​Tegarkanlah Hatimu

Ketika pedulimu sudah tidak dihargai. Tak ada alasan bagimu untuk terus menangisi. Ketika pedulimu sudah tak dianggap. Tak ada alasan bagimu untuk tetap berharap. Ketika pedulimu sudah dicampakkan. Tak ada alasan bagimu untuk tetap bertahan. Ketika pedulimu sudah dibuang. Tak ada alasan bagimu merasa bimbang. Ketika pedulimu sudah tak diharap. Tak ada alasan bagimu untuk terus meratap. Hidup terlalu singkat jika hanya untuk berharap. Mengharapkan orang yang sudah tidak peduli adalah sebuah kesia-siaan. Memikirkan orang yang sudah tidak peduli adalah sebuah kerugian. 
¤ Tergarkaah hatimu, Lapangkan dadamu. Bukankah dunia diluar sana masih luas?  Bukankah diluar sana masih banyak hati yang masih ingin peduli?

Maafkan Aku, Sahabat

Memory:

March, 19th 2017

Dear True Friend.

Akulah duri yang selalu melukaimu, kata-kataku adalah belati berbisa yang selalu menyayat hatimu. Aku minta maaf atas semunya walau aku Aku tidak pantas menerima maaf darimu. Aku merasa tingkah lakuku biasa-biasa saja, namum aku tak sadar hal itu menghancurkan perasaan orang lain, dan ketika aku sadar akan hal itu, aku sama sekali tidak menghiraukannya. Tidak ada yang mampu merubahku, hanya aku yang bisa melakukannya, namun aku kalah jauh dengan diriku sendiri. Sungguh diri ini adalah musuh terhebat yang pernah aku hadapi. Aku bertingkah laku asing bagimu, kau anggap aku berubah, namun ketahuilah, saat itu aku hanya sedang menyamar, aku harus memakai topeng orang lain untuk mewujudkan suatu tujuan. Aku tidak memperdulikanmu, aku mencapakanmu, aku mengabaikanmu, namun dibalik ketidak pedulianku itu, tahukah kau berapa butiran air mata yang sudah ku jatuhkan? Hanya Allah yang tahu berapa banyak bulir bening hangat yang membasahi pipi. 

Aku menahan air mata didepan kran yang aku biarkan airnya terus mengalir, aku tidak ingin membiarkan airmata buaya ini membatalkan wudhunya, namun aku kalah, ketika aku membasuh wajah, air matamu bercampur dengan air itu, aku terpaksa harus mengentikan wudhuku untuk beberapa saat, kemudian aku berwudhu dengan sempurna untuku menunaikan kewajiban. Tak sanggup kubendung air mata saudariku, sajadah dan tasbihku menjadi saksi bisu yang hanya menatapku dalam diam. Aku hanya menunggu hari istimewah itu, ide ini kudapat dari Rizkiah adikku. Dan hal ini membunuhku, betapa lamanya tanggal 03 April itu, aku takut hal ini merenggut nyawaku sebelum hari itu tiba. 

Apapun yang terjadi, jangan pernah membenciku, jangan, aku mohon walau aku tahu aku pantas dibenci bahkan dimusnahkan dari hidupmu. Aku yakin Allah punya rencana mempertemukan kita dengan kepribadian yang sangat bertantangan ini. Aku yakin kau adalah orang terpilih yang sengaja dikirimkan Allah untukku, kau adalah saudaraku walau kita dikeluarkan dari pintu rahim yang berbeda. Apapun yang terjadi, kita adalah sahabat, you are as special as my family.

I am only  human, not an angel not a devil, I am just a human.

​Sahabat Setia

Dear sahabat…

Sahabatku yang sangat aku sayangi, sebuah hadiahku dari sang maha penyayang, Aku tidak tahu lagi dengan cara apa aku harus meminta maaf kepadamu atas kesalahan-kesalahanku, ketidakpedulianku, keegoisanku, semua tindakan yang aku lakukan yang telah menyayat dan mencabik menggores habis hatimu yang hampir setiap hari ia selalu selelubungi darah karena luka dan sakit serta perihnya mampu menguras air matamu, lukanya yang belum kunjung sembuh, kulukai lagi dengan sebab yang sama. Ribuan maaf yang aku lontarkan dari bibirku terasa tidak akan sebanding dengan air matamu yang telah menghujani bumi. Ketahuilah bahwa setiap bulir air matamu yang sempat singgah dimataku, maka ia selalu bersemayan dalam hati dan pikiranku, aku tidak ingin melihat deraian air mata itu, rasanya bagai ribuan samurai menghujam qalbuku. Tapi mengapa aku tetap melakukan kesalahan yang sama? Egois. Aku cuma punya satu permintaan, tetaplah menjadi sahabatku, sahabat dunia akhirat. Tapi jika memang kau ingin pergi, maka aku akan meralakan dan aku akan memimta ampun kepada sang Rabb. Mungkin kepergianmu adalah karma bagiku, mungkin lewat kepergianmulah Allah membalasku. Maafkan aku sahabat, wahai yang aku sayangi. Maafkan aku jika tidak bisa menjadi seperti yang kau harapkan. Mohon mengertilah bahwa aku berusaha berubah namun hal itu menyiksaku. Aku hanya menunggu hidayahnya datang menghampiri, namun bagaimana jika Hidayah yang aku nanti-nantikan itu takan pernah menampakan wajahnya? Berikan sedikit untukku perasaanmu itu, ajarkan aku pengorbanan dan kekokohan. Agar aku juga bisa menyayangi orang lain. 

Dengan segala kelakuanku yang telah menghancur leburkan hatimu, masihkah engkau percaya jika aku mengatakan bahwa aku menyayangimu? Semua terserah padamu, namun ketahuilah bahwa aku sangat menyayangimu, sayangku kepadamu berbeda dengan sayangku kepada orang lain. Maafkan aku yang terlihat tak peduli kepadamu, namun ketahuilah bahwa dalam diamku aku memikirkan dan merindukanmu. Sadar atau tidak, cuek dan ketidakpelulianku adalah tipikalku, sangat sulit untuk aku lenyapkan, saat aku siap nanti aku akan merubahnya, aku yakin aku bisa jika Allah menolongku. Bukankah Allah yang membolak-balikkan hati manusia?  Kuharap sebesar apapun kesalahanku dan sampai kapanpun, maafkanlah aku. Seandainya kau mengerti bahwa “akulah tandus seribu tahun kemarau yang sedang menunggu disuguhkan air hujan, jangan lagi kau jauhkan mendung yang datang menghampiri, Aku hanyalah si fakir yang hina di mata Allah, yang tak mempunyai kerajaan cinta, namun aku selalu dan selamanya mensyukuri segalanya yang telah Allah berikan padaku, salah satunya adalah kamu”. Aku selalu terjaga dalam pelukan sayap malam yang meranggang, seakan akan malam tak mengizinkan aku tidur dan membiarkanku berpikir tentang banyak hal hingga dekapan mesra nan lembut sang embun pada daun talas terlepas perlahan, aku akan tetap terjaga dari tidurku. Bisakah kau menjawab mengapa Allah mempertemukan kita? Mengapa, hanya untuk membuatmu menangis? Sejauh ini mungkin hanya kamu dan Allah yang mengetahui seberapa banyak pipimu dibasahi butiran bening yang mempunyai loyalitas untuk selalu menemani dan menghiasi kesedihanmu.

Aku tahu kau merasa tersakiti karena kelakuan dan lisanku.  Tidak ada yang mengerti aku melainkan Aku dan Sang Rabb. Setauku, bukan namanya sahabat bila diantara kita masih ada yang merasa tersakiti, dan rasa sakit itu ada karena kita memiliki ego masing2, dan akulah orang yang paling meninggikan egoku dan tidak memperdulikan orang lain, bahkan keluargaku sekalipun. 

Aku tidak bermaksud menyakiti, tapi karena kau terlalu peka kepada perasaan sehingga kau merasa tersakiti. Bukan sahabat namanya bila masih ada air mata diantara kita yang bukan merupakan air mata haru atau air mata bahagia, jadi dengan kelakuanku yang menghancurkan hatimu mulai dari pecahan, kepingan, hingga serpihan, masihkah kau anggap aku sebagai sahabatmu? dan jawaban darimu yang pastinya adalah “ya”, karena jawabanmu itu sesuai dengan makna sahabat yang kau buat berdasarkan apa yang kau alami.

sahabat adalah:

Seseorang yg sering membuat mu menangis dngan tingkah dan perkataannya. Seseorang yang mngetahui klemahan mu dan mncoba untuk terus melakukan itu. Seseorang yang tidak memperdulikan mu di saat sedih mu. Seseorang yang selalu ingin membuat mu merasa kecewa dan ingin slalu melihat airmatamu. Seseorang yg bahagia diatas kesedihanmu dan seseorang yang akan sedih melihat kamu bahagia. Dan persahabatan adalah suatu hubungan atau ikatan antara dua orang atau lebih yang slalu saling mnyakiti. Dan hanya cinta dalam persahabatan yg mampu merubah defenisi ini”.  

Terima kasih 4 tahun bertahan dengan sikapku yang jahat. Terima kasih masih setia menyayangiku sampai detik ini. Terima kasih karena kamu tidak pernah pergi meninggalkanku. Allah benar-benar menghadiahkan kepadaku “Kamu”. Mari kita tetap bersahabat, didunia ini sampai diakhirat kelak. Semoga Allah menyelamatkan kita bersama orang-orang kita sayangi. Semoga Allah mempertemukan kita lagi. Semoga Allah memberikan yang terbaik dan merencanakan sesuatu yang terbaik untuk kita. Aamiin.

I love u my Hubban Limaanan… ummmuach……
Yang selalu menyakitimu dan meminta maaf darimu,

Ririn Yastiawijaya Az-Zahra

PUISI: Sahabat

By: Zahratussittah
Wahai Seseorang yang aku sayangi…

Seseorang yang pernah aku letakkan kepercayaanku sepenuh hati…

Seseorang yang selalu bersamaku menghiasi hari…

Seseorang yang selalu menjadi pendengar setia akan kisah-kisah yang kuarungi….

Seseorang yang pernah membuat aku tertawa lepas hingga aku tiada sanggup berhenti…

Seseorang yang  hanya hidup dalam memoriku saat ini… 

Seseorang yang istimewa yang pernah kumiliki….

Seseorang yang kupanggil sahabat sejati….

Masih ingatkah engkau akan lembayung senja yang pernah kita saksikan dulu? Saat itulah kita mengikat janji dikala temu..

Janji saling setia dalam persahabatan yang kini beku, tak seindah dulu…

Janji suka duka akan kita lewati bersama selamanya tenyata hanya semu.. 

Lembayung indah yang Allah pajangkan dilangit dikala senja itu kini Allah pajangkan lagi ditempat yang sama dan aku memandanginya seorang diri… tanpamu, wahai sahabat diri…. 

Dimana janji itu sahabat? Dimana janji yang waktu itu telah kita ikat bersama dengan senyum berseri? Kupandang lembayung yang dikelilingi mega jingga itu, seorang diri …..

Berteman sepi… 

Bulir-bulir air mata menganak sungai dikedua belah pipi.

Aku tidak sadar sejak kapan air-air terus menetes, apakah karena sepi?

Air yang keluar dari telaga mata ini seakan tidak mau berhenti meratapi…

Pandanganku kabur bagai kaca berembun karena butiran-butiran bening ini betah menggenang dimataku.

Dulu, bersama kita memandanginya dengan penuh kekaguman, perasaan kita sangat bahagia seingatku… 

Tapi hari ini aku memandanginya dengan airmata parah… 

hanya ada bayang-bayangmu disisiku membuat hatiku berdarah….

Sakit….sakit rasanya dikala aku merindukan orang lain yang tidak merindukanku.

Hatiku menangis disaat aku sedang sedih merindukanmu dan kudapati kamu sedang tertawa lepas dengan seseorang dan orang itu bukan aku… 

Ya… dialah sipenggantiku.

Tak pernah terbayang olehku bahwa kamu hanya akan menjadi kenangan yang dalam hati ia terpaku.

Kenangan yang penuh warna dan makna dalam kisahku.

Aku sadar… bahwa aku memiliki banyak kekurangan dan kamu pantas memiliki sahabat yang lebih sempurna dariku.

Kamulah rahmat yang Allah berikan untukku… namun kamu juga ujianku.

Sejatinya…  kepemilikan Allahlah segalaku…

Termasuk kamu, kamu Allah pinjamkan aku kamu.

Allah memberikan segala apa yang telah Dia berikan sebagai rahmat dan ujian untukku, termasuk kamu.

Jika Allah mengambilmu karena aku lebih mengharapkanmu daripada aku mengharapkan rahmat-Nya, Jika Allah memisahkan kita karena Dia ingin menguji keimananku, jika Allah ingin aku hidup tanpamu lagi karena Allah ingin membuktikan padaku bahwa tanpamu pun aku masih bisa bahagia, jika Allah menjauhkan kamu dariku karena Dia ingin mengajariku bahwa sahabat bukanlah segalanya dan tidak ada yang abadi kecuali Dia, jika Allah ingin kamu menyakiti karena Dia ingin mengajarkan aku bahwa hanya dialah yang Maha mencintai dan menyayangi yang tidak pernah mengecewakan hambanya… 

Maka sahabatku… sesungguhnya berpisah darimu adalah kehendak-Nya.

Allah ingin mengajariku apa itu keikhlasan yang sebenarnya….

Allah ingin mengajariku apa itu kedamaian  dan kebahagiaan sejati…

Dan aku yakin Allah akan menggantikanmu dengan yang lebih baik nanti.

Pergilah sahabat, pergilah… 

kini aku melepas sayapmu yang dulu kamu minta aku meremasnya agar kamu tidak bisa terbang meninggalkanku.. 

Aku hanya bisa pasrah…

Semoga yang kamu khianati, yang kamu buang, campakan, lukai kemudian kamu lupakan itu hanya aku.

Aku tidak akan melupakanmu, pelukaku.

namun aku juga tidak mengharapkan kamu kembali jika ini jalan terbaik untukku.

Aku hanya akan menyimpan kamu dalam sebuah peti masa lalu dan kusimpan dengan rapi peti itu didalam hatiku. 

Kujadikan kisah kita adalah perlajaran yang sangat berharga dan tak ternilai dalam buku kehidupanku. 

Ketahuilah sahabatku….

Kuusap airmataku sambil menatap sang lembayung yang ada didepan mataku ini, Ia pun perlahan-lahan mulai pergi hingga sirna ditelan langit ,,, 

Wahai sahabat yang telah mengkhianatiku… ketahuilah…

Seiring dengan sirnanya si cantik lembayungdan senja yang kian memudar ditelan dada langit, aku melepasmu dengan Bismillah…..

 kerinduan ini, kerinduan ini juga perlahan hilang, lenyap bersama mega-mega merah.

Kau hanyalah embun diujung daun…

Lembayung senja tinggal cerita

Dan kamu wahai sahabat, tinggal kenangan…..

Apa itu cinta?

ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤُﺐُّ ؟

Apa itu cinta?

Jika Cinta itu Ali,  yang berbaring menggantikan posisi Rasulullah saw ditempat tidur beliau. Sementara ia tahu bahwa sekelompok orang tengah berkumpul untuk membunuh Rasul saw.  Dan dia juga tahu bahwa dia mungkin saja tewas ditempat tidur itu,

Jika Cinta itu Bilal yang tidak lagi mengumandangkan azan setelah perginya Rasul Saw dan tatkala ia mengumandangkan azan lagi atas permintaan ‘Umar, dan tidak pernah ada tangisan yang begitu membahana sebelumnya saat ia melantunkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah”,

Jika cinta itu Abu Bakar yang dalam sebuah perjalanan Ia rela memberikan air yang terbatas kepada Rasulullah saw. Dan dikala Rasulullah meneguknya, maka hilanglah dahaga AbuBakar,

Jika cinta itu Abu Bakar r.a. Yang kala ia berkata kepada Rasulullah saw sebelum memasuki gua (Tsur): “Demi Allah, janganlah engkau masuk sampai aku masuk terlebih dahulu. Karena jika ada sesuatu di dalamnya, akulah yang terkena lebih dulu, bukan engkau”,

Jika cinta itu Rabi’ah bin Ka’ab, yang tatkala Rasulullah saw bertanya kepadanya tentang keinginannya,Ia pun menjawab bahwa ia hanya berharap agar bisa mendampingi Rasulullah saw disurga,

Jika cinta itu Tsauban. Yang ditanya Rasul saw tentang wajahnya yang pucat Tsauban pun menjawab bahwa ia tidak sakit dan tidak pula terluka.  Hanya saja Apabila ia tidak melihat Rasul saw, Ia menjadi sangat merindu kesepian,

Jika cinta adalah Ummu Umarah, Wanita yang rela menjadi tameng hidupnya nya Raaullullah saw hingga memiliki 12 luka tusukan dalam perang Uhud,

Maka….

Bagiku, cinta adalah Khalilahku.

Khalilah…., 

Julukan yang disandang sahabat akrabku.

Kenangan indah tentangnya adalah pelajaran yang mengandung makna cinta.

Cintanya tanpa syarat…. cinta sepenuh hati…

Cinta yang pernah tidak aku hargai…

Dan pernah tak aku syukuri…

Ia memberiku cinta namun aku selalu memberinya luka yang selalu basah…

Andai hatinya adalah kaca, pastilah sudah hancur sedari dulu…

Hancur menjadi penggalan, kepingan bahkan serpihan….

Namun dia tak pernah membalasnya…

Dia menghadapiku dengan sabar….

Aku pernah memungut batu dan membuang berlian…

Waktu demi waktu terus bergulir…

Aku mulai menyayanginya…

Kupikir segala sikap bodohku itu telah membuatnya lari menyelamat diri dari luka,

Ternyata disaat aku menoleh disisi, dia masih ada… Orang yang sama dengan cinta yang sama pun dengan senyum yang sama serta kesetiaan yang tak sedikitpun berubah…

Sejatinya….

Cinta adalah ketika seorang pecinta rela berkorban demi seseorang yang dicintainya.

 Adalah ketika seorang pecinta bisa merasakan apa yang dirasakan seseorang yang dicintainya. 

 Adalah ketika seorang pecinta selalu ingin dekat dengan yang dicintanya. 

 Cinta butuh bukti… 

Dan telah kudapati bukti itu pada Khalilahku.
By: Zahratussittah

​A Munafik Bestfriend

Howdy,,, Still, now I want to talk about friendship again.

Well, A friend, who does not need a friend?

I think that a friend is important to our life. Even a friend means a world to someone who loves her friend a lot. A friend can be someone’s happiness.

Well, Based on what I observed around me for years, I conclude that everyone needs a friend or even more. Yet, there are also some people who feel that they are happier to being alone and of course they enjoy it. They might be have their reasons why they want to spend times to be alone (such as reading book, whatching their favourite movies, listening to musics, writing something, online and etc). Ok, now, Let’s forget about those ones who dont need friends and focus on those ones who need.

In my experience and my previous obsevation, I found that most of people need a friend or more. They need friends to spend their time with, to share each other, help each other, hang out together (going to the mall, market, library, the tour destination etc), study, have fun and etc. So, they will feel alone and lonely if they are not with those ones they called “friends”. They will feel bored and such unhappy and then stress because no one to talk with, no one to share with, no one to spend their time with and etc. Then, they feel lazy to go outside because they feel something different or not as usual. 

Sometimes, a friend can play an important role to someone if that friend means to her so much. It is kinda the friend is an important thing in her life, a part of her happiness and in every single days she spends, it is not perfect without her friend. A friend like this one is what I called “Bestfriend”. Yes, bestfriend, and I think one is enough. Even it is only one bestfriend, she can be everything such as a friend, a sister, a savior or a hero, a helper, a nurse, a mother, a motivator and so on.

In my experience, What I found is it is true that a bestfriend play an important role to someone. She (the bestfriend) can be a killer or a savior for her besfriend happiness. Not every bestfriend be a part of her friend’s happiness, some of them might be a killer for her bestfriend happiness. She (the bestfriend) can destroy her bestfriend’s feeling (if she means to her bestfriend so much) by being a betrayer, I called it “A munafik bestfriend”. 

Yeah, the munafik bestfriend is the one who tells you that you mean to her, part of her happiness, loves you, needs you and so many sweet things else that make you trust her and believe that she is your bestfrind. Yet, she has two faces or two different sides of characteristic. In front of you, she acts so wonderdul as she is the best person in the world for u, yet, Behind you, she is your real enemy. She talks your bad things behind you, as you are the worst person ever.

 She says that you are the only friend for her, but soon, U find that she has another bestfriend besides you. And day by day passes, she does not care about you anymore, you think that you lost her, she destroys you inside, make you feel such you are alive but like dying. Yes, because she breaks your trust and makes you feel so empty.

Here you are crying for loosing her and feel a loneliness without her but in the other side, she is laughing with her new bestfriend happily and forget about you, she does not even care about you at all, no matter what. You are nothing more than a forgerttable memory or even a rubbish. Then, it will be so hard for you to trust someone else as your bestfriend.

Now I understand that Salt and Sugar look the same, be careful who you trust. You might pick salt because you think that it is sugar which taste sweet, but when you taste it, you then realize that it is not what you are expected, you made a wrong choise. Finally, you are regret that you trust the wrong person. Well, You met for a reason, either she is a blessing or a lesson. 

Don’t be too much confident when someone tell you they like you. The real question is, until when? Because just like season, people CHANGE. 

You know, Robin Williams says ” I used to think that the worst thing in life was to end up being alone, it’s not. The worst think in life is to end up with people who make you feel alone”, and it is true what he says. And I also once read some quotes which says “What is broken, can be mended. What hurts can be healed. And no matter how dark it gets, the sun is going to rise again. Remember, no matter what you face in life, don’t let go of God’s hand”.

Don’t depend to much on anyone. Everyone will change if they meet new people (who more attractive than you). Nothing can drag you down if you’re not holding on to it. It hurts but its okay because we cannot force someone to feel the same as we feel for them. The worst kind of pain do not come from your enemies but from the people who you trust and love. Never, ever, run back to what broke you. Remember, without respect, there is no love. Never ignore a person who loves you. Because one day you might wake up and realize that you lost the moon while counting the stars.  If you love someone, don’t lie, open up, no secret.

“I respect people who tell me the truth. No matter how bad it is. If you dislike something in me, then tell me face to face, not to talk about me in my back”

Sahabat Fisabilillah

Topo, 07/04/18 (01:44 malam)

Memori NR-ku…

NR, Itulah singkatan dari NiaRirin.

Kisah kita mulai sejak belasan tahun yang lalu.

Mulai dari hanya berteman biasa hingga menjadi sahabat seperti sekarang ini, sangat banyak kisah yang telah kita ukir bersama.

Menangis dan tertawa bersama, nyanyi dan dancing menjadi hobi kita berdua bahkan mentas diatas panggung dan memiliki banyak penggemar.

Kita beli baju kembar, celana kembar, topi kembar, kalung kembar, pokoknya banyak deh.. kita beli barang-barang ala korea gituuuu….

Awalnya aku pikir cuma kita yang jadi penggemar para artis, ternyata NR juga terkenal, hehe. Siapa dulu dong? Yoona sama Jessica gitu loh. 

Nggak ada yang bisa nyamain kita berdua karena kita ini beda, kita lain daripada yang lain.

Kita paling nggak suka dengar ocehan orang lain, nggak care hal kek gituan karena nggak penting.

Dari teman biasa hingga aku merasa nyaman bersamanya dan aku selalu ingin bisa bersamanya. 

Tidur bareng, makan mie China, nonton bola (piala dunia) sampe nggak sahur, saling curhat, gila bareng, warnai rambut dengan berbagai macam warna, Namun sekarang, kita berdua memutuskan untuk berjilbab dan belajar taat pada Allah (belajar Istiqomah), Alhamdulillah. Pokoknya banyak cerita yang telah kita rangkai bersama.

Bertahun-tahun, kita selalu bersama, hingga tiba saatnya hal yang tidak aku sukai, PERPISAHAN. Ya, dulu ketika ia pindah ke kost barunya, aku menangis parah seperti orang gila, Astagfirullah.

Aku khawatir jika ia akan menemukan penggantiku, tapi aku sadar bahwa aku tidak boleh membatasinya. Ia berhak mendapatkan sahabat yang lebih baik dariku yang memiliki banyak kekurangan ini.

Ia berhak mendapatkan sahabat yang mampu membuatnya bahagia.

Aku tidak ingin dia pergi dengan sahabat barunya, tapi jika hal itu terjadi, aku akan mengikhlaskannya karena Allah. Aku hanya akan bisa menatapnya dari jauh, tapi dia akan selalu ada dalam hatiku. Dialah sahabatku, satu-satunya. Dia akan tetap menjadi sahabat yang selalu aku rindukan ketika dia jauh dariku.

Aku bersyukur pada Allah telah mempertemukan aku dengannya.

Didalam selimut biruku, aku pernah menangis. Menangis karena aku merasa ia telah jauh dariku. Malam, sunyi, hening, dingin, semua orang telah tenggelam dalam mimpi mereka masing-masing, tapi disini aku masih memikirnya, dalam hati aku selalu bertanya: dimana dia? Sama siapa? Sedang apa? Masihkah ia merindukanku? Hmmm….😢😢😢

Aku menangis dalam diam, menangis dalam persembunyian, mengenang memoriku dengannya.

Coretan-coretan dalam bukuku, kebanyakan namanya, namanya terukir sebagai sahabat sejati dalam buku diari kesayanganku, kugambar diriku dan dirinya sedang bersama dengan baju kembar walaupun gambarku sangat jelek, aku tetap menyimpannya.

Aku menyimpan sebuah surat dengan amplop biru darinya, surat itu kuterima darinya pas kita baru lulus SD. Amplop dan surat itu masih kusimpan hingga kini, mengapa? Karena diamplop itu ia menulis “Buat sahabat Sejatiku, Ririn”. Semua pemberiannya adalah istimewa bagiku, termasuk sebuah jepit rambut kecil yang aku sudah lupa kapan ia memberikannya padaku, sudah sangat lama. Sudah hilang kilaunya tapi nilainya masih sama dihatiku.
Malam ini, dia tidur disisiku, dan aku… aku belum juga tidur. Mengapa? Karena aku masih menulis kata-kata ini. Aku ingin mengabadikan kisahku dengannya disini, biar aku tahu bahwa dia adalah sahabatku yang selalu kurindu. Semoga persahabatan ini terus terjalin hingga di Akhirat nanti.

For: Nia, My Jessica

From: Shahidah az-Zahidatuzzahra al-Farina.