KEISTIMEWAAN SHOLAT SUBUH

Motivasi Hijrah Indonesia

SHALAT SUBUH SUNGGUH ISTIMEWA*

1. SHALAT SHUBUH MENJADI TAMENG DARI NERAKA*

_Rasulullaah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :

لا يلجُ النارَ من صلى قبل طلوعِ الشمسِ وقبل غروبها

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (H.R. Muslim no. 634)

2. SHALAT SHUBUH SALAH SATU PENJAMIN SURGA*

_Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :_

مَن صلَّى البردَينِ دخَل الجنةَ .

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR Bukhari, 574 – Muslim, 635)

3. SHALAT SHUBUH DAPAT PAHALA SEPERTI SHOLAT SEMALAMAN

_Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :

من صلى العشاءَ في جماعةٍ فكأنما قام نصفَ الليلِ . ومن صلى الصبحَ في جماعةٍ فكأنما صلى الليلَ كلَّهُ

“ Barangsiapa yang shalat isya’ berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR Muslim. 656)

4. SHALAT SHUBUH MENDAPAT JAMINAN KESELAMATAN

_Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :

من صلى الصبحَ فهو في ذمةِ اللهِ . فلا يطلبنَّكم اللهُ من ذمتِه بشيٍء فيُدركُه فيكبَّهُ في نارِ جهنمَ

“Barangsiapa yang shalat shubuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahanam.” (HR Muslim, 163)

5. BERCAHAYA DI HARI KIAMAT

_Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :_

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (Isya’ dan Shubuh) menuju Masjid, dengan cahaya yang sangat terang pada hari Kiamat kelak.”(HR Ibnu Majah – Tirmidzi)

​Enam Amalan Pagi Hari yang Membuat Hidup Lebih Berkah

TIDUR pagi, memang terasa mengenakkan, terutama bagi mereka yang memang tak bisa mengelakkannya. Usai Subuh, kepala langsung terasa berat dan hati pun seolah mendesak agar badan segera rebah dan secepat mungkin memejamkan mata.

Mungkin wajar, membuat kondisi tubuh memang lejar. Tetapi, jika tanpa sebab, lantas setiap pagi melenakan diri dengan tidur, aduhai betapa ruginya.

Sedang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam setiap pagi hari memanjatkan doa untuk umatnya. 

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

 “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka.” (HR. Tirmidzi).

Artinya, pagi bukan saatnya untuk berleyeh-leyeh, apalagi kembali pulas mendengkur. Oleh sebab itu, mesti ada niat dan ikhtiyar kuat dalam diri agar kita tidak termasuk umat Islam yang kehilangan berkah, justru di awal suatu hari bermula.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, 

“Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.”

Rasulullah menjelaskan, barangsiapa yang tidak bagun di pagi hari,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : { يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ إِذَا نَامَ بِكُلِّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْكَ لَيْلًا طَوِيلًا فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عَنْهُ عُقْدَتَانِ فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتْ الْعُقَدُ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَ إِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ}.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Setan akan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian saat tidur dengan tiga ikatan ia akan membisikkan kepadamu bahwa malam masih panjang, jika ia terbangun lalu berdzikir pada Allah lepaslah satu ikatan, jika ia berwudlu maka lepaslah dua ikatan, dan jika ia melanjutkan dengan sholat, maka lepaslah seluruh ikatan itu, sehingga pada pagi harinya ia mulai dengan penuh kesemangatan dan jiwanya pun sehat, namun jika tidak, maka dia akan memasuki waktu pagi dengan jiwa yang keji dan penuh kemalasan.” [HR Bukhari]

Pertama, berdzikir

Dzikir pagi adalah amalan yang patut diamalkan. Karena selain membuat lebih bersemangat di pagi hari juga berdampak dimudahkan segala urusan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Dzikir pagi dibaca saat masuk waktu Subuh hingga matahari terbit. Namun boleh juga dibaca sampai matahari akan bergeser ke barat. Soal bacaan wirid, ada bermacam-macam pilihan.

Masalah dzikir pagi ini, Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” [QS. Al-Ahzaab : 41-42].

Dari Anas Ibnu Mali, Rasulullah bersabda;

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيل، وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً ”

“Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah ta’ala mulai shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku senangi daripada memerdekakan empat orang budak dari anak Ismaa’iil. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah mulai shalat ‘Ashar hingga tenggelam matahari lebih aku senangi daripada memerdekakan empat orang budak.” [HR: Abu Daawud, Al-Baihaqiy]

Kedua, tilawah Al-Qur’an

Tilawah Al-Qur’an, terlebih jika diniati untuk dibaca dengan penuh penghayatan, perenungan dan kesiapan hati mengikuti dan mengamalkan kandungannya, hal ini akan sangat membantu fokus otak dan hati untuk lebih siap menyudahi Shubuh dengan kebaikan, ilmu dan spirit iman yang lebih hidup.

Terlebih waktu Shubuh udara masih bersih, suasana belum bising dan fisik juga masih segar. Tentu hal tersebut akan memudahkan akal, hati dan emosi lebih cepat merasakan getaran, kesan dan spirit dari ayat demi ayat yang dibaca.

Bahkan, para penghafal Qur’an, memanfaatkan waktu emas ini sebagai momentum untuk muroja’ah (mengulang-ulang hafalannya). Andaikata hanya bisa tilawah selembar atau dua lembar, sebagai langkah awal, ini tentu suatu kemajuan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Ketiga, memulai beraktivitaslah

Rasulullah, tidak menjumpai pagi melainkan bergegas dalam beraktivitas.

Seperti yang Allah firmankan;

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang.” (QS. Ali Imron [3]: 121).

Jadi, tidak salah jika bangsa Arab mengenal petuah, “Waktu adalah pedang.” Kemudian dalam bahasa kita dikenal, “Siapa cepat dia dapat.” Dengan kata lain, siapa bergegas dalam beraktivitas insya Allah dia akan sukses. Sinkron dengan apa yang jamak diketahui orang, “Man jadda wajada” (Siapa bersungguh-sungguh dia dapat).

Dengan demikian, selesai sholat Subuh, selesai tilawah, jangan rebahkan badan. Tapi bangkit dan bergeraklah melakukan aktivitas mulia lainnya. Seperti menyapu rumah, mencuci piring, atau apapun yang pada intinya tubuh bisa bergerak sehingga lepas dari gelayutan mata yang memaksa diri terus mengangut.

Keempat, segerakan mandi

Kebaikan, dalam Islam hukumnya mesti disegerakan, demikian pula halnya dengan mandi di pagi hari. Andaikata jam keluar rumah terbilang masih siang, menyegerakan mandi pagi jelas tidak merugikan.

Selain akan memberikan kesegaran lebih dini, waktu untuk melakukan persiapan sebelum menjalani rutinitas harian di luar rumah, bisa dilakukan lebih awal, sehingga mencegah adanya barang tertinggal atau urusan yang terselap, termasuk terhindar dari berangkat terburu-buru. Dengan begitu, insya Allah, semua urusan akan berjalan sesuai rencana.

Kemudian, dalam tinjauan medis, mandi pagi memberikan banyak keuntungan. Mulai dari lancarnya peredaran darah, meningkatnya produksi sel darah putih, mengurangi resiko darah tinggi, serta meningkatkan kesuburan.

Kelima, beramal.

Diriwayatkan sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu berterusan . Lakukanlah ibadah (secara berterusan) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” [HR. Bukhari no. 39]

Keenam, Shalat Dhuha

Shalat Dhuha merupakan sunnah mu’akkadah, terbukti telah dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana diriwayatkan Muslim, dari hadits Aisyah radhiallahu anha, dia berkata;

( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ )

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya.”

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.”[HR Muslim]

Adalah Ibnul Qayyim Dalam Kitab Zaadul Ma’ad, (4/378) pernah berkata tentang empat hal yang akan menghampat datanganya rizki;

“Empat hal yang menghambat datangnya rizki: tidur di waktu pagi,sedikit shalat, malas-malasan dan berkhianat.”

Semoga empat hal yang dimaksud Ibnu Qayyim tidak masuk di antara kita semua. Selamat menjemput berkah pagi hari.*

#KeepIstiqomah

​9 KEMULIAAN SHOLAT TAHAJJUD

Assalamu ‘alaikum warohmatullah
Rosulullah bersabda : “Barang siapa menjaga sholat tahajud dengan sungguh-sungguh, maka Allah memberinya sembilan kemuliaan, terdiri dari lima kemuliaan didunia dan empat di akhirat.

DI DUNIA :

1. Allah jauhkan dari bencana

2. Tanda kesholehan memancar diwajahnya

3. Dicintai hamba Allah dan disegani Manusia 

4. Bicaranya jadi hikmah dan berwibawa

5. Mudah memahami Agama Allah.

DI AKHIRAT :

1. Bangkit dengan wajah penuh cahaya

2. Mudah saat di hisab

3. Seperti kilat menyambar melewati shirot

4. Menerima catatan amal dari sebelah kanan.

SUBHANALLAH….

“semoga Allah ilhamkan kepada kita dan keluarga kesenangan dan kekhusyukan dalam sholat” Aamiin ya robbal ‘alamiin

Lupa Menghormati Agamanya Sendiri.

(Sicopas dari FB, semoga bermanfaat. Aamiin ya Allah)

Akhir-akhir ini, banyak manusia yang bersikeras untuk menghormati agama lain, tapi lupa menghormati agamanya sendiri. Maksudnya?

Tentunya kita bisa melihat bahwa selama ini setiap fatwa yang dikeluarkan oleh MUI selalu mendapat kritikan dari para netizen. Tak hanya MUI, bahkan para Ustadz, para guru, para da’i dan para pemuka-pemuka agama Islam lainnya, apabila mereka memberikan nasehat dan menyampaikan ajaran agama, jarang ada yang sami’na wa atho’na (kami mendengar, kami taat). Ada saja protes yang dilontarkan. Contoh terbaru adalah ketika para ulama melarang umat Islam untuk mengucapkan selamat natal. Larangan ini bukan tanpa dasar, banyak dalil yang menjadi rujukan mereka dalam mengeluarkan fatwa tersebut. Tapi apa kata netizen? “Tapi kan ini, tapi kan itu.” Mereka sibuk menepis fatwa ulama, bahkan tak sedikit yang membantah tanpa ilmu & hanya mengandalkan nafsu.

Kebanyakan dari mereka selalu mengatasnamakan toleransi. Mereka bersikeras melawan ulama, dengah dalih demi ‘menghormati’ umat agama lain. 

Menurut saya ini lucu. Mereka berteriak-teriak tentang menghormati umat agama lain, namun di saat yang sama mereka malah tidak menghormati agama mereka sendiri dengan membantah & mengolok-olok fatwa ulama.

Sungguh ironis moral umat Islam di Indonesia saat ini. Mereka yang mengaku Muslim, malah lebih mengutamakan untuk ‘menghormati’ umat agama lain daripada menghormati para ulama.

Padahal, sebagai seorang Muslim, jika kita benar-benar ingin bertoleransi, maka bertoleransilah sebagaimana Nabi kita bertoleransi. Sangat banyak hadist yang menjelaskan bagaimana seorang Muslim berhubungan dan bertoleransi dengan non muslim. 

Tapi ngomong-ngomong, sudah berapa banyak kitab hadist yang kita baca dan pelajari? Jika belum, silakan belajar dulu. Jangan membantah fatwa ulama dengan pendapat pribadi, apalagi tanpa ada ilmu yang mumpuni. 🙂

Semoga kita, keluarga kita dan orang-orang terdekat kita, tidak termasuk orang-orang semacam ini. Aamiin.

MENGAPA MEMBACA AL QUR’AN ITU PENTING?

*)Dr Amit Daishol Fath

Mengapa membaca al-Qur’an itu penting? Karena menurut survey yang dilakukan oleh dr. Al-Qodhi.di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci al-Qur’an baik bagi yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Termasuk salah satunya menangkal berbagai macam penyakit.

Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.

Lalu, mengapa di dalam Islam, ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara ? Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.

Berikut penjelasan logisnya :

✅ Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh…

Nah… Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.

Hal tersebut artinya harus dengan suara. Maka muncullah TERAPI SUARA yang ditemukan oleh dr. Alfred Tomatis, seorang dokter di Prancis.

Sementara dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BERSUARA, Memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.

✅ Penelitian berikutnya membuktikan Sel Kanker dapat hancur dengan menggunakan FREKUENSI SUARA saja.

Dan kembali terbukti bahwa, Membaca Al-Qur’an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.

✅ Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur’an, dan disaat yang sama , Sel-sel sehat menjadi aktif. Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi.

Silahkan dilihat QS. Al-Isro’ ayat 82.

Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca al-Qur’an adalah karena menurut survey :

SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL-SEL TUBUH, ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI.

Lihat QS. 7 ayat 55 dan QS. 17 ayat 10.

Mengapa Sholat berjama’ah lebih di anjurkan? Karena ada do’a yg dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga, Dan ini bisa memgembalikan sistem yang seharian rusak.

Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan? Karena survey membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG.

Maka kesimpulannya adalah :

1. Bacalah Al-Qur’an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.

2. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan. Siapa tau kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.

Semoga bermanfaat & silahkan share.

Sumber: Akhina Al Ustad M. Syu’aib

Nah… jadiiiiii….. selain baca Qur’an membuat kita untung di akhirat seperti menjadi syafaat, manabung pahala (satu huruf 1 kebaikan dan 1 kebaikan 10 pahala. Kalo baca surat panjang ikhlas karena Allah, pahalanya Masha Allah), ternyata juga punya keuntungan untuk dunia (hidup) kita juga seperti yang sudah diuraikan diatas. Jangan malas baca Qur’an yah, saudara-saudariku. Itu untuk kebaikan kira sendiri, keuntungan kita sendiri.

Semuuuua yang Allah wajibkan untuk kita dan yang Rasululullah sunnahkan untuk kita adalah untuk kebaikan kita sendiri.

​JADILAH CANTIK DENGAN 9 KRITERIA

WANITA CANTIK MENURUT AL-QUR’AN DAN SUNNAH
1. Sentiasa menjaga pandangan agar kelihatan sopan dan terpuji (surah an-Nuur 24:31).

2. Tidak bergaul bebas dengan kaum laki-laki non mahram, kecantikan dipelihara tanpa dipertontonkan (HR. Bukhari).

3. Bertingkah laku yang sopan, tegas, dan bersahaja. (Surah al-Qoshos: 25)

4. Senantiasa berbicara dengan nada suara yang tidak dimanja-manjakan dan tidak dilembut-lembutkan (surah al-Ahzab: 32)

5. Menjauhi gaya tabarru (kecuali untuk suami) penggayaan diri yang mengganggu fitnah lelaki hingga menarik kepada dirinya(surah al-Ahzab: 33)

6. Berpakaian membawa identitas wanita mukminah (surah al-Ahzab: 59)

7. Senantiasa bersih dan berbau segar. Tidak memakai parfum (kecuali untuk suami) (HR. Bukhari)

8. Tidak mengubah ciptaan Allah seperti operasi plastik, membuat tato, mencukur alis, dan sebagainya. (Surah an-Nisa: 19, hadits bukhari, muslim, abu daud, dan at-thirmidhi)

9. Tidak meniru penampilan kaum lelaki dari cara berpakaian, berbicara serta tingkah laku (Tomboy) (HR. IbnuAbbas)

Menjemput Rahmat Allah di Waktu Pagi

@K.L

@M.N

Saudaraku, apa yang Anda pikirkan pagi ini?

Rɑsulullɑh shɑllɑllɑhu ‘ɑlɑihi wɑ sɑllɑm bersabda:

“Barangsiapa yg bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah² dia tak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dalam dirinya:

• kebingungan yang tiada putusnya

• kesibukan yang tak ada ujungnya

• kebutuhan yang tak terpenuhi dan

• keinginan yang tak tercapai”. ( HR. Ath Thabrani).

Maka mulailah pagi harimu dg menjaga hak Allah pada dirimu dan bersyukur karena Dia masih memberi umur dan kesempatan untuk hidup, dengan demikian Allah akan menjaga duniamu.

Apa yang perlu dikhawatirkan jika Anda telah mendapatkan yang lebih baik dari dunia dan seisinya?

Nabi shɑllɑllɑhu ‘ɑlɑihi wɑ sɑllɑm bersabda:

“Dua rakaat shalat sunnah sebelum shubuh lebih baik daripada dunia & seluruh isinya.”(HR. Muslim725).

Apa yg Anda takutkan jika Allah yg Maha memiliki alam semesta ini telah menjamin harimu?

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah…” (HR. Muslim no. 163).

Dan apa yang perlu diresahkan jika dengan dzikir pagimu, Allah akan mengangkat derajatmu?

“Maukah kamu aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah) dan paling mengangkat derajatmu, lebih baik bagimu dari infak emas atau perak…” Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 3377)

Dengan berdzikir maka pagimu akan menjadi lebih indah dan berseri.

“…Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Lalu tutup pagimu dengan sholat dhuha, bersedekah untuk 360 persendianmu, maka Allah akan mencukupimu hingga sore hari:

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286),

Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dengan memelihara hak Allah.

Selamat pagi, selamat bersyukur, selamat menjemput rahmat dan karunia Allah SWT.