Motivasi Hijrah #11

بِسْــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــــــمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🌿Assalamualaikum warahmatullahi wabarakhatuh🌿

🔰Lelah Kerjamu Menghapus Dosa.

Untuk Saudara Dan Saudariku yang berjuang Mencari nafkah Dijalan Yang Halal .
Semoga Setiap cucuran keringat menjadi Penghapus dosa, meninggikan Derajat dan Mendapat Rahmat Allah Ta’ala.
Apapun pekerjaanmu Pastikan Bahwa itu adalah halal.

Cukup hadits Ini sebagai penghibur Tatkala lelah,
Rasulullah Shallallahu’ alaihi wasallam bersabda:

مَنْ اَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ اَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ

“Barangsiapa yang di waktu sore merasa lelah lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka di saat itu diampuni dosa baginya.”
📚[HR. Thabrani].

Semoga Allah Ta’ala merahmati kita Semua..

____

MAAFKAN AKU KAWAN, NANTI JUGA KAU AKAN MENGERTI…

Bismillah…
Islam telah mengatur segala urusan kehidupan manusia, tak terkecuali dalam masalah pertemanan.
Islam memerintahkan agar mencari teman yang baik, dan menjauhi bahkan meninggalkan teman yang buruk.

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemakisatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek.
Namun tidak sedikit juga, orang yang mendapatkan hidayah dan kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi.
Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya.
Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”
(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Maka diantara perkara yang harus sangat kita perhatikan, adalah memperhatikan,siapa2 saja yang berteman dengan kita.
Perhatikan agamanya,dan perhatikan juga akhlaknya.

Apabila kita dapati, ada diantara teman2 kita, ternyata teman yang buruk, maka dengan berucap bismillah…kita harus meninggalkannya.
Karena inilah perintah Allah,
Inilah yang disabdakan Rasulullah…

: ” Maafkan aku kawan, kita sejalan tapi berbeda tujuan.”

Karena Teman Yang Buruk, akan berakibat :

✓ Keburukan yang ia lakukan, bisa jadi kita akan melakukannya suatu saat nanti, karena seringnya melihat keburukan itu, di depan mata kita.

✓ Keburukan yang sering kita lihat, dan kita tak mampu mengingkarinya…akan menjadikan kita sebagai “SETAN BISU”.

✓ Bisa menyebabkan sakitnya hati, karena sering melihat keburukan teman, akhirnya lama kelamaan hati ini, menjadi terbiasa dengan perbuatan buruk, hati tidak lagi takut dengan perbuatan buruk, akhirnya hati kita menjadi sakit dan tidak bisa lagi membedakan, apakah ini perbuatan buruk atau perbuatan baik.

✓ Teman yang buruk, tidak akan memberikan kebaikan sedikit pun, bahkan mendo’akan kebaikan untuk kita saja tidak, bahkan kalo dia pun Berdo’a untuk kita…belum tentu Allah kabulkan, karena dia selalu memaksiati n membuat Allah murka atas keburukan yang terus ia lakukan.

✓ Ketika kita berteman dengan orang buruk, kita akan senang dan condong pada lingkungan dan kehidupan yang buruk. Maka siap2 kita akan mendapat jodoh yang buruk,
Karena ” orang yang buruk, tidak akan menikah dengan orang yang baik”,

Seorang bandar Shabu, tak mungkin akan menikahi akhwat salafiyyah yang baik agamanya lagi taat.
Seorang ustadz BERMANHAJ salaf, tak akan Sudi menikahi mucikari dan wanita pekerja malam.

✓ Bahkan teman yang buruk, sampai di hari terakhir pun, di Padang Mahsyar…mereka tak memberi manfaat sedikit pun.
Boro-boro mau menolong n memberi syafaat kepada kita, yang ada, malah dia menambah berat hisab kita, menyebabkan kita terjerumus ke dalam neraka, bahkan mungkin menambah berat azab yang kita terima karena berteman dengannya atau lebih parah lagi…bisa membuat kita kekal di dalam neraka jahannam karena berteman dengannya.

Maka seleksilah pertemanan mu. Jangan ambil resiko dengan tetap mempertahankan teman yang buruk. Karena
Orang yang baik, sejatinya hanya akan Allah pertemukan dengan yang baik pula.

Orang yang baik, akan Allah jodohkan dengan yang baik pula.

Semoga Allah memudah-kan kita semua untuk bertemu dan berteman dengan orang-orang yang baik

(Ku Unfriend Engkau Dengan Bismillah)

والله اعلم بصواب

🔸Akhukum Fillah..

_____

Tips Cantik Ala Muslimah

Wanita muslimah, tidak hanya cukup cantik dengan paras cantik. Kecantikan dari luar harus disertai dengan akhlak yang baik.
Kalau pepatah bilang
“Ke Cantikan datangnya bukan dari Wajah tapi dari Cahaya di dalam Hati”.
Berproseslah untuk senantiasa memperbaiki hati, agar cahaya cantikmu memancarkan aura positif.

Siapa yang tidak tau manfaat dari wudhu? Selain mensucikan diri, ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa wudhu dapat menjadikan wajah tampak cantik alami, awet muda dan tampak bersih.
Maka usaplah seluruh wajahmu dengan bedak bermerk air wudhu, niscaya akan bercahaya sepanjang masa.

Gunakan pemerah pipi dari kosmetik mustika rasa malu, agar senantiasa terjaga imanmu

Oleskan lipstik kejujuran pada bibir agar senantiasa manis dalam bertutur kata. Serta tambahkan lip gloss tutur kata lemah lembut agar bibir terlihat indah bercahaya.

Hiasi mata dengan maskara Ghadul Bashar (menundukkan pandangan) agar semakin lentik, bening dan jernih.

Pakailah sabun wangi Istigfar untuk menghilangkan kotoran badan berupa dosa dan kesalahan, sehingga harum setiap saat.

Rawat rambut dengan shampo berupa Jilbab Islami untuk mencegah dan menghilangkan ketombe berupa pandangan laki-laki yang membahayakan.

Hiasi tangan dengan gelang emas Tawadhu menengadahkan tangan berserah diri hanya kepada Allah

Hiasi jari-jari dengan cincin bermata Ukhuwah, agar semakin erat persahabatan.

Hiasi badan dengan baju dari mode kesucian dan takwa yang dapat membaluti tubuh agar senantiasa menutup aurat, menjaga diri dari pakaian tipis dan tembus pandang.

Jika kamu ingin memiliki wajah yang cantik alami, rajinlah bangun di sepertiga malam dan dirikanlah shalat Tahajud. Karena shalat Tahajud dapat mempercantik wajah serta menjadikan wajah bersinar di siang harinya.

Berpuasa sunah juga mempercantik tubuhmu. Bagaimana tidak, dengan berpuasa maka sel tubuh akan mengalami regenerasi atau peremajaan. Hal ini menyebabkan kulit menjadi lebih bersih, segar dan terlihat cantik serta awet muda.

Dzikir dan shalawat setelah shalat dalat memancarkan aura kecantikan dari dalam.

Nah itu adalah tips cantik untuk muslimah yang sebenarnya kita jalani tanpa kita sadari, bila kita taat pada perintah agama.

Tapi perlu diingat wahai muslimah, kecantikanmu bukan untuk kamu perlihatkan ke orang yang bukan makhrommu ya, niatkan untuk seseorang yang akan halal kelak.

Semoga bermanfaat ^_^

____

🌹Jadilah seseorang yang bersemangat dan berpikir positif.
Ingatlah bahwa selalu ada kemungkinan untuk mendapatkan hal-hal baik.
Tidak perduli betapa gelap tampaknya yang terjadi disekitarmu, betapa sempit sekarang keadaanmu atau betapa pelik masalahmu.
Tegakkan badanmu, angkat wajahmu, dan lihatlah kesempatan disekelilingmu.
Carilah dan membaiklah.
Sungguhkan do’amu dan maksimalkan usahamu.
Percayalah, selagi Allah ﷻ memberi hidup maka kebaikan dan nikmat dari-Nya itu selalu ada.
Tetaplah rendah hati.

_______

CIRI-CIRI SUAMI ISTERI JATUH CINTA LAGI (SAATNYA JATUH CINTA LAGI)

✍ Oleh:
💕 Ustâdz Dr. Syafiq Riza. Basalamah.

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Seiring makin bertambahnya usia pernikahan, kedewasaan dan juga anak, kita makin menyadari bahwa ada hal-hal yang tetap sama, dan ada hal-hal yang tak terelakkan untuk berubah.
Ada hal-hal yang harus diucapkan, dan ada yang cukup disimpan dalam hati saja.

Kita pun jadi belajar untuk mengartikan bahwa makna romantisme itu sendiri sangatlah luas.

Romantis tidak hanya soal bunga, candle light dinner (baik di resto ternama atau yang insidentil karena mati listrik), sekotak cokelat mahal, atau kartu ucapan “I Love You” yang sengaja ia tinggalkan di meja sebelum berangkat kerja.

Romantisme tidak cuma soal itu, ternyata…

For some people…

Romantis adalah ketika seorang istri berletih-letih belajar memasak di awal pernikahan mereka, demi menciptakan menu yang disukai suaminya, meskipun ia sendiri tidak menyukainya.

Romantis adalah ketika seorang suami telaten merawat istri dan anak-anaknya yang sedang sakit, mengambil alih semua tugas rumah tangga yang sanggup ia kerjakan.

Romantis adalah ketika seorang suami dengan sigap mengganti popok si kecil yang terbangun tengah malam, saat sang istri terlelap karena kelelahan.

Romantis adalah saat sepasang suami istri bahu membahu merapikan rumah dan memandikan anak-anak ketika mereka sedang digegas waktu untuk pergi ke majlis ‘ilmu di suatu pagi.

Romantis adalah saat seorang suami membangunkan istrinya untuk Sholât Malam dengan lembut, dan memerciki wajahnya dengan air ketika matanya masih ingin terpejam.

Romantis adalah kerelaan seorang suami untuk menahan emosi ketika mendapati istrinya tengah marah, berlapang dada untuk mema’afkan dan memberi udzur ketika sang istri bersalah.

Romantis adalah ketika seorang suami berkata pada istri tercintanya: “mencari nafkah itu tanggung jawabku, tugasmu adalah mengurus rumah dan mendidik anak-anak kita”.

Romantis adalah ketika seorang suami meminta sang istri untuk menutup aurat secara sempurna, sebagai bentuk penjagaan atas hartanya yang paling berharga.

Romantis adalah ketika seorang suami atau istri menolak permintaan pasangannya yang tidak sesuai syari’at dengan cara yang penuh hikmah.

Karena ‘cinta tidak berarti selalu menuruti keinginan orang yang dicintainya’, terlebih jika keinginannya bertabrakan dengan rambu-rambu syar‘i.

Itulah cinta karena الله yang sejati dan abadi…!

Romantis adalah ketika seorang suami menundukkan pandangannya ketika ia tak sengaja berpapasan dengan lawan jenisnya saat jalan dengan sang istri, dan mengeratkan genggaman tangan mereka lebih erat lagi.

Romantis adalah saat seorang suami bersedia untuk mendengarkan cerita istrinya yang panjang lebar tak beraturan dan tak penting itu sampai tak sengaja ketiduran.

Romantis adalah kesabaran seorang suami ketika sang istri menyambutnya di pintu dalam keadaan kacau balau, belum sempat mandi apalagi berhias, rumah berantakan tak berbentuk dan tak ada makanan tersaji di meja. Lalu sang suami berkata: “Nggak apa-apa, malam ini kita makan di luar yuk…?”

Romantis adalah kesediaan seseorang untuk menerima diri pasangannya seutuhnya, lengkap dengan segala kekurangan, kelebihan dan masa lalunya, tanpa banyak mengatur dan meminta.

Romantis adalah saat memandang wajah seseorang yang kita cintai dalam lelapnya setelah seharian penat bekerja… dan sejenak menyadari, telah menghabiskan tahun-tahun penuh bahagia bersamanya, seseorang yang الله pilihkan untuk menemani pahit manis perjalanan hidup ini.

Romantis adalah ketika sepasang suami istri saling mengingatkan dan menguatkan dalam kebenaran dan kesabaran, karena mereka tidak hanya menginginkan kebersamaan di Dunia saja, melainkan hingga ke Jannah-Nya.

Romantis adalah ketika engkau melihat kedalam matanya di sela-sela obrolan santai kalian, dan menemukan masih ada cinta di sana… cinta yang sama seperti saat pertama kali bertemu dahulu.

Dan yang romantis adalah saat seorang suami memasangkan helm ke kepala istri tercintanya ketika mereka hendak bepergian dengan motor.

Ternyata banyak hal-hal romantis yang dilakukan pasangan, yang terkadang luput dari perhatian kita.

Betapa sering pasangan berbuat baik kepada kita, tapi tak pernah puas kita untuk terus menuntut lagi dan lagi…?
Bahkan meminta sesuatu di luar kadar kesanggupan pasangan kita…!

Astaghfirullôh…

Adakah kita seperti itu terhadap istri atau suami kita selama ini…?

Terlebih-lebih kita, para istri yang tabiatnya adalah sering mengkufuri kebaikan suami.

“Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum perempuan.

Shohâbat pun bertanya: “Mengapa (demikian), wahai Rosûlullôh صلى الله عليه و سلم?”

Beliau صلى الله عليه و سلم menjawab:
“Karena kekufuran mereka.”

Kemudian ditanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allôh?”

Beliau صلى الله عليه و سلم menjawab:
“Mereka kufur terhadap suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya.

Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang, kemudian ia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak ia sukai), niscaya ia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikit pun kebaikan pada dirimu!’”

[HR al-Bukhôrî no 105].

Seperti yang dituturkan dalam syair indah berikut ini…

“Kulihat kaum laki-laki memukul istri mereka…
Namun tanganku lumpuh untuk memukul Zainab…
Zainab adalah Matahari, sedang perempuan lain adalah bintang-bintang. Jika Zainab muncul, tak akan nampak lagi bintang-bintang…”

[Siyar A‘lâm an-Nubalâ’ IV/106].

Banyak sisi baik dari pasangan yang membuat teduh hati ketika kita memandangnya, atau mungkin saat sekadar mengingatnya.

Jujurlah pada diri sendiri…

Pasangan kita saat ini, betapa ia begitu berjasa mendampingi kita sejak bertahun-tahun lamanya.

Dialah tempat kita mencurahkan rasa. Dialah seseorang yang paling mengenal dan mengerti, siapa dan bagaimana kita sesungguhnya, dan memilih untuk tetap tinggal dan terus mencintai kita, setelah semua yang terjadi.

Cinta yang dulu mekar di awal-awal pernikahan, bisa pudar seiring berlalunya waktu.
Ia bisa berubah menjadi layu sebelum akhirnya mati dan musnah.

Maka rawatlah cinta itu agar selalu berkembang dan terawat. Siramilah perasaan itu dengan hal-hal yang romantis dan penuh makna, namun sederhana.

Sederhanakanlah…!

Seperti membukakan pintu mobil untuk istri tercinta bagi yang punya mobil, atau memasangkan helm ke kepalanya ketika hendak bepergian dengan motor.
Atau merapikan anak rambut yang ‘mengintip’ dari balik jilbabnya dengan tatapan penuh kasih-sayang.

Ungkapan cinta yang terlihat remeh, kecil dan sepele, tapi penuh makna.
Setidaknya bagi dirinya, seseorang yang kita cinta.

والله أعلم بالصواب

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله و صحبه أجمعين

______

MUSLIMAH

Ia tidak harus berbakut setera untuk terlihat menawan
ketika busana panjang tanpa pita-pita mampu menembus kabut pesona zaman

Ia tidak harus mendongakkan kepala untuk menyirat
kehormatan…………………….
ketika tunduknya hati dan pandangan menempatkan diri pada kemuliaan……………………

Ia tidak harus berhiaskan intan berlian untuk meraih
keanggunan…………………….
ketika cahaya kesabaran akan meluruhkan kilaunya
dan butiran tasbih mulai menghitung nilai akhlaknya

Titian menuju ridha-Mu
memang tidak dihiasi mawar, melati dan sedap malam
sekali-kali saja masih tercium harumnya karena mungkin masih ada terjaga
perilaku dan lisannya…………….

perjalanan ke sana sungguh panjang dan meletihkan
hanya mendung dan pelangi, hanya gelap dan terang
saling berganti menyapanya………………

Ilahi, tanpa keridhoan itu
bisakah sedekah, sholat dan sujudnya mengantar diri ke ujung pengembaraan pada-Mu

By: (Maria Ulfa) dalam buku “Pesona kepribadian Muslimah” karangan Claudia Irawan Massie

________

JIKA AKU JATUH CINTA

Ya Allah,
Jika kutelah jatuh cinta
Ku ingin semua telah terbalut oleh ridha-Mu
Ku ingin semua telah terikat oleh hukum yang syar’i
Ya Allah,
Jika ku jatuh cinta
Izinkanlah dengan lelaki yang dapat menambah cintaku pada-Mu
yang dapat menambah keta’atanku pada-Mu
yang dapat membantuku untuk meraih syurga-Mu
Ya Allah,
Izinkan aku tuk jatuh cinta
pada lelaki yang mencintaiku karena-Mu
lelaki yang menerimaku apa adanya lelaki yang dapat menyayangiku […]

Kategori: Puisi

Indah pada Saatnya
Ditulis Oleh Rini

____

NIKMATNYA

Maka, nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?
Bersimpuh di hadap-Mu
Mohon ampunan dosa-dosa dan kesalahan
Setiap ucapan dan janji pada-Mu yang tak bisa kupenuhi
Tiap napas yang kuhembus tanpa menyebut asma-Mu
Kala mata melihat hal yang tak Kau sukai
Ketidakmampuanku menahan nafsu
Bila mata menyaksikan kezaliman dan kemungkaran
Namun, aku tiada bergeming untuk mengubahnya
Banyak kesalahan, kelalaian, dan dosa yang telah kuperbuat.
Tapi Hamba tidak berputus asa dengan rahmatMu Yaa Allah. Engaulah yang maha mengampuni, Maha menerima taubat Dan Maha memaafkan. Engkaulah yang Maha Mencintai, Yaa Rahmaan Yaa Rahiim. Ampuni Hamba.

________

Menjaga Kehormatan Wanita Muslimah

Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.

Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.

Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki

Allah berfirman,

وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)

Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.

Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.

Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.

Allah berfirman,

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى

“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)

Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.

Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)

Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

_________

Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab

Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:

وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)

Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

“Semoga Allah merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:

“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)

“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”

Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)

Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:

Menjaga kehormatan.

Membersihkan hati.

Melahirkan akhlaq yang mulia.

Tanda kesucian.

Menjaga rasa malu.

Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.

Menjaga ghirah.

Dan lain-lain. Adapun untuk rincian tentang hijab dapat dilihat pada artikel-artikel sebelumnya.

_______

Kembalilah ke Rumahmu

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya:

Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah.

Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya.

Wanita tidak berkewajiban berjihad.

Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah.

Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu:

Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah.

Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah.

Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang.

Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’.

_______

Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah

Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.

Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian.

Allah berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).”(Qs. Al-Ahzab: 33)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya:

Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.

Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian.

Berjalan dengan dibuat-buat.

Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram.

Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi.

_______

Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita

Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32)

Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya.

Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan.

Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan:

Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia.

Menjaga kehormatan dan kesucian diri.

Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya.

Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam

______

Visi-Misi Keluarga Muslimah

Visi

Tidak ada satu pun anggota keluarga tersentuh api neraka
وَ قِــنَا عَذَابَ الــنَّارِ

Misi

Mencapai derajat takwa yang sebenarnya
التَّقْوَى حَقَّ تُـقَـاتِه)ِ)

Memperoleh hidup mulia atau mati syahid
عَيْشْ كَرِيْمًا أَوْ مُتْ شَهِيْد)ً)

________

AKU MASIH HARUS BELAJAR

Aku masih harus belajar, belajar ikhlas dalam segala hal, belajar bersabar dalam segala keinginan.

Masih harus belajar dalam ketaatan, taat kepada Allah dan orang tua.

Belajar menahan amarah, belajar menahan keinginan, belajar menerima dan mensyukuri setiap keadaan yang diberikan olehNya.

Belajar dari kesalahan yang dilakukan, belajar menerima setiap hukuman dari kesalahan yang dilakukan.

Belajar dari setiap sakit dan perih yang ada, belajar dari setiap senyum dan tawa yang disuguhkan.

Belajar mengenal diri, sebab segala hal yang terjadi berasal dari dirimu sendiri. Sedihmu, sakitmu, senyum dan tawamu. Semua berasal dari dirimu sendiri, dari tindakanmu, perlakuanmu, sikapmu, keputusanmu, egomu, nafsumu, pikiran dan hatimu.

Belajarlah dari setiap keadaan yang terjadi, perbaikilah jika kamu diberi kesempatan untuk memperbaikinya.

Jaga ucapanmu maka org lain akan menjaga ucapannya.

Jaga sikapmu maka org lain akan menjaga sikapnya terhadapmu.

Jaga hatimu maka orang lain akan menjaga hatimu juga.

Berproseslah dari setiap keadaan yang menimpa, tumbuhlah dari setiap pahit manisnya hidupmu. Kamu hanya perlu belajar ikhlas dan menerima setiap keadaan yang menimpa. Kamu hanya perlu bersabar menunggu setiap keputusan baik untukmu.

Tugasmu hanya taat, kembali kepadaNya dan bertawakal kepada-Nya. Jika semua sudah dilakukan, mungkin sedihmu lebih baik dari tawamu. Mungkin tangismu dalam keheningan sujudmu lebih baik dari tawamu dalam keramaian.

(Dapat Izin Copas)

____

💞Ibu adalah ciptaan terindah, karena di dunia yang egois ini, dia adalah satu-satunya yang selalu ingin melihat mu bahagia…
Seseorang belajar tentang makna cinta yang sesungguhnya dari sosok ibu, dan belajar pengetahuan dari sosok Ayah…

💞Saat kamu melihat ibumu, kamu sedang melihat cinta paling murni yang pernah kamu tahu…
Cinta ibu adalah kedamaian, kita tidak perlu repot berjuang untuk mendapatkannya, kita juga tidak perlu bersusah payah melayakkan diri untuk memperolehnya…

💞Terima kasih ya Rabb, sudah menitipkanku, sosok malaikat yang ku sebut dengan Ibu…
Ibu tidak pernah lelah untuk merawat, membesarkan dan membimbingku, namun aku masih saja tanpa sengaja tak menghargai ketulusan Ibu, tanpa sengaja melukai hati ibu, tanpa sengaja mengabaikan ibu, dan tanpa sengaja membuat ibu menangis dengan sikap ku yang masih egois…

💞Membahagiakanmu adalah mimpi terbesar ku Bu. Maka, sehatlah selalu Bu, hingga tiba saatnya aku mewujudkan mimpi itu…

💞Ibu, sampai nanti engkau tetap menjadi cahayaku, dengan segala kesendirian yang aku miliki atau dengan seluruh kesepian yang mendatangi…
Kau selalu menjadi alasan ku untuk tetap bangkit meski sebenarnya hati ku sakit, kau selalu menjadi alasan ku untuk tetap tertawa meski sebenarnya raga ku terluka…

🌿Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakhatuh🌿

💝Jalani,nikmati,syukuri💝

Note: Di Copas dari posting an temen2 FB, sudah minta izin yaaah. Semoga mereka juga mendapat Pahala atas tulisan2 kebaikan mereka yang dibagikan, Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Hijrah Cinta

PERPISAHAN DENGANMU ADALAH CARA ALLAH MEMPERTEMUKAN AKU DENGAN JALAN HIJRAH.

Mungkin tugasmu dihidupku sudah selesai.
Begitupun tugasku dihidupmu sudah selesai.
Dan apa yang kamu cari tidak ada di dalam diriku

Cinta hanya bisa dibuktikan dengan dua jalan. Menghalalkan atau mengikhlaskannya.
Dan aku membuktikan itu dengan belajar mengikhlaskanmu.
Belajar untuk memaafkan semua kesalahanmu. Sebagaimana aku berharap orang lain yang pernah tersakiti karena aku memaafkanku.
Membenci hanya akan mengukung hidupku.
Yang perlu aku sadari, semua yang terjadi dihidupku sudah ada di dalam skenario Allah.
Termasuk tentang pertemuan dan perpisahan denganmu

Aku tak pernah menyesali pernah menyayangimu
Aku bersyukur sempat mengenalmu.
Aku bersyukur akan hadirnya dirimu di hidupku.
Tak ada yang sia-sia, begitupun pertemuan denganmu.
Allah ingin aku belajar lewat dirimu.
Lewat perpisahan itu aku belajar banyak hal.
Tentang Mengikhlaskan, melepaskan, memaafkan, untuk sabar dan yakin jika rencana Allah lebih indah dari sekedar inginku.
Perpisahan denganmu adalah pertemuan dengan hijrahku.
Lewat jalan hijrah yang kini kutapaki, aku berusaha menjaga hidayah dengan keistiqomahan.
Aku belajar banyak hal.
Aku pun mulai menyadari banyak hal.
Termasuk, tentang kita ‘dulu’,
Bukan karena rasa itu yang kusesali. Tapi, karena jalan meng-ekspresikan cinta itu yang salah.
Jika hingga sekarang aku masih bersamamu dalam ikatan tak halal itu, mungkin aku akan semakin merasa memiliki dan semakin takut kehilangan. Dan itu salah. .

Hijrahku

05 Jan 2019

Aku pun dengan sisa-sisa suaraku, mencoba memanggil-manggil namamu. 

“Oo… Muhammadku… Oo Muhammad ku. Dimana-mana sesama saudara saling cakar merebut benar sambil terus berbuat kesalahan. Qu’ran dan sabdamu hanyalah kendaraan masing-masing mereka yang berkepentingan. Aku pun meninggalkan mereka, mencarimu dalam sepi rinduku. Aku merindukanmu ooh Muhammadku. 

Duhai baginda cintaku, jikalau engkau sudi menampakan wajahmu kepadaku sekejab saja, Sungguh… betapa malunya diriku yang begitu bangga mengaku sebagai umatmu. Namun jauh akhlakku dari harapanmu. Sangat memalukan.

Pantaskah aku peroleh syafaat darimu?

Dulu. . Aku selalu abaikan semua peringatan yang kau sampaikan dari Allah. Tidak shalat adalah hal biasa bagiku. Aku membuka auratku padahal aku tahu bahwa Islam mewajibkan waita muslimah untuk berjilbab syar’i. Terbuai dengan musik walau aku sudah tahu bahwa Islam mengharamkan musik dan alat musik. Aku berbaur, berteman dekat dengan laki-laki padahal aku tahu bahwa Islam sangat membatasi dan mengatur pergaulan perempuan muslimah demi menjaga kehormatan mereka. Teman hiburan, bertamasya, ngumpul-ngumpul bareng teman adalah kesenanganku. Aku selalu membicarakan keburukan orang lain dan aku tidak menyadari bahwa itu merupakan salah satu diantara dosa-dosa besar, membicarakan masalah orang lain yang bukan urusanku. Kami selalu berbicara masalah dunia dunia dunia duniaaaaaaa terus. Aku sanggup internetan selama berjam-jam. Bahkan mulai pagi sampe pagi lagi pun aku mampu menatap layar HP. Aku selalu FB-an? WA-an, Twitter-an, Instagram dan masih banyak lagi. Tapi untuk membuka al-Qur’an satu detik aja tidak pernah. Sangat jarang kubaca isinya walau cuma 1 ayat. Aku hanya akan membukanya ketika bulan Ramadhan. Padahal Qur’an itu diturankan bukan hanya sebagai bacaan di bulan Ramadhan. Qur’an itu petunjuk hidup kita yang harus dibaca, dipahami dan diamalkan, bukan hanya membacanya sebatas tenggorokan dan tidak tahu maknanya. Apa aku berjam-jam online untuk belajar? Tidak. Aku hanya chattingan yang gak bermanfaat sama teman-teman. Aku hanya baca postingan orang yang gak bermanfaat. Mengomentari hal-hal yang tidak bermanfaat. Aku hanya memikirkan bagaimana agar aku bisa memperoleh kesenangan dunia dunia dunia saja duniaaa terus hingga kulupa akan akhirat yang kekal, abadi. Dengan berpakaian yang tidak pantas aku menari diatas panggung dengan tarian ala K-Pop yang bagiku amat keren itu. Membuat teriakan penonton menggeparkan panggung dengan tepuk tangan yang menggelegar diantara musik yang bergema. Betapa hina dan rendahnya aku kala itu. Memalukan. Namaku dibangga-banggakan penggemar tapi…. bagaimana penilaian Allah kepadaku?. Akulah muslimah yang tidak tahu diri. Memamerkan aurat yang seharusnya ditutupi itu kepada ratusan penonton non-Mahram secara gratis. Aku juga pernah… Pacaran… padahal aku tahu bahwa tidak ada pacaran dalam Islam. Islam melarang umatnya mendekati Zina. Sedangkan pacaran itu pintu menuju Zina. Ya… dulu aku pernah membantah untuk membela hawa nafsu “kan cuma sebatas pegangan tangan aja kok gak lebih, cuma chattingan aja, cuma telponan aja, aku gak berzina…dll”, padahal aku gak sadar kalo semuuuuua yang aku katakan itu Zina. Tak perduli dengan dakwah yang disampaikan para ulama, aku berdalih seakan aku bisa mengontrol hawa nafsu. Pacaran itu benar-benar hal yang dilarang agama. Apapun alasannya tetap tidak diperbolehkan. “Tapi pacar aku shaleh lho”. Lucu sekali. Laki-laki shaleh tidak akan mengajak orang yang dicintainya bermaksiat. 

Apa dalil yang melarang pacaran? Pada surat al-Israa ayat 32, berisi larangannya mendekati zina. Itu Zina, lalu pacarannya mana? Kata “PACARAN’ sudah menjadi paket komplit dari pada zina itu sendiri. Bagaimana bisa? Pegangan tangan, tatapan, berduaan, chattingan, baperan sampai hal-hal yang dilarang lainnya, itu semua termasuk dalam ZINA.

 Astagfirullah…. betapa hina dan kotornta aku dahulu… sebab aku bertemankan iblis mengedepankan hawa nafsu (kesengan dunia). Oh Muhammadku…. najiskah aku? Aku dulu selalu meninggalkan shalat, najiskah aku wahai Muhammad Rasulullah? Aku tahu bahwa meninggalkan shalat dengan perasaan biasa saja tanpa merasa menyesal lebih besar dosanya daripada dosa berzina sekaligus membunuh anak hasil Zina. Tapi aku masih saja pura-pura tuli ketika mendengar suara Azan.

 Ya Allah… Inikah cahaya itu? Inshaa Allah. Hamba sangat berharap ya Allah. Tolong hamba. Tolong.

Inikah intan yang selama ini aku butuhkan dan yang aku harapkan? Kebahagiaan sejati? Harta yang paaaaaaaling mahal yang tak ternilai, tidak bisa digantikan dengan dengan dunia seisinya.

Aku sadar, aku sangat membutuhkan Iman yang kokoh dan istiqamah.

Aku ingin kutip sedikit kata-kata milik saudara selegramku. Yang katanya “Hidup tak sembarang hidup. Kita mesti mengambil tuntunan dari Qur’an dan Sunnah. Jika perintah Allah saja kita bantah, lalu perintah siapa yang akan kita terima? Siapa lagi yang statusnya lebih tinggi dari Allah yang kita takuti? Bisa saja kalian hidup dengan aturan yang kalian buat sendiri. Tapi jangan menikmati semua fasilitas yang di beri Ilahi, termasuk menghirup udara dan menapak kaki di bumi!”

Jangan Berasalan Belum Dapat Hidayah

[Hidayah]

Banyak orang yang beralasan ketika ia bermaksiat, menyimpang dari aturan Allah, dengan seenaknya bilang,
“Belum dapat hidayah” .

Benarkah demikian? Apakah sesimple Itu perkaranya? Syeikh As-Sa’di rahimahullah dalam Kitab Bahjatu Qulubil Abror ( halaman 34) berkata,

“Orang yang sesat, menyimpang tidaklah memiliki alasan untuk mengelak dari Tuhannya (di akhirat nanti), karena sesungguhnya Allah telah memberikannya seluruh sebab- sebab yang dapat menyebabkan tercapainya hidayah. Akan tetapi hamba itulah yang memilih kesesatan daripada petunjuk, maka Janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri” . -selesai kutipan-

Di antara sebab-sebab hidayah yang Allah bukakan di zaman sekarang ini adalah banyaknya kajian-kajian Islam, kajian-kajian sunnah, baik yang langsung di Mesjid-Mesjid, melalui video maupun audio yang tersebar di internet. Atau dari tulisan-tulisan, website Islam di internet yang mengajak ‘tuk kembali kepada Allah, ‘tuk mengikuti Sunnah Nabi-Nya. Yup, Begitu mudahnya sebab-sebab hidayah ini diperoleh, bahkan hanya dengan sekali klik, sambil tiduran, berbaring di kasur yang empuk, kita bisa dengan mudah mendapatkannya. Namun adakah kita memilih untuk mencari ini semua? mengambil petunjuk darinya ? mengamalkannya? Atau lebih memilih mengacuhkan, sibuk dengan urusan dunia semata, terus bermaksiat dan beralasan belum dapat hidayah? Pada akhirnya, tidak akan adalagi alasan bagi seseorang kelak di akhirat, Ia tidak bisa komplain ke Tuhannya dengan berkata,

“Ya Allah, Aku Belum Dapat Hidayah. Engkau tidak memberikannya kepadaku” 

Padahal realita menunjukkan sebab-sebab Itu telah dibentangkan kepadanya. 

Pilihan ada pada kita, Ambil dan tempuh jalan hidayah sekarang, Atau menyesal di akhirat kelak.

The choice is ours…

#Copas
[Hidayah 2]

Seseorang yang telah diberikan petunjuk oleh Allah, yang dituntun oleh Allah untuk tidak berjalan kecuali diatas jalanNya yang lurus, akan berusaha mengaplikasikan ayat dari al-Qur’an yang berbunyi:

“Sami’naa wa Atho’naa” atau “Kami dengar dan kami taat” [ (QS. An Nuur: 51] 

Dan ayat yang berbunyi:

“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad)…” [Ali Imran : 31] 

Dan ayat yang berbunyi: 

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”. [al-Hasyr: 7]

Dan ayat yang berbunyi: 

“Katakanlah : “Jika kamu (benar- benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Katakanlah : “Taatilah Allah dan RasulNya. Jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir’’. [Ali Imran : 31-32] 

Dia yang mendapat hidayah akan mengamalkan semua ayat suci al-Qur’an, juga akan mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw melalui hadith-hadith Beliau saw. Dia   (yang telah Allah kehendaki kebaikan padanya) akan berusaha agar tetap menjadi orang yang bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla.

Setelah Allah menitipkan cahaya didalam hatinya sehingga ia dapat merasakan betapa nikmatnya iman itu, maka ia tahu kewajibannya adalah menyampaikan kebaikan. Dan dia juga akan berusaha untuk membuat orang-orang yang ia sayangi dapat merasakan kebahagiaan sejati yang ia rasakan ketika dia telah mengenal Allah dan mendekatiNya. Dia akan berusaha memyampaikan ilmunya. Berharap orang yang ia sayangi itu bisa mengerti dan mengamalkan apa yang telah ia sampaikan. Katakanlah kalau dia memilki 10 teman dekat yang dia sayangi. Kemudian secara hati-hati namun pasti, ia menyampaikan ilmunya kepada teman-temannya itu dan berharap mereka dapat memahami apa yang ia sampaikan kemudian berjalan diatas jalan Allah ‘Azza wa Jalla. Apakah ia akan berhasil setelah berusaha untuk mengajak orang-orang yang ia cintai? Jawabannya adalah tergantung hidayah Allah. Karena Allah hanya akan memberi penunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, yang Dia ingin selamatkan dari azabNya dan menikmati surgaNya.

Katakan saja kita mengajak 5 teman kepada kebaikan. Belum tentu mereka berlima dapat hidayah. Mungkin 3 diantara mereka keras kepala dan menantang dengan beribu alasan dengan maksud lari dari kebenaran karena menuruti hawa nafsu. Misalnya kita sampaikan kepada mereka “dalam Islam, Pacaran itu haram. Setuatu yang haram wajib ditinggalkan karena hukumnya dosa” atau “dalam Islam, musik itu haram. Kita diharamkan mendengarnya atau memainkannya”. atau “Jilbab bagi muslimah adalah wajib, bukan pilihan dan tidak perlu banyak alasan. Jangan mau seperti wanita kafir karena kita beda”. Kita mungkin telah memberitahukan mereka berbagai dalil tentang pelarangan itu. Tapi orang-orang yang hatinya dikuasai syaitan akan berpura-pura tuli sehingga mengabaikan apa yang kita sampaikan. Tentu saja syaitan selalu menang menguasai mereka. Iman mereka lemah dan Allah mengunci hati mereka. Jika Allah menghendaki kepada mereka kebaikan, tentu Allah akan membuka dan melembutkan hati mereka. Allah akan mengisi hati mereka dengan cahaya iman. 

Kita ingin orang-orang yang kita sayangi mendapat hidayah. Tapi Allah memberi hidayah kepada orang-orang yang dikehendakiNya. Itulah mengapa ada yang mau berjalan diatas jalan lurus dan ada yang memilih tikungan. Padahal mereka sama-sama manusia. Punya bentuk otak dan hati yang sama. Tapi mengapa ada yang pas kita sampaikan dalil langsung dengar dan ada yang mengabaikan? Itu karena bentuk hati mereka secara lahir memang sama. Namun secara batin, hati mereka sangat berbeda. Ya, isinya beda. Ada yang hatinya bersih dan ada kotor. Ada yang terang dan ada yang gelap. 

Allah selalu melindungi siapa yang Dia sayangi. Siapa yang Allah sayangi? Yaitu orang-orang yang mencintai dan mentaati Allah dan RasulNya. Yang ketika mendengar firman Allah dan sabda Rasul, mereka berkata “Sami’na wa Atho’na” (Kami dengar dan kami taat). Bukan “Kami dengar dan kami pikir-pikir dulu”.

Sekarang, tanyakan dalam hatimu.!!

“Apakah Allah menyayangimu? Apakah Allah ingin kamu berjalan diatas jalannya atau ingin melemparkanmu ke neraka bersama syaitan? Karena orang-orang yang lebih menuruti bisikan syaitan akan menemani syaitan di neraka. Bukankah syaitan ingin menjauhkan manusia dari perintah Allah?” 

Kamu akan tahu sendiri jawabannya. Dan tanyakan pertanyaan yang sama kepada orang yang kamu ajak kedalam kebaikan.

Aku, Lilin dan Kecoa

♡Cerpen Penerang Hati♡

Malam ini adalah malam seperti malam-malam sebelumnya. Aku yang telah berjam-jam duduk diatas ranjang terbawa arus drama yang aku ikuti. Kubiarkan jendela kamarku terbuka. Aku suka dengan dinginnya angin malam. Sangat menentramkan jiwa. Waktu telah menunjukan pukul 12:21 dan aku masih serius mengikuti kisah seorang Ratu hebat dalam drama The Great Queen Seon Deok, satu-satunya K-Drama kesukaanku. Waktu mengalir begitu saja. Menit-menit berlalu dalam sekejap. Aku menoleh kearah jam dinding, 

“Apa? Jam 1 ? Kirain masih jam 8. Ok, masih jam 1, masih bisa beberapa episode lagi” batinku.

Tiba-tiba, aku merasa aneh. Entahlah. Aku merasa antara kesepian dan takut. Aneh sekali, aku belum pernah merasakan hal ini di malam-malam sebelumnya.

“Apa ini? Kemarin-kemarin nontonnya diakhiri pas dah  masuk waktu Shubuh. Malam ini kenapa begini? Aku merasa sepi? Tidak mungkin. Mungkin ini perasaanku saja”

Aku jeda dramanya kemudian menengok keluar dari jendela, mengintai pohon-pohon disekeliling rumahku.

“Adakah hantu disini yang ingin menggangguku? Hantu? Ah, aku tidak takut hantu”

Aku kembali nonton drama yang barusan aku tinggalkan. Tiba-tiba padam listrik alias mati lampu.

“Apa ini? Apalagi ini? Apa yang terjadi malam ini? Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui”.

Angin malam yang masuk kedalam kamar terasa sangat dingin. Jauh lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. Aneh. Aku menutup jendela karena aku tidak tahan dengan dinginnya. Aku menelimuti tubuhku dengan selimut merah kesayanganku yang selalu ampuh mengusir dingin dalam seketika. Tapi kali ini, ia gagal. Aneh.

“Apakah aku demam? Tidak? Ini bukan demam. Aku pernah demam dan aku tahu persis seperti apa rasanya dan ini…. ini bukan demam. Aku kenapa? Aku kenapa?” Batinku dengan wajah terheran-heran. Keanehan belum berhenti sampai disini pemirsa. Aku yang selalu serius mengikuti alur drama kesayanganku itu kali ini tidak. Mataku memang mengarah ke layar laptop tapi hati dan pikiranku tidak. Aku matikan laptopnya.

“Waduh, gelap. Tadi kamar sedikit terang karena ada cahaya laptop. Bakar lilin aja deh”.

Aku membakar lilin yang sengaja ku simpan lengkap dengan korek didalam laci meja ditepi ranjangku. Dan sedihnya, lilinnya tinggal sedikit sekali. Kubakar lilin itu dan tadaaaaaaaa, teranglah seluruh sudut kamar. Masalah belum selesai sampai di nyala lilin yang menerangi kamar pemirsah. Aku berusaha untuk tidur tapi aku tidak merasakan kantuk sedikitpun. Akhirnya aku hanya duduk, peluk bantal sambil memandang lilin. Rasa aneh yang sedari tadi menggangguku semakin parah. Aku merasa sangat sedih dan kelisah dan aku tidak tahu mengapa. Pandanganku tetap tertuju pada lilin itu. Menit demi menit berlalu, lilin pun semakin pendek. Dan aku tahu, nyalanya tidak akan bertahan lama. Ia akan terus meleleh hingga padam.  Aku mencoba menyalakan HP, tapi tidak bisa karena habis daya. Sebelum cahaya lilinnya sirna, aku berbisik,

“Ya Allah, Apa yang Engkau kehendaki pada hamba dengan lilin ini?”

Sontak, aku menatap lilin yang terus meleleh itu sambil menyipitkan mata. Dan dalam hati aku berkata “Lilin adalah umur. Setiap detik yang berlalu, mendekatkan aku kepada kematian. Layaknya cahaya lilin yang akan berakhir, hidupku juga akan berakhir. Mati”.

Lilinnya hampir habis. Aku menatap seluruh isi kamarku. Aku tiba-tiba merasa takut dan kesepian. Sangaaaat hening. Yang terdengar hanyalah hembusan nafasku, dentuman jantungku, “Tik tik tik tok” dari jam dinding dan “Krik krik krik” dari jangkrik-jangrik yang berpesta diluar sana. “Sontak, aku auto berpikir,

“Jika aku merasa seperti ini padahal aku tidak sendiri karena ada adikku yang sedang tertidur disisiku, bagaimana jika…. jika dikubur nanti….. tentunya aku akan sendiri. Mengerikan. Mengerikan. Aku sangat terbiasa dengan luasnya kamar ini, aku sangat menyukainya. Bagaimana jika hidupku sampai dibatas akhir usia dan…. suka atau tidak suka, mau tidak mau aku akan tetap diletakan di dalam liang yang sempit alias kubur itu.

Sedihnya aku tidak bisa membawa lilin, bantal dan selimut kesayanganku kedalam kamar sempitku/kubur itu. Kalau selimut tebal saja tidak mampu menghangatkanku, bagaimana jadinya aku nanti dimalam-malam sunyi dan dingin, aku diapit aku tanah dan aku hanya dibalut dengan kain putih?”

Tubuhku gemetar, aku menjadi semakin takut.

“Apakah aku sudah siap untuk mati? Bagaimana jika Izrail datang detik ini juga?”

Seluruh tubuhku menggigil. Tanganku mendekap bantal dengan gemetar.

“Apa ini? Apa ini? Apa ini?”

Aku bertanya pada diri sendiri.  Rasanya tidak ingin aku bangunkan mama, papa dan adikku saat mereka sedang tertidur pulas saat ini.

Lilin yang menyala itu saat hampir berakhir menemaniku. Dalam kesempatan yang tersisa, tiba-tiba seekor kecoa yang entah dari mana datang dan terbang mondar-mandir dalam kamarku dan hinggap di dekat lilin, tepat dihadapanku dan mataku lansung tertuju padanya. Aku kaget bukan kepalang. Kejutan masih belum habis pemirsah.

Setelah  jantungku terasa hampir berhenti berdetak gara-gara kecoa itu, dalam hati,

“Ya Allah… Ya Allah Ya Rabbi….Apa yang Engkau kehendaki padaku  dengan seekor kecoa ini?”

Sontak, kecoa itu terbang lagi mengelilingi kamar kemudian hinggap pada sebuah bingkai foto yang berada tepat disisiku. Aku fokuskan pandanganku pada kecoa itu itu kemudian pandanganku beralih pada sebuah kalimat yang ku cetak diatas kertas dan ku pasang dalam bingkai tersebut. Retinaku menangkap kalimat itu dengan jelas.

Dan tulisan itu berbunyi: “Hanya AKU & AMALANKU DI SINI (KUBUR) NANTI”. Dan latar tulisan itu adalah sebuah gambar liang lahat dengan bentuk persegi panjang dan terlihat sempit. Mengerikan. Menakutkan.

Aku menatap tulisan itu dalam-dalam. Rasanya tenagaku tiba-tiba sirna. Aku merasa lelah, lemas atau bahkan tak bernyawa. Kecoa itu kemudian terbang lagi dan keluar melewati fantalasi jendela kamarku. Lilin akhirnya padam. Gelap gulita.

Tidak peduli bahwa tidak ada cahaya sedikit pun dalam kamar, aku Menganalisa kembali urutan kejadian aneh sejak awal hingga akhir. Sendirian dalam gelap di malam sunyi seperti sangat menakutkan. Padahal adikku di sampingku dan orang tuaku ada di kamar sebelah. Bagaimana jika aku benar-benar berada dalam kubur nanti? Gelap, dingin, sempit dan pastinya aku benar-benar akan berada disana sendiri. Jika seekor kecoa kecil yang muncul tiba-tiba itu saja hampir membuat jantungku copot, apalagi jika aku benar-benar menghadapi malaikat Mungkar & Nakir? Malaikat Ruman? Apakah aku berani menulis daftar maksiatku dihadapannya? Jika aku malu dan takut, mengapa ketika melakukat maksiat itu aku tidak malu dan takut kepada Allah? Malaikat Ruman pasti akan menghancurkan jasadku (semoga merahmatiku, aamiin).

Meskipun tidak bisa melihat apa-apa disekitarku saat ini, aku tahu bahwa aku sedang berada dalam kamarku. Kamar yang kelak akan aku tinggalkan. Entah tahun depan, 1 bulan lagi, 1 hari lagi atau bahkan satu jam lagi. Orang yang masuk kesini akan berkata “Ini kamar Ririn. Dia biasanya suka memghabiskan waktunya disini. Tapi sekarang dia sudah bercampur dengan tanah”. 

Sontak, air mataku mengalir. Menetes bersusulan. Sebuah tulisan yang pernah ku baca terlintas jelas dalam pikiranku. Bahwasanya:

(Ketika jantungmku berhenti, MATI tidak perlu dicemaskan).

Tidak perlu ku perdulikan jasadku yang akan hancur. Karena kaum muslimin akan melaksanakan kewajiban mereka:

1. Memandikanku

2. Mengkafaniku

3. Menyolatiku

4. MENGUBURKU.

Dan aku tahu persis!!!* bahwa:

*Dunia tidak sedih karena kematianku*

~Alam semesta tidak berduka atas kepergianku !

~Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahanku!!

~Perekonomian akan terus berputar!

~Pekerjaanku, akan digantikan orang lain!

Hartaku akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris!

Sementara AKU  yang akan dihisab atas segala sesuatu hingga perkara yang sederhana dan kecil!!

Yang pertama lepas dariku  adalah namaku..

Saat Aku meninggal dunia: Orang2 bertanya : Dimana mayatnya ? Mereka tidak memanggilku dengan namaku!! Namaku tinggal kenangan belaka.

Ketika mereka akan menshalati, mereka bilang : Bawa sini jenazahnya!!! Mereka tidak menyebutkan namaku. Betapa cepat namaku hilang berlalu…. 

Ketika mereka akan menguburkanku, mereka berkata: Dekatkan mayitnya!! tanpa menyebutkan namaku..

_*Karena itu… 

Aku jangan sampai tertipu oleh kehormatan dan kelebihan kelompokku…!!*

Jangan sampai aku terperdaya oleh kedudukan dan nasab keturunanku…!!

* Alangkah sepelenya dunia ini… dan betapa besar apa yang akan kita hadapi… *

_Kesedihan orang atas kepergianku ada tiga macam:

1. Orang yang mengenalku sepintas akan mengatakan: Kasihan… !! 

2. Teman dan sahabatku akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka kembali pada rutinitas dan canda tawa mereka.

3. Kesedihan mendalam di rumah… Keluargaku akan bersedih sepekan… satu-dua bulan atau hingga satu tahun… Kemudian mereka akan meletakkanku dalam album kenangan…

Demikianlah…

Kisahku di antara manusia telah terakhir…BERAKHIR.

AKU  hanya tinggal ALBUM KENANGAN 

*Kisahku yang sebenarnya baru dimulai… bersama sesuatu yang nyata, yaitu: Alam Kubur menuju Alam akhirat *

Ketika Ajal kita tiba, maka akan lepas dari kita:

1. Kecantikan/ketampanan.

2. Harta

3. Kesehatan

4. Anak

5. Rumah. 

6. Istri/suami

7. Kehidupan.

Lantunan Adzan merdu hancurkan alam sunyi. Dalam waktu yang sama, lampu pun kembali menyala. 

“Kak, Shubuh?” Tanya adikku yang terjaga karena silau lampu.

“Bukan, Isyaaaa. Ya Shubuh lah. Tuh tengok jam, 04:55. Bagun… Jangan malas”. Aku bicara sambil membelakanginya. Ia pun bangun dan mengucek matanya. Aku menghapus airmataku.

“Kakak? Ada apa?” Tanya adikku dengan wajah bingung.

“Ceritanya panjang. Akan kakak ceritakan ba’da Shubuh. Yuk!”

Sekian kisah aneh yang kualami dalam semalaman.

Teruntuk saudara/i seiman,  jadikanlah akhirat sebagai tujuan hidup kita… 

Saudara/i ku seiman, mengapa aku harus menulis ini? Karena aku ingin mengingatkanmu. Bahwasanya: Ketika ajal datang, maka saat itu juga semua keduniaanmu berakhir.. Jika engkau telah dibaringkan di kuburmu.. dan engkau telah menghadap Rabbmu. Maka tidak akan berguna lagi pujian dan sanjungan manusia kepadamu.

Tidak akan bermanfaat lagi banyaknya orang yang bertepuk tangan untukmu. Tidak akan ada efeknya lagi banyaknya like pada statusmu, begitu pula banyaknya teman dan follower-mu.

Yang nantinya akan bermanfaat dan berguna bagimu adalah : 

– sujud yang kau sembunyikan. (Jangan abaikan shalat yang 5)

– linangan air mata yang kau teteskan karena takut kepada Allah. (Sering ingat dosa, bukan pacar. Ingat, Tidak ada pacaran dalam Islam).

– amal jariyah yang kau salurkan untuk agama Allah. (Jangan kumpul-kumpul harta tapi kikir)

– bacaan Qur’an dan dzikir yang kau lirihkan karena dorongan keikhlasan. (Rajin baca Qur’an sahabat, bukan statusnya orang yang gak penting).

– uluran tanganmu dalam membantu dan meringankan beban hidup orang lain. (Aku tahu kamu orangnya. Love you).

– dan amal shaleh apapun yang kau lakukan dengan keikhlasan yang sebenarnya. (4 The sake of Allah).

Oh, ada satu lagi pesan yang aku ingin Sahabatku yang sangat aku sayangi camkan dalam jiwanya. Shalat! Sahabat, Awas hati-hati. Liat baik-baik. Jangan pernah… ya. Jangan pernah meinggalkan shalat yang 5. Itu rukun Islam lho. Kalo mau jadi orang Islam ya shalat. Jangan hanya Islam hanya sebatas Kartu biru kecil (KTP). Shalat merupakan amalan pertama yang akan dihisab. Ingat.

Oh ya, Sahabat. Rencananya minggu ini aku libur nonton K-Drama Ratu Seon kesukaanku itu. Karena aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat. Temui aku di Surau pada waktu biasa kita gunakan untuk bertemu di bawah pohon beringin.

Aku sangat berharap, semoga dalam setiap udara yang kita hirup, setiap nafas yang kita hembuskan, setiap detakan jantung, denyutan nadi, setiap langkah, setiap gerakan…. Semoga Allah selalu menyirami kita dengan rahmat-Nya. Menuntun kita berjalan di atas jalan-Nya yang lurus sehingga kita tidak merasa berat untuk beribadah kepada-Nya. Berat ibadah karena banyaknya dosa dan hati yang kuasai Syaitan untuk mengejar dunia yang memperdaya ini. Dan ibadah akan terasa indah jika kita benar-benar mencintai Allah. Bukan hanya cinta sebatas Lisan.

“Tanpa CINTA, semua IBADAH adalah BEDAN”.

#hanya_aku_&_amalku