Koleksi Nasehat Islami Singkat

Khadijah yang duluan mengutarakan rasa dan niat baiknya kepada Muhammad SAW.

Fatimah memilih menyimpan perasaannya kepada Ali, dan terus mendoakannya dalam diam.

Zulaikha berupaya menggoda cinta Yusuf, tetapi Allah menjauhkan Yusuf darinya. Ketika Zulaikha mendekat kepada hidayah cinta Allah, Allah tumbuhkan kecintaan Yusuf pada Zulaikha.

Jalan cinta yang baik itu berlandaskan keimanan. 

Kawan, kalian tahu? Ada makhluk yang sangat pandai berkamuflase. Jika kalian fikir makhluk itu adalah bunglon, kalian salah. Makhluk ini lebih pandai berkamuflase daripda bunglon. Makhluk ini bernama “aku”. Dia berkamuflase dengan cara menjadi soleh ketika dilihat orang, tp menjadi ahli maksiat ketika sendirian. Bahkan lebih dari itu. Dia secara terang-terangan memusuhi syaiton, namun menjasi temannya ketika sendirian. Dia juga pandai menyampaikan, namun tak pandai dalam menjalankan. Banyak orang yang menyukai aku, karena aku ini terlihat sangat soleh, dan sangat pandai menyampaikan. Padahal jika mereka tahu kenyataan yang sebenanrnya, mereka tidak akan mungkij menyukai aku. Aku termasuk kdalam maksiat sejenis MUNAFIK. 

Dear para cowok

Jagalah wanita dengan baik. Jika ia berbuat salah, betulkan, luruskan, ajari dia kebenaran. Jangan kasar, jangan dirusak, dan jagalah perkataanmu agar tidak mentakitinya. 

Ketika kamu melihatnya kesal, kecewa, udah malas senyum tapi bilang “nggak apa apa”, berarti ada yang tidak ia senangi dari kamu. Maka dekatilah dia, minta maaf dan rubahlah sikapmu. 

Jangan di diami, jangan mengedepankan gengsi dan jangan mempertuan keegoisanmu. Jangan sampai nanti dia berkata “yaudah, terserah kamu.”

Jangan mengetuk hati wanita, jika setelah dibuka, kamu masuk dan merusak hatinya yang sensitif itu. 

Jagalah dia karena memang berharga. 

Sebagai cowok yang baik, tanpa dituntut dan diminta, harusnya inisiatif dan harus peka. 

Yah, namanya wanita, sering di judge sebagai orang egois. Padahal dia terlalu sering mengalah, memendam dan pura-pura baik-baik saja. Perhatikanlah dia disaat ia tersenyum padamu, senyum itu mempunyai 2 makna. 1, senyum karena senang melihatmu atau 2, senyum yang hanya dipaksakan untuk menyimpan sebuah ketidaksenangan yang tidak dia ungkapkan. Jika kamu peka, dan jika kamu benar-benar cinta, tataplah dia dengan baik, perhatikan dan pelajari wajahnya, matanya…. kamu akan tahu apakah senyum itu adalah senyum kebahagiaan atau hanya memaksa agar terlihat bahagia.

Rasulullah bersabda: Ahibbal arab li stalasta (cintailah Arab karena 3 perkara:

Li Anni Arabiyyun (Sebab aku nabimu adalah orang Arab), wal Qur’anu Arabiyyun (dan al-Qur’anul karim kitabmu juga dalam bahasa Arab) dan bahasa Arab adalah lugatuli Jannah, lugah ahli jannah (bahasanya ahli surga).

Saudaraku…

Sampai kapan kita bersantai-santai meninggalkan shalat? Sampai kapan kita meninggalkan panggilan Allah? Dialah yang menciptakan aku, kamu, mereka, semuanya hanya untuk beribadah kepadanya. Ibadah adalah tujuan kita diciptakan saudaraku. Sampai kapan kita disibukan oleh perkara dunia? Apapaun aktivitas yang kita lakukan selama didunia, tetap shalat 5 waktu menjadi kewajiban kita. Renungi kembali, kita terlalu sibuk dengan urusan dunia tanpa memikirkan akhirat. 

Jadikan keterbatasan yang mereka miliki sebagai cerminan bagi diri kita untuk meningkatkan kembali kualitas shalat kita. Islam telah memudahkan kita untuk melaksanakan shalat. Dalam keadaan sakit sekalipun, kita bisa melaksanakannya dengan duduk ataupun brbaring. Maka tidak ada alasan untuk meninggalkan shalat kecuali 1. Apa itu? Kematian.

Wallahi saudara…. taubat itu menghapus semua dosa yang pernah kita lakukan. Asalkan kita tobat untuk meninggalkan semua dosa tersebut. Allah berfirman “wahai anak Adam, andaikata engkau datang menjumpai aku dengan hampir sepenuh bumi ini dosa, tapi engkau menjumpai aku dalam kondisi tidak melakukan kesyirikan sedikitpun, maka aku akan datang dengan sepenuh bumi ini, ampunan buat dirimu”.

Makanya kita juga perlu belajar, yang dosa mana yang bukan dosa mana. Kadang kala kita 10 tahun berbuat dosa gak tau, “anaa kira ga papa Ustadz”. Atau gak belajar? Maka pentingnya belajar agama.

Siksa paling ringan di neraka itu dipakaikan kepada mereka terompah dari api neraka. Dan itu cukup membuat otak mendidih. Kita ini semua pasti menginginkan menjadi bagian dari ashabul yamin.  Golongan kaman ialah ashabul jannah. Apa yang bisa memastikan kita atau menjamin kita kelak akan menjadi bagian dari ashabul yamin? Hanya ada satu… yaitu ketika kita menjalani kehidupan didunia yang sementara ini betul betul sesuai misi penciptaan kita oleh Allah swt yaitu ibadah. Imam Malik mengatakan “al ibadatul hiya”. Ibadah itu adalah ta’atullah, taat kepada Allah. “Wahudu’u lahu” tunduk kepadanya. “Wattizamu ma syaroahu minaddin” dan berpegang teguh kepada apa yang disyariatkan oleh Allah didalam agamanya. 

Orang yang Allah benci

Wa izara ‘aita ‘abdi, Dan jika kalian melihat hambaku, laa yazkurunii, tidak zikir kepadaku. Fa anaa hajibtuhu ‘anzalik, maka aku memang sengaja menjauhkan dan mengharamkan dia untuk berzikir kepadaku. Jadi kalau ada seorang hamba lalai dari pada Allah, tidak berzikir kepada Allah, itu karena Allah sengaja, sengaja oleh Allah ditahan, diberikan penghalang oleh Allah untuk tidak bisa berzikir kepadanya. Wa anaa ubu ghidu ( dan kalau ada hambaku yang tidak berzikir kepadaku, aku membencinya. Dibenci oleh Allah 

Rasul saw dalam hadith riwayat muslim bersamba “tsalastatun la yadkhulunual Jannah abada”ada tiga orang yang tidak bakal masuk surga selama-lamanya. Yang pertama, an dayyuts, warrajidan minannisa (dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki) dan yang ketiga wamutminul khamr (orang yang kecanduan minuman keras).

Kita dikasih 7 hari dalam sepekan. Apa anda mau gunakan semua untuk urusan dunia? Anda akan tinggalakan. Meninggal dunia semua akan ditiggalkan. Jadi aneh kalo yang sementara kita kejar2, yang sifatnya abadi tidak disiapkan. Tanyakan pada diri kita dalam 24 jam itu berapa untuk akhirat kita? 

☆. Katanya sayang, kok gitu?

Bukankah lebih baik bagi seseorang itu ditusuk kepalanya dengan jarum besi atau dipukul sampai menembus tulang kepalanya, ketimbang dia harus menyentuh wanita yang belum halal baginya.

Masih banyak loh diantara kita yang bilang sayang, cinta… Tapi masih menjerumuskan dirinya dan orang yang belum halal baginya itu kedalam dosa. 

Mereka bilang akan ngebahagiain Gak akan ngecewain… dan kata2 gombal lainnya yang bersifat modus dan menuruti hawa nafsu agar bisa lebih dekat dengan dia. Sehingga dapat menggenggam tangannya dengan mesra dan menimbulkan suasana romantis.

Ada yang malam minggu mereka keluar,  mencari tempat yang romantis bagi mereka, berpegangan tangan, tatapan, baperan…

Katanya sayang, katanya cinta… kok mau menjerumuskan si dia dalam dosa yang kelak akan diterima balasannya.

Ingat… Kita gak akan hidup selama-lamanya, maka jangan turuti nafsu yang bisa membuat kamu senang yang hanya berlaku didunia aja.

Kalau udah kek gini, pilihannya cuman dua… tinggalkan atau halalkan.
2. Coba teman2 renungkan nih…

Coba dihitung-hitung….

Kita kalo ketemu temen ngomongin dunia, berapa sering? Terus ngomongin Allah berapa sering? 

Coba kita belajar, cari teman yang sefrekuensi dulu. Arti sefrekuensi ini bukan sama2 udah baik, tapi sama2 udah niat pengen memperbaiki diri.

Ajak dia ngomong ttg Allah. Allah tuh baik banget loh… gini gini gini…gini… Allah Allah Allah. Allah aja yang diomongin makin sering itu akan nanemin satu belief, faith, iman dalam hati kita. Sehingga nanti kita ada masalah, diketuk rasa iman itu, cepat baliknya. Kita bilang “udah gapapa, nnti Allah ganti dengan yang lebih baik”. Allah yang ganti gitu, Allah yang ganti. Tenang tuh jadinya,,, karena kita sedang mengetuk kembali imannya disaat dia sedang butuh-butuhnya iman itu. Betarti kita harus cari temen yang mau menasehati kita,  bicara bareng kita ttg kebesaran2 Allah”.
☆. Percuma

Hahaha… percuma lu dakwah. Percuma lu hijrah. Ngasih motivasi segala macem. Nyatanya… lu sendiri aja masih berbuat dosa. Hah? Percuma? Lu bilang percuma? Apa yang percuma? Ga ada kata percuma jika kita menyebar kebaikan. Dan hijrah, kenapa dengan hijrahku? Ada masalah denganmu? Apa aku pernah menyusahkan hidupmu dengan hijrahku? Nggaaaak… terus masalah aku masih berbuat dosa, ya karena aku manusia bukan malaikat. Yang juga masih dalam proses hijrah. Tidak ada manusia didunia ini yang tidak pernah berbuat dosa. Bro… please..  mikir..
☆. Ingat

Ingat…

Apabila timbul keinginan untuk bermaksiat, maka ingatlah satu keinginan yang selalu diucapkan oleh orang2 yg udah masuk ke liang lahad. Orang2 yg meninggal mengatakan wahai tuhanku, kembalikan aku di dunia. Saya berharap bisa kembali ke dunia untuk beramal shaleh saja. Nggak ada orang yg meninggal dunia bro sis berharap kembali untuk berfoya2 bareng teman2nya. Berharap kembali kpd mobil mewahnya, rumah yg megah, pakaian yg mahal, sudah gak ada lagi. Orang kalau sudah mati, selalu harapannya bagaimana saya bisa kembali untuk beramal shaleh. Bagaimana saya bisa kembali untuk menuaikan shalat, puasa, bersedekah dll. Maka saat ini bro sis, mengapa Allah masih membiarkan kita hidup di dunia ini? Karena Allah ingin melihat kita agar selalu beribadah kepada-Nya.

“To Allah we belong and truly, tp jim we shall return” #al-Baqarah 156
☆. Fasik 1

Wama yudillu bihi katsira (banyak yg disesatkan Allah), wayahdini katsira (banyak yang dibri hidayah oleh Allah), ujung ayatnya? wama yudillu fihi ilal faasiqin (yang disesatkan Allah itu orang yang fasik). Orang yg fasik itu siapa? Org yg udah tahu peebuatan itu gak benar, salah, dosa tapi ttp juga dia lakukan, Allah sesatkan dia sekalian sekalian. Kamu jangan kesini, jangan kemari, jangan jangan…. tapi dia ttp saja aaa disesatkan Allah saja. A.. kamu mau disini ya nyasar sekalian. Sebagai apa? hukuman dari Allah swt. Jangan salahkan Allah, bukan org2 baik yang disesatkan Allah tapi orang yg sudah tahu mana haq, mana bathil, mana bngkok mana lurus mana hitam mana putih, tapi dia ttp juga, disesatkan Allah sekalian. Falamma dau (ketika hati mereka berpaling) azawallahu kulu bahu (dipalingkan Allah sekalian hatinya). 
☆. Orang beriman

Kalo ada orang yg setiap azan ke mesjid, sebulan aja misal dijaga sama dia, nnti gak enak tuh sekali aja teelambat 1 rakaat masbuk, apalagi kalo ketinggalan shalat berjamaah, itu luar biasa penyesalannya seperti sebuah gunung yg berat. Dan ini yg kata nabi sallallah alahi wassalam “orang mukmin kalo berbuat dosa keciiil pelanggaran kecil sebenarnya, seperti gunung yg besar diatas punggungnya, beraaat rasanya menyesal kenapa ya, gitu. Sementara orang munafik kalo berbuat dosa besar, dia anggap seperti lalat yg hinggap di hidungnya dan dia usir seperti ini. 
☆. Posting kebaikan

Dia posting lagi shalat, dia posting sedekah, dia posting hal2 yang sifatnya kebaikan, trus kita kayak…suudzon. mempertanyakan sampai akhirnya kita bilang… ah.. nih riya’. Ibadah mah gak usah diposting, dipamerkan. Emang kita tahu isi hatinya? Jangan2 dia memposting itu, niatnya bukan riya, tapi sebaliknya. Niatnya tampilkan sebuah kebaikan dalam Islam. “Sanna sunnatan hasanah” itu artinya menampilkam kebaikan. Jadi bukan melakukamnya swcara rahasia, tapi… sunnah itu artinya sesuatu yang bisa ditiru, sesuatu yg bisa diikutin, sesuatu yg bisa diduplikasi, sesuatu yg bisa dicontoh itu namanya sunnah. Maka “man sanna fil Islami sunnatan hasanah” artinya, siapa yg menampilkan satu kebaikan maka dia memdapatkan pahala dari setiap orang mengikuti kebaikannya.

Rahasia Khusyuk dalam Shalat

Bismillaah…. 

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

1. Rindu Shalat

Bagaimana Cara Agar Rindu dengan Solat?🌼

💎☄ Segala puji hanyalah milik Allah . Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du!

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad.

– Allah swt berfirman,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS.Tha-Ha:14)

Sebelum engkau memulai solatmu, pernahkah kau merenungkan hal ini?

Ketika adzan terdengar, pernahkah engkau berpikir bahwa Penguasa langit dan bumi sedang memanggilmu untuk menemui-Nya dalam solat?

Ketika berwudhu pernahkah kau berpikir bahwa engkau sedang bersiap untuk menemui Raja dari semua raja?

Ketika mengangkat tangan dan bertakbirotul ihrom, pernahkah engkau berpikir bahwa kau akan bermunajat kepada Tuhanmu yang Maha Mendengar?

Ketika membaca al-Fatihah, pernahkah kau berpikir bahwa engkau sedang berdialog secara khusus dengan Penciptamu yang penuh kasih?

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS.Al-Fatihah:5)

Ketika memulai gerakan-gerakan solat, pernahkah kau berpikir bahwa para malaikat dengan jumlah yang tak diketahui kecuali oleh Allah sedang melakukan rukuk dan sujud sejak ribuan tahun yang lalu hingga langit dipenuhi oleh mereka?

Ketika bersujud, pernahkah kau berpikir bahwa posisi terbaik dan terindah adalah ketika seorang hamba begitu dekat dengan Tuhannya?

Dan ketika mengucapkan salam di akhir solat, tidakkah itu adalah pertanda bahwa hatimu terbakar rindu untuk memenuhi panggilan Tuhanmu di waktu solat berikutnya?

Mari kita siapkan hati dan fokuskan pikiran dalam setiap solat kita. Dan perbanyaklah doa yang dilantunkan oleh Nabi Ibrahim as yang diabadikan dalam firman-Nya,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS.Ibrahim:40)

Sehingga solat kita menjadi solat yang berkualitas dan tidak sekedar gerakan-gerakan yang tak berarti.

👤👍 Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk selalu mengedepankan ridha Allah daripada ridha manusia, Aamiin. 
2. Rindu Shalat 2

Az-zikra Online

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena Memang belum mengenal kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal sifat, afal, dan Asma-Nya. DIA yang menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku.

DIA yang menciptakan semua yang kulihat, semua yang kudengar, semua yang bergerak, semua yang berada di langit dan di bumi, semua dihidupkan-NYA “Al Muhyi” dan semua akan dimatikan-NYA “Al Mumiitu.” semua tunduk dalam kehendak Nya”Al Muriidu” dan kekuasaanNYA “Al Qodiiru”, DIA-lah yang mengatur semuanya “Ar Robbu”, DIA-lah yang mengusai sekaligus memiliki semuanya “Al Maaliku” (QS3:26-27).

DIA Maha Menatap “Al Bashiiru” tahu persis hati, pikiran dan lintasan pikiran kita dan DIA Maha Mendengar “As Samiiu'” mendengar gesekan daun, langkah semut dan rintihan hati hamba-NYA. Lantas sadarkah kita bahwa DIA yang segala-galanya yang kita hadapi dalam salat selama ini? Bisakah hati dan pikiran kita lari saat salat sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa maksiat sementara DIA terus menerus memperhatikan kita?

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat dan rukun salat, maka jadilah “sukaaro”, salat mabuk alias salat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyakinan, kosong, hampa, bagaikan robot, jasad tanpa ruh, “alkusaala” malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesai, senangnya menunda nunda waktunya, gerak salatnya cepat seperti ayam matok. Surah & bacaan salatpun komat kamit.

Sahabatku, simaklah Kalam Allah ini, 

“…Janganlah kalian menegakkan salat, sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalian benar-benar faham apa-apa yang kalian baca dalam salat kalian” (QS4:43). 

Lihat, orang mabuk berkata, berbuat tetapi tidak sadar apa yang dikatakan dan apa yang diperbuat, lihat orang salat berdiri, bertakbir, baca ayat, rukuk, sujud, tahiyyat dan salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, rukuk sujud menghadap pencipta langit dan bumi. Tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dengan pencipta dirinya, yang maha menentukan segala-galanya! Jangan lupa berwudhu, berzikir dan berdoa sebelum tidur.

Mengapa sulit khusyuk dalam salat? 

Karena tidak sadar bahwa salat itu adalah “Almuhadatsah bainal makhluqi wal Khooliqi”, dialog hamba kepada Kholiqnya. “Apabila salah seorang dari kalian salat, sebenarnya dia sedang berkomunikasi dengan Allah,” (HR Bukhari Muslim).

Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapNya, yang dipanggil pun yang bersyahadat, “Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah”. Yang tidak beriman tidak dipanggil, karena itulah Rasulullah mengingatkan, 

“Yang membedakan kita dengan orang kafir adalah salat, maka siapa dengan sengaja meninggalkan salat, maka sungguh dia sudah berperangai seperti orang kafir”.

Menutup aurat menghadapNya, menghadap kiblat karena memang fokus jasad, ruh, hati, pikiran kepadaNya, apalagi berjamaah jadi rapi shof dan seluruh dunia pun satu arah kiblat. Lalu bersuci karena memang menghadap Maha Suci, lalu berdiri tegap, takbir, membaca iftitah “Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawati wal ardho”, hamba datang menghadapMu, duhai Pencipta Langit dan Bumi, tunduk patuh taat padaMU.

Inilah di antara komunikasi salat yang belum dipahami. Lantas bagaimana khusyuk tanpa kesadaran ini?

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena sedikit kita yang paham bahwa dalam salat, tatkala membaca Alfatihah terjadi dialog hamba dengan Rabbnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, 

“Barang siapa membaca surat Alfatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah.”

Lalu Rasulullah menyampaikan, ketika seorang hamba berkata, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.”

 Allah menjawab, “HambaKu telah memujiKu”. 

Seorang hamba berkata, “Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.” 

Allah menjawab, “HambaKu memujiKu.”

Seorang hamba berkata, 

“Raja di Hari Pengadilan.” 

Allah menjawab, “HambaKu mengagungkan diriKu. HambaKu berserah diri kepadaKu.” 

Seorang hamba berkata, “Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.” 

Allah menjawab, “Inilah pertengahan antara Aku dan hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang dia minta Aku berikan”.

Seorang hamba berkata, “Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan yang telah Engkau anugerahkan kepada mereka, bukan mereka yang kena murka dan bukan mereka yang sesat.” 

Allah menjawab, “Ini milik hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang dia minta Aku berikan,” (Hadis Qudsi, HR Muslim).

Karena itu, Sahabatku, mulailah bacanya pelan-pelan dengan kesadaran dan keyakinan, ‘Thuma’ninah’. Sungguh Allah menjawab setiap ayat yang kita baca.

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

 Karena ‘hubbub dunya’, sangat mencintai dunia. “The money is the first and the final of life, no money no happy,” sehingga hati pikirannya selalu dipenuhi oleh segala sesuatu yang bersifat duniawi, duit, dolar, makan minum, keluarga, target-target bisnis, masalah-masalah, berhayal, dan sebagainya.

Itulah yang diingat-ingat dalam salat, sampai apa yang disebut oleh Rasulullah, “Hatta yansa kam rokatan laka,”sampai dia lupa sudah berapa rakaat dia sudah salat. Maka tidak heran saat salat yang semestinya hati pikirannya fokus dalam salat, malah ingat dunia.

Sahabatku, simaklah Kalam Allah surah Al Maa’uun ayat 4 dan 5 ini,

“Celakalah orang-orang yang mengerjakan salat yang hati pikirannya lalai kepada Allah.”

Lalai hatinya karena dunia. 

“Ball tu’tsiruunal hayaatad dunya,” (QS 87: 16).

Karena itu, sadarilah hidup kita tidak lama di dunia yang fana ini. Salatlah seakan salat terakhir hidup. Simaklah sabda Rasulullah, 

“Bila engkau melakukan salat, maka salatlah kamu, seperti orang yang akan meninggalkan alam fana,” (HR Ibnu Majah dan Imam Ahmad).

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena makan minum yang haram, baik secara zat(lizaatihi) seperti anjing, babi, alkohol, narkoba dan sebagainya, atau cara mencarinya dengan cara haram(linailihi), walaupun halal zatnya seperti makan tempe tahu halal tetapi karena cara mencarinya dengan berdusta, menipu, sumpah palsu, terima sogokan, korupsi dan sebagainya, maka tetap haram. Seakan dia makan tempe tahu, tetapi sebenarnya dia makan anjing dan babi. Itulah yang disebut, “Rijsun min amalisy syaithon.”

Najis karena amalnya, atau ‘roddudzdzakaat’ karena menolak zakat, maka hartanya bercampur dengan hak fakir miskin, kotorlah hartanya. Semuanya menjadi hijab hati dan hijab hubungan kepada Allah. Walhasil, sholatnya pun tidak diterima. Allah ‘subbuuhun’, Maha Suci hanya menerima yang suci.

Ingat komentar Rasul pada orang yang menangis tatkala berdoa, “Hampir saja aku mengira doanya diijabah Allah, namun Jibril memberitahuku bahwa orang itu suka menipu. Lantas bagaimana Allah menjawab si penipu, pakaian dan makanannya dari hasil menzholimi orang lain?”

Sadarilah, saat salat kita berhadapan dengan zat yang Maha Suci. 

Karena salatnya masih disertai ‘Al Fahsyau’, berbuat maksiat seperti berdusta, mabuk, buka aurat, berjudi, berzina, dari zina mata melihat yang porno, tangan meraba, pikiran berhayal sampai zina kemaluan. “Adzdzunuubu kaafilatul quluubi”, dosa-dosa maksiat itu menjadi penutup hati.

Alwaqi guru Imam Syafii berkata, “Nurullahi la yuhda lil a’shi”, sungguh cahaya nur hidayah Allah tidak akan masuk pada hati yang tertutup gelap karena maksiat. Inilah kebanyakan yang terjadi pada ‘tukang sholat’, bukan ‘Penegak Sholat’, STMJ (Salat Tekun Maksiat Jalan), ritual rutinitas tanpa disertai amal yang berkualitas.

Hasilnya, lagi-lagi kosong, tidak ada “atsar” pengaruh. Ini sekaligus menjadi jawaban mengapa ada orang salat tetapi sulit khusyuk. Bagaimana khusyuk, maksiat terus.

Imam Ghazali berkata, 

“Sungguh, sekali dusta sudah cukup membuat salatnya terhijab kepada Rabbnya.”

Subhanallah. Mudah-mudahan Allah terus membimbing kita dengan hidayahNya sehingga semakin dekat dengan kematian, semakin baik ibadah salat kita. Aamin.

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena salatnya disertai ‘Al Munkar’, berbuat zholim, menganiaya, menipu, menggunjing, memfitnah, merendahkan orang lain secara terang-terangan atau secara diam-diam. Dalam hatinya merendahkan orang lain, menghina, memukul apalagi sampai membunuh orang lain.

Ini pun menjadi hijab besar, karena Allah hanya menerima ibadah yang membuat hamba itu menghinakan diri di hadapanNya dan yang membuat dirinya rendah hati kepada makhlukNya. Cukup salat itu akan dianggap dusta kalau tidak memperhatikan yatim piatu dan faqir miskin (QS Al Maun 1-3).

Cuek, masa bodoh, pelit, “emangnya gue pikirin”, dan sebagainya sudah cukup dianggap pendusta salat, pendusta agama apalagi sampai berbuat aniaya.

Ini semua bukan akhlak hamba Allah yang salat. orang salat itu belas kasih, santun, pemaaf, murah senyum, dermawan dan rendah hati, sahabatku.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima salat hamba-hambaNya yang rendah hati”. Sekali lagi sahabatku, hambaNya yang mengenal Allah akan menghinakan diri di hadapan Allah dan buahnya rendah hati di hadapan mahlukNya.

By: Ustadz Arifin Ilham
3. Agar Shalat Menjadi Khusyuk

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk. 

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya : “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?” 
Hatim berkata : “Apabila masuk waktu solat aku berwudhu’ zahir dan batin.” 
Isam bertanya, “Bagaimana wudhu’ zahir dan batin itu?” 
Hatim berkata, “Wudhu’ zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu’ dengan air. Sementara wudhu’ batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :
-bertaubat 
-menyesali dosa yang dilakukan 
-tidak tergila-gila pada dunia
-tidak mencari/mengharap pujian orang (riya’)
-tinggalkan sifat berbangga (ujub)
-tinggalkan sifat khianat dan menipu, dan
-meninggalkan sifat dengki.
Seterusnya Hatim berkata, “Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Sirratul Mustaqim’ dan aku menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. 
Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku’ dan sujud dengan tawadhu’, aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun.” 
Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Semoga Allab ‘Azza wa Jalla selalu memberikan  kita taufik dan hidayahNya dan menjadikan kita hamba-hambaNya khusyuk dalam shalat. Semoga Allah meridhai kita. Allahumma Aamiin.

Shubuh

Asholatu khairum minannaum

Asholatu khairum minannaum

Hayaa ‘alash sholaah

Hayya ‘alal falaah
Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi

Berkumandang suara adzan

Mengayun memecah sunyi

Selang seling sahutan ayam

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi

Berkumandang suara adzan

Mengayun memecah sunyi

Selang seling sahutan ayam

Tapi insan kalaupun ada hanya

Mata yang celik dipejam lagi

Hatinya penuh benci

Berdengkurlah kembali

Begitulah peristiwa di subuh hari

Suara insan di alam mimpi
Ayuh bangunlah

Tunaikan perintah Allah

Bersujud mengharap keampunan-Nya

Bersyukurlah bangkitlah segera

Moga mendapat keridhoan-Nya

Begitulah peristiwa di subuh hari

Setiap pagi setiap hari.

Sendiri: Akan Tiba Waktuku.

Akan ada hari dimana kita akan datang kepada Allah…. SENDIRI.
Itulah mengapa aku sering mengatakan pada diriku sendiri “Hri ini aku berda diats tnah, mngkin bsok tanah yang diatasku. Dan aku….sendiri”

Selamat atau celakanya aku tergantung apa telah kuperbuat semasa hidupku didunia.

Sahabat Rasulullah saw, Utsman Bin Affan yang sudah dijamin masuk surga saja menangis tersedu-sedu saat menziarahi kubur. Ketika orang bertanya padanya, apa yang membuatnya menangis? Bukankah dia dia sudah ada jaminan surga? Dengamln bijak Ustman menjawab “aku memang dijamin surga, tapi aku tidak dijamin akan selamat dari siksa kubur”. Sekcil apapun dosa akan mendpt siksa didlm kubur [Ust. Khalid Basalamah].

Amlan yg plg prtama dihisab adalah SHALAT. Kewajiban umat muslim, perintah Allah. Ia mngkin akan mamkan waktu 5 mnit, tapi banyak yg tdk sanggup melksanakannya, namun mereka sanggup mendaki puncak gunung yang tinggi berkali2. Padahal mendaki lebih menguras waktu dan tenaga daripada shalat. sudah begitu tidak ada untungx diakhirat. Kelak, tidak akan ditanya “kamu mendaki Kie Matubu brp kali?”.

 Aku juga kadang merenung, betapa hebatnya driku ini, aku ingat, dulu, wktu guru disekolah memberikan tugas, aku selalu menyelesaikannya krna aku tkut akan dihukum atau nilaiku jelek (nah, kalo nilainya jelek, dampaknya ke diri sendri). Tugas itu wajib dikerjakan katanya (guru). Shalat lebih wajib, shalat itu perintah Allah, bukan guru. Shalat itu perintah Tuhanku, Tuhan yang telah menciptakan alam semesta, termasuk aku. Aku??? Melnggar perintah Tuhanku, Aku tidk shalat. Aku tahu itu wajib, aku tahu. Tapi ya iyalah aku pura2 tidk tahu. Aku tidak sadar bahwa Iblis tlah mnguasai htiku. Memalingkan aku dari akhirat dan membisikku untuk mengejar dunia. Waah… sungguh hbat diriku. Aku tkut guru tapi tidak tkut Tuhan. Apakah guru itu bisa menolongku diakhirat? Tidak. 

Yg membedakan org Islam n orang kafir itu hnya Shalat. Itu kata sahabat Rasullullah saw, Umar Bin Khattab r.a.

Mmmm…. tidak semua orang Islam itu beriman. Yang beriman sudah pasti Islam. Ada yang bilang begini “kalau kamu ingin melihat orang Islam, maka lihatnya lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, itu mereka, orang islam yang sedang merayakan hari rayanya. Tapi…. kalau kamu ingin melihat orang berIMAN. datanglah kemasjid diwaktu shalat Shubuh. Yang didalam masjid itulah yang beriman. 

Aku pernah bertanya pada diriku sendiri, berimankah aku? Well, Iman itu butuh bukti. Bukan hanya sebatas ucapan yang kemudian sirna bersama angin yg lewat. Iman itu, diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diikuti dengan perbuatan. Aku bilang aku cinta pada Allah, aku beriman pada-Nya. Sudahkah aku membuktikannya? Adakah lki2 idman htiku lebih aku cintai daripada Allah? Apakah Islamku sebatas sebuah kartu kecil berwarna biru yg bertuliskan “KTP” itu? Jawabannya hanya Allah dan aku yang tahu. Sungguh, siksa Allah amatlah berat. Dan bagi yang mendustakan firman-Nya, mereka tiada memiliki penolong.

Aku malu dengan salah satu temanku, aku bilang padanya “eh, kalo wisuda nanti, aku mau pake bju ini, tp mahal, trus aku mau bli make-up, high heels, aku mw bkin acara drumah”. Apa responnya , responya membuat aku bagai disengat listrik 1000000 volt. Dengan senyum manis diwajahnya, dia blg “aku semuanya pake apa adanyalah, sebab uang yg aku tabung untuk beli baju sama perlengkapan yang lainnya itu aku ingin… mmm… aku punya niat lain (dan dari sini aku tau bahwa dia berniat untuk nerinfak dan bersedekah, menafkahkan harta seikhlasnya sesuai ajaran Allah). Insha’Allah lebih berkah. Semoga Allah meridhaiku dan keluargaku (Aamin, jawabku lirih). Oh ya, kata Ustadzah ditempat aku kajian, kalo kita masih pengen beli ini itu supaya terlihat begini dan begitu, artinya kita masih mencintai dan mengejar dunia lantas kita tidak peduli pada akhirat, tempat tinggal kita yang sebenarnya. Emang Eye-Shadow sama Blush onmu? Apa manfaatnya? Supaya terlihat lebih cantik bukan? Tuh… Riya lagikan? Tabarujj lagi. Emang kamu ga tahu kalo Tabarujj itu dilarang (kecuali pada suami? Udah buang2 duit, dosa lagi. 2 kali rugi dunia akhirat. Andai kamu tahu apa yang aku tahu, mungkin kamu juga akan merasakannya. Kamu akan merasakan hidup. Dan kamu tahu? 23 hidup didunia ini, aku baru merasa benar2 hidup sejak bereberapa bulan yang lalu. Selama ini hatiku mati. Aljamdulillah. Allah masih sayang padaku. Pendosa yang hina dan rendah dimatanya”.

Aku jadi paham, pada hakikatnya, dunia ini tercipta sebagai ladang beramal untuk dijadikan bekal kita diakhirat nanti.

Mereka bilang “jangan cuma berdoa minta cepat kaya supaya bisa memiliki ini itu, minta yang lebih mahal lagi, apa itu? Apalagi kalo bukan Hidayah?”.

Hanya cermin berdebu yang tidak bisa ditembus cahaya, dan hanya hati-hati yang menghitamlah yang tidak bisa menerima kebenaran kecuali jika Allah menghendaki.

Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah….. aku ingin berterima kasih kepada orang2 yang suka membicarakan keburukan, kekurangan dan kelemahanku dibelakangku, orang yang hadir dalam hidupku sebagai orang munafik, orang-orang yang sudah menyakiti hatiku, semunya. Aku berterima kasih karena mereka juga sumber kekutanku. Awalnya aku berniat dendam. Pada saat aku selangkah lagi berhasil, aku memilih untuk berhenti, memaafkan dan menghikhlaskan. Aku sadar bahwa aku punya Allah yang maha Adil. Biarkan karma yang malakukan tugasnya, aku tidak perlu besusah payah. Dalam Islam kita mengenalnya dengan “KIFARAH” apa yang kamu berikan, kamu akan mendapatkannya kembali.

Sekian…

Eh… belum kurasa. Masih ada satu point lagi.

Aku pernah bertanya “ada yang ga pernah shalat kok selalu dapat rezeki ya? Trus mereka juga selalu bahagia”. 

Dan Alhamdulillah aku telah mnmukan jawbannya. Itu adalah ISTIDRAJ alias jebakan dari Allah. Jadi jangan bangga kalo tidak pernah Shalat, dan bagi yang perempuan berhijab ga mau takut ga cantik lagi tapi pake cover “tunggu hati baik dulu”, dll….. tapi selalu bahagia? ISTIDRAJ. Seseorang yg tidak mau mematuhi perintah Allah namun Allah ﷻ‎ berikan semua kenikmatan dunia padanya.

Jaaadiiii…. ternyata ada yang harus kita waspadai,  kita merasa bahagia di dunia padahal itu merupakan hukuman dari Allah Ta’ala, karena kita bahagia tidak diatas landasan Agama Islam yang benar. Allah biarkan kita bahagia sementara di dunia, kelak, Allah tidak peduli kepada kita. Itulah istidraj sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila engkau melihat Allah Ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.”

HR. Ahmad, lihat Shahihul Jami’ no. 561.

Mengenai ayat,

أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 99).

Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Al-Qar’awi menjelaskan, “Makar Allah adalah istidraj bagi pelaku maksiat dengan memberikan kenikmatan/kebahagiaan… mereka tidak memuliakan Allah sesuai dengan hak-Nya. Mereka tidak merasa khawatir [tenang-tenang saja] dengan istidraj [jebakan] kenikmatan-kenikmatan bagi mereka, padahal mereka terus-menerus berada dalam kemaksiatan sehingga turunlah bagi mereka murka Allah dan menimpa mereka azab dari Allah”.

“Sampaikan walau cuma satu ayat.”

-Rasulullah saw.
“Ku tinggal dibumi untuk meninggalkannya. Kudipijamkan bumi yang fana untuk akhiratku yang kekal.”

-Az-Zahidatuzzahra

Semoga bermanfaat. 

​Iman Itu Seperti Pesawat 

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Saudaraku seiman…

Iman itu seperti engkau naik pesawat, Semakin tinggi engkau naik ke udara, semakin tinggi imanmu, maka engkau akan melihat dunia ini begitu kecil. Karena engkau telah benar-benar menyadari bahwa akhiratlah yang paling tinggi kedudukannya lagi kekal.

“Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Ghafir: 38-39).

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al A’laa: 16-17).

Ulama-ulama dahulu mengatakan betapa kecilnya dunia itu bahkan tak ada apa-apanya bila dibanding dengan akhirat.

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,

“Dunia seperti air yang tersisa di jari ketika jari tersebut dicelup di lautan sedangkan akhirat adalah air yang masih tersisa di lautan.” Fathul Bari, Ibnu

Hajar Al Asqolani, 11/232.

Abu Hazim –seorang yang dikenal begitu zuhud- ditanya,

“Apa saja hartamu?” Ia pun berkata, “Aku memiliki dua harta berharga yang membuatku tidak khawatir miskin:

[1] rasa yakin pada Allah dan

[2] tidak mengharap-harap apa yang ada di sisi manusia.”

“Tidakkah engkau takut miskin?”

Ia memberikan jawaban yang begitu mempesona, “Bagaimana aku takut miskin sedangkan Allah sebagai penolongku adalah pemilik segala apa yang ada di langit dan dibumi, bahkan apa yang ada di bawah gundukan tanah?!”

‘Ali bin Abi Tholib Radhiallahu anhu pun pernah mengatakan, “Siapa yang zuhud terhadap dunia, maka ia akan semakin ringan menghadapi musibah.”

Tentu saja yang dimaksud zuhud di sini adalah tidak mengharap dunia itu tetap ada ketika musibah dunia itu datang.

Sekali lagi, sikap semacam ini tentu saja dimiliki oleh orang yang begitu yakin akan janji Allah di balik musibah.

Begitulah gambaran orang-orang beriman, mereka menjadikan dunia hanya sebagai ladang untuk bercocok tanam dan memanennya kelak di Akhirat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk dari golongan tsb .. Aamiin