Introvert

By: Ririn Yastiawijaya


Pernah memerhatikan disekitar kamu ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang berkumpul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. Nah, sosok ini berbeda, tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit , tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia senang menganalisa keadaan. Ia adalah  seseorang yang memiliki kepribadian Introvert.

Jadi, sekarang saya akan berbicara tentang kepribadian. Ada tiga tipe kepribadian, yaitu extovert, introvert dan ambivert. Namun sekarang saya hanya fokus pada kepribadian introvert, Insya Allah extrovert dan ambivert nya menyusul pada postingan berikutnya.
Sudah tahu tentang Introvert?  Bagi yang belum tahu, let me tell you about it, siapa tahu mungkin kamu termasuk salah satu orang yang memiliki tipe kepribadian ini atau mungkin kamu mempunyai sahabat seperti ini. Saya termasuk orang yang berkepribadian introvert. Jadi, saya juga akan menceritakan apa yang saya alami sebagai seorang introvert.
Well, Introvert adalah salah satu tipe kepribadian manusia yang bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kepada orang lain, dengan kata lain, ia bersifat tertutup atau selalu menutup diri dari kehidupan luar. 

Introvert diperkenalkan oleh seorang psikologis dari Swiss, Carl Gustav Jung, yang mempelajari karakteristik dari individual-individual dan bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia. Menurutnya, orang-orang introvert adalah mereka yang terampil dalam melakukan perjalanan ke dunia dalam, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkonsentrasi. Pada akhirnya mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpendirian keras, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya (tapi punyaku masih suram, hehe). Jung mengelompokan Introvert sebagai kaum minoritas.

Orang introvert cenderung suka menyendiri, pendiam, dan susah menyesuaikan diri. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, mereka membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus dengan segala hal yang berbau informasi.

Introvert hanya satu-dua kali berinteraksi dengan temannya, selebihnya mereka gunakan untuk diam. 

Ketika sedang stress , introvert lebih senang menyendiri atau hanya mau berbagi kepada satu atau dua orang yang mereka percaya. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berpikir dan lebih sedikit beraktifitas. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu banyak orang. Mungkin ini salah satu faktor kenapa aku malas untuk berorganisasi. Dari dulu sampai sekarang pun aku tidak begitu suka berorganisasi (kecuali kalo terpaksa). 

Menurut  “The Introvert Advantage (How To Thrive in an Extrovert World)”, yang ditulis oleh Marti Laney, Psy.D, introvert adalah orang yang terlalu sensitif terhadap dopamine, sehingga terlalu banyak rangsangan eksternal melelahkan mereka. Sebaliknya, ekstrovert seolah selalu kekurangan dopamine, dan mereka membutuhkan adrenalin agar otak mereka menciptakan dopamine.”
Di dunia yang dipenuhi orang-orang berisik, introvert terdengar seperti sebuah istilah negatif. Tidak hanya oleh mereka yang “normal”, mereka yang introvert sendiri merasa bahwa diri mereka aneh. Ya, Introvert sering dipandang aneh. Sebenernya wajar, mengingat kehidupan didominasi oleh orang-orang ekstrovert. Ekstrovert terlihat normal karena mereka memang “menonjol” di pergaulan. Sementara introvert kan tidak. Makanya, introvert kelihatan aneh. Padahal introvert bukanlah keanehan yang harus “dinormalkan”. Pendiam, suka mengurung diri, pasif dan sukar dimengerti adalah beberapa sifat yang dijadikan penanda umum kepada mereka yang disebut “introvert ”.
Dibawah ini adalah beberapa ciri utama orang yang memiliki kepribadian introvert: 

a. Senang menyendiri 

b. Pendiam

c. Lebih senang bekerja sendirian 

d. Lebih suka berinteraksi secara langsung dengan 1 orang ( 1 on 1 interaction ).

e. Susah bergaul atau kuper. 

f. Senang berimajinasi.

g.  Jarang bercerita, lebih suka mendengarkan orang bercerita.

h. Senang dengan kegiatan yang tenang (membaca, bermain komputer, menggambar, bersantai dsb). 

i. Berpikir dulu baru berbicara/melakukan. 

j. Lebih mudah bercerita atau mengungkapkan perasaan lewat tulisan. 

k. Suka memperhatikan hal-hal kecil di sekitar (semut, langit, bintang, bunga, coretan di dinding dll).  

l. Temannya sedikit, tapi akrab. 

Kebanyakan orang introvert kalau udah bareng teman, dia rindu sendirian di kamar.
Berikut saya akan berbagi pengalaman saya yang merupakan orang yang berkepribadian introvert.
Saya suka grogi dan gelisah ketika bersama orang lain. Saya tidak percaya diri pada kemampuan sosial saya. Saya menarik diri dari masyarakat. Lidah saya kaku jika disuruh bicara dengan orang baru.   Merasa minder dan tidak bisa berbicara lugas di keramaian saat harus berpidato atau semacamnya, dikarenakan tingkat PD (percaya diri) yang kurang atau sangat rendah.
Takut bertanya, entah mengapa aku paling takut bertanya sesuatu yang ingin aku tanyakan. Lidahku berat untuk menyuarakannya kecuali pada orang yang aku percaya. Jadi aku telah menyimpan ribuan pertanyaan yang sekarang sudah aku lupa sebagian. 
Introvert merasa keramaian membuatnya gila. Aku juga mengalami hal ini, tapi tidak selalu. Kadang aku suka karamaian, aku suka manggung (karaoke dan dance) dan pergi ke pesta, tapi sangat jarang, mungkin sesekali (dipaksa sahabat).  Aku tetap saja  lebih suka diam dikamar, bengong kayak orang bego daripada bergabung sama-sama orang. Dan, menyendiri itu buat aku sesuatu yang menyenangkan ketimbang harus berinteraksi dengan banyak orang. Aku aneh ya? Sebenarnya, kalo ada teman yang cocok denganku, aku akan menghabiskan waktuku dengannya. Walau kadang aku meminta waktu untuk sendiri.

Pada umumnya, Suasana ramai, banyak tamu dan berhadapan langsung atau face to face dengan orang banyak merupakan beberapa hal yang wajib di hindari bagi si introvert, pribadi yang cenderung tertutup dan menghindari segala bentuk keramaian. Hal itu karena sebagian orang introvert cenderung tidak mempunyai kepercayaan diri yang tinggi saat harus berhadapan dengan keramaian. 

Aku juga susah bergaul, berteman dengan satu atau dua orang saja sudah cukup. Aku sering merasa tidak sabar untuk pulang saja jika terjebak dalam kumpulan orang yang banyak bicara, terlebih lagi kalau mereka hanya membicarakan hal yang tidak penting, ingin aku berdiri dan kabur dari tempat itu. Teman-teman  lainku (introvert) juga mengalami hal yang sama.

Berhubung mempunyai teman yang sedikit, si introvert terkadang sering dikatakan KUPER alias kurang pergaulan. Karena mereka lebih cenderung mengurung diri didalam rumah dan kurang menyukai dunia luar. Secara pribadi, aku menganggap dunia luar itu seakan-akan jahat. Mengapa aku berpikiran begitu aku juga bingung. Kaum extrovert melihat dunia

penuh dengan kesempatan berpetualang, sedangkan pribadi introvert menganggap dunia begitu rumit. Suasana yang sepi adalah suasana yang sangat disenangi oleh introvert. 
Ketika berbicara, Introvert hanya bicara seperlunya kalau memang itu perlu untuk dibicarakan. 
Seorang introvert seringkali disibukkan dengan dirinya sendiri dan kurang peka terhadap lingkungannya. Pada akhirnya lingkungannya juga tidak dapat menerima seorang introvert dengan baik. Mereka tahu apa yg mereka mau namun sulit untuk mengkomunikasikannya kepada orang lain. Ketika aku ingin bicara atau mengungkapkan sesuatu, aku merasa seakan-akan aku akan dibunuh, takut, tidak berani. Aku harus bepikir 1000 kali dulu, bilang jangan bilang jangan, dan keputusan akhir selalu jangan. Jadi aku tidak mengatakan apa yang ingin aku katakan atau apa yang aku inginkan . 

Ketika kumpul bersama teman-teman, aku cuma bisa jadi pendengar setia and can’t say anything.

Aku merasa seperti aku akan mati jika berbicara sehingga aku hanya bisa diam, diam dan sangat diam sehingga semua orang bosan terhadapku (mungkin aku takut diabaikan atau dianggap salah, jadi diam adalah cara terbaik bagiku agar terhindar dari rasa sakit hati).
Kebanyakan orang introvert memang pendiam. Bagi Introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli akan sesuatu. Andai orang tahu isi hatinya dan apa yang ia pikirkan, mungkin mereka akan mengerti apa yang sedang ia rasakan. 

Saking diamnya mereka, mereka susah menyampaikan suara yang berasal dari hati atau ungkapan perhatian seperti ‘kamu baik-baik saja?/ ada apa? Sakit? Dan lain sebagainya”.

1 hal lagi yang sering terjadi adalah, ketika sedang belajar/kuliah, kemudian guru/dosen melemparkan pertanyaan kepada siswa/mahasiswa, walaupun tahu dengan pasti jawabannya yang benar, orang introvert tidak akan menjawabnya. Berbeda dengan extrovert yang selalu langsung menjawab begitu saja dengan penuh percaya diri walau kadang jawaban mereka masih salah. Si introvert hanya akan menjawab pertanyaan itu jika namanya dipanggil atau pertanyaan itu ditujukan padanya. 
Kebabyakan orang yang berkepribadian introvert, ketika berbicara pun kadang terbata-bata. Terlebih lagi kalau bicara di depan publik. Berbeda dengan tipe ekstrovert, kemampuan berbicara mereka memang baik. Kok bisa ya? Aku juga heran. Karakter yang supel ditambah kemampuan berbicara extrovert menjadi poin utama letak ke-menarikan mereka. Introvert juga dikenal sebagai individu yang tak bisa berkelompok, ataupun menghabiskan waktu lama dengan lebih dari satu atau dua orang. Hal itu kerap saya alami saat berada di lingkungan sekolah maupun pergaulan.
Si introvert sering dibilang sombong. Oleh karena sifatnya yang pendiam, akan mengundang sebuah pertanyaan di mata orang-orang yang belum mengenalnya secara baik. Hal inilah yang menjadikan si introvert dijuluki dengan sebutan sombong. Aku dari dulu sudah di juluki sombong. Padahal sebenarnya si introvert bukanlah seorang yang sombong dan angkuh, mereka hanya tidak bisa memulai sesuatu hal yang baru ditemuinya, terutama dalam hal pergaulan dengan orang-orang yang baru dikenalnya.
Seorang teman di sosial media curhat padaku. Katanya ia juga seorang introvert yang lebih parah daripada aku. Dulu dia sempat kuliah, sudah bayar uang pendaftaran dan lain-lain, tapi pas sekali ikut materi, dia putuskan untuk berhenti, mengapa? katanya ia tidak sanggup karena banyak orang. Dia punya teman, tapi dia kasih kesan bahwa dia bukan tipe orang yang  tidak suka happy-happy dan hasilnya teman-temannya  kabur dan menghilang satu per satu dan anehnya dia malah sangat bersyukur. Ia tidak suka ada tamu yang datang kerumahnya. Kadang, jika ia merenungi tentang dirinya, ia sering tertawa sendiri karena merasa lucu dan miris jika ia melihat dirinya sendiri, Tapi jika disuruh berubah, dia tidak akan pernah mau.
Kalau dirumah, aku tidak mau keluar rumah kecuali ada keperluan, itu pun ke minimarket doang karena orang yang lebih sedikit, kalau pasar terlalu ramai. Kadang aku ikut mama kepasar dan baru 10 menit tiba, aku selalu paksa mama agar cepat pulang. Kadang, aku bagai seorang atris atau orang yang telah hilang begitu lama kemudian muncul secara tiba-tiba sehingga aku menjadi pusat perhatian alias sorotan masyarakat ketika aku keluar rumah.
Sering aku berpikir, kenapa Allah menghadirkan karakter introvert pada sebagian makhluk-Nya? Sementara kalau dilihat-lihat introvert itu membosankan, sukar membawa diri dalam pergaulan, tidak menarik, dan bla bla bla.
Benerepa anggapan keliru kaum extrovert terhadap kaum introvert.
 1.Orang Introvert berkepribadian negatif. 
Ini anggapan yang berasal dari kaum extrovert. Walau bagaimanapun, lebih banyak orang extrovert di dunia ini, dan merekalah yang ‘menciptakan’ stereotype ini. Orang extrovert yang memasuki area introvert misalnya kesendirian, akan merasa tidak nyaman, sedih, dan sebagainya. Lalu mereka membayangkan bagaimana dengan orang introvert yang sudah berada di area tersebut sepanjang hidup mereka? Bagi orang introvert, kesendirian tidak selalu berarti kesepian. Ya, mereka memang lebih memilih untuk sendirian, hal ini bukan berarti mereka kesepian atau minta dikasihani. Mereka justru sangat menikmati kesendiriannya. Mereka bisa menghabiskan waktu seharian untuk menulis di dalam kamar, membaca buku di perpustakaan, atau mengamati awan dan memotretnya, dan hal-hal lainnya yang membahagiakan mereka. Itulah caran mereka untuk merayakan kebahagiaan dan menikmati hidup.
 2. Orang Introvert tidak suka bersenang-senang.
 Hal ini juga berasal dari mindset orang extrovert. Apa arti bersenang-senang bagi semua orang bisa berbeda-beda! Mungkin orang extrovert senang datang ke pesta atau acara-acara lainnya dan berada bersama banyak orang yang belum pernah mereka kenal, tapi membaca sendirian di kamar saja sudah menyenangkan buat seorang introvert!
3. Orang Introvert layak disembuhkan. 
Wah… ini yang paling parah nih, kesannya sifat introvert itu seperti orang cacat mental saja. Padahal sifat introvert bukanlah penyakit yang harus disembuhkan. Itu adalah bawaan dari lahir dan tidak perlu diubah. Jangan bayangkan sifat introvert adalah sesuatu yang perlu diperbaiki. Yang bisa dan perlu diperbaiki adalah rasa rendah diri, pemalu dan habit negatif lainnya yang bisa dimiliki semua orang.
Kelebihan introvert
Introvert punya banyak kelebihan lho.

Apa saja sih? Berikut adalah kelebihan yang banyak dimiliki oleh orang-orang introvert:
1. Mandiri
Jika extrovert mengalami kesulitan untuk menghadapi sesuatu sendirian, hal tersebut tidak akan dialami oleh si introvert. Sebab si introvert sudah biasa melakukan semuanya sendirian. Mereka tergolong orang yang mandiri alias independent. Hal tersebut membuatnya menjadi lebih mandiri. Berbeda dengan ekstrovert yang biasanya melakukan sesuatu hal ramai-ramai atau berkelompok.
2. Memiliki pengetahuan yang luas
Introvert memiliki pengetahuan yang luas, Mengapa demikian? Karena mereka senang membaca. Mereka suka menghabiskan waktunya untuk membaca ; baik buku, majalah, surat kabar atau pun media online. Tak heran, mereka penuh pengetahuan dan sangat update dengan isu-isu yang terbaru. Kelebihan ini tentu tidak dimiliki setiap orang bukan? 
3. Pendengar setia
Kerap ada sahabat yang bercerita dengan berurai air mata hingga tiga jam, dan aku akhiri dengan memberikan saran selama tiga menit. Aku mampu mengingat banyak detail dari cerita-ceritanya, sampai-sampai sahabatku pun heran bagaimana rincian-rincian itu bisa tersimpan dengan begitu baik. Di lain waktu, sahabatku mengucapkan banyak terima kasih karena saran aku jitu dalam menyelesaikan masalahnya. Sejak ritual bercerita dan mendengar rutin terjadi dengan sahabat yang berbeda, maka saya simpulkan introvert adalah pendengar dan penasihat terbaik. Ya, Introvert adalah pendengar yang sangat baik dan sangat serius ketika mendengarkan. Tapi dia tidak dengan mudah memberikan jawaban atau respon. Dia hanya akan memberikan respon jika seseorang meminta responnya. Ya ampun, kok bisa kayak gini ya. 
4. Introvert juga bisa senang-senang
Freak? Bisa jadi, hmmm, sering malah, hehe… Hanya karena introvert diam, bukan berarti ia datar. Aku boleh jadi kelihatan “bosan” di keramaian, namun bukan berarti aku nggak bisa ketawa dan menggila. Introvert juga bisa ngelucu, apalagi kalau bersama orang-orang yang aku percayai seperti keluarga dan orang-orang yang terdekat saja, orang yang aku percaya dan mereka juga percaya padaku. Kata saudara-saudaraku, akulah yang tergila di dalam keluarga, makanya mereka merasa kesepian dan rindu ketika aku harus meninggalkan rumah. Kata sahabatku juga sama, aku gila dan cerewet. Aku paling suka tertawa, walaupun itu hal tidak lucu sekalipun. Makanya aku selalu di cap aneh. Entahlah, tapi aku tertawa begitu saja. Kalau ditahan, suliiit. Tapi semua itu jika aku berhadapan dengan orang dekat, orang yang aku percaya. Kalau di luar dari orang-orang itu, aku diamnya minta ampun. Dan aku tidak akan tertawa jika mereka membuat hal-hal lucu/berlawak dihadapanku. Yang aku rasa hanya bosan. Tingkahku ketika sedang bersama  orang-orang terdekat dan orang-orang yang tidak akrab bagaikan aku memiliki dua kepribadian yang berbeda. Dan semua itu terjadi secara natural. Jangan-jangan aku ambivert lagi. Entahlah. Anehnya, aku merasa lebih dekat dan lebih merasa nyaman ketika bersama  dengan orang lain (sahabat) dan orang yang telah aku anggap ia sebagai kakakku, dibanding aku bersama keluarga-keluargaku (misalnya: kakek, nenek dan saudara-saudara orang tuaku). Ketika duduk bersama mereka, aku hanya mendengar apa yang mereka bicarakan dan aku tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Aku selalu dan selalu saja seperti itu. Aku tidak membuka mulut kecuali ketika mau pamit pulang. Mereka bingung padaku karena aku terlalu diam. Mereka sering marah dan bertanya “tidak punya mulut?” Karena yang aku lakukan hanyalah mengangkat kening, mengangguk, menggelengkan kepala dll. Kok bisa ya? Tapi ada orang-orang tertentu yang ingin aku ajak bicara.

Dulu pernah mikir apa aku autis ya. Soalnya aku tuh sangat kesusahan dalam berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginanku, semuanya dipendam. Kalo sama mama dan papa sih hal biasa, tapi selain dari mereka, baru satu kali aku mengungkapkan keinganku, pertama kalinya semasa aku hidup dan mungkin itu juga menjadi yang terakhir. Aku juga terlalu asyik dengan duniaku sendiri. Tapi ternyata aku tidak separah itu, dan belum bisa digolongkan autis. Alhamdulillah…
5. Introvert cenderung suka menulis.
Introvert menghabiskan waktunya untuk membaca sesuatu atau mengerjakan hobinya. Introvert sangat menyukai aktivitas membaca dan menulis. Introvert cenderung lebih suka untuk berkomunikasi lewat tulisan daripada lisan. Misalnya untuk mengklarifikasi atau menjelaskan sesuatu melalui tulisan. J.K. Rowling, penulis novel Harry Potter, dia adalah seorang introvert. Dia merasa lebih menemukan jati dirinya ketika menulis. And I think, it’s also my passion.
6. Introvert suka mengamati keadaan sekitar dengan sangat cermat.
Sebagian besar kaum introvert suka sekali mengamati lingkugan sekitar dengan detail. Mereka suka mengamati orang yang lalu lalang sambil memikirkan apa kira-kira yang dipikirkan orang tersebut.  Orang yang bukan Introvert biasanya tidak memikirkan hal tersebut. 
7. Jago nebak karakter orang
Intorvert adalah orang yang sangat jeli dalam menebak karakter seseorang. Dari penampilan atau sikap orang, dia sudah bisa menebak sifat dari orang tersebut. Ini terjadi karena dia sering sekali memperhatikan seseorang.
8. Ia adalah sahabat setia dan memiliki sahabat berkualitas.
Berbeda dengan ekstrovert yang punya banyak teman dimana-mana, introvert cenderung kuper. Introvert tidak mudah berteman dan percaya pada org lain. Tapi hal ini yang membuat seorang introvert memiliki teman yang berkualitas. Karena introvert melihat teman bukan dari kuantitas (jumlah), tapi dari kualitasnya. Jadi, daripada punya banyak teman, seorang introvert lebih memilih punya sedikit teman asalkan berkualitas. Introvert itu hanya ingin berteman dengan orang yang benar-benar ingin menjadi temannya. Karena itu, mereka juga lebih menghargai temannya, karena bagi mereka untuk mendapatkan teman itu tidaklah mudah. Dia lebih suka bergaul dengan orang-orang yang bisa memberi efek positif dalam kehidupannya. Teman yang bisa tulus memberi semangat dan mendukung cita-citanya. Seorang introvert akan berpikir bahwa kesendiriannya jauh lebih berharga dibanding berteman dengan orang-orang yang tidak membuat hidupnya lebih baik.

Aku memang tidak begitu suka bergaul dan susah berteman. Tapi bukan berarti aku tidak butuh teman. Bagiku, satu atau dua orang  teman itu udah cukup. Orang introvert itu sangat tulus kepada sahabatnya, yang jelas, Introvert adalah sahabat setia. Karena orang introvert memang pemilih, dia memang sejak awal selektif dalam mencari sahabat dan tidak bergaul dengan terlalu banyak orang dan sembarangan orang sehinga dia akan sangat setia ketika merasa menemukan seseorang yang sangat tepat untuk dijadikan sahabat. Orang introvert lebih cenderung memilih teman untuk hubungan jangka panjang, jika itu membuat mereka nyaman. Berteman dengannya membuatmu lebih rileks dan bahagia. Dia bisa mengajarkanmu tentang bagaimana melonggarkan pikiran dan menutup telinga dari hal-hal yang memang tidak perlu kamu dengar. 
9. Introvert selalu mampu mengendalikan emosinya.
Dia bisa sih marah, tapi kamu nggak bakal ngeliat introvert membanting meja atau teriak-teriak. Marahnya ditahan. Kalo marah, paling cuma diem.
10. Introvert bisa keluar dari zona nyaman demi orang yang dia sayang
Sebagian kaum introvert, yang walaupun suka berdiam diri, mereka juga mau kok diajak jalan-jalan.

Mereka rela melakukannya demi orang yang mereka sayang. Maka, ajaklah mereka pergi, bergaul dengan dunia luar (bukan aku).
11. Introvert hanya membuka hati untuk orang-orang yang spesial.
Seperti yang sudahku bilang, introvert orangnya pemilih. Kalau mereka memilih dekat dengan seseorang, berarti seseorang itu spesial baginya. Seseorang itu layak diperjuangkan. Jadi, jika kamu dipilih seorang introvert untuk didekati, maka jangan sakiti dia yang sudah memilih kamu, ya. Lagipula, bukankah indah bila bersama orang yang menganggapmu istimewah? Mereka tuh berpikir dulu baru bicara. Jika mereka menyampaikan sesuatu padamu, yakinlah itu datang dari hati. Percayalah dia, karena dia tidak akan membohongi orang ia sayangi, orang yang istimewah baginya. 

Introvert membuka diri hanya untuk orang-orang tertentu saja. Seorang Introvert pun tidak pernah menceritakan tentang hal yang bersifat pribadi kepada sembarang orang. Oleh karena itu, jika ada seorang Introvert yang dengan sukarela mengeluhkan masalahnya kepadamu, seperti yang sudah aku katakan di atas, kamu spesial. Karena mereka telah mengategorikan dirimu sebagai seorang yang istimewah seitimewah keluarganya.
12. Introvert memang sulit dimengerti
Kadang-kadang seorang introvert terlalu lama hidup di alam pikir mereka. Jadinya, mereka seringkali overthink terhadap banyak hal.

Makanya, kadang-kadang mereka memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dipikirkan dan tidak mengerti apa yang perlu untuk dimengerti. Butuh perjuangan untuk memahami introvert (sampai saat ini kayaknya belum ada yang mengerti aku).
13. Dia sangat peduli pada perasaan orang lain dan kondisi di sekitarnya.
Seorang yang introvert biasanya sangat peka, baik itu pada lingkungan atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Dia akan tahu ketika kamu sedang sedih atau bahagia. Dia bisa menangkap emosi yang sedang kamu rasakan tanpa perlu banyak bicara atau bertanya.

Sementara, banyak hal di dunia ini yang menarik perhatiannya. Dari hal-hal besar seperti nilai moral, sampai hal-hal pribadi seperti sakit sehabis putus — banyak hal yang seringkali memenuhi kepalanya, dan kebanyakan dari hal ini hanya bisa dituangkan lewat tulisan. Dia memang lebih suka menulis daripada mengobrol. Saking peka-nya, dia juga akan sadar ketika sedikit saja barang-barang di kamarnya bergeser atau berubah posisi (aku banget).

Sekalipun lebih sering terlihat diam dan cool , bukan berarti dia tidak menikmati hidupnya. Namun baginya, menjadi pendiam adalah kebahagiaannya sendiri.
14. Mempunyai Pikiran dan Imajinasi yang Sangat Luas
Walaupun mereka diam, tapi pikiran seorang introvert gak pernah diam. Pikiran mereka selalu berjelajah tanpa henti dan sangat luas. Oleh karena itu introvert suka terlihat pasif karena sebenarnya mereka lebih menikmati untuk aktif di dunia khayalan/imajinasi. Kalau kamu perhatikan juga, orang yang jago gambar, melukis atau desain itu rata-rata introvert. Introvert biasanya dapat fokus pada apa yang mereka suka dan bisa melakukannya selama berjam-jam. Misalnya, jika seorang introvert suka lukisan, dia mampu untuk melakukan hobi nya ini selama berjam-jam. Ini jenis fokus dan tingkat energi yang tidak mungkin ditemukan pada orang yang memiliki kepribadian ekstrovert, yang dapat dengan mudah bosan melakukan tugas-tugas yang berulang-ulang dan berjam-jam.
15. Penyabar
Selain terbiasa melakukan hal sendirian, introvert juga udah terbiasa dengan menunggu. Introvert tidak akan merasa kerepotan untuk menunggu, karena mereka udah terbiasa berdiam diri dalam waktu yang lama. Karena itu, introvert merupakan orang yang lebih penyabar daripada ekstrovert.
16. Mempunyai Aura yang Damai
Introvert gak suka dengan yang namanya menyelesaikan masalah dengan fisik, mereka lebih cenderung menyelesaikan masalah dengan berpikir. Introvert kurang suka dengan yang namanya kekerasan atau hal yang berbau “keras” atau merepotkan. Mereka adalah orang yang damai yang suka menyelesaikan masalah dengan cara yang damai dan simple.
17. Memiliki Sifat Tekun dan Bertanggung Jawab
Yang terakhir yaitu tekun dan bertanggung jawab. Ya, seorang introvert cenderung memiliki sifat yang tekun dan bertanggung jawab. Mereka bukan tipe orang yang sering suka keluyuran keluar rumah dan hura-hura, karena mereka adalah anak rumahan. Walaupun ada introvert yang pemalas, tapi mereka tetap akan menyelesaikan tugas yang telah diberikan.
18. Lebih berwibawa
“Bicara yang baik atau diam “. Pepatah ini sepertinya menjadi pedoman bagi si introvert. Dia akan selalu menjaga kewibawaannya dengan diam. Diam disini bukan berarti diamnya orang yang tidak berilmu loh, melainkan dia tidak mau mencampuri urusan orang lain dengan perkataan yang tidak terlalu perlu untuk diucapkan. Si introvert enggan untuk terlalu turut campur dalam setiap pembicaraan yang menurutnya tidak penting. 
19. Cuek, cool dan misterius.
Introvert terkesan cuek, cool dan misterius. Aku bingung ini bisa digolongkan kelebihan orang introvert atau tidak. Tapi, karena sifat pendiamnya orang introvert terkadang bikin orang lain jadi penasaran. Terlebih mereka yang diamnya keterlaluan, kalau belum dipukul sama palu belum ngomong. Hehe..
20. Melakukan apapun sendiri.
Ini dia hal yang dimiliki oleh sebagian besar introvert (mirip dengan point pertama, Mandiri). Mereka mampu melewati waktu, menghabiskan waktunya sendiri tanpa perlu orang lain yang menemaninya. Mereka dapat membuat diri mereka sibuk dengan berbagai kegiatan seperti membaca buku, bermain game, dll. Sebagai seorang introvert, mereka bangga pada diri sendiri karena tidak bergantung pada orang lain untuk melewatkan waktu dan tidak perlu orang lain untuk membantunya melakukan sesuatu. Mereka selalu berusaha agar dapat menyelesaikan sesuatu tanpa meminta bantuan kepada orang lain. Walaupun hasil dari apa yang telah mereka selesaikan itu jelek, mereka bersyukur karena itu hasil mereka sendiri tanpa campur tangan orang lain. Dan mereka akan selalu belajar dari kesalahan agar menjadi lebih baik. Mereka independent. Sangat jarang orang introvert meminta bantuan kepada orang extrovert. Yang ada malah sebaliknya, yaitu orang extrovert selalu meminta bantuan introvert.
Nah… Sobat-sobat … gimana nih, masih memandang rendah sifat introvert? Padahal sejatinya Allah menciptakan setiap manusia itu unik, temukan saja keunikan diri kita apa, lalu kita maksimalkan potensi itu untuk menghebatkan diri kita.

Sukses tidak selalu harus dengan jalan menjadi orang ekstrovert, karena dengan menjadi orang introvert pun sukses tetap bisa diraih. Tetaplah bangga menjadi diri sendiri sehingga itu dapat menjadi jalan menemukan kelebihan diri kita.

Walaupun introvert, kita harus bangga juga sama diri kita yang hebat ini. Kita diciptakan Allah dengan sifat yang unik ini lho, hanya ada sedikit orang yang sama kayak kita. Berarti kita langka dong, hihi hebat dong kita. Sebagai orang yang langka yang hebat kita harus bangga lho. 

Hampir semua orang introvert itu ya  cuek aja awalnya sama orang dan tidak sok akrab ,itu yg membuat introvert terkesan tak menyenangkan, tapi “diam diam menghanyutkan” ,itulah kata orang-orang yang sudah mengenal baik kepada introvert.
Di dunia yang dominan ekstrovert ini, selain dicap sebagai pemalu, orang-orang introvert juga sering diasosiasikan dengan penyakit kejiwaan psikopat. 

Dulu ya, aku pernah teluka karena ada temanku yang mengatakan bahwa Introvertku harus diobati, aku merasa mereka mengganggap Introvert seperti suatu penyakit cacat yang harus disembuhkan, aku berusaha untuk menjadi seorang extrovert, namun hal itu sangat menyiksaku. Beruntunglah orang yang memiliki kepribadian extrovert, karena dengan kepribadian itu, mereka tidak merasakan apa yang aku rasakan. Tidak ada yang memahamiku, bahkan orang tuaku sekalipun sangat membenci sifatku, setiap hari aku hanya menelan apa yang mereka katakan dan memintaku untuk berubah, berubah menjadi seorang extrovert. Aku sedih karena kepribadianku ini membuat mereka sedih, mungkin mereka malu pada masyarakat  karena dicap memiliki anak yang anti-sosial. Aku merasa bagai tak bisa tumbuh selayaknya manusia. Aku tidak ingin mengecewakan mereka, tapi aku juga tidak dapat memaksakan diriku. Aku sempat berpikir bahwa jika aku tidak bisa menjadi seorang extrovert, maka tinggal satu jalan keluar yang dapat membantuku terbebas dari semua ini, ya, jalan itu adalah bunuh diri. Bunuh diri adalah hal yang mudah bagiku, aku benar-benar ingin melakukannya, aku menyerah untuk hidup, namun aku tidak bisa melakukanya, mengapa, karena aku ingat tuhanku, tidak apa semua orang membenci Introvertku, tapi aku tidak mau tuhanku membenciku karena aku tidak menyukuri apa yang telah ia berikan padaku. Jadi aku memilih hidup dengan Introvertku selama itu tidak haram, tidak melanggar aturan agama dan tidak merugikan orang lain walau itu merugikan diriku sendiri. 
Aku sangat senang saat mememukan sebuah tulisan yang didalamnya ada kutipan Susan Cain yang mengatakan bahwa “Setiap kali Anda mencoba hidup sebagai seseorang yang sejatinya bukan Anda, separuh jiwa Anda menghilang seiring waktu”, aku tidak ingin menjadi orang lain, aku memilih menjadi diriku sendiri yang aneh ini. 

Aku sempat membenci diriku sendiri gara-gara kepribadian ini. Mengapa tidak sama sprt si A atau si B?  Hampir setiap hari, aku hanya bertanya pada diriku sendiri, sampai kapan aku begini?  ingin “berhenti” jadi introvert.

Aku lelah dengan kemampuan bersosialisasiku yang buruk.

Aku capek menjadi orang yang sulit bergaul, aku bosan sama sikap tertutupku. Itulah yang bikin aku mau “berhenti” jadi introvert. Namun sekarang aku sadar, aku tidak perlu berubah. Karena aku sudah dapat masalahnya. Yang jadi masalah adalah:

bukan introvertnya, tapi aku yang belum menerima diriku sendiri!

Kalo memang menjadi introvert adalah sebuah halangan, terus kenapa banyak introvert yang masih bisa sukses? Kenapa banyak di luar sana  introvert yang masih bisa mencintai dan dicintai? Jawabannya simpel: mereka menerima diri mereka apa adanya!

Nggak ada yang salah dengan jadi introvert. Yang salah adalah ketika aku membenci diriku sendiri!

Kalo kamu benci diri sendiri, kamu akan fokus sama kekuranganmu saja.

Gimana bisa bahagia kalau pikiran jelek terus?

Itu adalah akar permasalahannya. Karena aku belum menerima diri sendiri.nLalu, apa saja yang harus aku lakukan? Tentunya dengan cara mencintai diriku sendiri. Kita nggak bisa bergerak maju kalo kita belum mencintai diri sendiri.nNiatkan untuk menerima diri kita sendiri, kelebihan dan kekurangan kita. Tataplah cermin, dan jatuh cintalah pada orang yang kamu tatap di cermin itu.

Jatuh cintalah pada kelebihannya, dan maklumi kekurangannya. Tanya orang terdekat tentang kelebihan dan kekuranganmu. Kalo kamu sulit menilai diri sendiri, kenapa nggak coba tanya pendapat orang lain? Coba tanya orang lain tentang kelebihanmu. Mungkin dari teman yang kamu percaya, mungkin dari orang tua kamu. Kalo kamu tidak bisa ngomong langsung, lewat chat juga boleh. Tingkatkan kelebihan kamu. Fokuslah pada kelebihan kamu. Mungkin kamu punya suatu bakat. Mungkin kamu punya sebuah hobi. Itu hebat, kan? Bersyukurlah karena kamu memilikinya, dan tingkatkan terus. Maafkan masa lalumu. Semua orang punya kesalahan. Kesalahan di masa lalu tidak akan bisa mengganggumu lagi, kecuali kalo masih kamu inget-inget.

Tapi kesalahan bisa membuatmu berkembang, kalo kamu belajar darinya. Miliki perasaan positif. Ketika kamu memiliki perasaan positif, perasaan itu akan memancar dari dirimu. Perasaan positif akan menarik orang-orang baik, dan menarik keadaan-keadaan baik.

Menerima diri sendiri adalah tantangan yang besar.
Menurut Susan Cain, penulis buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking , semua orang punya spektrumnya masing-masing dan tetap bisa cemerlang dengan menjadi dirinya sendiri. Justru, pemaksaan menyeberang karakter yang dialami orang-orang introvert akan berdampak buruk pada pengembangan dirinya. Menurut Cain, sikap introvert dan ekstrovert sudah bisa dilihat sejak manusia masih bayi. Sehingga perlakuan sesuai spektrumnya bisa diterapkan tanpa harus dipaksa mengikuti spektrum tertentu. 

Dalam Quiet, Cain akhirnya berkesimpulan agar semua orang di spektrum manapun untuk saling memahami. Kepribadian adalah bawaan psikologis. Baik introvert dan ekstrovert tercipta untuk saling melengkapi. Jadi, Sifat Introvert itu bukan Sebuah Kekurangan.

Orang-orang introvert akan terus dicap aneh bila dilihat dari perspektif ekstrovert.

Banyak orang-introvert yang sukses diluar sana seperti Mahatma Ghandi,   Albert Einstein, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, dan J.K Rowling dan masih banyak lagi. Mereka mampu membuktikan bahwa, dunia pun membutuhkan mereka, dunia membutuhkan orang introvert. Saat tak dibutuhkan mereka menjadi orang biasa, namun saat keadaan genting mereka berubah menjadi sosok yang luar biasa.
Well, sampai disini dulu ya ceritanya. Semoga bermanfaat. Bagi yang ingin menambahi atau mengkoreksi, please di share di komentar. Ketemu lagi nanti di postingan berikutnya. Till then, you take care.