Jangan Berasalan Belum Dapat Hidayah

[Hidayah]

Banyak orang yang beralasan ketika ia bermaksiat, menyimpang dari aturan Allah, dengan seenaknya bilang,
“Belum dapat hidayah” .

Benarkah demikian? Apakah sesimple Itu perkaranya? Syeikh As-Sa’di rahimahullah dalam Kitab Bahjatu Qulubil Abror ( halaman 34) berkata,

“Orang yang sesat, menyimpang tidaklah memiliki alasan untuk mengelak dari Tuhannya (di akhirat nanti), karena sesungguhnya Allah telah memberikannya seluruh sebab- sebab yang dapat menyebabkan tercapainya hidayah. Akan tetapi hamba itulah yang memilih kesesatan daripada petunjuk, maka Janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri” . -selesai kutipan-

Di antara sebab-sebab hidayah yang Allah bukakan di zaman sekarang ini adalah banyaknya kajian-kajian Islam, kajian-kajian sunnah, baik yang langsung di Mesjid-Mesjid, melalui video maupun audio yang tersebar di internet. Atau dari tulisan-tulisan, website Islam di internet yang mengajak ‘tuk kembali kepada Allah, ‘tuk mengikuti Sunnah Nabi-Nya. Yup, Begitu mudahnya sebab-sebab hidayah ini diperoleh, bahkan hanya dengan sekali klik, sambil tiduran, berbaring di kasur yang empuk, kita bisa dengan mudah mendapatkannya. Namun adakah kita memilih untuk mencari ini semua? mengambil petunjuk darinya ? mengamalkannya? Atau lebih memilih mengacuhkan, sibuk dengan urusan dunia semata, terus bermaksiat dan beralasan belum dapat hidayah? Pada akhirnya, tidak akan adalagi alasan bagi seseorang kelak di akhirat, Ia tidak bisa komplain ke Tuhannya dengan berkata,

“Ya Allah, Aku Belum Dapat Hidayah. Engkau tidak memberikannya kepadaku” 

Padahal realita menunjukkan sebab-sebab Itu telah dibentangkan kepadanya. 

Pilihan ada pada kita, Ambil dan tempuh jalan hidayah sekarang, Atau menyesal di akhirat kelak.

The choice is ours…

#Copas
[Hidayah 2]

Seseorang yang telah diberikan petunjuk oleh Allah, yang dituntun oleh Allah untuk tidak berjalan kecuali diatas jalanNya yang lurus, akan berusaha mengaplikasikan ayat dari al-Qur’an yang berbunyi:

“Sami’naa wa Atho’naa” atau “Kami dengar dan kami taat” [ (QS. An Nuur: 51] 

Dan ayat yang berbunyi:

“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad)…” [Ali Imran : 31] 

Dan ayat yang berbunyi: 

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”. [al-Hasyr: 7]

Dan ayat yang berbunyi: 

“Katakanlah : “Jika kamu (benar- benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Katakanlah : “Taatilah Allah dan RasulNya. Jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir’’. [Ali Imran : 31-32] 

Dia yang mendapat hidayah akan mengamalkan semua ayat suci al-Qur’an, juga akan mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw melalui hadith-hadith Beliau saw. Dia   (yang telah Allah kehendaki kebaikan padanya) akan berusaha agar tetap menjadi orang yang bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla.

Setelah Allah menitipkan cahaya didalam hatinya sehingga ia dapat merasakan betapa nikmatnya iman itu, maka ia tahu kewajibannya adalah menyampaikan kebaikan. Dan dia juga akan berusaha untuk membuat orang-orang yang ia sayangi dapat merasakan kebahagiaan sejati yang ia rasakan ketika dia telah mengenal Allah dan mendekatiNya. Dia akan berusaha memyampaikan ilmunya. Berharap orang yang ia sayangi itu bisa mengerti dan mengamalkan apa yang telah ia sampaikan. Katakanlah kalau dia memilki 10 teman dekat yang dia sayangi. Kemudian secara hati-hati namun pasti, ia menyampaikan ilmunya kepada teman-temannya itu dan berharap mereka dapat memahami apa yang ia sampaikan kemudian berjalan diatas jalan Allah ‘Azza wa Jalla. Apakah ia akan berhasil setelah berusaha untuk mengajak orang-orang yang ia cintai? Jawabannya adalah tergantung hidayah Allah. Karena Allah hanya akan memberi penunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, yang Dia ingin selamatkan dari azabNya dan menikmati surgaNya.

Katakan saja kita mengajak 5 teman kepada kebaikan. Belum tentu mereka berlima dapat hidayah. Mungkin 3 diantara mereka keras kepala dan menantang dengan beribu alasan dengan maksud lari dari kebenaran karena menuruti hawa nafsu. Misalnya kita sampaikan kepada mereka “dalam Islam, Pacaran itu haram. Setuatu yang haram wajib ditinggalkan karena hukumnya dosa” atau “dalam Islam, musik itu haram. Kita diharamkan mendengarnya atau memainkannya”. atau “Jilbab bagi muslimah adalah wajib, bukan pilihan dan tidak perlu banyak alasan. Jangan mau seperti wanita kafir karena kita beda”. Kita mungkin telah memberitahukan mereka berbagai dalil tentang pelarangan itu. Tapi orang-orang yang hatinya dikuasai syaitan akan berpura-pura tuli sehingga mengabaikan apa yang kita sampaikan. Tentu saja syaitan selalu menang menguasai mereka. Iman mereka lemah dan Allah mengunci hati mereka. Jika Allah menghendaki kepada mereka kebaikan, tentu Allah akan membuka dan melembutkan hati mereka. Allah akan mengisi hati mereka dengan cahaya iman. 

Kita ingin orang-orang yang kita sayangi mendapat hidayah. Tapi Allah memberi hidayah kepada orang-orang yang dikehendakiNya. Itulah mengapa ada yang mau berjalan diatas jalan lurus dan ada yang memilih tikungan. Padahal mereka sama-sama manusia. Punya bentuk otak dan hati yang sama. Tapi mengapa ada yang pas kita sampaikan dalil langsung dengar dan ada yang mengabaikan? Itu karena bentuk hati mereka secara lahir memang sama. Namun secara batin, hati mereka sangat berbeda. Ya, isinya beda. Ada yang hatinya bersih dan ada kotor. Ada yang terang dan ada yang gelap. 

Allah selalu melindungi siapa yang Dia sayangi. Siapa yang Allah sayangi? Yaitu orang-orang yang mencintai dan mentaati Allah dan RasulNya. Yang ketika mendengar firman Allah dan sabda Rasul, mereka berkata “Sami’na wa Atho’na” (Kami dengar dan kami taat). Bukan “Kami dengar dan kami pikir-pikir dulu”.

Sekarang, tanyakan dalam hatimu.!!

“Apakah Allah menyayangimu? Apakah Allah ingin kamu berjalan diatas jalannya atau ingin melemparkanmu ke neraka bersama syaitan? Karena orang-orang yang lebih menuruti bisikan syaitan akan menemani syaitan di neraka. Bukankah syaitan ingin menjauhkan manusia dari perintah Allah?” 

Kamu akan tahu sendiri jawabannya. Dan tanyakan pertanyaan yang sama kepada orang yang kamu ajak kedalam kebaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s