Inspirasi Islami Terbaik

Bissmilahhirohhmanni’rohhim..

Assalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh..

💖

Romantis itu bukan saat dia memberimu mawar dan coklat, tapi saat dia memberimu mahar dan seperangkat alat sholat.

Romantis itu bukan saat dia menggenggam tanganmu, tapi saat dia menggenggam tangan walimu dan mengucap Qobiltu.

Romantis itu bukan saat dia menguplud photomu disosial media bercaption kata mesra, tapi saat dia bisa menyandingkan photomu dan ptonya dalam satu buku pernikahan.

💖

Lihatlah hari INI, siapa diantara kt yg sibuk dengan al-Qur’an walaupun sebentar saja? Wallahi, banyak Dari kita sekiranya dia masuk kerumahnya, pasti dia akan dapati debu pads Al-Qur’an. Dan debu INI tidaklah dibersihkan melainkan pada ramadhan yg akan datang. Ikhwan akhwat saya ingin bertanya, setiap Dari kits memegang ponsel, apakah ada diantara kita yg mendapati debu pada ponselnya? Tidak ada seorang pun, tidak ada. . hampir2 tidak kita dapati debu padanya. Ingat, al-Qur’an bisa mnjdi syafaat dan sahabat bagi yg membacanya diakhirat nnti.

Kapan waktu terakhir kali kamu membaca al-Qur’an?

💖

Waktu ngomentarin orang, soal sisi negatifnya, kita sering lupa bahwa diri kita juga punya sisi yang sama.⁣

Orang lain salah, bukan berarti kita paling benar. Temen kita khilaf, bukan berarti halal kita maki-maki.⁣

Semua orang akan berproses. Bisa ke arah negatif, bisa juga ke sisi positifnya. Dan percayalah semua itu nggak gampang.⁣

Jangan lupa, selain punya impian untuk sukses di masa depan, kita juga mesti punya target untuk perbaikan diri. Jadi baik itu mesti. Meskipun nggak bisa kita lakukan dengan instan.⁣

Sama seperti saat sekolah. Mulai belajar baca tulis sejak TK, bisa bacanya mulai SD atau bahkan ada yang belum lancar membaca saat SD.⁣

Begitu juga dengan diri kita. Ada yang ikut kajian sekali langsung saleh haqiqi, ada yang masih setengah mati berusaha untuk istikamah.⁣

Nggak masalah, jangan nyerah, asal kita sama-sama berjuang untuk jadi baik. Prosesnya akan berbeda-beda.⁣

Asal jangan mencari pembenaran ketika salah, “Namanya juga lagi berproses. Namanya juga masih belajar agama…”⁣

Salah mah ya salah aja jangan minta dibela :(⁣

💖

PERPISAHAN DENGANMU ADALAH CARA ALLAH MEMPERTEMUKAN AKU DENGAN JALAN HIJRAH.

Mungkin tugasmu dihidupku sudah selesai.
Begitupun tugasku dihidupmu sudah selesai.
Dan apa yang kamu cari tidak ada di dalam diriku

Cinta hanya bisa dibuktikan dengan dua jalan. Menghalalkan atau mengikhlaskannya.
Dan aku membuktikan itu dengan belajar mengikhlaskanmu.
Belajar untuk memaafkan semua kesalahanmu. Sebagaimana aku berharap orang lain yang pernah tersakiti karena aku memaafkanku.
Membenci hanya akan mengukung hidupku.
Yang perlu aku sadari, semua yang terjadi dihidupku sudah ada di dalam skenario Allah.
Termasuk tentang pertemuan dan perpisahan denganmu

Aku tak pernah menyesali pernah menyayangimu
Aku bersyukur sempat mengenalmu.
Aku bersyukur akan hadirnya dirimu di hidupku.
Tak ada yang sia-sia, begitupun pertemuan denganmu.
Allah ingin aku belajar lewat dirimu.
Lewat perpisahan itu aku belajar banyak hal.
Tentang Mengikhlaskan, melepaskan, memaafkan, untuk sabar dan yakin jika rencana Allah lebih indah dari sekedar inginku.
Perpisahan denganmu adalah pertemuan dengan hijrahku.
Lewat jalan hijrah yang kini kutapaki, aku berusaha menjaga hidayah dengan keistiqomahan.
Aku belajar banyak hal.
Aku pun mulai menyadari banyak hal.
Termasuk, tentang kita ‘dulu’,
Bukan karena rasa itu yang kusesali. Tapi, karena jalan meng-ekspresikan cinta itu yang salah.
Jika hingga sekarang aku masih bersamamu dalam ikatan tak halal itu, mungkin aku akan semakin merasa memiliki dan semakin takut kehilangan. Dan itu salah. .

💖

*BILA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA LAGI*

Ustadz Maududi Abdullah, Lc

Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta…..
Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan…..
Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan…..
Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta’alla dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi,
Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah…..
sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati…..
Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah……….
Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah…..
Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita…..
Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita…..
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah…..
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kita…..
Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah…..
Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan…..
Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain bergelimang harta, tahta dan Wanita. Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota…..
Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al’Quran sebulan dua kali…..
kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur’an…..
Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam…..
Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah…..
Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah……
Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin,
tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita…..
maka panggilan Ilaahi makin bertambah dekat…
Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat……….
Sesungguhnya
MATI itu PASTI….
ALAM KUBUR itu BENAR,
HISAB itu BENAR,
MAHSYAR ALLAH itu BENAR,
SYURGA dan NERAKA itu BENAR…….
Penyesalan itu selalu terlambat…….
Menunda Taubat menunggu usia Tua…..
Itupun kalau masih sempat….
Sebab syarat MATI gak harus tua, gak harus sakit…..
Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal.
Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga 100x dunia”
Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik…..???
Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya…..
ﺁﻣـــــﻴﻦ ﻳﺎ ﺭﺏّ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤــﻴﻦ
——————————
————— —-
_Copy Paste dari Postingan WA Guru kami Al Ustadz Maududi Abdullah, Lc_

💖

Imam Syafi’i Rahimahullah berkata:

ﺍِﺫَﺍ ﻧَﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦَﻳْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

Apabila orang bodoh mengajak berdiskusi denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi….

ﻓَﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳَﻤُﻮْﺕُ

Apabila engkau melayani, maka engkau akan susah sendiri. Dan bila engkau berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati….

ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﺳَﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam?” jawabku kepadanya,…

“Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”

ﻭَﺍﻟﺼُّﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟِﺼَﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan….

Lalu,… Imam Syafi’i berkata,…

ﻭَﺍﻟﻜَﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟَﻌَﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

Apakah engkau tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam…..? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong…?

Imam Syafi’i juga berkata:

“Aku MAMPU BERHUJAH dengan 10 orang yang BERILMU, tetapi aku PASTI KALAH dengan SEORANG YANG JAHIL, karena orang yang jahil itu TIDAK PERNAH FAHAM LANDASAN ILMU.”

(“Diwan imam As-Syafi’i” : Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i)

💖

Kata Ustadz A.T:
Saya paling tidak suka melihat status/postingan orang yg nulis tentang meninggalnya orang tuanya. Misal “kami sayang mama/papa tapi Allah lebih sayang”, ” semoga mama/papa diterima disisiNya”, “semoga mama Dan papa bahagia disana”, ” semoga tenang di alam sana Mah/Pah” Dan lain-lain. Bukan seperti akhlak anak yang baik (berbakti). Anak yang berbakti tidak akan membuat pengumuman di medsos tentang kematian orang tuanya karena mereka tidak punya waktu untuk melakukan hal sia-sia seprti ITU. Anak yang ingin membahagiakan orang tuanya di alam sana tidak akan punya waktu membuat pengumuman di medsos. Lalu APA Yang mereka lakukan? Mereka memperbanyak sujud mereka, mereka membasahi sajadah mereka dengan airmata mereka Dan membisikan permohonan dengan khusyuk Dan penuh harap kepada Allah. Mereka bangun di malam2 hening di seperti tiga malam untuk bersujud, mereka memperbanyak membaca al-Qur’an Dan memperbanyak sedekah karena orang tua hanya mengharapkap ITU Dari anak mereka Yang masih hidup di dunia. Mereka tahu dengan cara apa mereka menyanyangi orang tua mereka yang sudah hidup di alam berbeda. Dan orang Yang membuat memposting status2 seperti yang saya contohkan tadi, mereka hanya berharap komentar Dari teman2nya, mereka hanya berharap perhatian orang. Misal “Aamiin”, ” Kasihaaaaan”_ “sabaaaar yaaaa” DLL. Dan saya Inshaa Allah dalam hal INI tidal salah.

OK, aku tambahkan dikit…. Masih dengan ucapan Ustadz yang kami rindukan dengan WRA (Wisata Religious Asar) kami, bahwasanya:
Membahagiakan orang tua ITU bukan dengan memberi Mobil mewah, rumah Yang megah, iPhone 11 DLL, tapiiii dengan cara menegakkan Shalat 5 tiap hari. Apalagi dengan memberikan merka ticket mnuju Syurga dengan menghafar Qur’an.

💖

Bismillah.

diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.”
📕(HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)

Hadis ini tidak berlebihan. Karena fakta memang telah membuktikan. Meskipun wanita diciptakan dengan kondisi akal yang lemah, namun betapa banyak lelaki yang cerdas, kuat gagah perkasa, dibuat lemah tunduk di bawahnya. Meskipun para wanita diciptakan dengan keterbatasannya, namun betapa banyak para penguasa jatuh tersungkur dalam jeratnya. Meskipun wanita dicipta dengan keterbatasan agama, namun betapa banyak ahli ibadah yang dibuat lalai dari Tuhannya.

Tidak sedikit seorang miliader kaya raya nekad berbuat korupsi demi istri tercinta. Tidak jarang darah tertumpah, pedang terhunus, karena wanita. Betapa banyak orang waras dengan akal yang sempurna menjadi gila gara-gara wanita. Bahkan sering kita jumpai seorang laki-laki rela bunuh diri demi wanita. Atau yang lebih parah dari itu semua entah berapa orang mukmin yang mendadak berubah menjadi kafir gara-gara wanita. Pantaslah jika rasulullah mengatakan fitnah wanita adalah fitnah yang luar biasa.

Bahkan betapa umat terdahulu hancur binasa juga gara-gara wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan dalam sabdanya,

“Sesungguhnya dunia ini begitu manis nan hijau. Dan Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Karenanya jauhilah fitnah dunia dan jauhilah fitnah wanita, sebab sesungguhnya fitnah pertama kali di kalangan Bani Israil adalah masalah wanita”
📕 (H.R. Muslim: 2742)

Apa Kata Ahli Ilmu?
Semenjak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan umatnya dari bahaya fitnah wanita, para ulama juga tidak henti-hentinya mengingatkan umat ini dari ancaman tersebut.

Yusuf Bin Asbath mengatakan, “Seandainya aku mendapat amanah untuk menjaga baitulmal, saya optimis bisa melaksanakannya. Namun jiwaku tidak akan merasa aman jika dipercaya untuk berduaan dengan seorang wanita sekalipun dari kalangan negro, meski sesaat saja.”

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan, “Silakan kau suruh aku menjaga rumah mewah penuh harta melimpah, namun jangan kau suruh aku menjaga wanita yang tidak halal bagiku meskipun berupa budak yang hitam legam.”

Semoga bermanfaat.

Wallahu A’lam.

Abdul Zainal

💖

🌿 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakhatuh…

🍁 Bismillaahir Rahmaanir Rahim…

🥀Genggam erat orang yang engkau cintai…

🥀 Seringkali kita menangisi dan mengenang orang yang pergi…

🥀 Namun disaat yang sama kita sulit menerima dan menghargai orang yang datang atau bahkan yang sedang bersama kita…

🥀 Genggam erat orang yang engkau cintai…

🥀 Ungkapan cinta mu pada mereka, maafkan setiap kesalahan mereka…
Karena boleh jadi engkau atau mereka akan pergi…

🥀 Sementara didalam hati masih ada cerita dan rindu (yang belum tersampaikan)…

🥀 Diskusikan, perbaiki, jelaskan dan akui setiap salah…

🥀 Hidup ini sangat pendek tak layak di isi dengan hasad dan dengki…

🥀Esok kita akan menjadi kenangan saja…
Kematian tak akan meminta izin…

🥀Karena itu tersenyumlah dan maafkan semua yang pernah menyakiti mu…

🌿 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakhatuh…

#jalani,nikmati,syukuri📖
#ilaliqa

💖

Bismillah

PILIHAN WANITA

1.MENJADI SEBAIK-BAIKNYA PERHIASAN
Atau
2.MENJADI SEBURUK-BURUKNYA FITNAH

#RENUNGAN

#Kenapa dalam surah Ar-Rahman dan Berapa surah lainnya menerangkan bahwa Allah telah menciptakan/menyediakan banyak Bidadari di surga bukan pangeran ?

•Cukup alasan kenapa lebih Banyak wanita yg menjadi penghuni Neraka

•Karena kebanyakan wanita jaman sekarang terlalu meremehkan,Tak Sungguh” Meyakini Al-Quran Serta tak benar” Mempercayai Adanya Surga-Neraka

•Wanita lebih percaya ramalan / kata mutiara google di banding Al-Quran

•Lebih mementingkan makeupnya di banding berwudhu

•Cantik itu mahal..
Iya saking mahalnya Sampai sampai Gak Ada Uang Buat Beramal cuma Fokus Menghabiskan Uang Untuk Perawatan
Sampai lebih belain cream mlm d bnding sholat mlm dan lebih pentingin cream siang di banding kena wudhu..

•Kebanyakan wanita lebih menggemari artis/bintang film korea di banding rosulullah

•Jarang ada remaja Wanita pergi ke masjid/majelis Yang Banyak Di temui sekarang cuma Ibu-ibu

•Lebih penting menampilkan aurat dibanding menutup Aurat

•Lebih Mementingkan Mewarnai rambut dan jari” Hanya Untuk Berhias Saja

•Bagi Hampir Semua Wanita Jalan Sekarang Menganggap uang/penampilan/bersenang” adalah segalanya

•Bahkan Rela menjalani sesuatu selalu Yang Dilarang Allah demi Untuk menyembah uang/kemewahan/senang” dibanding beribadah

•Lebih gemar ucapannya di gunakan untuk bergosip dibanding Berdzikir

•Kurang brsyukur gemar kredit (Memaksakan/Mendahului kehendak Allah yg belum kita tau rezeki dan ajal kita kedepannya)

•Gemar membelanjakan sesuatu yg Sia Sia Dan ujung²nya Cuma Mubazir (Shoping Sembarangan)

•Banyak yang Rela menjual diri Dengan Dalih terpaksa demi mnyambung hidup tapi sampe beli iphone n mobil?

•kebanyakan wanita Jalan Sekarang membantah/membohongi orang tua demi pacar (Menurutnya Pacar Adalah Segalanya)

•Sangat jarang ada Wanita yang sholat sunnah yang wajibpun lalai

•Menikahi.mncintai dan melayani suami hanya karna kesenangan bukan ikhlas di niatkan sebagai ibadah lillahi ta’aala agar menjadi pahala ibadah

•Sering menuntut/mengeluh dalam menjalankan Rumah tangga tidak ikhlas melakukannya tak menganggap sebagai ibadah Semata² Karena Allah

•Wanita jaman sekarang banyak yg ga ikhlas, mengeluh mengungkit menganggap kehamilannya sebagai penderitaan dengan ngeshere artikel tentang sakitnya hamil dan melahirkan yang di anugerahi Allah.swt sehingga terhapus pahala melahirkannya

#SELAMAT BERSENANG” MENIKMATI DUNIAWI JADI PENYEMBAH UANG DAN ANGGAPLAH TERUS :

ALLAH
AL-QURAN
IBADAH
DOSA
PAHALA
NERAKA
SURGA
DAN KEHIDUPAN YG SESUNGGUHNYA DI BUMI YAITU AKHIRAT KALIAN ANGGAP HANYALAH SEBUAH LELUCON / CERITA BELAKA

Jadi Jangan menganggap Allah tak adil hingga menggantikan posisimu Dengan seorang Bidadari Untuk Suamimu Di Surga..

Karena meyakini Al-Quran menjauhi larangan yg sepele saja kalian Banyak mengeluh Dengan Berbagai macam dalih dan alasan..

PERBANYAK ISTIGHFAR

Saat anda merasa bete/jenuh di suatu tempat
Sesungguhnya Allah sedang menyapa/
memberikan waktu senggang agar anda Bisa bersujud Menghadap Allah

Saat wajahmu merasa kusam
Itu pertanda ada penyakit hati Atau Banyaknya Dosa Yang Tidak Anda Sadari..

Kebanyakan wanita saat jenuh bukannya sholat Dan ingat Allah Tapi malah nyari Pria buat temen ngobrol Atau Bahkan Di Ajak Jalan Dan Kemanapun Di Ajak Mau Aja Giliran Di SAKITIN
Nyalahin ALLAH..

Wajah kusam bukannya Banyakin wudhu sholat siang Dan malam
Malah di dempul bedak/beli cream siang-mlm..

Sangat Indah Sekali Jika SIFAT seperti itu Mau Mengharapkan Surganya Allah
dan jauh dari azab Neraka

Lalu apa iya mereka Yang bersujud/beriman siang malam
akan Allah setarakan dengan orang” yang tak beriman di surga? Tentu Tidak

Jadi Mari Renungkan Ini Semua.

Jangan Kesindir…Ini Nasehat Untuk Diriku Pribadi, jika pun Kesindir, yuuk Kita kesindir Bareng..

#AKAN HABIS WAKTUMU JIKA SIBUK HIJRAH POSTINGAN SAJA

Yang dimana setiap hari hanya sosmednya yang Salih-Salihah, dengan postingan bercaptionkan tausiyah.
Tetapi action ibadahnya masih sering ditunda-tunda.

Ada postingan amalan baru dari akun sebelah dishare secepat kilat, namun mengamalkannya untuk diri sendiri masih sering telat.
Ikut kajian rutin hanya sibuk pamer foto majelisnya, namun lupa mengaplikasikan ilmunya.

Seluruh teman sosmed tau bahwa dia Salih-Salihah namun didunia nyata kadang akhlaknya masih jahiliyah.
Dimana lisannya masih tajam.
Tutur katanya masih kasar.
Bahkan menutup aurat pun masih seperti kulkas (buka-tutup)…

Memang hijrah itu perlu proses, tapi proses itu harusnya meningkat bukan mendatar.
Ada yang mengatakan hijrah itu sulit ? Iya memang.
Akan jadi sulit jika tidak sepenuh hati.
Akan jadi berat jika tekad tidak kuat.
Akan jadi terhenti jika maksiat dihindari.

Setidaknya berusahalah wahai hati….
Postingan hijrahmu, dengan berbagai kisah inspirasimu disosial media itu tidak salah.
Justru itu baik, daripada hal yang tak manfaat memenuhi galeri sosmedmu.

Yang fatal itu, tobatmu hanya dari casing saja.
Yang keliru itu, hijrahmu hanya sekedar postingan tausiyah semata.

Yang salah itu, kau memahami hijrah hanya dari hijab syari’i dengan cadar saja.
Yang buruk itu, kau hanya menganggap dirimu benar dari celana cingkrang dan jenggotmu semata.

Padahal, hijrah itu tentang dirimu dengan Allah.
Tak perlu orang tahu, tak perlu manusia ikut menilai.

Cukup sembunyikan amal baikmu, dan cukup Allah lah teman terbaikmu.
Postinglah ilmunya, dan amalkan langsung setelahnya.

Jika dirasa sulit dan takut terlena, amalkan dulu ilmunya setelah jalan dan istiqomah baru kemudian bagilah kisah inspirasinya.

#MuhasabahDiri
#copas ummu rizq
Repost Ummunya Ar-Rum.

💖

KISAH WANITA CANTIK YANG MENGGODA ULAMA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

Kisah ini terjadi pada abad pertama hijriyah, di zaman tabi’in.

“Wahai suamiku, adakah di Makkah ini laki-laki yang jika melihat wajah cantik ku ini ia tidak tergoda?”, tanya seorang istri kepada suaminya, sambil bercermin. Ia sangat mengagumi kecantikan yang terpantul dikaca itu.
“Ada”, jawab sang suami.
“Siapa?”, kata istrinya
“Ubaid bin Umair”, jawab suaminya

Sang istri diam sejenak. Ia merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kecantikannya akan mampu menggoda laki-laki itu.
“Wahai suamiku,” katanya merayu, “bolehkah aku membuktikan bahwa aku bisa membuat Ubaid bin Umair bertekut lutut di depanku?”.

Sang suami terkejut dengan permintaan ekstrem itu, tetapi ia sendiri juga merasa rencana istrinya itu akan menjadi sesuatu yang menarik, untuk menguji keshalihah seorang ulama. “Silahkan, aku mengijinkanmu”.

Setelah merias diri sedemikian rupa, berangkatlah wanita itu mencari Ubaid bin Umair di Masjidil Haram. Ubaid adalah seorang ulama yang lahir semasa Rasulullah SAW masih hidup. Nama lengkapnya Ubaid bin Umair bin Qatadah Al Laitsi Al Junda’i Al Makki. Beliau wafat pada tahun 74 hijriyah.

Saat menjumpai Ubaid, wanita itu berpura-pura meminta nasehat. Ia beralasan kebutuhannya amat penting dan memintanya pindah ke pojok masjid. Sesampainya disana, wanita itu membuka cadarnya dan tampaklah wajah cantiknya laksana bening rembulan.

“Apa yang kau lakukan?”, kata Ubaid melihat kejanggalan wanita tersebut.
“Sungguh, aku mencintai mu. Aku hanya ingin jawaban darimu”. Sergah wanita itu, terus berusaha menggoda Ubaid.
“Sebentar,” kata Ubaid. Kini nadanya mulai naik. “Ada beberapa pertanyaan yang jika kau menjawabnya dengan jujur, maka aku akan menjawab pertanyaanmu tadi”.

“Baik, aku akan menjawabnya dengan jujur”.
“Pertama, seandainya Malaikat Maut datang menjemput mu saat ini, apakah engkau senang aku memenuhi ajakan mu?”

Wanita itu tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang langsung mengingatkannya dengan kematian. Kemudian menjawabnya “Tidak”.

“Kedua, seandainya saat ini engkau berada di alam kubur dan sedang didudukkan oleh Malaikat Munkar dan Nakir untuk ditanyai, apakah engkau senang aku penuhi ajakanmu?”
“Tidak” jawabnya.

“Ketiga, seandainya saat ini semua manusia menerima catatan amalnya dan engkau tidak tahu apakah kau akan mengambilnya dengan tangan kanan atau tangan kiri, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”.
“Tidak”

“Keempat, seandainya saat ini seluruh manusia digiring ke timbangan amal dan engkau tidak tahu apakah timbangan amal kebaikanmu lebih berat atau justru amal buruknya yang lebih berat, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Tidak”

“Kelima, seandainya saat ini engkau berada di hadapan Alloh untuk dimintai pertanggung jawaban atas semua nikmat-Nya yang telah dianugerahkan kepada mu, masihkah tersisa rasa senang dihati mu jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Demi Allah, tidak”

“Kalau begitu wahai wanita, takutlah kepada Allah. Betapa Allah telah memberikan segalanya kepada mu!”.

Kini dia tidak kuasa menahan air mata. Tadi dia datang ke Masjidil Haram berpura-pura mencari nasehat. Kini ia benar-benar mendapatkan nasehat yang benar-benar menyentuhnya.

Sesampainya di rumah, sang suami terkejut melihatnya bersedih.
“Apa yang terjadi wahai istriku?”, kata suaminya.
“Kita ini termasuk orang yang celaka”, jawab wanita itu, kemudian ia mengambil wudhu dan shalat.

Hari-hari berikutnya, ia berubah drastis. Ia tidak lagi membanggakan kecantikannya. Ia tidak lagi suka berdandan disetiap malam. Ia berubah menjadi ahli shalat dan puasa.

Barakallahufiikum…..

Tak Ada Kata Cemburu dalam Hidupnya.

Kalau saja Al-Qur’an punya rasa CEMBURU. Ia mungkin iri dengan Handphone yang setiap saat hampir selalu dalam genggaman. Begitu ada pesan langsung dilihat begitu ada telepon langsung diangkat. 

Atau ia iri dengan twitter, Wa dan facebook. Yang notifikasinya mampu mengalihkan perhatian. Yang beritanya dilihat berkal-kali sehari yang kalimatnya dicermati bahkan dinanti.

Atau ia iri dengan teman sejenisnya. Novel, majalah, buku-buku yang tebalnya berkali-lipat tapi mampu dilahap dengan singkat. 

Kalau saja Al-Qur’an punya rasa cemburu. Ia bisa saja marah dan memutuskan hubungan dengan pemiliknya karena mereka lalai tak memprioritaskannya..

Tapi kawan, cemburunya Al-Qur’an itu UNIK :

Bukan sekedar cemburu karena egois tak diperhatikan..

Ia tak sedih apalagi marah, ia tak berontak, apalagi merengek minta diperhatikan..

Cukup baginya memberi kita pelajaran dengan membuat kita lupa padanya..

Membuat bagian darinya yang telah melekat dalam ingatan, meluap satu per satu dan ‘cemburu’ itu lebih menyedihkan, dibanding marahnya pihak lain yang cemburu. Karena saat pihak lain cemburu, bisa jadi mereka hanya marah dan siap membaik saat kita kembali. Tapi saat Al-Qur’an ‘cemburu’, ia akan meluapkan ingatan kita tentangnya, yang membuat kita tertatih, saat ingin kembali padaNYA, Ia terlalu spesial..

Yah, Al-Qur’an terlalu spesial untuk dibandingkan dengan apapun, terlalu mahal untuk disejajarkan dengan apapun..

Maka tak ada kamus kata cemburu dalam hidupnya.

Sepenggal Kisah Rasulullah saw.

Rasulullah SAW (pada suatu ketika) duduk di situ ada seorang lelaki yang makan lalu tidak mengucapkan Bismillah, sehingga makanannya tidak tertinggal melainkan sesuap saja. Setelah orang itu mengangkatkan sesuatu yang tertinggal tadi di mulutnya, tiba-tiba dia mengucapkan: 

‘Bismillahi awwalahu wa akhirahu.’ 

Kemudian Nabi SAW. Tertawa lalu bersabda: 

“Tidak henti-hentinya syaitan tadi makan bersama orang itu. Tetapi setelah dia ingat untuk mengucapkan nama Allah (yakni setelah membaca Bismillah), maka syaitan tadi memuntahkan seluruh makanan yang telah ada dalam perutnya. (Hadis Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i)

SETIANYA SITI KHADIJAH R.HA

@motivasihijrahindonesia
Tak Tahan Air Mata, Banyak Yang Menangis Membaca Kisah Khadijah (Istri Rasulullah) ini.
Khadijah Memang Wanita Istimewa. DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.
“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”.
Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.
Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.
Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.
Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”
“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.
Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”
“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.
Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”
Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.
Khadijah
Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.
Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.
Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.
Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.
“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.
“Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, Muhammad?” lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.
“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan,” jawab Khadijah.
“Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.
“Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.
“Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.
Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah. “Ya Allah, ya Ilahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.
Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib.

Coppas

Barakallahu fiikum

​Kisah Nabi Musa Dengan Seorang Pezina

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan- pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”.
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia Berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” 

Apakah dosamu wahai wanita ayu? tanya Nabi Musa a.s. terkejut. 

Saya takut mengatakannya.jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. 

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya… telah berzina. 

“Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, Dari perzinaan itu saya pun…lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya… cekik lehernya sampai… tewas,”” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. ” 

Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”… teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. 

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan.Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. 

Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?” 

Ada! jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.”Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. 

Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina” 

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. 

Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan – KH Abdurrahman Arroisy) 

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. 

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita penzina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubuilaiik.

Mulianya Budi Pekerti Rasulullah saw.

_*KAMI RINDU PADAMU YA RASULALLOHﷺ…*_

Di riwayatkan suatu ketika ada seorang lelaki fakir miskin dari Ahli suffah mendatangi Rasululloh ﷺ dengan membawa cawan yang di penuhi oleh buah Anggur, dihadiahkan kepada Rasululloh ﷺ.

Rasululloh ﷺ pun mengambil cawan itu kemudian memulai memakannya.Rasululloh ﷺ memakan Anggur pertama kemudian beliau tersenyum. Rasululloh ﷺ memakan buah anggur kedua beliau pun tersenyum lagi.

Lelaki Fakir tersebut serasa hampir terbang karena saking gembiranya. Sedangkan para Sahabat menunggu, sebab sudah merupakan kebiasaan Rasululloh ﷺ akan mengajak para sahabat bergabung bersama Rasululloh ﷺ dalam setiap hadiah yang diberikan kepada beliau. Namun Rasululloh ﷺ memakan Anggur satu persatu sambil tersenyum, sampai habislah buah anggur yang ada dalam cawan itu.

Para Sahabat memandangnya keheranan.  Kegembiraan yang tak terhingga bagi si lelaki fakir tersebut melihat  Rasululloh ﷺ begitu menyukai pemberiannya, dan kemudian ia pun pergi.

Lalu bertanyalah salah seorang Sahabat. “Wahai Rasulullohﷺ, Kenapa engkau tidak mengajak kami bergabung makan bersamamu?” Rasululloh ﷺ tersenyum, lalu menjawab:

“Sungguh kalian telah melihat si lelaki fakir sangat kegirangan dengan cawan yang berisi buah anggur itu. Sesungguhnya manakala aku mencicipi buah anggur tersebut, aku rasakan pahit rasanya. Jadi aku tidak mengajak kalian untuk makan bersama, sebab aku khawatir kalian akan menampakkan rasa pahit di wajah kalian sehingga dapat merusak kegembiraan si lelaki fakir tersebut.”

Masya Alloh, begitu mulianya akhlak Rasululloh ﷺ, hingga beliau berusaha menahan rasa pahit dari secawan anggur yang si fakir berikan agar dia tetap gembira.

Sungguh, beliau benar-benar memiliki budi pekerti yang mulia. *“Dan sesungguhnya, engkau (Muhammad) benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS Al Qalam 68: 4)*.

Hikmah : salah satu Sunnah terbesar Rasulullah SAW adalah menjaga perasaan dan jangan melukai hati orang.

Mutiara Hikmah: Yang Menyembuhkan Adalah Allah, Bukan Dokter

♻Kisah Nyata ♻
Yang Menyembuhkan Adalah Allah, Bukan Dokter… !

Kisah Nyata ini Sejak pulang dari itikaf di masjid selama 3 hari bersama sebagian jamaah, dokter Agus menjadi pribadi yang berubah.

Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah…

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam…

Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya…..

Ada semangat baru. Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah.

*“ Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Alloh. Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah… Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat… Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat… Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah.”*

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untukmemberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah…

Sejak itu sebelum memeriksa pasiennya, beliau selalu bertanya :

“Bapak sebelum kesini sudah ijin dulu kepada Allah ?”atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah ?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah ?”

Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat 2 raka’at di tempat yang telah disediakan….

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama:

“Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”…

Ajaib….!!! banyak pasien yang sembuh…

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi *“Yakin”* yang diberikan beliau, menjadi sehat….

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb untuk shalat 2 raka’at (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat… Allahu-Akbar….

Rudi, Asistennya bertanya ???

kenapa dia langsung bisa sembuh ?

Dr. Agus berkata,

“Bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah…

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, Namun batinnya pun terobati….

Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do’a dan tawakal pada Allah….

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus di operasi…

Selain *“Yakin”*, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah…

Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur…

Sebelum tidur berwudhu, kalo bisa shalat 2 raka’at, berdo’a, berdzkir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan… Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa…

Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi…

Allah telah memberi kesembuhan atasnya….

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut amalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air).

Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih…

Seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut….

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan beresiko mengurangi pendapatan beliau…

Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa :

“Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah. Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”…

6 Bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan…

Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangannya….

Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin sekali berangkat umroh. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya:

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia ?”.

Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh…

“Sebelum menjawab, saya ijin sholat dulu pak”.

Ucapnya lirih….

Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu’…

Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam do’anya…..

Demikian mudah-mudahan kisah yang di bagikan ini membawa banyak manfaat, Aamiin.

JANGAN MUDAH MENGHAKIMI

Di dalam buku hariannya, Sultan Turki, Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan keresahan yang sangat, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepala pengawal:

 “Mari kita keluar sebentar.”

Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan di malam hari dengan cara menyamar. Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka di sebuah lorong yang sempit. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya. Sultan pun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. Mereka bertanya: “Apa yang kau inginkan.?”

Sultan menjawab: 

“Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Di mana keluarganya?”

Mereka berkata: 

“Orang ini Zindiq (pendosa), suka menenggak minuman keras dan berzina.!”

Sultan menimpali:

“Tapi . . bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam?Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya.”

Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya. 

Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi. Tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya. Dalam tangisnya sang istri berucap kepada jenazah suaminya:

“Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh.”

Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget.

“Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya…”

Sang istri menjawab:

“Sudah kuduga pasti akan begini… Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu di bawa ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: “Aku telah meringankan dosa kaum muslimin”. Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: “Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi”. Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: “Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam”. Orang-orangpun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir. Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku:

“Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu”. Ia hanya tertawa, dan berkata:

“Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultan, pemimpinnya kaum muslimin, para Ulama dan para Wali.”

Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata:

“Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya.”

Demikianlah, akhirnya prosesi penyolatan dan pemakaman jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para Wali dan seluruh masyarakat.

*******

(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhory dalam kitab _Mudzakkiraat Sultan Murad IV_)

*Wallahu a’lam bish-shawwab.*

*******

Pesan Moral

Jangan suka menilai orang lain dari sisi lahiriahnya saja. Atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain. Terlalu banyak yang tidak kita ketahui tentang seseorang.  Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di dalam hatinya. Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu.  Boleh jadi orang yang selama ini kita anggap sebagai calon penduduk neraka, ternyata penghuni Firdaus yang masih melangkah di bumi.