WANITA YANG DIRINDUKAN SAYYIDATUNA FATIMAH

Wanita yang terlihat tidak pandai bergaya kerena sentiasa berjubah .

Terlihat tidak mengikuti gaya lilitan hijab terkini kerena istiqomah dengan tudung labuhnya.

Terlihat tidak pandai bermekap kerena menutup wajahnya dengan niqab.

Terlihat seram dan suram kerena berpakaian serba hitam.

Jarang terlihat kerena bersembunyi, terlihat jarang keluar rumah kerena lebih betah di rumah.

Harinya dihiasi dengan ibadah, waktu lapangnya dipenuhi dengan membaca kalam Ilahi.

Tidak pernah fanatik menyanjungi barisan artis terkini kerana khusyuk meneladani kisah hidup para srikandi. Mengkaji sirah perjuangan sahabat Nabi.

Tidak tergiur dengan ajakan manis si ajnabi kerana terlalu asyik melayan ayat cinta Ilahi dan membalas rindu abadi terhadap sang Rosul.

Terlihat tidak berfoya-foya dan bertutur manja kerena punya rasa malu yang tinggi.

Maka merekalah sebenar-benar wanita yang tidak cinta dan tidak peduli terhadap urusan dunia dan segala macam isi dunia yang menipunya.

Merekalah wanita yang sebenar-benar wanita yang meniru ibunda yang mereka cintai, Sayyidatuna Fatimah.

Mereka tidak peduli terhadap zaman yang mana terus berganti, maka fesyennya pun berganti.

Kain hitam tetap warna kecintaan mereka. Niqab membantu mereka untuk menutupi wajah mereka kerena rasa malu yang menebal.

Kerena mereka benar-benar mentaati pesan ibunda mereka Sayyidatuna Fatimah Az Zahra’.

Bila kau temukan wanita yang mengaku cinta kepada Sayyidah Fatimah, namun masih hobi narsis dan berpakaian warna-warni, masih diragukan cintanya itu tuluskah atau hanya sekadar cinta yang hanya terucap di bibir.

Madad Ya Ummu Abiha Sayyidah Fatimah Zahra’.

@I.H

Hijrah Cinta

PERPISAHAN DENGANMU ADALAH CARA ALLAH MEMPERTEMUKAN AKU DENGAN JALAN HIJRAH.

Mungkin tugasmu dihidupku sudah selesai.
Begitupun tugasku dihidupmu sudah selesai.
Dan apa yang kamu cari tidak ada di dalam diriku

Cinta hanya bisa dibuktikan dengan dua jalan. Menghalalkan atau mengikhlaskannya.
Dan aku membuktikan itu dengan belajar mengikhlaskanmu.
Belajar untuk memaafkan semua kesalahanmu. Sebagaimana aku berharap orang lain yang pernah tersakiti karena aku memaafkanku.
Membenci hanya akan mengukung hidupku.
Yang perlu aku sadari, semua yang terjadi dihidupku sudah ada di dalam skenario Allah.
Termasuk tentang pertemuan dan perpisahan denganmu

Aku tak pernah menyesali pernah menyayangimu
Aku bersyukur sempat mengenalmu.
Aku bersyukur akan hadirnya dirimu di hidupku.
Tak ada yang sia-sia, begitupun pertemuan denganmu.
Allah ingin aku belajar lewat dirimu.
Lewat perpisahan itu aku belajar banyak hal.
Tentang Mengikhlaskan, melepaskan, memaafkan, untuk sabar dan yakin jika rencana Allah lebih indah dari sekedar inginku.
Perpisahan denganmu adalah pertemuan dengan hijrahku.
Lewat jalan hijrah yang kini kutapaki, aku berusaha menjaga hidayah dengan keistiqomahan.
Aku belajar banyak hal.
Aku pun mulai menyadari banyak hal.
Termasuk, tentang kita โ€˜duluโ€™,
Bukan karena rasa itu yang kusesali. Tapi, karena jalan meng-ekspresikan cinta itu yang salah.
Jika hingga sekarang aku masih bersamamu dalam ikatan tak halal itu, mungkin aku akan semakin merasa memiliki dan semakin takut kehilangan. Dan itu salah. .

Mereka Riya atau Kita Yang Su’uzon?

POSTINGAN YANG RIYA ATAU KITA YANG TERLAMPAU SUUDZON๐Ÿ–Š๏ธ

Andai orang lain tak memposting kegiatan sedekah nasi bungkus di hari jumat, kita mungkin nggak kepikiran untuk melakukan hal yang sama.

Andai orang lain nggak pernah memposting foto foto keindahan bumi Allah tempat dia travelling, kita mungkin nggak akan tau kalo ciptaan Allah itu bener bener Maha Indah.

Andai orang lain nggak memposting resep resep keren beserta foto masakan jadinya, mungkin menu kita hanya Telor dadar, Telor ceplok saja, nggak kepikiran buat menvariasikan menjadi beragam rasa.

Andai orang lain nggak memposting sedekah seragam sekolah bersih ke sekolah sekolah yang mayoritas muridnya adalah kaum dhuafa, andai dia nggak memposting kegembiraan ananda dhuafa menerima seragam baru, setelah bertahun tahun hanya memiliki 1 seragam yg udah koyak, udah kekecilan, udah tak lengkap kancingnya…mungkin kita nggak akan kepikiran melakukan sedekah yang sama.

Andai orang lain tak memposting kegiatan mereka membagikan alquran ke mushola mushola kampung, ke TPA TPA, ke majlis ta’lim, ke pesantren pesantren, dan kemudian alquran itu sampai pada tangan yg tepat, selalu dibaca, sehingga insyaallah menjadi amalan sedekah jariyah, mungkin kita gak akan kepikiran bersedekah dengan cara yang sama.

Kalau orang lain nggak pernah memposting foto foto Mesjid Nabawi, foto foto Mesjidil Haram, nggak menceritakan ketentraman bathin yang mereka rasakan selama ibadah disana, mungkin kita nggak akan pernah disentuh oleh rindu yang dahsyat untuk juga ingin melakukan ibadah yg sama disana.

Postingan postingan orang lain, acapkali membuka cakrawala pikiran kita, bahwa sedekah itu banyak jenisnya, nggak sekedar sedekah ala konvensional memberi sekian ribu pada pengemis yg mengetuk pintu.

Andai kita bisa menerima setiap postingan orang lain sebagai wahana meningkatkan kualitas diri kita menjadi hamba Allah yg lebih baik dari hari ke hari.

Tapi… kalau segalanya kita tuduh riya, kalau semua tulisan kita sangka pamer, lalu postingan postingan itu tak ada lagi, lalu dari mana kita bisa tau pengalaman pengalaman hebat orang lain?

Kalau seluruh goresan kegiatan baik, tak ada lagi yang memposting, lalu bagaimana kita bisa belajar kalau segala hal hebat hanya untuk dipendam?

Urusan niat, biarlah menjadi urusan mereka dengan Allah saja, tak perlu kita mengintervensi urusan hati seorang hamba dengan Tuhannya.

Kita nggak perlu repot repot memastikan orang lain mampu memanage niat postingannya, cukuplah kita memanage hati kita saja untuk nggak gampang menuduh orang lain riya, cukuplah kita memanage hati kita saja agar selalu positif dan terbuka menerima hal hal baik yang disampaikan orang lain.

Bagus kalau kita mengingatkan orang lain untuk tulus, tapi sebelumnya, lebih bagus lagi kalau kita juga selalu mengingatkan hati sendiri untuk tak gampang menuduh.

Aku sendiri, juga nggak selalu setuju dgn postingan orang lain, yg menurutku memang nggak pantas di publikasikan ke umum, misal foto foto terlalu intim antara suami dan istri, foto foto mesra yang menurutku udah masuk kategori ‘aurat rumah tangga’. Dan dilihat dari banyak sisi, memang nggak ada manfaatnya diketahui umum.

Apa manfaatnya memposting foto pelukan erat dengan bibir nyaris saling menyentuh, mata saling menatap, tak ada latar pemandangan alam, karena hanya berisi keintiman yang di close up? atau menscreenshoot chat dengan suami yang didalamnya ada kalimat kalimat urusan ranjang, duh…dari sisi manapun, ini adalah aurat bilik rumah tangga, terlalu privacy untuk di konsumsi publik. Bolehlah, yang kaya kaya gini kita lewati atau blokir sekalian

Tapi….kalau postingannya mengandung senyawa kebaikan, memotivasi untuk berbuat hal positif, terima sajalah….

Andai dia riya, lalu pahala sedekahnya menguap bak embun di jemur cahaya, mungkin dia mendapat ganti pahala karena dia telah menginspirasi orang lain untuk melakukan kegiatan baik seperti postingannya.

Andai dia pamer, lalu kehilangan pahala atas pamernya, tapi postingannya bisa jadi menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi pembacanya. Lalu dia taubat sama Alloh atas sikap pamer yang pernah dia lakukan, dan Allah mengampuninya, lalu postingan yang telah di share kemana mana itu Allah hitung sebagai amalan jariyah sebagai ilmu yg bermanfaat bagi khalayak, bisa saja kan?

Sahabat yang telah memposting banyak kegiatan baik yang kalian lakukan, aku haturkan terimakasih atas postingan postingan kalian

Kalian menginsipirasi..

Semoga di sisa umur kita, sampai ujung usia, sampai akhirnya nyawa tak lagi bersatu di raga, kita semua menjadi bagian penghuni bumi yang selalu membawa kebaikan dan kebermanfaatan. Aamiin.

Semangat….
Dan jangan lupa bahagia.

โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก

Moga Alloh menyayangi kita di sisa usia..

#JANGANPERNAHBOSANJADIORANGBAIK

By fitra wilis marsil

Jangan Salahkan Nafsu

Ada yang protes kaya gini, kenapa sih Allah ciptakan nafsu, kalau ujung2nya gara2 nafsu tadi kita masuk neraka? Teman2, Allah ciptakn kita manusia ITU sesempurnanya makhluk ciptaan Allah. Ada namanya malaikat, Allah bekali malaikat dengan akal, tnpa nafsu. Jadi kalau malaikat selalu benar, gak ada yg istimewa. Kalau malaikat ga pernah salah, wajar. Karena hakekatnya malaikat itu, taat. Ada lagi hewan, Allah bekali hewan ini dengan otak Dan nafsu, Tampa akal. Jadi gak heran klw ada hewan, kawin ditempat umum, krna gak ada akalnya. Sedangkan kita manusia, Allah ciptakan kita dengan berbekal nafsu Dan akal, agar kita bisa memilih, pantas atau tidal, boleh atau dilarang sesuatu ITU kita lakukan. Dan Maha Baiknya Allah, Allah turunkan agama, agar akal akal kita bisa mengendalikan nafsu. Karena agama ITU bukan menghilangkan nafsu, tapi mengatur nafsu.

Ramadhan: Tamu yang Kecewa

Sahabatku yang tercinta.
Rasanya aku ingin segera pulang.
Sudah sebulan aku bertamu.
Namun seringkali aku ditinggal sendirian.

Walau sering dikatakan tamu agung, dengan sambutan Marhaban. Namun perilakumu kepadaku tidak luar biasa.
Bahkan oleh-olehku yang aku bawa dari jauh, nyaris tak kau sentuh.

Al-Quran hanya dibaca sekilas,
kalah dengan update status yang isinya penuh canda lewat Android smartphone dan tontonan indihome.

Sholat Tarawih tidak lebih khusyu, kalah bersaing dengan bayangan penampilan pada hari lebaran.

Tak banyak kamu minta ampunan dari dosamu yang bertumpuk, sebab sibuk dengan belanja dan bermain, padahal aku membawa banyak maghfirah.

Malam dan siang tidak banyak dipakai kebaikan, selain bikin acara dan buka bersama di hotel mewah atau restoran mahal.

Tidak pula banyak infaq dan sedekah, karena khawatir uang tidak cukup, buat mudik dan piknik liburan sehabis Lebaran

Sahabatku, rasanya aku seperti tamu yang tak diharapkan. sepertinya engkau tidak akan merasa menyesal bila aku tinggalkan. Padahal aku datang dengan kemuliaan, kebarokahan dan rahmat, yang seharusnya aku tidak pulang dengan hampa.

Percayalah sahabatku…

Bila nanti aku pulang, belum tentu akan kembali bisa bertemu lagi, karena jatah hidupmu bisa jadi keburu habis. sehingga nanti engkau akan menyesal telah membiarkan aku dibiarkan terlantar.

Masih tersisa beberapa jam lagi buat kita bersama.

Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pamit pulang.

Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang wajib engkau pertanggungjawabkan dalam waktu yang cukup panjang.

Selamat muhasabah di penhujung bulan agung yang penuh pengampunan

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูู„ู„ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงู†ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุงุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู†ูู‘ุดูุฑู

Koreksi Diri| Jangan Mau Seperti Ini

๐ŸŒน๏ทฝ๐ŸŒน

๐ŸŒบุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู๐Ÿ™๐Ÿป

KOREKSI DIRI๐Ÿ‘ค

Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang, orang mudah mencari ilmu tapi sulit mengamalkannya.

๐Ÿ“š๐Ÿ“ Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.๐Ÿ“ฒ

๐Ÿ’ฆ Dahulu, butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan snack.โ˜•๐ŸŸ

โค Dahulu, ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga. Sekarang, ilmu disimpan di dalam memori gadget, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gadget rusak, hilanglah ilmu.๐Ÿ“ฑ๐Ÿ’ข

โฑ Dahulu, harus duduk berjam-jam di hadapan guru penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran, maka ilmu merasuk bersama kemalasan.

Kita telah sampai di zaman dimana bicara tanpa perlu suara, melihat tanpa perlu tatap muka dan memanggil tanpa perlu teriak.

Hingga Bicara hanya perlu ketik saja. Melihat hanya perlu klik saja. Dan memanggil hanya perlu ping saja.

๐Ÿ“– Social Media telah menjadi budaya, Al-Qurโ€™an pun semakin terlupa.

๐Ÿ‘€ Dari yang hanya melihat-lihat, sampai mereka yang beradu pendapat. Dari tingkah yang dibuat-buat, sampai yang terang-terangan maksiat.๐Ÿšซ

Hingga tak sadar jemari ini berkhianat, menulis sesuatu yg tak bermanfaat.

Hingga tak sadar mata ini berkhianat, melihat apa yang seharusnya tak boleh dilihat.

Wahai diri ingatlah!!!

๐Ÿ‘๐Ÿ‘ Matamu akan menjadi saksi atas apa yang kau lihat.

โœ‹๐Ÿป Jemarimu akan menjadi saksi atas apa yang telah engkau tulis

Suatu hari nanti apapun yang kita lakukan dengan anggota badan akan bersaksi dihadapan Penciptanya.

Maka dapatkah kita membantahnyaโ‰

Maka, jangan sampai mereka menjadi musuh kuta dihari perhitungan nanti.

๐Ÿ’ฌ Menjadi saksi keburukan di Sosial Media, saksi atas apa yang kita lihat, saksi atas apa yang kita tulis, saksi atas segala apa yang kita lakukan di Sosial Media.๐Ÿ˜ข

๐Ÿ“ฑ Gunakan HP kita sebagai ladang Amal.

Ladang dimana kita bisa menanam kebaikan dan menuai hasilnya di akhirat.
_Semangat Bersyiar,.._
_Semoga bermanfaat.๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู……

https://www.facebook.com/groups/570869146793838/

Ikut gabung di grup saya Sobatโ˜๏ธ Agar kita satu grup bisa saling berbagi Saling menasehati diri Semoga kita semua di pertemukan di Akhirat di Surga Allah SWT Aamiin In syaa Allah๐Ÿคฒ๐Ÿป

12 AZAB BAGI MEREKA YANG MENINGGALKAN SEMBAHYANG

Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda :

“Barangsiapa yang mengabaikan solat secara berjemaah maka Allah S.W.T akan mengenakan 12 tindakan yang merbahaya ke atasnya. Tiga darinya akan dirasainya semasa di dunia ini antaranya :
-Allah S.W.T akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga terhadap rezekinya.Allah S.W.T mencabut nur orang

-orang mukmin daripadanya. Dia akan dibenci oleh orang

-orang yang beriman.
Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya :

Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air laut.

Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.

Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.
Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya :

Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nakir yang sangat menggerunkan.

Kuburnya akan menjadi cukup gelap.

Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).
Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya :

Hisab ke atsanya menjadi sangat berat.

Allah S.W.T sangat murka kepadanya.

Allah S.W.T akan menyiksanya dengan api neraka.

โ€‹KISAH TEMPAT TINGGAL RUH

Abu Bakar r.a telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad, maka berkata Abu Bakar r.a : “Ruh itu menuju ke tujuh tempat” :

Ruh para nabi dan utusan menuju ke syurga Adnin.

Ruh para ulama menuju ke syurga Firdaus. 

Ruh para mereka yang berbahagia menuju ke syurga Illiyyina.

Ruh para syuhadaa berterbangan seperti burung disyurga sekehendak mereka.

Ruh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.

Ruh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.

Ruh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.
Telah bersabda Rasulullah S.A.W bahawa : 

“Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah” :

Orang-orang yang mati syahid.

Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan.

Orang yang puasa hari Arafah.

Pejuang Hijrah

Untuk Sahabat Pejuang Hijrah

Untukmu yang mulai berhijrah…

Jangan takut akan cemooh mereka 

Jangan takut akan hinaan mereka

Mau itu Ibu-ibu, Aliran sesat, Ninja

Atau bahkan teroris untuk yang berniqob, bertahanlah.

Kuatkanlah imanmu 

Kuatkanlah tekatmu

Dan selalui perbarui semangatmu .

Hatimu tidak serapuh krupuk bukan ?

Yang selalu digigit langsung bunyi kress

Sesungguhnya mereka hanya iri karena tak mempunyai kesiapan sepertimu 

Mereka hanya iri karena mereka sendiri tak berani memulai kesiapan mereka untuk berhijrah.

Baginya mungkin cemooh itu hanya hal kecil. Tapi bagimu sakitnya bisa jadi bertubi-tubi.

Tanangkanlah diri ya ukhty wa akhi 

Tak usah berkecil hati 

Tak usah patah semangat 

Tak usah kembali ke masa lalu mu.

Bukankah setiap orang berkesempatan untuk menjadi sholehah ? 

Bukankah setiap orang berkesempatan untuk lebih dekat dengan Rabb nya ? 

Ikhlaskanlah diri wahai ukh.

Karena hijrahmu tak seperti masak mi instan yang sebentar saja bisa jadi . 

Pertahankanlah imanmu dan biarkan waktu dan Rabb mu yang mengurus mereka.

Ingat ukhti wa akhi…

Allah hanya kasih hidayah kepada mereka yang Allah kehendaki, yang allah sayang, yang Allah ingin agarereka selamat di akhirat…

Kamu berhijrah karena Allah? Allah sayang kamu… berbahagialah… bersyukurlah…. istiqomahlah…. dan nantikan hari yang dijanjikan. Semoga kita dipertemukan dalam satu golongan, yaitu golongan Ashabul Yamin. Aamiin, Inshaa Allah.

Semoga apa yang ana bagi ini bermanfaat bagi orang kalian, Aamiin, Inshaa Allah…