​Sahabat Fillah Sahabat Sejati

Sahabat Fillah Adalah Sahabat Dalam Taqwa (Sahabat Dunia Akhirat)

*Random*
Dengan senyum tulus aku ingin katakan padamu “Jika dia selalu mengingatkan kamu shalat, puasa, menjegah kamu mendengarkan musik, membicarakan keburukan lain dan mencegah kamu dari semua sifat tercela serta menaseheti dalam kebaikan, MAKA… Tinggalkan aku!!!! Kamu harus bersamanya, selamanya. Inshaa Allah, kelak dia dapat menolongmu di akhirat nanti. Tinggalkan aku karena mungkin aku tidak berguna bagimu. Mungkin aku tidak memikirkan akhiratmu. Mungkin aku tidak pernah menasehati dan mengingatkan kebaikan padamu. Untuk itulah, silahkan kamu pergi padanya. Kamu PANTAS mendapatkan SAHABAT yang lebih baik dari aku. Sahabat yang selalu menyayangimu yang memperhatikan dan peduli akan dunia dan akhiratmu. Aku tidak berguna bagimu, PERGILAH pada dia orang yang kau senangi itu.”

Siapakah sahabat sejatimu? Ingat! Sahabat adalah orang yang ketika kamu melihat wajahnya, maka kamu akan mengingat Allah. Ketika kamu bersamanya, Surga menjadi lebih dekat. Karena dia akan berusaha untuk menjaga setiap inci dari kulit mulusmu untuk tidak disentuh oleh api neraka. 

Dan…. Alhamdulilllah…. aku punya sahabat itu. Sahabat sejatiku. Siapa dia? Hmm… hanya Allah yang tahu. Dia adalah emas bagiku. Dan aku tidak akan menukar emas yang mahal dengan batu yang ada kulihat dimana-mana. Dia adalah mutiara yang takan kugantikan dia dengan manik-manik. Dia adalah Alarmku yang selalu mengingatkan aku akan kewajiban yang harus aku penuhi dan larangan yang harus aku jauhi. Adalah kebodohan dan kejahatan bila aku menyakitinya. Tidak mudah untuk mendapatkan orang seperti dia. Tiba-tiba Allah mengirimkan dia padaku untuk menggenggam tanganku dan menapaki jalan Allah Azza wa Jalla. Aku tidak akan bisa melihat jika mataku tertutup, lalu… bagaimana aku bisa melihat kebaikannya dikala hatiku tertutup? Alhamdulillah… Allah membuka hatiku. Dan aku melihat dalam dirinya sesuatu yang aku tak mampu melukiskannya dengan kata-kata. Mashaa Allah, sahabatku. Dia… satu-satunya orang diluar keluargaku dan memperlakukan aku seperti saudara kandungnya. Yang lebih mengutamakan kebahagiaanku diatas kebahagiaannya. Dia bukan hanya memberiku apa yang aku perlukan, tapi dia juga memberi apa yang aku inginkan walau itu diluar kemampuannya, ia selalu punya cara halal untuk mewujudkannya dan aku tahu,,,, Allah sangat menyayanginya. Entah terbuat dari apa hatinya. Aku yang egois dan tidak tahu diri ini selalu melukai hatinya bahkan berapa kali telah kubuat dia menangis, aku lupa jumlahnya. Tapi lihat… sampai detik ini, dia masih bersamaku. Namaku memenuhi lembaran-lembaran buku diarynya. Dalam bukunya aku temukan sepenggal tulisannya yang berbunyi ” Ririn sahabat ku yg sampai skarang masi tetap sahabat ku… aku menyayangi mu dan selalu menyayangi mu meski kau bilang aku telah berubah”. Airmata mengalir lembut membasahi pipiku. Dalam hati aku berkata “Apa? Sahabat? Setelah apa yang aku lakukan padamu selama ini, kamu masih menganggapku sahabat? Aku tidak pantas menyandang status itu”.

Ya Allah,  Astaghfirullah.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya aku bisa membedakan sahabat palsu dan sahabat sejati. Alhamdulillah, hadirnya dia dalam hidupku adalah bukti Allah menyayangiku. Aku sangat bersyukur dan bahagia karena memilikinya, orang yang menganggapku sangat berarti dalam hidup dan matinya. Yang aku lihat selama ini hanyalah cinta dan kepercayaannya padaku.

Dia terlalu… Masha Allah… Dia terlalu baik. Aku hanya harus menjadi perisai sekaligus bentengnya. Karena dengan hati selembut itu, aku tidak akan membiarkan orang menyakitinya. Cukup aku… cukup di masa lalu saja.

Sahabat itu apa ya? Dibilang teman, bukan. Dibilang keluarga, ya hampir sih. Sahabat punya tempatnya sendiri. Yaaa.. ya gitu. Salah satu manusia yang paling mengerti diriku. Tapi khusus untuk kamu… kamu itu beda. Tiap hari kita selalu tertawa bersama. Ya kamu yang katanya sahabat, banyak rahasiaku yang sudah kau ketahui. Aku gak tahu, hubungan kita yang baik ini akan bertahan sampe kapan? Tapi aku tahu akan ada saatnya.

Biarkan semua kisah kita menjadi kenangan untuk diceritakan nanti.

Mulai dari darimana aku berasal, darimana kamu berasal, dimana kita pertama kali bertemu, hingga berpisah.
Ada 7 MACAM TEMAN dalam hubungan pertemanan. Dan diantara 7 macam teman ini, hanya 1 yang sampai di akhirat.

1. *”Ta’aruffan”* yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll

2. *”Taariiihan”* yaitu teman karna faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se’almamater dll.

3. *”Ahammiyyatan”* yaitu teman karna kepentingan, (teman bisnis, politik dll)

4. *”Faarihan”* yaitu teman karna sehobi (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)

5. *”Amalan”* yaitu teman karna profesi, seperti dokter, guru dll.

6. *”Aduwwan”* yaitu teman yg terlihat seperti baik, tapi sebenarnya penuh kekebencian..

7. *”Hubban Iimaanan”* yaitu teman yg suka *MENGINGATKAN-mu* serta *MENGAJAK-mu* selalu ke jalan Allah SWT

Dari ke 7 macam teman ini, no.1-6 akan sirna diakhirat, & yang tersisa hanya teman no.7. Namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tak menghasilkan duniawi.. apalagi urusan materi. Padahal diakhirat nanti, teman no.7 inilah yang akan diberi SYAFAAT untuk membantu kita masuk ke dalam surgaNYA.. *persahabatan yang dilandaskan karena Allah (QS 49:10)*

Apabila penghuni surga tidak menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada Allah SWT :

*_”Yaa Rabb…kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.”_*

Maka Allah SWT berseru :

*_ “Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah.”_*

(HR Ibnu Mubarokh)

Semoga Allah SWT  bisa mengumpulkn kita di akhirat di dalam Jannah Firdaus-Nya. Aamiin ya Allah.
Puisi untuk sang Hubban Limaanan:
Bissmillaahirrahmaanirrahiim…

Untuk ukhty tersayang…

Ukhty…

Andai kau tahu betapa bersyukurnya diriku Allah mengirimkanmu untukku.

Suatu episode kehidupan yang Allah goreskan untuk kita…

Begitu indahnya hingga tak kan pernah cukup aku bersyukur pertemuan kita saat mengumpulkan serpihan mimpi…

Sungguh ku temukan cinta disana…

Kau genggam erat tanganku saat ku mulai jatuh…

Tak kau inginkan sedikitpun aku terluka..

Senyummu sejukkan hati, sembuhkan duka. .

Nasihatmu kuatkan diri ini selalu..

Katamu: “Laa Tahzaan, Inallah ma’ana.”

Betapa indah ikatan kita, Ukhty…

Hanya Allah yang menjadi sandaran hati….

Nabi Muhammad kira jadikan teladan sejati.

Jadikan Iman terpatri kuat dalam diri…

Ukhty…

Andaikan kudapat menulis puisi indah… 

Kan ku tulis semua rasa yang ingin kukatakan untuk dirimu yang begitu luar biasa menerima segudang kekuranganku dengan sejuta kebaikanmu.

Wahai Uhkty shabat Fillahku, Hubban Limanaanku…

Tetaplah kita berpegangan tangan menggapai semua cita yang kita impikan dengan 1 niatan suci mendapat cinta Allah sang Rabbul ‘Aalamiin.

Uhibbuki Fillah, Ukhty…

Aku mencintaimu karena Allah…

Sungguh mencintaimu, Hanya karena Allah…

Teriring doa penuh cinta… Semoga Allah menjaga tali silaturrahmi ini hingga kita bertemu denganNya kelak, di Jannah, JannahNya. Aamiin…

Ukhty… anaa tidak mngharapkan sesuatu darimu selain engkau menjdi orang yang baik dan mampu memberikan kebaikan kepada orang lain…

Selamat berjuang mengarungi samudra kehidupan dunia untuk akhirat yang nyata… 

Semoga Allah senantiasa menjaga kita…

Semoga selalu ada cinta dihati kita…

Cinta karena Rabbuna… Allah swt.

Aamiin… Allahuma Aamiin…

“Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata- katanya menambahkan ilmu agama. Melihat gerak- geriknya teringat mati.

Sebaik-baiknya sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik-baiknya tetangga di sisi allah ialah orang yang terbaik terhadap tetangga nya.” (HR. Hakim)”
“SIAPAKAH YANG PANTAS DISEBUT SAHABAT ??
Yang mengajakmu makan malam di cafe ?

Yang selalu berada disebelahmu ketika foto narsis ?

Yang ikut sedih ketika kamu di putusin pacar kamu ?

Yang mengunjungimu ketika dalam keadaan bete dan bosan ?

Baiklah, itu adalah sahabat terbaik versi kita. Namun dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan Manusia yang pantas disebut sahabat dan saudara adalah :

“Yang membantumu dalam kebaikan dan menasehatimu dalam keburukan serta bersabar didalamnya…”

Yang mengajak kita shalat berjama’ah, yang memberikan contoh untuk kita melakukan kebaikan, yang menasehati jika kita berbuat salah, yang menjawab kegalauan kita, yang mencegah kita berbuat maksiat, yang membangunkan kita disaat kita telat tahajud, yang mengingatkan kita disaat kita lupa dhuha, yang mengajak kita untuk kita semangat puasa sunnah, yang memotivasi kita untuk membaca Al-Qur’an.

Sahabat yang mengingatkanmu tentang hal baik ini, itulah sahabat terbaikmu, Sahabat Sejati, Sahabat Fillah.

“Sahabat terbaik bukanlah orang yang selalu membenarkanmu. Tetapi sahabat terbaik adalah orang yang membuat kamu benar.”

(Sayyidina Ali r.a)

Sahabat bukan dia yang siap membelamu didepan meski kau salah. Menutupi kesalahanmu dan membiarkanmu dalam kesalahan itu, sehingga kau selalu merasa benar. Ingat… Sahabat sejati adalah dia yang tahu bagaimana caranya mengajarimu kebenaran dengan cara yang ikhsan.

Menasehatimu saat engkau salah dan memotivasi saat engkau futur…Masya’Allah…

Sulit mungkin menemukan sahabat sejati seperti ini. Tapi, selama kita suka berbuat baik pada orang lain. Insyaa Allah, Allah akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang baik…

Aamiin Allahumma Aamiin.
Rasulullah pernah ditanya,”Seperti apakah orang yang bisa dijadikan teman baik?”, “Teman yang baik adalah Dia yang membantumu untuk selalu mengingat Allah dan mengingatkanmu ketika kamu melupakan Allah” jawab Rasulullah.  “Sesungguhnya orang yang senantiasa mengingatkanmu untuk selalu takut kepada Allah adalah teman sejatimu yang lebih berharga dari apa pun di dunia ini”. 

(Abu Maryam).
“APABILA PENGHUNI SYURGA TELAH MASUK KE DALAM SYURGA LALU MEREKA TIDAK MENEMUKAN SAHABAT-SAHABAT MEREKA YANG SELALU BERSAMA MEREKA DAHULU DI DUNIA. MAKA MEREKA PUN BERTANYA KEPADA ALLAH SWT, ‘YA RABB, KAMI TIDAK MELIHAT SAHABAT-SAHABAT KAMI YANG SEWAKTU DI DUNIA SHOLAT BERSAMA KAMI, PUASA BERSAMA KAMI DAN BERJUANG BERSAMA KAMI’, MAKA ALLAH BERFIRMAN ‘PERGILAH KE NERAKA, LALU KELUARKAN SAHABAT-SAHABATMU YANG DI HATINYA ADA IMAN WALAUPUN HANYA SEBESAR ZARRAH’

 (HR. IBNUL MUBARAK DALAM KITAB AZ-ZUHD).
Juga, Imam syafi’i berkata:

“Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan Kepada Allah Swt, maka peganglah dia erat-erat jangan sampai kau lepaskannya.Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”.
PERHATIKANLAH DENGAN SIAPA KITA BERTEMAN* !

❅https://t.me/MuliaDenganSunnah

Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

📋 Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman. ( HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)

📜 Imam Qotadah -rohimahullah- berkata :

️”Sesungguhnya kami, demi Allah, tidaklah kami melihat seseorang yang berteman dengan orang lain kecuali dia (akan menjadi) serupa dan semodel dengan (teman)nya.

Oleh sebab itu bertemanlah dengan orang-orang sholih dari kalangan hamba-hamba Allah, mudah-mudahan kamu sekalian bersama mereka atau (menjadi seperti) mereka.”

📚 (Al-Ibaanah 2/477)
Sudah dapat dipastikan, bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang.
📜 Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali berkata :

ابحث عن الخليل المؤمن :

✳ Carilah teman dekat mukmin yang :

١. يساعدك على طاعة الله

1. Yang menolongmu dalam ketaatan kepada Allah.

٢. ويحفزك على الخير

2. Yang memberi semangat kepadamu untuk berbuat kebaikan.

٣. ويحذرك من الشر

3. Yang memperingatkanmu dari keburukan.

٤. ولا تنال منه إلا الخير

4. Dan yang engkau tidak mendapatkan darinya kecuali kebaikan.

📗 Al-Majmu’ Ar-Raaiq – 28

Memilih teman yang buruk akan menyebakan rusak agama dan penyesalan pada akhirnya….

Maka jauhilah teman-teman yang buruk….

📜 Nasehat Malik bin Dinar di mana ia berkata,

كُلُّ جَلِيْسٍ لاَ تَسْتَفِيْدُ مِنْهُ خَيْرًا فَاجْتَنِبْهُ

“Setiap pertemanan yang tidak mendatangkan kebaikan apa-apa bagimu, maka jauhilah.”

📗Hilyatul Auliya’, 1: 51, dinukil dari At Tadzhib Al Mawdhu’iy li Hilyatil Auliya’, hal. 471

🔖 Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kita dan keluaraga kita dari pengaruh teman-teman yang buruk dan mengumpulkan kita bersama teman-teman yang baik. Wallahul musta’an.

Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin ‘Abdullah berkata; Aku mendengar Abu Burdah bin Abu Musa dari bapaknya radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap”. 

{HR. Bukhari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s