Laa Tahzan, Tersenyumlah!

Tersenyumlah wahai hati yang bersedih.

Saat kita menempuhi onak duri dunia,

Derita sesekali mencuit hati.

Sesekali hati remuk, menangis tiada henti.

Dan kesedihan terus-menerus bersemedi didasar hati.

Ketika itu, sabar bisa saja tak akan dikenali lagi. Astaghfirullah, jangan (2S).

Dalam luka, airmata tertumpah juga.

Wahai hamba Ilahi …

Begitulah kehidupan di dunia…

Percayalah pada Rasul, hanya orang-orang beriman yang merasa dunia ini bagai penjara.

Kita tidak akan sesekali dapat menjangka apa yang Allah aturkan untuk kita.

Adakalanya kita tertawa gembira, ada kalanya kita tersangat kecewa, air mata menetes, menangis tak bersuara, pilu.

Namun… Jangan risau wahai hamba Ilahi. 

Allah kita maha luas kasih sayangnya dengan 99 rahmat-Nya. 

Percayalah…

Allah tidak akan menduga hamba-Nya kecuali untuk melihat hamba-Nya tersenyum disana, tertawa disana, berbahagia disana….

Inshaa Allah di Syurga, yang dibawahnya yang mengalir dibawahnya… sungai-sungai yang mendamaikan jiwa. Oh indahnya! Masya Allah. 

Didalam hati manusia ada kekusutan dan tidak akan terurai, kecuali dengan menerima kehendak Allah swt. 

Wahai hamba Allah…

Janganlah bersedih, karena kamu telah melalui kesedihan itu kemarin dan ia (kesedihan itu) sama sekali tidak memberikan sebarang manfaatpun pada keesokan harinya.

Kesedihan demi kesedihan…

Akan membuat kamu semakin terperuk dalam keputus-asaan…

Dan dunia yang luas dirasakan sempit dan tidak berguna.

Padahal dunia inilah kesemptan untuk kita dekatkan diri kepada Allah. Untuk kita raih ridha dan cinta-Nya.

Syurga-Nya yang tersangat indah, yang terbebas dari kesedihan itu akan kamu pegang kuncinya, jika kamu beriman dan bertaqwa padaNya.

Gara-gara kesedihan… air yang manis akan terasa pahit…

Makanan lezat terasa hambar.

Mawar merah yang mewangi tak terlihat indah… ia tidak layu, tapi kamu merasa bagai ia telah layu…

Ingatlah wahai hamba Ilahi…

Bahwa tangisan terindah itu… Adalah Apabila butir-butir airmata mengalir hangat dipipi, menganak sungai disana lantaran terasa diri kita kita begitu lemah disisi Allah.

Dan begitu berdosanya kita disisi Allah…

Wahai hamba Allah ..

Berdirilah, bangkitlah kamu zahir batinmu…

Lihatlah disekeliling kamu dan teguhkan pendirianmu…

Sepanjang hidup dan usiamu, jangan pernah putus asa terhadap rahmat Allah..

Senyuman yang kau berikan..

Dan airmata yang kau teteskan…

Simpan, simpan…. jadikan tauladan. 

Segala yang kau pandang dan dengar… Simpan! Buat pedoman…

Hey you… think positively…okay..! 

U dont know everything but Allah really does. 

Dont be sad… Allah is always be with you…

Ingat ini…

Laa Tahzan, Inallaha ma’ana.

Hasbunallah wani’mal wakil.

Jadikanlah shalat dan sabar sebagai penolongmu… QS: 45-46

Laa haula wa laa quwwata illaa billah..

Serahkan semua pada Allah, tuhan-Mu. Allah sebaik-baik perencana dan Dia maha adil.

Ingat…

Bahwa dunia ini diciptakan sebagai ladang untuk kita, untuk kita tanamkan amal-amal kita. .

Manfaatkan ladang ini sebaik-baiknya .. .

Dan kita akan menanen hasilnya diakhiran nanti. Dan itu pasti. Pastikan kamu tidak menyesal disana (Akhirat).

Dunia ini hanyalah jembatan, penghubung antara kita dengan akhirat.

Beriman, bertaqwa dan taatlah pada Allah yang maha sempurna kebaikannya.

Tinggalkanlah segala larangannya.

Jadikan Allah sebagai sumber kebahagiaanmu, tempat terbaik untuk kamu berkeluh kesah dan rebah. Menangisi dosamu dihadapan-Nya.

Dan… tersenyumlah dihadapan semua manusia.

Apakah Kau Jodohku?

Jika kau jodohku, 

Ya Allah, seandainya telah engkau catatkan dia milikku, tercipta untukku, maka satukanlah hatinya dengan hatiku.

Berikanlah kebahagiaan diantara kami, agar kemesraan itu abadi.

Ya Allah ya Tuhanku yang maha mengasihani. 

Seringkali kami melayari hidup ini ketepian yang sejahtera dan abadi. Maka Jodohkanlah kami Ya Allah.

Tetapi Ya Allah… 

Seandainya telah engkau catatkan bukan namaku disamping namanya dalam kitab Lauhul Mahfuz-Mu,  seanidainya telah engkau takdirkan dia bukan milikku, bawalah dia jauh-jauh dari pandanganku. Jauh hingga ia hilang tenggelam dalam kabut disana, dan jangan biarkan aku merindukan hujan lagi. Biarlah ia hilang ditelan …. dan jangan biarkan aku menunggu bulan bertengger di horizon lagi.

Bawalah dia jauh dari pandanganku…

Luputkanlah ia dari ingatanku dan peliharalah aku dari kekecewaan..

Ya Allah ya Tuhanku yang maha mengerti, berikanlah aku kekuatan, menolak bayangannya jauh kedada langit, hilang bersama senja yang merah. Agarku senantiasa senang walau tanpanya.

Ya Allah yang tercinta, Tuhanku yang maha kuaza, Dzat dimana jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Pasrahkanlah aku pada Takdir-Mu. Seaungguh apa yang telah engkau takdirkan adalah yang terbaik untukku.

Engkaulah yang maha mengetahui segala yang terbaik untuk hamba-Mu ini. 

Ya Allah cukup Engkau saja, hanya Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat. Dengarkanlah rintihan daripada hamba-Mu yang dhaif ini. Jangan Engkau membiarkan aku sendirian di dunia ini maupun diakhirat.

Jangan Engkau membiarkan kuterlena akan bisikan iblis, terjerumus kearah kemaksiatan dan kemungkaran. Maka karuniakan aku seorang pasangan yang beriman, yang bertaqwa dan taat pada-Mu. Yang lebih mencintai Engkau dan Rasulmu dari pada aku. Agar aku dan dia sama-sama membangun kesejahteraan hidup pada jalan yang engkau Redhai. Dan karuniakanlah kepada kami keturuanan yang soleh dan solehah dan dapat menjadi ladang pahala bagi kami.

Ya Allah, berikanlah kami kebahagiaan didunia dan diakhirat. Dan peliharalah kami dari siksa kubur dan azab neraka. Aamiin 2x ya Rabbal ‘alamiin.

Jika tidak meletakan Allah dihati, usah bertanya-tanya kenapa tidak ada ketenangan dalam diri. Allah sumber ketenangan jiwa, sumber kedamaian hati.