​KOTORAN JIWA

Seorang murid mendatangi rumah gurunya untuk berkonsultasi tentang kondisi akhir-akhir ini ketika menjalani dzikir semakin dalam.
Murid bertanya , “ Guru mengapa akhir-akhir ini ketika saya dzikir air mataku keluar jatuh bercucuran, padahal hatiku tidak sedih dan punya masalah…?”

Sang Gurupun menjawab, “ Anakku ketika kamu dari kecil sampai besar setiap kamu punya masalah atau beban yang berat, ketika hatimu menderita, semua penderitaan dan kesedihan itu masih terekam dalam perasaan yang terdapat di jiwa yang paling dalam. Walaupun bertahun-tahun semua kepedihan itu masih tersimpan rapat dalam jiwa. Ketika dzikirmu menembus hati yang paling dalam, maka perasaan tersingkap dan keluarlah kotoran-kotoran jiwa yang tersimpan itu. Sehingga menetes bercucuran airmata kamu, itulah pembersihan jiwa bagian perasaan. Jika kotorannya semakin berkurang, maka hatimu menjadi bersih dan bahagia.”

Sang Murid bertanya kembali, “ Guru…! mengapa ketika saya semakin tekun berdzikir kepada Allah, justru saya sering sakit-sakitan, padahal sebelumnya saya jarang sakit, tapi sekarang tubuh saya mudah jatuh sakit…?”

Sang guru menjawab, “ Semua dosa-dosa yang pernah kamu kerjakan selama hidupmu ini juga masih tersimpan dalam jiwamu. Jika kamu tidak bertaubat dan membersihkan jiwamu, maka akan menjerumuskan dirimu ke dalam siksa neraka. Ketika dzikirmu semakin dalam dan masuk ke jiwamu, maka semua dosa-dosa itu dikeluarkan, jika keluarnya terlalu besar volumenya, maka tubuhmu tidak kuat, sehingga menyebabkan sakit. Berbahagilah orang yang sedang mengalami sakit karena dosa-dosanya sedang dibersihkan oleh Allah.

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim).

Jika dosa-dosamu semakin berkurang dan jiwamu menjadi bersih, maka tubuhmu yang sakit-sakitan menjadi sehat kembali. Jiwamu seperti cermin yang mengkilap bisa menerima dan memantulkan cahaya dari Allah.”

Sang murid menjawab, “ Terimakasih Guru atas penjelasannya, sekarang saya telah faham, semoga saya bisa istiqomah meneruskan langkah pencarian ruhani.”

Nabi SAW bersabda,“Jika Allah menghendaki kebaikan untuk seorang hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan hukuman untuknya di dunia. Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukan untuk seorang hamba maka Allah akan biarkan orang tersebut dengan dosa-dosanya sehingga Allah akan memberikan balasan untuk dosa tersebut pada hari Kiamat nanti”(HR Tirmidzi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s