Hijrah Cinta

PERPISAHAN DENGANMU ADALAH CARA ALLAH MEMPERTEMUKAN AKU DENGAN JALAN HIJRAH.

Mungkin tugasmu dihidupku sudah selesai.
Begitupun tugasku dihidupmu sudah selesai.
Dan apa yang kamu cari tidak ada di dalam diriku

Cinta hanya bisa dibuktikan dengan dua jalan. Menghalalkan atau mengikhlaskannya.
Dan aku membuktikan itu dengan belajar mengikhlaskanmu.
Belajar untuk memaafkan semua kesalahanmu. Sebagaimana aku berharap orang lain yang pernah tersakiti karena aku memaafkanku.
Membenci hanya akan mengukung hidupku.
Yang perlu aku sadari, semua yang terjadi dihidupku sudah ada di dalam skenario Allah.
Termasuk tentang pertemuan dan perpisahan denganmu

Aku tak pernah menyesali pernah menyayangimu
Aku bersyukur sempat mengenalmu.
Aku bersyukur akan hadirnya dirimu di hidupku.
Tak ada yang sia-sia, begitupun pertemuan denganmu.
Allah ingin aku belajar lewat dirimu.
Lewat perpisahan itu aku belajar banyak hal.
Tentang Mengikhlaskan, melepaskan, memaafkan, untuk sabar dan yakin jika rencana Allah lebih indah dari sekedar inginku.
Perpisahan denganmu adalah pertemuan dengan hijrahku.
Lewat jalan hijrah yang kini kutapaki, aku berusaha menjaga hidayah dengan keistiqomahan.
Aku belajar banyak hal.
Aku pun mulai menyadari banyak hal.
Termasuk, tentang kita ‘dulu’,
Bukan karena rasa itu yang kusesali. Tapi, karena jalan meng-ekspresikan cinta itu yang salah.
Jika hingga sekarang aku masih bersamamu dalam ikatan tak halal itu, mungkin aku akan semakin merasa memiliki dan semakin takut kehilangan. Dan itu salah. .

Pejuang Hijrah

Untuk Sahabat Pejuang Hijrah

Untukmu yang mulai berhijrah…

Jangan takut akan cemooh mereka 

Jangan takut akan hinaan mereka

Mau itu Ibu-ibu, Aliran sesat, Ninja

Atau bahkan teroris untuk yang berniqob, bertahanlah.

Kuatkanlah imanmu 

Kuatkanlah tekatmu

Dan selalui perbarui semangatmu .

Hatimu tidak serapuh krupuk bukan ?

Yang selalu digigit langsung bunyi kress

Sesungguhnya mereka hanya iri karena tak mempunyai kesiapan sepertimu 

Mereka hanya iri karena mereka sendiri tak berani memulai kesiapan mereka untuk berhijrah.

Baginya mungkin cemooh itu hanya hal kecil. Tapi bagimu sakitnya bisa jadi bertubi-tubi.

Tanangkanlah diri ya ukhty wa akhi 

Tak usah berkecil hati 

Tak usah patah semangat 

Tak usah kembali ke masa lalu mu.

Bukankah setiap orang berkesempatan untuk menjadi sholehah ? 

Bukankah setiap orang berkesempatan untuk lebih dekat dengan Rabb nya ? 

Ikhlaskanlah diri wahai ukh.

Karena hijrahmu tak seperti masak mi instan yang sebentar saja bisa jadi . 

Pertahankanlah imanmu dan biarkan waktu dan Rabb mu yang mengurus mereka.

Ingat ukhti wa akhi…

Allah hanya kasih hidayah kepada mereka yang Allah kehendaki, yang allah sayang, yang Allah ingin agarereka selamat di akhirat…

Kamu berhijrah karena Allah? Allah sayang kamu… berbahagialah… bersyukurlah…. istiqomahlah…. dan nantikan hari yang dijanjikan. Semoga kita dipertemukan dalam satu golongan, yaitu golongan Ashabul Yamin. Aamiin, Inshaa Allah.

Semoga apa yang ana bagi ini bermanfaat bagi orang kalian, Aamiin, Inshaa Allah…

Nasehat Penerang Hati

1. JADIKAN AKHIRAT SEBAGAI TUJUANMU

Apa yang pertama kamu ingat ketika bangun tidur?

-Lupa akan menonton bola di tengah malam?

-Menyesal karena tidak menonton tim kesayangan?

-Ataukah akan mencari HP?

-Ataukah ternyata kesiangan? Dan terlambat untuk menjalankan sholat?

-Tugas belum selesai?

-Apakah akan bersyukur & berdoa karena masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup?

-Ataukah engkau memilih bergegas untuk melakukan kewajibanmu sebagai seorang muslim yang baik?

Sholat? Ngaji? Dzikir? Atau ibadah sunnah yang lain?

Saudaraku, SHOLAT itu bukan “part time” bukan juga “sometime” apalagi “no time” SHOLAT itu harus “full time” dan juga “on time” Karena MATI itu “any time”

Rasulullah saw. bersabda :

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari)

Rasulullah saw. bersabda :

“Barangsiapa bangun di pagi hari dan hanya dunia yang ada di pikirannya. Sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah di dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 macam penyakit dalam dirinya:

-Kebingungan yang tiada putus-putusnya

-Kesibukan yang tiada pernah jelas akhirnya

-Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi

-Khayalan yang tidak berujung wujudnya.”

-HR. Muslim-
2. NASEHAT MENYENTUH HATI

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah

Betapa banyak kita lihat manusia saling berlomba mencari dunia, mereka bergegas dan takut akan kehilangan dunia.

Sementara kita lihat mereka duduk dan berlambat- lambat dalam menghadiri shalat lima waktu berjamaah di masjid-masjid, padahal itu merupakan tiang agama.

Dan betapa banyak kita lihat mereka tetap bersabar duduk di jalan-jalan, toko-toko berjam-jam yang lama, mereka mengalami susahnya hawa terik panas dan dingin, demi mengais dunia. Sementara kita melihat mereka tidak bisa bersabar untuk duduk beberapa menit saja di masjid untuk menunaikan shalat atau membaca Alquran.

Dan betapa banyak kita lihat para pemuda muslimin mereka berlomba ke lapangan-lapangan bola, mereka menghamburkan banyak uang untuk membeli tiket masuk, kemudian disana ribuan orang berkumpul. Terkadang mereka menghabiskan siang harinya dan begadang malamnya, berdiri dengan kaki mereka, mata mereka tertuju, badan mereka tegak, suara mereka nyaring, menyaksikan para pemain yang menang dari mereka.

Mereka rela bersusah payah begini di jalannya setan. Sementara jika mereka dipanggil untuk menghadiri shalat di masjid dengan *“Hayya alash Shalah Hayya alal Falaah”* mereka pura-pura buta dan tuli dan mereka berpaling. Seolah-olah muadzin itu mengajak mereka ke penjara atau seakan-akan ia meminta hak dari mereka.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗِﻴﻞَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﺭْﻛَﻌُﻮﺍ ﻻ ﻳَﺮْﻛَﻌُﻮﻥَ ﻭَﻳْﻞٌ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻟِﻠْﻤُﻜَﺬِّﺑِﻴﻦ َ

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk. Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.”

(QS. Al-Mursalat 48)

ﻳَﻮْﻡَ ﻳُﻜْﺸَﻒُ ﻋَﻦْ ﺳَﺎﻕٍ ﻭَﻳُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ ﻓَﻼ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ ° ﺧَﺎﺷِﻌَﺔً

ﺃَﺑْﺼَﺎﺭُﻫُﻢْ ﺗَﺮْﻫَﻘُﻬُﻢْ ﺫِﻟَّﺔٌ ﻭَﻗَﺪْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ ﻭَﻫُﻢْ ﺳَﺎﻟِﻤُﻮﻥ .

“(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkap dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu. Pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).”

(QS. Al-Qalam 42-43)

Wahai kaum muslimin, keadaan ini kebanyakan kita sekarang lebih mementingkan dunia dan berpaling dari akhirat. Kita tidak mengambil ibrah dari orang yang (telah mati) mendahului kita..

Kita tidak melihat kepada orang di sekitar kita.. Kita tidak lagi tersentuh oleh nasehat.. Kita tidak bisa mengambil manfaat dari peringatan..

….Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un….

Kita memohon kepda Allah semoga Dia mengaruniakan kepada kita taubat, menyadarkan hati kita dari kelalaian ini. Sesungguhnya Dia mendengar dan mengabulkan doa.

Al-Khutbah al-Mimbariyah 1/313-314

|| follow shalafus shalih

Raih amal shalih dengan menyebarkan tulisan ini, semoga bermanfaat.

Jazakumullahu khoiron.
3. Masuk Surga Bersama Keluarga

Berkumpul bersama keluarga adalah salah satu dari kenikmatan dunia. Siapa yang tidak bahagia dan gembira ketika berkumpul bersama keluarga?. Momen bahagia yang tidak bisa digambarkan dan tidak bisa tergantikan dengan kawan atau pun sahabat.

Kita lihat contoh fenomena di Indonesia, ketika momen lebaran Idul Fitri, kaum muslimin berusaha agar berkumpul bersama keluarga dengan segala upaya. Misalnya menebus harga tiket yang mahal, perjalanan yang jauh, macet yang melelahkan serta halangan dan rintangan lainnya ketika safar untuk pulang kampung. Semuanya ini dilakukan untuk bisa berkumpul bersama keluarga dan berbahagia bersama.

Perlu diketahui bahwa semua kenikmataan dan kebahagiaan yang diinginkan oleh manusia di dunia, akan ada di surga kelak.

Allah berfirman,

ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣَﺎ ﺗَﺸْﺘَﻬِﻲ ﺃَﻧْﻔُﺴُﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣَﺎ ﺗَﺪَّﻋُﻮﻥ

“Di dalam surga kamu memperoleh apa (segala kenikmatan) yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa (segala kenikmatan) yang kamu minta.” (Q.S. Fushshilat: 31)

Kesamaan tersebut hanya ada pada nama, akan tetapi kenikmatannya tentu berbeda, jauh lebih nikmat di surga.

Tentunya kenikmatan berupa berkumpul dan masuk surga bersama keluarga, juga telah disediakan oleh Allah.

Allah berfirman,

ﺟَﻨَّﺎﺕُ ﻋَﺪْﻥٍ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻧَﻬَﺎ ﻭَﻣَﻦْ ﺻَﻠَﺢَ ﻣِﻦْ ﺁﺑَﺎﺋِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻬِﻢْ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻪِﻡْ

“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri- istrinya dan anak cucunya.” (QS. Ar-Ra‘du: 23)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksud ayat ini bahwa Allah akan mengumpulkan seseorang bersama keluarganya, orang tua, istri dan anak-cucunya di surga. Ini adalah dalil satu keluarga bisa masuk surga bersama. Beliau berkata,

ﻳﺠﻤﻊ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﻭﺑﻴﻦ ﺃﺣﺒﺎﺑﻬﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻵﺑﺎﺀ ﻭﺍﻷﻫﻠﻴﻦ ﻭﺍﻷﺑﻨﺎﺀ ، ﻣﻤﻦ ﻫﻮ ﺻﺎﻟﺢ ﻟﺪﺧﻮﻝ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ; ﻟﺘﻘﺮ ﺃﻋﻴﻨﻬﻢ ﺑﻬﻢ ، ﺣﺘﻰ ﺇﻧﻪ ﺗﺮﻓﻊ ﺩﺭﺟﺔ ﺍﻷﺩﻧﻰ ﺇﻟﻰ ﺩﺭﺟﺔ ﺍﻷﻋﻠﻰ ، ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺗﻨﻘﻴﺺ ﻟﺬﻟﻚ ﺍﻷﻋﻠﻰ ﻋﻦ ﺩﺭﺟﺘﻪ

“Allah mengumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai di dalam surga yaitu orang tua, istri dan anak keturunan mereka yang mukmin dan layak masuk surga. Sampai-sampai, Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi tanpa mengurangi derajat keluarga yang tinggi (agar berkumpul di dalam surga yang sama derajatnya, pent).”[1]

Orang tua dan anak saling tarik-menarik ke surga dengan memberi syafaat.

Fasilitas yang Allah sediakan agar keluarga bisa masuk surga bersama yaitu mereka akan saling tarik-menarik agar bisa masuk surga dan berada di dalam surga yang tingkatnya sama. Hal ini Allah anugrahkan agar mereka bisa berkumpul bersama. Bisa jadi sang anak berada di surga tertinggi, sedangkan orang tua berada di surga terendah, maka sang anak mengangkat derajat orang tuanya ke surga yang lebih atas, demikian juga sebaliknya.

Anak bisa mengangkat derajat orang tua mereka, hal ini telah diketahui oleh kaum muslimin dengan banyak dalil. Misalnya anak sebagai amal jariyah yang terus mendoakan orang tuanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ ﻭَﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ ﻭَﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya dan doa anak yang shalih”[2]

Demikian juga derajat orang tua naik karena istigfar anaknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

ﺇﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻟَﺘُﺮْﻓَﻊُ ﺩَﺭَﺟَﺘُﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ : ﺃَﻧَّﻰ ﻫَﺬَﺍ؟ ﻓَﻴُﻘَﺎﻝُ : ﺑِﺎﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭِ ﻭَﻟَﺪِﻙَ ﻟَﻚَ

“Sungguhnya seseorang benar-benar diangkat derajatnya di surga lalu dia pun bertanya, ‘Dari mana ini?’ Dijawab, ‘Karena istigfar anakmu untukmu.’[3]

Orang tua pun bisa menarik anaknya ke tingkatan surga yang lebih tinggi.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌَﺘْﻬُﻢْ ﺫُﺭِّﻳَّﺘُﻬُﻢْ ﺑِﺈِﻳﻤَﺎﻥٍ ﺃَﻟْﺤَﻘْﻨَﺎ ﺑِﻬِﻢْ ﺫُﺭِّﻳَّﺘَﻬُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻟَﺘْﻨَﺎﻫُﻢْ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻠِﻬِﻢْ ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻛُﻞُّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺴَﺐَ ﺭَﻫِﻴﻦٌ

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun pahala amal mereka. Tiap- tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

(QS. Ath Thuur: 21)

Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan,

{ ﺃﻟﺤﻘﻨﺎ ﺑﻬﻢ ﺫﺭﻳﺎﺗﻬﻢ { ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﻳﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻓﻴﻜﻮﻧﻮﻥ ﻓﻲ ﺩﺭﺟﺘﻬﻢ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻌﻤﻠﻮﺍ ﺗﻜﺮﻣﺔ ﻟﻶﺑﺎﺀ ﺑﺎﺟﺘﻤﺎﻉ ﺍﻷﻭﻻﺩ ﺇﻟﻴﻬﻢ

“Maksud dari ‘Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka’ yaitu, anak-cucu mereka kelak di surga, sehingga jadilah anak-cucu mereka sama derajatnya dengan mereka walaupun anak-cucu mereka tidak beramal seperti mereka, sebagai penghormatan terhadap bapak-bapak mereka agar bisa berkumpul dengan anak- cucu mereka (di surga kelak).”[4]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy menafsirkan, 

“Keturunan yang mengikuti mereka dalam keimanan maksudnya adalah mereka mengikuti keimanan yang muncul dari orang tua atau kakek-buyut mereka. Lebih utama lagi jika keimanan muncul dari diri anak-keturunan itu sendiri. Allah akan mengikutsertakan mereka dalam kedudukan orang tua atau kakek-buyut mereka di surga walaupun mereka sebenarnya tidak mencapainya (kedudukan anak lebih rendah dari orang tua –pent), sebagai balasan bagi orang tua mereka dan tambahan bagi pahala mereka. Akan tetapi Allah tidak mengurangi pahala orang tua mereka sedikitpun.”[5]

Semoga kita semua bisa masuk surga bersama keluarga yang kita cintai. ALLAHUMMA AAMIIN.

Artikel: Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] Lihat Tafsir Ibnu Katsir

[2] HR. Muslim no. 1631

[3] Sunan Ibnu Majah no. 3660, dinilai hasan oleh Al-Arnauth dalam tahqiq Musnad Ahmad]

[4] Tafsir Jalalain hal. 535, Darus Salam, Riyadh, cet.II, 1422 H

[5] Taisir Karimir Rahman hal 780, Dar Ibnu Hazm, Beirut, cet.I, 1424 H

Follow @Cahaya jannah

4. ﷽

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

DAHSYATNYA SEDEKAH

Kenapa Seorang Mayit Memilih “BERSEDEKAH” Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia ?

Sebagaimana firman Allah ﷻ :

ﺭَﺏِّ ﻟَﻮْﻟَﺎ ﺃَﺧَّﺮْﺗَﻨِﻲ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺟَﻞٍ ﻗَﺮِﻳﺐٍ ﻓَﺄَﺻَّﺪَّﻕَ

“ Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…” {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tidak mengatakan,

“Maka aku dapat melaksanakan umroh” atau“Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa” dll ?

Berkata para ulama,

Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal …

Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya …

Rasulullah ﷺ ,bersabda

ﻛُﻞُّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻓِﻲ ﻇِﻞِّ ﺻَﺪَﻗَﺘِﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻔْﺼَﻞَ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ

“ Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad, IV/174, dishahihkan oleh Syu’aib al-Arnauth ‏)

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yang sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka …

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ia mengatakan ,

ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﻥَّ ﺃُﻣِّﻲ ﺍﻓْﺘُﻠِﺘَﺖْ ﻧَﻔْﺴُﻬَﺎ ﻭَﺃَﻇُﻨُّﻬَﺎ ﻟَﻮْ ﺗَﻜَﻠَّﻤَﺖْ ﺗَﺼَﺪَّﻗَﺖْ ﻓَﻬَﻞْ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﺟْﺮٌ ﺇِﻥْ ﺗَﺼَﺪَّﻗْﺖُ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﺗَﺼَﺪَّﻕْ ﻋَﻨْﻬَﺎ

“ Bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya ibuku wafat secara mendadak, aku kira dia punya wasiat untuk sedekah, lalu apakah ada pahala baginya jika aku bersedekah untuknya? Beliau menjawab: “Na’am (ya), sedekahlah untuknya.” (HR. Bukhari No. 2609, 1322, Muslim No. 1004, Malik No. 1451, hadits ini menurut lafaz Imam bukhari

5. Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh

Motivasi pagi

*Cara Allah Menyangi*

Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu, tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak menyerah.

Cara Allah menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan pundakmu, sehingga kau mùampu memikul amanah yang diberikan kepadamu Cara Allah menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa

Hidup itu …

Butuh masalah supaya kita punya kekuatan,

Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras,

Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati,

Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai,

Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur,

Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta,

Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri

Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, tidak pula untuk menetap. Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Allah.

Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus, Sungguh mengajari hati BERBAIK SANGKA itu Indah.

Selamat beraktivitas semoga kita semua diberikan keselamatan, kesehatan, kekuataan, kesabaran dan rezeki yang melimpah, Aamiin.

Awali hari dengan doa dan hati yg ikhlas..

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh
6. RAMADHAN TELAH PERGI

Ramadhan telah pergi, tapi ia pasti kembali sedangkan kita tak pasti bisa lagi bertemu dengannya

Ramadhan telah pergi, bulan penuh ampunan bulan dimana satu kebaikan dibalas 700 kali lipat sedangkan di hari-hari lainnya tidaklah seistimewa Ramadhan.

Ramadhan telah pergi, tapi apakah amal kita telah diterima? Apakah dosa kita telah diampuni?

Jika ingin menguji amalan kita diterima atau tidak maka lihatlah diri kita setelah Ramadhan. Jika diri kita semakin baik maka itulah tanda amalan kita diterima Allah dan memberikan kebaikan-kebaikan selanjutnya kepada kita. Jika diri kita kembali bermaksiat maka itulah tanda dosa kita bertambah dan kita termasuk orang-orang celaka yang tidak diampuni.

Astaghfirullah

Ramadhan adalah proses awal dari sebuah jalan menuju ketaatan, jadi apabila saat Ramadhan datang kita taat tapi saat Ramadhan pergi kita kembali bermaksiat maka sesungguhnya kita telah gagal melewati proses, kita telah gagal melawan hawa nafsu di luar Ramadhan dan kita telah gagal mendapatkan kemenangan.

Kemenangan sebenarnya dari Ramadhan adalah saat kita bisa menjadi jauh lebih baik setelah Ramadhan. Kemenangan sebenarnya dari Ramadhan adalah saat kita mampu lebih dekat dengan Allah setelah Ramadhan.

Kemenangan sebenarnya dari Ramadhan adalah saat istiqomah menjadi jalan yang ditempuh melewati semua ujian hidup setelah Ramadhan.

Jangan ucapkan “selamat tinggal Ramadhan”, tapi ucapkanlah “sampai jumpa lagi, Ramadhan. Semoga Allah memberikan kita umur untuk berjumpa dengannya ditahun-tahun berikutnya Aamiin Allahumma Aamiin”.
7. Dan kita pun berpisah

By: Rha Khoolah
Pada senja yang menggoreskan jingganya

Berpadu menenggelamkan mentari

Dan petangpun menyapa bersama suara adzan yang menggema diseluruh pelosok dan sudut negeri

Menandakan haripun telah berganti

Kesedihan menyapa dalam kesendirian

Bulir air mata pun tak terbendung saat perpisahan didepan mata

Bagaimana tidak? bulan penuh keberkahan akhirnya berlalu mengucapkan salam perpisahan

Tamu yang selalu dinanti-nanti selama 11 bulan lamanya kini melenggang pergi atas izin Allah

Meninggalkan seorang diri dengan sejuta tanya “Apakah amalanku diterima, apakah dosaku diampuni” dan masih banyak pertanyaan lain yang tak mampu aku jawab

Hanya do’a yang selalu aku sematkan agar amalan dibulan Ramadhan itu berbuah pahala, mengundang berkah dan Allah memberikan Rahmat-Nyapada diri yang lemah ini.

Semoga Allah kelak masih mempertemukanku kembali dengan tamu keagungan ini dengan pribadi yang lebih baik lagi

Allahumma Balighna Ramadhan

​Hijrahku Belum Baik

#Copas#Motivasi Hijrah Indonesia (Fb group)

Terkadang terfikir dalam benakku. Saat orang-orang mengetahui diriku telah hijrah, saat orang-orang menilai aku adalah sosok yg baik. Padahal mereka tak mengetahui aku yg sebenarnya. 😖

~ Mereka mengetahui bahwa aku sosok yg anti berpacaran, tapi mereka tidak mengetahui bahwa aku masih sibuk “chatting tidak jelas” dengan ikhwan yg tidak berkepentingan denganku. 😖

~ Mereka berfikir sholatku sangat rajin & tak pernah meninggalkan kewajibanku, tapi mereka tak mengetahui bahwa aku adalah pendosa yg hebat, aku sering lalai dalam sholatku. 😔

~ Mereka berfikir penampilanku didepan mereka sangat tertutup rapi, tapi mereka tak pernah mengetahui kebiasaanku ketika aku keluar tak jauh dengan rumah aku terkadang malas menggunakan kaos kaki dan manset tanganku. 😥

~ Mereka berfikir aku adalah sosok yg ramah dan berbakti kepada orangtua, tapi mereka tak mengetahui bahwa aku pernah bertengkar dengan kedua orangtuaku, bahkan aku pernah mengeraskan suaraku ketika berbicara dengan kedua orangtuaku. 😭

~ Mereka berfikir aku adalah sosok yg lemah lembut dan penyabar, tapi mereka tak mengetahui bahwa aku sosok yg keras dan mudah marah. 😢

~ Mereka berfikir aku adalah orang yg ‘Alim, tapi mereka tak mengetahui aku adalah si fakir ‘ilmu, bahkan mungkin ‘ilmuku lebih sedikit dibanding mereka. 😔

Ternyata hijrahku belum tepat, belum baik. Selama ini aku hanya mengubah diri agar tampak baik, namun sifat asliku selalu muncul ketika aku berada di lingkungan keluargaku 😩 Mereka mengetahui aku adalah sosok yg ‘alim, baik, penyabar, lemah lembut, rajin beribadah, ramah, dan anti pacaran. Tapi nyatanya sifat asliku masih ada, aku tak se-alim yg mereka katakan, aku tak sesabar yg mereka katakan, aku sosok yg mudah marah ketika ada sesuatu tak sejalan dengan egoku, aku masih lalai dalam sholat, tak jarang aku cekcok mulut dengan kedua orangtuaku, aku tak selembut yg mereka katakan. 😭

Ternyata masih banyak yg harus aku perbaiki dalam hidupku, hijrahku belum tepat, hijrahku masih di 1 tempat, hijrahku harus tetap berlanjut, dan tidak akan pernah berakhir.💪

Semoga hijrahku terus berjalan, bila susah sekalipun akan tetap ku lanjutkan dengan merangkak, asalkan tak berhenti, asalkan tidak ku ulang lagi dari nol. Semoga hijrahku juga mendapat dukungan dari semua pihak. Agar hijrahku melangkah dengan tepat☺ dan yang terpenting… semoga Allah memberiku HidayahNya, taufikNya, dan kasih sayangNya. Memuntun aku memjemput Ridha dan cintaNya Aamiin.

​KOTORAN JIWA

Seorang murid mendatangi rumah gurunya untuk berkonsultasi tentang kondisi akhir-akhir ini ketika menjalani dzikir semakin dalam.
Murid bertanya , “ Guru mengapa akhir-akhir ini ketika saya dzikir air mataku keluar jatuh bercucuran, padahal hatiku tidak sedih dan punya masalah…?”

Sang Gurupun menjawab, “ Anakku ketika kamu dari kecil sampai besar setiap kamu punya masalah atau beban yang berat, ketika hatimu menderita, semua penderitaan dan kesedihan itu masih terekam dalam perasaan yang terdapat di jiwa yang paling dalam. Walaupun bertahun-tahun semua kepedihan itu masih tersimpan rapat dalam jiwa. Ketika dzikirmu menembus hati yang paling dalam, maka perasaan tersingkap dan keluarlah kotoran-kotoran jiwa yang tersimpan itu. Sehingga menetes bercucuran airmata kamu, itulah pembersihan jiwa bagian perasaan. Jika kotorannya semakin berkurang, maka hatimu menjadi bersih dan bahagia.”

Sang Murid bertanya kembali, “ Guru…! mengapa ketika saya semakin tekun berdzikir kepada Allah, justru saya sering sakit-sakitan, padahal sebelumnya saya jarang sakit, tapi sekarang tubuh saya mudah jatuh sakit…?”

Sang guru menjawab, “ Semua dosa-dosa yang pernah kamu kerjakan selama hidupmu ini juga masih tersimpan dalam jiwamu. Jika kamu tidak bertaubat dan membersihkan jiwamu, maka akan menjerumuskan dirimu ke dalam siksa neraka. Ketika dzikirmu semakin dalam dan masuk ke jiwamu, maka semua dosa-dosa itu dikeluarkan, jika keluarnya terlalu besar volumenya, maka tubuhmu tidak kuat, sehingga menyebabkan sakit. Berbahagilah orang yang sedang mengalami sakit karena dosa-dosanya sedang dibersihkan oleh Allah.

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim).

Jika dosa-dosamu semakin berkurang dan jiwamu menjadi bersih, maka tubuhmu yang sakit-sakitan menjadi sehat kembali. Jiwamu seperti cermin yang mengkilap bisa menerima dan memantulkan cahaya dari Allah.”

Sang murid menjawab, “ Terimakasih Guru atas penjelasannya, sekarang saya telah faham, semoga saya bisa istiqomah meneruskan langkah pencarian ruhani.”

Nabi SAW bersabda,“Jika Allah menghendaki kebaikan untuk seorang hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan hukuman untuknya di dunia. Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukan untuk seorang hamba maka Allah akan biarkan orang tersebut dengan dosa-dosanya sehingga Allah akan memberikan balasan untuk dosa tersebut pada hari Kiamat nanti”(HR Tirmidzi)

‎Motivasi Hijrah: Jodoh

“Kalo Gak Pacaran Gimana Bisa Ketemu Jodoh..???”

(Yukk simak..)
Akhy : “Assalamuallaikum ukhty?”

Ukhty : “Wa’alaikumussalam akhy”

Akhy :”Boleh ana bertanya?”

Ukhty :”Boleh”

Akhy : “Kriteria laki-laki idaman ukhty seperti apa?”

Ukhty : “Sederhana saja yang tidak suka menunda shalat, tidak suka menunda janji, tidak suka menunda pekerjaan dan menunda2 menikah”

Akhy : “Kalo laki-laki yang istimewa dimata ukhti seperti apa?”

Ukhty : “Laki-laki paling istimewa itu laki-laki yang gemar menangis di malam hari dan senang menebar senyum di siang hari”

Akhy : “Alasannya?”

Ukhty : “Jika laki-laki lebih sering menangis di malam hari ingat dosanya, dia laki2 yang pantas aku tunggu, dosa yang menyebabkan dia ke neraka saja di ingat apalagi aku yang membantu dia menuju surga-Nya”

Akhy : “Adakah hal yang membuat wanita merasa dihina?”

Ukhty : “Ada akhy…

penghinaan nyata bagi wanita ialah ketika dia dicintai oleh seorang laki-laki namun tidak ada niat untuk menikahinya” (Ummu khadijah)

Akhy : “Apakah ukhti sedih ketika tidak bersama dengan seseorang yang selalu ukhti sebut dalam doa ukhti ?”

Ukhty : “Aku tidak sedih ketika aku tidak bersama seseorng yang aku selalu sebut namanya dalam doa2ku.karena aku yakin aku akan bersama seorang yang akan lebih mencintaiku yang selalu menyebut namaku dalam doanya”

Akhy : “Maksudnya?”

Ukhty : “Aku akan bersyukur jika doaku terkabul. tapi aku akan sujud syukur jika aku bisa menjadi jawaban dari seseorang”

Akhy : “Apa yang membuat ukhty istiqomah memegang prinsip tidak pacaran?”

Ukhty : “Aku tanya, jodoh itu siapa yang ngatur?”

Akhy : “Allah”

Ukhty :”Kalo tahu jodoh Allah yang ngatur. tugas kita tinggal deketin yang ngatur, apa akhi yakin sama Allah?”

Akhy : “Tentu sangat yakin tapi kalo ga pacaran gimana saling kenal?”

Ukhty : “Allah tidak sulit menjodohkan

(mempersatukan hati : Al anfal :63) ..

Hamba-Nya jika mereka sudah siap. karena prinsip pernikahan bukan karena kesepian tapi karena kesiapan”

Akhy : “Jadi tugas kita tentang jodoh?”

Ukhty : “Memperbaiki diri karena Allah, bukan hanya sekedar karena jodoh”

Akhy : “Terus supaya dapet jodoh yang pinter ngaji, menjaga shalat, berbakti sama orng tua dan jujur gimana?”

Ukhty : “Caranya cuma satu,bawa diri kita kepada level trsebut,karena sifat jodoh tidak jauh dengan sifat kita kan ..

“Ath thoyyibunaliith thoyibat ” janji Allah orang baik hanya untuk yang baik”..
Semoga bermanfaat..

Puisi Hijrah: Hidayah dan Masa Lalu

By: Zahratussitrah 


Hidayah…
Adalah sebuah kata yang apabila aku berpikir tentangnya, maka terbitlah senyum dibibirku…

Sesuatu yang telah merubah arah hidupku…

Merubah tujuan hidupku…

Merubah ceritaku…

Merubah… segalaku…

Hidayah…

Adalah sesuatu yang tersangat mahal,

Yang telah membuatku menyesal…

Menyesali masa laluku dan menjadikan aku seorang pribadi yang sebelumnya tidak pernah ku khayal…

Membuatku menebalkan iman dan memperbanyak amal…

Hidayah…

Adalah hal terindah yang tidak dimiliki semua insani…

Allah hanya memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendakinya sebelum ia dikafani….

Ilmu agama perlahanku gali…

Akhirnya jalan Allah ku tapaki karena telah kukenali…

Kejalan Allah lah aku akhirnya kembali…

Selamat dari kejahilan nyata yang sangat kusesali… 

Hidayah….

Bukti cinta Allah kepada hambanya….

Seandainya aku tahu bahwa senikmat ini hidayah-Nya…

Maka aku tak akan berhenti berdoa kepada-Nya… 

Agar aku diberikan hidayah yang aku punya.

Dan kan kugenggam selamanya… erat-erat….

Betapa bodohnya dulu aku yang tak tau malu…

Betapa menyesal aku atas masa-masa bodohku yang telah berlalu…

Ya, mengenang masa lalu…

Rasanya aku seperti orang-orang jahiliyah dahulu…

Jauh dari agama,..

Menuhankan segala macam kenikmatan fana,

Kepada  hawa nafsu aku memghamba…   Melupakan akhirat dan mengejar  dunia…

Ingin meraih kedudukan yang kudamba.

Menari diatas panggung dengan aurat terbuka…

Menyanyi dengan suara mendayu memesona….

Dan mendengarkan musik, ketika membaca dan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Quran tak lebih nikmat daripada mendendangkan lagu-lagu yang kusuka…

Turut meramaikan pesta …..

Berbaur dengan insan-insan yang bukan muhrim bagiku tidak mengapa…

Dan berpacaran pun kubangga….

Tabarruj agar cantik dan memakai wangian kusetia…

Segala yang kulakukan telah mengotori  hati yang hidayah-Nya belum kudapatkan…

Hingga beribadah pun lengah dengan sibuk sebagai alasan…

Menghalalkan yang haram menjadi kebiasaan….

Perintah wajib aku tinggalkan….

Menghamparkan sajadah hanya di dibulan Ramadhan.

Mall, Cafe, Bioskop, tempat wisata dan tempat-tempat hiburan menjadi tempat hati ditenangkan…

Aku jarang menyentuh Kitab yang Allah jadikan panduan hidup dan syafaat… 

Namun aku tidak pernah absen di dunia maya dan melakukan hal tak bermanfaat..  

Shalat tergantikan dengan mencari uang sebagai ibadah wajib yang dengannya aku menjadi tidak taat..

Pura-pura tuli kala Adzan dan enggan bertaubat…

Betapa memalukannya masa kelamku…

Betapa malunya aku terhadap Rabbku…

Betapa takutnya aku berdiri dihadapan-Nya kelak dan mempertanggung jawabkan segalaku….

Segala urusan selama hidupku…

Aku pernah hanya menuruti bisikan-bisikan iblis dan terus menyerupai wanita kafir yang bagiku mereka indah. 

Hidupku menjadi sangat jengah….

Dunia ibarat pohon dan aku hanyalah sang musafir yang hanya singgah… 

Dan aku akan meninggalkan pohon ini untuk melanjutkan perjalanan yang tidak mudah.

Dengan segudang prestasi dan profesi yang kupunya, Aku bisa dipandang hebat dimata manusia…

Tapi aku begitu hina dan rendah dimata Ilahi bila aku tak bertakwa…

Sekarang Allah panggil aku kembali kejalan-Nya …

Allah sayang aku, seorang pendosa yang ingin kembali padaNya…

Disaat bagai kusut benang tak berujung hatiku ..

Suram, hitam dan Gelap….

Allah mengetuk pintu hatiku…

Menyentuh hatiku…

Membuka hatiku…

Melembutkan hatiku…

Menyinari hatiku….

Hidayah-Nya dapat melewati celah-celah sempit hatiku yang gelap,

Menerangkannya hingga gemerlap….

Allah ingin aku menghapus semua perbuatan sia-siaku ..

Aku bersyukur Allah menyelamatkanku dari jurang-jurang kebinasaan…

 Sebelum nyawa tercerai badan, 

Sebelum Allah mengutus sang malaikat maut-Nya untuk menjemput ruhku, 

Aku telah dapat menikmati betapa sejuknya hati yang dibasahi oleh tetesan embun keimanan kepada Rabbku. 

Betapa nikmatnya taat kepada Allah.

Inilah hakikat kedamaian dan kebahagiaan hakiki yang selama ini aku cari.

Telah kusimpan semua kisah kelabuku di dalam sebuah kotak kenangan, yang kunamakan masa lalu.

Aku akan sesekali menengoknya sekedar melihat lagi seperti apa jalan yang kulalui dulu,

Agar aku bisa belajar lagi…

Agar aku tiada lalai menjaga langkahku lagi.

Masa lalu pernah menjadi bagian perjalananku.

Bahagia pun lara kisahku dimasa lalu menjadi penguat langkahku di masa kiniku.

Masa kini adalah hasil rentetan perjalanan masa lalu, bukankah begitu?

Aku disibukkan dengan masa kini untuk impian masa depan, akhiratku.

Aku akan belajar mendewasa tanpa kaku. 

Menjadi lebih tangguh di masa kiniku..

Sebagai penguat langkah serius…

Dan pemantap kisahku di masa depan yang misterius.