Apa itu cinta?

ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤُﺐُّ ؟

Apa itu cinta?

Jika Cinta itu Ali,  yang berbaring menggantikan posisi Rasulullah saw ditempat tidur beliau. Sementara ia tahu bahwa sekelompok orang tengah berkumpul untuk membunuh Rasul saw.  Dan dia juga tahu bahwa dia mungkin saja tewas ditempat tidur itu,

Jika Cinta itu Bilal yang tidak lagi mengumandangkan azan setelah perginya Rasul Saw dan tatkala ia mengumandangkan azan lagi atas permintaan ‘Umar, dan tidak pernah ada tangisan yang begitu membahana sebelumnya saat ia melantunkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah”,

Jika cinta itu Abu Bakar yang dalam sebuah perjalanan Ia rela memberikan air yang terbatas kepada Rasulullah saw. Dan dikala Rasulullah meneguknya, maka hilanglah dahaga AbuBakar,

Jika cinta itu Abu Bakar r.a. Yang kala ia berkata kepada Rasulullah saw sebelum memasuki gua (Tsur): “Demi Allah, janganlah engkau masuk sampai aku masuk terlebih dahulu. Karena jika ada sesuatu di dalamnya, akulah yang terkena lebih dulu, bukan engkau”,

Jika cinta itu Rabi’ah bin Ka’ab, yang tatkala Rasulullah saw bertanya kepadanya tentang keinginannya,Ia pun menjawab bahwa ia hanya berharap agar bisa mendampingi Rasulullah saw disurga,

Jika cinta itu Tsauban. Yang ditanya Rasul saw tentang wajahnya yang pucat Tsauban pun menjawab bahwa ia tidak sakit dan tidak pula terluka.  Hanya saja Apabila ia tidak melihat Rasul saw, Ia menjadi sangat merindu kesepian,

Jika cinta adalah Ummu Umarah, Wanita yang rela menjadi tameng hidupnya nya Raaullullah saw hingga memiliki 12 luka tusukan dalam perang Uhud,

Maka….

Bagiku, cinta adalah Khalilahku.

Khalilah…., 

Julukan yang disandang sahabat akrabku.

Kenangan indah tentangnya adalah pelajaran yang mengandung makna cinta.

Cintanya tanpa syarat…. cinta sepenuh hati…

Cinta yang pernah tidak aku hargai…

Dan pernah tak aku syukuri…

Ia memberiku cinta namun aku selalu memberinya luka yang selalu basah…

Andai hatinya adalah kaca, pastilah sudah hancur sedari dulu…

Hancur menjadi penggalan, kepingan bahkan serpihan….

Namun dia tak pernah membalasnya…

Dia menghadapiku dengan sabar….

Aku pernah memungut batu dan membuang berlian…

Waktu demi waktu terus bergulir…

Aku mulai menyayanginya…

Kupikir segala sikap bodohku itu telah membuatnya lari menyelamat diri dari luka,

Ternyata disaat aku menoleh disisi, dia masih ada… Orang yang sama dengan cinta yang sama pun dengan senyum yang sama serta kesetiaan yang tak sedikitpun berubah…

Sejatinya….

Cinta adalah ketika seorang pecinta rela berkorban demi seseorang yang dicintainya.

 Adalah ketika seorang pecinta bisa merasakan apa yang dirasakan seseorang yang dicintainya. 

 Adalah ketika seorang pecinta selalu ingin dekat dengan yang dicintanya. 

 Cinta butuh bukti… 

Dan telah kudapati bukti itu pada Khalilahku.
By: Zahratussittah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s