My Diary: Wajah Asli Orang Baik

By: Ririn Yastiawijaya

Apa kalian punya banyak kenalan? Banyak teman? Aku yakin jawaban kalian pasti “Iya”. Aku pun sama. Punya banyak kenalan, terlebihnya lagi… “teman”, bahkan sahabat. 

Dari sekian banyak kenalan dan teman yang kita punya, semua tampak baik. Tapi tidak semua diantara mereka baik seperti apa yang kita lihat dari luar mereka. Diri mereka yang sebenarnya, sifat mereka yang sesungguhnya akan terlihat jelas disaat kita dalam masalah. Diantara mereka ada yang ketika kita dalam kedaan senang, mereka turut tertawa bahagia bersama kita. Namun ketika kita dilanda masalah, mereka menghilang begitu saja atau lari dengan beribu alasan. Mereka tidak ingin menyertai kita yang sedang dalam masalah walaupun mereka tahu kita sedang butuh bantuan mereka.

Diantara banyaknya mereka, disaat kita dalam masalah, pasti dan selalu ada setidaknya 1 diantara mereka yang tetap tinggal dan tidak lari menjauhi kita. Itulah mereka yang berhati emas yang Allah kirimkan untuk kita. Mereka adalah salah satu bentuk rahmat Allah. Allah membantu kita melalui perantra orang-orang yang berjiwa lembut nan mulia. Sangat jarang ada orang seperi ini. Dan aku membuktikan hal itu berulang-ulang kami dalam kondisi, waktu dan tempat yang berbeda-beda. Selalu adalah pahlawan-pahlawan setia yang terpercaya. 

Orang yang kita anggap sangat dengan dengan kita setelah keluarga adalah SAHABAT. Tapi apa yang akan kita lakukan jika kita mendapati sahabat kita tidak memperlakukan kita sebagai sahabatnya? Bagaimana jika hanya dibibirnya saja dia mengatakan “kasihan” disertai ekpresi wajah yang menunjukan rasa perhatian namun no action sebagai seorang sahabat? Apa kalian pernah mengalam hal itu? Aku pernah. Dan bagiku itu masalah. Aku bukannya dikasih solusi malah dikasih masalah baru. 

Dalam keadaan seperti itu aku menjadi bingung untuk berbuat apa agar bisa mengatasi malasah yang tengah menggangguku itu. Namun, dalam keadaan bingung seperti aku, aku tetap dan selalu menanti pertolongan Allah menghampiriku. Entah sekarang, 1 jam lagi, besok, satu tahun lagi, kapanpun itu aku akan selalu menanti karena aku tahu setiap masalah yang Allah beri, selalu Allah sediakan solusinya. Setiap kesulitan yang Allah beri, selalu disertau dengan kemudahan. Dan aku telah membuktikanya dan melihat serta mendengar banyak tentang bukti-bukti itu.

Kembali ke ceritaku. Diaat aku menunggu kabar baik dari Allah semesta alam, tiba-tiba Allah memberiku alarm. Tanda bahwa solusi telah Allah hadirkan. Ternyata… titik terangnya tidak jauh dariku. Alhamdulillah. Memiliki mereka dalam hidup ini adalah salah satu dari sekian banyaknya tanda yang tak mampu aku angkakan bahwa Allah yang maha penyayang sangaaaaat sayang dan peduli padaku. Ya, Allah tuhan semesta alam tidak pernah membiarkanku sendiri dan tidak permah meninggalkanku. Allah, tempatku bergantung, meminta, bersimpuh, bercerita, mengadu dan… tempat aku… PULANG. Semoga Allah merahmati dan meridhaiku serta orang-orang yang menyayangiku. Alhamdulillahirrabbil ‘aalamiin.

Kembali ke cerita. Ketika aku bertanya “Siapa yang bisa menolongku?” Allah menahan jawabanNya untuk melihat seberapa jauh aku bersabar dan seperapa dalam aku berharap padaNya. Setelah itu Allah menjawab pertanyaanku pada wakti yang telah Dia kehendaki. Aku akhirnya punya solusi dan solusi ini solusi terbaik dalam kesulitan yang tengah aku hadapi. Aku memang tidak berharap pada manusia, tapi aku berharap hanya kepada Tuhanku, Allah subhana wa ta’ala. Dan Allah menolongku melalui mereka. Tentu saja Allah menyediakan mereka untukku. Untuk membantuku menuntaskan masalah yang tengah aku hadapi. Dan mereka itu… mereka termasuk pahlawanku, pertolongan yang Allah kirimkan untukku. Itulah mengapa, mereka sangat special bagiku. Memikirkan tentang mereka adalah sesuatu yang menyejukan hati dan menentramkan jiwa. Mereka terlalu indah dan luar biasa. Siapa saja yang mengenal mereka akan merasakan apa yang aku rasakan. Alhandulillah, segala puji hanya bagi Allah yang maha besar, maha tinggi. Tuhanku dan tuhanmu, tuhan kita semua, Allah yang maha esa.

Kadang, aku selalu merenungi apa yang telah mereka lakukan terhadapku. Aku berpikir, banyak orang di sekitarku. Yang tampak ramah dan baik hati, tapi palsu. Beda dengan orang-orang special berhati emas itu. Hidup mereka sangat seherhana namun mereka kaya hati, mereka bertaqwa kepada Allah. Mashaa Allah. Itulah mengapa Allah memberikan mereka hati yang sangat jernih dan indah. Itulah mengapa ada yang lebih kaya dan yang lebih mampu membantuku itu memilih mengabaikanku, tidak peduli padaku demi urusan pribadi mereka, urusan duniawi mereka. Mereka tahu aku dalam kesusahan, namun mereka menutup mata dan telinga serta perasaan mereka dan pura-pura tidak tahu.

Melihat perlakuan heroes yang Allah kirimkan itu membuat bibirku tersenyum sambil jiwaku berbahagia dan bersyukur telah Allah beri aku ujian ini sehingga aku bisa bertemu orang-orang berhati emas itu. Mendengar suara mereka dan melihat mereka serta memiliki mereka adalah bentuk kebahagiaan serta kenikmatan tersendiri bagiku dan tentunya semua itu telah Allah gariskan untukku, untuk hidupku.

Mereka menolong tanpa diminta terlebih dahulu, mereka menolong tanpa mengharap imbalan, mengapa? Karena mereka menolong karena Allah. Mereka tahu Allah maha melihat apa yang telah mereka kerjakan dan mereka tahu bahwasanya janju Allah adalah benar.

Cukup Allah saja bagiku. Dan cukup orang-orang luar biasa yang Allah hadiahkan untukku dan aku tidak butuh yang lain lagi. Lewat mereka Allah penuhi kebutuhanku. Dan Allah selalu memberikan apa yang aku butuhkan bahkan sebelum aku meminta. Alhamdillah.

Semoga Allah merahmati dan meridhaiku, mereka, orang-orang yang menyayangi kami dan kalian para pembaca. Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin. Aamiin Allahumma aamiin.