Kumpulan Pesan Islami

Bissmilahhirohhmanni’rohhim..

Assalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh..

💖

ANDAI AKU TIDAK MENIKAH DENGANNYA

Membaca ulang buku “Andai Aku Tidak Menikah Dengannya” oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A –Hafizhahullaah– sungguh merasa bahwa tiada agama yang lebih baik dalam memuliakan wanita selain islam. Baik kepada seorang istri, ibu, anak, maupun saudara kandung. Masya Allah..

Wanita… bukan hanya sebagai “keset” atau alas kaki bagi kaum pria, yang diciptakan hanya untuk direndahkan lawan jenisnya seperti kehidupan di masa jahiliyah. Mereka memiliki hak-hak yang wajib dipenuhi oleh kaum pria, yang seimbang dengan kewajibannya secara patut. Ketika hak-haknya tidak diberikan, maka mereka akan mencarinya di tempat lain.

Mereka memiliki peran dan kedudukan penting sebagai seorang ibu, sekaligus sekolah pertama bagi anak-anak suaminya. Bahkan salah satu bentuk tarbiyatul ‘abna (pendidikan anak) sebelum sang anak dilahirkan, adalah dengan memilihkan calon ibu yang baik baginya kelak.

Wanita… ingin didengarkan curahan hatinya, ingin dihargai pendapatnya. Ia ingin diperhatikan, ingin dipuji sesederhana apapun penampilannya. Siapakah yang paling berhak mendengar kata-kata mesra dan pujian dari bibir seorang suami, melainkan istrinya? Siapakah yang paling berhak untuk menikmati akhlak terpuji, sikap santun dan perilaku romantis seorang suami melainkan istrinya?

Jika sepasang kekasih yang belum dihalalkan dalam ikatan pernikahan saja bisa mengumbar kata-kata cinta (padahal hukumnya terlarang), apalagi sepasang kekasih yang telah menyatu dalam sebuah ikatan suci berupa pernikahan? Yang setiap perbuatan baik dan kata-kata indah kepada pasangannya, bernilai ibadah..

Wanita… diperlukan kesabaran dalam menghadapinya, memahaminya, mencintainya. Mereka adalah yang paling berhak untuk mendapatkan wajah manis dan senyuman suaminya. Mereka adalah yang paling berhak untuk mendapati suaminya dalam sebaik-baik penampilan. Karena sesungguhnya setiap istri suka melihat suaminya berdandan untuknya, seperti juga seorang suami suka istrinya berdandan untuk menyenangkan hatinya.

Tidak ada yang lebih mengenal seorang laki-laki, kecuali istrinya. Karena seseorang tidak bisa menyembunyikan karakter aslinya dari pasangannya. Ia bisa berpura-pura, memalsukan dirinya yang sebenarnya di depan kawan-kawan dan kenalannya, tapi di rumahnya, tidak. Sampai-sampai ketika ada yang ingin mengenal pribadi seseorang, dikatakan kepadanya, “Tanyalah perihal dirinya, kepada istrinya..”

Wanita… mereka bukan boneka yang tidak punya ruh. Mereka bukan terbuat dari batu yang tidak punya hati dan perasaan, sebaliknya mereka begitu perasa. They are soo complicated. Sukar ditebak. Perasaannya mudah berubah-ubah. Terkadang mereka begitu tegar, di lain waktu mereka dapat menjadi begitu rapuh, mudah sekali hancur.

Wanita… layaknya gelas-gelas kaca. Indah dan bening, sekaligus rapuh. Butuh kehati-hatian dalam merawatnya. Sekali ia pecah, maka akan sulit untuk menyatukannya kembali. Bahkan terkadang pecahannya itu bisa melukai, menyakiti orang-orang di sekitarnya.

Maka berlemah lembutlah wahai pria, kepada para wanitamu.. Terutama kepada istrimu di rumah yang senantiasa setia mendampingimu mengayuh biduk rumah tangga. Baik di arus tenang maupun kencang dalam kehidupan. Karena mereka menikah denganmu, untuk mendapatkan sakinah dalam hidupnya. Karena mereka adalah pelengkap sebelah sisimu, pecahan dan bagian dari dirimu.

Karena mereka adalah kekasihmu..

Dikisahkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah dalam suatu perjalanan, sementara seorang hamba sahayanya bernama Anjasyah mengawal para wanita. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun bersabda kepada Anjasyah:

رُوَيْدَكَ يَا أَنْجَشَةُ سَوْقَكَ بِالْقَوَارِيرِ

“Pelan-pelanlah wahai Anjasyah, karena kamu tengah mengawal sesuatu yang mudah pecah.” (HR. Bukhari)

Abu Qilabah mengatakan; maksudnya adalah (mengawal) para wanita.”

Demikianlah perhatian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan perintahnya untuk memperlakukan wanita dengan lemah lembut.

💖

📖🖤 KETIKA AL-QURAN TAK LAGI MEMBERI PENGARUH BAGI HATI

🎓 Al-Alamaah asy – Syaikh Muhammad bin Sholih al- ‘Utsaimin rohimahullah berkata dalam kitabnya:

إذا رأيت قلبك لا يتأثر بالقرآن، فاتهم نفسك

🖤 Jika engkau melihat hatimu tidak lagi berpengaruh dengan Al-Qur’an maka curigailah dirimu sendiri.

لأن الله أخبر أن هذا القرآن لو نزل على جبل لتصدع،

📖🌋 Karena Allah telah mengabarkan bahwa seandainya Al-Quran ini diturunkan ke sebuah gunung maka gunung tersebut akan retak/terbelah.

وقلبك يتلى عليه القرآن ولا يتأثر.

📖🖤❓ Sedangkan hatimu dibacakan padanya Al-Qur’an namun tidak berpengaruh/membekas.

📚 (Syarh ‘Aqidah Al-Washithiyyah hal.364 cet. Daar Ibnu Jauzy – Cairo 2004 / 1425 H)

👥 Saudaraku…

🔲 Pernahkah engkau melihat batu yang bolong/berlubang di tengahnya atau di sisinya dikarenakan adanya tetesan air di atasnya ?

💦◼ Dan kita tahu, bahwa batu itu tidak akan bolong/berlubang dengan hanya satu atau dua tetesan air…
Namun lamanya air itu menetes ke batu terus menerus hingga batu tersebut menjadi bolong…

👤💙 Begitu pula orang yang beriman hatinya tidak sekeras batu, hatinya lunak. Berbeda dengan orang kafir yang kufur kepada kitab al-Qur’an, hatinya sangat keras sekeras batu.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Alloh hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Robb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Alloh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar : 22)

✔ Oleh karenanya, wahai saudaraku, imani al-Qur’an dan bacalah Al-Qur’an setiap hari, jangan dibaca seminggu sekali apalagi sebulan sekali…

📖 Bacalah dengan tartil…
Bacalah dengan hati yang senang…
Bacalah dalam kondisi yang tenang dan bacalah artinya di setiap engkau selsai membaca satu ayat…

🔄📖 lalu ulangi lagi,baca lagi dan lihat artinya…
Baca lagi,lihat artinya lagi… begitu seterusnya… maka hatimu akan lunak dengan cahaya al-Qur’an

📖💧ingat,al-Qur’an lebih dahsyat dari pada air yang menetes di batu,Air bisa melubangi batu,namu al-Qur’an bisa membelah/menghancurkan gunung.. Karena dahsyatnya al-Qur’an

💖

Ketulusan

Kita mungkin tidak seperti pasangan lain yang bisa bebas bertemu kapan saja, tapi aku tau lewat doa, aku bisa memelukmu kapan saja

Aku menghapus air mata, menguatkan diri, dan melakukan segala hal sendiri demi berjuang bersamamu menuju janah nya Allah Swt..

Allah memang mentakdirkan kita untuk saling berjauhan, tetapi aku yakin Allah memiliki rencana besar dibalik itu semua..

Orang-orang bilang aku bodoh, karena aku masih bertahan. Mereka hanya tidak tahu karena inilah ketulusan…

Aku tidak akan melepasnya, itu keyakinanku saat ini. Sebisa mungkin aku akan mempertahankannya, walaupun dengan jarak yang seperti ini…

Dan ku percaya tdk sedikit pun terlintas dalam diri dan hati kita untuk berpaling atau pun berkhianat..

Setiap kali aku merasa kita jauh, aku melihat hatiku dan melihat kamu disana. Aku tahu kita tak pernah berjarak sedikitpun..

Bagiku jarak tak akan pernah melemahkan. Jarak menjadikan mata lebih terbuka. Melihat seberapa kuat perasaan yang kita miliki bersama…

Tak akan pernah aku menyerah hanya karena jarak ataupun keadaan karena bagiku berjuang demi kamu adalah pilihanku…
Semoga Allah Swt meridhoi..

Aamiin yaa robbal alamin..

Gilar Rizky Ramadhan
Bandung 23-06-2020..

💖

IKHWAN KEREN YANG SESUNGGUHNYA ITU

1. Meski dengan tampang yang pas-pasan, ia tetap jadi rebutan karena akhlaknya yang menawan.

2. Subuhnya tak pernah kesiangan, selalu di masjid tak ketinggalan, dan posisinya pun selalu di shaf terdepan.

3. Saat ada wanita yang mengajak berkenalan, ia selalu mendekapkan tangan. Semata-mata untuk menjaga kesucian.

4. Meski kemana-mana selalu sendirian, ia tak pernah merasa kesepian apalagi sampai menghalalkan pacaran.

5. Dengan sendal jepit murahan, jenggot tipis yang berlambaian. Celana gantung kayak kebanjiran, ia berjalan bak pangeran.

6. Lucunya kalo sama akwat berpapasan langsung acuh tak acuh kayak musuhan, sampe gak liat di depan ada selokan

7. Tak lupa silaturahmi ke rumah teman. Saling menasehati dalam kebenaran dan juga kesabaran agar tak ada kerugian.

8. Menjaga kesucian dengan pernikahan dan menjaga pernikahan dengan kesucian, karena di hatinya terselip iman

9. Pulang shalat ia sempatin tadarusan, mengaji dan tadaburi ayat-ayat Al-Qur’an. Kadang juga perbaiki hafalan.

10. Matanya gak pernah jelalatan. Apalagi pada aurat yang bergentayangan, karena takut tergoda nafsu syetan.

11. Tiap hari kerja nyari dana tambahan untuk ditabung dalam celengan. Hitung-hitung buat persiapan walimahan # uhuk

12. Meski tak seperti Yusuf yang tampan atau berharta seperti Sulaiman, ia tetap jadi idaman dan dinanti malaikat Ridwan.

13. Jadikan Allah sebagai tumpuan, Rasulullah sebagai tauladan, Al-Qur’an sebagai pedoman dan surga sebagai tujuan.

14. Buat akhwat yang sedang menanti pasangan, mencarinya butuh kesabaran karena sang # IkhwanKeren kini sulit didapatkan..

Masih adakah ikhwan seperti ini.
Jaman sekarang??

💖

🍁 *kalam mutiara* 🍁

Andai hidayah itu seperti buah yang bisa kubeli, maka akan kubeli berkeranjang keranjang untuk aku bagikan kepada orang orang yang aku cintai.

(Imam Syafi’i)

🌹 *Semoga bermanfaat*

💖

🍂RENUNGAN 🍂

*Saudaraku,*

🌾Ketahuilah bahwa diantara cinta dan ambisi, ada ajal yang menanti. 💧

Diantara syahwat ada jasad yang kan sekarat.

Diantara anggunnya pakaian tubuh, ada kafan yang lusuh.

Diantara canda yang menggembirakan, ada tangis dan penyesalan.

Dan, diantara indah kemilau dunia, ada surga yang maha mempesona.

Sungguh, kematian itu begitu dekat. Tiada yang pernah tahu kapan ajal akan menghampiri kita,

Karena ajal datang bukan berdasarkan nomor urut, bukan pula berdasarkan lamanya seseorang hidup di dunia,

Karena ajal bukan mendatangi orang tua, orang sakit dan lain sebagainya , tetapi ajal akan selalu mendatangi siapa saja yang sudah habis jatahnya untuk hidup di dunia.

Orang-orang yang memiliki *“bekal”* yang cukup tidak pernah takut mati, karena mereka yakin hanya lewat kematianlah mereka akan berjumpa dengan kekasihnya. *Akan berjumpa dengan Allah.*

Sayangnya *“bekal”* yang kita miliki jauh dari kata cukup.

Berkatalah Seseorang: *“Wahai anakku, sesungguhnya manusia itu terbagi menjadi tiga bagian, yaitu sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk dirinya, dan sepertiga lagi untuk ulat.”*

*Bagian untuk Allah adalah Ruhnya, bagian untuk dirinya adalah Amalnya, bagian untuk ulat adalah Tubuhnya.”*

Sekarang tanyakan pada diri kita masing-masing, bagian manakah yang kiranya hari demi hari mendapatkan porsi paling besar dari kita ?

Apa bagian untuk Allah , atau bagian untuk ulat…???

*_“ Ya Allah, panjang angan-angan telah memperdayakanku, cinta dunia menghancurkanku, syetan menyesatkanku, nafsu menyuruhku berbuat keburukan, ia menghalangiku dari yang hak, teman yang buruk mendorong berbuat dosa.”_*

*_”Wahai Tuhanku, tolonglah aku, wahai Dzat Yang Maha Penolong. Jika Engkau tidak menyayangiku, maka siapakah yang dapat menyayangiku selain Engkau.”_*

Pencerahan :

*“Ya Allah, malam tidak terasa indah kecuali dgn menyebut nama-Mu, siang tidak terasa indah kecuali dgn mentaati-Mu”*
*Ampuni aku ya Allah*
*Semoga apa yang kita kerjakan

📝umi Kalsum Agustin

💖

NASEHAT UNTUK MUSLIMAH YANG BELUM MENIKAH

Oleh : Nasrudin Joha

Nduk, hidup itu memang sebuah siklus. Ada fase kehidupan yang belum tentu datang, tapi pasti pergi. Sejak lahir, tak semua bertumbuh menjadi remaja dan dewasa. Bagi yang remaja dan dewasa, pasti akan menua hingga menjadi renta.

Ada yang lahir, tak sempat dewasa karena ajal telah menjemput. Ada yang dewasa, sempat tua, dan akhirnya ajal pun datang menjemput.

Begitu juga dalam urusan rumah tangga. Ada yang tak sempat merengkuhnya, ada juga yang mengukir mahligai dengan kepastian juga akan dipisahkan. Ajal, adalah batasan dari fase kehidupan semu menuju kehidupan abadi.

Nduk, Denok cah ayu yang shalihah. Rasulullah SAW telah mengabarkan, bahwa hidup kita hanya untuk menghamba, beribadah kepada-Nya. Adakalanya ibadah itu sampai pada fase tertentu, ada kalanya ibadah itu berhenti pada fase tertentu. Dan kematian, adalah fase akhir dalam peribadatan kita kepada sang Khalik.

Iya, ada amalan yang tetap abadi, meski jiwa kita telah mati, raga kita telah berkalang tanah. Itulah amal jariyah.

Dan jodoh, adalah salah satu yang menjadi wasilah untuk mendapatkan pahala jariyah, atas amanah anak anak yang sholeh dan sholehah. Bapak tahu itu, ibu tahu itu, engkau pun tahu, memang kami berharap itu segera berlaku untukmu, sebagaimana engkau juga mendamba akan mahligai rumah tangga.

Nduk, setiap kita mampu berikhtiar, tapi tak satupun dari kita mampu menulis takdir. Berhusnudz dzan lah kepada Allah SWT, karena Dia telah berkenan menulis takdir menciptakan kita, sehingga kita bisa mengabdi dan beribadah kepada-Nya.

Jodoh itu bukan soal cepat atau terlambat, bukan soal sekarang atau nanti, jodoh itu soal ketetapan yang telah ditulis di Lauhul Mahfudz, sementara manusia hanya diminta menjalani. Tidak ada yang terlambat menikah, karena itulah ketetapan jodohnya. Tidak ada pula terlalu dini menikah, karena semua sudah pula ditetapkan.

Nduk cah ayu, wanita sholehah yang semoga Rahmat Allah SWT selalu menaungimu. Jika engkau inginkan jodoh lelaki sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Sebab, lelaki yang sholeh juga hanya mencari istri wanita sholehah.

Jika engkau berazam ingin mengunggah ketaatan pada suamimu kelak, taatilah perintah Tuhan-Mu. Karena seikhlas taat mu pada Rabb mu, kelak itu akan membimbingmu menjadi istri yang mampu taat pada suami.

Jika engkau mendamba ingin menjadi ibu dan pengurus rumah tangga, penuhilah dirimu dengan lautan ilmu. Karena anak yang sholeh dan sholehah, tak akan pernah lahir dari rahim yang jahil lagi papa akan asuhan ilmu.

Jika engkau ingin memuliakan diri dengan rumah tangga, muliakanlah akhlak mu dengan ketaatan yang paripurna. Kerjakan, semua perintah-Nya. Tinggalkan, semua larangan-Nya.

Jodoh itu akan mendatangimu, dari arah yang tidak disangka. Sibukan dirimu dengan taqwa, hiasi tiaramu dengan akhlak mulia, biarkan Allah SWT menunaikan apa yang telah menjadi janji-Nya.

Nduk, ingatlah. Kehidupan yang sesungguhnya itu di surga. Maka berbekalah untuk kesana. Tak ada kebahagiaan yang bisa menyamai indahnya surga.

Nduk, jadilah anak sholehah. Bantu kami, ayah dan ibumu memiliki mu sebagai perbendaharaan pahala jariyah. Kami, menyayangi dan mengasihimu karena Allah. [].

💖

Bissmillahirrohmanirrohim…
Assalamualaikum
warahmatullahi. wabarakatu

Aku berjalan dengan kaki pemberianMu.
Aku bernafas dengan hidung pemberianMu.
Aku melihat dengan mata pemberianMu.
Aku berbicara dengan mulut pemberianMu.
Aku memegang dengan tangan pemberianMu.
Aku hidup dengan raga yang Engkau amanahkan padaku.
Aku hidup dengan oksigen bumiMu.
Aku hidup dengan rizeki pemberianMu.
Aku hidup dengan keluarga pemberianMu.

Namun hingga detik ini aku belum mampu menjadi hamba terbaik untukMu 😥 .

fabiayyi aala irobbikuma tukadziban? . dunia utama kukejar. sedang perintahMu sering ku abaikan. maaf dan ampunilah aku ya Rabb 😢 tunjukkan aku jalan keridhoanMu :’..

اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى آله سيدنا محمد

💖

Meski tidak Mudah, kita upayakan.

Bismillahirohmanirohim

قواعد الساعدة السبع لأمير المؤمنين علي بن ابي طالب كرم الله وجهه ،

Tujuh Perinsip kebahagiaan menurut Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Tholib :

١. لاتكره أحدا مهما اخطأ في حقك ،

Jangan pernah membenci siapapun meski mendzolimi hakmu

٢. لاتقلق أبدا مهما بلغت الهموم ،
Jangan panik meski deritamu memuncak

٣. عش في بساطة مهما علا شأنك ،

Hiduplah sederhana meski statusmu/pengkatmu tinggi

٤. توقع خيرا مهما كثر البلاء ،
Berharaplah kebaikan meski ujianmu bertubi²

٥. أعط كثيرا ولو حرمت ،

Berikan sebanyak yg kau punya meski kau sedang kesulitan

٦. إبتسم ولو القلب يقطر دما ،

Senyumlah meski hatimu mengucurkan darah (karna terluka)

٧. لاتقطع دعاءك لأخيك المسلم بظهر الغيب ،

Jangan hentikan doamu untuk saudaramu yg muslim dibelakangnya

Motovasi Hijrah Terbaik 2

🌿 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakhatuh…

🍃 Bismillaahir Rahmaanir Rahim…

🍂Bagi mu, tidak ada tempat bercerita yang paling nyaman kecuali di atas sajadah, menghadap kiblat kau mengangkat kedua tangan mu seraya berkata “Ya Allah, Aku…”

🍂Kemudian kau menceritakan semua yang kau rasa, meski kau tahu Allah maha tahu, namun kau tetap ingin selalu mengadu dan kau selalu ingin memastikan bahwa Allah mendengar doa-doa mu…

🍂Tentang pertemuan yang menguatkan, perpisahan yang meniadakan, kebahagiaan yang menyejukkan, serta kesedihan yang menyungkurkan…

🍂Semua kau ceritakan secara rinci dihadapan Tuhan pemilik alam semesta ini…

🍂Usai bercerita kau tutup dengan kalimat ini “Ya Allah lindungilah aku kemanapun takdir membawa ku melangkah, lindungi aku kemanapun hati ini singgah, sebab hanya Engkau (satu-satunya tempat dimana aku akan pulang).”

#jalani,nikmati,syukuri📖
#ilaliqa

💖

“TANDA-TANDA HATI YG MATI”

-Berani meninggalkn sholat.
-Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukn dosa besar.
-Tidk tersetuh hatinya bahkan menjauhi ayat2 Alquran.
-Terus menurus buat maksiat.
-Sibuknya mengumpat, fitnah dan buruk sangka.
-Sangat benci nasehat baik dan para ulama.
-Tidak ada rasa takut akn peringatan kematian, keburukn dan Akhirat.
-Gilanya pada dunia tanpa peduli dosa.
-Senang melihat org susah dn menderita.

NAUZUBILLAH.
SEMOGA Allah Jauhkn..

💖

🔆TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN🔆

🎓 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

“Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma’shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma’shum selain beliau.”

Allah tidak menyukai
Perkataan yang Menyakitkan
Hati orang lain…
(QR. An-nisa,4:148)

💖

Renungan_hati.

Tidak usah mengeluh bila di masa lalu Allah hadapkan kamu pada hubungan cinta yang tidak menyenangkan, menyakitkan, dan bahkan perihnya masih sering kamu rasakan sampai detik ini juga.

Karena seburuk-buruknya kejadian yang Allah putuskan, tetap saja bersamanya menyimpan kebaikan yang luar biasa, dan bahkan kamu pun tidak akan menduganya nanti setelah nampak kebaikan tersebut.

Jadi tenanglah wahai hati, jika dulu kamu pernah salah dalam mencintai, maka pasti akan ada saatnya Allah akan mempertemukanmu dengan dia yang baik hatinya, yang baik agamanya, sehingga dia mampu berkomitmen dan bertanggung jawab.

Jika benar sebelumnya kamu pernah tertipu oleh lidah jahilnya lelaki yang tidak memiliki tanggung jawab, semoga nanti Allah benar-benar mempertemukanmu dengan dia yang mampu setia kepada-Nya dan setia kepadamu.

Jika sebelumnnya kamu pernah tertipu dengan dia yang ternyata hanya modus, mau main-main, maka semoga nanti kamu akan Allah pertemukanmu dengan dia yang benar-benar baik.

Dan jangan pernah kamu menganggap hal buruk yang kamu alami kemaren sebagai musibah, tapi anggaplah sebagai jalan dari Allah agar kamu bertemu dengan yang baik menurut-Nya nanti.

Lagipula, niat Allah pasti baik memisahkanmu darinya, atau mencipta kisah memilukan diantara kamu dan dirinya, karena pasti ada kebaikan yang akan Allah persembahkan kepadamu nanti.

Karena jalan Allah itu selalu unik, kadang Allah mematahkan hatimu dengan ketetapan buruk-Nya, menghadapkanmu pada kisah yang paling tidak kamu inginkan, tapi pada akhirnya nanti kamu akan sangat dibahagiakan.

Kadang Allah mematahkan hatimu dengan kejadian yang sangat sekali menyiksa batin, tapi pada akhirnya kamu dihadapkan pada kisah mengesankan yang nantinya kamu akan sangat bersyukur.

Maka dari itu, jika di masa kemaren kamu pernah terluka sangat dalam, maka semoga di masa yang akan datang kamu mendapatkan kedamaian cinta yang luar biasa.

Sekarang kembalilah kamu memperbaiki dirimu, karena yang terbaik dan pantas untukmu akan Allah persembahkan kepadamu suatu saat nanti.

Di masa lalu mungkin kamu merasakan sakit yang luar biasa, merasakan kecewa yang sangat, tapi semoga saja masa depanmu nanti mendapatkan kebahagiaan yang tiada tara.

Semoga kamu mendapatkan dia yang benar-benar baik akhlaqnya, baik ilmunya, baik hatinya, dan baik agamanya, karena pasangan dengan ciri-ciri yang demikian insyaAllah akan selalu membuatmu damai bersamanya dalam waktu yang lama.

🌸

*_Kisah Air yang Rasanya Pahit_*

Ada seorang tua yang bijak didatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi masalah.

Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan masalahnya.

Pak tua yang bijak hanya mendengar dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.

Ditaburkanlah serbuk pahit ke dalam segelas air tersebut dan diaduk perlahan.

“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya!”Ujar pak tua.Diminumlah air itu oleh pemuda,”Pahit sekali,”Ujar pemuda.

Pak tua tersenyum, kemudian mengajak pemuda ke tepi danau di belakang rumahnya.

Sesampainya di tepi danau,pak tua menaburkan serbuk pahit itu ke danau kemudian mengaduknya dengan kayu.

“Coba ambil air dari danau itu dan minumlah!”Perintah pak tua.

Saat si pemuda meneguk air itu,pak tua bertanya lagi,”Bagaimana rasanya?”.

“Segar…”Sahut si pemuda.

“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?”tanya pak tua.

“Tidak. …”Sahut si pemuda.

Pak tua tertawa sambil berkata,”dengarkan anak muda,pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini.Tak lebih tak kurang,jumlah dan rasa pahitnya pun sama.Tapi ingat,kepahitan yang kita rasakan tergantung wadah yang kita miliki.Jadi saat kita merasakan kepahitan hidup ,satu yang dapat kita lakukan, yaitu luaskan dan perbesar kapasitas hatimu untuk menampung kepahitan itu. Jangan jadikan hati kita seperti gelas, tapi jadikan hati kita seperti danau yang mampu menampung kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran.”

NB:Jika kita memiliki masalah atau mengalami kegagalan maka lapangkanlah hati kita(sabar)dalam menerimanya, dengan sabar semuanya tidak akan menjadi beban melainkan menjadi hal yang harus diselesaikan dan menjadi pelajaran.

#follow IG 👉 @salmaluthfiyah011👈

🌸

KETIKA SEMUA TAK LAGI SAMA

Ketika hijrah, bukan lagi soal mengganti pakaian
Ketika ia semakin belajar, semakin ia menyadari banyak halal dan haram yang luput dari perhatiannya
Banyak fadhilah ibadah yang membuatnya bersemangat
Juga tentang tujuan hidup yang sebenarnya

Banyak yang berubah, bahkan hilang
Entah itu dari sisi gaya hidup, sampai pekerjaan.

Ketika mulai gelisah menghadapi kehidupan yang tak pernah cukup, masalah yang datang silih berganti, rasanya jangankan untuk hijrah, memikirkan hidup saja sudah sulit.

Muncul tanda tanya, “apa jaminannya jika saya hijrah. Apakah semua akan membaik?”

Sementara kita sudah terbiasa yang serba pasti. Mencicil kendaraan, rumah, karena kebutuhan hidup. Kesehatan, pendidikan dijamin asuransi. Pekerjaan yang menuntut profesionalisme yang seringnya mengesampingkan penjagaan seorang muslimah.

Maka untuk itu, kita butuh kekuatan tambahan. Mintalah terus pertolongan Allah agar dimudahkan, karena sesungguhnya Allah berjanji untuk memberi kemudahan setelah kesulitan. Mengganti yang lebih baik untuk setiap apa yang ditinggalkan karena Allah.

Lalu, carilah teman yang soleha sebanyak banyaknya. Karenanya kita bisa lebih kuat dan yakin untuk melangkah hijrah tanpa takut dan ragu.

Kita jadi bisa istiqomah karena selalu dibantu diingatkan sahabat setiap kali langkah mulai lemah.

Hijrah itu membahagiakan, dan rasa takut itu hanyalah kerikil kecil yang seharusnya tak mengganggu langkah kita.

Teruskan langkah, belajar terus, jangan berhenti sampai nanti, kita kita mampu beristirahat di Surga. Semoga Allah mudahkan langkah kita.

Semoga bermanfaat 🤗

🌷

“`”AKU INGIN HIJRAH, TAPI BINGUNG MULAI DARI MANA”

Banyak yang ingin hijrah tapi tak pernah memulai.
Banyak yang ingin berubah tapi tak pernah melangkah.
Hijrah tanpa tindakan hanya akan menjadi angan.
Perubahan tanpa realisi hanya akan menjadi mimpi.
.
Kak aku ingin hijrah, tapi aku bingung harus mulai dari mana ?, Apa yang harus aku perbaiki dulu ?, penampilanku atau akhlakku ?
.
Luruskan niat semata mata hijrah karena Allah, mulailah dari hal kecil dulu.
Perbaikilah sholatmu, yang dulu gak sholat sekarang sholatlah, yang masih bolong-bolong sholatnya sekarang jadi 5 waktu, yang masih suka terlambat atau nunda-nunda sholat sekarang tepat waktu.
.
Sebab jika sholat sudah baik maka amal-amal yang lain juga akan baik, tidak hanya perilaku pakaian dan lisan, tetapi Allah pun akan memperbaiki hidupmu dan segala urusanmu.
.
Siapapun kita dimasa lalu bukan berarti kita tidak berhak untuk menjadi muslim/muslimah yang baik.
Berhijrahlah, berubahlah..
Mulailah langkah kecilmu dari sekarang, walau sejengkal demi sejengkal, jangan tunggu hari esok, karena kita tak akan pernah tau apa kita masih punya kesempatan di hari esok.
Hijrah yuk, istiqomah kemudian..“`

# Follow IG👉@salmaluthfiyah011👈

KINI RAMADHANKU DIPENGHUJUNG SENJA

Bismillah

🌠 Sahabat….

💫 Tak lama lagi kita akan berpisah dengan bulan Ramadhan..

⛓ Laksana bahtera, perlahan ia mulai mengangkat jangkar dan siap untuk berlayar..

📜 Sebelas bulan lamanya dia akan meninggalkan kita, untuk kemudian berlabuh kembali di hati-hati orang-orang yang beriman pada tahun berikutnya.

🌅 Ibarat sang surya, perlahan ia mulai tenggelam bersama megah merah di ujung ufuk.

🔄 Semua begitu cepat..
Hangatnya dekapan kedatangannya belum juga hilang, kini ia kembali mendekap untuk pergi.

🌴 Tapi yang jelas dia masih di sini. Dia belum berlayar ataupun tenggelam..

Untukmu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan beragam kebaikan, maka sempurnakan amalanmu di sisa waktu yang ada.

Namun bila sebaliknya,
maka perbaikilah amalanmu sebelum ia benar-benar pergi berlalu.

Ingatlah Bahwa amalan itu dinilai pada akhirnya.

✅ Bila engkau kehilangan awal ramadhan, maka jangan sampai engkau kehilangan akhirnya.

✅ Bila engkau lalai pada awalnya, maka kini masanya untuk bersungguh-sungguh.

✍ Suatu kali Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang.

Beliau lantas bertanya padanya : “Berapa umur anda?”.

“Enam puluh tahun”, jawab laki-laki itu.

“Kalau begitu sejak enam puluh tahun yang lalu anda sudah berjalan menuju Allah, dan perjalananmu hampir saja tiba.”

“Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn”, ujar lelaki itu.

“Apakah anda tahu maknanya?” Tanya Fudhail.

Lelaki itu menjawab : “Ya, saya tahu. Saya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya saya akan kembali.”

Fudhail lalu menasehatinya :*

ﻳﺎ ﺃﺧﻲ، ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﺃﻧﻪ ﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪ، ﻭأنه ﺇﻟﻴﻪ ﺭﺍﺟﻊ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻣﻮﻗﻮﻑ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺍﻧﻪ ﻣﺴﺌﻮﻝ، وﻣﻦ ﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ مسئول ﻓﻠﻴﻌﺪ ﻟﻠﺴﺆﺍﻝ ﺟﻮﺍﺑﺎ”

“Wahai saudaraku…

Barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya ia kembali, hendaknya dia juga menyadari bahwa dia akan berdiri di hadapan-Nya dan akan ditanya (oleh-Nya).

Dan barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya akan ditanya maka hendaknya ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.”

Laki-laki itu pun menangis lantas bertanya kepada Fudhail : “Lalu apa yang harus aku perbuat?”

“Mudah”, jawab Fudhail.

“Apa? Semoga Allah merahmatimu.” Tanya laki-laki itu lagi.

Fudhail menjawab :*

ﺗُﺤﺴﻦ ﻓﻴﻤﺎ بقي، ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻚ ﻣﺎﻗﺪ ﻣﻀﻰ ﻭﻣﺎ بقي، ﻓﺈﻧﻚ ﺇﻥ ﺃﺳﺄﺕ ﻓﻴﻤﺎ بقي ﺃُﺧﺬﺕ ﺑﻤﺎ ﻣﻀﻰ ﻭﻣﺎ بقي

“Berbuat baiklah di sisa umurmu, niscaya Allah akan mengampuni apa yang telah lalu dan yang masih tersisa dari umurmu. Namun bila engkau berbuat keburukan pada apa yang masih tersisa niscaya engkau akan dihukum atas apa-apa yang telah lalu dan yang masih tersisa darimu.”

❣ Sekali lagi…. ❣

🌅 Senja belum berlalu…

⛓ Jangkar bahtera juga belum lagi terangkat…

❣ Apa yang kau tunggu…?

Bergegaslah…

⌛ Lepaskanlah kepergian tamu yang mulia ini dengan amalan terbaik, agar imanmu bersemi sepanjang tahun. Hingga ia kembali dan melabuhkan hikmahnya di hatimu pada tahun yang akan datang…

🔥 Sungguh kerugian yang besar bila Ramadhan berlalu dan kita tidak termasuk hamba yang diampuni.

📜 Rasulullaah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

رغم أنف رجل ذكرت عنده فلم يصلّ عليّ , ورغم أنف رجل دخل عليه رمضان ثـمّ انسلخ قبل أن يغفرله , ورغم أنف رجل أدرك عنده أبواه الكبر فلم يدخل الجنّة

“Celakalah seseorang yang bila namaku disebut disisinya namun ia tidak membaca shalawat untukku,

Celakalah seseorang yang menemui bulan Ramadhan kemudian meninggalkannya namun ia belum diampuni.

Dan celakalah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya telah menginjak usia lanjut lalu tidak menyebabkannya masuk surga.” [HR. at-Tirmidzi & Ahmad]

💡Bangkitlah saudaraku….

✍ Selagi masih di ujung senja…….* ✍

[Gorontalo, 23 Ramadhan 1435H. Repost: Makkah 22 Ramadhan 1437 H, ACT El-Gharantaly]

💖

Siapa orng2 cerdas?
Allazina yastami’unal qaula
Mereka mendengar perkataan yang menyeru kepada kebenaran
Fayattabi’unahsanah
Kemudian mereka mengikuti yg terbaik di antaranya
Ulaaikallazinana hada humullah
Merekalah orang2 yg diberi petunjuk oleh Allah
Wa ulaaika hum… Ulul albab
Dan merekalah orang2 yg cerdas.

Ustadz2 kita tidak pernah berkta “saya yg paling benar, yg lain salah”
Lalu knpa kita tidak mau mendengar nasehat dan ceramah dari ustadz yg lain?
Mereka menyeru pada Allah dan Rasulnya, lalu kenapa kita tinggalkan? Fanatik, asobiyah, taqlid buta adalah sesuatu yg Rasulullah benci, kerena menghancurkan umat ini.
Yuk, kembali pada Qur’an wa Sunnah.

💖

Teman-Temann!!..
“Percuma berhijab kalau akhlaknya biadab!”
“Ngapain ngaji kalau mulut masih memaki?”

Berhenti. Menyerah. Apakah itu solusi?
Lalu, untuk apakah Nabi Ayyub bersabar selama bertahun-tahun atas ujian sakitnya?
Lalu untuk apa Bunda Hajar berlari lari dari bukit Shafa Ke Marwah ?
Lalu untuk apa Rasulullah dan Para sahabat tetap keukeuh dakwah di Mekkah selama 13 tahun, meski sering disiksa dan dimaki?

Teman Hijrah….
Surga itu mahal. Butuh perjuangan besar untuk mendapaatkannya
=====================
Buku Pejuang Hijrah open PO ke tigaa guyss 😊.. yakin nggak mau ikutan PO? 1 buku berarti ikut menyumbang ke negeri palestina. Karena 100 % hasil penjualan dari buku akan disumbangkan ke Negeri Syam…

So, jangan lupa di keep bukunyaaa 💖😁

==========

Penerbit = Penerbit Mecca
Penulis = Teman Hijrah ( Dhewy Aneisha, Maya Azni, Nurul Qalbi Anshar, Baiti Rohmaniah, Dwi Fitriani, Ine, Masrurotul Laili, Miftahul Jannah, Naila Shofa, Ratih Ramadhani, Siti Hajar Siregar, Ukh Tini……

💖

Aku: Udah siap?
Dia: Siap, ayo…
Aku: Tunggu, kok mukanya kea toples biskuit gitu, ada apa
Dia: Nggak?
Aku: Beneraaan? sudah makan?
Dia: Aku menolak makan krna bertengkar hebat dgn Ibu. Abis IBU tadiii….
Aku: Ssssttttt…. Berarti ibumu juga blm makan.
Dia: Hah?
Aku: Apa kamu melihat ibumu makan setelah kalian bertengkar?
Dia: Tidak.
Aku: Waktu aku kecil, aku pernah menolak untuk makan sehari penuh karena marah. Ya, aku kesal krna berbeda pendapat dengan IBU. Kita bertengkar. Aku tidak bisa tdur krna lapar. Ternyata, dikamar sebelah, Ibuku juga tidak bisa tidur karena dia tahu aku tidak bisa tidur. Dan ya, sejak aku menolak makan, Ibu juga memilih tidak makan. Ibu tidak bisa tidur bukan karena beliau lapar, tapi krena aku lg lapar. Aku baru tahu hal ITU ktika ayahku memberitahuku dipagi harinya. Aku sadar, aku sangat salah. Sangat mnyesal. Tamparan ibu lebih aku sukai daripada melihat airmatanya. Untuk ibuku, tidak ada kata egois. Maunya akan menjadi mauku juga. Cukuplah kamu hebat berargumen di forum diskusi, tapi jgan didepan ibumu. Tak peduli berapa banyak buku yg kamu kuasai, berapa banyak gurumu, setinggi apa jabatanmu, kamu tidak pantas menggurui ibumu. Adab lebih utama dariada ilmu. Setinggi APA ilmumu, tapi kamu mnyakiti perasaan orang IBU, paling kamu dibilang “anak gada akhlak”. Ketika aku melihat kelakuan teman2ku pada ibunya, aku bahagia dengan diriku sendri. Walaupun aku bodoh, tidak secerdas Dan sehebat mereka, aku bangga tidak seperti mereka yg pandai menyahut IBU, pandai membantah IBU. Bagi mereka membuat IBU terdiam dengan argumen mereka adalah kebanggaan, tapi bagiku ITU malapetaka. Sungguh aku tidak mampu bahkan sngat takut untuk mlakukannya. INI ttg perasaannya yg terllu lmbut. Aku akan ttp mmilih diam walau aku merasa benar. Selama INI aku tidak pernah mendapati IBU melakukan sesuatu atas dasar kmauannya, tapi beliau hanya berfokus pada “kebahagiaanku”. Klw kamu merasa pilihanmu benar Dan labih baik, Dan ibu mu merasa bliau yg paling bnar Dan paling baik, lantas kapan kalian akan berdamai? Krna jika menuruti maumu, peluang besar kamu akan mnyakiti ibumu. Merasa pilihanmu yg terbaik tanpa membutuhkan masukan atau nasehat darinya? Aku tidak tahu APA maslahmu dgn ibumu, yg aku tahu, semua IBU menginginkan yg terbaik untuk anak2nya. Ibumu sangat mnyayangimu, kamu tidak akan menemukan kasih sayang yg setara dgn kasih sayang ibu. Baiklah, sudah cukup bacotku, sekarang Pergi Dan makanlah, aku akan prgi ke suatu tmpat sbntar. SMS aku klo udah slsai mkan, aku akan kmbali. OK.

Aku: Eh, darimana saja? Kok baru nongol?
Dia: Baru abis bertengkar dengan teman2ku.
Aku: Kenapa?
Dia: Mereka bicara omong kosong tentangmu.
Aku: Berteman ITU mudah, tapi mempertahankan teman ITU susah. Kau mengorbankan 4 teman untuk 1 orang?. Kmblilah ksana, mungkin tdi ada kata2mu yg tlh mlukai mereka. Tenth saja ITU bukan harapanku, pun bukan harapan mereka. Dengar! Ini adalah kabar buruk bagiku. Pergilah temui mereka, kapan saja kamu ingin bertemu, ini nomor ponselku. Aku akan selalu ada wktu untukmu tanpa nyakiti siapun. Dan kau bisa brteman dgn siapa saja tanpa mnykiti teman2mu. Aku pernah mengabaikan sahabatku, aku pernah mnyakiti mereka, Dan aku sangat mnyesal. Bahkan untuk memaafkan diriku sendiri aku butuh waktu. Kamu baru mngenalku, belum tentu aku lebih baik Dari mereka. Kalian bertengkar karena mereka bicara omong kosong tentangku Dan kamu membelaku kan? Percayalah, mereka hanya cemburu. Mereka,,, takut kehilanganmu. Menghancurkan hubungan persahabatan yg telah kita bangun selama 5 tahun bisa kita hancurkan hanya dalam 5 detik. Dan untuk memperbaikinya tidak semudah yg kamu bayangkan. Sungguh, aku kesulitan dalam memperbaiki persahabatanku yg sempat aku kacaukan. Dan aku tidak mau kamu mengalami hal yg sama. Aku tidak butuh pembela tapi teman2mu membutuhkanmu. Kamu tidak akan pernah tau bagaimana sakitnya kehilangan teman sampai kamu benar2 telah kehilangan mereka, dan ya, aku tidak mau kamu mngalaminya. OK, Dari tadi aku bacot mulu. Sana temui mereka, aku tunggu kabar baik darimu.

💖

Aku, Ibadah dan Aibku…

Mari sibukan diri dengan amal sholeh dan fokus dengan dosa-dosa yang pernah kita perbuat di dunia ini. Karena, apa yang kita punya dan kerjakan sekarang, sudah cukup membuat kita kerepotan dengan hisab kita nanti…target orang beriman: dapat pahala gak? Kalau enggak, Tinggalin!
“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala urusan yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” – (QS. Qomar: 52-53)

“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk melihat buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” – (QS. Al-Jaatsiyaat: 28).

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” – (QS. Yaasiin: 65)

✍Repost FP Amor As Sunnah

🌿 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakhatuh…

🍀🌿🍀🌿

Kumpulan Motivasi Islami Terbaik

Allah tidak menyukai
Perkataan yang Menyakitkan
Hati orang lain…
(QR. An-nisa,4:148)

💖

Coba temn2 renungkan nih, coba dihitung2, kita kalau ketemu temen, ngomongin dunia berapa sering? Trus ngomongin Allah berapa sering? Coba kita belajar, cari teman yang udah sefrekuensi dulu. Arti sefrekuensi bukan sama2 udah baik. Sama2 udah niat pengen memperbaiki diri. Ajak dia ngobrol tentang Allah, Allah tuh baik banget loh… Kemrin gini gini gini…. Tadi gini gini gini… Allah Allah Allah, Allah aja yang di omongin. Makin sering ITU akan makin nanemin satu believe didalam hati kita. Sehingga nanti kita ada masalah, diketuk rasa iman ITU, cepet baliknya. Kita blg udah gapapa, nanti Allah ganti dengan yg lebih baik. Allah yang ganti gitu. Allah yang ganti. Tenang tuh jadinya. Karena kita sedang mengetuk kembali imannya, disaat dia sedang butuh2nya iman ITU. Berarti kita harus mencari temen yg mau menasehati kita, bicara bareng kita ttg, kebesaran2 Allah. (Ust. Hanan Attaki)

💖

Muhammad al-Fatih lahir di pemerintahan Islamiyah. Kita lahir di pemerintahan demokrasi. Lahir adalah sebuah takdir, kita tidak bisa memilihnya. Namun hidup, adalah pilihan. Kita bisa memilih, mau jadi Muhammad al-Fatih kah yang hafal Qur’an, menguasai 16 bahasa, menjadi komandan perang dan menaklukan konstatinopel di usianya ke 21 taun. Atau Kita memilih menjadi dilan, yg kerjaannya, pacaran geng motoran Dan membuat keributan.. (Hawariyyun)

💖

Selama hidup, selama itulah kita diuji. Allah yg menciptkan hidup INI, lalu Allah mewafatkan kita, sehingga tampak siapa diantara kita yg terbaik amalnya. Yg dinilai adalah sikap kita menghadapi, ujian hidup INI, Dan ujian hidup INI ada dua. Keburukan Dan kebaikan itulah Allah gulirkan gilirkan pada setiap kita.. Nikmat Musibah sehat sakit Susah senang, rasa2x lebih banyak Alhamdulillah ketimbang Innalillah. Malah hebatnya org beriman dalamu musibah pun ia bersyukur. Dan Rasul mengajarkan kita untuk selalu berdoa dalam DOA salaaaam keselamatan “Allahulla Hawwin a’alaina fii sakaratul maut” Yaaa Rabb, Ringankan kami, mudahkan kami, saat2, detik2 menghadap sakaratul maut. (Ust. Arifin)

🙏

A person’s true character transpires when they are mistreated. Being good to someone who is good to you is a form of business. True excellence of character is being good to people despite how they are with you. This is easy to say but difficult to do; hence, the reward is great. Our beloved Messenger of Allāh ﷺ said: ‘A believer will attain by their good behaviour the rank (in paradise) of one who prays during the night and observes fasting during the day’ (Abū Dāwūd).

💖

Minta ampuuun atas APA yg kita lakukan kmreeen. Setelah ITU, minta Allah jangan kembalikan lagi, diri kita yg berdosa ITU jangan minta balikan lg kedalam diri kita. Yg suka boong yg suka suuzon yg suka fitnah org suka nyari2 ksalahan org, suka mnertawakan org, suka ngolok2 org, matanya suka liat2 tak benar suka nonton video tak baik, telinganya suka dengar2 hal yg tak bnar. Mulutnya suka caci maki suka omongkan orang binatang smua kluar. Pisahkan ya Allah hari INI mulai pisahkan. Minta ampun dengan diri kita yg satu lg yg berdosa ITU. Setelah ITU… Surah AlibImraan ayat 8, Rabbana, laa tuzig qulu bana ba’da iz hadaitana.

Jangan condongkan lagi, hati aku ke…. Yg berdosa ITU ya Allah.

🌷

Tertulis di minuman INI, hati sianida, minum wafat. Masih diminum juga nggak, wah kalo diminum juga keterlaluan namanya. INI ada keteranagn di Qur’an, diulang2, luar biasa, wailullil mukazzibin, bohong pasti celaka. Org masih nekat bohong juga? Brti ada yg salah dalam dirinya. Liat kalo tidak percaya silahkan saja. Ada org bohong pasti celaka ITU. Minimal celaka harga dirinya, minimal celaka kehormatannya, minimal celaka rizkinya, ada org misalnya jualan, udah banyak pelanggannya tiba2 menipu. Bohong dia, Begitu bohong kan orang akan crita. INI penipu, INI ga bagus INI jellek misalnya ditinggalkan rizki berkurang kehormatan turun Dan sebagainya, celaka. Dan diakhirat yg paling celaka krna bohong ITU amal baiknya diambil….

💖

INI kabar gembira, siapun bisa, popular. Dengan cara yg sangat, mudah. Kamu bisa Sambil nyetir, mengucapkan subhanall walhamdulillah wa laa ilaaha ilallah Allahu Akbar. Kamu bisa sambil bersih2 rumah, kmu bisa sambil, mngerjakan apapun, Dan kamu bisa, popular saat ITU juga. Jdi ketika kt, popular, dilangit, maka Masyaa Allah, seluruh malaikat, mengucapkan, Allahummagfirlaha,, Ya Allah, ampuni dia. Allahummarhamha, Allah, rahmati, dia. Dan sampai kalo kita difolow sama malaikat, ya apapun yg kita ucapkan, yg kita munajatkan yg kita inginkan maka akan disambungkan langsung kepada Allah Ta’ala.

💖

Coba bandingkan dan Renungkan!!

Kerja berjam jam demi kepingan rupiah,seolah tiada lelah..
Main game online berjam jam demi kesenangan semu, Kita mampu..
Rumpi sana sini bersama sahabat, kita tak pernah merasa berat..

Bandingkan!!

Sujud yang hanya beberapa menit, Waktu seolah terasa menghimpit..
Tilawah yang hanya beberapa lembar,Terkalahkan sibuk dunia yang menghampar..
Menghafal surat cintaNya meski hanya sebaris ayat, Selalu saja ada alasan yang lewat..
Muroja’ah ayat yang tersimpan dalam ingatan,Masih saja berat dilakukan..

Bandingkanlah dengan para Salafus shalih!!

Mereka letakkan dunia hanya di telapak tangan,dan meletakkan akhirat dalam dekapan..
Mereka jadikan Qur’an sebagai kesibukan yang menyibukan, bukan sibuk dunia yang sering melalaikan..
Mereka tukar semua kenikmatan dunia, Demi secuil cinta dari Sang Maha Pencipta..
Lelah.. Keringat..Darah bahkan nyawa, Adalah wujud nyata iman di dada..

Lalu kita??
Hanya dengan amal yang ala kadarnya, kita berharap dapat membeli JannahNya?

Renungan untuk kita semua..

💖

🍁 Terkadang penyakit hati adalah kita terlalu sibuk mengomentari orang lain, melihat orang lain yang memiliki ini itu…

🍁 Tetapi diri kita tak ingin dikomentari dan akibatnya pun enggan bersyukur atas apa yang dimiliki, serta sering menyebarkan aib orang lain…

🍁 Berkata Umar bin Al khaththab radhiyalllahu’anhu;
“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang dan bersiap-siap lah untuk hari besar ditampakkannya amal”
(Tafsir Al_Quran Al’azhim 7:235)

🍁 Karenanya kita harus bermuhasabah pada diri kita, latih diri kita sendiri, hisablah diri kita sendiri dan introspeksi pada hidup kita sendiri…

🍁 Sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk mengusik dan mengomentari hidup orang lain dan lebih banyak menggunakan waktu untuk menghitung kesalahan diri sendiri…

🍁 Sebagai bahan introspeksi, semakin belajar menjadi manusia yang terbaik, terutama dihadapan Allah Azza wa jalla…
Karena engkau tak kan bisa menipu Allah…

🍁 Jika engkau tak ingin dikomentari dan tak ingin orang lain menyebarkan aib mu, maka berhentilah mencari tahu, tutuplah aib-aib saudara mu dan perlakukanlah orang lain dengan apa yang kau suka orang lain perlakukan kepada mu…

🍁 Komentarilah orang lain dengan komentar yang kau suka dikomentarkan kepada mu, katakanlah pada orang lain dengan perkataan yang kau suka orang lain katakan kepada mu…

🍁 Sesederhana itu menuju hati yang tenang…

💖

“Hikmah Berteman Dari Berbagai Karakter Manusia”

*Ada TEMAN yg bersifat keras
Dialah yang sesungguhnya mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas

*Ada TEMAN yang lembut
Dialah yg mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

*Ada TEMAN yg Cuek dan Masa Bodoh..
Dialah sebetulnya yg membuat kita berfikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain

*Ada TEMAN yg tidak bisa dipercaya dan kata katanya sulit di pegang kebenarannya
Sebetulnya Dialah yg membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati,maka kita belajar untuk menjadi orang yg dapat di percaya

*Ada TEMAN yg jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain..
Sebenarnya Dialah orang yg membuat kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada

Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik dalam mendidik kita (Besi menajamkan besi,Orang menajamkan Orang lain)

Tanpa orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman dan tidak akan berkembang

Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita

Karena Allah tidak pernah keliru dalam mempertemukan kita dg siapapun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya..

Karena kareakter orang seperti di atas tadi secara tidak langsung selain melatih kesabaran (potensi diri) kita, juga membuat kita semakin Dewasa dan Bijaksana

Ketika ada orang bicara mengenai kita di belakang, itu tanda bahwa kita sudah ada di depan mereka

Saat orang bicara merendahkan kita,itu tanda bahwa kita sudah berada di tempat yg lbih tinggi dari mereka

Saat orang berbicara dg nada iri mengenai kita,itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka

Saat orang bicara buruk mengenai kita,padahal kita tdk pernah mengusik kehidupan mereka,Itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari pada mereka

Payung tidak dapat menghentikan hujan,tapi membuat kita bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai tujuan..

💖

(Copas)

MENGAPA POTRET NEGERI KITA JADINYA SEPERTI INI ?
Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.
Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.
Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta tidak sedikit para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.
Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.
Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.
Mengapa..?
Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.
Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.
Di hampir setiap kesempatan termasuk di face book ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.
Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang “ngotot” dan merasa paling benar sendiri.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya “ngotot” dan merasa paling benar sendiri.
Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.
Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di rumah bersama-sama dengan dunia pendidikan di sekolah.
Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, maka mulailah mengubah cara mendidik anak-anak kita dirumah dan disekolah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur.

💖

*BUKAN GHIBAH*
*(Agar semakin faham dalam Islam).*

Masih ada orang yang tidak bisa membedakan antara *Ghibah (membicarakan aib seorang muslim)* dengan *Syahadah (kesaksian)* dan *Iqomatul Hujjah (menegakkan hukum agama).*

1. Jika ada PENIPU. Telah sekian banyak orang menjadi korbannya. Lalu kita buat poster yang berisi identitas dan fotonya. Lalu kita sebar. Lalu kita siarkan agar masyarakat berhati-hati dan terlindungi dari kejahatan (penipuan) orang tersebut maka itu “Kesaksian”, *BUKAN* “Ghibah”. Itu bentuk Nahi Mungkar yang sangat tinggi nilainya.

2. Jika ada seorang SAKSI MATA bersuara lantang di Pengadilan. Ia sampaikan apa saja yang ia lihat. Ia bongkar identitas semua pelaku kejahatan, maka itu *BUKAN* “Ghibah” tapi “Syahadah” alias “Kesaksian”. Agar hukum ditegakkan atas para penjahat.

Beresiko namun ia harus lakukan. Jika ia menolak bersaksi ia berdosa karena dianggap menutupi kejahatan. Jika ia bicara tidak sesuai fakta, itupun dosa karena ia telah memberikan Kesaksian Palsu.

3. Ada PEJABAT, dipilih dengan uang rakyat. Biaya pemilihannya habis banyak. Setelah terpilih, makan-minum dan fasilitas hidupnya semua ditanggung oleh rakyat tapi kerjanya hanya menyusahkan rakyat.

Kritik dari rakyat itu *BUKAN* “Ghibah” tapi “Kesaksian”. Bahkan kritik kepada Pejabat yang lalim seperti ini dalam pandangan Agama adalah bagian dari pada Amar Makruf Nahi Mungkar.

4. Suatu hari Hindun datang kepada Rasulullah Saw untuk mengadukan Abu Sufyan, suaminya. “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu suami yang pelit bin bakhil. Ia tidak memberikan nafkah kepadaku, bolehkah aku ‘mencuri’ uangnya untuk kebutuhanku dan anakku.”

Dalam kasus ini Hindun membongkar aib suaminya didepan Rasulullah saw.

Rasulullah Saw tidak menegurnya karena telah membicarakan aib suaminya. Bahkan beliau memperbolehkan Hindun mengambil uang suaminya tanpa sepengetahuannya untuk keperluannya dan anaknya.

Apa yang dilakukan Hindun ini *BUKAN* “Ghibah” tapi “Syahadah” alias “Kesaksian”. Ia harus membuka aib suaminya agar ia mendapatkan keadilan.

5. Ada seorang PEMIKIR LIBERAL. Aktif menyebarluaskan pemikiran sesatnya di tengah masyarakat. Lewat ceramah-ceramah dan tulisan-tulisannya. Hingga perlahan-lahan bertambahlah pengikutnya. Dan makin kuat posisinya. Mereka merasuk kesemua lini.

Lalu kita bongkar identitasnya dan kita kritik pemikirannya. Itu *BUKAN* “Ghibah” tapi “Iqomatul Hujjah” (menegakkan hukum agama).

6. Kalau kita belajar ilmu mushtolahul hadist, kita akan temui bab Al jarh wa at ta’dil. Saking pentingnya, bab ini bahkan oleh sebagian ulama ditulis dalam kitab tersendiri.

Apa isinya? Membicarakan aib orang ; si Fulan ini tukang bohong. Si Fulan ini lemah ingatannya. Si Fulan ini tukang memalsukan hadist. Dan seterusnya.

Tapi *Imam Ahmad* menyebut “Ghibah” dalam konteks ini adalah bagian dari IBADAH. Karena Agama menjadi terjaga. Warisan Nabi Saw tetap dalam keasliannya. Dan terbongkarlah upaya musuh-musuh Agama untuk merusak tatanan Agama ini.

“Demikianlah kami jadikan kalian umat yang wasath agar kalian menjadi saksi-saksi atas perbuatan manusia.”
*(QS: Al Baqarah: 143)*.

“Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia. Kalian aktif mengajak kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar serta kalian beriman kepada Allah.”
*(QS: Ali Imran: 110)*.

“Kalian adalah saksi-saksi Allah diatas muka bumi ini”, kata Rasulullah Saw dalam sebuah hadits shahih.

7. Maka jangan bersikap SOK BIJAK dengan berkata : “Afwan ukthy, jangan “Ghibahi” si Fulan karena bla…bla…dan bla….”

Terhadap Muslim yang shalih dan baik, pasti Kita bersikap lemah lembut dan bijak. Tidak mungkin Kita bongkar aib pribadinya. Tidak boleh Kita umbar kekurangannya.

*Tapi kepada kaum SEKULER/KAPITALIS/LIBERAL yang RADIKAL tidak perlu lagi bersikap lemah lembut. Kita harus LAWAN Pemikirannya sekeras-kerasnya.*

*Itulah PERJUANGAN, karena KEBENARAN (bela Allah, bela Rasulullah, bela Agama dan tegakkan keadilan) memang harus DIPERJUANGKAN tanpa mengenal waktu dan tempat.*

*Dimanapun Kita berada, Kita harus AKTIF mengajak kepada yang MAKRUF dan mencegah dari yang MUNGKAR serta Kita beriman kepada Allah Swt*

*Surat At-Tahrim Ayat 9

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Yā ayyuhan-nabiyyu jāhidil-kuffāra wal-munāfiqīna wagluẓ ‘alaihim, wa ma`wāhum jahannam, wa bi`sal-maṣīr

Artinya :
“Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.”

By Copas : Ilmu milik Allah SWT

💖

Beyond The Inspiration 13:
Belajar Dari “Iman” Ke Dokter

Percaya nggak percaya, seringkali seorang Muslim lebih “beriman” ke dokter ketimbang beriman ke Allah. Buktinya, kalau dokter nyuruh sesuatu ditaatin, tapi kalau Allah nyuruh sesuatu dibantah terus

Kira-kira perumpamaannya begitu. Sebab manusia nggak akan mau nurut sebelum tau “kenapa dia harus nurut”, dan “percaya” sama yang diturutin. Dalam Islam, percaya 100% hingga nggak tersisa lagi keraguan, itu namanya IMAN

Pertanyaannya, kok orang bisa “beriman” pada dokter? Nah ini pembahasan yang ada di episode “Bedah Buku Beyond The Inspiration” kali ini. Tanpa terasa sudah sampai episode ke-13, dan masih panjang lagi

Kalau kita tahu kenapa orang bisa “beriman” pada dokter, kita bakal juga bisa lebih mudah beriman pada Allah. Harusnya sih begitu, setidaknya bantu kita untuk bisa tahu, bagaimana punya iman yang produktif

Ada 30 menit video lengkap di YouTube saya, semoga bermanfaat. Dan kalau ada kebaikan yang didapat lewat video ini, SHARE ke temen-temen kita yang kita peduliin, supaya kebaikan nggak berhenti di kita

Buku Beyond The Inspiration bisa didapat di @bukusip, atau langsung aja ke webnya di bukusip.com, bisa juga minjem ke temen yang punya, atau beli dan pinjemin ke temennya. Hehehe.. selamat berpikir dan mengambil pelajaran, jangan lupa doain saya ya
#imanproduktif #bedahbuku #felixsiauw

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
Ukhti..
Secantik-cantiknya dirimu saat ini kamu akan mulia karena ahlaqmu.
Kamu akan tinggi karena ilmu.
Kamu akan dihormati karena malumu.
Dan kamu akan dijaga karena sikap baikmu.. Tetapi ketika cantik,bertubuh seksi,jenjang pendidikan,bergelar,tetapi ilmu agamamu minim pengetahuan agama mu kurang,ibadahmu ketinggalan,lantas apa yang kau jadikan bangga’an dihadapan Tuhanmu ketika mengenal _Nya kamu masih sangat kaku.

Ukhti..
Cantik boleh saja..
Gelar kedudukan boleh saja..
Semuanya boleh itu hak mu.
Tetapi Allah akan menuntut hak siapa saja untuk menyembah_Nya karena itu adanya kewajiban menghadap_Nya.. Ukhti cantikmu akan luntur..
Tubuh mu kelak akan hancur..
Gelar mu akan dikenang..
Jabatanmu kelak hanya batas kenangan.
Tetapi ilmu agamamu yang kamu ajarkan untuk anakmu akan menguntungkanmu.
Akan memuliakanmu disuatu saat nanti ketika masa perhitungan itu tiba.. Ukhti..
Ayolah menuntut ilmu agamamu,anak mu tak butuh makeup mu,cantikmu,mrek bajumu,cerita cintamu,karirmu,tetapi dia butuh bimbinganmu yang membawa jati dirinya pembentukan dirinya susai madrasah ajaran yang ia terima yaitu kamu.

Kamu adalah madrasahnya.
Maka ajarkan terbaik untuknya yang menguntungkanmu, suamimu, suaminya, cucumu dan dirinya agar bisa memantaskan keluarga disyurga..
Sudahlah..
Tinggakan dulu soal dunia.
Ketika yang lain sibuk akan makeup fashion sibukan dirimu dengan ilmu ilmu.

Jadilah wanita yang dikenang karena keangungan dan kebaikan tentang agamanya bukan dunia nya seperti kisah kisah ibunda..
Dan semoga kau salah satunya..
Aamiin..

🌷

☆Jangan Lelah Menasehatiku☆

Sahabat syurga….

Aku ingin sepertimu menjadi wanita sholehah seutuhnya yang terus melangkah dalam perbaikan diri tanpa mengenal lelah walaupun halangan dan rintangan menghadang jalan hijrahmu

Aku iri kepadamu, iri akan kebaikan hatimu yang tidak mempunyai rasa amarah ataupun dendam kepada mereka yang mencela dan menghujatmu namun engkau senantiasa membalas mereka agar mendapatkan hidayah sepertimu

Aku memang belum bisa sepertimu, akulah hamba yang doif yang fakir akan segala ilmu, aku hanyalah seorang pemula dalam menuntut ilmu, maka jangan pernah lelah, jangan pernah letih untuk selalu mengingatkanku

Kita takkan pernah tahu akhir muara kehidupan, apakah akan menjadi penghuni syurga ataukah justru menetap dineraka.

Hijrah Cinta

PERPISAHAN DENGANMU ADALAH CARA ALLAH MEMPERTEMUKAN AKU DENGAN JALAN HIJRAH.

Mungkin tugasmu dihidupku sudah selesai.
Begitupun tugasku dihidupmu sudah selesai.
Dan apa yang kamu cari tidak ada di dalam diriku

Cinta hanya bisa dibuktikan dengan dua jalan. Menghalalkan atau mengikhlaskannya.
Dan aku membuktikan itu dengan belajar mengikhlaskanmu.
Belajar untuk memaafkan semua kesalahanmu. Sebagaimana aku berharap orang lain yang pernah tersakiti karena aku memaafkanku.
Membenci hanya akan mengukung hidupku.
Yang perlu aku sadari, semua yang terjadi dihidupku sudah ada di dalam skenario Allah.
Termasuk tentang pertemuan dan perpisahan denganmu

Aku tak pernah menyesali pernah menyayangimu
Aku bersyukur sempat mengenalmu.
Aku bersyukur akan hadirnya dirimu di hidupku.
Tak ada yang sia-sia, begitupun pertemuan denganmu.
Allah ingin aku belajar lewat dirimu.
Lewat perpisahan itu aku belajar banyak hal.
Tentang Mengikhlaskan, melepaskan, memaafkan, untuk sabar dan yakin jika rencana Allah lebih indah dari sekedar inginku.
Perpisahan denganmu adalah pertemuan dengan hijrahku.
Lewat jalan hijrah yang kini kutapaki, aku berusaha menjaga hidayah dengan keistiqomahan.
Aku belajar banyak hal.
Aku pun mulai menyadari banyak hal.
Termasuk, tentang kita ‘dulu’,
Bukan karena rasa itu yang kusesali. Tapi, karena jalan meng-ekspresikan cinta itu yang salah.
Jika hingga sekarang aku masih bersamamu dalam ikatan tak halal itu, mungkin aku akan semakin merasa memiliki dan semakin takut kehilangan. Dan itu salah. .

Ramadhan: Tamu yang Kecewa

Sahabatku yang tercinta.
Rasanya aku ingin segera pulang.
Sudah sebulan aku bertamu.
Namun seringkali aku ditinggal sendirian.

Walau sering dikatakan tamu agung, dengan sambutan Marhaban. Namun perilakumu kepadaku tidak luar biasa.
Bahkan oleh-olehku yang aku bawa dari jauh, nyaris tak kau sentuh.

Al-Quran hanya dibaca sekilas,
kalah dengan update status yang isinya penuh canda lewat Android smartphone dan tontonan indihome.

Sholat Tarawih tidak lebih khusyu, kalah bersaing dengan bayangan penampilan pada hari lebaran.

Tak banyak kamu minta ampunan dari dosamu yang bertumpuk, sebab sibuk dengan belanja dan bermain, padahal aku membawa banyak maghfirah.

Malam dan siang tidak banyak dipakai kebaikan, selain bikin acara dan buka bersama di hotel mewah atau restoran mahal.

Tidak pula banyak infaq dan sedekah, karena khawatir uang tidak cukup, buat mudik dan piknik liburan sehabis Lebaran

Sahabatku, rasanya aku seperti tamu yang tak diharapkan. sepertinya engkau tidak akan merasa menyesal bila aku tinggalkan. Padahal aku datang dengan kemuliaan, kebarokahan dan rahmat, yang seharusnya aku tidak pulang dengan hampa.

Percayalah sahabatku…

Bila nanti aku pulang, belum tentu akan kembali bisa bertemu lagi, karena jatah hidupmu bisa jadi keburu habis. sehingga nanti engkau akan menyesal telah membiarkan aku dibiarkan terlantar.

Masih tersisa beberapa jam lagi buat kita bersama.

Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pamit pulang.

Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang wajib engkau pertanggungjawabkan dalam waktu yang cukup panjang.

Selamat muhasabah di penhujung bulan agung yang penuh pengampunan

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُرُ

12 AZAB BAGI MEREKA YANG MENINGGALKAN SEMBAHYANG

Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda :

“Barangsiapa yang mengabaikan solat secara berjemaah maka Allah S.W.T akan mengenakan 12 tindakan yang merbahaya ke atasnya. Tiga darinya akan dirasainya semasa di dunia ini antaranya :
-Allah S.W.T akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga terhadap rezekinya.Allah S.W.T mencabut nur orang

-orang mukmin daripadanya. Dia akan dibenci oleh orang

-orang yang beriman.
Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya :

Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air laut.

Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.

Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.
Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya :

Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nakir yang sangat menggerunkan.

Kuburnya akan menjadi cukup gelap.

Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).
Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya :

Hisab ke atsanya menjadi sangat berat.

Allah S.W.T sangat murka kepadanya.

Allah S.W.T akan menyiksanya dengan api neraka.

​KISAH TEMPAT TINGGAL RUH

Abu Bakar r.a telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad, maka berkata Abu Bakar r.a : “Ruh itu menuju ke tujuh tempat” :

Ruh para nabi dan utusan menuju ke syurga Adnin.

Ruh para ulama menuju ke syurga Firdaus. 

Ruh para mereka yang berbahagia menuju ke syurga Illiyyina.

Ruh para syuhadaa berterbangan seperti burung disyurga sekehendak mereka.

Ruh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.

Ruh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.

Ruh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.
Telah bersabda Rasulullah S.A.W bahawa : 

“Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah” :

Orang-orang yang mati syahid.

Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan.

Orang yang puasa hari Arafah.

Pejuang Hijrah

Untuk Sahabat Pejuang Hijrah

Untukmu yang mulai berhijrah…

Jangan takut akan cemooh mereka 

Jangan takut akan hinaan mereka

Mau itu Ibu-ibu, Aliran sesat, Ninja

Atau bahkan teroris untuk yang berniqob, bertahanlah.

Kuatkanlah imanmu 

Kuatkanlah tekatmu

Dan selalui perbarui semangatmu .

Hatimu tidak serapuh krupuk bukan ?

Yang selalu digigit langsung bunyi kress

Sesungguhnya mereka hanya iri karena tak mempunyai kesiapan sepertimu 

Mereka hanya iri karena mereka sendiri tak berani memulai kesiapan mereka untuk berhijrah.

Baginya mungkin cemooh itu hanya hal kecil. Tapi bagimu sakitnya bisa jadi bertubi-tubi.

Tanangkanlah diri ya ukhty wa akhi 

Tak usah berkecil hati 

Tak usah patah semangat 

Tak usah kembali ke masa lalu mu.

Bukankah setiap orang berkesempatan untuk menjadi sholehah ? 

Bukankah setiap orang berkesempatan untuk lebih dekat dengan Rabb nya ? 

Ikhlaskanlah diri wahai ukh.

Karena hijrahmu tak seperti masak mi instan yang sebentar saja bisa jadi . 

Pertahankanlah imanmu dan biarkan waktu dan Rabb mu yang mengurus mereka.

Ingat ukhti wa akhi…

Allah hanya kasih hidayah kepada mereka yang Allah kehendaki, yang allah sayang, yang Allah ingin agarereka selamat di akhirat…

Kamu berhijrah karena Allah? Allah sayang kamu… berbahagialah… bersyukurlah…. istiqomahlah…. dan nantikan hari yang dijanjikan. Semoga kita dipertemukan dalam satu golongan, yaitu golongan Ashabul Yamin. Aamiin, Inshaa Allah.

Semoga apa yang ana bagi ini bermanfaat bagi orang kalian, Aamiin, Inshaa Allah…

HEI MUTIARA..

@Motivasihijrahindonesia (Fb)

🍂

Engkau tau kisah Uwais Al-Qarni kan?

Ia bukanlah siapa-siapa di dunia.

Bahkan jarang sekali yang mengenalnya.

🍂

Tapi taukah engkau?

Di kalangan penduduk langit.

Di kalangan Para Malaikat.

Namanya Sangat Terkenal.

🍂

Sangat berbeda dengan kita saat ini bukan?

Allahul musta’an😢😭

🍂Yang mati-matian bergaya dan tebar pesona di mana-mana.

Berlomba-lomba ingin terkenal di dunia maya dan nyata.

Mencari perhatian banyak orang, yg orang lain pun terkadang tidak akan peduli dengan keberadaanmu.

🍂 

Para muslimah, Yang seharusnya jadi mutiara dalam cangkang kerang. Tersimpan rapat di dasar lautan. Tapi faktanya apa yang terjadi?

🍂

Fitrahnya tak lagi istimewa.

Kehormatannya tak lagi mulia.

Rasa malunya tak lagi dijadikan mahkota.

Imannya tak lagi terjaga.

🍂

Kenapa bisa?

Fitnah foto SELFI. WEFIE. GRUFIE

Tidak salah bila jadi konsumsi pribadi saja, ini tidak,tampa sadar relakan dirinya jadi konsumsi publik.

🍂

Memajang foto diri namun Captionnya Tausiyah.

Sebenarnya kalo mau jujur, 2 hal itu nyambung gak sih?

Apalagi yang sudah syar’i bahkan berniqob. Kesannya tuh “maksa” banget gitu ingin dilihat agar tenar.

🍂

Tidak salah jika orang lain menganggap muslimah yg kekinian itu hanya ikut-ikutan trend.

NORAK.

Tidak paham hakikat berhijab.

Bahkan dikata gagu dalam urusan menjaga diri.

Datang ke kajian. Iya datang. Tapi yang dibawa pulang foto selfie, bukan bawa ilmu.

🍂

Untuk apa terkenal di dunia, jika penduduk Langit tidak ada yg mengenalmu.

Masalah gatel ingin posting foto diri setelah hijrah itu hanya ujian kecil, obatnya hanya niat Lillahi Ta’ala.

Simple bukan?

🍂

So.. Stop upload upload foto diri.

Tidak foto selfie, foto bersama, foto dari belakang, foto wajah diblur, foto wajah ditutup emoticon, foto telapak tangan berhandsock, foto bercadar, foto gamis dan kaos kaki, atau foto foto lainnya terkait foto diri.

🍂

Banyak-banyakin amal baiknya, kurang-kurangin foto selfienya.

🍂

Cara Menyayangi Orang Tua Yang Telah Meninggal

Kata Ustadz A.T:
Saya paling tidak suka melihat status/postingan orang yg nulis tentang meninggalnya orang tuanya. Misal “kami sayang mama/papa tapi Allah lebih sayang”, ” semoga mama/papa diterima disisiNya”, “semoga mama Dan papa bahagia disana”, ” semoga tenang di alam sana Mah/Pah” Dan lain-lain. Bukan seperti akhlak anak yang baik (berbakti). Anak yang berbakti tidak akan membuat pengumuman di medsos tentang kematian orang tuanya karena mereka tidak punya waktu untuk melakukan hal sia-sia seprti ITU. Anak yang ingin membahagiakan orang tuanya di alam sana tidak akan punya waktu membuat pengumuman di medsos. Lalu APA Yang mereka lakukan? Mereka memperbanyak sujud mereka, mereka membasahi sajadah mereka dengan airmata mereka Dan membisikan permohonan dengan khusyuk Dan penuh harap kepada Allah. Mereka bangun di malam2 hening di seperti tiga malam untuk bersujud, mereka memperbanyak membaca al-Qur’an Dan memperbanyak sedekah karena orang tua hanya mengharapkap ITU Dari anak mereka Yang masih hidup di dunia. Mereka tahu dengan cara apa mereka menyanyangi orang tua mereka yang sudah hidup di alam berbeda. Dan orang Yang membuat memposting status2 seperti yang saya contohkan tadi, mereka hanya berharap komentar Dari teman2nya, mereka hanya berharap perhatian orang. Misal “Aamiin”, ” Kasihaaaaan”_ “sabaaaar yaaaa” DLL. Dan saya Inshaa Allah dalam hal INI tidal salah.

OK, aku tambahkan dikit…. Masih dengan ucapan Ustadz yang kami rindukan dengan WRA (Wisata Religious Asar) kami, bahwasanya:
Membahagiakan orang tua ITU bukan dengan memberi Mobil mewah, rumah Yang megah, iPhone 11 DLL, tapiiii dengan cara menegakkan Shalat 5 tiap hari. Apalagi dengan memberikan merka ticket mnuju Syurga dengan menghafal Qur’an.

Silahkan share, semoga bermanfaat. Aamiin.