HEI MUTIARA..

@Motivasihijrahindonesia (Fb)

🍂

Engkau tau kisah Uwais Al-Qarni kan?

Ia bukanlah siapa-siapa di dunia.

Bahkan jarang sekali yang mengenalnya.

🍂

Tapi taukah engkau?

Di kalangan penduduk langit.

Di kalangan Para Malaikat.

Namanya Sangat Terkenal.

🍂

Sangat berbeda dengan kita saat ini bukan?

Allahul musta’an😢😭

🍂Yang mati-matian bergaya dan tebar pesona di mana-mana.

Berlomba-lomba ingin terkenal di dunia maya dan nyata.

Mencari perhatian banyak orang, yg orang lain pun terkadang tidak akan peduli dengan keberadaanmu.

🍂 

Para muslimah, Yang seharusnya jadi mutiara dalam cangkang kerang. Tersimpan rapat di dasar lautan. Tapi faktanya apa yang terjadi?

🍂

Fitrahnya tak lagi istimewa.

Kehormatannya tak lagi mulia.

Rasa malunya tak lagi dijadikan mahkota.

Imannya tak lagi terjaga.

🍂

Kenapa bisa?

Fitnah foto SELFI. WEFIE. GRUFIE

Tidak salah bila jadi konsumsi pribadi saja, ini tidak,tampa sadar relakan dirinya jadi konsumsi publik.

🍂

Memajang foto diri namun Captionnya Tausiyah.

Sebenarnya kalo mau jujur, 2 hal itu nyambung gak sih?

Apalagi yang sudah syar’i bahkan berniqob. Kesannya tuh “maksa” banget gitu ingin dilihat agar tenar.

🍂

Tidak salah jika orang lain menganggap muslimah yg kekinian itu hanya ikut-ikutan trend.

NORAK.

Tidak paham hakikat berhijab.

Bahkan dikata gagu dalam urusan menjaga diri.

Datang ke kajian. Iya datang. Tapi yang dibawa pulang foto selfie, bukan bawa ilmu.

🍂

Untuk apa terkenal di dunia, jika penduduk Langit tidak ada yg mengenalmu.

Masalah gatel ingin posting foto diri setelah hijrah itu hanya ujian kecil, obatnya hanya niat Lillahi Ta’ala.

Simple bukan?

🍂

So.. Stop upload upload foto diri.

Tidak foto selfie, foto bersama, foto dari belakang, foto wajah diblur, foto wajah ditutup emoticon, foto telapak tangan berhandsock, foto bercadar, foto gamis dan kaos kaki, atau foto foto lainnya terkait foto diri.

🍂

Banyak-banyakin amal baiknya, kurang-kurangin foto selfienya.

🍂

Motivasi Indah: Hijrah

(Co-Pas dari FB)

Dosa Tidak Menutup Aurat, Tidak Bisa Dihapus Dengan Pahala Apapun!

Karena Aku Wanita- Bagi anda yang masih suka membuka-buka aurat di depan umum mungkin anda belum tahu betapa banyak manfaat yang bisa anda dapatkan dengan menutup aurat anda. Menutup aurat yang baik adalah dengan menggunakan pakaian yang tidak memperlihatkan kulit bagian aurat, tidak memperlihatkan betuk tubuh yang menarik bagi lawan jenis, tidak tembus pandang.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar kaum wanita menyangka jika tidak memakai jilbab “hanyalah” dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah harus diluruskan. Kaum wanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya sebagai bunyi surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya: “Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.”

Sebagaimana kita ketahui, memakai jilbab bagi kaum wanita adalah hukum syariat Islam yang digariskan Allah dalam surat An-Nur ayat 59. Jadi kaum wanita yang tak memakainya, mereka telah mengingkari hukum syariat Islam dan bagi mereka berlaku ketentuan Allah yang tak bisa ditawar lagi, yaitu hapus pahala shalat, puasa, zakat dan haji mereka.

Sikap Allah di atas ini sama dengan sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari sebagai terlambang dari peribahasa seperti: “Rusak susu sebelanga, karena nila setitik”. Contohnya, segelas susu adalah enak diminum. Tetapi jika dalam susu itu ada setetes kotoran manusia, kita tidak membuang kotoran tersebut lalu meminum susu tersebut, tetapi kita membuang seluruh susu tersebut.

Begitulah sikap manusia jika ada barang yang kotor mencampuri barang yang bersih. Kalau manusia tidak mau meminum susu yang bercampur sedikit kotoran, begitu juga Allah tidak mau menerima amal ibadah manusia kalau satu saja perintah-Nya diingkari.

Di dalam surat Al A’raaf ayat 147, Allah menegaskan lagi sikapNya terhadap wanita yang tak mau memakai jilbab, yang berbunyi, “Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, juga mendustakan akhirat, hapuslah seluruh pahala amal kebaikan. Bukankah mereka tidak akan diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan?”

Kaum wanita yang tak memakai jilbab didalam hidupnya, mereka telah sesuai dengan bunyi ayat Allah diatas ini, hapuslah pahala shalat, puasa, zakat, haji.
🌷

Muslimah Sejati

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

Hasan Al-Bashri seorang ulama’ terkemuka yang berasal dari Bashrah, Iraq menyaksikan seorang pemuda datang kepada seorang dokter yang menanyakan perkara berikut :

Wahai dokter, apakah tuan memiliki resep atau obat mujarab yang bisa menghapuskan 

dosa-dosa dan menyembuhkan penyakit hati?

Doktor itu menjawab : Ya!

Pemuda itu berkata lagi : Berikan pada saya resep mujarab itu!

Doktor berkata : “Ambillah sepuluh bahan pelebur dosa itu :

SEPULUH BAHAN PELEBUR DOSA

PERTAMA :

Ambillah akar pohon rasa ‘fakir’ dan berhajat kepada Allah bersama dengan akar kerendahan hati yang tulus dan ikhlas kepada Allah.

KEDUA :

Jadikan ‘taubat’ sebagai campurannya.

KETIGA :

Lalu masukkan ia dalam wadah ‘ridha’ atas semua ketentuan dan takdir Allah.

KEEMPAT :

Campurkan dengan campuran ‘qana’ah’ rasa puas dengan apa yang telah Allah berikan 

kepada kita.

KELIMA :

Masukkan dalam kuali ‘takwa’.

KEENAM :

Tuangkan ke dalamnya air ‘rasa malu’.

KETUJUH :

Lalu didihkanlah dengan api ‘cinta’.

KELAPAN :

Kemudian masukkan dalam adonan ‘syukur’.

KESEMBILAN :

Serta keringkan dengan kipasan ‘harap’.

KESEPULUH :

Lalu akhirnya minumlah dengan sendok ‘pujian’.

Jika engkau mampu melakukannya pastilah engkau mampu mencegah penyakit dan berbagai ujian samada di dunia mahupun akhirat” jelas doktor itu.

APABILA HILANG RASA FAKIR

Ramai orang yang melakukan dosa dan kesalahan terhadap Allah kerana dia merasa cukup dengan kemampuan dirinya dan seakan-akan tidak lagi memerlukan (rasa fakir) kepada sesiapapun, termasuk pada Yang Maha Kaya.

Dia beranggapan bahwa dirinya mampu melakukan semua perkara dengan :

a. Kekuatannya.

b. Kemampuannya.

c. Potensi dirinya.

d. Tenaga dirinya.

Dia merasa bahwa semua yang dia dapatkan adalah hasil dari :

1. Kekuatan fikirannya.

2. Kemampuan ilmunya.

3. Kejernihan pengiraannya.

4. Kematangan perhitungannya.

Inilah yang berlaku kepada Qarun yang angkuh dengan harta yang dimilikinya yang kemudiannya Allah turunkan azab kepadanya
🌷

JADILAH BUNGA TERATAI

Ketika senja sore hari, Guru mengajak muridnya ditepi genangan air lumpur di belakang rumah, lalu berkata, “ Lihatlah apa yang ada digenangan air yang kotor tersebut…?”

Murid tersebut menjawab, “ Itu bunga teratai yang sedang mekar dan sangat indah.”

Lalu Guru tersebut berkata kepada muridnya, “ Wahai anakku, seorang pejalan ruhani harus seperti bunga teratai, ketika kamu berteman dan berkumpul dengan siapa saja, kamu tidak ketularan sifat mereka, melainkan kamu tetap mekar dan indah, itulah mengapa Bunga teratai tidak pernah tenggelam di air, justru naik kepermukaan air yang kotor.

Seorang pejalan Ruhani ketika dihina, dicaci, dan dimaki orang lain, tidak boleh membalas dengan hinaan dan cacian, karena itu semua adalah perbuatan yang kotor, seorang pejalan ruhani membalasnya dengan sikap dan perbuatan yang baik.”

Guru tersebut berkata, “ Kamu petik bunga teratai tersebut, lalu hitunglah berapa kelopaknya…?”

Lalu murid tersebut mengambil satu bunga teratai dan berkata, “ Ada delapan kelopak, apa maknanya guru…?”

Guru tersebut menjawab, “Bunga teratai adalah simbol kesucian dan dan pencerahan ruhani Helai daun bunganya berjumlah delapan sesuai, itu artinya jika kamu ingin mencapai pencerahan ruhani , maka kamu harus melakukan 8 tahapan (Maqomat), dan pada puncaknya akan tercapailah pembebasan jiwa dari segala ikatan dunia.: (1) Taubat – (2)Sabar – (3)Faqir – (4)Zuhud –(5) Tawakal –(6) Mahabah – (7)Ma’rifat dan (8)Ridha.”
🌷

Dunia sangatlah luas dan Hidup sangatlah pendek…

Jadi jangan membuang waktu dengan membenci seseorang ataupun membuat permusuhan…

Kasihilah dirimu dan kasihi sesamamu…

———————

Hidup terasa berat krn kita melihat halangan, bukan tujuan.

Hidup terasa susah karena kita melihat air mata, bukan senyuman.

Manusia merasa tertolak karena kita melihat kegagalan, bukan kesuksesannya.

CARA MELIHAT lah yang membuat hidup ini layak untuk dihargai, bukan penilaian sepihak.

Perbaikilah hubunganmu dengan pemilik jiwamu, dan DIA akan mengurus semua kehidupanmu di dunia, sesulit apapun itu!

Kejarlah Akhirat maka Allah akan perintahkan dunia untuk tunduk padamu. 
🌷

Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh..

Renungan Pagi…

Suatu hari, Kahlil Gibran bertanya kepada gurunya:

“Bagaimana *caranya* agar kita mendapatkan sesuatu yang *paling sempurna dalam hidup?”*

Sang Guru menjawab:

“Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan *jangan pernah kembali ke belakang*”

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Kahlil Gibran kembali dengan tangan hampa, lalu Sang Guru bertanya:

“Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?”

Gibran:

*”Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya*tapi aku tidak memetiknya, karena *aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah* Namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku *baru sadar* bahwa yang aku lihat tadi adalah yang *TERINDAH* dan aku pun tak bisa kembali ke belakang lagi ..!”

Sambil tersenyum, Sang Guru berkata:

“Ya, *itulah hidup .. semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya*, karena sejatinya kesempurnaan yang *hakiki tidak pernah ada*, yang ada hanyalah *keikhlasan hati kita utk menerima kekurangan* ..”

Bila *tak bisa memberi, jangan mengambil*.

Bila *mengasihi terlalu sulit, jangan membenci*.

Bila *tak mampu menghibur orang, jangan membuatnya sedih*.

Bila *tak mungkin meringankan beban orang lain, jangan mempersulit/memberatkannya*

Bila *tak sanggup memuji, jangan menghujat*.

Bila *tak bisa menghargai, jangan menghina*.

*JANGAN MENCARI KESEMPURNAAN*,

tapi *sempurnakanlah apa yg telah ada pada kita*…
🌷

As long as you have Allahﷻ you are Never travelling this journey alone.

Junia Abdullah

Trust Allāh blindly, surrender to His will. He won’t disappoint you. He is going to give you and you will be satisfied In shā Allāh, Because no one will take care of you the way He does.
🌷

“intropeksi diri” 

Kembali melihat diri, bercermin dengan baik. Bagaimana saya ?? Apa yang berubah ?? Orang lain menjauhi mungkin karena memiliki persepsi negatif tentang kita, persepsi itu bisa saja benar bisa juga salah. 

Kemudian kita bisa membuka diri, untuk tau apa yang salah. Bisa saja kita salah memperlakukan orang lain sehingga orang lain juga menampilkan respon yang kurang sesuai dengan keinginan kita. Kita hanya bisa berupaya melakukan yang terbaik tapi tidak bisa memaksakan orang lain untuk melihatnya sesuatu yang baik pula.
🌷

Ozikage Errol

Aku membenci pertemuan, sebab terlalu sulit menyatakan perpisahan. Saat kita saling menatap dari kejauhan, jarak tidaklah menghalangi kaki untuk mendekat, entah mulut bungkam untuk menyapa. Biarlah kusimpan pertemuan ini untuk esok yang tak butuh kalimat “selamat tinggal”.

#belumjadi
Ozikage Errol

Melihat orang dengan sebelah mata dan memandang segala ucapannya adalah sebuah kesalahan, menilai pendapatnya secara sepihak tanpa menilainya lebih jauh hanya membuat kita berada di atas angin, merasa lebih tinggi dan pintar daripada mereka. Apakah memang seperti itu? Apakah dengan penilaian salah terhadap mereka memang benar adanya atau hanya sebatas itulah yang mampu kita pahami dari mereka?……………… . 
 🌷🌷🌷

وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ

“ALLOHUMMA INNAA NAS-ALUKA, SALAAMATAN FID DIINI, WA ‘AAFIYATAN FIL JASADI, WA ZIYAADATAN FIL ‘ILMI, WA BAROKATAN FIR RIZQI, WA TAUBATAN QOBLAL MAUTI, WA ROHMATAN ‘INDAL MAUT,I WA MAGHFIROTAN BA’DAL MAUTI.”

Artinya : “Ya Allah, kami memohon kepadaMu, keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan ampunan sesudah mati.”
🌷

Dear sisters 💞

Allah has blessed you with Honour, Allah subhanu wa ta’alaa has made you a Muslimah, you are more worthy than gold, don’t sell yourself short, don’t level yourself with the disbelieving women.

You are a Muslimah, Allah has granted you with a crown, the Hijab, cherish it, for indeed it is your protection in this world.

You are a Muslimah, Allah has bestowed His endless bounty on you, guiding you, and showing you the path, don’t turn away.

You are a Muslimah, don’t compromise your deen for the delusions of this world, remember your true purpose, don’t turn from it astray.

You are a Muslimah, by Allah all the pleasures of this world and all that it contains would not satisfy you at the expense of Allah turning against you.

You are a Muslimah, a future role model and mother to a new generation, would you not wish for them to see the beauty and Honour of a muslimah in Islaam being High?

You are a Muslimah, remember Khadijah, Maryam, Fatimah & Asiyah, the four best women, beautiful examples for you to be influenced by.

Dear Muslimah, may Allah bless you all and make you the women of Jannah… Aameen

#ProudMuslimah 

#StrivingMuslimah
🌷

Jangan dibalas , Cukup senyumin aja 😊. Dan bersabarlah 😇

“Apabila ada dua orang yang saling mencaci maki, maka cacian yang diucapkan keduanya itu, dosanya akan ditanggung oleh orang yang memulai cacian selama orang yang dizalimi itu tak melampaui batas.” (HR.Bukhari)

Kita gak bakalan rugi kok klo balas cacian mereka dengan tersenyum , malahan kita dpt untung berlipat ganda . yg pertama kita dpt pahala karena kita senyum dan bersabar dan yg kedua dosa kita gak bertambah.

Follow instagram.com/hijrahcintaaa_

~inab~
🌷

saya tak sebaik yg kalian pikiran tapi saya tdk seburuk yg terlintas dihati kalian.

(Ali bin abi thalib)

🌷

JIKA BENAR…

Ada dua pria yang tak mampu menyakiti wanita yaitu ayah dan Rasulullah,maka kuberikan kesempatan padamu untuk menjadi pria ketiga.

Pria yang menyayangiku seperti ayahku…

Pria yang memuliakan wanita sebagaimana Rasulullah memuliakan wanita…

Pria tak mampu menyakiti

Pria yang selalu melindungi wanita..

Pria yang menghormati seperti wanita ibu mereka.

Aku beri untuk mu satu kesempatan saja
🌷

Kita  adalah dua yang kuharap bisa menjadi satu.

Dengan penuh perasaan ku sebutkan nama mu dalam setiap doa ku.

Aku memang malu dihadapanmu tapi,di hadapan Allah aku terang terangan meminta mu untuk ku.

Ku harap kau adalah jawaban dari setiap doa doa ku.❤

Dan perlu kau tau aku tak ingin sehidup semati dengan mu, tapi aku ingin sehidup sesurga dengannu,karna itu tolong tuntulah aku ke jannahNya.

☺ Terkadang ada orang yang buat caption,status di sosmed baik,pake hadist lah kata2 bijak ,ayat2 quran bukan mau nunjukin dia LEBIH BAIK tapi dia ingin menjadi baik seperti apa yang ia tulis,tulisan itu bisa menjadi motivasi untuk dia bahkan bagi pembacanya.

☺ Kalo cuma bilang SAYANG semua orang juga bisa!😕 tapi yang mendoakan di 1/3 malam itu baru LUAR BIASA!👏
☺ Tetep istiqomah ukhti kuuu…

Karna kita hidup di jaman orang yg berpakaian syar’i dikatakan fanatik.

Yang posting status dakwah dibilang sok suci, sok alim,sok pinter.

Yang pacaran bertahun tahun dibiarin,

Yang jomblo diledekin.

Yang nikah muda dikatain,yang poligami dicaci maki.

Yah itulah jaman now jaman yang seperti kembali ke jaman jahiliyah.
🌷

Mereka bilang

Sabar itu ada batasnya..

Mereka bilang

Ikhlas itu ada ujungnya..

Tapi aku bilang

Sabar tak berbatas…. 

Krn jika sabar berbatas suatu saat kita bisa balik melakukan yg org lain lakukan pd kita, utk hal yg d murkai Allah.

Aku bilang Ikhlas tak berujung.. 

Jika berujung akan ada rasa lelah dan putus asa di sana.

Hanya org2 dgn teguh hatinya

mempunyai sabar tak berbatas dn ikhlas tak berujung. 

Tidak mudah.. 

Tidak gampang menjalaninya. 

Mereka yg benar2 telah d tempah dgn berbagai ujian dn cobaan.. 

Mereka yang tdk mempunyai air mata lagi yg bisa melakukan nya. 

Masya Allah… 

Smoga kita adalah org2 yg sep itu.
🌷

 *AIR MATA KETIKA HIJRAH* 

Apa kabar calon para bidadari syurga? 

Apa kabar dengan ibadahmu? 

Perjalanan Hijrah mu? 

Dengan istiqomahmu? 

Masyaa Allah… 

Beratkah ujian yang datang bertubi-tubi dan terus menerus ??

Bersabarlah, kuatkan hatimu, kuatkan imanmu, kuatkan jiwamu… 

Percayalah, Allah sedang tersenyum melihat perjuanganmu, sakitmu, air matamu dijalan Allah untuk mendekatkan diri Ke Jannah-Nya. 

Bagimu… Yang sedang berada dipertengahan antara engkau ingin lanjut atau berhenti disini saja hijrahmu? 

Bangkitlah Kembali !! Tak banggakah engkau ketika Allah banggakan engkau di Akhirat?? 

Kau tau apa yang Indah? Ketika semua orang mencibirmu, mencelamu, menghinamu, mengucilkanmu, membuat air matamu menetes, Allah sedang memberitahukan kepada kita siapa sahabat dan teman kita yang sesungguhnya…

Tak bangga kah kamu disetiap langkahmu, Allah meridhaimu karena hijrahmu? Bayangkan Allah sedang mengelus kepalamu dengan Kasih sayang nya yg lembut, Dgn pelukannya yang hangat, sadarlah engkau pada saat itu engkau ada dalam perlindunganNya dan Kasih sayang hidayah yg engkau dapatkan, 

Hidayah itu mahal shalihahku,.. 

Jangan sia-siakan itu,.. 

Katakan pada dirimu, jika cibiran dan ujian itu menerjangmu lagi “Aku memiliki Allah yg lebih besar dari masa masalahku”

Biarkan mereka berkata apa, setidaknya kamu melangkah ke jalan yang lebih baik tak hanya terdiam dimasa lalumu… 

Bukankah Syurga itu tak mudah? 

Butuh perjuangan yg luar biasa menggapainya. 

*ketika kau sudah kuat, ketika kau sudah tahan banting, ketika semua ujian kau lewati dengan sabar, itu akan menjadi pahala dan Kasih terbaik dalam hidupmu*

_Nikmatilah prosesnya, rasakan nikmat Dekat DenganNya…

 — with Nazwa Maysyafiah Maysyafiah.
🌷

Most people know Islam is the truth but the only thing stopping them from submitting is their DESIRES.

Don’t ever fall into the delusion that you’re better than another person. We all sin, whether in public or in private. If Allah wills, the person you deem worse than you may die whilst Allah is happy with him/her- and the opposite may happen to you.

🌷

Kisah Rasulullah dan Seorang Badwi

PADA suatu masa, ketika Nabi MuhammadSAW sedang tawaf di Kaabah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”

Orang itu berhenti di satu sudut Kaabah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”

Orang ituberasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan di lihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.

Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, kerana aku ini orang badwi? Kalaulah bukan kerana ketampanan dan kegagahanmu akan ku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”

“Belum,” jawab orang itu.

“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernahmelihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernahbertemu dengannya,” jawab orang Arab badwi itu.

Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”

Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.

Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua-dua kaki Rasulullah SAW.Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badwi itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takbur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”

Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, dia berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salammenyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akanmenghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akanmenimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar.”

Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”

Orang Arab badwi berkata lagi, “Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, makahamba akan memperhitungkan pula betapadermawanNya.”

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.

Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya kerana tangisanmu , penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di surga nanti.”

Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita itu dan menangiskerana tidak berdaya menahan rasa terharu.

🌷

Dear sisters 💞

Never let yourself be cheap in a man’s eyes, when Islam has made you so precious. And don’t forget that you’re a princess of ISLAM 

​Wanita Penghuni Surga Itu…*

*Copas

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”

Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?

Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.

Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.

Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”

Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.

Masha Allah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???

Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.

Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599). Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?

Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.

Marji’:

Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.

***

Artikel muslimah.or.id

Sendiri: Akan Tiba Waktuku.

Akan ada hari dimana kita akan datang kepada Allah…. SENDIRI.
Itulah mengapa aku sering mengatakan pada diriku sendiri “Hri ini aku berda diats tnah, mngkin bsok tanah yang diatasku. Dan aku….sendiri”

Selamat atau celakanya aku tergantung apa telah kuperbuat semasa hidupku didunia.

Sahabat Rasulullah saw, Utsman Bin Affan yang sudah dijamin masuk surga saja menangis tersedu-sedu saat menziarahi kubur. Ketika orang bertanya padanya, apa yang membuatnya menangis? Bukankah dia dia sudah ada jaminan surga? Dengamln bijak Ustman menjawab “aku memang dijamin surga, tapi aku tidak dijamin akan selamat dari siksa kubur”. Sekcil apapun dosa akan mendpt siksa didlm kubur [Ust. Khalid Basalamah].

Amlan yg plg prtama dihisab adalah SHALAT. Kewajiban umat muslim, perintah Allah. Ia mngkin akan mamkan waktu 5 mnit, tapi banyak yg tdk sanggup melksanakannya, namun mereka sanggup mendaki puncak gunung yang tinggi berkali2. Padahal mendaki lebih menguras waktu dan tenaga daripada shalat. sudah begitu tidak ada untungx diakhirat. Kelak, tidak akan ditanya “kamu mendaki Kie Matubu brp kali?”.

 Aku juga kadang merenung, betapa hebatnya driku ini, aku ingat, dulu, wktu guru disekolah memberikan tugas, aku selalu menyelesaikannya krna aku tkut akan dihukum atau nilaiku jelek (nah, kalo nilainya jelek, dampaknya ke diri sendri). Tugas itu wajib dikerjakan katanya (guru). Shalat lebih wajib, shalat itu perintah Allah, bukan guru. Shalat itu perintah Tuhanku, Tuhan yang telah menciptakan alam semesta, termasuk aku. Aku??? Melnggar perintah Tuhanku, Aku tidk shalat. Aku tahu itu wajib, aku tahu. Tapi ya iyalah aku pura2 tidk tahu. Aku tidak sadar bahwa Iblis tlah mnguasai htiku. Memalingkan aku dari akhirat dan membisikku untuk mengejar dunia. Waah… sungguh hbat diriku. Aku tkut guru tapi tidak tkut Tuhan. Apakah guru itu bisa menolongku diakhirat? Tidak. 

Yg membedakan org Islam n orang kafir itu hnya Shalat. Itu kata sahabat Rasullullah saw, Umar Bin Khattab r.a.

Mmmm…. tidak semua orang Islam itu beriman. Yang beriman sudah pasti Islam. Ada yang bilang begini “kalau kamu ingin melihat orang Islam, maka lihatnya lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, itu mereka, orang islam yang sedang merayakan hari rayanya. Tapi…. kalau kamu ingin melihat orang berIMAN. datanglah kemasjid diwaktu shalat Shubuh. Yang didalam masjid itulah yang beriman. 

Aku pernah bertanya pada diriku sendiri, berimankah aku? Well, Iman itu butuh bukti. Bukan hanya sebatas ucapan yang kemudian sirna bersama angin yg lewat. Iman itu, diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diikuti dengan perbuatan. Aku bilang aku cinta pada Allah, aku beriman pada-Nya. Sudahkah aku membuktikannya? Adakah lki2 idman htiku lebih aku cintai daripada Allah? Apakah Islamku sebatas sebuah kartu kecil berwarna biru yg bertuliskan “KTP” itu? Jawabannya hanya Allah dan aku yang tahu. Sungguh, siksa Allah amatlah berat. Dan bagi yang mendustakan firman-Nya, mereka tiada memiliki penolong.

Aku malu dengan salah satu temanku, aku bilang padanya “eh, kalo wisuda nanti, aku mau pake bju ini, tp mahal, trus aku mau bli make-up, high heels, aku mw bkin acara drumah”. Apa responnya , responya membuat aku bagai disengat listrik 1000000 volt. Dengan senyum manis diwajahnya, dia blg “aku semuanya pake apa adanyalah, sebab uang yg aku tabung untuk beli baju sama perlengkapan yang lainnya itu aku ingin… mmm… aku punya niat lain (dan dari sini aku tau bahwa dia berniat untuk nerinfak dan bersedekah, menafkahkan harta seikhlasnya sesuai ajaran Allah). Insha’Allah lebih berkah. Semoga Allah meridhaiku dan keluargaku (Aamin, jawabku lirih). Oh ya, kata Ustadzah ditempat aku kajian, kalo kita masih pengen beli ini itu supaya terlihat begini dan begitu, artinya kita masih mencintai dan mengejar dunia lantas kita tidak peduli pada akhirat, tempat tinggal kita yang sebenarnya. Emang Eye-Shadow sama Blush onmu? Apa manfaatnya? Supaya terlihat lebih cantik bukan? Tuh… Riya lagikan? Tabarujj lagi. Emang kamu ga tahu kalo Tabarujj itu dilarang (kecuali pada suami? Udah buang2 duit, dosa lagi. 2 kali rugi dunia akhirat. Andai kamu tahu apa yang aku tahu, mungkin kamu juga akan merasakannya. Kamu akan merasakan hidup. Dan kamu tahu? 23 hidup didunia ini, aku baru merasa benar2 hidup sejak bereberapa bulan yang lalu. Selama ini hatiku mati. Aljamdulillah. Allah masih sayang padaku. Pendosa yang hina dan rendah dimatanya”.

Aku jadi paham, pada hakikatnya, dunia ini tercipta sebagai ladang beramal untuk dijadikan bekal kita diakhirat nanti.

Mereka bilang “jangan cuma berdoa minta cepat kaya supaya bisa memiliki ini itu, minta yang lebih mahal lagi, apa itu? Apalagi kalo bukan Hidayah?”.

Hanya cermin berdebu yang tidak bisa ditembus cahaya, dan hanya hati-hati yang menghitamlah yang tidak bisa menerima kebenaran kecuali jika Allah menghendaki.

Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah….. aku ingin berterima kasih kepada orang2 yang suka membicarakan keburukan, kekurangan dan kelemahanku dibelakangku, orang yang hadir dalam hidupku sebagai orang munafik, orang-orang yang sudah menyakiti hatiku, semunya. Aku berterima kasih karena mereka juga sumber kekutanku. Awalnya aku berniat dendam. Pada saat aku selangkah lagi berhasil, aku memilih untuk berhenti, memaafkan dan menghikhlaskan. Aku sadar bahwa aku punya Allah yang maha Adil. Biarkan karma yang malakukan tugasnya, aku tidak perlu besusah payah. Dalam Islam kita mengenalnya dengan “KIFARAH” apa yang kamu berikan, kamu akan mendapatkannya kembali.

Sekian…

Eh… belum kurasa. Masih ada satu point lagi.

Aku pernah bertanya “ada yang ga pernah shalat kok selalu dapat rezeki ya? Trus mereka juga selalu bahagia”. 

Dan Alhamdulillah aku telah mnmukan jawbannya. Itu adalah ISTIDRAJ alias jebakan dari Allah. Jadi jangan bangga kalo tidak pernah Shalat, dan bagi yang perempuan berhijab ga mau takut ga cantik lagi tapi pake cover “tunggu hati baik dulu”, dll….. tapi selalu bahagia? ISTIDRAJ. Seseorang yg tidak mau mematuhi perintah Allah namun Allah ﷻ‎ berikan semua kenikmatan dunia padanya.

Jaaadiiii…. ternyata ada yang harus kita waspadai,  kita merasa bahagia di dunia padahal itu merupakan hukuman dari Allah Ta’ala, karena kita bahagia tidak diatas landasan Agama Islam yang benar. Allah biarkan kita bahagia sementara di dunia, kelak, Allah tidak peduli kepada kita. Itulah istidraj sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila engkau melihat Allah Ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.”

HR. Ahmad, lihat Shahihul Jami’ no. 561.

Mengenai ayat,

أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 99).

Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Al-Qar’awi menjelaskan, “Makar Allah adalah istidraj bagi pelaku maksiat dengan memberikan kenikmatan/kebahagiaan… mereka tidak memuliakan Allah sesuai dengan hak-Nya. Mereka tidak merasa khawatir [tenang-tenang saja] dengan istidraj [jebakan] kenikmatan-kenikmatan bagi mereka, padahal mereka terus-menerus berada dalam kemaksiatan sehingga turunlah bagi mereka murka Allah dan menimpa mereka azab dari Allah”.

“Sampaikan walau cuma satu ayat.”

-Rasulullah saw.
“Ku tinggal dibumi untuk meninggalkannya. Kudipijamkan bumi yang fana untuk akhiratku yang kekal.”

-Az-Zahidatuzzahra

Semoga bermanfaat. 

SETIANYA SITI KHADIJAH R.HA

@motivasihijrahindonesia
Tak Tahan Air Mata, Banyak Yang Menangis Membaca Kisah Khadijah (Istri Rasulullah) ini.
Khadijah Memang Wanita Istimewa. DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.
“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”.
Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.
Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.
Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.
Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”
“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.
Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”
“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.
Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”
Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.
Khadijah
Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.
Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.
Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.
Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.
“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.
“Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, Muhammad?” lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.
“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan,” jawab Khadijah.
“Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.
“Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.
“Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.
Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah. “Ya Allah, ya Ilahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.
Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib.

Coppas

Barakallahu fiikum

​JADILAH CANTIK DENGAN 9 KRITERIA

WANITA CANTIK MENURUT AL-QUR’AN DAN SUNNAH
1. Sentiasa menjaga pandangan agar kelihatan sopan dan terpuji (surah an-Nuur 24:31).

2. Tidak bergaul bebas dengan kaum laki-laki non mahram, kecantikan dipelihara tanpa dipertontonkan (HR. Bukhari).

3. Bertingkah laku yang sopan, tegas, dan bersahaja. (Surah al-Qoshos: 25)

4. Senantiasa berbicara dengan nada suara yang tidak dimanja-manjakan dan tidak dilembut-lembutkan (surah al-Ahzab: 32)

5. Menjauhi gaya tabarru (kecuali untuk suami) penggayaan diri yang mengganggu fitnah lelaki hingga menarik kepada dirinya(surah al-Ahzab: 33)

6. Berpakaian membawa identitas wanita mukminah (surah al-Ahzab: 59)

7. Senantiasa bersih dan berbau segar. Tidak memakai parfum (kecuali untuk suami) (HR. Bukhari)

8. Tidak mengubah ciptaan Allah seperti operasi plastik, membuat tato, mencukur alis, dan sebagainya. (Surah an-Nisa: 19, hadits bukhari, muslim, abu daud, dan at-thirmidhi)

9. Tidak meniru penampilan kaum lelaki dari cara berpakaian, berbicara serta tingkah laku (Tomboy) (HR. IbnuAbbas)