Khaulah al-Azwar

Ini adalah sebuah lembaran kisah seorang wanita. Wanita tangguh yang mampu melepaskan sisi lain sebagai simbol keindahan dan kelembutan.

Dorongan kuat untuk menyelamatkan saudaranya, membuatnya harus bergelit dalam lautan darah.

Kisah ini berawal saat hamparan debu serta percikan darah membasahi medan peperangan, pertarungan antara prajurit membuat mata tak berkedip. Kekuatan dan kecerdikan serta ketangkasan dalam pertarungan lah yang bisa membuat lawan takluk, tiada kemenangan tanpa adanya seorang petarung yang handal dalam mengayuhkan pedangnya.

Di sudut pertempuran yang sedang berkecambuk, terlihat seorang prajurit yang gagah nan berani, prajurit yang tak mengenal rasa takut ketika menghadapi lawannya. Prajurit yang handal dan cermat dalam pertempuran sehingga ia mampu mengalahkan musuh-musuh yang berada di hadapannya. Ia bak angin yang berhembus kencang menghantam apapun yang ada di hadapannya, dengan mengenakan pakaian yang hitam dan serban hijau serta berada di posisi terdepan membuat para prajurit yang lain terkagum-kagum dan heran.

Siapakah dia? Jiwa pejuang apa yang dimilikinya? Semua mata tertuju pada prajurit tersebut dan bertanya-tanya. Mereka pun belum pernah melihat penunggang kuda itu berada di barisan prajurit terdepan, dengan tangkasnya ia mampu membuat pasukan musuh mundur dan takluk.