About Me

Aku adalah Ririn.

Memang aku selalu disapa Zahra, tapi aku masih tetap Ririn.

Ririn adalah Ririn.

Aku hanya seorang Ririn, insan yang pernah berdosa tapi ingin sesuci Maryam. 

Ririn yang pernah tenggelam dalam lumpur dosa, yang hampir jatuh kejurang kehinaan andai Allah tidak menangkap tanganku.

Aku, Selamanya  akan tetap menjadi Ririn, tidak akan pernah berubah menjadi Ratu Balqis..

Tak secantik Zulaikha, Maria dan Shafiyah, pun tak secerdas Aisyah.

Aku memang bukan wanita yang mulia seperti para Ummul Mukminin…

Bahkan menjadi seperti ibuku pun aku tak mampu…

Namun…

Aku tidak selancang Fira’un, dan tak sesombong Namrudz.

Tidak sejahat Abu Jahal juga tak seperti Abu Lahab.

Aku berlindung kepada Allah dari sifat-sifat manusia yang menjadi simbol manusia durhaka, Haman & Qorun, keangkuhan yang rapuh. Durhaka pada Allah.
Dan dengan pilihanku ini…

Jalanku ini…

Keputusanku ini…

Rabbku kan kudekap dengan segenap cinta dan rindu…

Telah aku temukan mahabbah dalam panggilan sayang-Nya.

Menerima butiran mawaddah dalam waktu-waktu yang kunikmati dengan-Nya…

Menikmati sakinah dalam gejolak hati yang selalu terjaga dan memanggil nama-Nya….
Ini perjuanganku, ya Allah.

Hamba berjuang meneladani zuhudnya Rasulullah…

Pinjamkan aku keberanian Hamzah

Telah kusiapkan pedang Khalid di tangan ini.

Telah ku bentuk cinta Ali dalam jiwa ini.

Telah terbentuk rindu Bilal.

Menghidupkan sabarnya Ustman dalam nafas yang kau beri.

Menghidupkan ketegasan Umar, al-Faruq, sang pembeda…

Memegang amanah layaknya Abu Bakar…

Menyalakan kepedulian Abu Thalib …

Berjuang layaknya Salahuddin…

Tak kenal menyerah layaknya al-Fatih…

Bercermin dari kemuliaan Fatimah….

Menumbuhkan keikhlasan Umm Umarah, tameng hidup Rasulullah

Memasang Kekuatan Asiyah….

Keteguhan Masyitah dan Zunairah

Ketabahan  Sumayyah , 

Kelapangan dan tawakalnya Hajar….

Pinjamkan aku yaa Allah…

Pinjamkan aku baktinya Siti Mutiah…

Jadikan aku setia dengan Wafa’nya Khadijah… 

Kuselipkan dihati adilnya Umar bin Abdul Aziz… 

Keseriusan Abu Hurairah…

Kutelusuri penyebab jaminan Surganya Sa’ad ibn Abi

Waqqash, Sa’id ibn Zaid, Thalhah ibn

Ubaidullah, Az-Zubair ibn

Al-Awwam, Abdurrahman ibn

Auf dan Abu Ubaidah ibn

Jasrah.

Memetik idenya Salman al-Farisi

Aku mencintaimu dengan segenap hatiku, ya Rabbi.

Engkau telah mengosongkan wadah rinduku dari harapan semu.

Jadikan Engkau yang pertama dalam hatiku, dalam hidupku, matiku dan hidup setelah matiku, yaa Allah.
Bersamamu, amanlah aku dari renungan tak bertuju…

Berteduhlah jiwaku dibawah naunganmu….

Biarlah Mereka hanya menjagaku diujung jari mereka…

Namun, Jiwaku berada dalam genggamanmu…

Tak perlu membiarkan dunia tahu…
Aku hambamu, merindukanMu di sini sambil menatap kalam-kalammu  yang suci, mulia nan agung.

Dekaplah hamba selalu yaa Allah, Selamanya, Dunia-Akhirat.

Jangan melepaskan hamba dan membiarkan hamba jauh dariMu, Jangan Engkau biarkan hamba tersesat dan menjadi sahabat Iblis.
Terima kasih ya Allah telah ciptakan aku…

Aku bisa merasakan nikmatnya dekat dengan-Mu.

Senikmat apa bertemu denganmu ya Allah? 

Senikmat apa melihat wajah-Mu?

Perkenankan aku ya Allah.

Layakkanlah aku….

Pantaskanlah aku melihat wajah-Mu.

Menetap disisiMu dan kekasihMu, Manusia terbaik dalam hidupku yang sangat Engkau cintai, yang belum pernah melihat kami tapi sangat mencintai kami dan meeindukan kami, berharap berjumpa dengan umatnya, Khatamul Anbiya Muhammad al-Mustafa.

Bantu aku ya Allah. Tolonglah aku.

Tidak ada yang lebih aku harapkan melainkan wajah-Mu, bertempat disisiMu dan golongkan aku kedalam golongan orang-orang Engkau cintai dan Engkau rahmati dan pertemukanlah hamba dengan RasulMu ditelaga al-Kautsarnya dengan senyuman indah yang menyinari wajahnya saat melihatku, bangga padaku.

Aku mencintai orang-orang yang dicintai dan mencintai Engkau.

Dan aku menbenci apa dan siapa yang Engkau benci..

Hamba tak pernah memengenal yang lebih pemaaf dan penyayang selain Engkau, Yaa Gafururrahmaan.

Ya Allah… gantilah segala keburukanku dengan kebaikan yang Engkau Ridhoi.

Jadikan aku salah satu hamba peraih cintamu ya Allah ya Rabbi.
Aku, Ririn Yastiawijaya bin Parman bin Nahar bin Salamah bin Razaq bin Saleh yang dilahirkan dari rahim seorang wanita penyayang kebanggaanku, Ade Ina binti Abdurrahim bin Muhammad bin Ibrahim bin Thaib, bangga dengan diriku, bersyukur atas segala yang Allah beri padaku dan ikhlas atas segala yang Allah ambil dariku. 

Kucinta akan jalan yang kutempuh, keputusan yang kuambil dan pilihan terbaik semasa hidupku, Lillah.

—————————

Aku terus berjalan meniti jalan kehidupanku yang telah Allah tetapkan ini. Dalam hati aku tersenyum bangga bahagia. Aku mulai dapat menerima kenyataan karena Allah membuka hatiku bahwa inilah jalanku sekarang. Tujuan dan cita-cita hidup semakin terpampang jelas di hadapanku.

“Inilah aku, aku adalah hambaMu. Aku adalah khalifah di muka bumi ini. Aku adalah penerus cita-cita bunda Aisyah. Aku adalah penerus perjuangan Siti Hadijah. Aku adalah milikMu. Hidup dan matiku hanya untukMu. Segala sesuatu ada dalam genggamanMu, termasuk jiwaku. So I Alwasys love U Rab.. my Truly Love… Jagalah cinta ini sampai hamba berjumpa denganmu, Yaa Allah. Aamiin.