Kumpulan Motivasi Islami Terbaik

Allah tidak menyukai
Perkataan yang Menyakitkan
Hati orang lain…
(QR. An-nisa,4:148)

💖

Coba temn2 renungkan nih, coba dihitung2, kita kalau ketemu temen, ngomongin dunia berapa sering? Trus ngomongin Allah berapa sering? Coba kita belajar, cari teman yang udah sefrekuensi dulu. Arti sefrekuensi bukan sama2 udah baik. Sama2 udah niat pengen memperbaiki diri. Ajak dia ngobrol tentang Allah, Allah tuh baik banget loh… Kemrin gini gini gini…. Tadi gini gini gini… Allah Allah Allah, Allah aja yang di omongin. Makin sering ITU akan makin nanemin satu believe didalam hati kita. Sehingga nanti kita ada masalah, diketuk rasa iman ITU, cepet baliknya. Kita blg udah gapapa, nanti Allah ganti dengan yg lebih baik. Allah yang ganti gitu. Allah yang ganti. Tenang tuh jadinya. Karena kita sedang mengetuk kembali imannya, disaat dia sedang butuh2nya iman ITU. Berarti kita harus mencari temen yg mau menasehati kita, bicara bareng kita ttg, kebesaran2 Allah. (Ust. Hanan Attaki)

💖

Muhammad al-Fatih lahir di pemerintahan Islamiyah. Kita lahir di pemerintahan demokrasi. Lahir adalah sebuah takdir, kita tidak bisa memilihnya. Namun hidup, adalah pilihan. Kita bisa memilih, mau jadi Muhammad al-Fatih kah yang hafal Qur’an, menguasai 16 bahasa, menjadi komandan perang dan menaklukan konstatinopel di usianya ke 21 taun. Atau Kita memilih menjadi dilan, yg kerjaannya, pacaran geng motoran Dan membuat keributan.. (Hawariyyun)

💖

Selama hidup, selama itulah kita diuji. Allah yg menciptkan hidup INI, lalu Allah mewafatkan kita, sehingga tampak siapa diantara kita yg terbaik amalnya. Yg dinilai adalah sikap kita menghadapi, ujian hidup INI, Dan ujian hidup INI ada dua. Keburukan Dan kebaikan itulah Allah gulirkan gilirkan pada setiap kita.. Nikmat Musibah sehat sakit Susah senang, rasa2x lebih banyak Alhamdulillah ketimbang Innalillah. Malah hebatnya org beriman dalamu musibah pun ia bersyukur. Dan Rasul mengajarkan kita untuk selalu berdoa dalam DOA salaaaam keselamatan “Allahulla Hawwin a’alaina fii sakaratul maut” Yaaa Rabb, Ringankan kami, mudahkan kami, saat2, detik2 menghadap sakaratul maut. (Ust. Arifin)

🙏

A person’s true character transpires when they are mistreated. Being good to someone who is good to you is a form of business. True excellence of character is being good to people despite how they are with you. This is easy to say but difficult to do; hence, the reward is great. Our beloved Messenger of Allāh ﷺ said: ‘A believer will attain by their good behaviour the rank (in paradise) of one who prays during the night and observes fasting during the day’ (Abū Dāwūd).

💖

Minta ampuuun atas APA yg kita lakukan kmreeen. Setelah ITU, minta Allah jangan kembalikan lagi, diri kita yg berdosa ITU jangan minta balikan lg kedalam diri kita. Yg suka boong yg suka suuzon yg suka fitnah org suka nyari2 ksalahan org, suka mnertawakan org, suka ngolok2 org, matanya suka liat2 tak benar suka nonton video tak baik, telinganya suka dengar2 hal yg tak bnar. Mulutnya suka caci maki suka omongkan orang binatang smua kluar. Pisahkan ya Allah hari INI mulai pisahkan. Minta ampun dengan diri kita yg satu lg yg berdosa ITU. Setelah ITU… Surah AlibImraan ayat 8, Rabbana, laa tuzig qulu bana ba’da iz hadaitana.

Jangan condongkan lagi, hati aku ke…. Yg berdosa ITU ya Allah.

🌷

Tertulis di minuman INI, hati sianida, minum wafat. Masih diminum juga nggak, wah kalo diminum juga keterlaluan namanya. INI ada keteranagn di Qur’an, diulang2, luar biasa, wailullil mukazzibin, bohong pasti celaka. Org masih nekat bohong juga? Brti ada yg salah dalam dirinya. Liat kalo tidak percaya silahkan saja. Ada org bohong pasti celaka ITU. Minimal celaka harga dirinya, minimal celaka kehormatannya, minimal celaka rizkinya, ada org misalnya jualan, udah banyak pelanggannya tiba2 menipu. Bohong dia, Begitu bohong kan orang akan crita. INI penipu, INI ga bagus INI jellek misalnya ditinggalkan rizki berkurang kehormatan turun Dan sebagainya, celaka. Dan diakhirat yg paling celaka krna bohong ITU amal baiknya diambil….

💖

INI kabar gembira, siapun bisa, popular. Dengan cara yg sangat, mudah. Kamu bisa Sambil nyetir, mengucapkan subhanall walhamdulillah wa laa ilaaha ilallah Allahu Akbar. Kamu bisa sambil bersih2 rumah, kmu bisa sambil, mngerjakan apapun, Dan kamu bisa, popular saat ITU juga. Jdi ketika kt, popular, dilangit, maka Masyaa Allah, seluruh malaikat, mengucapkan, Allahummagfirlaha,, Ya Allah, ampuni dia. Allahummarhamha, Allah, rahmati, dia. Dan sampai kalo kita difolow sama malaikat, ya apapun yg kita ucapkan, yg kita munajatkan yg kita inginkan maka akan disambungkan langsung kepada Allah Ta’ala.

💖

Coba bandingkan dan Renungkan!!

Kerja berjam jam demi kepingan rupiah,seolah tiada lelah..
Main game online berjam jam demi kesenangan semu, Kita mampu..
Rumpi sana sini bersama sahabat, kita tak pernah merasa berat..

Bandingkan!!

Sujud yang hanya beberapa menit, Waktu seolah terasa menghimpit..
Tilawah yang hanya beberapa lembar,Terkalahkan sibuk dunia yang menghampar..
Menghafal surat cintaNya meski hanya sebaris ayat, Selalu saja ada alasan yang lewat..
Muroja’ah ayat yang tersimpan dalam ingatan,Masih saja berat dilakukan..

Bandingkanlah dengan para Salafus shalih!!

Mereka letakkan dunia hanya di telapak tangan,dan meletakkan akhirat dalam dekapan..
Mereka jadikan Qur’an sebagai kesibukan yang menyibukan, bukan sibuk dunia yang sering melalaikan..
Mereka tukar semua kenikmatan dunia, Demi secuil cinta dari Sang Maha Pencipta..
Lelah.. Keringat..Darah bahkan nyawa, Adalah wujud nyata iman di dada..

Lalu kita??
Hanya dengan amal yang ala kadarnya, kita berharap dapat membeli JannahNya?

Renungan untuk kita semua..

💖

🍁 Terkadang penyakit hati adalah kita terlalu sibuk mengomentari orang lain, melihat orang lain yang memiliki ini itu…

🍁 Tetapi diri kita tak ingin dikomentari dan akibatnya pun enggan bersyukur atas apa yang dimiliki, serta sering menyebarkan aib orang lain…

🍁 Berkata Umar bin Al khaththab radhiyalllahu’anhu;
“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang dan bersiap-siap lah untuk hari besar ditampakkannya amal”
(Tafsir Al_Quran Al’azhim 7:235)

🍁 Karenanya kita harus bermuhasabah pada diri kita, latih diri kita sendiri, hisablah diri kita sendiri dan introspeksi pada hidup kita sendiri…

🍁 Sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk mengusik dan mengomentari hidup orang lain dan lebih banyak menggunakan waktu untuk menghitung kesalahan diri sendiri…

🍁 Sebagai bahan introspeksi, semakin belajar menjadi manusia yang terbaik, terutama dihadapan Allah Azza wa jalla…
Karena engkau tak kan bisa menipu Allah…

🍁 Jika engkau tak ingin dikomentari dan tak ingin orang lain menyebarkan aib mu, maka berhentilah mencari tahu, tutuplah aib-aib saudara mu dan perlakukanlah orang lain dengan apa yang kau suka orang lain perlakukan kepada mu…

🍁 Komentarilah orang lain dengan komentar yang kau suka dikomentarkan kepada mu, katakanlah pada orang lain dengan perkataan yang kau suka orang lain katakan kepada mu…

🍁 Sesederhana itu menuju hati yang tenang…

💖

“Hikmah Berteman Dari Berbagai Karakter Manusia”

*Ada TEMAN yg bersifat keras
Dialah yang sesungguhnya mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas

*Ada TEMAN yang lembut
Dialah yg mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

*Ada TEMAN yg Cuek dan Masa Bodoh..
Dialah sebetulnya yg membuat kita berfikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain

*Ada TEMAN yg tidak bisa dipercaya dan kata katanya sulit di pegang kebenarannya
Sebetulnya Dialah yg membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati,maka kita belajar untuk menjadi orang yg dapat di percaya

*Ada TEMAN yg jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain..
Sebenarnya Dialah orang yg membuat kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada

Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik dalam mendidik kita (Besi menajamkan besi,Orang menajamkan Orang lain)

Tanpa orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman dan tidak akan berkembang

Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita

Karena Allah tidak pernah keliru dalam mempertemukan kita dg siapapun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya..

Karena kareakter orang seperti di atas tadi secara tidak langsung selain melatih kesabaran (potensi diri) kita, juga membuat kita semakin Dewasa dan Bijaksana

Ketika ada orang bicara mengenai kita di belakang, itu tanda bahwa kita sudah ada di depan mereka

Saat orang bicara merendahkan kita,itu tanda bahwa kita sudah berada di tempat yg lbih tinggi dari mereka

Saat orang berbicara dg nada iri mengenai kita,itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka

Saat orang bicara buruk mengenai kita,padahal kita tdk pernah mengusik kehidupan mereka,Itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari pada mereka

Payung tidak dapat menghentikan hujan,tapi membuat kita bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai tujuan..

💖

(Copas)

MENGAPA POTRET NEGERI KITA JADINYA SEPERTI INI ?
Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.
Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.
Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta tidak sedikit para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.
Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.
Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.
Mengapa..?
Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.
Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.
Di hampir setiap kesempatan termasuk di face book ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.
Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang “ngotot” dan merasa paling benar sendiri.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya “ngotot” dan merasa paling benar sendiri.
Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.
Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di rumah bersama-sama dengan dunia pendidikan di sekolah.
Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, maka mulailah mengubah cara mendidik anak-anak kita dirumah dan disekolah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur.

💖

*BUKAN GHIBAH*
*(Agar semakin faham dalam Islam).*

Masih ada orang yang tidak bisa membedakan antara *Ghibah (membicarakan aib seorang muslim)* dengan *Syahadah (kesaksian)* dan *Iqomatul Hujjah (menegakkan hukum agama).*

1. Jika ada PENIPU. Telah sekian banyak orang menjadi korbannya. Lalu kita buat poster yang berisi identitas dan fotonya. Lalu kita sebar. Lalu kita siarkan agar masyarakat berhati-hati dan terlindungi dari kejahatan (penipuan) orang tersebut maka itu “Kesaksian”, *BUKAN* “Ghibah”. Itu bentuk Nahi Mungkar yang sangat tinggi nilainya.

2. Jika ada seorang SAKSI MATA bersuara lantang di Pengadilan. Ia sampaikan apa saja yang ia lihat. Ia bongkar identitas semua pelaku kejahatan, maka itu *BUKAN* “Ghibah” tapi “Syahadah” alias “Kesaksian”. Agar hukum ditegakkan atas para penjahat.

Beresiko namun ia harus lakukan. Jika ia menolak bersaksi ia berdosa karena dianggap menutupi kejahatan. Jika ia bicara tidak sesuai fakta, itupun dosa karena ia telah memberikan Kesaksian Palsu.

3. Ada PEJABAT, dipilih dengan uang rakyat. Biaya pemilihannya habis banyak. Setelah terpilih, makan-minum dan fasilitas hidupnya semua ditanggung oleh rakyat tapi kerjanya hanya menyusahkan rakyat.

Kritik dari rakyat itu *BUKAN* “Ghibah” tapi “Kesaksian”. Bahkan kritik kepada Pejabat yang lalim seperti ini dalam pandangan Agama adalah bagian dari pada Amar Makruf Nahi Mungkar.

4. Suatu hari Hindun datang kepada Rasulullah Saw untuk mengadukan Abu Sufyan, suaminya. “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu suami yang pelit bin bakhil. Ia tidak memberikan nafkah kepadaku, bolehkah aku ‘mencuri’ uangnya untuk kebutuhanku dan anakku.”

Dalam kasus ini Hindun membongkar aib suaminya didepan Rasulullah saw.

Rasulullah Saw tidak menegurnya karena telah membicarakan aib suaminya. Bahkan beliau memperbolehkan Hindun mengambil uang suaminya tanpa sepengetahuannya untuk keperluannya dan anaknya.

Apa yang dilakukan Hindun ini *BUKAN* “Ghibah” tapi “Syahadah” alias “Kesaksian”. Ia harus membuka aib suaminya agar ia mendapatkan keadilan.

5. Ada seorang PEMIKIR LIBERAL. Aktif menyebarluaskan pemikiran sesatnya di tengah masyarakat. Lewat ceramah-ceramah dan tulisan-tulisannya. Hingga perlahan-lahan bertambahlah pengikutnya. Dan makin kuat posisinya. Mereka merasuk kesemua lini.

Lalu kita bongkar identitasnya dan kita kritik pemikirannya. Itu *BUKAN* “Ghibah” tapi “Iqomatul Hujjah” (menegakkan hukum agama).

6. Kalau kita belajar ilmu mushtolahul hadist, kita akan temui bab Al jarh wa at ta’dil. Saking pentingnya, bab ini bahkan oleh sebagian ulama ditulis dalam kitab tersendiri.

Apa isinya? Membicarakan aib orang ; si Fulan ini tukang bohong. Si Fulan ini lemah ingatannya. Si Fulan ini tukang memalsukan hadist. Dan seterusnya.

Tapi *Imam Ahmad* menyebut “Ghibah” dalam konteks ini adalah bagian dari IBADAH. Karena Agama menjadi terjaga. Warisan Nabi Saw tetap dalam keasliannya. Dan terbongkarlah upaya musuh-musuh Agama untuk merusak tatanan Agama ini.

“Demikianlah kami jadikan kalian umat yang wasath agar kalian menjadi saksi-saksi atas perbuatan manusia.”
*(QS: Al Baqarah: 143)*.

“Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia. Kalian aktif mengajak kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar serta kalian beriman kepada Allah.”
*(QS: Ali Imran: 110)*.

“Kalian adalah saksi-saksi Allah diatas muka bumi ini”, kata Rasulullah Saw dalam sebuah hadits shahih.

7. Maka jangan bersikap SOK BIJAK dengan berkata : “Afwan ukthy, jangan “Ghibahi” si Fulan karena bla…bla…dan bla….”

Terhadap Muslim yang shalih dan baik, pasti Kita bersikap lemah lembut dan bijak. Tidak mungkin Kita bongkar aib pribadinya. Tidak boleh Kita umbar kekurangannya.

*Tapi kepada kaum SEKULER/KAPITALIS/LIBERAL yang RADIKAL tidak perlu lagi bersikap lemah lembut. Kita harus LAWAN Pemikirannya sekeras-kerasnya.*

*Itulah PERJUANGAN, karena KEBENARAN (bela Allah, bela Rasulullah, bela Agama dan tegakkan keadilan) memang harus DIPERJUANGKAN tanpa mengenal waktu dan tempat.*

*Dimanapun Kita berada, Kita harus AKTIF mengajak kepada yang MAKRUF dan mencegah dari yang MUNGKAR serta Kita beriman kepada Allah Swt*

*Surat At-Tahrim Ayat 9

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Yā ayyuhan-nabiyyu jāhidil-kuffāra wal-munāfiqīna wagluẓ ‘alaihim, wa ma`wāhum jahannam, wa bi`sal-maṣīr

Artinya :
“Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.”

By Copas : Ilmu milik Allah SWT

💖

Beyond The Inspiration 13:
Belajar Dari “Iman” Ke Dokter

Percaya nggak percaya, seringkali seorang Muslim lebih “beriman” ke dokter ketimbang beriman ke Allah. Buktinya, kalau dokter nyuruh sesuatu ditaatin, tapi kalau Allah nyuruh sesuatu dibantah terus

Kira-kira perumpamaannya begitu. Sebab manusia nggak akan mau nurut sebelum tau “kenapa dia harus nurut”, dan “percaya” sama yang diturutin. Dalam Islam, percaya 100% hingga nggak tersisa lagi keraguan, itu namanya IMAN

Pertanyaannya, kok orang bisa “beriman” pada dokter? Nah ini pembahasan yang ada di episode “Bedah Buku Beyond The Inspiration” kali ini. Tanpa terasa sudah sampai episode ke-13, dan masih panjang lagi

Kalau kita tahu kenapa orang bisa “beriman” pada dokter, kita bakal juga bisa lebih mudah beriman pada Allah. Harusnya sih begitu, setidaknya bantu kita untuk bisa tahu, bagaimana punya iman yang produktif

Ada 30 menit video lengkap di YouTube saya, semoga bermanfaat. Dan kalau ada kebaikan yang didapat lewat video ini, SHARE ke temen-temen kita yang kita peduliin, supaya kebaikan nggak berhenti di kita

Buku Beyond The Inspiration bisa didapat di @bukusip, atau langsung aja ke webnya di bukusip.com, bisa juga minjem ke temen yang punya, atau beli dan pinjemin ke temennya. Hehehe.. selamat berpikir dan mengambil pelajaran, jangan lupa doain saya ya
#imanproduktif #bedahbuku #felixsiauw

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
Ukhti..
Secantik-cantiknya dirimu saat ini kamu akan mulia karena ahlaqmu.
Kamu akan tinggi karena ilmu.
Kamu akan dihormati karena malumu.
Dan kamu akan dijaga karena sikap baikmu.. Tetapi ketika cantik,bertubuh seksi,jenjang pendidikan,bergelar,tetapi ilmu agamamu minim pengetahuan agama mu kurang,ibadahmu ketinggalan,lantas apa yang kau jadikan bangga’an dihadapan Tuhanmu ketika mengenal _Nya kamu masih sangat kaku.

Ukhti..
Cantik boleh saja..
Gelar kedudukan boleh saja..
Semuanya boleh itu hak mu.
Tetapi Allah akan menuntut hak siapa saja untuk menyembah_Nya karena itu adanya kewajiban menghadap_Nya.. Ukhti cantikmu akan luntur..
Tubuh mu kelak akan hancur..
Gelar mu akan dikenang..
Jabatanmu kelak hanya batas kenangan.
Tetapi ilmu agamamu yang kamu ajarkan untuk anakmu akan menguntungkanmu.
Akan memuliakanmu disuatu saat nanti ketika masa perhitungan itu tiba.. Ukhti..
Ayolah menuntut ilmu agamamu,anak mu tak butuh makeup mu,cantikmu,mrek bajumu,cerita cintamu,karirmu,tetapi dia butuh bimbinganmu yang membawa jati dirinya pembentukan dirinya susai madrasah ajaran yang ia terima yaitu kamu.

Kamu adalah madrasahnya.
Maka ajarkan terbaik untuknya yang menguntungkanmu, suamimu, suaminya, cucumu dan dirinya agar bisa memantaskan keluarga disyurga..
Sudahlah..
Tinggakan dulu soal dunia.
Ketika yang lain sibuk akan makeup fashion sibukan dirimu dengan ilmu ilmu.

Jadilah wanita yang dikenang karena keangungan dan kebaikan tentang agamanya bukan dunia nya seperti kisah kisah ibunda..
Dan semoga kau salah satunya..
Aamiin..

🌷

☆Jangan Lelah Menasehatiku☆

Sahabat syurga….

Aku ingin sepertimu menjadi wanita sholehah seutuhnya yang terus melangkah dalam perbaikan diri tanpa mengenal lelah walaupun halangan dan rintangan menghadang jalan hijrahmu

Aku iri kepadamu, iri akan kebaikan hatimu yang tidak mempunyai rasa amarah ataupun dendam kepada mereka yang mencela dan menghujatmu namun engkau senantiasa membalas mereka agar mendapatkan hidayah sepertimu

Aku memang belum bisa sepertimu, akulah hamba yang doif yang fakir akan segala ilmu, aku hanyalah seorang pemula dalam menuntut ilmu, maka jangan pernah lelah, jangan pernah letih untuk selalu mengingatkanku

Kita takkan pernah tahu akhir muara kehidupan, apakah akan menjadi penghuni syurga ataukah justru menetap dineraka.

Untukmu Perempuan

Jadilah perempuan yang menginspirasi, bukan perempuan yang suka dipuji, bukan pula perempuan yang menebar sensasi. Dan bukan pula perempuan yang sibuk dengan mempercantik diri”

Cantik nya seorang wanita dilihat dari sujudnya kepada Allah, bukan karena mampu menarik lawan jenis karena pesonanya.

Cantiknya seorang wanita karena dirinya tak pernah mendengki.

Cantiknya seorang wanita karena hatinya tak pernah membenci.

Cantiknya seorang wanita karena lisannya basah oleh dzikir jauh dari pembicaraan yang tak berarti.

Cantiknya wanita Bukan dari keelokan tubuhnya, tapi karena keteguhannya (istiqomah) dalam menjaga aurat nya.

Wanita penghuni surga cirinya adalah MALU. Dengan malu itulah dia menjadi mahal. Aurat nya tertutup tidak dijual murah.

Prinsipnya kuat tidak tergugah. Akhlaknya sopan tidak mau berubah-rubah.
karena rasa malu yang kuat mengikat membuat wanita itu hebat.

Wanita..Karena ketika DUNIA MAMPU MEMBELI AURAT MU, maka inilah salah satu tanda akhir zaman….“`

_Wallohu’alam bishowab…._🍁

Wanita Sholehah 💕

Seorang wanita yang memiliki kelembutan Khadijah, ketabahan Fatimah dan kecantikan Aisyah. Wanita ini, kelihatan lemah lembut namun tak ada satu pria gagah manapun yang mampu menjamahnya dengan kekerasan atau paksaan, semuanya hanya ingin melindunginya karena hijabnya.
Wanita yang menyembunyikan sorot tajam matanya dari tatapan dan saling menatap, tatapannya hanya seperlunya terbalut oleh sipu malu, tapi semua orang terpesona oleh tunduk matanya ini, semua takjub dan semua kagum, di mata manusia ia adalah pelita dan di mata Allaah ia adalah mutiara.
.
Ia indah bukan karena cantik parasnya, tapi cantik hatinya. Jika siang ia berhijab dan jika malam jangan cari ia di kebisingan lampu-lampu sorot kota, atau di tengah kebisingan dunia karena ia berada di atas sajadah, meletakan kening beningnya dan memohon ampunan kepada Allaah atas Riya, atas fitnah dan atas khayalan kaum Adam yang memujanya, matanya sembab karena takut kepada Allaah jika kecantikannya telah menjadikannya tangan setan untuk menjadi penggoda karena pada naluri setiap wanita ingin dipuja.
Wanita yang lugu namun tidak bodoh, pikirannya jernih karena diamnya adalah dzikir dan bicaranya adalah dakwah, ia tak pernah kehilangan arah karena Al Quran dan Hadits telah dijadikan dlm hidupnya sebagai GPS, setiap langkahnya ia niatkan untuk mencari ridho Allaah, ujian dan bahagia dijadikannya ladang ibadah.
.
Follow @asyaaahn__

#wanitasholehah
#wanitaakhirzaman
#wanitahijrah #akhwat #pencarihidayah#pencaripintusurga
#akhiratdidepan
#tausiyahcinta #hijrahcinta#motivasihijrah#kataislami #wanitafakirilmu

WANITA YANG DIRINDUKAN SAYYIDATUNA FATIMAH

Wanita yang terlihat tidak pandai bergaya kerena sentiasa berjubah .

Terlihat tidak mengikuti gaya lilitan hijab terkini kerena istiqomah dengan tudung labuhnya.

Terlihat tidak pandai bermekap kerena menutup wajahnya dengan niqab.

Terlihat seram dan suram kerena berpakaian serba hitam.

Jarang terlihat kerena bersembunyi, terlihat jarang keluar rumah kerena lebih betah di rumah.

Harinya dihiasi dengan ibadah, waktu lapangnya dipenuhi dengan membaca kalam Ilahi.

Tidak pernah fanatik menyanjungi barisan artis terkini kerana khusyuk meneladani kisah hidup para srikandi. Mengkaji sirah perjuangan sahabat Nabi.

Tidak tergiur dengan ajakan manis si ajnabi kerana terlalu asyik melayan ayat cinta Ilahi dan membalas rindu abadi terhadap sang Rosul.

Terlihat tidak berfoya-foya dan bertutur manja kerena punya rasa malu yang tinggi.

Maka merekalah sebenar-benar wanita yang tidak cinta dan tidak peduli terhadap urusan dunia dan segala macam isi dunia yang menipunya.

Merekalah wanita yang sebenar-benar wanita yang meniru ibunda yang mereka cintai, Sayyidatuna Fatimah.

Mereka tidak peduli terhadap zaman yang mana terus berganti, maka fesyennya pun berganti.

Kain hitam tetap warna kecintaan mereka. Niqab membantu mereka untuk menutupi wajah mereka kerena rasa malu yang menebal.

Kerena mereka benar-benar mentaati pesan ibunda mereka Sayyidatuna Fatimah Az Zahra’.

Bila kau temukan wanita yang mengaku cinta kepada Sayyidah Fatimah, namun masih hobi narsis dan berpakaian warna-warni, masih diragukan cintanya itu tuluskah atau hanya sekadar cinta yang hanya terucap di bibir.

Madad Ya Ummu Abiha Sayyidah Fatimah Zahra’.

@I.H

Hijrah Cinta

PERPISAHAN DENGANMU ADALAH CARA ALLAH MEMPERTEMUKAN AKU DENGAN JALAN HIJRAH.

Mungkin tugasmu dihidupku sudah selesai.
Begitupun tugasku dihidupmu sudah selesai.
Dan apa yang kamu cari tidak ada di dalam diriku

Cinta hanya bisa dibuktikan dengan dua jalan. Menghalalkan atau mengikhlaskannya.
Dan aku membuktikan itu dengan belajar mengikhlaskanmu.
Belajar untuk memaafkan semua kesalahanmu. Sebagaimana aku berharap orang lain yang pernah tersakiti karena aku memaafkanku.
Membenci hanya akan mengukung hidupku.
Yang perlu aku sadari, semua yang terjadi dihidupku sudah ada di dalam skenario Allah.
Termasuk tentang pertemuan dan perpisahan denganmu

Aku tak pernah menyesali pernah menyayangimu
Aku bersyukur sempat mengenalmu.
Aku bersyukur akan hadirnya dirimu di hidupku.
Tak ada yang sia-sia, begitupun pertemuan denganmu.
Allah ingin aku belajar lewat dirimu.
Lewat perpisahan itu aku belajar banyak hal.
Tentang Mengikhlaskan, melepaskan, memaafkan, untuk sabar dan yakin jika rencana Allah lebih indah dari sekedar inginku.
Perpisahan denganmu adalah pertemuan dengan hijrahku.
Lewat jalan hijrah yang kini kutapaki, aku berusaha menjaga hidayah dengan keistiqomahan.
Aku belajar banyak hal.
Aku pun mulai menyadari banyak hal.
Termasuk, tentang kita ‘dulu’,
Bukan karena rasa itu yang kusesali. Tapi, karena jalan meng-ekspresikan cinta itu yang salah.
Jika hingga sekarang aku masih bersamamu dalam ikatan tak halal itu, mungkin aku akan semakin merasa memiliki dan semakin takut kehilangan. Dan itu salah. .

Mereka Riya atau Kita Yang Su’uzon?

POSTINGAN YANG RIYA ATAU KITA YANG TERLAMPAU SUUDZON🖊️

Andai orang lain tak memposting kegiatan sedekah nasi bungkus di hari jumat, kita mungkin nggak kepikiran untuk melakukan hal yang sama.

Andai orang lain nggak pernah memposting foto foto keindahan bumi Allah tempat dia travelling, kita mungkin nggak akan tau kalo ciptaan Allah itu bener bener Maha Indah.

Andai orang lain nggak memposting resep resep keren beserta foto masakan jadinya, mungkin menu kita hanya Telor dadar, Telor ceplok saja, nggak kepikiran buat menvariasikan menjadi beragam rasa.

Andai orang lain nggak memposting sedekah seragam sekolah bersih ke sekolah sekolah yang mayoritas muridnya adalah kaum dhuafa, andai dia nggak memposting kegembiraan ananda dhuafa menerima seragam baru, setelah bertahun tahun hanya memiliki 1 seragam yg udah koyak, udah kekecilan, udah tak lengkap kancingnya…mungkin kita nggak akan kepikiran melakukan sedekah yang sama.

Andai orang lain tak memposting kegiatan mereka membagikan alquran ke mushola mushola kampung, ke TPA TPA, ke majlis ta’lim, ke pesantren pesantren, dan kemudian alquran itu sampai pada tangan yg tepat, selalu dibaca, sehingga insyaallah menjadi amalan sedekah jariyah, mungkin kita gak akan kepikiran bersedekah dengan cara yang sama.

Kalau orang lain nggak pernah memposting foto foto Mesjid Nabawi, foto foto Mesjidil Haram, nggak menceritakan ketentraman bathin yang mereka rasakan selama ibadah disana, mungkin kita nggak akan pernah disentuh oleh rindu yang dahsyat untuk juga ingin melakukan ibadah yg sama disana.

Postingan postingan orang lain, acapkali membuka cakrawala pikiran kita, bahwa sedekah itu banyak jenisnya, nggak sekedar sedekah ala konvensional memberi sekian ribu pada pengemis yg mengetuk pintu.

Andai kita bisa menerima setiap postingan orang lain sebagai wahana meningkatkan kualitas diri kita menjadi hamba Allah yg lebih baik dari hari ke hari.

Tapi… kalau segalanya kita tuduh riya, kalau semua tulisan kita sangka pamer, lalu postingan postingan itu tak ada lagi, lalu dari mana kita bisa tau pengalaman pengalaman hebat orang lain?

Kalau seluruh goresan kegiatan baik, tak ada lagi yang memposting, lalu bagaimana kita bisa belajar kalau segala hal hebat hanya untuk dipendam?

Urusan niat, biarlah menjadi urusan mereka dengan Allah saja, tak perlu kita mengintervensi urusan hati seorang hamba dengan Tuhannya.

Kita nggak perlu repot repot memastikan orang lain mampu memanage niat postingannya, cukuplah kita memanage hati kita saja untuk nggak gampang menuduh orang lain riya, cukuplah kita memanage hati kita saja agar selalu positif dan terbuka menerima hal hal baik yang disampaikan orang lain.

Bagus kalau kita mengingatkan orang lain untuk tulus, tapi sebelumnya, lebih bagus lagi kalau kita juga selalu mengingatkan hati sendiri untuk tak gampang menuduh.

Aku sendiri, juga nggak selalu setuju dgn postingan orang lain, yg menurutku memang nggak pantas di publikasikan ke umum, misal foto foto terlalu intim antara suami dan istri, foto foto mesra yang menurutku udah masuk kategori ‘aurat rumah tangga’. Dan dilihat dari banyak sisi, memang nggak ada manfaatnya diketahui umum.

Apa manfaatnya memposting foto pelukan erat dengan bibir nyaris saling menyentuh, mata saling menatap, tak ada latar pemandangan alam, karena hanya berisi keintiman yang di close up? atau menscreenshoot chat dengan suami yang didalamnya ada kalimat kalimat urusan ranjang, duh…dari sisi manapun, ini adalah aurat bilik rumah tangga, terlalu privacy untuk di konsumsi publik. Bolehlah, yang kaya kaya gini kita lewati atau blokir sekalian

Tapi….kalau postingannya mengandung senyawa kebaikan, memotivasi untuk berbuat hal positif, terima sajalah….

Andai dia riya, lalu pahala sedekahnya menguap bak embun di jemur cahaya, mungkin dia mendapat ganti pahala karena dia telah menginspirasi orang lain untuk melakukan kegiatan baik seperti postingannya.

Andai dia pamer, lalu kehilangan pahala atas pamernya, tapi postingannya bisa jadi menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi pembacanya. Lalu dia taubat sama Alloh atas sikap pamer yang pernah dia lakukan, dan Allah mengampuninya, lalu postingan yang telah di share kemana mana itu Allah hitung sebagai amalan jariyah sebagai ilmu yg bermanfaat bagi khalayak, bisa saja kan?

Sahabat yang telah memposting banyak kegiatan baik yang kalian lakukan, aku haturkan terimakasih atas postingan postingan kalian

Kalian menginsipirasi..

Semoga di sisa umur kita, sampai ujung usia, sampai akhirnya nyawa tak lagi bersatu di raga, kita semua menjadi bagian penghuni bumi yang selalu membawa kebaikan dan kebermanfaatan. Aamiin.

Semangat….
Dan jangan lupa bahagia.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Moga Alloh menyayangi kita di sisa usia..

#JANGANPERNAHBOSANJADIORANGBAIK

By fitra wilis marsil

Jangan Salahkan Nafsu

Ada yang protes kaya gini, kenapa sih Allah ciptakan nafsu, kalau ujung2nya gara2 nafsu tadi kita masuk neraka? Teman2, Allah ciptakn kita manusia ITU sesempurnanya makhluk ciptaan Allah. Ada namanya malaikat, Allah bekali malaikat dengan akal, tnpa nafsu. Jadi kalau malaikat selalu benar, gak ada yg istimewa. Kalau malaikat ga pernah salah, wajar. Karena hakekatnya malaikat itu, taat. Ada lagi hewan, Allah bekali hewan ini dengan otak Dan nafsu, Tampa akal. Jadi gak heran klw ada hewan, kawin ditempat umum, krna gak ada akalnya. Sedangkan kita manusia, Allah ciptakan kita dengan berbekal nafsu Dan akal, agar kita bisa memilih, pantas atau tidal, boleh atau dilarang sesuatu ITU kita lakukan. Dan Maha Baiknya Allah, Allah turunkan agama, agar akal akal kita bisa mengendalikan nafsu. Karena agama ITU bukan menghilangkan nafsu, tapi mengatur nafsu.