Hijab, Wajib atau Pilihan?

By: Zahratussittah R.Y

#1

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu’alaikum waRahmatullahi waBarakatuh….

“Hatiku belum baik, jadi aku memilih untuk tidak berhijab”.

“Aku ga mau pake hijab, soalnya gayaku bisa terbatas. Entar aku bisa kek ibu-ibu. Trus gayaku gak akan keren lagi”

“Ga ada yg pake hijab di tempat kerjaku. Jadi aku milih untuk ga pake juga”

“Wah rugi dong kalo rambut sebagus ini ditutup. Entar aku udah ga cantik malah jadi seram”

Itulah beberapa komentar alias alasan mengapa sebagian wanita tidak berhijab. Mereka menjadikan berhijab itu suatu pilihan yang terserah pada diri mereka sendiri untuk menentukan mau berhijab atau tidak. Mohon maaf banget, boleh tanya ngak? Untuk yang perempuan yang mengaku beragama Islam. Kalian sudah tahu berhijab itu kewajiban, kenapa ngak make? Atau kalian belum tahu kalo berhijab itu hukumnya wajib? Pertanyaan kedua, udah pernah baca Qur’an belum? Udah pernah baca surat al-Ahzab dan surat an-Nur belum? Oooooh…. udah baca tapi ngak tahu artinya? Entar kalo baca Qur’an, perhatikan lagi maknanya ya! Jangan cuma baca Arabnya doang tapi kagak ngerti itu ayat bahas apaan. Jadi kalo ngaji, usahakan jangan cuma sebatas kerongkongan saja, tapi pahami isinya juga. Bagaimana bisa  kita mengamalkan suatu ayat kalo kita hanya asal baca ngak peduli maknanya?

Perhatikan nih dalil-dalil mengenai hijab. Semoga kalian paham ya…

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):

“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): 

“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman:

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)

“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al- Ahzab: 53)

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka..Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)

Nah, perhatikan deh! ada kata “terserah pada kalian” dalam dalil-dalilnya? Ya emang nga ada. Karena itu mah perintah. Wajib.

Well, sekali lagi saya kasih tau…  hukum hijab menurut kitab suci al-Qur’an kita dan hadist Nabi kita adalah wajib. WAJIB buat seluruh wanita yang beragama Islam. Itu perintah Allah, Tuhan kita. Bukan perintah manusia. Dosen atau bos yang manusia perintah aja, kita turuti. Tentu kita turuti karena takut ancamannya, bukankah begitu? Lalu mengapa kita tidak mematuhi titah Rabb kita? Tidak takutkah kita kepada-Nya? Merasa diri mampu menghadapi kemarahan-Nya?

Sekali lagi ya, saya gak bosan bosannya bilang kalau jilbab itu hukumnya WAJIB untuk perempuan-perempuan (dari golongan manapum) yang beragama Islam. Suka tidak suka, tetap berhijab. Ngak ada nanti, ngak pake tapi. Kewajiban artinya ngak pake alasan. Ngak pake, maka berdosa. Paham? Mau kamu siap belum siap, tetap hukumnya sama, WAJIB. Ngapain kamu beragama tapi ngak mau ikut aturan agama? Hanya satu jawaban, karena selalu mengutamakan NAFSU (keinginan) daripada IMAN. Kita ingin pamer tubuh, pamer perhiasan, pamer kecantikan dll. Dan ingat, semua itu hukumnya DOSA. Ok? DOSA. Dan Allah pasti akan membalas apa yang telah kita perbuat dengan seadil-adilnya. 

Ngak ada alasan “hati aku belum baik…”, “aku belum siap..”, “akhlak aku belum baik…” “aku banyak dosa”, “Aku mau perbaiki hati dulu, baru setelah itu menutup aurat. Karena aku gak mau dikatakan munafik oleh orang-orang, dll…”. Ngak usah tunggu hati siap dulu, Mbak. Kalo ngak siap-siap selamanya gimana? Kamu ngak akan melaksakan kewajiban dong yaitu menutup aurat. Ngak usah nunggu akhlaknya baik dulu baru nutup aurat, berhijablah, entar kamu akan mendapati hijab itu menjadi PENGINGAT dan kamu akan bisa menyesuaikan diri dengan hijabmu. Jangan tunggu hati kita suci baru mau menutup aurat. Mau sampai kapan memperbaiki hati? Kita tidak tahu ajal kita datangnya kapan. Dengan berjilbab, akhlak itu otomatis akan menjadi baik (karena jilbab itu sebagai pengingat untuk diri sendiri). Lama kelamaan kita pasti malu untuk berbuat buruk, malu sama pakaian kita yang sudah menutup aurat. Bisa jadi besok Allah memanggil kita ke hadapan-Nya. Lantas penyesalanlah yang akhirnya kita dapatkan.

Jangan bilang ‘kita belum dapat hidayah jadi tunggu aja deh”. Eh… hidayah itu ngak datang sendiri. Kita hanya jalan ditempat dan tidak ada niat untuk berubah. Bagaimana hidayah itu datang? Hidayah itu dijemput, bukan ditunggu. 

Ngak usah alasan “aku banyak dosa jadi ngak cocok pake jilbab”. Eh, namanya juga wajib, mo dosa lu segunung, selama lu beragama Islam, lu wajib make Hijab. Aaand Kalo kamu liat ada yang berjilbab masih berbuat salah, tolong jangan salahkan jilbabnya. Berjilbab adalah kewajiban. Wajib bagi semua wanita Islam yang sudah baligh, bukan hanya untuk wanita yang baik. Jadi, terlepas dari baik buruknya akhlak seorang wanita, ia tetap wajib untuk berjilbab. 

Walau ia memiliki akhlak yang buruk, setidaknya ia telah menutup 1 jalan menuju pintu neraka, dengan ia memutuskan untuk menutup aurat. Ngerti? Insha’Allah ngerti ya.

Jadi, baik dia perempuan yang sangat shalihah sampe perempuan yang buruk akhlak dan agamanya pun HARUS make hijab. karena hakikatnya menutup aurat itu adalah kewajiban.

Jangan bilang “aku ngak cocok berhijab, soalnya masa lalu aku hina banget. Aku sangat berdosa”. Memangnya kamu lupa kalo Allah kita itu maha menerima taubat? Allah itu maha mengampuni dosa. Minta ampunlah, bertaubatlah kepada-Nya. Namanya juga manusia ya bukan malaikat. Kita pasti pernah berbuat dosa. Mulailah berhijarah saudari-saidariku seiman. Berhijrahlah sebelum terlambat. Kalau ajal sudah datang menjemput sebelum kamu berhijrah, kamu akan sangat menyesal tapi tak ada gunanya lagi dan kamu akan mempertanggung jawabkan kelalailanmu dihadapan Allah, Rabb kita. Lagian Islam suruh kita tutup aurat karena Islam menghargai kita, Islam ingin melindungi kita, Islam ingin membedakan kita dengan wanita-wanita kafir. Menutup aurat itu kebaikannya untuk kita sendiri. Kalo sayang diri sendiri, maka berhijablah. Mau ayah kamu di siksa karena punya anak perempuan yang enggan menutup aurat? Tidakkah kamu kasihan padanya yang selamanya ini berusaha menghidupimu? Darah keringat dan airmatanya tertumpah demi kebahagiaanmu. Lalu kamu juga ingin beliau di siksa di neraka gara-gara kamu tidak menutup aurat? Ingat, setiap laki-laki adalah pemimpin. Sayangi ayahmu, sayangi suamimu, sayangi anak laki-lakimu dan saudara laki-lakimu karena kelak, mereka akan mempertanggung jawabkan siapa yang mereka pimpin.

“Tapi bolah kan jika aku ingin ikut trend hijab zaman sekarang? Soalnya kan aku ingin terlihat modis walau dalam keadaan berjilbab”. Berjilbab itu bukan untuk dipandang bagus dimata manusia, melainkan untuk dipandang bagus dihadapan Allah. Tidak perlu berlelah letih membuat orang tertarik melihat kita. Berjilbab syar’i lah, tutuplah aurat dengan sempurna. Labuhkan jilbab yang tebal hingga menutupi dada. Gunakanlah jilbab yang sederhana. Gunakanlah pakaian yang tidak membentuk lekuk tubuh. Pakailah selalu kaos kaki. Jika pakaiannya ketat, berarti belum menutup aurat dengan sempurna. Itu bukan menutup aurat namanya, tapi membungkus aurat karena masih terlihat lekuk tubuh. Lebih-lebih jika memakai jilbab tapi tidak menutupi dada. Na’uzubillah…

Jangan takut berhijrah, jangan tunda. Apa kamu bisa menjamin bahwa kamu masih hidup di hari esok? Jangan malu sama orang lain. Jangan takut dan malu komentar-komentar pedas mereka. Kalo mereka komentar ke kamu gini gitu bla bla bla, ok, it’s fine. Semua orang berhak bekomentar. Tapi mereka tidak punya hak buat melarangmu. So you can do it. You can wear hijab, you can be enjoy. Kita ngak bisa dan ngak punya waktu untuk menutup mulut semua orang yang berpikir buruk tentang kita. Kita gunakan aja nih kedua tangan kita untuk berdoa. Mendoakan mereka dan kebaikan kita. Karena kita punya dua tangan ngak bisa nutup mulut orang lain. Jika kamu hijrah karena Allah, berarti bukan penilaian Manusia yang kamu cari melainkan penilaian Allah. Berjilbab itu adalah bukti tanda cinta kita kepada Allah dan bukti tanda sayang kita kepada diri sendiri.

Kita mengaku cinta kepada Allah, sementara aturan yang Allah berikan saja tidak mau kita patuhi.

Apakah itu yang namanya cinta?

Kalo kita beralasan bahwa menutup aurat itu panas, maka ingatlah… bahwa panas didunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka yang akan kita dapatkan kalo tidak mematuhi Allah.

Jangan takut panas, takut ini dan itu… tapi takutlah jika Allah ngak ridho jika aurat kita dilihat oleh orang yang non-muhrim dengan kita.

Ayolah saudariku, aku tahu jauh didalam hati kalian itu ada Iman. Maka jangan biarkan Iblis melemahkan iman itu. Lawan bisikannya. Kamu pasti bisa berhijrah. Pasti. Lawan nafsumu yang terpaut dengan dunia. Taatnya kita kepada Allah adalah tanda bahwa kita mencintainya. Jangan cuma cinta ciptaan-Nya, tapi cintailah penciptaNya. Ingat, Iman butuh bukti. Kalo kamu beriman, maka kamu pasti melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pertanyaannya, apakah kamu beriman?.

Saudariku, aku mengatakan demikian, bukan berarti aku sok suci atau sok alim. Tapi aku peduli. Dan segala hujatan, cacian, hinaan dan apapun keburukan yang ingin kalian timpahkan padaku, silahkan. Aku punya Allah, dan aku tidak akan tumbang oleh komentar-komentar buruk kalian.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. 

Jilbab itu MAHKOTA bagi perempuan MUSLIMAH.

Dan Allah maha menerima taubat. Kembalilah ke jalan-Nya. Jalan lurus, jalan keselamatan.

Sebagai penutup, kalau kamu mau benar-benar berubah, tinggal lakuin aja, gak usah banyak mikir dosa yang dibelakang. Kamu hanya butuh fokus benerin diri aja hari ini dan masa depan.

Semoga Hidayah Allah melewati celah-celah sempit hati kita yang gelap. Ingat, hidayah bukan untuk ditunggu. Tapi dijemput. Jemput hidayah sebelum nyawamu dijemput malaikat MAUT.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki

yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya

maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum waRahmatullahi waBarakatuh….

“Jikalau hidayah dapat dibeli, maka akan kubeli hidayah tersebut untuk orang-orang yang aku sayangi.”


#Yuk_Hijrah_Lillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s