Jangan Tinggalkan Sebelum Menyesal

Bismillaahirrahmaannirraahiim..
Asslamamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Saudara saudariku… apa kabar imamya hari ini? Ibadah rutin 5 waktu dalam sehari? Apakah terjaga dengan istiqomah, bolong-bolong atau  hanya shalat ketika datang bulan Ramadhan? 

Baiklah pada kesempatan ini, izinkan saya mengingatkan kembali pada kita semua akan salah satu kewajiban yang sering kita lalaikan,yang kita remehkan, Shalat.

Banyak orang Islam yang tidak shalat. Ngaku-ngakunya Islam. Ngaku-ngakunya muslim. Tapi gak shalat. Padahal yang sudah shalat pun belum tentu diterima shalatnya itu (yang penting kita udah taat pada Allah). shalat itu rukun Islam. Syarat menjadi orang Islam. jikalau kita ingin menjadi seorang pekerja, kita harus dan wajib menyerahkan persyaratan yang ditentukan iyakan? Nah.. begitu juga shalat. Kalo mau jadi orang Islam, ya shalat.

Karena jika engkau tidak melaksanakan shalat, engkau tidak melengkapi persyaratan Islam. 

Barang siapa yang meninggalkan shalat secara sengaja, maka dia telah mengaku KAFIR secara terang-terangan.  Sholat itu pemisah antara mukmin dan kafir. 

Dari Buraidah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Perbedaan mendasar antara kami dan mereka adalah SHALAT. Barang siapa meninggalkannya, berarti ia telah kafir” (HR. Ahmad dan Ash-habus Sunan).

Para ulama telah bersepakat bahwa barang siapa yang mengingkari wajibnya shalat lima waktu.maka sungguh dia telah kafir keluar dari Islam. 

Kita hidup didunia ini untuk apa? Ingat, Allah menciptakan kita untuk menyembahnya. Kta hidup ngapain aja sampe nggak shalat?  Tanyakan pada dirimu, sudakah kau taat padanya? Apakah kamu telah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jangan main-main dengan ancaman Allah. Apapun yg kita dapatkan diakhirat nnti adalah hasil dari apa yg lakukan slm hidup. Jika Allah sudah perintahkan untuk Shalat, maka Shalatlah. Tdk perlu banyak alasan, ga usah cari-cari alasan untuk gak shalat. Apalagi alasannya karena sibuk kerja, Subhanallah. Kita abaikan perintah Allah demi dunia? Subhanallah… eank ngasih rezeki itu Allah. 10 menit aja lu keberatan? Tp mmpu beraktifitas atau sibuk kerja berjam-jam, setiap hari. 

Merasa mampu menghadapi azab Allah hingga mengabaikan titah sang pencipta? Saya tidak yakin kita tidak bisa melanggar perintah dosen (tugas yang diberikan dosen) atau bos atau pemimpin di tempat kerja kamu. Kamu berusaha memenuhi perayaratan kerja sebagai seorang pekerja. Tapi kok kamu berani melanggar perintah TUHAN kamu. Kok berani sekali nggak shalat? Rasulullah saw aja shalat. Rasul aja takut sama Allah, masa kita tidak takut? Rasul saw udah dijamin masuk surga tertinggi tanpa hisab dan amalannya sempurna. Qt yg bukan nabi… hisab meneganggakn… amalan berantakan… blm jls masuk surga/neraka.

Kamu belajar tinggi-tinggi, mencari gelar, jabatan, uang, ini… itu… tapi kalo kamu gak taat sama Allah, percuma dan sia-sia saja hidupmu. Gelar, jabatan, hartamu,,, semuanya tidak akan bisa menyelamatkan kamu di akhirat nanti kecuali…

Ingat ya… amalan yang pertama kali akan dihisab adalah shalat.

Perintah untuk menjalankan sholat disebutkan berkali-kali dalam al Qur’an diantaranya adalah Firman Allah SWT dalam surat Al Israa’ ayat 78:

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh.”

Munafik (shalat tapi shalat dengan malas). Cek di Qur’an.

Meninggalkan shalat hukumnya dosa. Dan dosa besar. Apalagi shalat wajib. Orang yang sengaja meninggalkan shalat hukumnya dosa besar. Awas hati-hati… liat baik-baik. Orang yang meremehkan shalat saja disebut munafik oleh qur’an. Tempatnya neraka jahannam. Apalagi yang sengaja meninggalkan shalat. Orang munafik, shalat, masih celaka. Apa tempatnya? Quran surah ke 4 ayat 140:

“Innlallaha jami’ul munaafiqiina wal kaafiriina fii jahannama jamii’an”. 

“Allah akan himpun orang munafik dan orang kafir dalam neraka jahannam.”

Orang munafik, masih shalat. Tempatnya neraka jahannamm. Ada orang yang sengaja meninggalkan shalat, maka tempatnya dimana?

Kita dipanggil shalat lewat azan. Haiyya alassalah, ayolah shalat. Kita bertanya “kenapa mesti shalat?” Azan yang menjawab “Hayya ‘alal Falah, Mari menuju kememagan”. Kita dipanggil shalat tapi Allah tidak butuh shalat qita. Yang butuh kita. Langit dan bumi tidak sujud kepada Allah, tidak akan menurunkan status Allah sebagai tuhan. Ttp Rabbul ‘Alamiin. Allah suruh kita shalat supata bahagia dan sukses, meraih kememagan. Bukankah yang punya kesuksesan Allah? Yang punya kebahagiaan Allah? Yg punya kekayaan Allah? Yang punya ketinggian Allah? Yang punya segalanya Allah? Kenapa kita tidak sujud dekati Allah. Wasjub wastariq. Sujud dekat dengan Allah. Bukankah hukum kedekatam selalu bersanding dengan kemudahan? Kita dekat dengan pimpinan, mudah urusan pekerjaan kita. Kita dekat dengan dosen, mudah memberikan bimbingan kepada kita. Kita dekat dengan Allah, apa yang tidak mudah bagi Allah untuk kitaaaa? Tidak ada yang tidak mudah. 

Sesungguhnya Allah menjadikan apa saja dimuka bumi sebagai perhiasan. Untuk menguji siapa yang paling baik amalannya. Bukan yang paling kaya, bukan yang paling tinggi jabatannya. Bukan… tapi yang baik amalannya. Yang ada di muka bumi semua akan rata. Akan jadi debu yang berterbangan. Kemudian kita masih tergoda? Untuk mengumpulkan kekayaan di dunia ini. Berlomba-lomba bersaing untuk meraih jabatan dan kedudukan, lupaa dengan tujuan hidup kita. Alasan kita diciptakan. Mengapa kita harus ada. Hanya ada satu jawaban yaitu untuk menyembah/beribadah kepada Allah.

Jangan sampai kita kerja totalitas ibadah malas. Ingat… Mungkar dan Nakir tidak bisa disuap. Jadikanlah kerja hanya untuk menunggu waktu shalat.
Jadi ketika adzan sudah dikumamdangkn… kita Menahan diri dari aktivitas pekerjaan baik fisik maupun pikiran, menahan diri kita dari segala keinginan, sejenak melupakan segala urusan duniawi. Shalat menjadi penyejuk hati & kenikmatan jiwa bagi seorang muslim di dunia. Seolah-olah kita senantiasa berada di dalam penjara dan kesempitan karena tuntutan duniawi, sampai akhirnya masuk ke dalam shalat, baru bisa beristirahat dari beban dunia dengan shalat. Meninggalkan dunia dan kesenangannya di depan pintu masjid, meninggalkan di sana harta dunia dan kesibukannya. Masuk masjid dengan hati yang penuh rasa takut karena mengagungkan Allah. Gunakan sisa umur kita untuk menjemput ridha Allah dan Insyaa Allah kita akan menjadi orang-orang yang menang yaitu orang-orang yang termasuk dalam golongan ashabul yamin atau golongan kanan. Wallahu ‘alam bishowwab. Saya rasa sampai disini dulu. Semoga apa yang telah sampaikan bermanfaat. Yg baiknya dtg dari Allah. Wabillahi taufik wal hidayah.

Wassalamu’alaikum warahmatullah.. 

RAHASIA KHUSYUK DALAM SHALAT

Kisah Teladan Islami:

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk. 
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya : “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?” 

Hatim berkata : “Apabila masuk waktu solat aku berwudhu’ zahir dan batin.” 

Isam bertanya, “Bagaimana wudhu’ zahir dan batin itu?” 

Hatim berkata, “Wudhu’ zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu’ dengan air. Sementara wudhu’ batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :

-bertaubat 

-menyesali dosa yang dilakukan 

-tidak tergila-gila pada dunia

-tidak mencari/mengharap pujian orang (riya’)

-tinggalkan sifat berbangga (ujub)

-tinggalkan sifat khianat dan menipu

-meninggalkan sifat dengki

Seterusnya Hatim berkata, “Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Sirratul Mustaqim’ dan aku menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. 

Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku’ dan sujud dengan tawadhu’, aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun.” 

Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

MENYESAL

Aku menghela napas panjang…. kelalaian ini harus kutelan mentah-mentah….. hari ini kumulai dengan penyesalan yang karenanyalah aku dihantui kegelisahan hingga detik ini… aku bahkan tidak mampu membalas senyuman yang dilemparkan oleh teman-teman kepadaku… berat… 
Ya ampun…. sesuai sabda nabi, aku rasa hari ini aku bukan hanya termasuk pada orang-orang yang MERUGI, karena aku masih sama dengan kemarin, ya..aku tergolong orang-orang yang CELAKA karena lebih buruk dari kemarin…. harus kuakui betapa beratnya menjadi orang yang tergolong dalam orang-orang yang BERUNTUNG (lebih baik dari kemarin). Hari ini aku bahkan bukan jalan ditempat, namun aku berjalan mundur. “CELAKA”, kata itu mengganggu hati dan pikiranku. Sejak mimpi anehku malam itu, aku menjadi sangat takut lalai menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim.  

Aku selalu berusaha agar tidak boleh sama dengan orang-orang yang ketika suara adzan sudah memanggil kita untuk menunaikan kewajiban, mereka masih asyik menikmati kesibukan mereka, yaaa ampuun… hari ini… hari ini akhirnya aku sama dengan mereka, padahal aku sudah berusaha tidak boleh sama seperti mereka agar Allah bisa membedakan aku dengan mereka. 

“Mengapa hari ini lalai?” Ya ampun aku mempertanyakan hal yang memang aku sudah tahu jawabannya, ya iyalah pasti karena aku malas, mengapa malas? Ya jelas ikut setanlah apalagi… aku mengabaikan dentuman yang terdengar samar dari masjid itu karena aku masih ingin tenggelan dalam dunia mimpi yang indah, selimut jelmaan setan itu kutarik dan hangatnya membuatku lupa akan akhirat, setan berbisik “hari ini absen dulu gpp, kan besok bisa, tidur saja, kamukan jarang tidur, jadi sekarang nikmatilah”, bisikan setan membuatku lupa akan neraka yang berada didepan mata “isssh… memang susah menjadi orang beruntung bagi orang yang beriman tipis nan lemah kayak aku ini”, bisikan demi bisikan setan aku turuti dan akhirnya waktu Shubuh pun aku lewati. 

Aku pikir setan berhenti menggodaku sampai disitu, ternyata aku salah. Waktu menunjukan jam delapan, aku bangun dari tidurku, ” aaa…apaaa?? Jjj-jam 8? Tadi shubuh?” aku baru menyadari bahwa betapa lemahnya imanku, menuruti nafsu hingga menjadi orang yang celaka, aku kemudian menyesalinya “apa? Menyesali? Alaaaah… munafiik, menyesali hal yang sama setiap hari? Apaan…” aku berbicara pada diriku sendiri… 

“Ya udah, karena tadi udah lalai shalat shubuh, maka sekarang aku tidak boleh lalai shalat Duhaa” bisikku dalam hati. Aku memijakan kaki telanjangku kelantai “uh… dingin, apalagi musim hujan gini” dinginnya lantai bagai es batu. Aku tidak peduli dengan dingin itu, aku bergegas untuk mandi. Kusentuh air “brrrr”, aku rasa bagai kram dari ujung kaki hingga ke ujung rambut “ya ampuuun, dinginnyaa” kataku dalam hati. Kemudian setan jagoan itu datang lagi “udah, kan dingin nanti saja shalatnya kalo cuacanya udah cerah, mending kamu tidur aja sana, cuaca gini emang sangat cocok untuk tidur” saran setan sialan itu, eh maksudku bukan setan tapi aku yang sialan mau dengerin dia. Beberapa menit aku dilema “sholat jangan sholat jangan sholat jangan” dan lagi-lagi menuju nerakalah yang aku pilih karena berwudhu saja aku tak mau, aku tidak mau menyentuh  dinginnya air yang mencekam itu, ujung-ujungnya, aku lalai lagi. “Astaghfirullah… aku lebih takut akan dingin daripada takut pada Tuhanku yang maha adil dan bijaksana. Kalau aku tidak sholat pagi karena dinginnua air dipagi hari aku hindari, maka selama musim hujan ini aku akan alpa sholat “tidaaaaaaak, Aduuh susahnyaaaa” teriakku dalam hati. Tidak apa dilupakan semua orang dibumi ini, tapi aku tidak mau dilupakan Allah, tidak apa dibenci oleh seluruh makhluk didunia ini, tapi aku takut dan tidak mau dibenci Allah. Aku takut, apa yang harus kujawab ketika aku ditanya dikemudian hari?

“Apa kau menuanikan kewajiban yang telah diperintahkan tuhanmu kepadamu?” 

“Iyaa, tapi aku pernah lalai karena takut dingin, hmm tapi aku menyesal”

“Sia-sia saja penyesalanmu, kau terlambat” aku membayangkan sedang bercakap-cakap dengan malaikat dialam kubur, bodoh amat, pikiran apa ini. 

Begitu hitamkah hatiku berlumut noda tebal sehingga sulit ditembus cahaya? Dalam kesendirian, mutiara bening menetes bersusulan “lagi-lagi air mata buaya ini mengalir, sudahlah air mata, berhentilah, untuk apa aku menangisi hal yang sama berkali-berkali namun aku tetap sama dan tidak berubah?”

Aku tidak mau membuang-buang air mata, toh ujung-ujungnya aku tetap melakukan kesalahan yang sama “alaaah… munafik sekali aku ini”.

Aku rasa ini sebuah perjuangan, tidak ada kata terlambat bagi orang yang benar-benar berusaha dan serius, waktuku tidak banyak lagi, dan aku tidak boleh menyia-nyiakan waktuku yang singkat ini, tidur bangun tidur bangun gak terasa aku udah dijemput Izroil sang malaikat maut untuk  menghadap Allah dan mempertanggung jawabkan amal baik burukku. 

Ingin menjadi orang yang sukses itu tidak mudah, sukses didunia aja susah apalagi sukses diakhirat kelak, ya iyalah pasti banyak rintangan, halangan, dan cobaan menyerbu, dan jika aku tidak Istiqomah dan perpegangan erat pada iman, aku akan tergenlincir kedalam jurang kenistaan yang didasari laut kehinaan. Iblis adalah musuhku walau aku tahu aku bisa menang darinya jikalau imanku tebal nan kuat, dan kalau bukan aku yang menguatkan imanku, trus siapa? Aku hanya harus bersabar dan pertolongan Dzat yang menciptakanku. Aku tahu ini tidak mudah, namun jika aku menyayangi diriku dan keluargaku maka aku harus melalukannya, terlebih lagi ini wajib, “Fardu ‘Ain”. Aku tak sanggup membilangkan berapa dosa yang sudah kucetak, lalu jika bukan sekarang aku memperbaikinya, trus kapan? Ketika maut datang merenggut nyawa? Aku sadar aku tidak punya banyak waktu di dunia yang Fana alias sementara ini. Harus kupersiapkan waktuku ini demi kebaikanku nanti dialam kekal sana. Dan musuh terhebatku saat ini adalah malas, yaa.. malas sifat setan itu, karena kelak, Allah tidak bertanya kita bertitle S1, S2, S2 atau apapun itu, tapi amal kitalah yang ditanya.

“I know it is not easy but I have to fight, I know I can, I have my faith and I can grow it up”

“Ketika kita mencintai Allag dan RasulNya, kita akan sangat mencintai Ibadah. Kita akan melakukan apapun agar bisa meraih cinta Allah”.

Dulu, meninggalkan shalat, aku biasa-biasa aja. Tapi sekarang, aku nyesel dan gak bahagia kalo ninggalin kewajiban. Alhamdulillah…

Apakah orang lain juga merasa nyesel ninggalin shalat? Kalo nggak, semoga Allah tidak membiarkan aku menjadi seperti mereka. Aamiin.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu diberikan hidayah dan taufik serta rahmat oleh Allah sang Rsabbuna. Aamiin.