Pacar atau Sahabat (A boyfriend or a bestfriend)

By: Ririn Yastiawijaya

Percakapan antara aku dan dia tentang dia dan sahabatku.

Oh ya, aku menulis ini 2 tahun lalu saat usai percakapan dalam “book note” kesayanganku. Hehe. Dan ini penggalan percakapan kami :

B: Kalau aku pilih dia, maka aku meninggalkanmu, dan jika aku memilihmu, artinya aku tidak akan menghabiskan waktu bersamanya seperti yang biasa kita lakukan.

A: Lalu, Kamu lebih pilih siapa? Dia? Atau aku?

B: Tidak mungkin aku memilih kamu. Maaf tapi aku tidak sebodoh itu. Diluar sana masih banyak orang yang lebih baik dariku. Aku bukan orang yang tepat untukmu. 

A: Bagaimana ia bisa membuatmu lebih memilih dia daripadaku?

B: Entahlah, kamu tahu aku orang yang paling suka membuat perbandingan.

A: Hm?

B: Aku melihat, ia menangis untukku berulang kali, aku bahkan tidak mampu lagi menghitung setiap tetesan airmata yang pernah ia tumpahkan dan akulah alasan dibalik tetesan-tetesan hangat itu. Aku menyakitinya, melukainya, aku menyiksa batinnya, aku jahat padanya. Aku menuruti egoku dan membunuh kebahagiaannya, aku selalu membuat senyum tak lagi singgah diwajahnya. Tapi… setiap kali aku menyuruhnya pergi, ia tidak pernah melangkah meninggalkanku. Ketika aku melukainya, hanya aku satu-satunya penawar yang bisa menyembuhkan luka itu, bahkan aku bisa menjadi obat setiap lukanya yang datang dari orang lain. Ya, aku bisa menyembuhkan lukanya karena orang lain, tapi tak ada yang bisa menyembuhkan lukanya yang berasal dariku. Ketika aku sedih, sebelum orang tuaku tahu, dia orang pertama yang menghiburku. Katika aku membutuhkan sesuatu, dialah orang pertama yang memberiku apa yang aku butuhkan. Ia meruntuhkan egonya biar aku yang menang, ia hanya ingin melihat aku bahagia. Airmataku lebih membunuhnya, ya, airmataku melukai hatinya. Ia menangis ketika aku menangis, dan tertawa ketika aku tertawa. Apa kamu mampu bertahan dengan orang orang membuatmu terluka bertahun-tahun?

A:….

B: sanggup?

A:….

B: tidak… kamu tidak akan sanggup setara dengannya, tidak akan pernah. Sekeras apapun kamu berusaha. Mau tau yang lebih WOW lagi? Dia lebih menyayangiku melebihi dirinya sendiri, lebih mengutakam diriku daripada keluarganya. Seandainya aku dan ayahnya sakit dan berada di rumah sakit yang berbeda, dia akan lebih memilih menjengukku dan disisiku, ia menangis untuk ayahnya. Apa yang kau pikirkan? Jangan bilang dia anak durhaka, atau aku akan menggantungmu diatas tiang listrik. Kamu tidak mengenalnya, aku hidup bersamanya. Aku bisa hidup tanpanya, tapi tidak dengan dia. Dia selalu mau bersamaku. Airmata dan keringatnya sebagian besar untukku, harta dan waktunya 80% untukku, dan sisanya adalah miliknya atau kadang semuanya untukku hingga ia tak punya lagi, tapi itu tidak penting baginya, yang terpenting baginya adalah aku masih disisinya. Orang kedua yang berani mengorbankan nyawa untukku setelah ibuku. Ia bahkan pernah memintaku agar membunuhnya daripada pergi ataupun menghianatinya. Apa yang kamu pikirkan? Jangan berpikir bahwa dia gila, atau aku akan menyuapimu 5 skop pasir berkerikil tajam. Aku adalah orang teristimewa dalam hidupnya. Mau tau yang lebih WOW lagi, dia tidak pernah membiarkan aku lapar, ia selalu mengutakamku daripada dirinya, aku kenyang, baru dia makan. Memenuhi kebutuhanku dan memberiku apa yang aku inginkan. Dia orang yang paling menyayangiku setelah Ibu dan Ayahku. Bahkan saudara kandungku tak bisa sebaik dia. Tidak ada yang sama sepertinya didunia ini, karena dialah satu-satunya. Coba kamu ingat-ingat, pernah ketemu orang seperti dia dalam hidupmu? 

A: …..

B: jika kamu menjawab ia, maka aku tahu kamu cuma NGARANG alias bohong. Aku melepasnya, tapi ia tidak pernah mau pergi. Aku pikir dengan menjauhiku, ia akan bahagia karena aku tak akan menyakitinya lagi, tapi aku salah, jauh dariku ternyata lebih menyiksanya. Dia lebih memilih memutuskan pacarnya daripada jauh dariku. Dia… pacaran atau tidak, tergantung IZINku. Dan aku akan selalu melindunginya dari salah pintu dosa yang namanya “PACARAN”.

Masih ada sejuta kebaikannya yang tak mampu aku sebutkan. Lalu apa kebaikanku padanya? Jawabannya adalah NOL BESAR, nothing, tidak ada. Ia mengabaikan kewajibannya hanya untuk memenuhi keinginanku. Apa kau bisa walau sedikit? Jawab aku, apa kau bisa?Jangan bilang iya atau akan kulemparkan HPku kewajahmu. Paling saat mau melakukan seauatu untukku, kamu akan berpikir 1000 kali disusuli ribuan alasan. Ketika aku ingin menghajar cowok-cowok leger yang suka ganggu, saat aku berlagak sok preman dan bangga akan diriku dimasa lalu yang selalu menjadi pemenang ketika berantem, ketika aku ingin berantem sama teman-teman karena aku selalu yakin bahwa kali aku masih akan meyandang status sebagai PEMENAG, ia selalu mengingatkan aku bahwa aku adalah seorang WANITA.

Aku kadang berfikir, jangan-jangan dia bukan manusia,,, karena selain orang tuaku, tidak mungkin ada manusia sebaik itu. Aku rasa dia…. dia adalah jelmaan bidadari. Dia adalah satu hadiah terindah dari Allah yang aku punya. Sekarang aku baru sadar mengapa Allah memberiku “Dia”., atau lebih tepatnya lagi, mengapa Allah menitipkan AKU padanya? Aku tahu persis jawabannya. Katanya hidupnya menjadi lebih baik ketika bertemu denganku, katanya dirinya menjadi pribadi yang lebih baik karena aku, tapi sebanarnya Akulah yang harus belajar banyak hal darinya. Sudah cukup kebaikannya untukku. Aku tidak butuh lagi. Karena yang lebih aku butuhkan adalah MAAF darinya. Ya, aku hanya ingin dimaafkan. Itu saja, tidak lagi. Aku tidak butuh apapun darinya lagi. Tak ada yang lebih penting daripada MAAF darinya. Sekarang aku baru sadar bahwa dia sangat berharga, seberharga diriku dan keluargaku. Sesuatu yang berharga itu tidak akan pernah bisa tergantikan. Aku telah mencampakannya selama ini, dan aku baru sadar bahwa ternyata aku kesepian ketika jauh darinya. Aku baru merasakan hal itu, dan ketika aku mendapatinya pergi meninggalkanku, maka aku tidak akan menahannya jika dengan meninggalkanku dia bisa BAHAGIA. Tidak mungkin aku menyalahkan kepergiannya karena satu-satunya yang bersalah disini adalah AKU. Aku tidak akan pernah memintanya kembali, aku hanya minta satu, MAAFKANLAH AKU atas semua kejahatan dan kebiadabanku selama ini. Memperlakukannya seperti aku tidak punya hati. Percayalah padaku, kamu tidak akan pernah menemukan orang seperti dia. She is a BLESSING in my life. Kamu tidak mampu sepertinya, bahkan hanya secuil pun kami tidak bisa. Pergilah dan lupakan aku. Telah Allah siapkan jodoh yang baik untukmu dan untukku. Bukan hanya untukmu, setiap pria yang mengatakan cinta padaku, aku hanya beri mereka 1 pertanyaan yaitu “Mampukah kamu bisa seperti Dia (Sahabatku)? Aku akan percaya bahwa kamu mencintaiku bila kamu mampu mengalahkannya. Dan, kamu tidak akan mampu”. Dan aku tahu Allah telah menyiapkan yang terbaik untukku. Untuk Duniaku dan untuk Akhiratku.

Ok, Apa yang ingin kamu sampaikan padaku? Cepat sampaikan saja karena aku harus pergi.

A:…. (speechless).

B: Ok. Bye.

Alhamdulillah…

Dia adalah 🍀, daun semanggi berhelai 4 yang ku temukan. She is really my 4-leaf clover. Today, tomorow and forever. Insha’Allah.