HEI MUTIARA..

@Motivasihijrahindonesia (Fb)

🍂

Engkau tau kisah Uwais Al-Qarni kan?

Ia bukanlah siapa-siapa di dunia.

Bahkan jarang sekali yang mengenalnya.

🍂

Tapi taukah engkau?

Di kalangan penduduk langit.

Di kalangan Para Malaikat.

Namanya Sangat Terkenal.

🍂

Sangat berbeda dengan kita saat ini bukan?

Allahul musta’an😢😭

🍂Yang mati-matian bergaya dan tebar pesona di mana-mana.

Berlomba-lomba ingin terkenal di dunia maya dan nyata.

Mencari perhatian banyak orang, yg orang lain pun terkadang tidak akan peduli dengan keberadaanmu.

🍂 

Para muslimah, Yang seharusnya jadi mutiara dalam cangkang kerang. Tersimpan rapat di dasar lautan. Tapi faktanya apa yang terjadi?

🍂

Fitrahnya tak lagi istimewa.

Kehormatannya tak lagi mulia.

Rasa malunya tak lagi dijadikan mahkota.

Imannya tak lagi terjaga.

🍂

Kenapa bisa?

Fitnah foto SELFI. WEFIE. GRUFIE

Tidak salah bila jadi konsumsi pribadi saja, ini tidak,tampa sadar relakan dirinya jadi konsumsi publik.

🍂

Memajang foto diri namun Captionnya Tausiyah.

Sebenarnya kalo mau jujur, 2 hal itu nyambung gak sih?

Apalagi yang sudah syar’i bahkan berniqob. Kesannya tuh “maksa” banget gitu ingin dilihat agar tenar.

🍂

Tidak salah jika orang lain menganggap muslimah yg kekinian itu hanya ikut-ikutan trend.

NORAK.

Tidak paham hakikat berhijab.

Bahkan dikata gagu dalam urusan menjaga diri.

Datang ke kajian. Iya datang. Tapi yang dibawa pulang foto selfie, bukan bawa ilmu.

🍂

Untuk apa terkenal di dunia, jika penduduk Langit tidak ada yg mengenalmu.

Masalah gatel ingin posting foto diri setelah hijrah itu hanya ujian kecil, obatnya hanya niat Lillahi Ta’ala.

Simple bukan?

🍂

So.. Stop upload upload foto diri.

Tidak foto selfie, foto bersama, foto dari belakang, foto wajah diblur, foto wajah ditutup emoticon, foto telapak tangan berhandsock, foto bercadar, foto gamis dan kaos kaki, atau foto foto lainnya terkait foto diri.

🍂

Banyak-banyakin amal baiknya, kurang-kurangin foto selfienya.

🍂

Wanita Shalihah

#co-pas

*Untuk Para Ibu Demi Masa Depan Putrinya*

1. Hormatilah suamimu ketika dia di rumah atau di luar rumah, dan bersegeralah memenuhi kebutuhannya, khususnya di depan putri-putrinya.

2. Jangan bertikai dengan suami di depan anak-anak, never! Perselisihan yang terjadi tidak boleh melewati pintu kamar tidur.

3. Sengajalah meminta izin suami di depan putri-putrinya, bila ingin masuk atau keluar atau apa saja.

4. Jangan pernah menampakkan pembangkangan atas perkataan suami di depan putri-putri.

5. Bagi istri-istri penguasa terhadap suaminya, yang ikut campur dalam segala urusan suaminya bahkan mengintrogasi suami (Kenapa jendelanya dibuka? Bagaimana kamu keluar sendirian kemarin?! Kenapa beli roti ini?dll), seakan dialah komandan di rumah, menyuruh, memerintah dan melarang di rumah. Yakinlah bahwa putri-putrinya kelak akan menjadi fotocopy dirinya, secara otomatis dia akan menguasai suaminya seperti yang dia lihat di ibundanya, dan bila ternyata dia mendapatkan suami yang memiliki kepribadian yang berbeda dengan ayahnya, maka tiada solusi kecuali CERAI.

6. Seorang istri tidak boleh memberikan izin bagi lelaki untuk memasuki rumahnya dikala suaminya tidak di rumah, walaupun dia itu adalah teman dekat keluarga ataupun tetangga.

7. Seorang ibu yang mulia akan bersolek dan berdandan untuk suaminya, dengan sengaja dia menunjukkan hal itu di depan putri-putrinya seraya menjelaskan bahwa itu adalah hak suami, dan dia juga tidak bersolek ketika keluar rumah, atau di depan orang yang bukan suami, untuk memberi contoh nyata pada putri-putrinya

8. Istri yang sholelah tidaklah pelit dan tidak pula boros untuk urusan rumah, dia berada di tengah.

9. Sangat indah sekali, bila anak-anak meminta sesuatu pada ibunya dan sang ibu berkata kepada mereka: “Kita akan menanyakannya pada ayah, dan kita tidak akan melakukan sesuatu kecuali bila direstui olehnya”. Dengan sering kalinya melakukan hal ini, maka akan tertancap di dalam diri putri-putri penyerahan tongkat kepemimpinan pada lelaki, dan tidak boleh seorang wanita menelanjangi suaminya dari pakaian kepemimpinan dengan dalih gender dan kebebasan.

10. Istri yang sholehah akan menyambut kedatangan suaminya dengan wajah yang ceria dan tidak langsung.mengadukan tingkah anak-anak yang menyebalkan atau tetangga, atau apa saja. Namun ia akan mencari waktu yang tepat.

11. Tidaklah elok seorang istri mengadukan kehamilannya, urusan menyusui, atau pekerjaan rumah di depan putri- putrinya karena hal itu akan terekam di memorinya.

12. Tatkala ada tetangga atau temen wanita memintanya untuk turut berkunjung ke rumah fulanah, hendaklah sang ibu berkata pada mereka dan diperdengarkan pada putri- putrinya, ‘Aku akan memberitahu suamiku, bila dia setuju maka aku akan ikut”, dan tatkala suaminya datang maka ia memberitahu suaminya tanpa nadanpaksaan,”Apakah ia diperbolehkan untuk berkunjung ke rumah fulanah”, dan bila suaminya diam saja, maka ia.tidak memaksa, dan lansung memberi tahu temannya bahwa ia tidak bisa ikut, di depan putri-putrinya.

13. Bila sang ayah memerintahkan kepada anggota keluarga suatu perintah, maka hendaklah sang ibu bersegera melaksanakannya dan menyuruh anak-anak bersegera, dan mengajarkan pada mereka pentingnya mematuhi perintah suami, tatkala anak-anak merasakan hal itu maka ia akan tumbuh besar menghormati nahkoda yang kelak mengemudikan bahteranya agar tidak pecah dan tenggelam di samudra.

14. Tatkala seorang istri meminta kepada suaminya berbagai macam permintaan yang melelahkan suaminya karena ketidak mampuannya, maka kelak putrinya akan menirunya tatkala mereka menjadi istri.

15. Seorang istri yang duduk ngobrol bersama tetangga atau temannya menceritakan rahasia-rahasia rumah tangganya, maka kelak putrinya akan dengan mudah menyingkap rahasia suaminya di depan orang lain, tatkala ia menjadi istri. insyaAllah dengan menjalankan nasehat-nasehat ini, kelak putri-putri kita akan menjadi istri-istri dan ibu-ibu yang mencetak mujahid-mujahid dakwah masa depan.

[Dari Kitab Kaifa Takun Ahsan murobbi fil ‘alam, h. 44-45, diterjemahkan oleh Ust. Syafiq Basalamah, M.A]

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻨَﺎ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami),.dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Furqon: 74).


♡♡♡
*Jemputlah aku menjadi Bidadarimu…(♡˙︶˙♡)

Duhai para wanita cantik yang dikaruniakan berjuta-juta keindahan oleh Allah swt. keindahanmu sungguh tiada tara, mahkotamu bak emas permata.. bisakah kau berlaku sperti curahan hati sesamamu dibawah ini ” surat untuk calon suami”: pasti bisa insyAllah…

“Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ?

Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.

Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah.aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulahnyang dituntut oleh Allah.

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku.juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk.lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai wanita, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan,.tetapi dia tetap tidak berputus asa.

Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.

Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang.lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu, meraih cinta Allahu rabbana.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.

Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. 

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa.

Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.”

duhai kawanku, yang kecantikanya tiada tara. Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.

Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga redha Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.

Semoga Bermanfa’at.✿

•SaLam santun erat Silaturrahim dan ukhuwah fillah•

Senyum Santun

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda.

Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wallahu a’lam bish-shawab

Share bagi yang mau,semoga membawa PERUBAHAN.ke yang lebih baik bagi Bangsa ini & menjadi amal.jariyah bagi kita semua,aamiin…

I Want To Be A Perfect Muslim

.¤*¨¨*¤.¸¸.¤*¨¨*¤.¸¸.

\¸..Allahu Akbar.¸¸.

.\¸.¤*¨¨*¤.¸¸.¤*¨¨*¤.¸¸.

…\

☻/…

/▌….

/ \……

✿ Prinsip ABC ✿

✩ A mbil yang baik

✩ B uang yang buruk

✩ C iptakan yang baru

♡♡Jemput lah Aku Menjadi Bidadarimu♡♡

— with Sry Andayani and Ukhty Anisa Fillah______



*Pelengkap Yang Masih Misteri*

Wahai pelengkap yang belum terungkap. Aku mohon maaf, setelah sekian lama tak muncul di media, untuk membuat narasi tentang kau yang tak terdrskripsi.

Aku pikir selama ini diam adalah cinta, yang kuberi kesempatan untuk kau seorang berbicara, memekakkan telingaku mengungkap rahasia, namun hingga kini, belum jua ku dapat teriakan itu nyata.

Mengapa kau terlalu lama bersembunyi, apa sajak ini tak cukup untuk kedua mata yang saling merindui?

Wahai pelengkap yang belum terungkap,

Jika cinta kau nilai dari seberapa kokoh aku bertahan, aku telah mengeringkan banyak luka untuk kesetiaan, siap untuk segala rintangan dalam kehidupan.

Jika ketulusan kau nilai dari seberapa lama aku menunggu, aku telah menghabiskan banyak waktu untuk menunggu temu.

Jika keseriusan kau anggap dari seberapa sering aku mengucap, aku telah memotong banyak malam untuk mengetuk pintu langit di malam yang temaran.

Aku terus melangitkan harapan. Tanpa kau tau bahwa kerahasiaan terbesarku adalah mencintaimu, meski rahasia itu telah ku tiadakan melalui sajak sajak yang ku tujukan untumu.

Bukankah cinta seharusnya menerima?

Sebab bukan kali pertama aku menerima banyak pilihan, namun terlampau jauh sudah aku melukiskan keindahan tentangmu hingga kaulah yang ku terima sebagai sebuah ketetapan.

Aku percaya, pilihan pilihan itu adalah kebaikan Tuhan, meski berulangkali aku memaksa kau sebagai jawaban, tak kan mungkin terpenuhi jika bukan karena kehendak Allah tuhan kita.

Meski hatimu seperti batu, sudah ku persiapkan rintik hujan untuk memecahkan kerasmu.

Kau tahu?

Aku sudah siap kalah dengan siapapun dan apapun yang menjadi pilihanmu. Semoga kau selalu bisa membahagiakan dirimu sendiri

jika nanti benar benar bukan untukmu.

Apapun yang menjadi pilihanmu nanti, silahkan lakukalah untuk senyummu. Aku punya Allah yang sangat mencintaiku.

Wanita

Wanita itu ibaratkan bunga. Jadi harus lembut dalam memperlakukannya…

● Jika kasar dalam memperlakukanya,

akan merusak keindahan dan menodai kesempurnaan sehingga menjadikannya layu tak berseri…

● Ia ibarat sutra yang lembut yang mudah robek oleh terpaan badai…

● Terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air. Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan menyakitkan karena hatinya begitu lembut.

● Jangan pula membiarkan sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman.

● Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yang mengecewakan karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tidak membasahi kelopak matanya.

● Wahai akhy, jika engkau mencintai wanita itu. Muliakanlah ia. Bawalah ia kejalan yg benar, Bangunlah bahtera rumah tangga berdermaga menuju surga-Nya, dibawah bendera panji syari’at Nya.

● Semoga Sakinah Mawaddah Warahmah bersamanya…

■ Aamiin ya Rabbal’alamiin