Hijrah: Karena Allah atau Ikutan Trend?

Sekarang ini sedang lagi marak maraknya hijrah. Terutama di kalangan remaja.

Komunitas islami sudah berserakan dimana-mana. Kajian pun sudah ada setiap harinya. Pakaian syar’i pun sudah tak asing lagi.

Banyak pedagang yang sudah menjajakan pakaian tersebut. Lantas apa yang menjadi hambatan kalian untuk berhijrah?
1. Hatiku belum siap untuk seperti itu.

Lah kenapa lari ke hati? 

Yang mau dijilbabin kan rambut, bukannya hati.

2. Jilbabin hati dulu lah.

Emang hati bisa dijilbabin?

Emang ada jilbab hati?

Kalau ada dimana belinya?

Manatau banyak teman teman yang lainnya mau makai jilbab hati juga.

3. Sifatku belum sesuai untuk berjilbab.

Tak ada larangan bagi siapapun untuk mengenakan jilbab, 

Dan siapapun berhak untuk mengenakannya.

Karena jilbab merupakan kewajiban setiap wanita muslimah.

Ini shaa Allah secara tak langsung,

Kamu pasti merasa minder karena sifatmu yang tak sesuai itu disaat mengenakan jilbab.

4. Akhlakku masih buruk.

Teman, percayalah.

Bahwa jilbab itu akan membawa pengaruh yang baik untukmu.

Karena masih buruk itulah,

Kita harus memperbaiki diri menjadi yang lebih baik.

5. Ah gamaulah, nanti dikatain ikut ikutan.

Gapapa dikatai ikut ikutan,

Kan ikut ikutannya di jalan yang baik bukan yang buruk.

Yang terpenting, niatkan dalam hati.

Bahwasanya hijrahmu itu karena Allah.

Bukan karena yang lain.

Ukhtifillah,

Hijrah itu mudah.

Tetapi, yang susah itu istiqomahnya.

Jangan dikritik sedikit sama orang, langsung goyah begitu saja.

Tetapi, jadikan kritikan mereka menjadi doronganmu untuk berubah menjadi yang lebih baik lagi. šŸŒø