Yang Bahagia

1. Leave something for the sake of Allah and dont leave Him for the sake of anything.

2. Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca kerana membaca itu sumber hikmah, menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa, menyediakan waktu untuk berfikir kerana berfikir itu inti kemajuan, menyediakan waktu untuk beramal kerana beramal itu pangkal kejayaan, menyediakan waktu untuk bersenda gurau bersenda gurau itu akan membuat muda selalu dan menyediakan waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.
3. Barangsiapa menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. Dan barangsiapa membuka aib saudaranya yang muslim, maka Allah akan membuka aibnya.”
(HR. Ibnu Majah)

4. Yang pertama kali yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat.. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Dan jika shalatnya buruk, maka buruklah amalan-amalan yang lain.”

(HR. At-Thabrani)

5. Yang pertama kali yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat.. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Dan jika shalatnya buruk, maka buruklah amalan-amalan yang lain.”

(HR. At-Thabrani)

6. ☺☺☺

Terkadang,

Allah memberikan kita air mata untuk menyejukkan gersangnya hati kita.

Allah memberikan kita kesedihan, agar kita tau nikmatnya sebuah keikhlasan…

Bukan Allah merebut kebahagiaan kita, bukan pula Allah mengambil senyum kita..

Namun Allah sedang mempersiapkan pengganti air mata itu dengan yang lebih baik lagi.

Jangan bersedih jika kehilangan sesuatu barang, orang yang dicintai atau apapun.. Karena, dibalik hujan badai akan ada mentari dan pelangi yang menghiasi hari..

Orang yang bahagia adalah orang yang tahu jalan menuju Rabbnya dan ia meniti jalan itu untuk sampai kepadaNya. Orang yang miskin adalah yang tau jalan kepada Rabbnya tapi ia berpaling dari jalan itu.

Shubuh

Asholatu khairum minannaum

Asholatu khairum minannaum

Hayaa ‘alash sholaah

Hayya ‘alal falaah
Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi

Berkumandang suara adzan

Mengayun memecah sunyi

Selang seling sahutan ayam

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi

Berkumandang suara adzan

Mengayun memecah sunyi

Selang seling sahutan ayam

Tapi insan kalaupun ada hanya

Mata yang celik dipejam lagi

Hatinya penuh benci

Berdengkurlah kembali

Begitulah peristiwa di subuh hari

Suara insan di alam mimpi
Ayuh bangunlah

Tunaikan perintah Allah

Bersujud mengharap keampunan-Nya

Bersyukurlah bangkitlah segera

Moga mendapat keridhoan-Nya

Begitulah peristiwa di subuh hari

Setiap pagi setiap hari.

Allah Maha Baik

Ini salah satu bentuk rasa syukurku pada Sang Khalik, tuhan alam semesta, Allah s.w.t. Disaat hatiku terasa hancur bagai serpihan kaca, air mata ini mengalir sederas sungai mengalir, pikiranku dipenuhi jutaan hal yang membuatku gemetar karena rasa takut, disaat aku terjatuh, terkurap, tersungkar, bersimpuh dalam tangisan, membasahi bumi dengan air mataku yang tak berhenti menganak sungai, ketika terang tiba-tiba menjadi gelap dan menakutkan, hangat menjadi dingin seketika, terus bersimpuh dalam tangisan, kram otak, jantung berdebar kencang, nafas menjadi tidak beraturan, dada terasa sesak, terasa jiwa hampir meninggalkan jasad, putih menjadi hitam, kebahagiaan yang tiba-tiba sirna, kesedihan yang datang bersemayan,  yang ketika berdiri lagi aku tak sanggup, hanya bisa berlutut, lutut mengakar, terpaku dengan tanah, kehabisan tenaga, dan ketika tidak ada satu orang pun didunia yang bisa menolongku, maka aku hanya punya 1 jalan keluar, Ya, tentu saja Tuhan penciptaku yang maha besar lagi Esa, ketika aku melupakankannya, berpaling darinya apabila aku bertemu dengan sesuatu yang bernama nafsu. Aku menjauhinya, namun ia tidak pernah meninggalkanku, ya, Allah tuhanku selalu bersamaku, kapanpun dimanapun. Allah telah berjanji akan mengampuni siapa yang bertobat, ia tidak akan menghukum orang yang memohon maaf kepadanya, Allah juga berjanji bahwa barang siapa yang memanggilnya, maka Allah akan menjawab panggilannya. Aku kembali memanggilnya, Allah tuhanku menjawab panggilanku, mengusap airmataku, membantuku berdiri dan memelukku, Allah berbisik padaku pada aku selama ini tidak pernah sendirian, dia selalu bersamaku. Ada satu hal berharga lagi yang aku miliki, Harapan, aku tidak pernah barang sedikit pun melepaskan harapanku itu, dengan harapan, aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, bersama Allah, tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin bila kita yakin dan percaya, namun aku sadar, kadang untuk memperoleh sesuatu yang kita inginkan itu bagai mengambil mutiara indah ditengah samudra, butuh perjuangan lagi pengorbanan, untuk mendapatkan sesuatu, kita harus rela melepaskan sesuatu, hanya ada 2 kunci utama untuk bisa mencapai sesuatu yang kita inginkan, Berusaha dan Berdo’a, aku menganggap sebuah koin adalah harapan atau tujuan masing-masing dari sisi kanan dan kirinya adalah Berusaha dan Berdo’a. Aku tidak akan berputus asa menghadapi ujian dari Allah. Allah selalu bersamaku. Allah yang maha kuasa, maha bijaksana, maha besar, maha pengasih lagi maha penyayang, maha segalanya selalu mengabulkan do’a-do’aku, apa yang aku takutkan, lalu aku meminta Allah untuk tidak mewujudkan apa yang aku takutkan itu, Allah mengabulnya, aku ingin mencapai sesuatu tujuan, aku memohon kepada Allah agar membantuku mencapai hal tersebut, Allah mengabulkan dan membantu hingga aku benar-benar mencapainya, aku ingin ini ini dan itu, Allah mewujudkannya, karena itulah, inilah yang wajib aku lakukan, karena janji ini sudah kuikatkan dengan Rabbku. Mengingkar janji yang dijanjikan kepada sesama manusia saja tidak diperbolehkan, apalagi mengingkar janji kepada Allah. Allah sumber utama kehidupanku, kebahagiaanku, kekuataanku, Allah segalanya bagiku. Sungguh, Allah lah Tuhan langit dan bumi serta seisi jagat raya.

Aku, Mama dan Papa

Jan. 8th 2017

Mentari baru saja menanpilkan seluruh wajahnya di ufuk timur, hangatnya juga mulai terasa, dan senakin menyilaukan mata. Aku masih berada didalam mimpi, dan mimpiku lenyap karena kudengar ada suara seorang wanita yang tak asing lagi bagiku, suara yang selalu ingin kudengar, dan selalu kurindu. Aku masih kesusahan mana mimpi, mana kenyataan, berusaha menangkap suara yang kudengar tadi, kemudian kudengar ia tertawa, kemudian ada suara yang seorang laki-laki yang juga ikut tertawa. Tentu saja ia asalah laki-laki yang dicintai oleh wanita yang tertawa tadi, ya… mereka suami istri… ” iii.. ituu?” Aku langsung tersadar dari mimpi, kubuka mataku lebar2 dan kumencari asal suara tadi, “mimpikah?”, dan dibalik pintu kamar aku meluhat mereka, mereka sedang tertawa bahagia mengejekku. Mataku terasa angat dan kenudian ada yang mengalir keluar darinya, rasanya asin ketika ia masuk kedalam mulut, aku segera menghapusnya dan menyambut mereka, aku sangat bahagia kerena kejutan itu, kita tinggal dipulau yang bereda namun berdampingan, aku bisa melihat dengan jelas pulau itu dari kamarku, pulau Tidore. Walaupun dekat, aku sangat merindukan mereka serta merindukan cerita tentang kita yang pernah kita rangkai bersama yang telah kita hiasi dengan suka dan duka. Semua sangat berharga bagiku. Kita duduk dan bercakap-cakap, waktu berlalu begtu cepat, memiaahkan aku dengan mereka lagu, kedua pahlawanku itu berpamitan, aku kembali merasa sedih namun aku juga bahagia atas kedatangan mereka untuk menengok adikku di Ternate. Waktu menunjukan pukul 11 a.m, cahaya matahari semakin menyengatkan, kalimat yang menikam hatiku akhirnya terucap oleh mereka juga dan air mataku mengalir lagi, dan kali ini semakin deras alirannya, namun aku berusaha menahannya dan membuat semuanya tampak baik-baik saja dengan menutup raut wajahku dengan senyuman. Mama memelukku, memberikan nasehat2nya yang sudah kudengar ribuan kali darinya, namun aku tidak pernah bosan akan hal itu, aku ingin terus mendengarnya dan selalu merindukannya, Papa yang saat itu berada dibelakang mama memberikan tangannya padaku, aku dalam pelukan hangatnya mama meraih tangannya kemudian kucium tangan kasar itu, kasae karena menghidupkan aku, air mata ku semakin mengalir, kedua pahlawanku itu ada dihadapanku, namun aku merasa sangat merindukan mereka, papa masib menggenggam tanganku kemudian menciunku, aku meresa sangat bahagia karena mungkin ini untk pertama kalinya bagiku, mungkum iska sudah biasa karena setiap perpisahan dengan mereka, hanya iska yang mencium papa dan mama, dan aku hanya mencium mama, aku mencium papa hanya jika lebaran, dan baru kali ini aku mendapatkan hadiah yang sangat aku nantikan itu, kuharap ini bukan yang keterakhir kudapat ciuman tulus langsung dari papa, dan semoga selalu begini, ciuman Mama dan Papa yanf terbaik didunia. Aku mencium mama dan kuantar mereka sampai didepan mintu rumah, kupandang mereka yang melambaikan tangan kepadaku, aku membalas melambaikan tangan. Tatapan tidk ingin berpindah dari mereka, kupusatkan perhatianku kepada mereka yang semakin menjauh (dengan sepeda motor), hingga mereka berlalu dari pandanganku. Mereka akan kembali kepulau tempat dimana kita berasal, Tidore. Aku sadar bahwa aku tidak bisa selalu bersama mereka, karena ada peetemuan, akaan ada perpisahan, dan itu mutlak, tidak bisa dirubah walau apapun yang terjadi, pada akhirnya kita akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayangi dan yang menyayangi kita.

Aku Menangis Karena Mereka Saudaraku

Hmmm…. malam ini bumi menangis lagi, dalam pembaringan, aku mendengar suara hujan itu, ditambah lagi dengan angin yang agak kencang. Suhu menjadi dingin, dinginnya bahkan menembus sumsum tulang… disebelahku ada adik dan sahabatku yang sedang menikmati aktivitas mereka, adikku terlihat tertawa kecil-kecilan dengan HPnya, mungkin ia sedang sms-an sama teman2nya, dan sahabatku terlihat sangat serius menyelesaikan tugasnya yang diberikan oleh dosen. Dan aku, aku hanya menikmati irama hujan diluar sana, pikiranku kosong. Namun sekali tiupan angin kencang menyadarkanku dari lamunan, “Astaghfirullah” jantungku terasa hampir copot, listrik pun padam… gelap, hanya ada cahaya Hp dan laptop kami. Aku termenung, pikiranku melayang, aku terpikirkan akan sesuatu diluar sana, ya… para fakir miskin. 

Aku yang sedang berada dalam sebuah bangunan yang mempunyai tembok yang kuat, berada dalam sebuah kamar yang nyaman, begitu juga dengan ranjang yang berkasur empuk, berseprei lembut dilenkapi dengan selimut tebal yang menghangatkan, namun namun malam ini, selimutku bahkan tidak mau mengusir dingin yang aku rasakan, aku yang berada ditempat yang aman dan nyamam saja masih merasa kedinginan, lalu bagaimana dengan orang-orang diluar sana yang tidak memiliki tempat tinggal, yang hidup dibawah jembatan atau mereka yang mempunyai rumah namun sebenarnya rumah itu sudah tidak layak untuk ditinggali?. Kutarik nafas panjang …. “Ya Allah, Lindungilah mereka”….. Hpku bergetar, ada yang sms, kubuka sms itu dan ku baca, disitu tertulis  ” eh jangan lupa buka buku ya, besok hari pertama kita UAS lho…. semangat, Zahra”, sms dari temanku itu membuat aku kaget “jiaaah, be-besoook UAS”. 

Aku bangun dari pembaringan kemudian duduk bersandarkan bantal, Aku keluar dari sms itu, pandangan mataku terhenti pada wallpaperku yang bertuliskan “Alleppo” dengan gambarnya yang selalu membuatku sedih apabila memandangnya, seorang anak dengan keadaan tubuhnya hitam, bukan hitam warna kulitnya tapi si jago merahlah yang telah merubah warna kulitnya yang putih menjadi hitam penuh luka dan darah, anak pada gambar itu tersenyum, namun ada air mata yang mengalir dikedua pipinya yang kusam. Kupandang gambar itu selama beberapa saat, tak sedikitpun aku mengalihkan pandanganku darinya, senyumnya membuatku terharu dan air matanya menggores hatiku, perih. Aku tak sadar sejak kapan wajahku dibasuh air mata. Aku menghapusnya tapi terus keluar dari telaganya dan mengalir. 

Tidak ada yang bisa aku lakukan saat ini melainkan mengirimkan do’a untuk mereka di kejauhan sana. Semoga Allah mengakhiri penderitaan Allepo.