HATI YANG BERKARAT ❣

“Sesungguhnya, hati itu dapat berkarat sebagaimana besi berkarat. Rasulullah ﷺ lalu ditanya: Apa yang bisa membuat hati agar tidak berkarat? Rasul menjawab: Membaca Alquran dan mengingat kematian.” (HR al-Baihaqi).
Dalam diri manusia ada hati. Jika ia baik maka baik juga seluruh anggota tubuhnya, sebaliknya jika ia buruk maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. 

Hati yang baik akan bercahaya dan hati yang buruk akan tertutup noda hitam. Jika noda hitam ini tidak dibersihkan dengan segera, niscaya ia akan menutupi seluruh hati sampai hitam legam dan gelap hingga akhirnya mematikannya.

Demikian yang Nabi ﷺ sampaikan dalam hadisnya, “Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula jasad tersebut, dan sebaliknya apabila ia buruk maka jasad itu akan menjadi buruk pula. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah kalbu (hati).” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Noda hitam yang disebut menutupi hati seperti dikatakan Nabi ﷺ adalah dosa dan maksiat, baik itu kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Beliau mengistilahkannya dengan ran (titik hitam). Beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu dosa maka akan ada titik hitam di hatinya. Apabila ia meninggalkannya, meminta ampun dan bertobat kepada Allah, hatinya bersih kembali. Apabila ia kembali berdosa, titik hitam itu akan kembali lagi hingga menutupi hatinya. Itulah yang disebut ran,” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Noda hitam itu membuat hati menjadi berkarat. Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab al-Fath ar-Rabbani wa al-Faidh ar-Rahmani mengatakan, hati itu bisa berkarat. Namun, sebagaimana yang dinasihatkan Nabi ﷺ, jika pemiliknya merawatnya dengan baik maka hati itu akan bercahaya kembali. Jika tidak dirawat, hati akan menjadi hitam kelam karena jauh dari nur (cahaya). 

Selain karena dosa, kata sang Syekh, hati menjadi hitam juga karena cinta dan rakusnya terhadap dunia, tanpa punya sikap wara’. Orang seperti ini akan terus-menerus mengumpulkan dunia tanpa pernah merasa puas, sampai melakukannya dengan cara yang diharamkan.

Alquran adalah kalamullah.  Agar hati tidak berkarat, mudarasah Al quran harus terus dilakukan dan dibudayakan; bukan sekadar mengaji (tilawah), membaca, dan mempelajari pesannya (qira’ah wa tadarus), melainkan memahami, menerjemahkan, dan mengaktualisasikan nilai-nilainya dalam ke hidupan nyata (mudarasah), sehingga spirit Alquran itu menjiwai dan menggelorakan kehidupan yang semakin jauh dari nilai-nilai kebenaran, kebaikan, keadilan, keindahan, dan kedamaian.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS al-Isra [17]: 82).

Mengingat mati juga bisa membersihkan karat di hati.

Dengan mengingat mati, seseorang akan menyadari dirinya, mengingat dosanya, lalu berusaha memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.

Nabi Muhammad ﷺ mengatakan, 

“Perbanyaklah mengingat mati karena sesungguhnya mengingat mati itu dapat menghilangkan dosa-dosa dan menjadikannya zuhud terhadap dunia.” 

(HR Ibnu Abi ad-Dunya).

Wallahu a’lam.

SILAHKAN DI SHARE.

BERBAGI KEBAIKAN ITU KEWAJIBAN KITA SEBAGAI SEORANG MUSLIM.

Aku Menangis Karena Mereka Saudaraku

Hmmm…. malam ini bumi menangis lagi, dalam pembaringan, aku mendengar suara hujan itu, ditambah lagi dengan angin yang agak kencang. Suhu menjadi dingin, dinginnya bahkan menembus sumsum tulang… disebelahku ada adik dan sahabatku yang sedang menikmati aktivitas mereka, adikku terlihat tertawa kecil-kecilan dengan HPnya, mungkin ia sedang sms-an sama teman2nya, dan sahabatku terlihat sangat serius menyelesaikan tugasnya yang diberikan oleh dosen. Dan aku, aku hanya menikmati irama hujan diluar sana, pikiranku kosong. Namun sekali tiupan angin kencang menyadarkanku dari lamunan, “Astaghfirullah” jantungku terasa hampir copot, listrik pun padam… gelap, hanya ada cahaya Hp dan laptop kami. Aku termenung, pikiranku melayang, aku terpikirkan akan sesuatu diluar sana, ya… para fakir miskin. 

Aku yang sedang berada dalam sebuah bangunan yang mempunyai tembok yang kuat, berada dalam sebuah kamar yang nyaman, begitu juga dengan ranjang yang berkasur empuk, berseprei lembut dilenkapi dengan selimut tebal yang menghangatkan, namun namun malam ini, selimutku bahkan tidak mau mengusir dingin yang aku rasakan, aku yang berada ditempat yang aman dan nyamam saja masih merasa kedinginan, lalu bagaimana dengan orang-orang diluar sana yang tidak memiliki tempat tinggal, yang hidup dibawah jembatan atau mereka yang mempunyai rumah namun sebenarnya rumah itu sudah tidak layak untuk ditinggali?. Kutarik nafas panjang …. “Ya Allah, Lindungilah mereka”….. Hpku bergetar, ada yang sms, kubuka sms itu dan ku baca, disitu tertulis  ” eh jangan lupa buka buku ya, besok hari pertama kita UAS lho…. semangat, Zahra”, sms dari temanku itu membuat aku kaget “jiaaah, be-besoook UAS”. 

Aku bangun dari pembaringan kemudian duduk bersandarkan bantal, Aku keluar dari sms itu, pandangan mataku terhenti pada wallpaperku yang bertuliskan “Alleppo” dengan gambarnya yang selalu membuatku sedih apabila memandangnya, seorang anak dengan keadaan tubuhnya hitam, bukan hitam warna kulitnya tapi si jago merahlah yang telah merubah warna kulitnya yang putih menjadi hitam penuh luka dan darah, anak pada gambar itu tersenyum, namun ada air mata yang mengalir dikedua pipinya yang kusam. Kupandang gambar itu selama beberapa saat, tak sedikitpun aku mengalihkan pandanganku darinya, senyumnya membuatku terharu dan air matanya menggores hatiku, perih. Aku tak sadar sejak kapan wajahku dibasuh air mata. Aku menghapusnya tapi terus keluar dari telaganya dan mengalir. 

Tidak ada yang bisa aku lakukan saat ini melainkan mengirimkan do’a untuk mereka di kejauhan sana. Semoga Allah mengakhiri penderitaan Allepo. 

KISAH RASULULLAH S.A.W.

🌸KISAH RASULULLAH  & PENGEMIS BUTA.

Belajar dari kemuliaan & Kasih sayang Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Di sudut pasar Madinah Al-Munawwarah, seorang pengemis Yahudi buta setiap hari bila ada yang mendekatinya, ia selalu berkata, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir.

Bila kalian mendekatinya, kalian akan terpengaruh”. Sementara itu, setiap pagi rasulullah SAW mendatangi pengemis itu dengan membawa makanan. Tanpa sepatah katapun, Rasulullah menyuapi pengemis itu,walaupun setiap menyuapi pengemis itu selalu berpesan jangan dekati orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah melakukannya hingga beliau wafat. Setelah Rasulullah wafat,tidak ada lagi yang menyuapi pengemis itu. Hingga suatu hari Abu Bakar berkunjung kerumah putrinya, Aisyah. . 

Beliau bertanya “Anakku ,adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?” Aisyah menjawab ” Wahai ayah, engkau ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnahpun yang belum ayah lakukan, kecuali satu sunnah saja.” 

“Apakah itu?” Tanya Abu Bakar . “Setiap pagi Rasulullah selalu pergi keujung pasar dengan membawa makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta. Beliau sendiri yang menyuapinya.” 

Teranglah Aisyah..

Keesokan harinya,Abu Bakar pergi ke pasar dg membawa makanan untuk pengemis itu. 

Ketika Abu Bakar menyuapinya , pengemis itu marah dan berteriak “Siapa kamu? 

“Aku orang yang biasanya menyuapimu” jawab Abu Bakar .

 “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku. Bila ia datang padaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya dengan mulutnya setelah itu ia berikan padaku.” 

Abu Bakar tak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah satu sahabatnya. Orang yang mulia telah tiada. Ia adalah Muhammad, Rasulullah SAW” . 

Setelah mendengar itu pengemispun menangis dan berkata “Benarkah demikian? Selama ini aku menghinanya, memfitnahnya. Ia tidak pernah memarahiku sedikitpun.  Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Ia begitu mulia” . Pengemis Yahudi buta itupun akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar.

Masha Allah…

Sahabatku!..

Entah kenapa setiap kali saya membaca kisah ini selalu menangis..😢😢

Semoga kisah Rasulullah ini, selalu menjadi suri tauladan utk kita semua khususnya umat muslim..

Aamiin Yaa Robb..💕😇

RAHASIA KHUSYUK DALAM SHALAT

Kisah Teladan Islami:

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk. 
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya : “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?” 

Hatim berkata : “Apabila masuk waktu solat aku berwudhu’ zahir dan batin.” 

Isam bertanya, “Bagaimana wudhu’ zahir dan batin itu?” 

Hatim berkata, “Wudhu’ zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu’ dengan air. Sementara wudhu’ batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :

-bertaubat 

-menyesali dosa yang dilakukan 

-tidak tergila-gila pada dunia

-tidak mencari/mengharap pujian orang (riya’)

-tinggalkan sifat berbangga (ujub)

-tinggalkan sifat khianat dan menipu

-meninggalkan sifat dengki

Seterusnya Hatim berkata, “Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Sirratul Mustaqim’ dan aku menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. 

Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku’ dan sujud dengan tawadhu’, aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun.” 

Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Semangat Hijrah

Untuk semuanya yang ingin atau baru memulai berhijrah selalu berbaik sangkalah kepada Allah karena Dia maha tahu yg terbaik bagi hambanya.

Jika kita ketika berhijrah, teman-teman yang biasa bersama kita mulai menjauhi kita, ketahuilah! bukan mereka yang menjauhi kita tapi Allah yang menjauhkan mereka dari kita agar hijrah kita menjadi lancar dan istiqamah. Kemudian Allah akan mendekatkan teman-teman baru kepada kita untuk membantu perjalanan hijrah kita. Wallahu ta’ala bishawwab. 

Jika kita sudah istiqamah, jangan berharap bahwa Allah harus mencukupkan dunia kita because hijrah itu bukan untuk dunia, tapi untuk Allah, untuk akhirat kita….. 

Jika banyak ujian dalam hijrah kita, ketahuilah! Kita taat dan kita diuji, itu bukan musibah, bukan azab, tapi Allah sayang sama kita. Allah ingin melihat sejauh mana kita bersungguh-sungguh dengan niat kita. Ketahuilah, bahwasanya, ujian itu menghapus dosa dan mengangkat derajat kita.

Gak mungkin orang yg datang kepada Allah pulang dalam keadaan kecewa itu gak mungkin banget, mustahil. Allah itu Maha Adil, Maha pengasih dan Maha Penyayang. Semangat berhijrah dan raih cinta Allah. Penuhi hak Allah dan Allah kan penuhi hak kita. Wallahu ta’ala bishawwab.

​KOTORAN JIWA

Seorang murid mendatangi rumah gurunya untuk berkonsultasi tentang kondisi akhir-akhir ini ketika menjalani dzikir semakin dalam.
Murid bertanya , “ Guru mengapa akhir-akhir ini ketika saya dzikir air mataku keluar jatuh bercucuran, padahal hatiku tidak sedih dan punya masalah…?”

Sang Gurupun menjawab, “ Anakku ketika kamu dari kecil sampai besar setiap kamu punya masalah atau beban yang berat, ketika hatimu menderita, semua penderitaan dan kesedihan itu masih terekam dalam perasaan yang terdapat di jiwa yang paling dalam. Walaupun bertahun-tahun semua kepedihan itu masih tersimpan rapat dalam jiwa. Ketika dzikirmu menembus hati yang paling dalam, maka perasaan tersingkap dan keluarlah kotoran-kotoran jiwa yang tersimpan itu. Sehingga menetes bercucuran airmata kamu, itulah pembersihan jiwa bagian perasaan. Jika kotorannya semakin berkurang, maka hatimu menjadi bersih dan bahagia.”

Sang Murid bertanya kembali, “ Guru…! mengapa ketika saya semakin tekun berdzikir kepada Allah, justru saya sering sakit-sakitan, padahal sebelumnya saya jarang sakit, tapi sekarang tubuh saya mudah jatuh sakit…?”

Sang guru menjawab, “ Semua dosa-dosa yang pernah kamu kerjakan selama hidupmu ini juga masih tersimpan dalam jiwamu. Jika kamu tidak bertaubat dan membersihkan jiwamu, maka akan menjerumuskan dirimu ke dalam siksa neraka. Ketika dzikirmu semakin dalam dan masuk ke jiwamu, maka semua dosa-dosa itu dikeluarkan, jika keluarnya terlalu besar volumenya, maka tubuhmu tidak kuat, sehingga menyebabkan sakit. Berbahagilah orang yang sedang mengalami sakit karena dosa-dosanya sedang dibersihkan oleh Allah.

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim).

Jika dosa-dosamu semakin berkurang dan jiwamu menjadi bersih, maka tubuhmu yang sakit-sakitan menjadi sehat kembali. Jiwamu seperti cermin yang mengkilap bisa menerima dan memantulkan cahaya dari Allah.”

Sang murid menjawab, “ Terimakasih Guru atas penjelasannya, sekarang saya telah faham, semoga saya bisa istiqomah meneruskan langkah pencarian ruhani.”

Nabi SAW bersabda,“Jika Allah menghendaki kebaikan untuk seorang hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan hukuman untuknya di dunia. Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukan untuk seorang hamba maka Allah akan biarkan orang tersebut dengan dosa-dosanya sehingga Allah akan memberikan balasan untuk dosa tersebut pada hari Kiamat nanti”(HR Tirmidzi)

​Tegarkanlah Hatimu

Ketika pedulimu sudah tidak dihargai. Tak ada alasan bagimu untuk terus menangisi. Ketika pedulimu sudah tak dianggap. Tak ada alasan bagimu untuk tetap berharap. Ketika pedulimu sudah dicampakkan. Tak ada alasan bagimu untuk tetap bertahan. Ketika pedulimu sudah dibuang. Tak ada alasan bagimu merasa bimbang. Ketika pedulimu sudah tak diharap. Tak ada alasan bagimu untuk terus meratap. Hidup terlalu singkat jika hanya untuk berharap. Mengharapkan orang yang sudah tidak peduli adalah sebuah kesia-siaan. Memikirkan orang yang sudah tidak peduli adalah sebuah kerugian. 
¤ Tergarkaah hatimu, Lapangkan dadamu. Bukankah dunia diluar sana masih luas?  Bukankah diluar sana masih banyak hati yang masih ingin peduli?