Mereka Riya atau Kita Yang Su’uzon?

POSTINGAN YANG RIYA ATAU KITA YANG TERLAMPAU SUUDZON🖊️

Andai orang lain tak memposting kegiatan sedekah nasi bungkus di hari jumat, kita mungkin nggak kepikiran untuk melakukan hal yang sama.

Andai orang lain nggak pernah memposting foto foto keindahan bumi Allah tempat dia travelling, kita mungkin nggak akan tau kalo ciptaan Allah itu bener bener Maha Indah.

Andai orang lain nggak memposting resep resep keren beserta foto masakan jadinya, mungkin menu kita hanya Telor dadar, Telor ceplok saja, nggak kepikiran buat menvariasikan menjadi beragam rasa.

Andai orang lain nggak memposting sedekah seragam sekolah bersih ke sekolah sekolah yang mayoritas muridnya adalah kaum dhuafa, andai dia nggak memposting kegembiraan ananda dhuafa menerima seragam baru, setelah bertahun tahun hanya memiliki 1 seragam yg udah koyak, udah kekecilan, udah tak lengkap kancingnya…mungkin kita nggak akan kepikiran melakukan sedekah yang sama.

Andai orang lain tak memposting kegiatan mereka membagikan alquran ke mushola mushola kampung, ke TPA TPA, ke majlis ta’lim, ke pesantren pesantren, dan kemudian alquran itu sampai pada tangan yg tepat, selalu dibaca, sehingga insyaallah menjadi amalan sedekah jariyah, mungkin kita gak akan kepikiran bersedekah dengan cara yang sama.

Kalau orang lain nggak pernah memposting foto foto Mesjid Nabawi, foto foto Mesjidil Haram, nggak menceritakan ketentraman bathin yang mereka rasakan selama ibadah disana, mungkin kita nggak akan pernah disentuh oleh rindu yang dahsyat untuk juga ingin melakukan ibadah yg sama disana.

Postingan postingan orang lain, acapkali membuka cakrawala pikiran kita, bahwa sedekah itu banyak jenisnya, nggak sekedar sedekah ala konvensional memberi sekian ribu pada pengemis yg mengetuk pintu.

Andai kita bisa menerima setiap postingan orang lain sebagai wahana meningkatkan kualitas diri kita menjadi hamba Allah yg lebih baik dari hari ke hari.

Tapi… kalau segalanya kita tuduh riya, kalau semua tulisan kita sangka pamer, lalu postingan postingan itu tak ada lagi, lalu dari mana kita bisa tau pengalaman pengalaman hebat orang lain?

Kalau seluruh goresan kegiatan baik, tak ada lagi yang memposting, lalu bagaimana kita bisa belajar kalau segala hal hebat hanya untuk dipendam?

Urusan niat, biarlah menjadi urusan mereka dengan Allah saja, tak perlu kita mengintervensi urusan hati seorang hamba dengan Tuhannya.

Kita nggak perlu repot repot memastikan orang lain mampu memanage niat postingannya, cukuplah kita memanage hati kita saja untuk nggak gampang menuduh orang lain riya, cukuplah kita memanage hati kita saja agar selalu positif dan terbuka menerima hal hal baik yang disampaikan orang lain.

Bagus kalau kita mengingatkan orang lain untuk tulus, tapi sebelumnya, lebih bagus lagi kalau kita juga selalu mengingatkan hati sendiri untuk tak gampang menuduh.

Aku sendiri, juga nggak selalu setuju dgn postingan orang lain, yg menurutku memang nggak pantas di publikasikan ke umum, misal foto foto terlalu intim antara suami dan istri, foto foto mesra yang menurutku udah masuk kategori ‘aurat rumah tangga’. Dan dilihat dari banyak sisi, memang nggak ada manfaatnya diketahui umum.

Apa manfaatnya memposting foto pelukan erat dengan bibir nyaris saling menyentuh, mata saling menatap, tak ada latar pemandangan alam, karena hanya berisi keintiman yang di close up? atau menscreenshoot chat dengan suami yang didalamnya ada kalimat kalimat urusan ranjang, duh…dari sisi manapun, ini adalah aurat bilik rumah tangga, terlalu privacy untuk di konsumsi publik. Bolehlah, yang kaya kaya gini kita lewati atau blokir sekalian

Tapi….kalau postingannya mengandung senyawa kebaikan, memotivasi untuk berbuat hal positif, terima sajalah….

Andai dia riya, lalu pahala sedekahnya menguap bak embun di jemur cahaya, mungkin dia mendapat ganti pahala karena dia telah menginspirasi orang lain untuk melakukan kegiatan baik seperti postingannya.

Andai dia pamer, lalu kehilangan pahala atas pamernya, tapi postingannya bisa jadi menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi pembacanya. Lalu dia taubat sama Alloh atas sikap pamer yang pernah dia lakukan, dan Allah mengampuninya, lalu postingan yang telah di share kemana mana itu Allah hitung sebagai amalan jariyah sebagai ilmu yg bermanfaat bagi khalayak, bisa saja kan?

Sahabat yang telah memposting banyak kegiatan baik yang kalian lakukan, aku haturkan terimakasih atas postingan postingan kalian

Kalian menginsipirasi..

Semoga di sisa umur kita, sampai ujung usia, sampai akhirnya nyawa tak lagi bersatu di raga, kita semua menjadi bagian penghuni bumi yang selalu membawa kebaikan dan kebermanfaatan. Aamiin.

Semangat….
Dan jangan lupa bahagia.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Moga Alloh menyayangi kita di sisa usia..

#JANGANPERNAHBOSANJADIORANGBAIK

By fitra wilis marsil

​Hijrah: Teman dan Lingkungan Juga Berperan Penting

Teman bergaul dan lingkungan yang Islami, sungguh sangat mendukung seseorang menjadi lebih baik dan bisa terus istiqomah. Sebelumnya bisa jadi malas-malasan. Namun karena melihat temannya tidak sering tidur pagi, ia pun rajin. Sebelumnya menyentuh al Qur’an pun tidak. Namun karena melihat temannya begitu rajin tilawah Al Qur’an, ia pun tertular rajinnya.

Allah menyatakan dalam Al Qur’an bahwa salah satu sebab utama yang membantu menguatkan iman para shahabat Nabi adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah mereka. Allah Ta’ala berfirman,

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آَيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nyapun berada ditengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

(QS. Ali ‘Imran: 101).

Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Berteman dengan Pemilik Minyak Misk

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.”

(HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa).

HEI MUTIARA..

@Motivasihijrahindonesia (Fb)

🍂

Engkau tau kisah Uwais Al-Qarni kan?

Ia bukanlah siapa-siapa di dunia.

Bahkan jarang sekali yang mengenalnya.

🍂

Tapi taukah engkau?

Di kalangan penduduk langit.

Di kalangan Para Malaikat.

Namanya Sangat Terkenal.

🍂

Sangat berbeda dengan kita saat ini bukan?

Allahul musta’an😢😭

🍂Yang mati-matian bergaya dan tebar pesona di mana-mana.

Berlomba-lomba ingin terkenal di dunia maya dan nyata.

Mencari perhatian banyak orang, yg orang lain pun terkadang tidak akan peduli dengan keberadaanmu.

🍂 

Para muslimah, Yang seharusnya jadi mutiara dalam cangkang kerang. Tersimpan rapat di dasar lautan. Tapi faktanya apa yang terjadi?

🍂

Fitrahnya tak lagi istimewa.

Kehormatannya tak lagi mulia.

Rasa malunya tak lagi dijadikan mahkota.

Imannya tak lagi terjaga.

🍂

Kenapa bisa?

Fitnah foto SELFI. WEFIE. GRUFIE

Tidak salah bila jadi konsumsi pribadi saja, ini tidak,tampa sadar relakan dirinya jadi konsumsi publik.

🍂

Memajang foto diri namun Captionnya Tausiyah.

Sebenarnya kalo mau jujur, 2 hal itu nyambung gak sih?

Apalagi yang sudah syar’i bahkan berniqob. Kesannya tuh “maksa” banget gitu ingin dilihat agar tenar.

🍂

Tidak salah jika orang lain menganggap muslimah yg kekinian itu hanya ikut-ikutan trend.

NORAK.

Tidak paham hakikat berhijab.

Bahkan dikata gagu dalam urusan menjaga diri.

Datang ke kajian. Iya datang. Tapi yang dibawa pulang foto selfie, bukan bawa ilmu.

🍂

Untuk apa terkenal di dunia, jika penduduk Langit tidak ada yg mengenalmu.

Masalah gatel ingin posting foto diri setelah hijrah itu hanya ujian kecil, obatnya hanya niat Lillahi Ta’ala.

Simple bukan?

🍂

So.. Stop upload upload foto diri.

Tidak foto selfie, foto bersama, foto dari belakang, foto wajah diblur, foto wajah ditutup emoticon, foto telapak tangan berhandsock, foto bercadar, foto gamis dan kaos kaki, atau foto foto lainnya terkait foto diri.

🍂

Banyak-banyakin amal baiknya, kurang-kurangin foto selfienya.

🍂

​MANUSIA dan BOTOL

1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…
2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusanribu…

4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Begitu juga kita…kita semua sama…kita semua manusia…yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…

“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti”.

Mutiara Islam

🌷

Perempuan Berpakaian Ketat dan Perokok di Tempat Umum 

Oleh :

Jev Indra Delcandrevidezh

“Mas! Tolong, Mas. Maaf, ya? Mas punya etika apa enggak? Ini tempat umum, jangan merokok!”

“Mbak! Tolong, Mbak. Maaf, ya? Anda punya etika apa enggak? Ini tempat umum, jangan berpakaian ketat!”

“Eh, Mas. Asap rokok Mas mengganggu pernapasan orang lain, tau?!”

“Eh, Mbak. Pakaian ketat Mbak mengganggu hati orang lain, tau?!”

“Pakaian ketat itu enggak ngerusak kesehatan, Mas.”

“Tapi ngerusak keimanan, Mbak.”

“Ya, jaga pandanganlah kalau Mas enggak mau rusak iman!”

“Ya, Mbak jaga pernapasanlah kalau enggak mau terganggu!”

“Pakaian ketat kek, longgar kek, itu hak saya.”

“Enggak ngerokok kek, ngerokok, kek, itu hak saya.”

“Tapi, Mas. Asap rokok Mas itu menyebar ke mana-mana, semua orang jadi sesak napas. Rusak paru-paru dan jantung mereka.”

“Tapi, Mbak. Pakaian ketat Mbak, menyebarkan dosa ke mana-mana. Rusak keimanan mereka.”

“Kalau mau ngerokok, jangan di tempat umum, sana cari tempat yang enggak ada orang lain!”

“Kalau mau berpakaian ketat, jangan di tempat umum, Mbak. Sana cari tempat yang enggak ada orang lain!”

“Ish! Dibilangin ngeyel. Enggak punya otak! Asap rokok disebar ke mana-mana.”

“Ish! Pantat, payudara diumbar ke mana-mana. Enggak punya otak!”

“Dasar orang gila!”

“Dasar perempuan tak punya malu!”

“Mas, di bungkus rokok itu udah ada tulisannya, kan? Rokok bisa merusak kesehatan.”

“Mbak, di agama pakaian ketat itu ada dalilnya, kan? Mengumbar aurat itu dosa!”

“Ya, biarin! Dosa-dosa saya sendiri, ngapain jadi nyinyir?”

“Ya, biarin, Mbak! Asap-asap rokok saya sendiri, kenapa Mbak jadi protes?”

“Tapi kan, saya jadi terganggu sama asap rokok Mas itu.”

“Tapi, Mbak. Keimanan saya jadi rusak sama pakaian ketat Mbak itu.”

“Jaga pandangan!”

“Jaga pernapasan!”

“Eh, Mas. Gimana saya bisa jaga pernapasan kalau asap rokok Mas terus mengepul gitu?”

“Eh, Mbak. Gimana saya bisa jaga pandangan dan iman kalau Mbak berpakaian ketat begitu?”

“Dimatiin, kek rokoknya. Ini tempat umum. Kasihan orang lain, terganggu.”

“Ditutupin, kek bentuk tubuh Mbak. Ini tempat umum. Kasihan orang lain jadi dosa.”

“Ngerokok dibanggain! Huh!”

“Pamer tubuh dibanggain. Huh!”

“Apa Mas enggak mikir ngerokok di tempat umum kayak gini? Hah?!”

“Apa Mbak enggak malu berpakaian ketat di tempat umum kayak gini? Hah?!”

“Orang stress! Penyebar penyakit!”

“Orang gila! Penyebar dosa!”
🌷

Hikmah dari kisah Hasan al basri

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri seorang sufi besar melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak.

Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan baiknya kalau dia seperti aku!”.

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi terus terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Alloh selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu.

Maka lelaki itu berkata padanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak”.

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan”

Lelaki itu menjawab, “Mudah-mudahan Alloh mengabulkan permohonan tuan”

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Jika Alloh membukakan pintu solat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak.

Jika Alloh membukakan pintu puasa sunat, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunat. Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunat itu lebih dekat dengan Alloh, daripada diri kita.

Ilmu Alloh sangat amatlah luas.

Jangan pernah kagum atau takjub & sombong pada amalanmu.
🌷

Kembali kepada Madzhab atau Kembali Quran Hadits ?*

Melihat pertanyaan diatas, layaknya kita mendengar pertanyaan semacam :

“Kalau sakit, pergi ke dokter atau langsung buka buku kesehatan ?”

“Naik bis, percaya dengan sopir atau ‘cerewet’ dengan bermodal peta ?”

Sama juga jika ada yang mengatakan

“JANGAN PERCAYA KYAI ! JANGAN PERCAYA HABIB ! KEMBALILAH kepada QURAN dan HADITS ! Siapapun yang ngomong, asalkan yang diomongkan adalah QURAN dan HADITS, maka PASTI BENAR !”

—– DUUUAAARRR —–

Hehehe

Pernyataan semacam ini jika didengar oleh orang awam, seakan2 itu adalah pernyataan yang benar. Tapi jika dipahami lebih lanjut, justru itu adalah pernyataan yang KURANG AJAR

Hloh hloh, kenapa bisa ‘kurang ajar’ ?

Karena pernyataan seperti diatas, itu menandakan bahwa orang yang bertanya itu menuduh bahwa apa yang di lakukan dokter tidak sesuai dengan buku kesehatan.

Menuduh bahwa sopir itu tidak hafal jalan sehingga harus ia tuntun dengan peta yang ia bawa.

Dan menuduh para ULAMA itu tidak sesuai dengan Quran dan Hadits. Na’udzubillah.

Lebih lanjut, pertanyaan BESAR adalah :

“Siapa sebenarnya yang berkecimpung dan mempelajari Quran Hadits ? Ulama ataukah siapa ?”

_*Justru kita-kita (termasuk saya juga, dan masyarakat secara umum) yang “MEMAHAMI QURAN dan HADITS” tanpa melalui “Ulama” (Para Kyai, juga termasuk didalamnya) justru : “BERBAHAYA”, sekali lagi… “BERBAHAYA*”

Simak hadits Nabi saw dibawah ini :

رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول سيخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون من خير قول البرية يقرءون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية

“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dari busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perhatikan, orang yang dibahas oleh Nabi Saw dalam hadits diatas adalah orang yang MEMBACA AL QURAN, tapi ia dianggap keluar dari agama. Siapa itu ?

Secara gamblang, Baginda Nabi Muhammad menyatakan mengenai orang yang “sok” memahami Quran dengan pikiran sendiri. Beliau saw. bersabda :

مَنْ قَالَ فِي القُرآنِ بِرأيِهِ ، فَلْيَتَبوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa yang berbicara tentang *Al Qur’an dengan PIKIRANNYA SENDIRI,* maka silahkan mengambil tempatnya di neraka (HR. Tirmidzi, Ahmad, Baihaqi, Thobroni)

مَنْ قَالَ فِي القُرآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَلْيَتَبوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa berbicara tentang *Al Qur’an TANPA DIDASARI ILMU,* maka silahkan mengambil tempatnya di neraka. (HR. Tirmidzi, Ahmad, Nasai)

Lihat bagaimana ancaman Nabi saw bagi orang yang langsung *MENUJU ke QU’RAN dengan pikirannya sendiri,* tanpa didasari ilmu.

*Kesimpulan :*

1. Siapa yang paling memahami Al Quran sebagai Kalam Allah ? Tentu Nabi Muhammad !

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي 

Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) “Jikalau engkau mencintai Allah, maka ikutilah saya (Nabi Muhammad). (QS. Al Imron : 31)

2. Siapa yang paling memahami Nabi Muhammad ?

Tentu para Sahabat !

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ

Engkau harus berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafaur rosyidin (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban, Al Hakim)

3. Siapa yang paling paham tentang Sahabat ? Tentu Ulama’ Tabi’in serta Tabiut Tabi’in

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ( خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. dari Nabi saw beliau bersabda : Sebaik-baik manusia adalah masaku, kemudian masa sesudah mereka, kemudian masa sesudah mereka. (HR. Bukhori Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim menerangkan :

“الصَّحِيحُ أَنَّ قَرْنَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الصَّحَابَةُ ، وَالثَّانِي : التَّابِعُونَ ، وَالثَّالِثُ : تَابِعُوهُمْ” انتهى من ” شرح النووي على مسلم ” (16/85) .

Yang benar bahwa urutan yang disabdakan Nabi saw adalah (masaku yang dimaksut adalah) Sahabat, yang kedua adalah Tabi’in, yang ketiga adalah Tabi’ut Tabi’in.

hehe ternyata Nabi saw MEMERINTAHKAN kita untuk belajar melalui RANTAI KEILMUAN, bukan LANGSUNG “mengOTAK-ATIK” Quran dan Hadits sendiri.

Bahkan, bahkan…

Imam Bukhori yang HEBATnya luar biasa, Imam Muslim yang LUARBIASA hebat pun adalah seorang yang BERMADZHAB !

dan rasanya sangat sulit bahkan hampir mustahil ulama2 setelah tahun 150 H hingga sekarang yang TIDAK BERMADZHAB

فكان الإمام البخارى شافعيا،….، وكذالك إبن حزيمة والنسائي

Imam Bukhori bermadzhab Syafi’i begitu juga Ibnu Khuzaimah dan Nasai. (Risalatu ahlissunnah wal jama’ah hal 15, keterangan senada juga dapat ditemukan dalam Al-Imam Asy-Syafi’i bainal madzhabihil Qadim wal Jadid)

4. Perhatikan nih

*- Imam Hanafi lahir : 80 H*

*- Imam Maliki lahir : 93 H*

*- Imam Syafie lahir : 150 H*

*- Imam Hambali lahir : 164 H*

*- Imam Bukhori lahir : 194 H*

*- Imam Muslim lahir : 204 H*

Lalu setelah itu, muncul pemahaman baru yang *MENGHARAMKAN bermadzhab, yang JARGON nya AYO KEMBALI KEPADA QUR’AN dan HADITS,*

tapi faktanya dalam agama mereka mengikuti :

– Syeikh Ibnu Taimiyyah lahir : 661 H

– Ustadz Muhammad Abdul Wahhab (pendiri gerakan Wahhabi): 1115 H

– Ustadz Albani lahir : 1333 H (wafat tahun 1420 H atau 1999 M)

– Ustadz Abdul Aziz bin Abdullah BIN BAZ lahir : 1330 H (wafat tahun 1420 H atau 1999 Masehi)

– Ustadz Muhammad bin Sholih AL ‘UTSAIMIN lahir : 1928 M (wafat 2001 M)

“Apakah Ulama-Ulama yang meninggal tahun 2000-an Masehi dapat disebut sebagai Ulama SALAF ?”

Jadi, *MASIH MAU DIBOHONGI* oleh paham2 baru?

*Sadarlah !*

Wallahu a’lam bis showaab

Salam Sadar !
🌷

Al-Imam Alhabib Abdullah bin Alwi Al-Haddad bermimpi bertemu Rasulullah, Beliau mengatakan, “Ya Rasulullah berilah aku satu ucapan atau sabdamu yang belum pernah engkau sampaikan kepada para Sahabat, aku minta khusus buatku langsung dari Engkau Ya Rasulullah”

Rasulullah bersabda yang artinya:

1. Siapa yang memegang tasbih maka dia dicatat sebagai orang yang bertasbih meskipun dia tidak bertasbih.(bagi yg niat membawa tasbih, untuk berdzikir jka ada waktu luang,namun teryata sempat)

2. Siapa yang minum kopi (untuk menahan ngantuk dari taat pd Allah, misal: saat majelis, qiyamullail, dsb) selama aroma kopi itu masih ada dimulutnya maka malaikat memintakan ampun/ beristighfar untuknya.

3. Barang siapa mengunjungi seorang Wali yang masih hidup maupun telah meninggal dunia, maka ibadahnya mengunjungi wali itu lebih baik dari pada ibadah selama 70 tahun sampai tulangnya putus-putus.

Inilah kenikmatan dari Allah melalui salah satu dzurriyah/ keturunan Rosulullah yang mulia kedudukan lahir dan batinnya dihadapan kakek beliau yang Agung Sayyidina Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻲ ﺭﻭﺡ ﺳَﻴِﺪﻧﺎ ﻣُﺤﻤﺪ ﻓﻲ ﺍﻻﺭﻭﺍﺡ ﻭَ ﻋﻠﻲ ﺟﺴﺪﻩ ﻓﻲ ﺍﻻﺟﺴﺎﺩ ﻭ ﻋﻠﻲ ﻗﺒﺮﻩ

ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwasanya Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupaiku.” (HR. Tirimidzi)
🌷

KETIKA AJAL DATANG…*

Ketika ajal datang…maka saat itu juga semua keduniaanmu pasti berakhir.. Jika engkau telah dibaringkan di kuburmu.. dan engkau telah menghadap Rabbmu.

Maka tidak akan berguna lagi pujian dan sanjungan manusia kepadamu.

Tidak akan bermanfaat lagi banyaknya orang yang bertepuk tangan untukmu.

Tidak akan ada efeknya lagi banyaknya like pada statusmu, begitu pula banyaknya teman dan follower-mu.

Yang nantinya akan bermanfaat dan berguna bagimu adalah : 

– sujud yang kau sembunyikan..

– linangan air mata yang kau teteskan karena takut kepada Allah..

– amal jariyah yang kau salurkan untuk agama Allah..

– bacaan Qur’an dan dzikir yang kau lirihkan karena dorongan keikhlasan..

– uluran tanganmu dalam membantu dan meringankan beban hidup orang lain..

– dan amal shaleh apapun yang kau lakukan dengan keikhlasan yang sebenarnya.

Oleh karenanya, jadikanlah akhirat sebagai tujuan hidupmu..itulah yang akan selamanya engkau nikmati di alam baka.. Semoga Allah memberikan 
🌷

PARA SALAF MENGATAKAN BAHWA, KALAU KITA MELAKUKAN HAL TERSEBUT, INSYA ALLAH TIDAK AKAN TERKENA PENYAKIT MATA, TIDAK AKAN BUTA DAN MENGUATKAN KETAJAMAN MATA. 

NUUR (CAHAYA) SAYYIDINA MUHAMMAD SAW… 

Apa sebabnya para Salafuna Shalihin kita dulu kalau mendengar Adzan, sampai pada lafadz : 

“ASYHADU ANNAMUHAMMADURRASULULLAAH”.

Mereka kemudian mencium kedua ujung Jari Jempolnya dan mengusapkan kekelopak Mata, dengan mengucapkan :

“MARHABAN BI HABIBI WAQURROTUL’AINIi MUHAMMAD IBNI ABDILLAH.”

Diriwayatkan, bahwa Nabi Adam As begitu heran melihat para Malaikat selalu mengikutinya dari belakang. Sehingga Nabi Adam bertanya kapada Allah Swt : “Ya Allah, kenapa mereka selalu mengikutiku?”.

“Wahai Adam, karena mereka telah tertarik dengan Cahaya keturunanmu, yang telah ada dalam Sulbimu.”

Kemudian Nabi Adam As memohon kepada Allah Swt agar memindahkan Cahaya yang ada di Sulbinya kedepan…Maka Allah Swt meletakan Cahaya tersebut diantara kedua Alis Nabi Adam As, Maka dengan segera para Malaikat berada di hadapan Nabi Adam…Nabi Adam heran dengan apa yang di lakukan para Malaikat-Malaikat yang selalu memandang Wajahnya.

Nabi Adam As berdoa agar diperkenankan melihat Cahaya tersebut…Maka Allah Swt menampakan Cahaya tersebut pada Kuku kedua Ibu Jari Nabi Adam As, dan membuat Nabi Adam begitu kagumnya dengan keindahan Cahaya tersebut. 

Dengan keindahan Cahaya itu, Nabi Adam berkata : “Ya Allah, Cahaya siapakah ini?”.

Allah Swt menjawab :

“Itu adalah Nuur (Cahaya) Muhammad…Wahai Adam, kalau tidak karena Nuur Muhammad, maka tidak akan Aku ciptakan semua ini”.

Dan Allah swt menyebutkan keagungan-keagungan Nuur Sayyidina Muhammad Saw,”

Nabi Adam As sangat gembira dengan Cahaya Sayyidina Muhammad Saw yang ada pada dirinya, dan ia mencium kedua ujung Ibu Jarinya, lalu meletakan ke kelopak kedua Matanya sambil mengucapkan:

“Marhaban Bi Habibi Waqurrotul’aini Muhammad Ibn Abdillah”.

Para Salaf mengatakan bahwa, kalau kita melakukan hal tersebut Insya Allah tidak akan terkena penyakit Mata, tidak akan buta dan menguatkan ketajaman mata.”

Kitab : Sabilul Idzkaar Wal I’itibar
Karya: Al-Imam Al Quthub Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad.
Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad.
🌷

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ

” Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu “.(al Manhaj as Sawiy : 217)

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, ” Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku “. (Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)

Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ

” Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya “.

Habib Abdullah al Haddad mengatakan ” Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali “. (Adaab Suluk al Murid : 54)

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khudhir. Maka nabi Khidhir berkata, ” Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, ” ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir “.

Nabi Khidhir, ” kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?”.

Murid itu menjawab, ” Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu “. (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)

Al Habib Abdullah al Haddad berkata, ” Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, ” perintahkan aku ini, berikan aku ini !”, karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya “. (Ghoyah al Qashd wa al Murad: 2/177)

Para ulama ahli hikmah mengatakan, ” Barangsiapa yang mengatakan ” kenapa ?” Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya “. (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)

Para ulama hakikat mengatakan, ” 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan ( batin,adab dan baik sangka )antara murid dengan gurunya “.

Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat berkah dari guru kita

اللهم آمين
🌷

NUR

Hakikat kebesaran Nur Muhammad itu meng-himpun-kan 4 jenis alam, yaitu :

1. Alam HASUT = Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya.

(Maksudnya : Hasut pada diri kita = Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak, Sumsum, Urat, Tulang)

2. Alam MALAKUT = Alam gaib bagi malaikat-malaikat

(Maksudnya : Malakut pada diri kita = Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa dan sebagainya)

3. Alam JABARUT = Alam gaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka

(Maksudnya : Jabarut pada diri kita = Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat yang mulia dan terpuji)

4. Alam LAHUT = Alam gaibul gaib kebesaran Nur Muhammad

(Maksudnya : Lahut pada diri kita = Batin tempat Rahsia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat)

(Maksudnya lagi : 4 Alam diatas = Wujud kesempurnaan tajalli Nur Muhammad = terhimpun kepada kebenaran wujud diri Rasulullah yang bernama Insanul Kamil)

Hal ini menjadi berkah dan “Faidurrabbani” yakni kelebihan bagi tiap tiap mukmin yang ahli tahkik, bahwa mereka itu adalah “Wada syatul Ambiya” yakni mewarisi kebenaran batin nabi nabi dan rasul rasul dan mukmin yang tahkik itulah yang dinamakan Aulia Allah, namun kebanyakan mukmin itu tidak mengetahui bahwa dirinya adalah Aulia yang sebenarnya.
🌷

Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin juga terima undangan itu serta datang ke kediaman Maulana. Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi ;

“Apakah kau dapat menyediakan minuman untukku? ”. (yang disebut : arak/khamr)

Maulana kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum? ’.

“Iya”, jawab Syams.

Maulana masih terkejut, ”maaf, saya tidak tahu hal ini”.

“Sekarang kau sudah mengetahui. Jadi sediakanlah”.

“Di saat malam seperti ini, dari tempat mana saya dapat memperoleh arak? ”.

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.

“Kehormatanku dihadapan para pembantuku akan hilang”.

“Kalau demikian, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana dapat saya keluar membeli minuman? ”.

“Kalau kau memang muridku, kau mesti sediakan apa yang saya kehendaki. Tanpa ada minum, malam ini saya tidak akan makan, tidak akan berbincang, serta tidak bisa tidur”.

Karena kecintaan pada Syams, pada akhirnya Maulana menggunakan jubahnya, sembunyikan botol dibalik jubah itu serta jalan ke arah pemukiman golongan Nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman itu, tidak ada yang memikirkan beraneka macam terhadapnya, tetapi demikian ia masuk ke pemukiman golongan Nasrani, sebagian orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman lalu ia menyembunyikan lagi dibalik jubah lalu keluar.

Kemudian ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Maulana di depan masjid tempat ia menjadi imam untuk orang-orang kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak ; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian barusan pergi ke perkampungan Nasrani serta beli minuman!!! ”.

Orang itu berkata demikian sambil membuka jubah Maulana. Khalayak lihat botol yang dipegang Maulana. “Orang yang mengaku ahli zuhud serta kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak serta akan dibawa pulang!!! ”, orang itu menambahi siarannya.

Orang-orang bergantian meludahi muka Maulana serta memukulinya sampai serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Lihat Rumi yang hanya diam saja tanpa ada melakukan pembelaan, beberapa orang makin meyakini kalau selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi mengenai zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk selalu menghajar Rumi sampai ada pula yang punya niat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah nada Syams Tabrizi ; “Wahai orang-orang tidak tahu malu. Kalian sudah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah kalau yang ada di botol itu yaitu cuka untuk bahan masakan. Seseorang dari mereka masih menghindar ;

“Ini bukanlah cuka, ini arak”. Syams mengambil botol serta buka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan beberapa orang supaya menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri serta bersimpuh di kaki Maulana. Mereka berdesakan untuk meminta maaf serta menciumi tangan Maulana sampai pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai saya mesti menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini? ”.

“Agar kau tahu kalau wibawa yang kau banggakan ini hanya impian semata. Kau fikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi? Walau sebenarnya kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu serta hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang sampai kini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sebentar.

Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan jaman.

Laa Tahzan, Tersenyumlah!

Tersenyumlah wahai hati yang bersedih.

Saat kita menempuhi onak duri dunia,

Derita sesekali mencuit hati.

Sesekali hati remuk, menangis tiada henti.

Dan kesedihan terus-menerus bersemedi didasar hati.

Ketika itu, sabar bisa saja tak akan dikenali lagi. Astaghfirullah, jangan (2S).

Dalam luka, airmata tertumpah juga.

Wahai hamba Ilahi …

Begitulah kehidupan di dunia…

Percayalah pada Rasul, hanya orang-orang beriman yang merasa dunia ini bagai penjara.

Kita tidak akan sesekali dapat menjangka apa yang Allah aturkan untuk kita.

Adakalanya kita tertawa gembira, ada kalanya kita tersangat kecewa, air mata menetes, menangis tak bersuara, pilu.

Namun… Jangan risau wahai hamba Ilahi. 

Allah kita maha luas kasih sayangnya dengan 99 rahmat-Nya. 

Percayalah…

Allah tidak akan menduga hamba-Nya kecuali untuk melihat hamba-Nya tersenyum disana, tertawa disana, berbahagia disana….

Inshaa Allah di Syurga, yang dibawahnya yang mengalir dibawahnya… sungai-sungai yang mendamaikan jiwa. Oh indahnya! Masya Allah. 

Didalam hati manusia ada kekusutan dan tidak akan terurai, kecuali dengan menerima kehendak Allah swt. 

Wahai hamba Allah…

Janganlah bersedih, karena kamu telah melalui kesedihan itu kemarin dan ia (kesedihan itu) sama sekali tidak memberikan sebarang manfaatpun pada keesokan harinya.

Kesedihan demi kesedihan…

Akan membuat kamu semakin terperuk dalam keputus-asaan…

Dan dunia yang luas dirasakan sempit dan tidak berguna.

Padahal dunia inilah kesemptan untuk kita dekatkan diri kepada Allah. Untuk kita raih ridha dan cinta-Nya.

Syurga-Nya yang tersangat indah, yang terbebas dari kesedihan itu akan kamu pegang kuncinya, jika kamu beriman dan bertaqwa padaNya.

Gara-gara kesedihan… air yang manis akan terasa pahit…

Makanan lezat terasa hambar.

Mawar merah yang mewangi tak terlihat indah… ia tidak layu, tapi kamu merasa bagai ia telah layu…

Ingatlah wahai hamba Ilahi…

Bahwa tangisan terindah itu… Adalah Apabila butir-butir airmata mengalir hangat dipipi, menganak sungai disana lantaran terasa diri kita kita begitu lemah disisi Allah.

Dan begitu berdosanya kita disisi Allah…

Wahai hamba Allah ..

Berdirilah, bangkitlah kamu zahir batinmu…

Lihatlah disekeliling kamu dan teguhkan pendirianmu…

Sepanjang hidup dan usiamu, jangan pernah putus asa terhadap rahmat Allah..

Senyuman yang kau berikan..

Dan airmata yang kau teteskan…

Simpan, simpan…. jadikan tauladan. 

Segala yang kau pandang dan dengar… Simpan! Buat pedoman…

Hey you… think positively…okay..! 

U dont know everything but Allah really does. 

Dont be sad… Allah is always be with you…

Ingat ini…

Laa Tahzan, Inallaha ma’ana.

Hasbunallah wani’mal wakil.

Jadikanlah shalat dan sabar sebagai penolongmu… QS: 45-46

Laa haula wa laa quwwata illaa billah..

Serahkan semua pada Allah, tuhan-Mu. Allah sebaik-baik perencana dan Dia maha adil.

Ingat…

Bahwa dunia ini diciptakan sebagai ladang untuk kita, untuk kita tanamkan amal-amal kita. .

Manfaatkan ladang ini sebaik-baiknya .. .

Dan kita akan menanen hasilnya diakhiran nanti. Dan itu pasti. Pastikan kamu tidak menyesal disana (Akhirat).

Dunia ini hanyalah jembatan, penghubung antara kita dengan akhirat.

Beriman, bertaqwa dan taatlah pada Allah yang maha sempurna kebaikannya.

Tinggalkanlah segala larangannya.

Jadikan Allah sebagai sumber kebahagiaanmu, tempat terbaik untuk kamu berkeluh kesah dan rebah. Menangisi dosamu dihadapan-Nya.

Dan… tersenyumlah dihadapan semua manusia.

Jangan Tinggalkan Sebelum Menyesal

Bismillaahirrahmaannirraahiim..
Asslamamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Saudara saudariku… apa kabar imamya hari ini? Ibadah rutin 5 waktu dalam sehari? Apakah terjaga dengan istiqomah, bolong-bolong atau  hanya shalat ketika datang bulan Ramadhan? 

Baiklah pada kesempatan ini, izinkan saya mengingatkan kembali pada kita semua akan salah satu kewajiban yang sering kita lalaikan,yang kita remehkan, Shalat.

Banyak orang Islam yang tidak shalat. Ngaku-ngakunya Islam. Ngaku-ngakunya muslim. Tapi gak shalat. Padahal yang sudah shalat pun belum tentu diterima shalatnya itu (yang penting kita udah taat pada Allah). shalat itu rukun Islam. Syarat menjadi orang Islam. jikalau kita ingin menjadi seorang pekerja, kita harus dan wajib menyerahkan persyaratan yang ditentukan iyakan? Nah.. begitu juga shalat. Kalo mau jadi orang Islam, ya shalat.

Karena jika engkau tidak melaksanakan shalat, engkau tidak melengkapi persyaratan Islam. 

Barang siapa yang meninggalkan shalat secara sengaja, maka dia telah mengaku KAFIR secara terang-terangan.  Sholat itu pemisah antara mukmin dan kafir. 

Dari Buraidah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Perbedaan mendasar antara kami dan mereka adalah SHALAT. Barang siapa meninggalkannya, berarti ia telah kafir” (HR. Ahmad dan Ash-habus Sunan).

Para ulama telah bersepakat bahwa barang siapa yang mengingkari wajibnya shalat lima waktu.maka sungguh dia telah kafir keluar dari Islam. 

Kita hidup didunia ini untuk apa? Ingat, Allah menciptakan kita untuk menyembahnya. Kta hidup ngapain aja sampe nggak shalat?  Tanyakan pada dirimu, sudakah kau taat padanya? Apakah kamu telah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jangan main-main dengan ancaman Allah. Apapun yg kita dapatkan diakhirat nnti adalah hasil dari apa yg lakukan slm hidup. Jika Allah sudah perintahkan untuk Shalat, maka Shalatlah. Tdk perlu banyak alasan, ga usah cari-cari alasan untuk gak shalat. Apalagi alasannya karena sibuk kerja, Subhanallah. Kita abaikan perintah Allah demi dunia? Subhanallah… eank ngasih rezeki itu Allah. 10 menit aja lu keberatan? Tp mmpu beraktifitas atau sibuk kerja berjam-jam, setiap hari. 

Merasa mampu menghadapi azab Allah hingga mengabaikan titah sang pencipta? Saya tidak yakin kita tidak bisa melanggar perintah dosen (tugas yang diberikan dosen) atau bos atau pemimpin di tempat kerja kamu. Kamu berusaha memenuhi perayaratan kerja sebagai seorang pekerja. Tapi kok kamu berani melanggar perintah TUHAN kamu. Kok berani sekali nggak shalat? Rasulullah saw aja shalat. Rasul aja takut sama Allah, masa kita tidak takut? Rasul saw udah dijamin masuk surga tertinggi tanpa hisab dan amalannya sempurna. Qt yg bukan nabi… hisab meneganggakn… amalan berantakan… blm jls masuk surga/neraka.

Kamu belajar tinggi-tinggi, mencari gelar, jabatan, uang, ini… itu… tapi kalo kamu gak taat sama Allah, percuma dan sia-sia saja hidupmu. Gelar, jabatan, hartamu,,, semuanya tidak akan bisa menyelamatkan kamu di akhirat nanti kecuali…

Ingat ya… amalan yang pertama kali akan dihisab adalah shalat.

Perintah untuk menjalankan sholat disebutkan berkali-kali dalam al Qur’an diantaranya adalah Firman Allah SWT dalam surat Al Israa’ ayat 78:

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh.”

Munafik (shalat tapi shalat dengan malas). Cek di Qur’an.

Meninggalkan shalat hukumnya dosa. Dan dosa besar. Apalagi shalat wajib. Orang yang sengaja meninggalkan shalat hukumnya dosa besar. Awas hati-hati… liat baik-baik. Orang yang meremehkan shalat saja disebut munafik oleh qur’an. Tempatnya neraka jahannam. Apalagi yang sengaja meninggalkan shalat. Orang munafik, shalat, masih celaka. Apa tempatnya? Quran surah ke 4 ayat 140:

“Innlallaha jami’ul munaafiqiina wal kaafiriina fii jahannama jamii’an”. 

“Allah akan himpun orang munafik dan orang kafir dalam neraka jahannam.”

Orang munafik, masih shalat. Tempatnya neraka jahannamm. Ada orang yang sengaja meninggalkan shalat, maka tempatnya dimana?

Kita dipanggil shalat lewat azan. Haiyya alassalah, ayolah shalat. Kita bertanya “kenapa mesti shalat?” Azan yang menjawab “Hayya ‘alal Falah, Mari menuju kememagan”. Kita dipanggil shalat tapi Allah tidak butuh shalat qita. Yang butuh kita. Langit dan bumi tidak sujud kepada Allah, tidak akan menurunkan status Allah sebagai tuhan. Ttp Rabbul ‘Alamiin. Allah suruh kita shalat supata bahagia dan sukses, meraih kememagan. Bukankah yang punya kesuksesan Allah? Yang punya kebahagiaan Allah? Yg punya kekayaan Allah? Yang punya ketinggian Allah? Yang punya segalanya Allah? Kenapa kita tidak sujud dekati Allah. Wasjub wastariq. Sujud dekat dengan Allah. Bukankah hukum kedekatam selalu bersanding dengan kemudahan? Kita dekat dengan pimpinan, mudah urusan pekerjaan kita. Kita dekat dengan dosen, mudah memberikan bimbingan kepada kita. Kita dekat dengan Allah, apa yang tidak mudah bagi Allah untuk kitaaaa? Tidak ada yang tidak mudah. 

Sesungguhnya Allah menjadikan apa saja dimuka bumi sebagai perhiasan. Untuk menguji siapa yang paling baik amalannya. Bukan yang paling kaya, bukan yang paling tinggi jabatannya. Bukan… tapi yang baik amalannya. Yang ada di muka bumi semua akan rata. Akan jadi debu yang berterbangan. Kemudian kita masih tergoda? Untuk mengumpulkan kekayaan di dunia ini. Berlomba-lomba bersaing untuk meraih jabatan dan kedudukan, lupaa dengan tujuan hidup kita. Alasan kita diciptakan. Mengapa kita harus ada. Hanya ada satu jawaban yaitu untuk menyembah/beribadah kepada Allah.

Jangan sampai kita kerja totalitas ibadah malas. Ingat… Mungkar dan Nakir tidak bisa disuap. Jadikanlah kerja hanya untuk menunggu waktu shalat.
Jadi ketika adzan sudah dikumamdangkn… kita Menahan diri dari aktivitas pekerjaan baik fisik maupun pikiran, menahan diri kita dari segala keinginan, sejenak melupakan segala urusan duniawi. Shalat menjadi penyejuk hati & kenikmatan jiwa bagi seorang muslim di dunia. Seolah-olah kita senantiasa berada di dalam penjara dan kesempitan karena tuntutan duniawi, sampai akhirnya masuk ke dalam shalat, baru bisa beristirahat dari beban dunia dengan shalat. Meninggalkan dunia dan kesenangannya di depan pintu masjid, meninggalkan di sana harta dunia dan kesibukannya. Masuk masjid dengan hati yang penuh rasa takut karena mengagungkan Allah. Gunakan sisa umur kita untuk menjemput ridha Allah dan Insyaa Allah kita akan menjadi orang-orang yang menang yaitu orang-orang yang termasuk dalam golongan ashabul yamin atau golongan kanan. Wallahu ‘alam bishowwab. Saya rasa sampai disini dulu. Semoga apa yang telah sampaikan bermanfaat. Yg baiknya dtg dari Allah. Wabillahi taufik wal hidayah.

Wassalamu’alaikum warahmatullah..