Maafkan Aku, Sahabat

Memory:

March, 19th 2017

Dear True Friend.

Akulah duri yang selalu melukaimu, kata-kataku adalah belati berbisa yang selalu menyayat hatimu. Aku minta maaf atas semunya walau aku Aku tidak pantas menerima maaf darimu. Aku merasa tingkah lakuku biasa-biasa saja, namum aku tak sadar hal itu menghancurkan perasaan orang lain, dan ketika aku sadar akan hal itu, aku sama sekali tidak menghiraukannya. Tidak ada yang mampu merubahku, hanya aku yang bisa melakukannya, namun aku kalah jauh dengan diriku sendiri. Sungguh diri ini adalah musuh terhebat yang pernah aku hadapi. Aku bertingkah laku asing bagimu, kau anggap aku berubah, namun ketahuilah, saat itu aku hanya sedang menyamar, aku harus memakai topeng orang lain untuk mewujudkan suatu tujuan. Aku tidak memperdulikanmu, aku mencapakanmu, aku mengabaikanmu, namun dibalik ketidak pedulianku itu, tahukah kau berapa butiran air mata yang sudah ku jatuhkan? Hanya Allah yang tahu berapa banyak bulir bening hangat yang membasahi pipi. 

Aku menahan air mata didepan kran yang aku biarkan airnya terus mengalir, aku tidak ingin membiarkan airmata buaya ini membatalkan wudhunya, namun aku kalah, ketika aku membasuh wajah, air matamu bercampur dengan air itu, aku terpaksa harus mengentikan wudhuku untuk beberapa saat, kemudian aku berwudhu dengan sempurna untuku menunaikan kewajiban. Tak sanggup kubendung air mata saudariku, sajadah dan tasbihku menjadi saksi bisu yang hanya menatapku dalam diam. Aku hanya menunggu hari istimewah itu, ide ini kudapat dari Rizkiah adikku. Dan hal ini membunuhku, betapa lamanya tanggal 03 April itu, aku takut hal ini merenggut nyawaku sebelum hari itu tiba. 

Apapun yang terjadi, jangan pernah membenciku, jangan, aku mohon walau aku tahu aku pantas dibenci bahkan dimusnahkan dari hidupmu. Aku yakin Allah punya rencana mempertemukan kita dengan kepribadian yang sangat bertantangan ini. Aku yakin kau adalah orang terpilih yang sengaja dikirimkan Allah untukku, kau adalah saudaraku walau kita dikeluarkan dari pintu rahim yang berbeda. Apapun yang terjadi, kita adalah sahabat, you are as special as my family.

I am only  human, not an angel not a devil, I am just a human.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s