Sahabat Fisabilillah

Topo, 07/04/18 (01:44 malam)

Memori NR-ku…

NR, Itulah singkatan dari NiaRirin.

Kisah kita mulai sejak belasan tahun yang lalu.

Mulai dari hanya berteman biasa hingga menjadi sahabat seperti sekarang ini, sangat banyak kisah yang telah kita ukir bersama.

Menangis dan tertawa bersama, nyanyi dan dancing menjadi hobi kita berdua bahkan mentas diatas panggung dan memiliki banyak penggemar.

Kita beli baju kembar, celana kembar, topi kembar, kalung kembar, pokoknya banyak deh.. kita beli barang-barang ala korea gituuuu….

Awalnya aku pikir cuma kita yang jadi penggemar para artis, ternyata NR juga terkenal, hehe. Siapa dulu dong? Yoona sama Jessica gitu loh. 

Nggak ada yang bisa nyamain kita berdua karena kita ini beda, kita lain daripada yang lain.

Kita paling nggak suka dengar ocehan orang lain, nggak care hal kek gituan karena nggak penting.

Dari teman biasa hingga aku merasa nyaman bersamanya dan aku selalu ingin bisa bersamanya. 

Tidur bareng, makan mie China, nonton bola (piala dunia) sampe nggak sahur, saling curhat, gila bareng, warnai rambut dengan berbagai macam warna, Namun sekarang, kita berdua memutuskan untuk berjilbab dan belajar taat pada Allah (belajar Istiqomah), Alhamdulillah. Pokoknya banyak cerita yang telah kita rangkai bersama.

Bertahun-tahun, kita selalu bersama, hingga tiba saatnya hal yang tidak aku sukai, PERPISAHAN. Ya, dulu ketika ia pindah ke kost barunya, aku menangis parah seperti orang gila, Astagfirullah.

Aku khawatir jika ia akan menemukan penggantiku, tapi aku sadar bahwa aku tidak boleh membatasinya. Ia berhak mendapatkan sahabat yang lebih baik dariku yang memiliki banyak kekurangan ini.

Ia berhak mendapatkan sahabat yang mampu membuatnya bahagia.

Aku tidak ingin dia pergi dengan sahabat barunya, tapi jika hal itu terjadi, aku akan mengikhlaskannya karena Allah. Aku hanya akan bisa menatapnya dari jauh, tapi dia akan selalu ada dalam hatiku. Dialah sahabatku, satu-satunya. Dia akan tetap menjadi sahabat yang selalu aku rindukan ketika dia jauh dariku.

Aku bersyukur pada Allah telah mempertemukan aku dengannya.

Didalam selimut biruku, aku pernah menangis. Menangis karena aku merasa ia telah jauh dariku. Malam, sunyi, hening, dingin, semua orang telah tenggelam dalam mimpi mereka masing-masing, tapi disini aku masih memikirnya, dalam hati aku selalu bertanya: dimana dia? Sama siapa? Sedang apa? Masihkah ia merindukanku? Hmmm….😢😢😢

Aku menangis dalam diam, menangis dalam persembunyian, mengenang memoriku dengannya.

Coretan-coretan dalam bukuku, kebanyakan namanya, namanya terukir sebagai sahabat sejati dalam buku diari kesayanganku, kugambar diriku dan dirinya sedang bersama dengan baju kembar walaupun gambarku sangat jelek, aku tetap menyimpannya.

Aku menyimpan sebuah surat dengan amplop biru darinya, surat itu kuterima darinya pas kita baru lulus SD. Amplop dan surat itu masih kusimpan hingga kini, mengapa? Karena diamplop itu ia menulis “Buat sahabat Sejatiku, Ririn”. Semua pemberiannya adalah istimewa bagiku, termasuk sebuah jepit rambut kecil yang aku sudah lupa kapan ia memberikannya padaku, sudah sangat lama. Sudah hilang kilaunya tapi nilainya masih sama dihatiku.
Malam ini, dia tidur disisiku, dan aku… aku belum juga tidur. Mengapa? Karena aku masih menulis kata-kata ini. Aku ingin mengabadikan kisahku dengannya disini, biar aku tahu bahwa dia adalah sahabatku yang selalu kurindu. Semoga persahabatan ini terus terjalin hingga di Akhirat nanti.

For: Nia, My Jessica

From: Shahidah az-Zahidatuzzahra al-Farina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s