​Sahabat Setia

Dear sahabat…

Sahabatku yang sangat aku sayangi, sebuah hadiahku dari sang maha penyayang, Aku tidak tahu lagi dengan cara apa aku harus meminta maaf kepadamu atas kesalahan-kesalahanku, ketidakpedulianku, keegoisanku, semua tindakan yang aku lakukan yang telah menyayat dan mencabik menggores habis hatimu yang hampir setiap hari ia selalu selelubungi darah karena luka dan sakit serta perihnya mampu menguras air matamu, lukanya yang belum kunjung sembuh, kulukai lagi dengan sebab yang sama. Ribuan maaf yang aku lontarkan dari bibirku terasa tidak akan sebanding dengan air matamu yang telah menghujani bumi. Ketahuilah bahwa setiap bulir air matamu yang sempat singgah dimataku, maka ia selalu bersemayan dalam hati dan pikiranku, aku tidak ingin melihat deraian air mata itu, rasanya bagai ribuan samurai menghujam qalbuku. Tapi mengapa aku tetap melakukan kesalahan yang sama? Egois. Aku cuma punya satu permintaan, tetaplah menjadi sahabatku, sahabat dunia akhirat. Tapi jika memang kau ingin pergi, maka aku akan meralakan dan aku akan memimta ampun kepada sang Rabb. Mungkin kepergianmu adalah karma bagiku, mungkin lewat kepergianmulah Allah membalasku. Maafkan aku sahabat, wahai yang aku sayangi. Maafkan aku jika tidak bisa menjadi seperti yang kau harapkan. Mohon mengertilah bahwa aku berusaha berubah namun hal itu menyiksaku. Aku hanya menunggu hidayahnya datang menghampiri, namun bagaimana jika Hidayah yang aku nanti-nantikan itu takan pernah menampakan wajahnya? Berikan sedikit untukku perasaanmu itu, ajarkan aku pengorbanan dan kekokohan. Agar aku juga bisa menyayangi orang lain. 

Dengan segala kelakuanku yang telah menghancur leburkan hatimu, masihkah engkau percaya jika aku mengatakan bahwa aku menyayangimu? Semua terserah padamu, namun ketahuilah bahwa aku sangat menyayangimu, sayangku kepadamu berbeda dengan sayangku kepada orang lain. Maafkan aku yang terlihat tak peduli kepadamu, namun ketahuilah bahwa dalam diamku aku memikirkan dan merindukanmu. Sadar atau tidak, cuek dan ketidakpelulianku adalah tipikalku, sangat sulit untuk aku lenyapkan, saat aku siap nanti aku akan merubahnya, aku yakin aku bisa jika Allah menolongku. Bukankah Allah yang membolak-balikkan hati manusia?  Kuharap sebesar apapun kesalahanku dan sampai kapanpun, maafkanlah aku. Seandainya kau mengerti bahwa “akulah tandus seribu tahun kemarau yang sedang menunggu disuguhkan air hujan, jangan lagi kau jauhkan mendung yang datang menghampiri, Aku hanyalah si fakir yang hina di mata Allah, yang tak mempunyai kerajaan cinta, namun aku selalu dan selamanya mensyukuri segalanya yang telah Allah berikan padaku, salah satunya adalah kamu”. Aku selalu terjaga dalam pelukan sayap malam yang meranggang, seakan akan malam tak mengizinkan aku tidur dan membiarkanku berpikir tentang banyak hal hingga dekapan mesra nan lembut sang embun pada daun talas terlepas perlahan, aku akan tetap terjaga dari tidurku. Bisakah kau menjawab mengapa Allah mempertemukan kita? Mengapa, hanya untuk membuatmu menangis? Sejauh ini mungkin hanya kamu dan Allah yang mengetahui seberapa banyak pipimu dibasahi butiran bening yang mempunyai loyalitas untuk selalu menemani dan menghiasi kesedihanmu.

Aku tahu kau merasa tersakiti karena kelakuan dan lisanku.  Tidak ada yang mengerti aku melainkan Aku dan Sang Rabb. Setauku, bukan namanya sahabat bila diantara kita masih ada yang merasa tersakiti, dan rasa sakit itu ada karena kita memiliki ego masing2, dan akulah orang yang paling meninggikan egoku dan tidak memperdulikan orang lain, bahkan keluargaku sekalipun. 

Aku tidak bermaksud menyakiti, tapi karena kau terlalu peka kepada perasaan sehingga kau merasa tersakiti. Bukan sahabat namanya bila masih ada air mata diantara kita yang bukan merupakan air mata haru atau air mata bahagia, jadi dengan kelakuanku yang menghancurkan hatimu mulai dari pecahan, kepingan, hingga serpihan, masihkah kau anggap aku sebagai sahabatmu? dan jawaban darimu yang pastinya adalah “ya”, karena jawabanmu itu sesuai dengan makna sahabat yang kau buat berdasarkan apa yang kau alami.

sahabat adalah:

Seseorang yg sering membuat mu menangis dngan tingkah dan perkataannya. Seseorang yang mngetahui klemahan mu dan mncoba untuk terus melakukan itu. Seseorang yang tidak memperdulikan mu di saat sedih mu. Seseorang yang selalu ingin membuat mu merasa kecewa dan ingin slalu melihat airmatamu. Seseorang yg bahagia diatas kesedihanmu dan seseorang yang akan sedih melihat kamu bahagia. Dan persahabatan adalah suatu hubungan atau ikatan antara dua orang atau lebih yang slalu saling mnyakiti. Dan hanya cinta dalam persahabatan yg mampu merubah defenisi ini”.  

Terima kasih 4 tahun bertahan dengan sikapku yang jahat. Terima kasih masih setia menyayangiku sampai detik ini. Terima kasih karena kamu tidak pernah pergi meninggalkanku. Allah benar-benar menghadiahkan kepadaku “Kamu”. Mari kita tetap bersahabat, didunia ini sampai diakhirat kelak. Semoga Allah menyelamatkan kita bersama orang-orang kita sayangi. Semoga Allah mempertemukan kita lagi. Semoga Allah memberikan yang terbaik dan merencanakan sesuatu yang terbaik untuk kita. Aamiin.

I love u my Hubban Limaanan… ummmuach……
Yang selalu menyakitimu dan meminta maaf darimu,

Ririn Yastiawijaya Az-Zahra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s