Mutiara Islam

🌷

Perempuan Berpakaian Ketat dan Perokok di Tempat Umum 

Oleh :

Jev Indra Delcandrevidezh

“Mas! Tolong, Mas. Maaf, ya? Mas punya etika apa enggak? Ini tempat umum, jangan merokok!”

“Mbak! Tolong, Mbak. Maaf, ya? Anda punya etika apa enggak? Ini tempat umum, jangan berpakaian ketat!”

“Eh, Mas. Asap rokok Mas mengganggu pernapasan orang lain, tau?!”

“Eh, Mbak. Pakaian ketat Mbak mengganggu hati orang lain, tau?!”

“Pakaian ketat itu enggak ngerusak kesehatan, Mas.”

“Tapi ngerusak keimanan, Mbak.”

“Ya, jaga pandanganlah kalau Mas enggak mau rusak iman!”

“Ya, Mbak jaga pernapasanlah kalau enggak mau terganggu!”

“Pakaian ketat kek, longgar kek, itu hak saya.”

“Enggak ngerokok kek, ngerokok, kek, itu hak saya.”

“Tapi, Mas. Asap rokok Mas itu menyebar ke mana-mana, semua orang jadi sesak napas. Rusak paru-paru dan jantung mereka.”

“Tapi, Mbak. Pakaian ketat Mbak, menyebarkan dosa ke mana-mana. Rusak keimanan mereka.”

“Kalau mau ngerokok, jangan di tempat umum, sana cari tempat yang enggak ada orang lain!”

“Kalau mau berpakaian ketat, jangan di tempat umum, Mbak. Sana cari tempat yang enggak ada orang lain!”

“Ish! Dibilangin ngeyel. Enggak punya otak! Asap rokok disebar ke mana-mana.”

“Ish! Pantat, payudara diumbar ke mana-mana. Enggak punya otak!”

“Dasar orang gila!”

“Dasar perempuan tak punya malu!”

“Mas, di bungkus rokok itu udah ada tulisannya, kan? Rokok bisa merusak kesehatan.”

“Mbak, di agama pakaian ketat itu ada dalilnya, kan? Mengumbar aurat itu dosa!”

“Ya, biarin! Dosa-dosa saya sendiri, ngapain jadi nyinyir?”

“Ya, biarin, Mbak! Asap-asap rokok saya sendiri, kenapa Mbak jadi protes?”

“Tapi kan, saya jadi terganggu sama asap rokok Mas itu.”

“Tapi, Mbak. Keimanan saya jadi rusak sama pakaian ketat Mbak itu.”

“Jaga pandangan!”

“Jaga pernapasan!”

“Eh, Mas. Gimana saya bisa jaga pernapasan kalau asap rokok Mas terus mengepul gitu?”

“Eh, Mbak. Gimana saya bisa jaga pandangan dan iman kalau Mbak berpakaian ketat begitu?”

“Dimatiin, kek rokoknya. Ini tempat umum. Kasihan orang lain, terganggu.”

“Ditutupin, kek bentuk tubuh Mbak. Ini tempat umum. Kasihan orang lain jadi dosa.”

“Ngerokok dibanggain! Huh!”

“Pamer tubuh dibanggain. Huh!”

“Apa Mas enggak mikir ngerokok di tempat umum kayak gini? Hah?!”

“Apa Mbak enggak malu berpakaian ketat di tempat umum kayak gini? Hah?!”

“Orang stress! Penyebar penyakit!”

“Orang gila! Penyebar dosa!”
🌷

Hikmah dari kisah Hasan al basri

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri seorang sufi besar melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak.

Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan baiknya kalau dia seperti aku!”.

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi terus terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Alloh selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu.

Maka lelaki itu berkata padanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak”.

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan”

Lelaki itu menjawab, “Mudah-mudahan Alloh mengabulkan permohonan tuan”

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Jika Alloh membukakan pintu solat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak.

Jika Alloh membukakan pintu puasa sunat, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunat. Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunat itu lebih dekat dengan Alloh, daripada diri kita.

Ilmu Alloh sangat amatlah luas.

Jangan pernah kagum atau takjub & sombong pada amalanmu.
🌷

Kembali kepada Madzhab atau Kembali Quran Hadits ?*

Melihat pertanyaan diatas, layaknya kita mendengar pertanyaan semacam :

“Kalau sakit, pergi ke dokter atau langsung buka buku kesehatan ?”

“Naik bis, percaya dengan sopir atau ‘cerewet’ dengan bermodal peta ?”

Sama juga jika ada yang mengatakan

“JANGAN PERCAYA KYAI ! JANGAN PERCAYA HABIB ! KEMBALILAH kepada QURAN dan HADITS ! Siapapun yang ngomong, asalkan yang diomongkan adalah QURAN dan HADITS, maka PASTI BENAR !”

—– DUUUAAARRR —–

Hehehe

Pernyataan semacam ini jika didengar oleh orang awam, seakan2 itu adalah pernyataan yang benar. Tapi jika dipahami lebih lanjut, justru itu adalah pernyataan yang KURANG AJAR

Hloh hloh, kenapa bisa ‘kurang ajar’ ?

Karena pernyataan seperti diatas, itu menandakan bahwa orang yang bertanya itu menuduh bahwa apa yang di lakukan dokter tidak sesuai dengan buku kesehatan.

Menuduh bahwa sopir itu tidak hafal jalan sehingga harus ia tuntun dengan peta yang ia bawa.

Dan menuduh para ULAMA itu tidak sesuai dengan Quran dan Hadits. Na’udzubillah.

Lebih lanjut, pertanyaan BESAR adalah :

“Siapa sebenarnya yang berkecimpung dan mempelajari Quran Hadits ? Ulama ataukah siapa ?”

_*Justru kita-kita (termasuk saya juga, dan masyarakat secara umum) yang “MEMAHAMI QURAN dan HADITS” tanpa melalui “Ulama” (Para Kyai, juga termasuk didalamnya) justru : “BERBAHAYA”, sekali lagi… “BERBAHAYA*”

Simak hadits Nabi saw dibawah ini :

رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول سيخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون من خير قول البرية يقرءون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية

“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dari busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perhatikan, orang yang dibahas oleh Nabi Saw dalam hadits diatas adalah orang yang MEMBACA AL QURAN, tapi ia dianggap keluar dari agama. Siapa itu ?

Secara gamblang, Baginda Nabi Muhammad menyatakan mengenai orang yang “sok” memahami Quran dengan pikiran sendiri. Beliau saw. bersabda :

مَنْ قَالَ فِي القُرآنِ بِرأيِهِ ، فَلْيَتَبوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa yang berbicara tentang *Al Qur’an dengan PIKIRANNYA SENDIRI,* maka silahkan mengambil tempatnya di neraka (HR. Tirmidzi, Ahmad, Baihaqi, Thobroni)

مَنْ قَالَ فِي القُرآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَلْيَتَبوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa berbicara tentang *Al Qur’an TANPA DIDASARI ILMU,* maka silahkan mengambil tempatnya di neraka. (HR. Tirmidzi, Ahmad, Nasai)

Lihat bagaimana ancaman Nabi saw bagi orang yang langsung *MENUJU ke QU’RAN dengan pikirannya sendiri,* tanpa didasari ilmu.

*Kesimpulan :*

1. Siapa yang paling memahami Al Quran sebagai Kalam Allah ? Tentu Nabi Muhammad !

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي 

Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) “Jikalau engkau mencintai Allah, maka ikutilah saya (Nabi Muhammad). (QS. Al Imron : 31)

2. Siapa yang paling memahami Nabi Muhammad ?

Tentu para Sahabat !

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ

Engkau harus berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafaur rosyidin (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban, Al Hakim)

3. Siapa yang paling paham tentang Sahabat ? Tentu Ulama’ Tabi’in serta Tabiut Tabi’in

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ( خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. dari Nabi saw beliau bersabda : Sebaik-baik manusia adalah masaku, kemudian masa sesudah mereka, kemudian masa sesudah mereka. (HR. Bukhori Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim menerangkan :

“الصَّحِيحُ أَنَّ قَرْنَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الصَّحَابَةُ ، وَالثَّانِي : التَّابِعُونَ ، وَالثَّالِثُ : تَابِعُوهُمْ” انتهى من ” شرح النووي على مسلم ” (16/85) .

Yang benar bahwa urutan yang disabdakan Nabi saw adalah (masaku yang dimaksut adalah) Sahabat, yang kedua adalah Tabi’in, yang ketiga adalah Tabi’ut Tabi’in.

hehe ternyata Nabi saw MEMERINTAHKAN kita untuk belajar melalui RANTAI KEILMUAN, bukan LANGSUNG “mengOTAK-ATIK” Quran dan Hadits sendiri.

Bahkan, bahkan…

Imam Bukhori yang HEBATnya luar biasa, Imam Muslim yang LUARBIASA hebat pun adalah seorang yang BERMADZHAB !

dan rasanya sangat sulit bahkan hampir mustahil ulama2 setelah tahun 150 H hingga sekarang yang TIDAK BERMADZHAB

فكان الإمام البخارى شافعيا،….، وكذالك إبن حزيمة والنسائي

Imam Bukhori bermadzhab Syafi’i begitu juga Ibnu Khuzaimah dan Nasai. (Risalatu ahlissunnah wal jama’ah hal 15, keterangan senada juga dapat ditemukan dalam Al-Imam Asy-Syafi’i bainal madzhabihil Qadim wal Jadid)

4. Perhatikan nih

*- Imam Hanafi lahir : 80 H*

*- Imam Maliki lahir : 93 H*

*- Imam Syafie lahir : 150 H*

*- Imam Hambali lahir : 164 H*

*- Imam Bukhori lahir : 194 H*

*- Imam Muslim lahir : 204 H*

Lalu setelah itu, muncul pemahaman baru yang *MENGHARAMKAN bermadzhab, yang JARGON nya AYO KEMBALI KEPADA QUR’AN dan HADITS,*

tapi faktanya dalam agama mereka mengikuti :

– Syeikh Ibnu Taimiyyah lahir : 661 H

– Ustadz Muhammad Abdul Wahhab (pendiri gerakan Wahhabi): 1115 H

– Ustadz Albani lahir : 1333 H (wafat tahun 1420 H atau 1999 M)

– Ustadz Abdul Aziz bin Abdullah BIN BAZ lahir : 1330 H (wafat tahun 1420 H atau 1999 Masehi)

– Ustadz Muhammad bin Sholih AL ‘UTSAIMIN lahir : 1928 M (wafat 2001 M)

“Apakah Ulama-Ulama yang meninggal tahun 2000-an Masehi dapat disebut sebagai Ulama SALAF ?”

Jadi, *MASIH MAU DIBOHONGI* oleh paham2 baru?

*Sadarlah !*

Wallahu a’lam bis showaab

Salam Sadar !
🌷

Al-Imam Alhabib Abdullah bin Alwi Al-Haddad bermimpi bertemu Rasulullah, Beliau mengatakan, “Ya Rasulullah berilah aku satu ucapan atau sabdamu yang belum pernah engkau sampaikan kepada para Sahabat, aku minta khusus buatku langsung dari Engkau Ya Rasulullah”

Rasulullah bersabda yang artinya:

1. Siapa yang memegang tasbih maka dia dicatat sebagai orang yang bertasbih meskipun dia tidak bertasbih.(bagi yg niat membawa tasbih, untuk berdzikir jka ada waktu luang,namun teryata sempat)

2. Siapa yang minum kopi (untuk menahan ngantuk dari taat pd Allah, misal: saat majelis, qiyamullail, dsb) selama aroma kopi itu masih ada dimulutnya maka malaikat memintakan ampun/ beristighfar untuknya.

3. Barang siapa mengunjungi seorang Wali yang masih hidup maupun telah meninggal dunia, maka ibadahnya mengunjungi wali itu lebih baik dari pada ibadah selama 70 tahun sampai tulangnya putus-putus.

Inilah kenikmatan dari Allah melalui salah satu dzurriyah/ keturunan Rosulullah yang mulia kedudukan lahir dan batinnya dihadapan kakek beliau yang Agung Sayyidina Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻲ ﺭﻭﺡ ﺳَﻴِﺪﻧﺎ ﻣُﺤﻤﺪ ﻓﻲ ﺍﻻﺭﻭﺍﺡ ﻭَ ﻋﻠﻲ ﺟﺴﺪﻩ ﻓﻲ ﺍﻻﺟﺴﺎﺩ ﻭ ﻋﻠﻲ ﻗﺒﺮﻩ

ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwasanya Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupaiku.” (HR. Tirimidzi)
🌷

KETIKA AJAL DATANG…*

Ketika ajal datang…maka saat itu juga semua keduniaanmu pasti berakhir.. Jika engkau telah dibaringkan di kuburmu.. dan engkau telah menghadap Rabbmu.

Maka tidak akan berguna lagi pujian dan sanjungan manusia kepadamu.

Tidak akan bermanfaat lagi banyaknya orang yang bertepuk tangan untukmu.

Tidak akan ada efeknya lagi banyaknya like pada statusmu, begitu pula banyaknya teman dan follower-mu.

Yang nantinya akan bermanfaat dan berguna bagimu adalah : 

– sujud yang kau sembunyikan..

– linangan air mata yang kau teteskan karena takut kepada Allah..

– amal jariyah yang kau salurkan untuk agama Allah..

– bacaan Qur’an dan dzikir yang kau lirihkan karena dorongan keikhlasan..

– uluran tanganmu dalam membantu dan meringankan beban hidup orang lain..

– dan amal shaleh apapun yang kau lakukan dengan keikhlasan yang sebenarnya.

Oleh karenanya, jadikanlah akhirat sebagai tujuan hidupmu..itulah yang akan selamanya engkau nikmati di alam baka.. Semoga Allah memberikan 
🌷

PARA SALAF MENGATAKAN BAHWA, KALAU KITA MELAKUKAN HAL TERSEBUT, INSYA ALLAH TIDAK AKAN TERKENA PENYAKIT MATA, TIDAK AKAN BUTA DAN MENGUATKAN KETAJAMAN MATA. 

NUUR (CAHAYA) SAYYIDINA MUHAMMAD SAW… 

Apa sebabnya para Salafuna Shalihin kita dulu kalau mendengar Adzan, sampai pada lafadz : 

“ASYHADU ANNAMUHAMMADURRASULULLAAH”.

Mereka kemudian mencium kedua ujung Jari Jempolnya dan mengusapkan kekelopak Mata, dengan mengucapkan :

“MARHABAN BI HABIBI WAQURROTUL’AINIi MUHAMMAD IBNI ABDILLAH.”

Diriwayatkan, bahwa Nabi Adam As begitu heran melihat para Malaikat selalu mengikutinya dari belakang. Sehingga Nabi Adam bertanya kapada Allah Swt : “Ya Allah, kenapa mereka selalu mengikutiku?”.

“Wahai Adam, karena mereka telah tertarik dengan Cahaya keturunanmu, yang telah ada dalam Sulbimu.”

Kemudian Nabi Adam As memohon kepada Allah Swt agar memindahkan Cahaya yang ada di Sulbinya kedepan…Maka Allah Swt meletakan Cahaya tersebut diantara kedua Alis Nabi Adam As, Maka dengan segera para Malaikat berada di hadapan Nabi Adam…Nabi Adam heran dengan apa yang di lakukan para Malaikat-Malaikat yang selalu memandang Wajahnya.

Nabi Adam As berdoa agar diperkenankan melihat Cahaya tersebut…Maka Allah Swt menampakan Cahaya tersebut pada Kuku kedua Ibu Jari Nabi Adam As, dan membuat Nabi Adam begitu kagumnya dengan keindahan Cahaya tersebut. 

Dengan keindahan Cahaya itu, Nabi Adam berkata : “Ya Allah, Cahaya siapakah ini?”.

Allah Swt menjawab :

“Itu adalah Nuur (Cahaya) Muhammad…Wahai Adam, kalau tidak karena Nuur Muhammad, maka tidak akan Aku ciptakan semua ini”.

Dan Allah swt menyebutkan keagungan-keagungan Nuur Sayyidina Muhammad Saw,”

Nabi Adam As sangat gembira dengan Cahaya Sayyidina Muhammad Saw yang ada pada dirinya, dan ia mencium kedua ujung Ibu Jarinya, lalu meletakan ke kelopak kedua Matanya sambil mengucapkan:

“Marhaban Bi Habibi Waqurrotul’aini Muhammad Ibn Abdillah”.

Para Salaf mengatakan bahwa, kalau kita melakukan hal tersebut Insya Allah tidak akan terkena penyakit Mata, tidak akan buta dan menguatkan ketajaman mata.”

Kitab : Sabilul Idzkaar Wal I’itibar
Karya: Al-Imam Al Quthub Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad.
Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad.
🌷

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ

” Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu “.(al Manhaj as Sawiy : 217)

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, ” Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku “. (Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)

Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ

” Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya “.

Habib Abdullah al Haddad mengatakan ” Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali “. (Adaab Suluk al Murid : 54)

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khudhir. Maka nabi Khidhir berkata, ” Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, ” ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir “.

Nabi Khidhir, ” kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?”.

Murid itu menjawab, ” Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu “. (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)

Al Habib Abdullah al Haddad berkata, ” Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, ” perintahkan aku ini, berikan aku ini !”, karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya “. (Ghoyah al Qashd wa al Murad: 2/177)

Para ulama ahli hikmah mengatakan, ” Barangsiapa yang mengatakan ” kenapa ?” Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya “. (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)

Para ulama hakikat mengatakan, ” 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan ( batin,adab dan baik sangka )antara murid dengan gurunya “.

Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat berkah dari guru kita

اللهم آمين
🌷

NUR

Hakikat kebesaran Nur Muhammad itu meng-himpun-kan 4 jenis alam, yaitu :

1. Alam HASUT = Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya.

(Maksudnya : Hasut pada diri kita = Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak, Sumsum, Urat, Tulang)

2. Alam MALAKUT = Alam gaib bagi malaikat-malaikat

(Maksudnya : Malakut pada diri kita = Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa dan sebagainya)

3. Alam JABARUT = Alam gaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka

(Maksudnya : Jabarut pada diri kita = Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat yang mulia dan terpuji)

4. Alam LAHUT = Alam gaibul gaib kebesaran Nur Muhammad

(Maksudnya : Lahut pada diri kita = Batin tempat Rahsia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat)

(Maksudnya lagi : 4 Alam diatas = Wujud kesempurnaan tajalli Nur Muhammad = terhimpun kepada kebenaran wujud diri Rasulullah yang bernama Insanul Kamil)

Hal ini menjadi berkah dan “Faidurrabbani” yakni kelebihan bagi tiap tiap mukmin yang ahli tahkik, bahwa mereka itu adalah “Wada syatul Ambiya” yakni mewarisi kebenaran batin nabi nabi dan rasul rasul dan mukmin yang tahkik itulah yang dinamakan Aulia Allah, namun kebanyakan mukmin itu tidak mengetahui bahwa dirinya adalah Aulia yang sebenarnya.
🌷

Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin juga terima undangan itu serta datang ke kediaman Maulana. Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi ;

“Apakah kau dapat menyediakan minuman untukku? ”. (yang disebut : arak/khamr)

Maulana kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum? ’.

“Iya”, jawab Syams.

Maulana masih terkejut, ”maaf, saya tidak tahu hal ini”.

“Sekarang kau sudah mengetahui. Jadi sediakanlah”.

“Di saat malam seperti ini, dari tempat mana saya dapat memperoleh arak? ”.

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.

“Kehormatanku dihadapan para pembantuku akan hilang”.

“Kalau demikian, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana dapat saya keluar membeli minuman? ”.

“Kalau kau memang muridku, kau mesti sediakan apa yang saya kehendaki. Tanpa ada minum, malam ini saya tidak akan makan, tidak akan berbincang, serta tidak bisa tidur”.

Karena kecintaan pada Syams, pada akhirnya Maulana menggunakan jubahnya, sembunyikan botol dibalik jubah itu serta jalan ke arah pemukiman golongan Nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman itu, tidak ada yang memikirkan beraneka macam terhadapnya, tetapi demikian ia masuk ke pemukiman golongan Nasrani, sebagian orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman lalu ia menyembunyikan lagi dibalik jubah lalu keluar.

Kemudian ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Maulana di depan masjid tempat ia menjadi imam untuk orang-orang kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak ; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian barusan pergi ke perkampungan Nasrani serta beli minuman!!! ”.

Orang itu berkata demikian sambil membuka jubah Maulana. Khalayak lihat botol yang dipegang Maulana. “Orang yang mengaku ahli zuhud serta kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak serta akan dibawa pulang!!! ”, orang itu menambahi siarannya.

Orang-orang bergantian meludahi muka Maulana serta memukulinya sampai serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Lihat Rumi yang hanya diam saja tanpa ada melakukan pembelaan, beberapa orang makin meyakini kalau selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi mengenai zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk selalu menghajar Rumi sampai ada pula yang punya niat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah nada Syams Tabrizi ; “Wahai orang-orang tidak tahu malu. Kalian sudah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah kalau yang ada di botol itu yaitu cuka untuk bahan masakan. Seseorang dari mereka masih menghindar ;

“Ini bukanlah cuka, ini arak”. Syams mengambil botol serta buka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan beberapa orang supaya menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri serta bersimpuh di kaki Maulana. Mereka berdesakan untuk meminta maaf serta menciumi tangan Maulana sampai pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai saya mesti menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini? ”.

“Agar kau tahu kalau wibawa yang kau banggakan ini hanya impian semata. Kau fikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi? Walau sebenarnya kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu serta hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang sampai kini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sebentar.

Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan jaman.

​Teringat Rasulullah SAW.

😊😊😊Bila aku tak suka pada rasa makananku, aku teringat pada baginda Muhammad yang pernah meletakkan batu pada keliling perutnya untuk menahan lapar. 

Bila aku merasa pakaianku hanya sedikit, aku teringat pada baginda Muhammad yang hanya punya 2 helai baju seumur hidupnya. 

Bila aku merasa tidak nyaman akan tempat pembaringan ku, aku teringat pada baginda Muhammad yang tidur hanya beralas pelepah kurma dan kain kasar dalam hidupnya. 

Apabila aku menjadi begitu pelit untuk memberi dan berbagi dengan orang lain, aku teringat pada baginda Muhammad yang pernah memberi segala-galanya sehingga dia hampir tiada apa-apa untuk dirinya. 

Bila aku fikir betapa miskinnya hidupku, aku teringat pada baginda Muhammad yang begitu cinta pada orang miskin dan ingin bersama si miskin di syurga, beliau menaikkan semangatku.

Bila aku kecewa pada mereka yang banyak menyakiti aku, aku teringat pada baginda Muhammad yang sentiasa memaafkan siapa saja yang berbuat jahat padanya. 

Bila aku berfikir tentang mereka yang membenci aku, aku teringat pada baginda Muhammad yang sentiasa berdoa untuk orang-orang yang telah menghinanya. 

Bila orang lain tidak berterima kasih pada tiap kebaikan yang aku lakukan pada mereka, aku teringat pada baginda Muhammad yang mengingatkan aku bahwa ganjaran yang hebat hanya dari Allah SWT. 

Bila tiada siapa menyayangi aku, aku teringat pada baginda Muhammad yang mencintaiku semenjak beribu tahun dulu.

Apabila aku berfikir betapa sengsaranya hidupku, aku teringat pada baginda Muhammad yang menempuh segala kelelahan hidup demi nikmat iman dan Islam pada ummatnya yang dicintai dan itu adalah sebuah kekuatan dahsyat yang menggairahkanku. Assalaamu ‘alayka yaa Rasulullaah… 

Assalaamu ‘alayka yaa Habiballaah😢😢😢… 

SUNGGUH… KAMI SANGAT MENCINTAI DAN MERINDUIMU YAA NABIYUNAA MUHAMMAD… BERIKAN SYAFA’ATMU UNTUK KAMI YAA RASULULLAH 😢😢😢…

Mawar

Kutulis apa yang kubaca, kupikirkan, kumengerti….

Kupandang kaca dari baling kaca jendela…

Mawar…

Bunga nan indah lagi wangi…

Indah dan wangi lagi berduri…

Akan terluka orang yang tak berhati-hati..

Tak berhati-hati memetik bunga berduri itu untuk dimiliki….

Durinya bagai perisai…

Begutupun wanita…

Wanita juga indah….

Mereka punya perisai untuk melindungi diri mereka…

Apa perisai wanita?.. 

Jilbab, jilbablah perisainya…

Jilbab yang melindungi mereka dari hal-hal yang dapat merusak diri mereka…

Takan ku lupakan sejarah…

Lewat sejarah hidupku bisa terarah…

Berusaha memyembuhkan luka yang bagiku parah….

Tanpa sedikitpun rasa menyerah…

Dan hanya  kepada sang Khalik aku pasrah….

Hidup ini mengalir mengikuti waktu….

Pada Quran dan Sunnah kita harus patuh…

Tauhid dan Iman adalah kunci no.1 …

Misteri Hidup

Hidup ini…

Banyak sekali misteri….

Beberapa misteriku yang belum lagi usai….

Ada yang misteri lain pula yang datang menghampiri…

Dimana lagi aku harus mencari solusi?…

Hati yang sejernih melati…

 bagai tertikam belati…

Entah sampai kapan kuterus berlari…

Berlari hingga ku temukan mimpi…

Mimpi menemukan jati diri…

Jati diriku bagai teka teki…

Alhamdulillah, semua menjadi terjawab, jelas dan Indah ketika Allah menjadi prioritas utamaku, Alhamdulillah… Hamdan Katsiran… Syukron ya Rabb…