Sendiri: Akan Tiba Waktuku.

Akan ada hari dimana kita akan datang kepada Allah…. SENDIRI.
Itulah mengapa aku sering mengatakan pada diriku sendiri “Hri ini aku berda diats tnah, mngkin bsok tanah yang diatasku. Dan aku….sendiri”

Selamat atau celakanya aku tergantung apa telah kuperbuat semasa hidupku didunia.

Sahabat Rasulullah saw, Utsman Bin Affan yang sudah dijamin masuk surga saja menangis tersedu-sedu saat menziarahi kubur. Ketika orang bertanya padanya, apa yang membuatnya menangis? Bukankah dia dia sudah ada jaminan surga? Dengamln bijak Ustman menjawab “aku memang dijamin surga, tapi aku tidak dijamin akan selamat dari siksa kubur”. Sekcil apapun dosa akan mendpt siksa didlm kubur [Ust. Khalid Basalamah].

Amlan yg plg prtama dihisab adalah SHALAT. Kewajiban umat muslim, perintah Allah. Ia mngkin akan mamkan waktu 5 mnit, tapi banyak yg tdk sanggup melksanakannya, namun mereka sanggup mendaki puncak gunung yang tinggi berkali2. Padahal mendaki lebih menguras waktu dan tenaga daripada shalat. sudah begitu tidak ada untungx diakhirat. Kelak, tidak akan ditanya “kamu mendaki Kie Matubu brp kali?”.

 Aku juga kadang merenung, betapa hebatnya driku ini, aku ingat, dulu, wktu guru disekolah memberikan tugas, aku selalu menyelesaikannya krna aku tkut akan dihukum atau nilaiku jelek (nah, kalo nilainya jelek, dampaknya ke diri sendri). Tugas itu wajib dikerjakan katanya (guru). Shalat lebih wajib, shalat itu perintah Allah, bukan guru. Shalat itu perintah Tuhanku, Tuhan yang telah menciptakan alam semesta, termasuk aku. Aku??? Melnggar perintah Tuhanku, Aku tidk shalat. Aku tahu itu wajib, aku tahu. Tapi ya iyalah aku pura2 tidk tahu. Aku tidak sadar bahwa Iblis tlah mnguasai htiku. Memalingkan aku dari akhirat dan membisikku untuk mengejar dunia. Waah… sungguh hbat diriku. Aku tkut guru tapi tidak tkut Tuhan. Apakah guru itu bisa menolongku diakhirat? Tidak. 

Yg membedakan org Islam n orang kafir itu hnya Shalat. Itu kata sahabat Rasullullah saw, Umar Bin Khattab r.a.

Mmmm…. tidak semua orang Islam itu beriman. Yang beriman sudah pasti Islam. Ada yang bilang begini “kalau kamu ingin melihat orang Islam, maka lihatnya lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, itu mereka, orang islam yang sedang merayakan hari rayanya. Tapi…. kalau kamu ingin melihat orang berIMAN. datanglah kemasjid diwaktu shalat Shubuh. Yang didalam masjid itulah yang beriman. 

Aku pernah bertanya pada diriku sendiri, berimankah aku? Well, Iman itu butuh bukti. Bukan hanya sebatas ucapan yang kemudian sirna bersama angin yg lewat. Iman itu, diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diikuti dengan perbuatan. Aku bilang aku cinta pada Allah, aku beriman pada-Nya. Sudahkah aku membuktikannya? Adakah lki2 idman htiku lebih aku cintai daripada Allah? Apakah Islamku sebatas sebuah kartu kecil berwarna biru yg bertuliskan “KTP” itu? Jawabannya hanya Allah dan aku yang tahu. Sungguh, siksa Allah amatlah berat. Dan bagi yang mendustakan firman-Nya, mereka tiada memiliki penolong.

Aku malu dengan salah satu temanku, aku bilang padanya “eh, kalo wisuda nanti, aku mau pake bju ini, tp mahal, trus aku mau bli make-up, high heels, aku mw bkin acara drumah”. Apa responnya , responya membuat aku bagai disengat listrik 1000000 volt. Dengan senyum manis diwajahnya, dia blg “aku semuanya pake apa adanyalah, sebab uang yg aku tabung untuk beli baju sama perlengkapan yang lainnya itu aku ingin… mmm… aku punya niat lain (dan dari sini aku tau bahwa dia berniat untuk nerinfak dan bersedekah, menafkahkan harta seikhlasnya sesuai ajaran Allah). Insha’Allah lebih berkah. Semoga Allah meridhaiku dan keluargaku (Aamin, jawabku lirih). Oh ya, kata Ustadzah ditempat aku kajian, kalo kita masih pengen beli ini itu supaya terlihat begini dan begitu, artinya kita masih mencintai dan mengejar dunia lantas kita tidak peduli pada akhirat, tempat tinggal kita yang sebenarnya. Emang Eye-Shadow sama Blush onmu? Apa manfaatnya? Supaya terlihat lebih cantik bukan? Tuh… Riya lagikan? Tabarujj lagi. Emang kamu ga tahu kalo Tabarujj itu dilarang (kecuali pada suami? Udah buang2 duit, dosa lagi. 2 kali rugi dunia akhirat. Andai kamu tahu apa yang aku tahu, mungkin kamu juga akan merasakannya. Kamu akan merasakan hidup. Dan kamu tahu? 23 hidup didunia ini, aku baru merasa benar2 hidup sejak bereberapa bulan yang lalu. Selama ini hatiku mati. Aljamdulillah. Allah masih sayang padaku. Pendosa yang hina dan rendah dimatanya”.

Aku jadi paham, pada hakikatnya, dunia ini tercipta sebagai ladang beramal untuk dijadikan bekal kita diakhirat nanti.

Mereka bilang “jangan cuma berdoa minta cepat kaya supaya bisa memiliki ini itu, minta yang lebih mahal lagi, apa itu? Apalagi kalo bukan Hidayah?”.

Hanya cermin berdebu yang tidak bisa ditembus cahaya, dan hanya hati-hati yang menghitamlah yang tidak bisa menerima kebenaran kecuali jika Allah menghendaki.

Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah….. aku ingin berterima kasih kepada orang2 yang suka membicarakan keburukan, kekurangan dan kelemahanku dibelakangku, orang yang hadir dalam hidupku sebagai orang munafik, orang-orang yang sudah menyakiti hatiku, semunya. Aku berterima kasih karena mereka juga sumber kekutanku. Awalnya aku berniat dendam. Pada saat aku selangkah lagi berhasil, aku memilih untuk berhenti, memaafkan dan menghikhlaskan. Aku sadar bahwa aku punya Allah yang maha Adil. Biarkan karma yang malakukan tugasnya, aku tidak perlu besusah payah. Dalam Islam kita mengenalnya dengan “KIFARAH” apa yang kamu berikan, kamu akan mendapatkannya kembali.

Sekian…

Eh… belum kurasa. Masih ada satu point lagi.

Aku pernah bertanya “ada yang ga pernah shalat kok selalu dapat rezeki ya? Trus mereka juga selalu bahagia”. 

Dan Alhamdulillah aku telah mnmukan jawbannya. Itu adalah ISTIDRAJ alias jebakan dari Allah. Jadi jangan bangga kalo tidak pernah Shalat, dan bagi yang perempuan berhijab ga mau takut ga cantik lagi tapi pake cover “tunggu hati baik dulu”, dll….. tapi selalu bahagia? ISTIDRAJ. Seseorang yg tidak mau mematuhi perintah Allah namun Allah ﷻ‎ berikan semua kenikmatan dunia padanya.

Jaaadiiii…. ternyata ada yang harus kita waspadai,  kita merasa bahagia di dunia padahal itu merupakan hukuman dari Allah Ta’ala, karena kita bahagia tidak diatas landasan Agama Islam yang benar. Allah biarkan kita bahagia sementara di dunia, kelak, Allah tidak peduli kepada kita. Itulah istidraj sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila engkau melihat Allah Ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.”

HR. Ahmad, lihat Shahihul Jami’ no. 561.

Mengenai ayat,

أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 99).

Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Al-Qar’awi menjelaskan, “Makar Allah adalah istidraj bagi pelaku maksiat dengan memberikan kenikmatan/kebahagiaan… mereka tidak memuliakan Allah sesuai dengan hak-Nya. Mereka tidak merasa khawatir [tenang-tenang saja] dengan istidraj [jebakan] kenikmatan-kenikmatan bagi mereka, padahal mereka terus-menerus berada dalam kemaksiatan sehingga turunlah bagi mereka murka Allah dan menimpa mereka azab dari Allah”.

“Sampaikan walau cuma satu ayat.”

-Rasulullah saw.
“Ku tinggal dibumi untuk meninggalkannya. Kudipijamkan bumi yang fana untuk akhiratku yang kekal.”

-Az-Zahidatuzzahra

Semoga bermanfaat. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s