​Hukum Selfie

Saat ini, tidak sedikit orang yang suka mengunggah fotonya di media sosial. Entah mengapa mereka suka membagi foto mereka, hanya mereka dan Allah saja yang tahu. Ust. KHB, LC, MA. dalam sebuah ceramahnya mengatakan bahwa ada akhwat yang menggunggah fotonya yang bercadar dengan caption “Istiqomah”.

“Untuk apa? Apa hubungan foto dengan dakwah?” Ujar Ustadz.

Menurut aku, Foto diunggah untuk dilihat lah… biar orang tahu kalo mereka lagi istiqomah kali ya? Atau mungkin untuk nunjukin kalo mereka cantik dengam cadar? Atau biar orang tahu kalo mereka itu wanita shalihah? Orang cerdas? Hmm…

Ok, sebenarnya apa sih hukum selfi itu?

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Tapi pada hakikatnya, berfoto itu mubah dengan segala tekniknya termasuk selfie. 

Selfie tidak haram tetapi dapat menghantarkan orang pada penyakit hati. Apa saja itu? yaitu…

Pertama, apabila kita takjub dengan foto diri kita sendiri lalu mengagumi diri sendiri secara berlebihan maka khawatir itu adalah UJUB (takjub dan berbangga pada diri sendiri). 

Yang kedua, bila kita menggunggahnya di media sosial, lalu berharap di like banyak, followers banyak dan kita merasa senang dengan pujian di kolom komentar, maka itu perangkap RIYYA’  (menuntut kedudukan, meminta dihormati, melakukan kebaikan dengat niat dipuji, bukan karena Allah).

Yang ketiga, lalu dengan foto tadi kita merasa tinggi hati, membanding-bandingkan dengan foto orang lain, merasa lebih cantik atau lebih tampan, merasa paling tenar, paling hits, paling hebat, maka itu adalah bahaya terburuk, yaitu… TAKABBUR (sombong). Ketiganya mematikan hati membakar habis amal. Jadi gimana? Apakah selfie  menyebabkan kita menjadi UJUB, RIYYA’ & TAKABBUR? Hanya kita dan Allah saja yang tahu, maka kembalilah pada niat hati masing-masing. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mendapat hidayah dari Allah Rabbul ‘Alamiin.