HIJAB Itu WAJIB Ketika SUDAH BALIGH Bukan ketika SUDAH BAIK

 Copas▶ ‎Motivasi Hijrah Indonesia

*HIJAB Itu WAJIB Ketika SUDAH BALIGH Bukan ketika SUDAH BAIK*

“Ih pake jilbab tapi kok omongannya pedes”

“udah berjilbab tapi masih suka ghibah, gimana sih?” 

“Pake jilbab tapi kelakuannya ga bener” 

“yang penting hati dulu dijilbabin baru deh badan nya, daripada pake jilbab tapi ga bener. Dasar kerdus!” (kerudung dusta).

Pasti pernah dengar kalimat seperti itu…

Yang harus diluruskan adalah seorang muslimah yang memakai jilbab tidak berarti bersih dari dosa, tidak lepas dari khilaf, tidak memberikan label suci terhadap pemakainya, dan akhlaq yang belum baik tidak lantas mengubah hukum jilbab dalam Islam, yaitu wajib untuk semua muslimah yg sudah baligh.

Entah bagaimana akhlak muslimah tersebut, Baik atau tidak perilaku seorang muslimah, dia tetap wajib memakai jilbab . Karena jilbab dan akhlak adalah dua hal yg berbeda dan tak bisa dikaitkan satu sama lain apabila diantara keduanya belum baik.

Muslimah yang berjilbab belum tentu baik, tapi muslimah yang baik pasti berjilbab .

Allah berfirman yang artinya;

“Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. ” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.” 

(QS. Al Ahzab : 59).

Dalam ayat lainnya;

“ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. ” (QS. An Nuur: 31).

Teruslah berusaha menjadi muslimah yang baik…dan selanjutnya biarkan Allah azza wa jalla yg menyempurnakannya.

Mawar

Kutulis apa yang kubaca, kupikirkan, kumengerti….

Kupandang kaca dari baling kaca jendela…

Mawar…

Bunga nan indah lagi wangi…

Indah dan wangi lagi berduri…

Akan terluka orang yang tak berhati-hati..

Tak berhati-hati memetik bunga berduri itu untuk dimiliki….

Durinya bagai perisai…

Begutupun wanita…

Wanita juga indah….

Mereka punya perisai untuk melindungi diri mereka…

Apa perisai wanita?.. 

Jilbab, jilbablah perisainya…

Jilbab yang melindungi mereka dari hal-hal yang dapat merusak diri mereka…

Takan ku lupakan sejarah…

Lewat sejarah hidupku bisa terarah…

Berusaha memyembuhkan luka yang bagiku parah….

Tanpa sedikitpun rasa menyerah…

Dan hanya  kepada sang Khalik aku pasrah….

Hidup ini mengalir mengikuti waktu….

Pada Quran dan Sunnah kita harus patuh…

Tauhid dan Iman adalah kunci no.1 …

​Hijabers Zaman Now

By: Zahratussiitah and Khaila Khalilah

Berhijab. Bagi perempuan yang beragama Islam, berjilbab adalah kewajiban. Perintah Allah yang harus di taati, Wajib. Sudah terlulis jelas Firman Allah dalam al-Qur’an dan al-Qur’an itu gak akan berubah sampai hari kiamat. Kitanya aja yang kurang baca atau gak mau tahu sehingga kita mudah dipengaruhi oleh perubahan dan perkembangan zaman yang bisa menjerumuskan kita ke dalam neraka… yakin nggk takut sama azab Allah??

Ok, berbicara tentang jilbab, maka perlu dicatat bahwa jilbab yang Islam maksud disini bukan sekedar penutup kepala. Berjilbab bukan berarti menutupi kepala langsung udah, selalsai, bukan ya. Jilbab yang dimaksudkan dalam Islam itu punya aturan. Dan jilbab yang sesuai dengan perintah Allah adalah yang sesuai syariatNya. Lalu jilbab seperti apa yang sesuai syariat Islam? Jawabannya adalah Jilbab Syar’i.

Jilbab syar’i adalah jilbab yang dilabuhkan untuk menutup rambut itu bisa sampai ke dada, menutupi dada. Jilbabnya sederhana dan mudah dilabuhkan, gak perlu repot-repot dan dibikin ribet untuk mengenakannya, paham? Mudah aja kok pake jilbab yang sesuai syariat. Soalnya gak buang-buang waktu, gak perlu repot-repot, ngak perlu buang-buang tenaga untuk lilit-lilit jilbabnya kesana kemari kaya mumi, putar kiri, putar kanan, menyampirkannya pada kedua bahu, gak perlu jarum pentul banyak-banyak untuk nusuk sana-sini kek terapi akupuntur, gak perlu berlama-lama didepan cermin aaaaand gak butuh brooch (bros) atau aksesoris mewah. Ingat? Islam mengajari kita kesederhanaan. 

Untuk apa jilbabnya mau dililit-lilit, pake aksesoris, bercorak dan lain sebegainya? Untuk dilihat orangn kan? Kamu berhijab untuk Allah atau manusia? Kalo karena Allah, berarti kamu gak perlu ikut fashion atau style jilbab yang lagi nge-trend.

Menyedihkan sekali menyaksikan pemandangan yang ada dilingkuangan umum saat ini. 

Pertama, Banyak perempuan yang mengenakan jilbab tapi dengan tujuan tertentu. Misalnya mereka mengenakan jilbab hanya pada saat akan pergi ke sekolah, kampus, pasar dll. Dan setelah pulang dari sana, mereka melepaskannya kembali. Dan mereka tidak mengenakan jilbab ketika mereka sedang jalan di kampung halaman mereka sendiri.

Kedua, tidak sedikit yang mulai memakai jilbab. Namun mereka terlihat tidak menutup aurat. Mereka hanya membungkus badan mereka, bukan menutup aurat. Padahal hakikatnya jilbab itu penutup aurat. Mereka memang menutup kepala dengan jilbab. Tapi sadarkah mereka bahwa aurat yang dimaksud dalam Islam bukan hanya rambut? Untuk menutup aurat, jilababnya harus bisa menutup dada, lebar,  gak transparan, tidak bercorak, tidak mencolok warnanya dan yang paling penting adalah tidak mengandung tabaruj (perhiasan/aksesoris). Karena kebanyakan orang memakai perhiasan untuk dilihat orang lain, termasuk make-up (percantik wajah). Bahkan ada sebagian hijabers yang berjilbab namun masih ada bagian lehernya yang tersingkap. Kemudian soal pakaian para hijabers, ada yang masih menggunakan kaos panjang ketat, celana jeans ketat, juga menampakkan kecantikannya melalui make-up dan variasi-variasi jilbab.  Perlu diketahui, dicatat dan diingat bahwa untuk menutup aurat secara syar’i, pakaian yang dikenakan gak boleh transparan dan gak ketat, harus lebar dan longgar alias gak membentuk lekuk tubuh pun tidak luput dari kaos kaki (karena yang boleh  terlihat dari perempuan  hanyalah wajah dan telapak tangan).

Mengenai jilbab ini Allah swt berfirman:

“Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (khimâr) ke dada-dada mereka.” (QS an-Nur [24]: 31)

Dari ayat ini tampak jelas, bahwa wanita Muslimah wajib untuk menghamparkan kerudungnya yang menutupi kepala, leher, dan juyûb (bukaan baju) mereka dan dada.

Firman Allah dalam ayat yang lain:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗوَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [al-Ahzâb/33:59]
Tidak sedikit perempuan berjilbab dengan berbagai mode yang jelas-jelas ketidak-syar’iannya, bersolek (make-up) dan menggunakan perhiasan.  Terutama saat menghadiri uandangan pernikahan, resepsi ataupun menghadiri pesta-pesta atau acara-acara lainya. Bagai berlomba penampilan siapa yang terbaik, tercantik dan mendapatkan pujian, mereka menghias diri sebaik mungkin agar bisa tampil memesona dan menarik perhatian orang.

Ingatlah wahai saudari-saudari seimanku. Berjilbablah karena Allah, bukan karena manusia. Berjilbablah! Tutuplah auratmu dengan sempurna. Perintah Allah saja diabaikan dengan beribu alasan tanpa merasa berdosa, pantaskah diri meminta surgaNya? Pantaskah diri diselamatkan dari azab kubur? Pantaskah diri diselamatkan dari ganasnya api neraka yang menyala-nyala?

Sayangi diri kita, sayangi ayah, sayangi suami (bagi yang sudah bersuami), sayangi saudara laki-laki, dan sayangi anak laki-laki (bagi yang punya). Karena hanya dengan tidak memakai jilbab, mereka akan ditarik ke neraka. Mau menjadi alasan ayah, saudara, suami dan anak kita dineraka? Sayangilah mereka dengan jilbabmu.

Ingat! Berjilbab secara Syar’i itu kewajiban, bukan pilihan. Jadi untuk berjilbab sesuai syari’at, tidak perlu banyak alasan, tidak usah mencari pembenaran, gak pake tapi, tanpa tunggu nanti, jangan pura-pura tidak tahu,  jangan pura-pura tidak mendengarkan nasehat dan jangan pura-pura lupa. Jangan jadi orang munafik. Jangan menutup hati dari kebenaran. Hanya orang-orang kafir yang menutup hati dari kebenaran. Mau dosa kita segunung, aib kita segunung, tetap wajib pake jilbab. Sekali lagi, tidak ada alasan untuk tidak memakainya. Kita masih punya banyak dosa yang sulit kita hindari, paling tidak dengan beejilbab syar’i, kita telah menutup 1 pintu menuju neraka. Jangan numpuk dosa. Masih banyak dosa lainnya seperti pacaran, mendengarkan musik, pakai parfum, mencukur alis dan masih banyak lagi cara setan menjebak manusia agar menjadi kawannya dineraka.

Saudariku… Hidayah itu dicari, dijemput, bukan ditunggu. Jangan sampai kelak kamu menyesal yang teramat sangat, bahkan sampai airmata darah yang dikeluarkan pun sia-sia belaka dan ketika sudah terlambat, tidak ada lagi kata mengulangi waktu dan kembali dimasa lalu untuk memperbaiki diri. Kamu Islam, dan kamu punya cahaya Iman. Kamu hanya terperdaya dengan godaan iblis, tertipu oleh kesenangan dunia yang fana ini. 

Taatlah pada Allah dan RasulNya! Taatlah. Berhijrahlah!, sebelum kamu menyesal nanti.

“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala- nyala”. (QS.al-Mulk:10)

“Sesungguhnya sejelek-jeleknya binatang di sisi Allah adalah orang-orang yang tuli dan bisu (dalam menerima kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak berakal.” (QS. Al-Anfal : 22)

Mau jadi sejelek-jelek binatang? Ini bukan sejelek-jelak manusia lho, tapi binatang. Makanya kalo udah tahu jilbab syar’i itu wajib, jangan pura-pura ngak tahu terus nggak mau pake jilbab.
“Akan muncul pada akhir zaman, suatu kaum yang umurnya masih muda (yakni sedikit ilmunya), rusak akalnya. Mereka berkata dengan sebaik-baik perkataan manusia (yakni suka membahas masalah agama). Mereka membaca al-Qur`an, namun Al Qur’an tidak melewati kerongkongannya” (hanya baca tanpa memahami). (HR. Bukhari Muslim)

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. Al-An’aam : 44)

Mereka lupa bahwa perintah Allah itu wajib. Allah pun membukakan pintu kesengan untuk mereka (pacaran, pergi kepesta, jalan-jalan, mabuk, dengerin musik… dll). Nanti Allah akan siska mereka dengan sekonyong-konyong, saat itu, mereka lalu terdiam dan putus asa.
Pikir-pikir lagi deh kalo mau melanggar perintah Allah sang Rabbul ‘Alamin. Ingat balasannya nanti diakhirat. Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. Nggak mungkin kamu taat tapi disiksa. 

Apa kamu senang hidup dunia ini? Kata Nabi, dunia ini bagai PENJARA bagi orang yang BERIMAN. Apakah kamu beriman?
Allahamdulillah… sekarang kamu sedang baca tulisan ini. Itu tandanya Allah sayang sama kamu. Sudah menjadi tugas kita sebagai sesama muslim untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan biarkan iblis menguasai hatimu dan menjadikan tulisan ini hanya angin lalu bagimu. Jangan, lawanlah iblis. Kita lebih mulia daripada dia. Jangan sampai kamu menjadi temannya diakhirat. 
Saudari… coba deh renungkan sebentar! Kamu hidup didunia ini untuk apa? Untuk ngejar dunia? Ingat, Allah menciptakan kita untuk menyembahnya. Tanyakan pada diri, sudakah kita taat padanya? Apakah kamu telah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jangan main-main dengan ancaman Allah. Siksa Allah sangatlah pedih.
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang- orang yang lalai.” (QS.alA’raf:179)

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang amat berat. ” (Q.S. 2 ; 6-7)

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (Q.S. 20; 124)

“Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. “.(Q.S. 6 ; 70)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.  “.(Q.S. 4; 56) 

 => Catatan: Kafir (Kafara), yaitu menutup hati dari kebenaran.
“Mereka itu orang-orang yang telah kufur (menutup hati) terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. “. (Q.S. 18; 105) 

” Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. “.(Q.S. 9; 80)

Ingat tuh saudara-saudariku, jangan menutup hati terhadap Allah dan Rasul-Nya. Kalau Allah sudah perintahkan untuk tutup aurat alias berhijab (nutup aurat sesuai syariat, maka berhijablah, Lillahi Ta’ala.
Tunggu apa lagi? Segera berhijrah karena Allah. Karena kelak, surga atau neraka yang akan kita tinggali adalah hasil dari perbuatan kita selama di dunia. Kita yang memilih, kita yang menentukan dan kita yang usahakan sampai kita dapat. Jadi kalo kamu ingin dihadiahi surga, maka taatlah pada Allah. Untuk apa kamu beragama? hm? Agama itu punya aturan. Kalo mau beragama ya jangan sebatas KTPnya doang. Mari saudariku, mari kita hijrah bersama dijalan Allah. Emang kamu bisa lari dari azab Allah? Sekuat apa kamu? Emang kamu pikir kamu akan hidup didunia ini selamanya? Tidak, kematian akan menjemputnu dan kamu akan dibalas sesuai perbuatanmu. Pada hakikatnya, dunia ini diciptakan untuk kita sebagai tempat menanam bibit amal yang akan kita panen hasilnya nanti di akhirat.

Yuk Hijrah! Semoga kita menjadi orang yang tergolong kedalam golongan orang-orang yang Allah cintai dan yang Allah selamatkan. Aamiin yaa Allah.

Hijab, Wajib atau Pilihan?

By: Zahratussittah R.Y

#1

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu’alaikum waRahmatullahi waBarakatuh….

“Hatiku belum baik, jadi aku memilih untuk tidak berhijab”.

“Aku ga mau pake hijab, soalnya gayaku bisa terbatas. Entar aku bisa kek ibu-ibu. Trus gayaku gak akan keren lagi”

“Ga ada yg pake hijab di tempat kerjaku. Jadi aku milih untuk ga pake juga”

“Wah rugi dong kalo rambut sebagus ini ditutup. Entar aku udah ga cantik malah jadi seram”

Itulah beberapa komentar alias alasan mengapa sebagian wanita tidak berhijab. Mereka menjadikan berhijab itu suatu pilihan yang terserah pada diri mereka sendiri untuk menentukan mau berhijab atau tidak. Mohon maaf banget, boleh tanya ngak? Untuk yang perempuan yang mengaku beragama Islam. Kalian sudah tahu berhijab itu kewajiban, kenapa ngak make? Atau kalian belum tahu kalo berhijab itu hukumnya wajib? Pertanyaan kedua, udah pernah baca Qur’an belum? Udah pernah baca surat al-Ahzab dan surat an-Nur belum? Oooooh…. udah baca tapi ngak tahu artinya? Entar kalo baca Qur’an, perhatikan lagi maknanya ya! Jangan cuma baca Arabnya doang tapi kagak ngerti itu ayat bahas apaan. Jadi kalo ngaji, usahakan jangan cuma sebatas kerongkongan saja, tapi pahami isinya juga. Bagaimana bisa  kita mengamalkan suatu ayat kalo kita hanya asal baca ngak peduli maknanya?

Perhatikan nih dalil-dalil mengenai hijab. Semoga kalian paham ya…

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):

“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): 

“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman:

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)

“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al- Ahzab: 53)

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka..Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)

Nah, perhatikan deh! ada kata “terserah pada kalian” dalam dalil-dalilnya? Ya emang nga ada. Karena itu mah perintah. Wajib.

Well, sekali lagi saya kasih tau…  hukum hijab menurut kitab suci al-Qur’an kita dan hadist Nabi kita adalah wajib. WAJIB buat seluruh wanita yang beragama Islam. Itu perintah Allah, Tuhan kita. Bukan perintah manusia. Dosen atau bos yang manusia perintah aja, kita turuti. Tentu kita turuti karena takut ancamannya, bukankah begitu? Lalu mengapa kita tidak mematuhi titah Rabb kita? Tidak takutkah kita kepada-Nya? Merasa diri mampu menghadapi kemarahan-Nya?

Sekali lagi ya, saya gak bosan bosannya bilang kalau jilbab itu hukumnya WAJIB untuk perempuan-perempuan (dari golongan manapum) yang beragama Islam. Suka tidak suka, tetap berhijab. Ngak ada nanti, ngak pake tapi. Kewajiban artinya ngak pake alasan. Ngak pake, maka berdosa. Paham? Mau kamu siap belum siap, tetap hukumnya sama, WAJIB. Ngapain kamu beragama tapi ngak mau ikut aturan agama? Hanya satu jawaban, karena selalu mengutamakan NAFSU (keinginan) daripada IMAN. Kita ingin pamer tubuh, pamer perhiasan, pamer kecantikan dll. Dan ingat, semua itu hukumnya DOSA. Ok? DOSA. Dan Allah pasti akan membalas apa yang telah kita perbuat dengan seadil-adilnya. 

Ngak ada alasan “hati aku belum baik…”, “aku belum siap..”, “akhlak aku belum baik…” “aku banyak dosa”, “Aku mau perbaiki hati dulu, baru setelah itu menutup aurat. Karena aku gak mau dikatakan munafik oleh orang-orang, dll…”. Ngak usah tunggu hati siap dulu, Mbak. Kalo ngak siap-siap selamanya gimana? Kamu ngak akan melaksakan kewajiban dong yaitu menutup aurat. Ngak usah nunggu akhlaknya baik dulu baru nutup aurat, berhijablah, entar kamu akan mendapati hijab itu menjadi PENGINGAT dan kamu akan bisa menyesuaikan diri dengan hijabmu. Jangan tunggu hati kita suci baru mau menutup aurat. Mau sampai kapan memperbaiki hati? Kita tidak tahu ajal kita datangnya kapan. Dengan berjilbab, akhlak itu otomatis akan menjadi baik (karena jilbab itu sebagai pengingat untuk diri sendiri). Lama kelamaan kita pasti malu untuk berbuat buruk, malu sama pakaian kita yang sudah menutup aurat. Bisa jadi besok Allah memanggil kita ke hadapan-Nya. Lantas penyesalanlah yang akhirnya kita dapatkan.

Jangan bilang ‘kita belum dapat hidayah jadi tunggu aja deh”. Eh… hidayah itu ngak datang sendiri. Kita hanya jalan ditempat dan tidak ada niat untuk berubah. Bagaimana hidayah itu datang? Hidayah itu dijemput, bukan ditunggu. 

Ngak usah alasan “aku banyak dosa jadi ngak cocok pake jilbab”. Eh, namanya juga wajib, mo dosa lu segunung, selama lu beragama Islam, lu wajib make Hijab. Aaand Kalo kamu liat ada yang berjilbab masih berbuat salah, tolong jangan salahkan jilbabnya. Berjilbab adalah kewajiban. Wajib bagi semua wanita Islam yang sudah baligh, bukan hanya untuk wanita yang baik. Jadi, terlepas dari baik buruknya akhlak seorang wanita, ia tetap wajib untuk berjilbab. 

Walau ia memiliki akhlak yang buruk, setidaknya ia telah menutup 1 jalan menuju pintu neraka, dengan ia memutuskan untuk menutup aurat. Ngerti? Insha’Allah ngerti ya.

Jadi, baik dia perempuan yang sangat shalihah sampe perempuan yang buruk akhlak dan agamanya pun HARUS make hijab. karena hakikatnya menutup aurat itu adalah kewajiban.

Jangan bilang “aku ngak cocok berhijab, soalnya masa lalu aku hina banget. Aku sangat berdosa”. Memangnya kamu lupa kalo Allah kita itu maha menerima taubat? Allah itu maha mengampuni dosa. Minta ampunlah, bertaubatlah kepada-Nya. Namanya juga manusia ya bukan malaikat. Kita pasti pernah berbuat dosa. Mulailah berhijarah saudari-saidariku seiman. Berhijrahlah sebelum terlambat. Kalau ajal sudah datang menjemput sebelum kamu berhijrah, kamu akan sangat menyesal tapi tak ada gunanya lagi dan kamu akan mempertanggung jawabkan kelalailanmu dihadapan Allah, Rabb kita. Lagian Islam suruh kita tutup aurat karena Islam menghargai kita, Islam ingin melindungi kita, Islam ingin membedakan kita dengan wanita-wanita kafir. Menutup aurat itu kebaikannya untuk kita sendiri. Kalo sayang diri sendiri, maka berhijablah. Mau ayah kamu di siksa karena punya anak perempuan yang enggan menutup aurat? Tidakkah kamu kasihan padanya yang selamanya ini berusaha menghidupimu? Darah keringat dan airmatanya tertumpah demi kebahagiaanmu. Lalu kamu juga ingin beliau di siksa di neraka gara-gara kamu tidak menutup aurat? Ingat, setiap laki-laki adalah pemimpin. Sayangi ayahmu, sayangi suamimu, sayangi anak laki-lakimu dan saudara laki-lakimu karena kelak, mereka akan mempertanggung jawabkan siapa yang mereka pimpin.

“Tapi bolah kan jika aku ingin ikut trend hijab zaman sekarang? Soalnya kan aku ingin terlihat modis walau dalam keadaan berjilbab”. Berjilbab itu bukan untuk dipandang bagus dimata manusia, melainkan untuk dipandang bagus dihadapan Allah. Tidak perlu berlelah letih membuat orang tertarik melihat kita. Berjilbab syar’i lah, tutuplah aurat dengan sempurna. Labuhkan jilbab yang tebal hingga menutupi dada. Gunakanlah jilbab yang sederhana. Gunakanlah pakaian yang tidak membentuk lekuk tubuh. Pakailah selalu kaos kaki. Jika pakaiannya ketat, berarti belum menutup aurat dengan sempurna. Itu bukan menutup aurat namanya, tapi membungkus aurat karena masih terlihat lekuk tubuh. Lebih-lebih jika memakai jilbab tapi tidak menutupi dada. Na’uzubillah…

Jangan takut berhijrah, jangan tunda. Apa kamu bisa menjamin bahwa kamu masih hidup di hari esok? Jangan malu sama orang lain. Jangan takut dan malu komentar-komentar pedas mereka. Kalo mereka komentar ke kamu gini gitu bla bla bla, ok, it’s fine. Semua orang berhak bekomentar. Tapi mereka tidak punya hak buat melarangmu. So you can do it. You can wear hijab, you can be enjoy. Kita ngak bisa dan ngak punya waktu untuk menutup mulut semua orang yang berpikir buruk tentang kita. Kita gunakan aja nih kedua tangan kita untuk berdoa. Mendoakan mereka dan kebaikan kita. Karena kita punya dua tangan ngak bisa nutup mulut orang lain. Jika kamu hijrah karena Allah, berarti bukan penilaian Manusia yang kamu cari melainkan penilaian Allah. Berjilbab itu adalah bukti tanda cinta kita kepada Allah dan bukti tanda sayang kita kepada diri sendiri.

Kita mengaku cinta kepada Allah, sementara aturan yang Allah berikan saja tidak mau kita patuhi.

Apakah itu yang namanya cinta?

Kalo kita beralasan bahwa menutup aurat itu panas, maka ingatlah… bahwa panas didunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka yang akan kita dapatkan kalo tidak mematuhi Allah.

Jangan takut panas, takut ini dan itu… tapi takutlah jika Allah ngak ridho jika aurat kita dilihat oleh orang yang non-muhrim dengan kita.

Ayolah saudariku, aku tahu jauh didalam hati kalian itu ada Iman. Maka jangan biarkan Iblis melemahkan iman itu. Lawan bisikannya. Kamu pasti bisa berhijrah. Pasti. Lawan nafsumu yang terpaut dengan dunia. Taatnya kita kepada Allah adalah tanda bahwa kita mencintainya. Jangan cuma cinta ciptaan-Nya, tapi cintailah penciptaNya. Ingat, Iman butuh bukti. Kalo kamu beriman, maka kamu pasti melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pertanyaannya, apakah kamu beriman?.

Saudariku, aku mengatakan demikian, bukan berarti aku sok suci atau sok alim. Tapi aku peduli. Dan segala hujatan, cacian, hinaan dan apapun keburukan yang ingin kalian timpahkan padaku, silahkan. Aku punya Allah, dan aku tidak akan tumbang oleh komentar-komentar buruk kalian.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. 

Jilbab itu MAHKOTA bagi perempuan MUSLIMAH.

Dan Allah maha menerima taubat. Kembalilah ke jalan-Nya. Jalan lurus, jalan keselamatan.

Sebagai penutup, kalau kamu mau benar-benar berubah, tinggal lakuin aja, gak usah banyak mikir dosa yang dibelakang. Kamu hanya butuh fokus benerin diri aja hari ini dan masa depan.

Semoga Hidayah Allah melewati celah-celah sempit hati kita yang gelap. Ingat, hidayah bukan untuk ditunggu. Tapi dijemput. Jemput hidayah sebelum nyawamu dijemput malaikat MAUT.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki

yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya

maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum waRahmatullahi waBarakatuh….

“Jikalau hidayah dapat dibeli, maka akan kubeli hidayah tersebut untuk orang-orang yang aku sayangi.”


#Yuk_Hijrah_Lillah