Motovasi Hijrah Terbaik 2

🌿 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakhatuh…

🍃 Bismillaahir Rahmaanir Rahim…

🍂Bagi mu, tidak ada tempat bercerita yang paling nyaman kecuali di atas sajadah, menghadap kiblat kau mengangkat kedua tangan mu seraya berkata “Ya Allah, Aku…”

🍂Kemudian kau menceritakan semua yang kau rasa, meski kau tahu Allah maha tahu, namun kau tetap ingin selalu mengadu dan kau selalu ingin memastikan bahwa Allah mendengar doa-doa mu…

🍂Tentang pertemuan yang menguatkan, perpisahan yang meniadakan, kebahagiaan yang menyejukkan, serta kesedihan yang menyungkurkan…

🍂Semua kau ceritakan secara rinci dihadapan Tuhan pemilik alam semesta ini…

🍂Usai bercerita kau tutup dengan kalimat ini “Ya Allah lindungilah aku kemanapun takdir membawa ku melangkah, lindungi aku kemanapun hati ini singgah, sebab hanya Engkau (satu-satunya tempat dimana aku akan pulang).”

#jalani,nikmati,syukuri📖
#ilaliqa

💖

“TANDA-TANDA HATI YG MATI”

-Berani meninggalkn sholat.
-Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukn dosa besar.
-Tidk tersetuh hatinya bahkan menjauhi ayat2 Alquran.
-Terus menurus buat maksiat.
-Sibuknya mengumpat, fitnah dan buruk sangka.
-Sangat benci nasehat baik dan para ulama.
-Tidak ada rasa takut akn peringatan kematian, keburukn dan Akhirat.
-Gilanya pada dunia tanpa peduli dosa.
-Senang melihat org susah dn menderita.

NAUZUBILLAH.
SEMOGA Allah Jauhkn..

💖

🔆TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN🔆

🎓 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

“Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma’shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma’shum selain beliau.”

Allah tidak menyukai
Perkataan yang Menyakitkan
Hati orang lain…
(QR. An-nisa,4:148)

💖

Renungan_hati.

Tidak usah mengeluh bila di masa lalu Allah hadapkan kamu pada hubungan cinta yang tidak menyenangkan, menyakitkan, dan bahkan perihnya masih sering kamu rasakan sampai detik ini juga.

Karena seburuk-buruknya kejadian yang Allah putuskan, tetap saja bersamanya menyimpan kebaikan yang luar biasa, dan bahkan kamu pun tidak akan menduganya nanti setelah nampak kebaikan tersebut.

Jadi tenanglah wahai hati, jika dulu kamu pernah salah dalam mencintai, maka pasti akan ada saatnya Allah akan mempertemukanmu dengan dia yang baik hatinya, yang baik agamanya, sehingga dia mampu berkomitmen dan bertanggung jawab.

Jika benar sebelumnya kamu pernah tertipu oleh lidah jahilnya lelaki yang tidak memiliki tanggung jawab, semoga nanti Allah benar-benar mempertemukanmu dengan dia yang mampu setia kepada-Nya dan setia kepadamu.

Jika sebelumnnya kamu pernah tertipu dengan dia yang ternyata hanya modus, mau main-main, maka semoga nanti kamu akan Allah pertemukanmu dengan dia yang benar-benar baik.

Dan jangan pernah kamu menganggap hal buruk yang kamu alami kemaren sebagai musibah, tapi anggaplah sebagai jalan dari Allah agar kamu bertemu dengan yang baik menurut-Nya nanti.

Lagipula, niat Allah pasti baik memisahkanmu darinya, atau mencipta kisah memilukan diantara kamu dan dirinya, karena pasti ada kebaikan yang akan Allah persembahkan kepadamu nanti.

Karena jalan Allah itu selalu unik, kadang Allah mematahkan hatimu dengan ketetapan buruk-Nya, menghadapkanmu pada kisah yang paling tidak kamu inginkan, tapi pada akhirnya nanti kamu akan sangat dibahagiakan.

Kadang Allah mematahkan hatimu dengan kejadian yang sangat sekali menyiksa batin, tapi pada akhirnya kamu dihadapkan pada kisah mengesankan yang nantinya kamu akan sangat bersyukur.

Maka dari itu, jika di masa kemaren kamu pernah terluka sangat dalam, maka semoga di masa yang akan datang kamu mendapatkan kedamaian cinta yang luar biasa.

Sekarang kembalilah kamu memperbaiki dirimu, karena yang terbaik dan pantas untukmu akan Allah persembahkan kepadamu suatu saat nanti.

Di masa lalu mungkin kamu merasakan sakit yang luar biasa, merasakan kecewa yang sangat, tapi semoga saja masa depanmu nanti mendapatkan kebahagiaan yang tiada tara.

Semoga kamu mendapatkan dia yang benar-benar baik akhlaqnya, baik ilmunya, baik hatinya, dan baik agamanya, karena pasangan dengan ciri-ciri yang demikian insyaAllah akan selalu membuatmu damai bersamanya dalam waktu yang lama.

🌸

*_Kisah Air yang Rasanya Pahit_*

Ada seorang tua yang bijak didatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi masalah.

Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan masalahnya.

Pak tua yang bijak hanya mendengar dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.

Ditaburkanlah serbuk pahit ke dalam segelas air tersebut dan diaduk perlahan.

“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya!”Ujar pak tua.Diminumlah air itu oleh pemuda,”Pahit sekali,”Ujar pemuda.

Pak tua tersenyum, kemudian mengajak pemuda ke tepi danau di belakang rumahnya.

Sesampainya di tepi danau,pak tua menaburkan serbuk pahit itu ke danau kemudian mengaduknya dengan kayu.

“Coba ambil air dari danau itu dan minumlah!”Perintah pak tua.

Saat si pemuda meneguk air itu,pak tua bertanya lagi,”Bagaimana rasanya?”.

“Segar…”Sahut si pemuda.

“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?”tanya pak tua.

“Tidak. …”Sahut si pemuda.

Pak tua tertawa sambil berkata,”dengarkan anak muda,pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini.Tak lebih tak kurang,jumlah dan rasa pahitnya pun sama.Tapi ingat,kepahitan yang kita rasakan tergantung wadah yang kita miliki.Jadi saat kita merasakan kepahitan hidup ,satu yang dapat kita lakukan, yaitu luaskan dan perbesar kapasitas hatimu untuk menampung kepahitan itu. Jangan jadikan hati kita seperti gelas, tapi jadikan hati kita seperti danau yang mampu menampung kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran.”

NB:Jika kita memiliki masalah atau mengalami kegagalan maka lapangkanlah hati kita(sabar)dalam menerimanya, dengan sabar semuanya tidak akan menjadi beban melainkan menjadi hal yang harus diselesaikan dan menjadi pelajaran.

#follow IG 👉 @salmaluthfiyah011👈

🌸

KETIKA SEMUA TAK LAGI SAMA

Ketika hijrah, bukan lagi soal mengganti pakaian
Ketika ia semakin belajar, semakin ia menyadari banyak halal dan haram yang luput dari perhatiannya
Banyak fadhilah ibadah yang membuatnya bersemangat
Juga tentang tujuan hidup yang sebenarnya

Banyak yang berubah, bahkan hilang
Entah itu dari sisi gaya hidup, sampai pekerjaan.

Ketika mulai gelisah menghadapi kehidupan yang tak pernah cukup, masalah yang datang silih berganti, rasanya jangankan untuk hijrah, memikirkan hidup saja sudah sulit.

Muncul tanda tanya, “apa jaminannya jika saya hijrah. Apakah semua akan membaik?”

Sementara kita sudah terbiasa yang serba pasti. Mencicil kendaraan, rumah, karena kebutuhan hidup. Kesehatan, pendidikan dijamin asuransi. Pekerjaan yang menuntut profesionalisme yang seringnya mengesampingkan penjagaan seorang muslimah.

Maka untuk itu, kita butuh kekuatan tambahan. Mintalah terus pertolongan Allah agar dimudahkan, karena sesungguhnya Allah berjanji untuk memberi kemudahan setelah kesulitan. Mengganti yang lebih baik untuk setiap apa yang ditinggalkan karena Allah.

Lalu, carilah teman yang soleha sebanyak banyaknya. Karenanya kita bisa lebih kuat dan yakin untuk melangkah hijrah tanpa takut dan ragu.

Kita jadi bisa istiqomah karena selalu dibantu diingatkan sahabat setiap kali langkah mulai lemah.

Hijrah itu membahagiakan, dan rasa takut itu hanyalah kerikil kecil yang seharusnya tak mengganggu langkah kita.

Teruskan langkah, belajar terus, jangan berhenti sampai nanti, kita kita mampu beristirahat di Surga. Semoga Allah mudahkan langkah kita.

Semoga bermanfaat 🤗

🌷

“`”AKU INGIN HIJRAH, TAPI BINGUNG MULAI DARI MANA”

Banyak yang ingin hijrah tapi tak pernah memulai.
Banyak yang ingin berubah tapi tak pernah melangkah.
Hijrah tanpa tindakan hanya akan menjadi angan.
Perubahan tanpa realisi hanya akan menjadi mimpi.
.
Kak aku ingin hijrah, tapi aku bingung harus mulai dari mana ?, Apa yang harus aku perbaiki dulu ?, penampilanku atau akhlakku ?
.
Luruskan niat semata mata hijrah karena Allah, mulailah dari hal kecil dulu.
Perbaikilah sholatmu, yang dulu gak sholat sekarang sholatlah, yang masih bolong-bolong sholatnya sekarang jadi 5 waktu, yang masih suka terlambat atau nunda-nunda sholat sekarang tepat waktu.
.
Sebab jika sholat sudah baik maka amal-amal yang lain juga akan baik, tidak hanya perilaku pakaian dan lisan, tetapi Allah pun akan memperbaiki hidupmu dan segala urusanmu.
.
Siapapun kita dimasa lalu bukan berarti kita tidak berhak untuk menjadi muslim/muslimah yang baik.
Berhijrahlah, berubahlah..
Mulailah langkah kecilmu dari sekarang, walau sejengkal demi sejengkal, jangan tunggu hari esok, karena kita tak akan pernah tau apa kita masih punya kesempatan di hari esok.
Hijrah yuk, istiqomah kemudian..“`

# Follow IG👉@salmaluthfiyah011👈

KINI RAMADHANKU DIPENGHUJUNG SENJA

Bismillah

🌠 Sahabat….

💫 Tak lama lagi kita akan berpisah dengan bulan Ramadhan..

⛓ Laksana bahtera, perlahan ia mulai mengangkat jangkar dan siap untuk berlayar..

📜 Sebelas bulan lamanya dia akan meninggalkan kita, untuk kemudian berlabuh kembali di hati-hati orang-orang yang beriman pada tahun berikutnya.

🌅 Ibarat sang surya, perlahan ia mulai tenggelam bersama megah merah di ujung ufuk.

🔄 Semua begitu cepat..
Hangatnya dekapan kedatangannya belum juga hilang, kini ia kembali mendekap untuk pergi.

🌴 Tapi yang jelas dia masih di sini. Dia belum berlayar ataupun tenggelam..

Untukmu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan beragam kebaikan, maka sempurnakan amalanmu di sisa waktu yang ada.

Namun bila sebaliknya,
maka perbaikilah amalanmu sebelum ia benar-benar pergi berlalu.

Ingatlah Bahwa amalan itu dinilai pada akhirnya.

✅ Bila engkau kehilangan awal ramadhan, maka jangan sampai engkau kehilangan akhirnya.

✅ Bila engkau lalai pada awalnya, maka kini masanya untuk bersungguh-sungguh.

✍ Suatu kali Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang.

Beliau lantas bertanya padanya : “Berapa umur anda?”.

“Enam puluh tahun”, jawab laki-laki itu.

“Kalau begitu sejak enam puluh tahun yang lalu anda sudah berjalan menuju Allah, dan perjalananmu hampir saja tiba.”

“Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn”, ujar lelaki itu.

“Apakah anda tahu maknanya?” Tanya Fudhail.

Lelaki itu menjawab : “Ya, saya tahu. Saya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya saya akan kembali.”

Fudhail lalu menasehatinya :*

ﻳﺎ ﺃﺧﻲ، ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﺃﻧﻪ ﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪ، ﻭأنه ﺇﻟﻴﻪ ﺭﺍﺟﻊ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻣﻮﻗﻮﻑ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺍﻧﻪ ﻣﺴﺌﻮﻝ، وﻣﻦ ﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ مسئول ﻓﻠﻴﻌﺪ ﻟﻠﺴﺆﺍﻝ ﺟﻮﺍﺑﺎ”

“Wahai saudaraku…

Barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya ia kembali, hendaknya dia juga menyadari bahwa dia akan berdiri di hadapan-Nya dan akan ditanya (oleh-Nya).

Dan barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya akan ditanya maka hendaknya ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.”

Laki-laki itu pun menangis lantas bertanya kepada Fudhail : “Lalu apa yang harus aku perbuat?”

“Mudah”, jawab Fudhail.

“Apa? Semoga Allah merahmatimu.” Tanya laki-laki itu lagi.

Fudhail menjawab :*

ﺗُﺤﺴﻦ ﻓﻴﻤﺎ بقي، ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻚ ﻣﺎﻗﺪ ﻣﻀﻰ ﻭﻣﺎ بقي، ﻓﺈﻧﻚ ﺇﻥ ﺃﺳﺄﺕ ﻓﻴﻤﺎ بقي ﺃُﺧﺬﺕ ﺑﻤﺎ ﻣﻀﻰ ﻭﻣﺎ بقي

“Berbuat baiklah di sisa umurmu, niscaya Allah akan mengampuni apa yang telah lalu dan yang masih tersisa dari umurmu. Namun bila engkau berbuat keburukan pada apa yang masih tersisa niscaya engkau akan dihukum atas apa-apa yang telah lalu dan yang masih tersisa darimu.”

❣ Sekali lagi…. ❣

🌅 Senja belum berlalu…

⛓ Jangkar bahtera juga belum lagi terangkat…

❣ Apa yang kau tunggu…?

Bergegaslah…

⌛ Lepaskanlah kepergian tamu yang mulia ini dengan amalan terbaik, agar imanmu bersemi sepanjang tahun. Hingga ia kembali dan melabuhkan hikmahnya di hatimu pada tahun yang akan datang…

🔥 Sungguh kerugian yang besar bila Ramadhan berlalu dan kita tidak termasuk hamba yang diampuni.

📜 Rasulullaah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

رغم أنف رجل ذكرت عنده فلم يصلّ عليّ , ورغم أنف رجل دخل عليه رمضان ثـمّ انسلخ قبل أن يغفرله , ورغم أنف رجل أدرك عنده أبواه الكبر فلم يدخل الجنّة

“Celakalah seseorang yang bila namaku disebut disisinya namun ia tidak membaca shalawat untukku,

Celakalah seseorang yang menemui bulan Ramadhan kemudian meninggalkannya namun ia belum diampuni.

Dan celakalah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya telah menginjak usia lanjut lalu tidak menyebabkannya masuk surga.” [HR. at-Tirmidzi & Ahmad]

💡Bangkitlah saudaraku….

✍ Selagi masih di ujung senja…….* ✍

[Gorontalo, 23 Ramadhan 1435H. Repost: Makkah 22 Ramadhan 1437 H, ACT El-Gharantaly]

💖

Siapa orng2 cerdas?
Allazina yastami’unal qaula
Mereka mendengar perkataan yang menyeru kepada kebenaran
Fayattabi’unahsanah
Kemudian mereka mengikuti yg terbaik di antaranya
Ulaaikallazinana hada humullah
Merekalah orang2 yg diberi petunjuk oleh Allah
Wa ulaaika hum… Ulul albab
Dan merekalah orang2 yg cerdas.

Ustadz2 kita tidak pernah berkta “saya yg paling benar, yg lain salah”
Lalu knpa kita tidak mau mendengar nasehat dan ceramah dari ustadz yg lain?
Mereka menyeru pada Allah dan Rasulnya, lalu kenapa kita tinggalkan? Fanatik, asobiyah, taqlid buta adalah sesuatu yg Rasulullah benci, kerena menghancurkan umat ini.
Yuk, kembali pada Qur’an wa Sunnah.

💖

Teman-Temann!!..
“Percuma berhijab kalau akhlaknya biadab!”
“Ngapain ngaji kalau mulut masih memaki?”

Berhenti. Menyerah. Apakah itu solusi?
Lalu, untuk apakah Nabi Ayyub bersabar selama bertahun-tahun atas ujian sakitnya?
Lalu untuk apa Bunda Hajar berlari lari dari bukit Shafa Ke Marwah ?
Lalu untuk apa Rasulullah dan Para sahabat tetap keukeuh dakwah di Mekkah selama 13 tahun, meski sering disiksa dan dimaki?

Teman Hijrah….
Surga itu mahal. Butuh perjuangan besar untuk mendapaatkannya
=====================
Buku Pejuang Hijrah open PO ke tigaa guyss 😊.. yakin nggak mau ikutan PO? 1 buku berarti ikut menyumbang ke negeri palestina. Karena 100 % hasil penjualan dari buku akan disumbangkan ke Negeri Syam…

So, jangan lupa di keep bukunyaaa 💖😁

==========

Penerbit = Penerbit Mecca
Penulis = Teman Hijrah ( Dhewy Aneisha, Maya Azni, Nurul Qalbi Anshar, Baiti Rohmaniah, Dwi Fitriani, Ine, Masrurotul Laili, Miftahul Jannah, Naila Shofa, Ratih Ramadhani, Siti Hajar Siregar, Ukh Tini……

💖

Aku: Udah siap?
Dia: Siap, ayo…
Aku: Tunggu, kok mukanya kea toples biskuit gitu, ada apa
Dia: Nggak?
Aku: Beneraaan? sudah makan?
Dia: Aku menolak makan krna bertengkar hebat dgn Ibu. Abis IBU tadiii….
Aku: Ssssttttt…. Berarti ibumu juga blm makan.
Dia: Hah?
Aku: Apa kamu melihat ibumu makan setelah kalian bertengkar?
Dia: Tidak.
Aku: Waktu aku kecil, aku pernah menolak untuk makan sehari penuh karena marah. Ya, aku kesal krna berbeda pendapat dengan IBU. Kita bertengkar. Aku tidak bisa tdur krna lapar. Ternyata, dikamar sebelah, Ibuku juga tidak bisa tidur karena dia tahu aku tidak bisa tidur. Dan ya, sejak aku menolak makan, Ibu juga memilih tidak makan. Ibu tidak bisa tidur bukan karena beliau lapar, tapi krena aku lg lapar. Aku baru tahu hal ITU ktika ayahku memberitahuku dipagi harinya. Aku sadar, aku sangat salah. Sangat mnyesal. Tamparan ibu lebih aku sukai daripada melihat airmatanya. Untuk ibuku, tidak ada kata egois. Maunya akan menjadi mauku juga. Cukuplah kamu hebat berargumen di forum diskusi, tapi jgan didepan ibumu. Tak peduli berapa banyak buku yg kamu kuasai, berapa banyak gurumu, setinggi apa jabatanmu, kamu tidak pantas menggurui ibumu. Adab lebih utama dariada ilmu. Setinggi APA ilmumu, tapi kamu mnyakiti perasaan orang IBU, paling kamu dibilang “anak gada akhlak”. Ketika aku melihat kelakuan teman2ku pada ibunya, aku bahagia dengan diriku sendri. Walaupun aku bodoh, tidak secerdas Dan sehebat mereka, aku bangga tidak seperti mereka yg pandai menyahut IBU, pandai membantah IBU. Bagi mereka membuat IBU terdiam dengan argumen mereka adalah kebanggaan, tapi bagiku ITU malapetaka. Sungguh aku tidak mampu bahkan sngat takut untuk mlakukannya. INI ttg perasaannya yg terllu lmbut. Aku akan ttp mmilih diam walau aku merasa benar. Selama INI aku tidak pernah mendapati IBU melakukan sesuatu atas dasar kmauannya, tapi beliau hanya berfokus pada “kebahagiaanku”. Klw kamu merasa pilihanmu benar Dan labih baik, Dan ibu mu merasa bliau yg paling bnar Dan paling baik, lantas kapan kalian akan berdamai? Krna jika menuruti maumu, peluang besar kamu akan mnyakiti ibumu. Merasa pilihanmu yg terbaik tanpa membutuhkan masukan atau nasehat darinya? Aku tidak tahu APA maslahmu dgn ibumu, yg aku tahu, semua IBU menginginkan yg terbaik untuk anak2nya. Ibumu sangat mnyayangimu, kamu tidak akan menemukan kasih sayang yg setara dgn kasih sayang ibu. Baiklah, sudah cukup bacotku, sekarang Pergi Dan makanlah, aku akan prgi ke suatu tmpat sbntar. SMS aku klo udah slsai mkan, aku akan kmbali. OK.

Aku: Eh, darimana saja? Kok baru nongol?
Dia: Baru abis bertengkar dengan teman2ku.
Aku: Kenapa?
Dia: Mereka bicara omong kosong tentangmu.
Aku: Berteman ITU mudah, tapi mempertahankan teman ITU susah. Kau mengorbankan 4 teman untuk 1 orang?. Kmblilah ksana, mungkin tdi ada kata2mu yg tlh mlukai mereka. Tenth saja ITU bukan harapanku, pun bukan harapan mereka. Dengar! Ini adalah kabar buruk bagiku. Pergilah temui mereka, kapan saja kamu ingin bertemu, ini nomor ponselku. Aku akan selalu ada wktu untukmu tanpa nyakiti siapun. Dan kau bisa brteman dgn siapa saja tanpa mnykiti teman2mu. Aku pernah mengabaikan sahabatku, aku pernah mnyakiti mereka, Dan aku sangat mnyesal. Bahkan untuk memaafkan diriku sendiri aku butuh waktu. Kamu baru mngenalku, belum tentu aku lebih baik Dari mereka. Kalian bertengkar karena mereka bicara omong kosong tentangku Dan kamu membelaku kan? Percayalah, mereka hanya cemburu. Mereka,,, takut kehilanganmu. Menghancurkan hubungan persahabatan yg telah kita bangun selama 5 tahun bisa kita hancurkan hanya dalam 5 detik. Dan untuk memperbaikinya tidak semudah yg kamu bayangkan. Sungguh, aku kesulitan dalam memperbaiki persahabatanku yg sempat aku kacaukan. Dan aku tidak mau kamu mengalami hal yg sama. Aku tidak butuh pembela tapi teman2mu membutuhkanmu. Kamu tidak akan pernah tau bagaimana sakitnya kehilangan teman sampai kamu benar2 telah kehilangan mereka, dan ya, aku tidak mau kamu mngalaminya. OK, Dari tadi aku bacot mulu. Sana temui mereka, aku tunggu kabar baik darimu.

💖

Aku, Ibadah dan Aibku…

Mari sibukan diri dengan amal sholeh dan fokus dengan dosa-dosa yang pernah kita perbuat di dunia ini. Karena, apa yang kita punya dan kerjakan sekarang, sudah cukup membuat kita kerepotan dengan hisab kita nanti…target orang beriman: dapat pahala gak? Kalau enggak, Tinggalin!
“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala urusan yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” – (QS. Qomar: 52-53)

“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk melihat buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” – (QS. Al-Jaatsiyaat: 28).

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” – (QS. Yaasiin: 65)

✍Repost FP Amor As Sunnah

🌿 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakhatuh…

🍀🌿🍀🌿

UJIAN DUNIA

HAKIKAT UJIAN DUNIA

===================

Sesungguhnya kehidupan dunia adalah negeri ujian dan penuh dengan cobaan. Tidaklah seorang hamba hidup di dunia kecuali dia akan diuji dan nantinya akan kembali kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman ;

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى

“Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik“ (An-Najm : 31).

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan“ (Al-Anbiya’ :35).

Ujian dan cobaan dalam hidup di dunia terkadang berupa kelapangan dan kenikmatan, namun terkadang juga berupa kesempitan dan musibah. Bisa berupa sehat maupuan kondisi sakit, bisa berupa kekayaan maupun kemiskinan. Seorang mukmin akan menghadapi ujian dalam dua keadaan : kondisi susah dan kondisi senang.

Dalam setiap ujian yang menimpa manusia akan selalu ada kebaikan. Oleh karena itu dalam sebuah hadits dari sahabat Anas radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda

عَجَبًا لِلْمُؤْمِنِ !! لَا يَقْضِي اللَّهُ لَهُ شَيْئًا إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan seorang mukmin. Tidaklah Allah menetapkan kepadanya sesuatu kecuali itu merupakan kebaikan baginya“ (H.R Ahmad).

Perkataan Nabi (شَيْئًا) mencakup segala kondisi, baik itu ujian berupa kesusahan maupun kesenganan. Seorang mukmin dalam setiap kondisi ujian yang dihadapai akan senantiasa dalam kebaikan. Seorang mukmin yang mendapat taufik dari Allah, jika sedang diuji oleh Allah dengan kesusahan dan kesempitan seperti sakit, miskin, dan musibah lainnya akan menghadapinya dengan sabar. Dengan kondisi ujian semacam ini, seorang mukmin akan mendapat kebaikan berupa pahala orang-orang yang sabar. Jika Allah mengujinya dengan kesenangan dan kemudahan seperti diberi kondisi sehat dan kekayaan harta , maka seorang mukmin akan menjadi orang yang bersyukur kepada Allah sehingga dia mendapat kebaikan berupa pahala orang-orang yang bersyukur.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits dari Suhaib bin Sinan radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ !! إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Segala sesuatu yang terjadi padanya semua merupakan kebaikan. Ini terjadi hanya pada orang mukmin. Jika mendapat sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Jika mendapat keburukan dia bersabar, maka itu juga kebaikan baginya“ (H.R Muslim).

Seorang mukin dalam kondisi kesusahan akan mendapat kebaikan berupa pahala orang yang bersabar dan dalam kondisi lapang dan senang akan mendpat kebaikan berupa pahala orang yang bersyukur. Senantiasa berubah-ubah kondisinya antara sabar dan syukur. Allah Ta’ala berfirman dalam empat tempat di dalam Al-Qur’an :

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“Sesungguhnya dalam yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang bersabar dan bersyukur“

Firman Allah ini terdapat dalam surat Ibrahim ayat 5, Luqman ayat 31, Saba’ ayat 19, dan Asy-Syuura ayat 33. Allah Ta’ala menyebutkan dua keadaan yang agung ini yaitu sabar tatakala menghadapi musibah dan bersyukur tatakala memperoleh nikmat.

Hendaknya seorang mukimin mengetahui bahwasnya ketika Allah Ta’ala memberikan kelapangan pada seorang hmba berupa nikmat harta, sehat, anak, dan kenikmatan lainnya bukan merupakan bukti bahwa Allah meridhoi dan memberi kemuliaan kepada hamba tersebut. Demikian pula kesempitan yang diperoleh seorang hamba berupa kekurangan harta, musibah sakit, dan musibah lainnya tidak menunjukkan bahwa Allah tidak ridho atau sedang menghinakan hamba tersebut. Ini merupakan persangkaan sebagian manusia yang telah Allah nafikan dalam firman-Nya :

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“ (Al-Fajr : 15-16).

Allah Ta’ala menafikan persangkaan hamba-Nya tersebut dalam ayat selanjutnya dengan berfirman : { كَلَّا } (Sekali-kali tidak demikian), maksudnya bahwa persangkaan mereka keliru dan tidak benar. Barangsiapa yang Allah lapangkan baginya berupa harta, kesehatan, anak, dan kenikmatan lainnya bukan merupakan bukti keridhoan Allah dan kemuliaan orang tersebut. Demikian pula barangsiapa yang Allah beri kesempitan bukan menunjukkan bahwa Allah menghinakan orang tersebut. Apapun kondisi seorang hamba semuanya adalah ujian dan cobaan. Terkadang Allah memberi ujian kepada hamba berupa harta, kesehatan, keselamatan, dan kenikmatan lainnya dan terkadang Allah memberi ujian kepada hamba berupa kemiskinan, sakit, dan kondisi lainnya.

Para ulama berbeda pendapat manakah yang lebih utama di sisi Allah : orang kaya yang bersyukur atau orang miskin yang bersabar? Yang benar bahwasanya yang paling utama di antara keduanya adalah yang paling bertakwa kepada Allah. Jika mereka sama-sama bertakwa maka akan mendapat balasan yang sama. Orang yang pertama, Allah mengujinya dengan kekayaan dan dia bersyukur, adapun orang yang kedua Allah uji dengan kemiskinan dan dia bersabar. Masing-masing dari keduanya telah melakukan bentuk penghambaan kepada Allah seusai dengan tuntutan kondisi ujian yang dialaminya sehingga keduanya mendapat keberuntungan. Ini merupakan keberuntungan dan kemenangan berupa pahala bagi orang yang bersyukur dan orang yang bersabar.

Tempat kembalinya seluruh manusia adalah kepada Allah Ta’ala. Oleh karena itu Allah menutup ayat-Nya dengan berfirman

وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan“ (Al-Anbiya’ :35)

Maksudnya bahwa seluruh manusia akan mendapat ujian di dunia kemudian semuanya akan kembali kepada Allah, agar orang-orang yang berbuat kebaikan mendapat balasan atas kebaikannya dan orang-orang yang berbuat keburukan mendapat hukuman atas keburukannya.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita dan kita senantiasa berusaha agar kita menjadi orang yang beruntung dan mendapat kemenangan dalam menghadapai ujian dan cobaan baik itu berupa nikmat maupun musibah. Hanya Allah satu-satunya Zat Yang Maha Memberi Petunjuk dan tiada sekutu bagi-Nya.

Penulis: dr. Adika Mianoki

Artikel Muslimah.Or.Id

Inspirasi Hidup: Membaca Dunia

@K.L

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh…

Seorang anak kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai …

LAUT INI MALING …

Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai …

LAUT INI BAIK HATI …

Seorang anak tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai …

LAUT INI PEMBUNUH …

Seorang berperahu dan di hantam badai, lalu menulis dipantai …

LAUT INI PENUH MARABAHAYA

Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai …

LAUT INI PENUH BERKAH …

Sementara seisi lautan tak pernah mengeluh.

Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu tanpa sisa.

MAKA…….

JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.

Ingat:

Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik. Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.

Tak usah repot-repot mau menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun, Karena yang menyukai mu tidak butuh itu, Dan yang membenci mu tidak percaya itu (Ali bin Abi Thalib)

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi Siapa yang mau berbuat baik.

Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan.

Namun Hapuslah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan..

Jika datang kepadamu gangguan…

Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik. Kurangi mengeluh dan teruslah berdoa dan berikhtiar. 

Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti kita.

Tugas kita adalah berbuat yang baik & benar Bukan menghakimi.

Memaafkan adalah memaafkan tanpa tapi. Menghargai adalah menghargai tanpa tapi.

Jangan pakai hukum sebab akibat untuk membenarkan amarahmu..

Karena jika kita baik, amarah tak tumbuh subur.

Selamat menebar kebaikan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh…

Tipu Daya Iblis

Kisah Teladan Islami

Ada sepasang Suami isteri itu hidup tenteram mula-mula. Meskipun melarat, mereka taat kepada perintah Tuhan. Segala yang dilarang Allah dihindari, dan ibadah mereka tekun sekali. Si Suami adalah seorang yang alim yang taqwa dan tawakkal. Tetapi sudah beberapa lama isterinya mengeluh terhadap kemiskinan yang tiada habis-habisnya itu. Ia memaksa suaminya agar mencari jalan keluar. Ia membayangkan alangkah senangnya hidup jika segala-galanya serba cukup. 

Pada suatu hari, lelaki yang alim itu berangkat ke ibu kota, mahu mencari pekerjaan. Di tengah perjalanan is melihat sebatang pohon besar yang tengah dikerumuni orang. Is mendekat. Ternyata orang-orang itu sedang memuja-muja pohon yang konon keramat dan sakti itu. Banyak juga kaum wanita dan pedagang-pedagang yang meminta-minta agar suami mereka setia atau dagangnya laris. 

Ini syirik, fikir lelaki yang alim tadi. “Ini harus dibanteras habis. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menyembah serta meminta selain Allah.” Maka pulanglah dia terburu. Isterinya hairan, mengapa secepat itu suaminya kembali. Lebih hairan lagi waktu dilihatnya si suami mengambil sebilah kapak yang diasahnya tajam. Lantas lelaki alim tadi bergegas keluar. Isterinya bertanya tetapi ia tidak menjawab. Segera dinaiki keldainya dan dipacu cepat-cepat ke pohon itu. Sebelum sampai di tempat pohon itu berdiri, tiba-tiba melompat sesusuk tubuh tinggi besar dan hitam. Dia adalah iblis yang menyerupai sebagi manusia. 

Hai, mahu ke mana kamu? tanya si iblis. 

Orang alim tersebut menjawab, “Saya mahu menuju ke pohon yang disembah-sembah orang bagaikan menyembah Allah. Saya sudah berjanji kepada Allah akan menebang roboh pohon syirik itu.” 

Kamu tidak ada apa-apa hubungan dengan pohon itu. Yang penting kamu tidak ikut-ikutan syirik seperti mereka. Sudah pulang sahaja. 

Tidak boleh, kemungkaran mesti dibanteras, jawab si alim bersikap tegas. 

Berhenti, jangan teruskan! bentak iblis marah. 

Akan saya teruskan! 

Kerana masing-masing tegas pada pendirian, akhirnya terjadilah perkelahian antara orang alim tadi dengan iblis. Kalau melihat perbezaan badannya, seharusnya orang alim itu dengan mudah boleh dibinasakan. Namun ternyata iblis menyerah kalah, meminta-minta ampun. Kemudian dengan berdiri menahan kesakita dia berkata, “Tuan, maafkanlah kekasaran saya. Saya tak akan berani lagi mengganggu tuan. Sekarang pulanglah. Saya berjanji, setiap pagi, apabila Tuan selesai menunaikan sembahyang Subuh, di bawah tikar sembahyang Tuan saya sediakan wang emas empat dinar. Pulang saja berburu, jangan teruskan niat Tuan itu dulu,” 

Mendengar janji iblis dengan wang emas empat dinar itu, lunturlah kekerasan tekad si alim tadi. Ia teringatkan isterinya yang hidup berkecukupan. Ia teringat akan saban hari rungutan isterinya. Setiap pagi empat dinar, dalam sebulan sahaja dia sudah boleh menjadi orang kaya. Mengingatkan desakan-desakan isterinya itu maka pulanglah dia. Patah niatnya semula hendak membanteras kemungkaran. 

Demikianlah, semnejak pagi itu isterinya tidak pernah marah lagi. Hari pertama, ketika si alim selesai sembahyang, dibukanya tikar sembahyangnya. Betul di situ tergolek empat benda berkilat, empat dinar wang emas. Dia meloncat riang, isterinya gembira. Begitu juga hari yang kedua. Empat dinar emas. Ketika pada hari yang ketiga, matahari mulai terbit dan dia membuka tikar sembahyang, masih didapatinya wang itu. Tapi pada hari keempat dia mulai kecewa. Di bawah tikar sembahyangnya tidak ada apa-apa lagi keculai tikar pandan yang rapuh. Isterinya mulai marah kerana wang yang kelmarin sudah dihabiskan sama sekali. 

Si alim dengan lesu menjawab, “Jangan khuatir, esok barangkali kita bakal dapat lapan dinar sekaligus.” 

Keesokkan harinya, harap-harap cemas suami-isteri itu bangun pagi-pagi. Selesai sembahyang dibuka tikar sejadahnya kosong. 

Kurang ajar. Penipu, teriak si isteri. “Ambil kapak, tebanglah pohon itu.” 

Ya, memang dia telah menipuku. Akan aku habiskan pohon itu semuanya hingga ke ranting dan daun-daunnya, sahut si alim itu. 

Maka segera ia mengeluarkan keldainya. Sambil membawa kapak yang tajam dia memacu keldainya menuju ke arah pohon yang syirik itu. Di tengah jalan iblis yang berbadan tinggi besar tersebut sudah menghalang. Katanya menyorot tajam, “Mahu ke mana kamu?” herdiknya menggegar. 

Mahu menebang pohon, jawab si alim dengan gagah berani. 

Berhenti, jangan lanjutkan. 

Bagaimanapun juga tidak boleh, sebelum pohon itu tumbang. 

Maka terjadilah kembali perkelahian yang hebat. Tetapi kali ini bukan iblis yang kalah, tapi si alim yang terkulai. Dalam kesakitan, si alim tadi bertanya penuh hairan, “Dengan kekuatan apa engkau dapat mengalahkan saya, padahal dulu engkau tidak berdaya sama sekali?” 

Iblis itu dengan angkuh menjawab, “Tentu sahaja engkau dahulu boleh menang, kerana waktu itu engkau keluar rumah untuk Allah, demi Allah. Andaikata kukumpulkan seluruh belantaraku menyerangmu sekalipun, aku takkan mampu mengalahkanmu. Sekarang kamu keluar dari rumah hanya kerana tidak ada wang di bawah tikar sejadahmu. Maka biarpun kau keluarkan seluruh kebolehanmu, tidak mungkin kamu mampun menjatuhkan aku. Pulang saja. Kalau tidak, kupatahkan nanti batang lehermu.” 

Mendengar penjelasan iblis ini si alim tadi termangu-mangu. Ia merasa bersalah, dan niatnya memang sudah tidak ikhlas kerana Allah lagi. Dengan terhuyung-hayang ia pulang ke rumahnya. Dibatalkan niat semula untuk menebang pohon itu. Ia sedar bahawa perjuangannya yang sekarang adalah tanpa keikhlasan kerana Allah, dan ia sedar perjuangan yang semacam itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain dari kesiaan yang berlanjutan . Sebab tujuannya adalah kerana harta benda, mengatasi keutamaan Allah dan agama. Bukankah bererti ia menyalahgunakan agama untuk kepentingan hawa nafsu semata-mata ? 

Barangsiapa di antaramu melihat sesuatu kemungkaran, hendaklah (berusaha) memperbaikinya dengan tangannya (kekuasaan), bila tidak mungkin hendaklah berusaha memperbaikinya dengan lidahnya (nasihat), bila tidak mungkin pula, hendaklah mengingkari dengan hatinya (tinggalkan). Itulah selemah-lemah iman. 

Hadith Riwayat Muslim

Semangat Hijrah

Untuk semuanya yang ingin atau baru memulai berhijrah selalu berbaik sangkalah kepada Allah karena Dia maha tahu yg terbaik bagi hambanya.

Jika kita ketika berhijrah, teman-teman yang biasa bersama kita mulai menjauhi kita, ketahuilah! bukan mereka yang menjauhi kita tapi Allah yang menjauhkan mereka dari kita agar hijrah kita menjadi lancar dan istiqamah. Kemudian Allah akan mendekatkan teman-teman baru kepada kita untuk membantu perjalanan hijrah kita. Wallahu ta’ala bishawwab. 

Jika kita sudah istiqamah, jangan berharap bahwa Allah harus mencukupkan dunia kita because hijrah itu bukan untuk dunia, tapi untuk Allah, untuk akhirat kita….. 

Jika banyak ujian dalam hijrah kita, ketahuilah! Kita taat dan kita diuji, itu bukan musibah, bukan azab, tapi Allah sayang sama kita. Allah ingin melihat sejauh mana kita bersungguh-sungguh dengan niat kita. Ketahuilah, bahwasanya, ujian itu menghapus dosa dan mengangkat derajat kita.

Gak mungkin orang yg datang kepada Allah pulang dalam keadaan kecewa itu gak mungkin banget, mustahil. Allah itu Maha Adil, Maha pengasih dan Maha Penyayang. Semangat berhijrah dan raih cinta Allah. Penuhi hak Allah dan Allah kan penuhi hak kita. Wallahu ta’ala bishawwab.

​Tegarkanlah Hatimu

Ketika pedulimu sudah tidak dihargai. Tak ada alasan bagimu untuk terus menangisi. Ketika pedulimu sudah tak dianggap. Tak ada alasan bagimu untuk tetap berharap. Ketika pedulimu sudah dicampakkan. Tak ada alasan bagimu untuk tetap bertahan. Ketika pedulimu sudah dibuang. Tak ada alasan bagimu merasa bimbang. Ketika pedulimu sudah tak diharap. Tak ada alasan bagimu untuk terus meratap. Hidup terlalu singkat jika hanya untuk berharap. Mengharapkan orang yang sudah tidak peduli adalah sebuah kesia-siaan. Memikirkan orang yang sudah tidak peduli adalah sebuah kerugian. 
¤ Tergarkaah hatimu, Lapangkan dadamu. Bukankah dunia diluar sana masih luas?  Bukankah diluar sana masih banyak hati yang masih ingin peduli?