Hijrah: Cemburu Padamu

Aku cemburu… kebangetan. Ya… aku cemburu sama kamu yang hebat dalam berHijrah. Aku bilang muslimah yang baik itu harus begini dan begitu tapi ada tahap-tahap yang belum sanggup aku lakukan. Aku cemburu kamu lebih baik dalam hal ini… jauh lebih baik daripadaku. Aku mau kita berdua bergenggam tangan dan berjalan bersama tapi rasanya aku tidak mampu. Kamu Istiqomah, sedangkan aku? Jangan tanyakan… aku… aku…. aku masih kalah melawan nafsu. Betapa aku malu bercampur bahagia berada didekatmu. Aku malu karena tidak mampu sepertimu dan bahahia karena kamu mampu sampai ke tahap itu.

Aku cemburu, kamu sanggup menjauhi semua lelaki yang bukan muhrimmu termasuk sepupumu sedangkan aku? Aku punya sahabat lelaki yang aku tidak tega menjauhi tiba-tiba. Kamu rela berjalan berkilo-kilo meter padahal sepupu siap membantumu, tapi dengan tegas kamu bilang “aku tidak mau boncengan dengan laki2” terus aku katakan “tapi dia sepupu kamu” dengan senyuman manis itu kamu berujar “dia sepupu dan dia tetap laki-laki yang bukan mahram bagiku”, rasanya ada petir menyambar didalam sana, dan tentu aku malu mengatakan padamu bahwa saat ini, aku masih keseringan boncengan sama kawan lelaki dan juga sepupuku, padahal aku tahu betul mereka haram bagiku dan aku masih terus bersama mereka dengan jarak hanya seinci. Aku cemburu, dalam kontak HPmu, tidak aku temukan nomor laki2 didalamnya. Aku cemburu ketika kamu mengabaikan panggilan (telepon) dari mereka (laki2) padahal diantara mereka, ada yang kamu sayang dan berharap bisa dekat dengannya. Masha’Allah… bagaimana kamu bisa melakukan itu? Itu perkara sulit bagiku.  Terlalu berdebukah hati ini? Pudarkah cahayanya? Mengapa aku tidak mampu seperti mu? Aku malu pada diriku sendiri ketika kamu memanggil aku Zahidah. Haha… wait what? Zahidah? Dengan diriku yang seperti ini kamu panggil aku Zahidah? Tahukah kamu apa arti Zahidah itu? Seandainya kamu tahu, kamu akan berhenti memanggilku Zahra dan Zahidah. Aku bangga memiliki kamu dalam hidupku. Satu-satunya orang didekatku yang MAMPU membuat aku CEMBURU.  padahal sebelumnya, aku tidak pernah sedikitpun cemburu terhadap orang lain apalagi cuma masalah dunia? Andai kamu tahu berapa banyak “Masha’Allah” selalu dan dan selalu terucap dalam hati ketika aku berada disismu. Aku bahagia kamu adalah teguran yang tak bersuara. Allah punya tujuan mempertemukan aku denganmu. 

Betapa hebatnya badai nafsu dan aku harus menerjangnya, meninggalkan musik, menjauhi orang-orang yang aku sayang (teman laki2), meninggalkan ini dan itu yang mampu sangat berat bagiku, tapi aku bahagia, kamu menggenggam tanganku agar aku tidak terjatuh ditengah-tengah badai. Setiap detik berada didekatmu adalah berharga karena aku akan ditampar oleh teguran tak bersuaramu yang sering membuat aku cemburu itu. Aku tidak akan cemburu padamu lagi, Insha’Allah. 

Bukankah aku cemburu seperti ini adalah cemburu yang baik? Allah menyuruh kita cemburu pada orang yang mementingkan urusan akhirat, bukan urusan dunia. Masha Allah, Allah beri aku KAMU supaya aku memperbaiki ibadah dan ketaatanku kepadaNya, Alhamdulillah.

 Biarlah aku kehilangan teman2 dekatku (yang laki2), biarlah aku dijauhi dan dibenci teman2ku (yg perempuan), biarkan aku dibenci si A dan si B dll, biarkan aku dicap sombong, itumah makanan manusia yang berlabel Introvert dan aku sudah kenyang dengan komentar2 itu. Alhamdulillah, Aku….. BAHAGIA karena ALLAH.

By: Ririn Yastiawijaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s