Sahabat Fillah 

Ririn Yastiawijaya

Nia☆Ririn

Dear Diary…

Hmm… entah mengapa hari ini aku ingin bercerita padamu satu hal yang penting bagiku, SAHABAT.
Aku rasa ini bukan pertama kalinya aki bercerita padamu tentang sahabat. Maafkan aku yang selalu memenuhi lembar-lembarmu tentang perkara yang satu ini.
Aku punya banyak teman-teman diluar sana. Semunya sangat menyayangiku, mereka menginginkan aku untuk menjadi sahabat mereka. Tapi…. aku tidak bisa 😢. Aku tidak bisa karena aku sudah punya satu dan aku rasa dia saja sudah cukup.  Aku kenal dia, dulu, waktu kita masih SD. Kelas dua kalo tidak salah. 

Aku punya banyak teman yang suka mengajakku bermain, tapi bahagia yang aku rasakan tidak sama seperti saat aku bersama sahabatku. Aku, ketika bersama sahabat, walaupun hanya duduk diam dan tak ada yang hal yang kita lalukan, aku tetap bahagia. Beda ketika aku bersama puluhan teman yang bergembira ria, rasanya sangat membosankan. Aku jadi rasa ingin kabur dan tidur saja dirumah.
Tidak ada yang bisa manggantikan posisinya. Aku menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Atau, aku menutup sebelah mataku agar mata yang lainnya hanya untuk melihat kelebihannya. Itulah mengapa ia selalu menjadi orang istimewa untuku. Aku tak pernah memandang kekurangannya. Dan ketika jauh, ketika aku dikelilingi orang-orang tanpanya, aku tidak akan melupakannya. Aku selalu merindukannya seperti aku merindukan keluargaku.
Tapi Diary…. 😢😢😢

Apakah…. ia menganggapku sama seperti aku mengganggapnya?

Apakah ia merindukanku seperti aku merindukannya?

Disaat kita jauh, dan teman-teman disisinya, mereka bercanda dan tertawa, apakah ia ingat padaku?

Jika dia melihat kekuranganku, apakah ia masih sudi menjadi sahabatku?

Jika dia menemukan orang yang membuatnya bahagia lebih dariku, apakah dia akan melupakanku? 

Apakah dia akan meninggalkanku?
Diary, dia tidak tergantikan bagiku, apakah aku akan tergantikan pabila dia menemukan orang yang lebih baik dariku?
Entahlah… aku tidak tahu. Tapi yang terpenting adalah, aku MENYAYANGINYA. dan sahabatku hanya dia seorang. Kadang harus ada air hangat yang mengalir lembut dipipiku hanya karena aku mendengar ataupun melihat dia bersama orang lain. Aku khawatir jika aku akan tergantikan dengan yang lebih baik. 
Diary… dulu, sekarang, besok dan nanti, Insha Allah rasa sayangku ini akan tetap sama dan tidak pernah berubah. Tapi, seandainya ada yang lebih disayanginya, ada yang lebih baik dariku, ada yang bisa membuatnya bahagia, maka….aku mengikhlaskannya pergu walau keikhlasan itu akan disusul derainya airmata darah hati yang luka. Aku tahu aku akan sedih, tapi sedih itu tidak berdosa, cuman, jangan berlebihan… Laa Tahzan. 
Diary, sekarang aku sadar… Alhamdulillah. Aku sadar bahwa hanya Allah harapanku, tempatku bergantung, hidupku, kebahahiaanku… segalanya untukku. Allah tuhanku yang maha menyayangi. 😊😢.
Semua yang aku punya, sejatinya hanyalah milik Allah. Allah hanya menitipkannya padaku, Allah hanya mengujiku dengan segala yang ia titipkan, dan Allah bisa saja mengambilnya kembali sesuai kehendaknya…. Allah mengujiku dengan cara menjauhkanku dari orang-orang yang aku sayangi. Ya, Allah mengambil semua hal yang aku sayangi untuk menguji imanku. Dan aku tahu, ini adalah suatu kepastian, bahwa Allah jika aku mengikhlaskan sesuatu, Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Benci dan cintailah sesuatu karena Allah.

Alhamdulillah,,,, karena dia, aku tahu mana sahabat, mana teman, mana musuh, dan mana anjing.

Alhamdulillah… sekarang telah kutemukan hakikat cinta dan benci karena Allah. 

Cintailah sahabat karena Allah, bagaimana? Sahabat yang menyayangi sahabatnya karena Allah akan selalu mengajak sahabatnya untuk selalu dekat kepada Allah. Misalnya: menutup aurat, shalat, puasa, dan masih banyak lagi amalan yang membuat Allah semakin sayang kepada kita. Jika kamu punya teman yang selalu membuatmu tertawa, ia membuat kamu bahagia, memberi apa yang kamu mau, tapi dia tidak berhijab (untuk perempuan), maka kamu bukan mencintainya karena Allah. Dan dia bukanlah sahabat yang diajarkan Islam.

Saling menasehatilah dalam kebaikan…. ❤
Miss you so much… my besftrind, Nia.