True Friends

A true friend or best friend is hard to find. A true friend forgives you before you say ” i am sorry”, She forgives you because she believes you have the capacity to be better next time. She Waits forever when you say, “1 minute…” Stays when you say, “leave me alone…” and opens the door, ‘even before you knock…’. Everyone hears what you say. Friends listen to what you say. Bestfriends listen to what you don’t say. So, who is a true friend/bestfriend? Well, A true friend is someone who always by your side whether you need her or not, when you are happy or sad, cry or laugh, calm or crazy, diligent or lazy she will always beside you. Someone who always take care of you, makes you feel happy, help you when you in need her help, always forgive you and bring you on the right way. Someone who know who you are and never leave you when the fun stops and everything go hard.
Sahabat adalah daun semanggi empat helai yang kau temukan, daun semanggi berhelai empat, susah didapat dan memilikinya adalah suatu keberuntungan, yang tidak seperti daun lain yang bisa kita temukan dimana saja. Dia yang lebih mempercayaimu daripada dirinya sendiri. Dia yang menerima dan mencintaimu apa adanya. Dia yang hadir dalam hidupmu atas dasar kemauannya sendiri, bukan kamu yang memintanya. Dia yang selalu memaafkanku dan tidak mengundang perang, selalu menjaga kedamaian. Dia adalah orang yang dapat kau percaya. Dia adalah saudara beda orang tua, pelukan hangatnya selalu terbuka untukmu. Dia yang bahagia dengan kesuksesanmu dan sedih dengan kegagalanmu. Dia yang tidak pernah meragukanmu. Dia yang tetap melekat walaupun seluruh dunia memusuhimu. Dia yang tetap percaya padamu bahkan ketika kamu tidak mempercayai dirimu, ketika dunia percaya dengan semyumanmu, dia tahu bahwa ada pahit dibalik senyumam manis itu. Dia yang marah dan menasehatimu ketika kamu salah. Dia adalah hadiah dari tuhan. Dia adalah salah satu bidadari untukmu yang dikirimkan dari atas. Dia adalah orang yang kau ajak berbagi dan berbicara dari nothing hingga everything. Dia adalah orang yang membuat kamu bangga pada siapa kamu sebernanya, dan karena dia, kamu akan merasa sempurna. Dia adalah seseorang yang mengerti ketika kamu mengatakan ” pergilah, aku ingin sendiri” dan ia akan kembali jika kamu memanggilnya. Dia adalah orang yang datang bukan karena suatu alasan. Dia adalah obat penyembuh setiap luka di hatimu, yang selalu menciptakan garis lengkung di wajahmu, yang selalu membawa angin segar di setiap pagimu, dan tak akan pernah merasa lelah menemani hari-harimu. Dia yang selalu mendukungmu. Dia yang membuat kamu menjadi berarti. Dia adalah orang yang setiap kali kamu melakukan hal-hal tidak yang diinginkannya, maka ia akan menulis diatas pasir “hari ini dia menyakitiku” dan ketika kamu melakukan hal-hal yang ia harapkan, ia akan menulis diatas batu “hari ini dia menyayangiku”. ia melulis diatas pasir agar tulisan tersebut cepat sirna bila ditiup angin, dan ia menulis diatas batu agar tidak bisa terhapus oleh angin yang meniup. Dia adalah orang yang selalu ada untukmu walau kamu bisa berdiri sendiri tanpanya. Dia yang selalu memberikanmu semangat walau semangatmu masih berkobar-kobar. Dia mengerti apa yang kamu katakan dan apa yang tidak kamu katakan. Persahabatan tidak bisa dibeli dengan uang. Jadi, Apakah kau punya sahabat? Aku punya. Aku memiliki sahabat yang karakternya sangat jauh berbeda denganku, tipenya lebih mengarah ke orang yang bertipe sanguis dan juga berkepribadian extovert sedangkan aku lebih ke melankolis dan introvert.

Aku pernah membaca sebuah tulisan di “http://ariepudjiarso.com/belajar-memahami-karakter/” yang mengatakan bahwa Musuh dari karakter si Melankolis adalah si Sanguinis karena orang-orang melankolis sangat tidak menyukai apapun keseruan yang diceritakan oleh si sanguinis. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa si sanguis memiliki Kepribadian yang suka bersenang- senang dan penuh keceriaan , dan aku kurang suka dengan hal itu. Si sanguinis selalu mengejar sebuah kasih sayang untuk dirinya, selalu ingin mendapatkan dukungan dan ingin mendapat perhatian oleh siapa saja yang ada di sekelilingnya. Sanguis umumnya terbuka, senang berkumpul (untuk bertemu dan bicara), mudah berteman, senang dengan pujian, mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam), membesar-besarkan suatu hal / kejadian, mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain, sering minta persetujuan termasuk hal-hal yang sepele, susah datang tepat waktu, konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”. Sedangkan, si Melankolis adalah kebalikan dari sanguis, pada umumnya tertutup, kalau ada masalah biasanya disembunyikan, mereka berteman dengan hati-hati dan teman yang mereka butuhkan sebanyak satu atau dua orang saja, puas di belakang layar, menghindari perhatian, kurang suka bersosialisasi, tukang kritik tetapi sensitif terhadap kritik yang menentang dirinya, sering gila namun hanya didepan sahabat, sulit mengungkapkan perasaan, rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian), cenderung melihat masalah dari sisi negatif, murung, dan sangat suka dengan ketenangan.
Aku juga membaca dibeberapa blog tentang kepribadian manusia dan aku rasa mereka benar, ciri-ciri yang mereka paparkan 90% sama dengan ciri-ciri yang aku miliki, aku sesuaikan dengam ciri-ciri dari kepribadian teman-temanku juga ternyata benar/cocok.
Bila waktu libur tiba, aku lebih suka berdiam di rumah sendirian atau pergi ke alam bebas, pokoknya lebih suka diam dan menyendiri, tenang, sunyi, tanpa ada orang yg ganggu, dan tentunya paling benci sama yg namanya keramaian (kecuali yang menyangkut religi), kalau ke tempat-tempat ramai maunya cepat-cepat pulang karena tidak betah, rasanya sangat tidak menyenangkan entah mengapa aku juga bingung, berusaha melawan tapi terlalu sulit, mungkin hanya sesama introvert yang bisa memahamimya. Saya suka menyendiri bukan berarti sombong dan tidak ingin bergaul atau tidak ingin berteman dengan orang lain tapi rasanya lebih menyenangkan bila sedang sendirian (tapi dari dulu sudah di cap sombong). So, tetap jadi diri sendri, tidak usah bingung harus berubah jadi bagaimana atau seperti siapa. Nah, kembali lagi kepersahabatan. Karakterku dan dia yang sangat jauh berbeda dan bertententangan tidak akan menjadi alasan kita betdua untuk tidak bisa bersahabat, perbedaan tidak akan menjadi tembok yang memisahkan kita, dan tidak ada sembilu, pisau, bahkan samurai yang bisa memutuskan tali persahabatan yang telah kita ikat dengan erat. Karakter kita berdua memang bagai air dan api, ada yang mengatakan bahwa api dan air ditakdirkan untuk saling memusnahkan, namun hal itu tidak sepenuhnya benar bagiku, air dan api saling membutukan dan saling mengisi, mereka saling melengkapi, saat seseorang sedang marah, maka airlah yang meredam kemarahannya dan menenangkannya dengan kesejukan, dan bila seseorang patah semangat, maka apilah yang akan membakar kembali semangatnya. Apa yg akan terjadi bila air berhenti mengalr dan api berhenti menyala? Perbedaan juga mempunyai makna yang indah apabila kita bisa memadukannya. Pilihan, pendapat, atau keinginan yang kita berdua miliki selalu bertentangan, jika kita mempertahankan ego kita masing-masing tanpa ada yang mau mengalah, maka aku rasa kita tidak akan berdahabat.
Menurut teman-temanku yang memiliki kepribadian introvert mengatakan bahwa ketika mereka berteman dengan orang extrovert maka rasanya sangat membosankan dan menjengkelkan karena mereka terlalu banyak berbicara, begitupun sebaliknya, kata teman-teman saya yang memiliki kepribadian extrovert mengatakan bahwa berteman dengan orang introvert sangat membosankan karena mereka terlalu diam jadi tidak seru. Hal yang dikatakan oleh teman-temanku tersebut pernah aku rasakan karena aku lebih suka berteman dengan orang yang kebribadiannya sama denganku, namun aku berusaha menyesuaikan diri bersahabat dengan seorang extrovert dan akhirnya kita bisa sangat dekat, makan bersama, tidur bersama, apapun kita lakukan bersama, karena apa? karena saling menghargai. Taman persahabatan kita dihiasi dengan indahnya warna-warni bunga perbedaan yang kita miliki. Dia suka keramaian dan aku suka kesepian, dia suka berjalan-jalan dan aku suka diam, apabila berbicara, ceritanya diceritakan dengan panjang lebar dan lengkap sedangkan aku hanya akan menceritakan poin-poinnya saja. Aku selalu mencoba untuk sedikit berpikir positif agar aku bisa memetik hikmah yang berbuah di pohon perbedaan yang kita miliki. Kita selalu memperbaiki kancing yang salah terpasang bila ada kesalahan yang terjadi. Dia selalu mengerti padaku dan tidak pernah mengeluh dengan watakku yang sangat jauh berbeda dengannya. Aku pun selalu menyadari bahwa manusia itu tidak pernah diciptakan untuk sama walau kembar sekali pun. Manusia berbeda, dan wajib menerima perbedaan. Aku memolesi jiwaku dengan semen pendirian yang tak bisa diubah kecuali Allah menghendaki. Perbedaan bukanlah benih perpecahan atau suatu ketidakcocokan melainkan saling melengkapi. Melalui perbedaan ini kita bisa belajar banyak hal, salah satunya adalah rasa saling menghargai. Ada yang membantahku bahwa air dan api tidak bisa bersatu, perbedaan itu untuk dipisah-pisahkan bukan untuk disatukan, air dan api tidak bisa menyatu, bila air kuat maka api akan padam dan ababila api lebih kuat maka air akan nenguap, keduanya saling melenyapkan, namun aku akan membuktikan bahwa api dan air tidak dapat dipisahkan, aku akui mustahil sungguh jika keduanya bersatu namun keduanya bisa saling melengkapi dan yang satu tidak akan ada artinya bila tidak ada yang satunya yang berlawanan. baik tidak akan berarti dan terpuji apabila tidak ada jahat. Tahukah kau apa jadinya warna merah disatukan dengan putih, kedua warna tersebut akan membaur dan membentuk suatu warna baru, dua warna itu akan membentuk sebuah warna yang menarik. Itulah cinta yang dapat kita ciptakan bila kita memadukan dua perbedaan. Perbedaan bisa disatukan oleh cinta. Aku juga pernah menonton sebuah drama Korea (Descendant of The Sun) yang mana pelakon utama prianya adalah seorang tentara dan pelakon utama wanitanya adalah seorang dokter. Mereka berduski tentang perbedaan profesi mereka tidak akan bisa membuat mereka bersatu atau dengan kata lain mereka tidak cocok. Namun Cintalah yang dapat menyatukan mereka. Ketika bencana datang, mereka (tentara dan dokter) sangat berperan penting untuk menyelamatkan masyarakat/korban.
Ada juga yang mengatakan bahwa warna pelangi itu sesungguhnya tidaklah bersatu tetapi terpisah dan alangkah indahnya warna yang terpisah itu. Bisakah kau bayangkan jika warna itu bersatu dan terpajang di langit biru. Akan menjadi layar buruk tentunya. Dan aku meresponya, ya, memang benar, maksudku mereka memang tidak bersatu namun mereka berdampingan untuk saling melengkapi sehingga bisa menciptakan suatu keindahan yang luar biasa bukan?
Aku sudah berusaha berulang-ulang kali agar bisa mempunyai kepribadian yang sama sepertinya, namun aku juga gagal berulang-ulang kali, aku tidak bisa, terlalu sulit, begitu juga baginya, dia berusaha agar bisa sama sepertiku tapi tidak bisa. Jika aku berusaha menjadi sepertinya, aku rasa diriku bukanlah aku, dan aku rasa aku hanya memakai topeng dan menyamar menjadi orang lain dan hal itu sungguh tidak enak dirasakan (tersiksa). Pernah aku berpikir untuk bisa sepertinya agar tidak berbeda, namun aku menyadari bahwa hal itu tidak perlu dilalukan, untuk apa aku harus berubah menjadi orang lain, apakah ada yang salah dalam karakterku? Ku rasa tidak, namun biarkan orang lain yang menilai. Biarlah dia menjadi dia dan aku tetaplah aku. Jika ada yang tidak benar dalam karakter kita berdua, kuharap suatu hari ia dapat berubah menjadi benar.
Jika berbicara tentang perbedaan kita berdua, aku selalu mengingat akan sebuah simbol China “Yin-Yang”. Yin-Yang adalah konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat yang saling berlawanan dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain. Yin ditandai dengan sesuatu yang lambat, lembut, menghasilkan, menyebar, dingin, basah, dan pasif yang berhubungan feminitas dan malam hari. Yang sebaliknya ditandai dengan cepat, keras, padat, fokus, panas, kering, dan agresif serta berhubungan dengan maskulinitas dan siang hari. Masing-masing mengandung unsur dari yang lainnya, karena itu terdapat sebuah titik hitam pada bagian putih dan sebuah titik putih pada bagian hitam dalam lambang Yin-Yang tersebut. Aku jadikan simbol Yin-Yang sebagai simbol persahabatan kita berdua walaupun aku tahu simbol itu sebenarnya dipakai dalam ilmu bela diri (Kung-fu) yang juga memiliki makna keseimbangan. Introvert + introvert atau extrovert + extrovert tidaklah netral, karena yang netral adalah introvert + extrovert. Siang-malam, gelap-terang, baik-buruk, hitam-putih, pasif-agresif, negatif-positif, tua-muda, pria-wanita, optimis-pesimis dan lain-lain, maka introvert dengan exrovert cocok. Hehe..
Dia, aku sangat mencintainya. Meskipun hanya di sudut hatinya, aku tidak ingin cintanya untukku diakhiri dan aku harap dia tidak akan pernah bosan menjadi sahabatku. Takkan selamanya mentari itu kelam, ataupun rembulan hilang cahayanya , mereka memang pergi, tapi tak meninggalkan kita, mereka akan tetap kembali dengan rupa dan cinta yang sama, dan kuharap dia juga bisa sama seperti mentari dan rembulan, walaupun pergi namun masih akan kembali (keculai maut yang menghentikan).
Telah banyak waktu yang kita habiskan bersama, Telah banyak masa yang telah kita jelajahi bersama, dalam suka maupun duka, kita selalu dan akan selalu bersama. Tak peduli ribuan halangan yang akan datang menerjang , tak peduli sekeras apa ombak, tak peduli sebesar apa gunung menghadang, Persahabatan kita akan terus berjalan hingga ajal menjelang. Persahabatan kita bagaikan karang yang menjulang di tengah dahsyatnya ombak yang menghempas, tak akan tergoyah meski bumi berguncang, karena persahabatan kita mengalahkan itu semua.
A true bestfriend is hard to come by, difficult to leave, and impossible to forget.I have a forever friend, and forever has no end.
My best friend, Mian hamnida, may be my actions hurt you, Perhaps my tongue slash your heart, But you need to know, all I do is because I love you. Saranghamnida. Okoranaide kudasai.

Dear my friend, wipe out tears in your face. Get rid of the sweats which comes out. Spread your wings and fly with me. Widespread across the sky through the clouds in the sky To reach a rainbow in the heavenly and bring home the fun for loved ones.
Totemu shiawase desu. Doumo arigatou gozaimasu . Gamsahamneeda. Thanks a lot for everything. You will always be right here beside me, in my heart and memories.
Well, i think that’s all. Hmmm, aku tidak tahu sebenarnya apa yang aku tulis, tapi itu adalah apa yang ada dalam pikiranku dan aku hanya langsung menuangkannya saja, aku bingung harus memulainya dari mana, jadi aku hanya menuliskan apa yang ingin aku tulis. Menulis apa yang ingin aku tulis bukan berarti aku hanya sembarangan tulis tanpa sumber, saya juga punya referensi, namun aku yakin tulisannya pasti belum terarah atau tidak tahu arahnya kemana, maklumlah aku bukan seorang penulis, hehe, sedang dalam proses belajar walaupun masih terbata-bata, tertatih-tatih dan masih jauh dari kesempurnaan. Aku juga bingung, termasuk jenis apakah tulisan ini, Deskripsi, persuasi, exposisi, narasi, ataukah argumentasi? dan aku yakin masih ada banyak kesalahan didalamnya misalnya kesalahan dalam penempatan tanda baca, peragraf dan lain-lain, apalagi mengenai ide pokok dan suporting detailnya, waah pasti hancur… yang penting “kertas putih yang bersih tidak begitu berarti bila tidak ada hitam diatasnya”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s