​Motivasi Hijrah 

Aku dan Pilihanku.
Teruntuk kamu seseorang yang mungkin telah aku sakiti. Sakit rasanya untuk memberitahukan semua alasannya.Namun akan lebih sakit bila kumembiarkanmu dalam keadaan yang tak tau apa-apa.

Mungkin lebih dari setahun silam sebelum akhirnya seperti ini, kamulah yang sanggup membuatku setiap harinya tersenyum. Tetapi sekarang sangat berbanding terbalik.Karena aku sudah mengingat Tuhanku, Allah.

Disetiap harinya pelupuk mata ini selalu basah setiap kutadahkan tangan kepada sang Khaliq. Saat itu teringat semua dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

Aku malu padanya. Pikirku sangat tidak pantas orang sepertiku menangis dihadapan-Nya. Tetapi inilah aku yang ingin meminta maaf kepada sang Pencipta.Ingin kembali dekat dengannya.

Memang, terkadang kita sangat bahagia saat bersama. Namun kebahagiaan itu menari diantara medan dosa yang telah kita ciptakan. Masa-masa indah itu kini menjadi sekelabat bayangan pedihnya siksa neraka bagiku.

Jadi, tolong hargai hijrah suciku ini. Maafkan aku yang mungkin membuatmu bertanya tentang jarak kita, yang mulai menghindarimu. Karena aku sedang sibuk dengan istiqomah dalam ikhtiarku untuk mengindahkan nama-Nya. Aku sedang berusaha untuk bisa lebih dekat dengan-Nya.

Maka, lepaskanlah aku jika bagimu aku bagian dari hidupmu. Dan datang lagi saat kamu siap menghalalkanku😊

Sekian.Terimakasih  dan maaf untuk segalanya ,,
🌷🌷

﷽ KACAUNYA PIKIRAN KETIKA SHALAT

👤Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

📝Pertanyaan.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Ketika saya hendak shalat, saya sedang kacau pikiran dan banyak yang dipikirkan, dan rasanya saya tidak begitu sadar terhadap diri saya sendiri kecuali setelah salam, lalu saya mengulangi lagi, namun saya rasakan seperti semula, sampai-sampai saya lupa tasyahud awal dan tidak tahu lagi berapa rakaat yang telah saya kerjakan. Hal ini semakin menambah kekhawatiran dan rasa takut saya kepada murka Allah, kemudian saya sujud sahwi. Saya mohon bimbingannya, dan saya haturkan terima kasih.

📋Jawaban.

Bisikan itu berasal dari syetan, yang wajib bagi anda adalah memelihara shalat, konsentrasi dan thuma’ninah dalam melaksanakannya sehingga anda dapat melaksanakannya dengan penuh kesadaran. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya”. [Al-Mukminun/23 : 1-2]

➡Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat orang yang tidak sempurna shalatnya dan tidak thuma’ninah dalam melaksanakannya, beliau menyuruhnya untuk mengulangi shalatnya, beliaupun bersabda.

إِذَ قُمْتَ إِلَى الَّصَّلاَةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوْءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَاْ مَاتَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَع حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاَتِكَ كُلِّهَا

“Artinya : Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah (takbiratul ihram), lalu bacalah ayat-ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian ruku’lah sampai engkau tenang dalam posisi ruku, lalu bangkitlah (berdiri dari ruku’) sampai engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi sujud, lalu bangkitlah (dari sujud) sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, lakukan itu semua dalam semua shalatmu”. [1]

➡Jika anda sadar bahwa anda sedang shalat di hadapan Allah dan bemunajat kepadaNya, maka hal itu akan mendorong anda untuk khusyu’ dan konsentrasi ketika shalat, syetan pun akan menjauh dari anda sehingga selamatlah anda dari bisikkannya. Jika dalam shalat anda terasa banyak godaan, meniuplah tiga kali ke samping kiri dan memohonlah perlindungan Allah tiga kali dari godaan syetan yang terkutuk, insya Allah hal ini akan membebaskan anda.

➡Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh salah seorang sahabatnya melakukan itu, ketika orang tersebut berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah menyelinap diantara diriku dan shalatku serta bacaanku, ia mengacaukan shalatku”. [2]

Jadi, anda tidak perlu mengulangi shalat karena godaan, akan tetapi hendaknya anda sujud sahwi jika anda tidak melakukan apa yang diwajibkan itu.

➡Misalnya, anda tidak melakukan tasyahud awal karena lupa, atau tidak membaca tasbih ketika ruku’ atau sujud karena lupa, atau anda ragu apakah tiga raka’at atau empat raka’at ketika shalat Zhuhur umpamanya, maka anggaplah itu tiga raka’at, lalu sempurnakanlah shalat, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika dalam shalat Maghrib anda ragu apakah baru dua raka’at atau sudah tiga raka’at, maka anggaplah itu baru dua raka’at lalu sempurnakan, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam, karena demikianlah yang diperintahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

✔Semoga Allah melindungi anda dari godaan setan dan menunjuki anda kepada yang diridahiNya.

[Kitab Ad-Da’wah, hal 76, Syaikh Ibnu Baz]
🌷🌷🌷

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita melalui sabdanya, 

‘Wahai sekalian manusia, jauhilah dosa syirik, karena syirik itu lebih samar daripada rayapan seekor semut.’ Lalu ada orang yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana kami dapat menjauhi dosa syirik, sementara ia lebih samar daripada rayapan seekor semut?’
Rasulullah berkata, ‘Ucapkanlah Allahumma inni a’udzubika an usyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka lima laa a’lam: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui….
🌷🌷🌷

Tidak Tergolong Riya’
Al Imam an Nawawi rahimahullah membuat suatu bab dalam kitab Riyadus Shalihin dengan judul, “Perkara yang dianggap manusia sebagai riya’ namun bukan termasuk riya’ “. Beliau membawakan hadist dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Apa pendapatmu tentang seseorang yang beramal kebaikan kemudian dia mendapat pujian dari manusia?: Beliau menjawab, “Itu adalah kebaikan yang disegerakan bagi seorang mukmin …H.R. Muslim….

Di antara amalan-amalan yang tidak termasuk riya’ adalah :

1. Rajin beribadah ketika bersama orang shalih. Hal ini terkadang menimpa ketika seseorang berkumpul dengan orang-orang shaleh sehingga lebih semangat dalam beribadah. Hal ini tidak termasuk riya’. Ibnu Qudamah mengatakan, “Terkadang seseorang menginap di rumah orang yang suka bertahajud shalat malam, lalu ia pun ikut melaksanakan tahajud lebih lama. Padahal biasanya ia hanya melakukan shalat malam sebentar saja. Pada saat itu, ia menyesuaikan dirinya dengan mereka. Ia pun ikut berpuasa ketika mereka berpuasa. Jika bukan karena bersama orang yang ahli ibadah tadi, tentu ia tidak rajin beribadah seperti ini.

2. Menyembunyikan dosa. Kewajiban bagi setiap muslim apabila berbuat dosa adalah menyembunyikan dan tidak menampakkan dosa tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap umatku akan diampuni kecuali orang yang menampakkan perbuatan dosanya.
Di antara bentuk menampakkan dosa adalah seseorang di malam hari melakukan maksiat, namun di pagi harinya padahal telah Allah tutupi ia sendiri yang bercerita, “Wahai fulan, aku semalam telah melakukan maksiat ini dan itu.” Padahal semalam Allah telah tutupi maksiat yang ia lakukan, namun di pagi harinya ia sendiri yang membuka ‘aib-‘aibnya yang telah Allah tutupi.
3. Memakai pakaian yang bagus. Hal ini tidak termasuk riya’ karena termasuk keindahan yang disukai oleh Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga seseorang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong walau sebesar dzarrah”.

Lantas ada seseorang yang berkata……

Sesungguhnya ada orang yang suka berpenampilan indah bagus ketika berpakaian atau ketika menggunakan alas kaki.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab…..Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. Yang dimaksud sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.

4. Menampakkan syiar Islam. Sebagian syariat Islam tidak mungkin dilakukan secara sembunyi-sembunyi, seperti haji, umroh, shalat jama’ah dan shalat jum’at.

Seorang hamba tidak berarti riya’ ketika menampakkan ibadah tersebut, karena di antara keawajiban yang ada harus ditampakkan dan diketahui manusia yang lain. Karena hal tersebut merupakan bentuk penampakan syiar-syiar islam.

Ikhlas Memang Berat..

Sahabatku ikhlas adalah satu amalan yang sangat berat

Fitnah dunia membuat hati ini susah untuk ikhlas..

Cobalah kita renungkan setiap amalan kita, sudahkah terbebas dari maksud duniawi?  Sudahkah semuanya murni ikhlas karena Allah Ta’ala? 

Jangan sampai ibadah yang kita lakukan siang dan malam menjadi sia-sia tanpa pahala. Sungguh, ikhlas memang berat….
Urusan niat dalam hati bukanlah hal yang mudah. Tidaklah salah jika Sufyan ats Tsauri rahimahullah mengatakan…..Tidaklah aku berusaha untuk membenahi sesuatu yang lebih berat daripada meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak balik….
🌷🌷🌷

Bidadari Surga

Wanita itu ibaratkan bunga. Jadi harus lembut dalam memperlakukannya…

● Jika kasar dalam memperlakukanya,

akan merusak keindahan dan menodai kesempurnaan sehingga menjadikannya layu tak berseri…

● Ia ibarat sutra yang lembut yang mudah robek oleh terpaan badai…

● Terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air. Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan menyakitkan karena hatinya begitu lembut.

● Jangan pula membiarkan sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman.

● Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yang mengecewakan karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tidak membasahi kelopak matanya.

● Wahai akhy, jika engkau mencintai wanita itu. Muliakanlah ia. Bawalah ia kejalan yg benar, Bangunlah bahtera rumah tangga berdermaga menuju surga-Nya, dibawah bendera panji syari’at Nya.

● Semoga Sakinah Mawaddah Warahmah bersamanya…

■ Aamiin ya Rabbal’alamiin
🌷🌷🌷

Bidadari Surga

Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu biru..

Allah tidak pernah menjanjikan jalan hidup tanpa batu..

Allah tidak pernah janjikan matahari tanpa hujan..

Allah tidak pernah janjikan kebahagiaan tanpa kesedihan..

Allah tidak pernah janjikan kesuksesan tanpa perjuangan..

Kadang kita dapatkan kilat, petir dan badai. Tapi bukankah kita tahu ada pelangi setelah hujan..?

Maka.. Allah menjanjikan kemudahan bersama kesulitan.

Allah janjikan Rahmat didalam ujian.

Allah janjikan ganjaran didalam kesabaran.

dan Allah janjikan keteguhan dalam perjuangan.

InsyaALLAH.. 

Aamiin Yaa Rabbal’Aalamiin
🌷🌷🌷

• Ketika “Kaki” sudah tak kuat berdiri… “BERSIMPUHLAH”.

• Ketika “Tangan” sudah tak kuat menggenggam… “LIPATLAH”

• Ketika “Kepala” sudah tak kuat ditegakkan… “MENUNDUKLAH”

• Ketika “Hati” sudah tak kuat menahan kesedihan…”MENANGISLAH.

• Ketika “Hidup” sudah tak mampu untuk dihadapi… “BERDOALAH”

ALLAH selalu setia bersama kita…

dan apa saja yang kamu minta dalam DOA dengan penuh keyakinan, pasti Ia akan menerimanya…

ALLAH mendengar lebih dari yang kau katakan…

ALLAH menjawab lebih dari yang kau minta…

ALLAH memberi lebih dari yg kau inginkan… Karena… di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga… di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas… di sekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir…

Lebih dari itu, di atasmu ada ALLAH yang selalu menyertaimu… Ingatlah saudara tercinta…

Kasih ALLAH padamu abadi, seperti lingkaran, tak berawal & tak berakhir…

“ Semoga renungan ini bermanfaat….
🌷🌷🌷

Selamat malam ahad pacar orang.

Semoga kalian segera putus yaa..

Ingatlah pacaran belom tentu dinikahi tapi dosanya sudah pasti.

Pacaran?? 

Maaf, pacaran tidak ada dalam agama islam

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra [17] : 32).

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur : 30)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur : 31)
Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat [dengan syahwat], zinanya lidah adalah mengucapkan [dengan syahwat], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat], maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.”(HR. Bukhori dan Muslim)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad).

“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HASAN, Thabrani dalam Mu’jam Kabir 20/174/386)

“Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu‘alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai’at. Beliau tidak memba’iat mereka kecuali dengan mangatakan: “Saya ba’iat kalian.” (HR. Bukhori)

“Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik , Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Telah berkata Aisyah ra, “Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai’atnya (mengambil janji) dengan perkataaan.” (HR. Bukhari dan Ibnu Majah)

“Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram” (HR. Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad)

Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang memandang [lawan-jenis] yang [membangkitkan syahwat] tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR. Muslim)
🌷🌷🌷

Pagi adalah awal hari baru yang mensignifikansikan banyak hal bagi sebagian besar orang. Harapan, kesempatan, pengampunan, dan ketidakterdugaan. Menjadi terinspirasi pada pagi hari seringkali mempengaruhi mood kita selama sepanjang hari. Pagi yang indah biasanya mengawali hari yang indah. Tak heran, banyak orang menganggap bahwa pagi adalah masa terpenting dari sebuah hari.

Namun nyatanya bangun pagi adalah salah satu hal yang agak sulit dilakukan oleh sebagian orang, terlebih ketika akhir pekan menghampiri. Padahal hal ini adalah kebiasaan yang tidak baik, sebab banyak sekali kerugian yang akan didapatkan.

Islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Islam memberikan panduan bagi pemeluknya agar sukses menjalani kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Islam juga memberikan langkah langkah konkret agar manusia bisa menikmati kebahagiaan dan menikmati hidup dengan indah. Salah satu langkah konkret yang diberikan oleh Islam adalah dengan bangun pagi. Yaaa, Bagun Pagi merupakan langkah kecil untuk menjemput kesuksesan. karena dari bangun pagi aktivitas kehidupan akan dimulai. Bangun pagi memberi inspirasi untuk berkreasi mengarungi kehidupan yang luas.

Dalam Islam, anjuran untuk bangun pagi terdapat dalam banyak dalil baik Alquran maupun hadis. Salah satunya dalam Surat Al Isra ayat 78.

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah Shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)” (QS. Al Isra’ ayat 78)

Ayat diatas berisi perintah kepada umat Islam untuk melaksanakan shalat Subuh dan berdzikir kepada Allah pada waktu pagi. Dari perintah ini maka secara implisit juga berisi perintah untuk bangun pagi. karena tidak mungkin shalat Subuh akan terlaksana jika tidak bangun pagi. Tidak hanya itu, Allah bahkan bersumpah atas waktu pagi, Allah menyatakakan “Demi Waktu Fajar” (QS Al Fajr ayat 1), ini adalah bukti betapa waktu pagi merupakan waktu yang sangat penting sehingga akan merugi orang orang yang tidak bangun pagi karena waktu paginya terlewatkan begitu saja.

Waktu pagi adalah waktu yang penuh keberkahan dan kesuksesan sebagaimana hadits Nabi ﷺ,

بَاكِرُوا طَلَبَ الرِّزْقِ وَالحَوَائِجِ، فَإِنَّ الغُدُوَّ بَرَكَةٌ وَنَجَاحٌ

“Berangkatlah pagi-pagi untuk mencari rizki dan segala kebutuhan. Sesungguhnya, berangkat bekerja di pagi hari (dipenuhi dengan) keberkahan dan kesuksesan.” (H.R. Thabrani No. 7.457)

Takdir itu memang Allah yang menentukan, tapi Allah menentukan takdir berdasarkan perjuangan kita sendiri. Jika di pagi hari kamu sudah menunjukkan kemalasan, maka Allah pun akan menganggap kamu orang yang malas dan akan memberikanmu hasil yang minim.

Ada Dua Pilihan di Pagi Hari, Tidur Kembali Untuk Melanjutkan Mimpi Atau Bangun Untuk Mewujudkan Mimpi.

Namun jika kamu bangun di pagi hari dan langsung melakukan pekerjaan bermanfaat yang dimulai dari sholat Subuh, berdoa dan bekerja, maka Allah pun akan menganggapmu sebagai pekerja keras. Hasil yang kita dapatkan tergantung seberapa keras kita bekerja. Semakin keras kita bekerja, semakin besar hasil yang kita dapatkan. Semakin kecil kerja kita, maka hasilnya pun juga kecil.

Jangan harap mimpi kamu akan terwujud hanya dengan bermalas-malasan dan tidur saja. Mimpi itu harus diwujudkan, bukan dilanjutkan kembali dalam tidur.

Jadi kesimpulannya di pagi hari itu ada dua pilihan, mau tidur kembali untuk melanjutkan mimpi atau bangun untuk mewujudkan mimpi? Dua pilihan tersebut akan menentukan nasib kamu ke depan.

Jadi jangan salahkan nasib jika hidup kamu merana, intropeksi dulu pada diri sendiri dan kebiasaan yang sering kamu lakukan.

BarakAllahu Fiikum..

Wa zadanAllah ‘lman wa hirsho.

🌷🌷🌷

Ceramah Ustadz Abdul Somad Lc, Ma

HIJRAHMU PALSU

Dulu kau pamerkan auratmu kesana kemari 

Sekarang kau pamerkan cadar dan mata Lentikmu di medsos ini dan itu. Lalu apa bedanya kamu dengan mereka.!?

Dulu kau suka berselfie ria dengan rambut indahmu. Sekarang kau jingkrak sana jingkrak sini foto selfie dengan gamis dan jilbab barumu..

Kau bilang:

“Tapi inikan beda… aku menutup auratku”

Iya, kamu menutup auratmu, tapi kamu memperlihatkan kesholihanmu untuk memikat ikhwan sholeh. Lalu, apa bedanya kamu dengan mereka.!?

Dulu, kamu idolakan oppa-oppa favorite mu sekarang kamu idolakan ikhwan-ikhwan tampan Selebgram. Selalu mengikuti status terbarunya, dan sering berkata “inilah suami idaman” 

Lalu, apa bedanya kamu dengan Mereka.!?

Hijrahmu palsu, kau hanya merubah penampilanmu, tidak dngan sikap dan sifatmu, kau masih sama seperti dulu..

Perbaiki lagi hijrahmu “Dunia ini adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita Sholihah ” 🌹🌹🌹

[HR. Muslim]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s