​Hijrah: Teman dan Lingkungan Juga Berperan Penting

Teman bergaul dan lingkungan yang Islami, sungguh sangat mendukung seseorang menjadi lebih baik dan bisa terus istiqomah. Sebelumnya bisa jadi malas-malasan. Namun karena melihat temannya tidak sering tidur pagi, ia pun rajin. Sebelumnya menyentuh al Qur’an pun tidak. Namun karena melihat temannya begitu rajin tilawah Al Qur’an, ia pun tertular rajinnya.

Allah menyatakan dalam Al Qur’an bahwa salah satu sebab utama yang membantu menguatkan iman para shahabat Nabi adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah mereka. Allah Ta’ala berfirman,

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آَيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nyapun berada ditengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

(QS. Ali ‘Imran: 101).

Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Berteman dengan Pemilik Minyak Misk

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.”

(HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa).

​Sahabat Fillah Sahabat Sejati

Sahabat Fillah Adalah Sahabat Dalam Taqwa (Sahabat Dunia Akhirat)

*Random*
Dengan senyum tulus aku ingin katakan padamu “Jika dia selalu mengingatkan kamu shalat, puasa, menjegah kamu mendengarkan musik, membicarakan keburukan lain dan mencegah kamu dari semua sifat tercela serta menaseheti dalam kebaikan, MAKA… Tinggalkan aku!!!! Kamu harus bersamanya, selamanya. Inshaa Allah, kelak dia dapat menolongmu di akhirat nanti. Tinggalkan aku karena mungkin aku tidak berguna bagimu. Mungkin aku tidak memikirkan akhiratmu. Mungkin aku tidak pernah menasehati dan mengingatkan kebaikan padamu. Untuk itulah, silahkan kamu pergi padanya. Kamu PANTAS mendapatkan SAHABAT yang lebih baik dari aku. Sahabat yang selalu menyayangimu yang memperhatikan dan peduli akan dunia dan akhiratmu. Aku tidak berguna bagimu, PERGILAH pada dia orang yang kau senangi itu.”

Siapakah sahabat sejatimu? Ingat! Sahabat adalah orang yang ketika kamu melihat wajahnya, maka kamu akan mengingat Allah. Ketika kamu bersamanya, Surga menjadi lebih dekat. Karena dia akan berusaha untuk menjaga setiap inci dari kulit mulusmu untuk tidak disentuh oleh api neraka. 

Dan…. Alhamdulilllah…. aku punya sahabat itu. Sahabat sejatiku. Siapa dia? Hmm… hanya Allah yang tahu. Dia adalah emas bagiku. Dan aku tidak akan menukar emas yang mahal dengan batu yang ada kulihat dimana-mana. Dia adalah mutiara yang takan kugantikan dia dengan manik-manik. Dia adalah Alarmku yang selalu mengingatkan aku akan kewajiban yang harus aku penuhi dan larangan yang harus aku jauhi. Adalah kebodohan dan kejahatan bila aku menyakitinya. Tidak mudah untuk mendapatkan orang seperti dia. Tiba-tiba Allah mengirimkan dia padaku untuk menggenggam tanganku dan menapaki jalan Allah Azza wa Jalla. Aku tidak akan bisa melihat jika mataku tertutup, lalu… bagaimana aku bisa melihat kebaikannya dikala hatiku tertutup? Alhamdulillah… Allah membuka hatiku. Dan aku melihat dalam dirinya sesuatu yang aku tak mampu melukiskannya dengan kata-kata. Mashaa Allah, sahabatku. Dia… satu-satunya orang diluar keluargaku dan memperlakukan aku seperti saudara kandungnya. Yang lebih mengutamakan kebahagiaanku diatas kebahagiaannya. Dia bukan hanya memberiku apa yang aku perlukan, tapi dia juga memberi apa yang aku inginkan walau itu diluar kemampuannya, ia selalu punya cara halal untuk mewujudkannya dan aku tahu,,,, Allah sangat menyayanginya. Entah terbuat dari apa hatinya. Aku yang egois dan tidak tahu diri ini selalu melukai hatinya bahkan berapa kali telah kubuat dia menangis, aku lupa jumlahnya. Tapi lihat… sampai detik ini, dia masih bersamaku. Namaku memenuhi lembaran-lembaran buku diarynya. Dalam bukunya aku temukan sepenggal tulisannya yang berbunyi ” Ririn sahabat ku yg sampai skarang masi tetap sahabat ku… aku menyayangi mu dan selalu menyayangi mu meski kau bilang aku telah berubah”. Airmata mengalir lembut membasahi pipiku. Dalam hati aku berkata “Apa? Sahabat? Setelah apa yang aku lakukan padamu selama ini, kamu masih menganggapku sahabat? Aku tidak pantas menyandang status itu”.

Ya Allah,  Astaghfirullah.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya aku bisa membedakan sahabat palsu dan sahabat sejati. Alhamdulillah, hadirnya dia dalam hidupku adalah bukti Allah menyayangiku. Aku sangat bersyukur dan bahagia karena memilikinya, orang yang menganggapku sangat berarti dalam hidup dan matinya. Yang aku lihat selama ini hanyalah cinta dan kepercayaannya padaku.

Dia terlalu… Masha Allah… Dia terlalu baik. Aku hanya harus menjadi perisai sekaligus bentengnya. Karena dengan hati selembut itu, aku tidak akan membiarkan orang menyakitinya. Cukup aku… cukup di masa lalu saja.

Sahabat itu apa ya? Dibilang teman, bukan. Dibilang keluarga, ya hampir sih. Sahabat punya tempatnya sendiri. Yaaa.. ya gitu. Salah satu manusia yang paling mengerti diriku. Tapi khusus untuk kamu… kamu itu beda. Tiap hari kita selalu tertawa bersama. Ya kamu yang katanya sahabat, banyak rahasiaku yang sudah kau ketahui. Aku gak tahu, hubungan kita yang baik ini akan bertahan sampe kapan? Tapi aku tahu akan ada saatnya.

Biarkan semua kisah kita menjadi kenangan untuk diceritakan nanti.

Mulai dari darimana aku berasal, darimana kamu berasal, dimana kita pertama kali bertemu, hingga berpisah.
Ada 7 MACAM TEMAN dalam hubungan pertemanan. Dan diantara 7 macam teman ini, hanya 1 yang sampai di akhirat.

1. *”Ta’aruffan”* yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll

2. *”Taariiihan”* yaitu teman karna faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se’almamater dll.

3. *”Ahammiyyatan”* yaitu teman karna kepentingan, (teman bisnis, politik dll)

4. *”Faarihan”* yaitu teman karna sehobi (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)

5. *”Amalan”* yaitu teman karna profesi, seperti dokter, guru dll.

6. *”Aduwwan”* yaitu teman yg terlihat seperti baik, tapi sebenarnya penuh kekebencian..

7. *”Hubban Iimaanan”* yaitu teman yg suka *MENGINGATKAN-mu* serta *MENGAJAK-mu* selalu ke jalan Allah SWT

Dari ke 7 macam teman ini, no.1-6 akan sirna diakhirat, & yang tersisa hanya teman no.7. Namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tak menghasilkan duniawi.. apalagi urusan materi. Padahal diakhirat nanti, teman no.7 inilah yang akan diberi SYAFAAT untuk membantu kita masuk ke dalam surgaNYA.. *persahabatan yang dilandaskan karena Allah (QS 49:10)*

Apabila penghuni surga tidak menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada Allah SWT :

*_”Yaa Rabb…kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.”_*

Maka Allah SWT berseru :

*_ “Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah.”_*

(HR Ibnu Mubarokh)

Semoga Allah SWT  bisa mengumpulkn kita di akhirat di dalam Jannah Firdaus-Nya. Aamiin ya Allah.
Puisi untuk sang Hubban Limaanan:
Bissmillaahirrahmaanirrahiim…

Untuk ukhty tersayang…

Ukhty…

Andai kau tahu betapa bersyukurnya diriku Allah mengirimkanmu untukku.

Suatu episode kehidupan yang Allah goreskan untuk kita…

Begitu indahnya hingga tak kan pernah cukup aku bersyukur pertemuan kita saat mengumpulkan serpihan mimpi…

Sungguh ku temukan cinta disana…

Kau genggam erat tanganku saat ku mulai jatuh…

Tak kau inginkan sedikitpun aku terluka..

Senyummu sejukkan hati, sembuhkan duka. .

Nasihatmu kuatkan diri ini selalu..

Katamu: “Laa Tahzaan, Inallah ma’ana.”

Betapa indah ikatan kita, Ukhty…

Hanya Allah yang menjadi sandaran hati….

Nabi Muhammad kira jadikan teladan sejati.

Jadikan Iman terpatri kuat dalam diri…

Ukhty…

Andaikan kudapat menulis puisi indah… 

Kan ku tulis semua rasa yang ingin kukatakan untuk dirimu yang begitu luar biasa menerima segudang kekuranganku dengan sejuta kebaikanmu.

Wahai Uhkty shabat Fillahku, Hubban Limanaanku…

Tetaplah kita berpegangan tangan menggapai semua cita yang kita impikan dengan 1 niatan suci mendapat cinta Allah sang Rabbul ‘Aalamiin.

Uhibbuki Fillah, Ukhty…

Aku mencintaimu karena Allah…

Sungguh mencintaimu, Hanya karena Allah…

Teriring doa penuh cinta… Semoga Allah menjaga tali silaturrahmi ini hingga kita bertemu denganNya kelak, di Jannah, JannahNya. Aamiin…

Ukhty… anaa tidak mngharapkan sesuatu darimu selain engkau menjdi orang yang baik dan mampu memberikan kebaikan kepada orang lain…

Selamat berjuang mengarungi samudra kehidupan dunia untuk akhirat yang nyata… 

Semoga Allah senantiasa menjaga kita…

Semoga selalu ada cinta dihati kita…

Cinta karena Rabbuna… Allah swt.

Aamiin… Allahuma Aamiin…

“Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata- katanya menambahkan ilmu agama. Melihat gerak- geriknya teringat mati.

Sebaik-baiknya sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik-baiknya tetangga di sisi allah ialah orang yang terbaik terhadap tetangga nya.” (HR. Hakim)”
“SIAPAKAH YANG PANTAS DISEBUT SAHABAT ??
Yang mengajakmu makan malam di cafe ?

Yang selalu berada disebelahmu ketika foto narsis ?

Yang ikut sedih ketika kamu di putusin pacar kamu ?

Yang mengunjungimu ketika dalam keadaan bete dan bosan ?

Baiklah, itu adalah sahabat terbaik versi kita. Namun dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan Manusia yang pantas disebut sahabat dan saudara adalah :

“Yang membantumu dalam kebaikan dan menasehatimu dalam keburukan serta bersabar didalamnya…”

Yang mengajak kita shalat berjama’ah, yang memberikan contoh untuk kita melakukan kebaikan, yang menasehati jika kita berbuat salah, yang menjawab kegalauan kita, yang mencegah kita berbuat maksiat, yang membangunkan kita disaat kita telat tahajud, yang mengingatkan kita disaat kita lupa dhuha, yang mengajak kita untuk kita semangat puasa sunnah, yang memotivasi kita untuk membaca Al-Qur’an.

Sahabat yang mengingatkanmu tentang hal baik ini, itulah sahabat terbaikmu, Sahabat Sejati, Sahabat Fillah.

“Sahabat terbaik bukanlah orang yang selalu membenarkanmu. Tetapi sahabat terbaik adalah orang yang membuat kamu benar.”

(Sayyidina Ali r.a)

Sahabat bukan dia yang siap membelamu didepan meski kau salah. Menutupi kesalahanmu dan membiarkanmu dalam kesalahan itu, sehingga kau selalu merasa benar. Ingat… Sahabat sejati adalah dia yang tahu bagaimana caranya mengajarimu kebenaran dengan cara yang ikhsan.

Menasehatimu saat engkau salah dan memotivasi saat engkau futur…Masya’Allah…

Sulit mungkin menemukan sahabat sejati seperti ini. Tapi, selama kita suka berbuat baik pada orang lain. Insyaa Allah, Allah akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang baik…

Aamiin Allahumma Aamiin.
Rasulullah pernah ditanya,”Seperti apakah orang yang bisa dijadikan teman baik?”, “Teman yang baik adalah Dia yang membantumu untuk selalu mengingat Allah dan mengingatkanmu ketika kamu melupakan Allah” jawab Rasulullah.  “Sesungguhnya orang yang senantiasa mengingatkanmu untuk selalu takut kepada Allah adalah teman sejatimu yang lebih berharga dari apa pun di dunia ini”. 

(Abu Maryam).
“APABILA PENGHUNI SYURGA TELAH MASUK KE DALAM SYURGA LALU MEREKA TIDAK MENEMUKAN SAHABAT-SAHABAT MEREKA YANG SELALU BERSAMA MEREKA DAHULU DI DUNIA. MAKA MEREKA PUN BERTANYA KEPADA ALLAH SWT, ‘YA RABB, KAMI TIDAK MELIHAT SAHABAT-SAHABAT KAMI YANG SEWAKTU DI DUNIA SHOLAT BERSAMA KAMI, PUASA BERSAMA KAMI DAN BERJUANG BERSAMA KAMI’, MAKA ALLAH BERFIRMAN ‘PERGILAH KE NERAKA, LALU KELUARKAN SAHABAT-SAHABATMU YANG DI HATINYA ADA IMAN WALAUPUN HANYA SEBESAR ZARRAH’

 (HR. IBNUL MUBARAK DALAM KITAB AZ-ZUHD).
Juga, Imam syafi’i berkata:

“Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan Kepada Allah Swt, maka peganglah dia erat-erat jangan sampai kau lepaskannya.Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”.
PERHATIKANLAH DENGAN SIAPA KITA BERTEMAN* !

❅https://t.me/MuliaDenganSunnah

Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

📋 Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman. ( HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)

📜 Imam Qotadah -rohimahullah- berkata :

️”Sesungguhnya kami, demi Allah, tidaklah kami melihat seseorang yang berteman dengan orang lain kecuali dia (akan menjadi) serupa dan semodel dengan (teman)nya.

Oleh sebab itu bertemanlah dengan orang-orang sholih dari kalangan hamba-hamba Allah, mudah-mudahan kamu sekalian bersama mereka atau (menjadi seperti) mereka.”

📚 (Al-Ibaanah 2/477)
Sudah dapat dipastikan, bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang.
📜 Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali berkata :

ابحث عن الخليل المؤمن :

✳ Carilah teman dekat mukmin yang :

١. يساعدك على طاعة الله

1. Yang menolongmu dalam ketaatan kepada Allah.

٢. ويحفزك على الخير

2. Yang memberi semangat kepadamu untuk berbuat kebaikan.

٣. ويحذرك من الشر

3. Yang memperingatkanmu dari keburukan.

٤. ولا تنال منه إلا الخير

4. Dan yang engkau tidak mendapatkan darinya kecuali kebaikan.

📗 Al-Majmu’ Ar-Raaiq – 28

Memilih teman yang buruk akan menyebakan rusak agama dan penyesalan pada akhirnya….

Maka jauhilah teman-teman yang buruk….

📜 Nasehat Malik bin Dinar di mana ia berkata,

كُلُّ جَلِيْسٍ لاَ تَسْتَفِيْدُ مِنْهُ خَيْرًا فَاجْتَنِبْهُ

“Setiap pertemanan yang tidak mendatangkan kebaikan apa-apa bagimu, maka jauhilah.”

📗Hilyatul Auliya’, 1: 51, dinukil dari At Tadzhib Al Mawdhu’iy li Hilyatil Auliya’, hal. 471

🔖 Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kita dan keluaraga kita dari pengaruh teman-teman yang buruk dan mengumpulkan kita bersama teman-teman yang baik. Wallahul musta’an.

Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin ‘Abdullah berkata; Aku mendengar Abu Burdah bin Abu Musa dari bapaknya radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap”. 

{HR. Bukhari)

Sahabat Dunia-Akhirat

Banyak sahabat?

Banyak pertemanan?

Berapakah jumlah yang engkau miliki? 

5 orang? 

20 orang? 

30 orang? 

Atau 100 orang? 

Atau bahkan hingga lebih dari 1000 orang? 

Sebanyak apapun teman yang engkau miliki, atau yang engkau akrab dengan mereka, tetapi JIKA;

Tidak ada satupun yang mengajakmu dalam kebaikan,

Tidak satupun yang mengajakmu serta mengingatkanmu “hijrah” kearah yang lebih baik,

Tidak satupun yang mengajakmu mengenal sunnah-sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam yang disampaikan dalam riwayat hadits-hadits shohihnya,

Tidak satupun yang mengajakmu berangkat ke kajian untuk menuntut ilmu agama,

Tidak satupun mengingatkanmu untuk menegurmu mnunaikan sholat.

Bahkan tidak satupun yang mengajakmu ingat kepada Allah. 

Jika benar demikian, ketahuilah bahwa persahabatan itu sebenarnya dalam kondisi yang tidak baik, meskipun kalian memandangnya baik (baik itu dengan alasan hobi, kesenangan dan lainnya), karena persahabatan tersebut hakikatnya hanya akan menjadikan permusuhan bagi kalian di hari kiamat.

Allah berfirman : 

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ 

“Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (Qs. Az-Zukhruf 67) 

Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya.” (Tafsir Ibnu Katsir).

Mari belajar menjadi teman yang baik..

Saling mencintai karena Allah.

Sahabat: Sepotong Kisah Tentang Kita

Kisah dua orang yang telah bersahabat begitu dekat. Bersahabat dekat bukan berarti tidak ada masalah yang akan mereka temui didalam hubungan itu. Sulit untuk menggambarkannya, mereka bersahabat namun terkadang mereka terlihat seperti bermusuhan, saling menyakiti satu sama lain, baik sengaja maupun tidak, namun mereka saling menyayangi dan tidak ingin berpisah sama sekali, ini aneh tapi nyata.

Ego sering menumpahkan air mata dari keduanya. Mereka selalu mempertahankan ego  mereka masing-masing walau pada akhirnya pasti ada salah satu diantara mereka yang harus mengalah dengan air mata mengalir.

Banyak masalah yang mereka berdua hadapi, mengapa? Karena mereka berdua mempumyai kepribadian yang bertolak belakang. Hal itu sering membuat mereka bertengkar dan mempertahan ego mereka, namun apabila diantara keduanya tidak ada yang mengalah maka hubungan itu akan terputus, mereka tidak akan bersabat lagi.

——————————————————-

Senja mulai menampakan wajahnya, tanda sebentar lagi akan Maghrib, terdengar ada yang mengetuk pintu kostku dari luar, bisa kutebak siapa orangnya karena bunyi langkah kakinya yang tidak asing lagi bagiku, hah, ternyata ia pamit pulkam, aku agak kaget karena bagiku itu benar-benar suatu hal yang tiba-tiba. Dia hanya pamit pulang kampung untuk 1-2 hari, aku tiba-tiba merasa sedih, tidak seperti biasanya, ya, ini yang pertama kalinya aku merasa sedih ketika ia pergi, padahal aku tahu ia akan kembali, namun aku merasakan something different. Akhirnya aku dapat memahami perasaannya ketika kita sedang bersama kemudian berpisah untuk beberapa hari, ya rindu.

Ia pamit, dan betapa hebatnya aku menahan airmata yang sudah menggenang ditelaga mata, namun aku bisa menahannya agar tidak menganak sungai, namun ketika ia pergi (naik angkot) dan melambaikan tangan kepadaku, air mataku langsung menitik secara bersusulan yang tak mampu kubendung lagi, baru satu detik mobil berlalu aku sudah merindukannya, Akhirnya aku paham perasaan rindunya juga. Aku duduk dipintu kost ku menunggunya naik angkot, dan setelah ia pergi, yang aku rasakan ketika masuk kembali kekamarku adalah merindukannya, tak kusadari bahwa dari tadi pipiku dihiasi oleh kristal bening yang bagiku sangat berharga itu,  oh man, what is happening to me??? I guess i will miss her when i want to praying.

And the last, I wish : she misses me too at the same time i miss her. Always and Forever.

She is the four-leaf clover that i have.

I love you my Khalilah.
Saturday on Feb, 11th 2017 

05:44 p.m

——————————————————

She’s my 🍀

Ku tak tahu mengapa saat kumulai coretan ini, keristal beningku yang berharga mulai terasa hangat mengalir turun perlahan dikedua pipiku yang belum juga kering dari whudhu yang kubasuh beberapa saat yang lalu (sambil menunggu adzhan, sekarang baru ngaji yang terdengar diMasjid). Entahlah apa yang aku rasakan, aku tidak tahu apa yang harus aku jelaskan dan bagamaina aku harus menjelaskan sedangkan aku sendiri tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan dan yang aku alami saat ini. Namun pada intinya, hanya ada 1, aku takut rasa sayangnya terhadapku berubah, mengapa aku takut ia berubah? Hanya ada 1 jawaban, aku tidak mau kehilangan dirinya, dan jika pada suatu hari berubah, aku ikhlas karena Allah, mungkin itu adalah kehendaknya, aku hanya perlu tetap berjalan, tetap melangkah maju. Namun karena saat ini kita masih bersama, aku hanya bisa berdo’a semoga kita selalu seperti ini selama-lamanya. Aku tidak ingin pengganti dirinya, dan aku juga tidak mau tergantikan baginya. Aku mau hanya kita berdua. Berdua saja. Tidak mau ada yang pergi, dan tidak mau ada lagi selain kita berdua yang datang. Semoga tetap berdua, namun apabila Allah berkehendak lain,  dari berdua bisa bertambah namun,,, Mudah-mudahan tidak berkurang. Aamiin ya Allah.

​Tegarkanlah Hatimu

Ketika pedulimu sudah tidak dihargai. Tak ada alasan bagimu untuk terus menangisi. Ketika pedulimu sudah tak dianggap. Tak ada alasan bagimu untuk tetap berharap. Ketika pedulimu sudah dicampakkan. Tak ada alasan bagimu untuk tetap bertahan. Ketika pedulimu sudah dibuang. Tak ada alasan bagimu merasa bimbang. Ketika pedulimu sudah tak diharap. Tak ada alasan bagimu untuk terus meratap. Hidup terlalu singkat jika hanya untuk berharap. Mengharapkan orang yang sudah tidak peduli adalah sebuah kesia-siaan. Memikirkan orang yang sudah tidak peduli adalah sebuah kerugian. 
¤ Tergarkaah hatimu, Lapangkan dadamu. Bukankah dunia diluar sana masih luas?  Bukankah diluar sana masih banyak hati yang masih ingin peduli?

Maafkan Aku, Sahabat

Memory:

March, 19th 2017

Dear True Friend.

Akulah duri yang selalu melukaimu, kata-kataku adalah belati berbisa yang selalu menyayat hatimu. Aku minta maaf atas semunya walau aku Aku tidak pantas menerima maaf darimu. Aku merasa tingkah lakuku biasa-biasa saja, namum aku tak sadar hal itu menghancurkan perasaan orang lain, dan ketika aku sadar akan hal itu, aku sama sekali tidak menghiraukannya. Tidak ada yang mampu merubahku, hanya aku yang bisa melakukannya, namun aku kalah jauh dengan diriku sendiri. Sungguh diri ini adalah musuh terhebat yang pernah aku hadapi. Aku bertingkah laku asing bagimu, kau anggap aku berubah, namun ketahuilah, saat itu aku hanya sedang menyamar, aku harus memakai topeng orang lain untuk mewujudkan suatu tujuan. Aku tidak memperdulikanmu, aku mencapakanmu, aku mengabaikanmu, namun dibalik ketidak pedulianku itu, tahukah kau berapa butiran air mata yang sudah ku jatuhkan? Hanya Allah yang tahu berapa banyak bulir bening hangat yang membasahi pipi. 

Aku menahan air mata didepan kran yang aku biarkan airnya terus mengalir, aku tidak ingin membiarkan airmata buaya ini membatalkan wudhunya, namun aku kalah, ketika aku membasuh wajah, air matamu bercampur dengan air itu, aku terpaksa harus mengentikan wudhuku untuk beberapa saat, kemudian aku berwudhu dengan sempurna untuku menunaikan kewajiban. Tak sanggup kubendung air mata saudariku, sajadah dan tasbihku menjadi saksi bisu yang hanya menatapku dalam diam. Aku hanya menunggu hari istimewah itu, ide ini kudapat dari Rizkiah adikku. Dan hal ini membunuhku, betapa lamanya tanggal 03 April itu, aku takut hal ini merenggut nyawaku sebelum hari itu tiba. 

Apapun yang terjadi, jangan pernah membenciku, jangan, aku mohon walau aku tahu aku pantas dibenci bahkan dimusnahkan dari hidupmu. Aku yakin Allah punya rencana mempertemukan kita dengan kepribadian yang sangat bertantangan ini. Aku yakin kau adalah orang terpilih yang sengaja dikirimkan Allah untukku, kau adalah saudaraku walau kita dikeluarkan dari pintu rahim yang berbeda. Apapun yang terjadi, kita adalah sahabat, you are as special as my family.

I am only  human, not an angel not a devil, I am just a human.

​Sahabat Setia

Dear sahabat…

Sahabatku yang sangat aku sayangi, sebuah hadiahku dari sang maha penyayang, Aku tidak tahu lagi dengan cara apa aku harus meminta maaf kepadamu atas kesalahan-kesalahanku, ketidakpedulianku, keegoisanku, semua tindakan yang aku lakukan yang telah menyayat dan mencabik menggores habis hatimu yang hampir setiap hari ia selalu selelubungi darah karena luka dan sakit serta perihnya mampu menguras air matamu, lukanya yang belum kunjung sembuh, kulukai lagi dengan sebab yang sama. Ribuan maaf yang aku lontarkan dari bibirku terasa tidak akan sebanding dengan air matamu yang telah menghujani bumi. Ketahuilah bahwa setiap bulir air matamu yang sempat singgah dimataku, maka ia selalu bersemayan dalam hati dan pikiranku, aku tidak ingin melihat deraian air mata itu, rasanya bagai ribuan samurai menghujam qalbuku. Tapi mengapa aku tetap melakukan kesalahan yang sama? Egois. Aku cuma punya satu permintaan, tetaplah menjadi sahabatku, sahabat dunia akhirat. Tapi jika memang kau ingin pergi, maka aku akan meralakan dan aku akan memimta ampun kepada sang Rabb. Mungkin kepergianmu adalah karma bagiku, mungkin lewat kepergianmulah Allah membalasku. Maafkan aku sahabat, wahai yang aku sayangi. Maafkan aku jika tidak bisa menjadi seperti yang kau harapkan. Mohon mengertilah bahwa aku berusaha berubah namun hal itu menyiksaku. Aku hanya menunggu hidayahnya datang menghampiri, namun bagaimana jika Hidayah yang aku nanti-nantikan itu takan pernah menampakan wajahnya? Berikan sedikit untukku perasaanmu itu, ajarkan aku pengorbanan dan kekokohan. Agar aku juga bisa menyayangi orang lain. 

Dengan segala kelakuanku yang telah menghancur leburkan hatimu, masihkah engkau percaya jika aku mengatakan bahwa aku menyayangimu? Semua terserah padamu, namun ketahuilah bahwa aku sangat menyayangimu, sayangku kepadamu berbeda dengan sayangku kepada orang lain. Maafkan aku yang terlihat tak peduli kepadamu, namun ketahuilah bahwa dalam diamku aku memikirkan dan merindukanmu. Sadar atau tidak, cuek dan ketidakpelulianku adalah tipikalku, sangat sulit untuk aku lenyapkan, saat aku siap nanti aku akan merubahnya, aku yakin aku bisa jika Allah menolongku. Bukankah Allah yang membolak-balikkan hati manusia?  Kuharap sebesar apapun kesalahanku dan sampai kapanpun, maafkanlah aku. Seandainya kau mengerti bahwa “akulah tandus seribu tahun kemarau yang sedang menunggu disuguhkan air hujan, jangan lagi kau jauhkan mendung yang datang menghampiri, Aku hanyalah si fakir yang hina di mata Allah, yang tak mempunyai kerajaan cinta, namun aku selalu dan selamanya mensyukuri segalanya yang telah Allah berikan padaku, salah satunya adalah kamu”. Aku selalu terjaga dalam pelukan sayap malam yang meranggang, seakan akan malam tak mengizinkan aku tidur dan membiarkanku berpikir tentang banyak hal hingga dekapan mesra nan lembut sang embun pada daun talas terlepas perlahan, aku akan tetap terjaga dari tidurku. Bisakah kau menjawab mengapa Allah mempertemukan kita? Mengapa, hanya untuk membuatmu menangis? Sejauh ini mungkin hanya kamu dan Allah yang mengetahui seberapa banyak pipimu dibasahi butiran bening yang mempunyai loyalitas untuk selalu menemani dan menghiasi kesedihanmu.

Aku tahu kau merasa tersakiti karena kelakuan dan lisanku.  Tidak ada yang mengerti aku melainkan Aku dan Sang Rabb. Setauku, bukan namanya sahabat bila diantara kita masih ada yang merasa tersakiti, dan rasa sakit itu ada karena kita memiliki ego masing2, dan akulah orang yang paling meninggikan egoku dan tidak memperdulikan orang lain, bahkan keluargaku sekalipun. 

Aku tidak bermaksud menyakiti, tapi karena kau terlalu peka kepada perasaan sehingga kau merasa tersakiti. Bukan sahabat namanya bila masih ada air mata diantara kita yang bukan merupakan air mata haru atau air mata bahagia, jadi dengan kelakuanku yang menghancurkan hatimu mulai dari pecahan, kepingan, hingga serpihan, masihkah kau anggap aku sebagai sahabatmu? dan jawaban darimu yang pastinya adalah “ya”, karena jawabanmu itu sesuai dengan makna sahabat yang kau buat berdasarkan apa yang kau alami.

sahabat adalah:

Seseorang yg sering membuat mu menangis dngan tingkah dan perkataannya. Seseorang yang mngetahui klemahan mu dan mncoba untuk terus melakukan itu. Seseorang yang tidak memperdulikan mu di saat sedih mu. Seseorang yang selalu ingin membuat mu merasa kecewa dan ingin slalu melihat airmatamu. Seseorang yg bahagia diatas kesedihanmu dan seseorang yang akan sedih melihat kamu bahagia. Dan persahabatan adalah suatu hubungan atau ikatan antara dua orang atau lebih yang slalu saling mnyakiti. Dan hanya cinta dalam persahabatan yg mampu merubah defenisi ini”.  

Terima kasih 4 tahun bertahan dengan sikapku yang jahat. Terima kasih masih setia menyayangiku sampai detik ini. Terima kasih karena kamu tidak pernah pergi meninggalkanku. Allah benar-benar menghadiahkan kepadaku “Kamu”. Mari kita tetap bersahabat, didunia ini sampai diakhirat kelak. Semoga Allah menyelamatkan kita bersama orang-orang kita sayangi. Semoga Allah mempertemukan kita lagi. Semoga Allah memberikan yang terbaik dan merencanakan sesuatu yang terbaik untuk kita. Aamiin.

I love u my Hubban Limaanan… ummmuach……
Yang selalu menyakitimu dan meminta maaf darimu,

Ririn Yastiawijaya Az-Zahra