​Hijabers Zaman Now

By: Zahratussiitah and Khaila Khalilah

Berhijab. Bagi perempuan yang beragama Islam, berjilbab adalah kewajiban. Perintah Allah yang harus di taati, Wajib. Sudah terlulis jelas Firman Allah dalam al-Qur’an dan al-Qur’an itu gak akan berubah sampai hari kiamat. Kitanya aja yang kurang baca atau gak mau tahu sehingga kita mudah dipengaruhi oleh perubahan dan perkembangan zaman yang bisa menjerumuskan kita ke dalam neraka… yakin nggk takut sama azab Allah??

Ok, berbicara tentang jilbab, maka perlu dicatat bahwa jilbab yang Islam maksud disini bukan sekedar penutup kepala. Berjilbab bukan berarti menutupi kepala langsung udah, selalsai, bukan ya. Jilbab yang dimaksudkan dalam Islam itu punya aturan. Dan jilbab yang sesuai dengan perintah Allah adalah yang sesuai syariatNya. Lalu jilbab seperti apa yang sesuai syariat Islam? Jawabannya adalah Jilbab Syar’i.

Jilbab syar’i adalah jilbab yang dilabuhkan untuk menutup rambut itu bisa sampai ke dada, menutupi dada. Jilbabnya sederhana dan mudah dilabuhkan, gak perlu repot-repot dan dibikin ribet untuk mengenakannya, paham? Mudah aja kok pake jilbab yang sesuai syariat. Soalnya gak buang-buang waktu, gak perlu repot-repot, ngak perlu buang-buang tenaga untuk lilit-lilit jilbabnya kesana kemari kaya mumi, putar kiri, putar kanan, menyampirkannya pada kedua bahu, gak perlu jarum pentul banyak-banyak untuk nusuk sana-sini kek terapi akupuntur, gak perlu berlama-lama didepan cermin aaaaand gak butuh brooch (bros) atau aksesoris mewah. Ingat? Islam mengajari kita kesederhanaan. 

Untuk apa jilbabnya mau dililit-lilit, pake aksesoris, bercorak dan lain sebegainya? Untuk dilihat orangn kan? Kamu berhijab untuk Allah atau manusia? Kalo karena Allah, berarti kamu gak perlu ikut fashion atau style jilbab yang lagi nge-trend.

Menyedihkan sekali menyaksikan pemandangan yang ada dilingkuangan umum saat ini. 

Pertama, Banyak perempuan yang mengenakan jilbab tapi dengan tujuan tertentu. Misalnya mereka mengenakan jilbab hanya pada saat akan pergi ke sekolah, kampus, pasar dll. Dan setelah pulang dari sana, mereka melepaskannya kembali. Dan mereka tidak mengenakan jilbab ketika mereka sedang jalan di kampung halaman mereka sendiri.

Kedua, tidak sedikit yang mulai memakai jilbab. Namun mereka terlihat tidak menutup aurat. Mereka hanya membungkus badan mereka, bukan menutup aurat. Padahal hakikatnya jilbab itu penutup aurat. Mereka memang menutup kepala dengan jilbab. Tapi sadarkah mereka bahwa aurat yang dimaksud dalam Islam bukan hanya rambut? Untuk menutup aurat, jilababnya harus bisa menutup dada, lebar,  gak transparan, tidak bercorak, tidak mencolok warnanya dan yang paling penting adalah tidak mengandung tabaruj (perhiasan/aksesoris). Karena kebanyakan orang memakai perhiasan untuk dilihat orang lain, termasuk make-up (percantik wajah). Bahkan ada sebagian hijabers yang berjilbab namun masih ada bagian lehernya yang tersingkap. Kemudian soal pakaian para hijabers, ada yang masih menggunakan kaos panjang ketat, celana jeans ketat, juga menampakkan kecantikannya melalui make-up dan variasi-variasi jilbab.  Perlu diketahui, dicatat dan diingat bahwa untuk menutup aurat secara syar’i, pakaian yang dikenakan gak boleh transparan dan gak ketat, harus lebar dan longgar alias gak membentuk lekuk tubuh pun tidak luput dari kaos kaki (karena yang boleh  terlihat dari perempuan  hanyalah wajah dan telapak tangan).

Mengenai jilbab ini Allah swt berfirman:

“Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (khimâr) ke dada-dada mereka.” (QS an-Nur [24]: 31)

Dari ayat ini tampak jelas, bahwa wanita Muslimah wajib untuk menghamparkan kerudungnya yang menutupi kepala, leher, dan juyûb (bukaan baju) mereka dan dada.

Firman Allah dalam ayat yang lain:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗوَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [al-Ahzâb/33:59]
Tidak sedikit perempuan berjilbab dengan berbagai mode yang jelas-jelas ketidak-syar’iannya, bersolek (make-up) dan menggunakan perhiasan.  Terutama saat menghadiri uandangan pernikahan, resepsi ataupun menghadiri pesta-pesta atau acara-acara lainya. Bagai berlomba penampilan siapa yang terbaik, tercantik dan mendapatkan pujian, mereka menghias diri sebaik mungkin agar bisa tampil memesona dan menarik perhatian orang.

Ingatlah wahai saudari-saudari seimanku. Berjilbablah karena Allah, bukan karena manusia. Berjilbablah! Tutuplah auratmu dengan sempurna. Perintah Allah saja diabaikan dengan beribu alasan tanpa merasa berdosa, pantaskah diri meminta surgaNya? Pantaskah diri diselamatkan dari azab kubur? Pantaskah diri diselamatkan dari ganasnya api neraka yang menyala-nyala?

Sayangi diri kita, sayangi ayah, sayangi suami (bagi yang sudah bersuami), sayangi saudara laki-laki, dan sayangi anak laki-laki (bagi yang punya). Karena hanya dengan tidak memakai jilbab, mereka akan ditarik ke neraka. Mau menjadi alasan ayah, saudara, suami dan anak kita dineraka? Sayangilah mereka dengan jilbabmu.

Ingat! Berjilbab secara Syar’i itu kewajiban, bukan pilihan. Jadi untuk berjilbab sesuai syari’at, tidak perlu banyak alasan, tidak usah mencari pembenaran, gak pake tapi, tanpa tunggu nanti, jangan pura-pura tidak tahu,  jangan pura-pura tidak mendengarkan nasehat dan jangan pura-pura lupa. Jangan jadi orang munafik. Jangan menutup hati dari kebenaran. Hanya orang-orang kafir yang menutup hati dari kebenaran. Mau dosa kita segunung, aib kita segunung, tetap wajib pake jilbab. Sekali lagi, tidak ada alasan untuk tidak memakainya. Kita masih punya banyak dosa yang sulit kita hindari, paling tidak dengan beejilbab syar’i, kita telah menutup 1 pintu menuju neraka. Jangan numpuk dosa. Masih banyak dosa lainnya seperti pacaran, mendengarkan musik, pakai parfum, mencukur alis dan masih banyak lagi cara setan menjebak manusia agar menjadi kawannya dineraka.

Saudariku… Hidayah itu dicari, dijemput, bukan ditunggu. Jangan sampai kelak kamu menyesal yang teramat sangat, bahkan sampai airmata darah yang dikeluarkan pun sia-sia belaka dan ketika sudah terlambat, tidak ada lagi kata mengulangi waktu dan kembali dimasa lalu untuk memperbaiki diri. Kamu Islam, dan kamu punya cahaya Iman. Kamu hanya terperdaya dengan godaan iblis, tertipu oleh kesenangan dunia yang fana ini. 

Taatlah pada Allah dan RasulNya! Taatlah. Berhijrahlah!, sebelum kamu menyesal nanti.

“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala- nyala”. (QS.al-Mulk:10)

“Sesungguhnya sejelek-jeleknya binatang di sisi Allah adalah orang-orang yang tuli dan bisu (dalam menerima kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak berakal.” (QS. Al-Anfal : 22)

Mau jadi sejelek-jelek binatang? Ini bukan sejelek-jelak manusia lho, tapi binatang. Makanya kalo udah tahu jilbab syar’i itu wajib, jangan pura-pura ngak tahu terus nggak mau pake jilbab.
“Akan muncul pada akhir zaman, suatu kaum yang umurnya masih muda (yakni sedikit ilmunya), rusak akalnya. Mereka berkata dengan sebaik-baik perkataan manusia (yakni suka membahas masalah agama). Mereka membaca al-Qur`an, namun Al Qur’an tidak melewati kerongkongannya” (hanya baca tanpa memahami). (HR. Bukhari Muslim)

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. Al-An’aam : 44)

Mereka lupa bahwa perintah Allah itu wajib. Allah pun membukakan pintu kesengan untuk mereka (pacaran, pergi kepesta, jalan-jalan, mabuk, dengerin musik… dll). Nanti Allah akan siska mereka dengan sekonyong-konyong, saat itu, mereka lalu terdiam dan putus asa.
Pikir-pikir lagi deh kalo mau melanggar perintah Allah sang Rabbul ‘Alamin. Ingat balasannya nanti diakhirat. Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. Nggak mungkin kamu taat tapi disiksa. 

Apa kamu senang hidup dunia ini? Kata Nabi, dunia ini bagai PENJARA bagi orang yang BERIMAN. Apakah kamu beriman?
Allahamdulillah… sekarang kamu sedang baca tulisan ini. Itu tandanya Allah sayang sama kamu. Sudah menjadi tugas kita sebagai sesama muslim untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan biarkan iblis menguasai hatimu dan menjadikan tulisan ini hanya angin lalu bagimu. Jangan, lawanlah iblis. Kita lebih mulia daripada dia. Jangan sampai kamu menjadi temannya diakhirat. 
Saudari… coba deh renungkan sebentar! Kamu hidup didunia ini untuk apa? Untuk ngejar dunia? Ingat, Allah menciptakan kita untuk menyembahnya. Tanyakan pada diri, sudakah kita taat padanya? Apakah kamu telah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jangan main-main dengan ancaman Allah. Siksa Allah sangatlah pedih.
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang- orang yang lalai.” (QS.alA’raf:179)

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang amat berat. ” (Q.S. 2 ; 6-7)

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (Q.S. 20; 124)

“Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. “.(Q.S. 6 ; 70)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.  “.(Q.S. 4; 56) 

 => Catatan: Kafir (Kafara), yaitu menutup hati dari kebenaran.
“Mereka itu orang-orang yang telah kufur (menutup hati) terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. “. (Q.S. 18; 105) 

” Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. “.(Q.S. 9; 80)

Ingat tuh saudara-saudariku, jangan menutup hati terhadap Allah dan Rasul-Nya. Kalau Allah sudah perintahkan untuk tutup aurat alias berhijab (nutup aurat sesuai syariat, maka berhijablah, Lillahi Ta’ala.
Tunggu apa lagi? Segera berhijrah karena Allah. Karena kelak, surga atau neraka yang akan kita tinggali adalah hasil dari perbuatan kita selama di dunia. Kita yang memilih, kita yang menentukan dan kita yang usahakan sampai kita dapat. Jadi kalo kamu ingin dihadiahi surga, maka taatlah pada Allah. Untuk apa kamu beragama? hm? Agama itu punya aturan. Kalo mau beragama ya jangan sebatas KTPnya doang. Mari saudariku, mari kita hijrah bersama dijalan Allah. Emang kamu bisa lari dari azab Allah? Sekuat apa kamu? Emang kamu pikir kamu akan hidup didunia ini selamanya? Tidak, kematian akan menjemputnu dan kamu akan dibalas sesuai perbuatanmu. Pada hakikatnya, dunia ini diciptakan untuk kita sebagai tempat menanam bibit amal yang akan kita panen hasilnya nanti di akhirat.

Yuk Hijrah! Semoga kita menjadi orang yang tergolong kedalam golongan orang-orang yang Allah cintai dan yang Allah selamatkan. Aamiin yaa Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s