Hijab, Wajib atau Pilihan?

#2

Dirangkum dari Group Facebook: Motivasi Hijrah Indonesia. Diedit dan dikasih tambahan.

Well, hijab dalam Islam itu WAJIB. Titik.Jadi jangan lagi ya cari pembenaran “hijabin hatinya dulu baru badan”. Eh itu hijab letaknya dibadan, entar lu bakal ngontrol (akhlak)l deh dibelakang sambil hijrah. Dan inget ya, membuka aurat itu udah dosa besar. Dilihat sama laki-laki yang bukan mahram, dosa lagi ni namanya. Untuk apa panen dosa? Dosa lain aja kita masih numpuk, iyakan? 

“Meghijabi hati”, Kata Ust. Felix Xiauw, Itu justru bahaya. Yang harus dihijab itu ya semuanya kecuali wajah dan telapak tangan, justru hatinya harus dibuka. Kenapa hatinya harus dibuka? Ya karena kalau nggak dibuka nanti nggak dapet hidayah dong? Nanti nggak dapat cahaya Allah dong. Orang yang menutup hatinya siapa? Didalam Islam orang yang menutup hati malah namanya “kafara”. Kafara: dia yang menutup hatinya. Artinya orang-orang kafir itu dia menutup hatinya dari kebenaran, dia menutup hatinya dari kebaikan. Seharusnya jangan dihijab hatinya. Yang dihijab seharusnya adalah seluruhnya kecuali wajah dan telapak tangan. 

Berjilbab tapi akhlak belum baik, itu munafikkah? Ada yang bilang “mending kek gue nih ga pake jilbab tapi ga munafik kaya mereka pake jilbab yang aibnya banyak”. Mohon maaf banget, boleh balik tanya nggak? (Sebenarny Kalian udah tahu (dari dulu) hukum jilbab itu wajib, kenapa gak pakai?  (Siapakah yang munafik?) 

Ok. Kita berbicara tentang kemunafikan. Namanya manusia bukan malaikat ya kita pasti pernah berbuat dosa (punya aib). Jilbab itu identitas (kalau mengaku muslimah). Jilbab itu kewajiban (kalau mengaku beriman). Mau dosanya segunung, aibnya segunung, itu tetap kewajiban ( tidak ada alasan untuk lepas). Jadi gak ada istilahnya wanita yang pake jilbab itu munafik (meski ada cacat pada akhlaknya). Dia itu menjalankan kewajibannya. Dia itu memcoba tasattur (meyembunyikan aib). Barangkali dia banyak dosa ditempat lain, tentang hal lain, tentang kasus lain, setidaknya dia tidak menumpuk dosa dengan cara membuka aurat. Jadi, jangan pernah jadikan aib burukmu sebagai sebagai alasan kamu gak mau pake jilbab (karena merasa tak pantas atau banyak dosa). Kalau kamu bangga dengan aibmu sekarang (merasa apa adanya menyebut dirinya tidak munafik) lantas kamu buka jilbab, itu bukan mehilangkan dosa,  malah  kamu mau menamnah dosa ( rugi) itu disamping dosa lain. Ayolah cantik, pake jilbab biar  dosa itu ngak menumpuk. Masalah aib, dosa, akhlak buruk bisa kita perbaiki lambat laun (selama proses pemantapan hati).

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):

“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman:

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)

“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al- Ahzab: 53)

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)

Hijab Itu ‘Iffah (Kemuliaan). Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)

Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.

Hijab Itu Kesucian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Q.S. Al-Ahzab: 32).

Wahai saudariku seiman, berjilbab bukanlah sebuah pilihan, yang harus kita pilih antara memakai atau tidak. Namun, merupakan kewajiban yg harus ditunaikan walau fikiran berkata “TIDAK”, Walau hati berkata belum siap, tetap saja itu adalah sebuah kewajiban. Kewajiban tidak harus menunggu siap, kewajiban tidak harus menunggu mampu. Jika masih ada kesempatan, lakukanlah.

Menurut sebagian orang berjilbab dinilai penghambat karir, pergaulan, life style, dan masih banyak yg lainnya. Berbicara masalah karir tentu tidak lepas dari segudang rules yg ditetapkan dalam sebuah perusahaan ataupun instansi tempat dimana si wanita berkarir “Berpenampilan menarik.” Sering sekali bukan kata-kata itu terdengar ketika sedang melamar pekerjaan ? Intinya, saat kita diterima di instansi maupun perusahaan tersebut kita harus berpenampilan semenarik mungkin, serapi mungkin. . Nah, yg sering terjadi pada dunia nyata adalah tidak diperbolehkannya menggunakan jilbab selama waktu kerja bagi wanita. Tentu itu bertentangan dengan kewajiban menutup aurat bagi wanita kan ?

Terus gimana mau pilih kerja atau kewajiban ? Simple aja, semua jawabannya tergantung tingkat keimanan kita. Cobalah pikirkan Allah tidak akan memutus rezeki hambanya. Yakinlah jika ada rezeki lain yg sedang menunggu kita, tanpa harus melepas jilbab. Jangan mudah tergiur dengan kenikmatan duniawi. Kamu tidak percaya bahwa Allah kita itu ar-Razaq (yang maha memberi rezeki)?

Melepas jilbab bukan tindakan yg dibenarkan demi alasan apapun Karena sesungguhnya mahkota wanita terletak pada jilbabnya bukan karena jabatan di perusahaannya. Jika kita berniat bekerja sebagai ladang pahala, lalu mengapa kita melakukan perbuatan dosa? Jika kita patuh terhadap aturan atasan, mengapa kita tidak patuh terhadap aturan pencipta? Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yg lebih baik (HR. Ahmad) 

Mengaku cinta Rasulullah tapi sunah ditinggalkan kemudian meniru orang-orang kafir, disuruh mengunakan jilbab malah telanjang dan meniru budaya barat.

Wahai saudariku… Mau sampai kapan kamu mengumbar aurat tanpa merasa dosa? Mau sampai kapan kamu tidak berhijab? Apa kamu tidak menyayangi ayahmu? Satu langkah kamu keluar rumah tanpa hijab, satu langkah ayahmu hampir keneraka. Tidak hanya itu…;Wanita yang tidak berhijab kelak rambutnya akan digantung hingga otaknya mendidih. Bahasa kasarnya, apa sih isi otak kamu sampe ga mau berhijab (padahal udah tahu kalo itu perintah Allah, Wajib)? Untuk berhijab, jangan menunggu hatimu siap dulu.. Berhijablah dari sekarang… Karena berhijab itu bukan pilihan, melainkan sebuah KEWAJIBAN. Mau tidak mau, kita sebagai perempuan muslimah harus berhijab. Kita mengaku beragama, sedangkan agamanya punya aturan. Luruskan niat, kuatkan tekad karena Allah.

Kamu hidup untuk apa? Untuk ngejar dunia? Ingat, Allah menciptakan kita untuk menyembahnya. Tanyakan pada dirimu, sudakah kau taat padanya? Apakah kamu telah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jangan main-main dengan ancaman Allah. Siksa Allah sangatlah pedih.

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang amat berat. “.(Q.S. 2 ; 6-7)

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.(Q.S. 20; 124)

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. “.(Q.S. 6 ; 70)

” Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. setiap kali kulit mereka hangus,.kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. . “.(Q.S. 4; 56)

” Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. “.(Q.S. 9; 80)

“Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. “..(Q.S. 18; 105)

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal- amalmu ” (Qs. Muhammad: 33).

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul- Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata ” (Qs. Al Ahzab: 36).

Yakin kamu mampu menghadapi azab Allah? Aku tidak yakin kamu bisa melanggar perintah dosen (tugas yang diberikan dosen) atau bos atau pemimpin di tempat kerja kamu. Kamu berusaha memenuhi perayaratan kerja sebagai seorang pekerja. Tapi kok kamu berani melanggar perintah TUHAN kamu. Seberapa jagonya kamu? Kok berani gak nutup aurat dan nggak shalat? Rasulullah saw aja nggak berani ninggalim shalat. Shalat sama Hijab bagi perempuan sama-sama wajib. Perintah langsung dari Allah.

Pikir pikir lagi deh kalo mau melanggar perintah Allah sang Rabbul ‘Alamin. Ingat balasannya nanti diakhirat.

Ayo gabung bersama kami di group Facebook: Motivasi Hijrah Indonesia untuk mendapatkan more great inspirations and  motivations.

Yuk Hijrah….!!!

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s