects that I study in school, I think that English is the most important subject. It is mainly through the English language that we gain access to the various sources of knowledge. 

English is a language which is spoken and understood by many people in most countries of the world. It is, in fact, the most important means of communication among the various countries of the world. Knowledge of new discoveries and inventions in one country is transmitted to other countries through English for the benefit of the world. In this way, English helps to spread knowledge and progress. 

It is true, however, that in the modern age, the study of Science and Mathematics too should be considered very important. Science has conferred many benefits in man. But it requires little thought to realize that scientific principles cannot be understood well without a good knowledge of a language. And, though other languages such as German and Russian are important in the world of Science, it is English that plays the most important role in spreading scientific knowledge. There is in fact no branch of study that has not been communicated in English. The original writings of great scientists, economists, philosophers, psychologists and others who did not speak and write the English language have all been translated into English. Therefore, one who has a good knowledge of English has access to all the sources of information. 

Further, as the English language is used by people of different lands and cultures, it has become very rich. It contains so many words, ideas and thoughts that a good knowledge of English enriches the mind and enables one to express oneself well. It also helps one to think better and to understand the people of other lands. It is for all these reasons that I consider English the most important subject in school. 

Sahabat Fisabilillah

Topo, 07/04/18 (01:44 malam)

Memori NR-ku…

NR, Itulah singkatan dari NiaRirin.

Kisah kita mulai sejak belasan tahun yang lalu.

Mulai dari hanya berteman biasa hingga menjadi sahabat seperti sekarang ini, sangat banyak kisah yang telah kita ukir bersama.

Menangis dan tertawa bersama, nyanyi dan dancing menjadi hobi kita berdua bahkan mentas diatas panggung dan memiliki banyak penggemar.

Kita beli baju kembar, celana kembar, topi kembar, kalung kembar, pokoknya banyak deh.. kita beli barang-barang ala korea gituuuu….

Awalnya aku pikir cuma kita yang jadi penggemar para artis, ternyata NR juga terkenal, hehe. Siapa dulu dong? Yoona sama Jessica gitu loh. 

Nggak ada yang bisa nyamain kita berdua karena kita ini beda, kita lain daripada yang lain.

Kita paling nggak suka dengar ocehan orang lain, nggak care hal kek gituan karena nggak penting.

Dari teman biasa hingga aku merasa nyaman bersamanya dan aku selalu ingin bisa bersamanya. 

Tidur bareng, makan mie China, nonton bola (piala dunia) sampe nggak sahur, saling curhat, gila bareng, warnai rambut dengan berbagai macam warna, Namun sekarang, kita berdua memutuskan untuk berjilbab dan belajar taat pada Allah (belajar Istiqomah), Alhamdulillah. Pokoknya banyak cerita yang telah kita rangkai bersama.

Bertahun-tahun, kita selalu bersama, hingga tiba saatnya hal yang tidak aku sukai, PERPISAHAN. Ya, dulu ketika ia pindah ke kost barunya, aku menangis parah seperti orang gila, Astagfirullah.

Aku khawatir jika ia akan menemukan penggantiku, tapi aku sadar bahwa aku tidak boleh membatasinya. Ia berhak mendapatkan sahabat yang lebih baik dariku yang memiliki banyak kekurangan ini.

Ia berhak mendapatkan sahabat yang mampu membuatnya bahagia.

Aku tidak ingin dia pergi dengan sahabat barunya, tapi jika hal itu terjadi, aku akan mengikhlaskannya karena Allah. Aku hanya akan bisa menatapnya dari jauh, tapi dia akan selalu ada dalam hatiku. Dialah sahabatku, satu-satunya. Dia akan tetap menjadi sahabat yang selalu aku rindukan ketika dia jauh dariku.

Aku bersyukur pada Allah telah mempertemukan aku dengannya.

Didalam selimut biruku, aku pernah menangis. Menangis karena aku merasa ia telah jauh dariku. Malam, sunyi, hening, dingin, semua orang telah tenggelam dalam mimpi mereka masing-masing, tapi disini aku masih memikirnya, dalam hati aku selalu bertanya: dimana dia? Sama siapa? Sedang apa? Masihkah ia merindukanku? Hmmm….😢😢😢

Aku menangis dalam diam, menangis dalam persembunyian, mengenang memoriku dengannya.

Coretan-coretan dalam bukuku, kebanyakan namanya, namanya terukir sebagai sahabat sejati dalam buku diari kesayanganku, kugambar diriku dan dirinya sedang bersama dengan baju kembar walaupun gambarku sangat jelek, aku tetap menyimpannya.

Aku menyimpan sebuah surat dengan amplop biru darinya, surat itu kuterima darinya pas kita baru lulus SD. Amplop dan surat itu masih kusimpan hingga kini, mengapa? Karena diamplop itu ia menulis “Buat sahabat Sejatiku, Ririn”. Semua pemberiannya adalah istimewa bagiku, termasuk sebuah jepit rambut kecil yang aku sudah lupa kapan ia memberikannya padaku, sudah sangat lama. Sudah hilang kilaunya tapi nilainya masih sama dihatiku.
Malam ini, dia tidur disisiku, dan aku… aku belum juga tidur. Mengapa? Karena aku masih menulis kata-kata ini. Aku ingin mengabadikan kisahku dengannya disini, biar aku tahu bahwa dia adalah sahabatku yang selalu kurindu. Semoga persahabatan ini terus terjalin hingga di Akhirat nanti.

For: Nia, My Jessica

From: Shahidah az-Zahidatuzzahra al-Farina.