Bibit (Sumber) Dari Segala Sesuatu

Kisah Teladan Islami

Diriwayatkan bahwa Kaisar Romawi menulis surat kepada Ma’awiyah binAbi Sufyan yang dibawa oleh seorang utusan. Isi surat tersebut:”Beritahukan kepada saya tentang suatu yang tidak ada kiblatnya(pengimaman), tentang yang tidak punya ayah, tidak punya keluarga(ibu-bapak) dan orang yang dibawa-bawa oleh kuburannya. Juga tentangtiga makhluk yang tidak dicipta dalam rahim, tentang sesuatu,setengahnya dan yang tidak terbilang. Kirimlah kepadaku dalam botolsuatu bibit (sumber dari segala sesuatu)”. 
Ma’awiyah r.a. kemudian mengirimkan surat dan botol tersebut kepadaAbdullah Ibnu Abbas r.a., pakar dan tokoh ulama fikih agar menjawabsurat itu. 
Ibnu Abbas r.a. menjawab sebagai berikut: “Yang tidak punya kiblat (pengimaman) adalah Ka’bah. Yang tidak punya Ayah adalah Isa as. Yangtidak punya keluarga (ayah-ibu) ialah Adam as. Yang dibawa-bawa olehkuburannya ialah Yunus as yang ditelan oleh ikan hiu. 
Adapaun tiga makhluk yang tidak dicipta dalam rahim ialah domba NabiIbrahim as., unta betina Nabi Saleh as., dan ular Nabi Musa as.. 
Adapun ‘sesuatu’ itu ialah orang berakal yang menggunakan akalnya.Setengah (separo) dari sesuatu ialah orang yg tidak berakal tetapimengikuti pendapat orang-orang yang berakal. Adapun yang tidakterbilang (apa-apa) ialah orang yang tidak berakal dan tidak maumengikuti pikiran orang-orang yang berakal. 
Kemudian, beliau mengisi botol sehingga penuh dengan air dan berkata,”Air adalah bibit (sumber) dari segala sesuatu.” 

Jawaban surat Ma’awiyah dikirimkan kepada Kaisar yang menanggapinyadengan penuh kekaguman.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

KEMANAPUN KITA PERGI, RIZKI AKAN MENGHAMPIRI KITA.

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang atur.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi “down”, saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah Saw berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. 

Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. 

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf.

Sahabat gembira. 

Abdurrahman bin Auf r.a pun gembira.

Semua happy!

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.

Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab…berharap

jatuh miskin!
MasyaAllah..hebat.

Coba kalau kita? 

Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.

Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun.. Subhanallah..Rencana Allah itu memang terbaik..

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Allahuakbar..

Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:

“Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian ” (Qs. Adz Dzariat, 22 )

Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

ALLAH Swt lah yang Memberi Rezeki.

Ibroh dari kisah ini sangat spesial buat kita, sebab ini membuat kita harus YAKIN bahwa rezeki itu dari Allah. Bukan hanya karena usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omset yang banyak.

Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat…

Semoga kisah ini dapat mensuplai kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita.

Semoga bermanfaat.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

KEMANAPUN KITA PERGI, RIZKI AKAN MENGHAMPIRI KITA.

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang atur.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi “down”, saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah Saw berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. 

Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. 

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf.

Sahabat gembira. 

Abdurrahman bin Auf r.a pun gembira.

Semua happy!

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.

Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab…berharap

jatuh miskin!
MasyaAllah..hebat.

Coba kalau kita? 

Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.

Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun.. Subhanallah..Rencana Allah itu memang terbaik..

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Allahuakbar..

Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:

“Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian ” (Qs. Adz Dzariat, 22 )

Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

ALLAH Swt lah yang Memberi Rezeki.

Ibroh dari kisah ini sangat spesial buat kita, sebab ini membuat kita harus YAKIN bahwa rezeki itu dari Allah. Bukan hanya karena usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omset yang banyak.

Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat…

Semoga kisah ini dapat mensuplai kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita.

Semoga bermanfaat.

Sepenggal jejak Abu Hurairah r.a

Saudara-saudariku.

Mari kita simak kisah berikut ini: 

Suatu hari Abu Hurairah r.a. salah satu sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits, beliau beri’tikaf di masjid Nabawi masjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW di kota madinah. Saat itu Abu Hurairah sangat senang sekali karena melihat ada seorang laki-laki yang sedang duduk berdo’a kepada Allah di dalam masjid tersebut. 

Setelah Abu Hurairah melihatnya, ternyata orang itu sedang bersedih. Abu Hurairah pun menghampirinya. Menanyakan apa yang menyebabkan ia bersedih. Setelah mengetahui masalah yang menimpanya, Abu Hurairah pun menawarkan bantuan kepadanya.

Wahai saudaraku ”Mari kita keluar, aku akan membantumu, aku akan membantu menyelesaikan masalahmu.”

Orang laki-laki itu bertanya, Apakah kamu akan meninggalkan i’tikaf demi menolongku.

Abu Hurairah menjawab, ”Ya. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, bahwa seorang mukmin yang mau memenuhi kebutuhan saudaranya (mau menolong saudaranya, itu lebih baik daripada beri’tikaf di masjidku ini (masjid nabawi) selama satu bulan” (hadits riwayat thabaranii).

Rasulullah SAW bersabda:

خير الناس أنفعهم للناس

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Imam Ahmad, dan Dishahihkan Al Albani)

Jadi, seorang muslim yang paling baik adalah yang paling bermanfaat untuk umat, yang suka menolong saudaranya, suka membantu menyelesaikan masalah saudaranya.

Tidak dibatasi siapapun Muslim itu, di manapun ia berada, apapun profesinya, semuanya dihasung untuk memberikan manfaat kepada saudaranya. Seorang Muslim bukanlah manusia egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Akan tetapi, seorang muslim adalah manusia yang peduli dengan orang lain dan suka membantu saudaranya.

Seorang Muslim yang menjadi pedagang misalnya, tujuannya bukan sekedar mencari untung sebesar-besarnya, tapi tujuannya atau orientasinya adalah bagaimana ia memberikan manfaat kepada orang lain, membantu orang lain memperoleh apa yang mereka butuhkan.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya.

Kita berharap, kita berdo’a kepada Allah, mudah-mudahan Allah memberi kemudahan kepada kita untuk menjadi muslim yang suka membantu dan menolong saudara-saudaranya.

*Aamiin ya Rabbal aalamiin*