HEI MUTIARA..

@Motivasihijrahindonesia (Fb)

🍂

Engkau tau kisah Uwais Al-Qarni kan?

Ia bukanlah siapa-siapa di dunia.

Bahkan jarang sekali yang mengenalnya.

🍂

Tapi taukah engkau?

Di kalangan penduduk langit.

Di kalangan Para Malaikat.

Namanya Sangat Terkenal.

🍂

Sangat berbeda dengan kita saat ini bukan?

Allahul musta’an😢😭

🍂Yang mati-matian bergaya dan tebar pesona di mana-mana.

Berlomba-lomba ingin terkenal di dunia maya dan nyata.

Mencari perhatian banyak orang, yg orang lain pun terkadang tidak akan peduli dengan keberadaanmu.

🍂 

Para muslimah, Yang seharusnya jadi mutiara dalam cangkang kerang. Tersimpan rapat di dasar lautan. Tapi faktanya apa yang terjadi?

🍂

Fitrahnya tak lagi istimewa.

Kehormatannya tak lagi mulia.

Rasa malunya tak lagi dijadikan mahkota.

Imannya tak lagi terjaga.

🍂

Kenapa bisa?

Fitnah foto SELFI. WEFIE. GRUFIE

Tidak salah bila jadi konsumsi pribadi saja, ini tidak,tampa sadar relakan dirinya jadi konsumsi publik.

🍂

Memajang foto diri namun Captionnya Tausiyah.

Sebenarnya kalo mau jujur, 2 hal itu nyambung gak sih?

Apalagi yang sudah syar’i bahkan berniqob. Kesannya tuh “maksa” banget gitu ingin dilihat agar tenar.

🍂

Tidak salah jika orang lain menganggap muslimah yg kekinian itu hanya ikut-ikutan trend.

NORAK.

Tidak paham hakikat berhijab.

Bahkan dikata gagu dalam urusan menjaga diri.

Datang ke kajian. Iya datang. Tapi yang dibawa pulang foto selfie, bukan bawa ilmu.

🍂

Untuk apa terkenal di dunia, jika penduduk Langit tidak ada yg mengenalmu.

Masalah gatel ingin posting foto diri setelah hijrah itu hanya ujian kecil, obatnya hanya niat Lillahi Ta’ala.

Simple bukan?

🍂

So.. Stop upload upload foto diri.

Tidak foto selfie, foto bersama, foto dari belakang, foto wajah diblur, foto wajah ditutup emoticon, foto telapak tangan berhandsock, foto bercadar, foto gamis dan kaos kaki, atau foto foto lainnya terkait foto diri.

🍂

Banyak-banyakin amal baiknya, kurang-kurangin foto selfienya.

🍂

Cara Menyayangi Orang Tua Yang Telah Meninggal

Kata Ustadz A.T:
Saya paling tidak suka melihat status/postingan orang yg nulis tentang meninggalnya orang tuanya. Misal “kami sayang mama/papa tapi Allah lebih sayang”, ” semoga mama/papa diterima disisiNya”, “semoga mama Dan papa bahagia disana”, ” semoga tenang di alam sana Mah/Pah” Dan lain-lain. Bukan seperti akhlak anak yang baik (berbakti). Anak yang berbakti tidak akan membuat pengumuman di medsos tentang kematian orang tuanya karena mereka tidak punya waktu untuk melakukan hal sia-sia seprti ITU. Anak yang ingin membahagiakan orang tuanya di alam sana tidak akan punya waktu membuat pengumuman di medsos. Lalu APA Yang mereka lakukan? Mereka memperbanyak sujud mereka, mereka membasahi sajadah mereka dengan airmata mereka Dan membisikan permohonan dengan khusyuk Dan penuh harap kepada Allah. Mereka bangun di malam2 hening di seperti tiga malam untuk bersujud, mereka memperbanyak membaca al-Qur’an Dan memperbanyak sedekah karena orang tua hanya mengharapkap ITU Dari anak mereka Yang masih hidup di dunia. Mereka tahu dengan cara apa mereka menyanyangi orang tua mereka yang sudah hidup di alam berbeda. Dan orang Yang membuat memposting status2 seperti yang saya contohkan tadi, mereka hanya berharap komentar Dari teman2nya, mereka hanya berharap perhatian orang. Misal “Aamiin”, ” Kasihaaaaan”_ “sabaaaar yaaaa” DLL. Dan saya Inshaa Allah dalam hal INI tidal salah.

OK, aku tambahkan dikit…. Masih dengan ucapan Ustadz yang kami rindukan dengan WRA (Wisata Religious Asar) kami, bahwasanya:
Membahagiakan orang tua ITU bukan dengan memberi Mobil mewah, rumah Yang megah, iPhone 11 DLL, tapiiii dengan cara menegakkan Shalat 5 tiap hari. Apalagi dengan memberikan merka ticket mnuju Syurga dengan menghafal Qur’an.

Silahkan share, semoga bermanfaat. Aamiin.

Lirik Lagu Aisyah Istri Rasulullah

Ada sebagian lirik yang diubah sesuai dengan harapan Buya Yahya.

Salamun Alaik ya Aisyah

Mulia akhlak, Cerdas, kau Ummul Mukminin

Kau Aisyah putri Abu Bakar

Istri Rasulullah

Sungguh sweet Nabi mencintamu

Hingga Nabi minum di bekas gelasmu

Bila marah, Nabi kan bermanja

Menghibur dirimu

Aisyah…

Romantisnya cintamu dengan Nabi

Dengan baginda kau pernah main lari-lari

Selalu bersama hingga ujung nyawa

Kau disamping Rasulullah…

Aisyah…

Sungguh manis oh sirah kasih cintamu

Bukan persis novel mula benci jadi rindu

Kau istri tercinta Ya Aisyah Humairah…

Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu.
Mulia akhlak, manja, setia

Kau ibunda bagi umat yang beriman

Kau Aisyah putri Abu Bakar

Istri Rasullallah

Sungguh sweet Nabi mencintamu

Bila lelah Nabi baring di jilbabmu

Seketika kau pula bermanja

Mengikat rambutnya

Aisyah…

Romantisnya cintamu dengan Nabi

Dengan baginda kau pernah main lari-lari

Selalu bersama hingga ujung nyawa

Kau disamping Rasulullah…

Aisyah…

Sungguh manis oh sirah kasih cintamu

Bukan persis novel mula benci jadi rindu

Kau istri tercinta Ya aisyah Humairah…

Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu

“Aku” Yang Munafik

Bukan Aku tapi “Aku” (Aku dalam tanda kutip).

“Aku” yang merasa.

Mau tahu siapa orang munafik? “Aku”lah orangnya. Ya, “Aku” Munafik dan aku tidak menyangkal. Bagaimana tidak munafik? Lihat saja, aku adalah seorang muslim/muslimah, tapiiiiiii….. tapi apa? Islamku hanya sebatas KTP. Di kartu itu terpampang jelas agama “Islam”, tapi lihatlah “Aku”, apa “Aku” benar2 Islam. Orang Islam harus, harus… harus melengkapi rukun Islamnya. Misalnya Shalat. Shalat adalah rukun Islam yang ke-2. Jika kita tidak melaksanakan rukun itu artinya? “Aku” tahu sendiri jawabannya. Jika kita berwudhu, dan kita tidak membasuh wajah tiba2 langsung membasuh tangan, apa wudhu kita sah? Tidak. Tentu tidak. Karena kita meninggalkan salah satu rukun yaitu membasuh wajah. Lalu bagaimana dengan shalat yang merupakan rukun Islam, jika kita meninggalkannya, apakah kita pastas menyebut diri sebagai orang Islam. ‘Aku” dengan bangga mengakui diri sebagai seorang muslim/muslinah. “Aku” sangat tidak waras, sangaaaat tidak tahu malu. Rukun=wajib dilakukan. Padahal shalat itu bukan Allah yang dapat keuntungannya tapi “Aku”. Shalat itu untuk kebaikanku sendiri. Gak shalat “Aku” yang rugi, bukan Allah. Allah gak butuh shalat kita, yang butuh shalat itu kita untuk kebaikan kita sendiri dunia akheerat. “Aku” ini bloon skali. Kerja cari uang untuk kehidupan dunia yang sementara tanpa memikirkan hal yang dapat membuat “Aku” senang di kehidupan akheerat. Berapa gaji yang “aku” dapatkan sampe aku rela meninggalkan shalat? Aku kerja totalitas tapi ibadah malas.

Munafik”ku” bukan hanya sampai disini gaezz, masih ada munafik lain. Aku dah tahu musik itu haram (dalam Islam) tapi aku masih suka dengerin musik. Astaghfirullah. Belum selesai pemirzah, aku juga dah tau kalo pacaran itu haram tapi aku masih terus pacaran dan cetak dosa terus bareng pacar lewat zina (berduaan, tatapan, pegangan tangan tangan dll, org pacaran lebih tau). Masih ada lagi, belum habis sampai disini, Hpku, “Aku” tidak bisa berpisah dengannya. Kemanapun aku pergi, aku selalu membawanya. Ketika bangun tidur Hp adalah hal pertama yang aku periksa “apakah ada pesan? Panggilan tak terjawab? Inbox atau WA yg masuk?” Karena bagiku itu penting. Saat hendak tidur pun “Aku” masih menghabiskan waktuku mengutak-atikan Hpku sebelum tidur. Lihat! Betapa pentingnya Hp untukku.  Kugunakan Hp sebagai sarana informasi dan komunikasi. Chattingan/comenan sama teman yang sangaaaaat tidak penting dan sia2, buang2 waktu saja. Dan lihat, lihat Qur’anku, aku tidak pernah menyentuhnya, apalagi membacanya? Nanti “aku” baca di bulan suci Ramadhan aja. Padahal Allah tidak pernah berfirman “bacalah Kitab suci Qur’an setiap bulan Ramadhan”. 
Sesungguhnya ujung al-Qur’an ada di tangan Allah, dan ujung yang lainnya ada di tangan kita, jika kita berpegang teguh dengan tali yang kokoh ini, kita tidak akan tersesat, dan binasa. Apakah seorang mukmin tidak butuh diajak bicara oleh Allah SWT berkali-kali dalam sehari? Maka barangsiapa ingin berbicara dengan Allah, dirikanlah shalat, dan barang siapa ingin diajak bicara oleh Allah, maka bacalah al-Qur’an.

Itulah rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu, maka mintalah pertolongan kepada Allah, janganlah bermalas-malasan. Jika kira tergelincir dalam kemaksiatan maka kembalilah, jika tergelincir lagi, kembalilah, begitu seterusnya. Dan ketahuilah bahwa Allah SWT Tidak akan bosan menerima taubat kita hingga kita sendiri yang bosan bertaubat kepada-Nya SWT.

Semua akan dimintai pertanggung jawabannya nanti di akheraat. 
Akan sangat menyedihkan ketika ditanya, “berapa kali kamu bersedekah dalam sebulan?”. Dengan sangat gemetar kita menjawab ” Tidak pernah karena uangku aku gunakan untuk isi pulsa buat smsan & telponan dan juga isi pulsa data untuk bisa online. Main IG, FB, WA dll termasuk chattingn/komenan sama teman ttg maslah dunia. Uang lebihku aku gunakan untuk beli jilbab baru, tas atau sepatu. Tidak lupa pula aku membeli bedak dan lisptik kesukaanku  suapaya jika dah pake baju baru atau tas baru atau sepatu baru lengkap dengan make-up, entar selfie di tempat kerja untuk pamer. juga jalan2 (alasannya refreshing, tapi tak pernah singgah di Masjid waktu Azan).

Ya Allah, ampunilah semua “Aku” dan  berilah hidayahmu kepada semuaaaa “Aku” yang membaca postingan ini maupun “Aku” yang yang lain. Tolonglah “aku” untuk dapat mencicipi dan menikmati manisnya iman dan sejuknya dekat denganMu sebelum Engkau mengambil kembali Roh yang Kau pinjamkan ini Yaa Allah Rabbana. Aamiin Allahumma Aamiin.

Note: Mendoakan orang lain= Mendoakan diri sendiri. Semoga aku dan kita bukanlah “Aku”.

​MANUSIA dan BOTOL

1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…
2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusanribu…

4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Begitu juga kita…kita semua sama…kita semua manusia…yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…

“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti”.

​Hijrah: Motivasi Indah

Collected by: Rhee-Rhin Yea-s Thei-a Whei-Jea Yea (Zahra)

🌷
“You will not attain righteousness until you give of what you love.”

~Qur’an Ali `Imran,3:92~
🌷

Be patient & trust Allah. One day He will open the gate of Jannah for you & say ‘here’s your reward for passing the hardest test I gave you’.
🌷

Be grateful for everything you have, because something you treat like dust, would be treated like gold if it was given to someone else.

Alhamdulillah for all the countless blessing that Allah bless us with 💞
🌷

DOSA² WANITA DALAM KESEHARIAN?

Dalam urusan berpakaian,  seorang muslimah tidak boleh membuka aurat, atau memakai pakaian tipis, ketat, & pendek. Rasulullah ﷺ bersabda,

“Ada dua penghuni Neraka yang belum aku lihat. Kaum yg memukul manusia dgn cambuk seperti ekor sapi. Dan wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menebar fitnah & berjalan lenggak-lenggok. Kepala mereka seakan punuk unta yg condong. Mereka tidak akan masuk surga & tidak akan mencium aromanya. Padahal, aroma surga dapat tercium dari jarak yg sangat jauh.” (HR.MUSLIM).

Dalam urusan penampilan, seorang wanita tidak boleh berhias untuk selain suaminya, atau keluar masuk salon demi penampilan, menyambung rambut, & juga mencukur alis. Rasulullah ﷺ bersabda, “Terlaknatlah wanita yg menyambung dan minta disambungkan rambutnya, wanita yg mncukur & minta dicukur alisnya, wanita yg menato & minta ditato”. (HR. Abu Dawud, di-Shahih-kan oleh Al-Albany).

Rasulullah ﷺ jg melarang para wanita memakai wewangian saat keluar rumah & melewati kaum laki-laki dan tercium wanginya. Beliau ﷺ bersabda, “Wanita yg memakai parfum, lalu melewati suatu kaum dgn tujuan agar mereka mencium harumnya. Maka ia adalah wanita pezina”. (HR. An-Nasa’i & dihasankan oleh Al-Albani).

Dosa lain yg sering diremehkan oleh para muslimah yaitu berkawan akrab dgn lelaki, berbincang akrab dgnnya, baik lgsung atau melalui sosial media. Jalan-jalan berdua, berkendara berdua, makan berdua, hingga berduaan di suatu tempat dengannya. Rasulullah ﷺ bersabda,

“Tidaklah seorang lelaki berduaan dgn wanita, melainkan yg ketiganya adalah setan”. (HR. At-Tirmidzi di-shahih-kan oleh Al-Albani).

Seorang muslimah juga harus menghindari berjabat tangan dgn selain mahramnya. Apalagi sampai cipika cipiki. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh, ditusuknya kepala salah seorg diantara kalian dgn jarum besi lebih baik baginya, drpada mnyentuh wanita yg bukan mahramnya”. (HR. Ath-Thabrani, di-hasan-kan oleh Al-Albani).
🌷

Just be yourself!

They don’t have to like

But you don’t have to care!
🌷

Wahai Sahabatku..

Jika suatu saat nanti ajal menjemputku dahulu,

Maafkan lah segala khilafku,

Aku hanya insan lemah.

Jika kamu rindu aku 

Sebut saja namaku dalam doamu…
🌷

Jika ada manusia yang berusaha menjatuhkanmu

Maka berjuanglah layaknya bola pingpong

Semakin keras ia dijatuhkan

Semakin tinggi ia memantul
🌷

Dear Mantan, Maafkan Aku yang Dulu

Dulu aku jahiliyah, sekarang aku fisabilillah..

Dulu aku mengumbar aurat, sekarang aku belajar taat.

Dulu aku berharap padamu, sekarang aku berharap pada yang menciptakanku.

Dulu aku sibuk mempercantik diri, sekarang aku belajar memperbaiki diri..

Dulu aku sering curhat sama kamu, sekarang aku sering curhat di ⅓ malam bersama Rabb-ku.

Dulu aku bahagia kalau dapat hadiah

dari kamu, sekarang aku bahagia dapat hidayah dari Tuhanku.

Dear mantan, semoga engkaupun dapat kebahagiaan yang sama. 

Menemukan jalan cinta-Nya yang begitu indah ..

Kelak engkau mendapatkan jodoh shalihah yang dapat hidup sesurga denganmu..

Aamiin..
🌷

Ya Allah dulu aku pernah mencintai makhlukmu melebihi cintaku pada mu ya Allah, hingga membuaat ku terlena akan hasrat untuk memilikinya sampai sampai harga diriku kurendahkan hanya untuk mendapatkan simpatinya. Tapi sekarang aku sadar ya Rabbi, bahwa cinta sejati itu adalah dirimu dan aku akan berusaha untuk lebih taat dan istiqomah untuk mendapatkan Ridhomu ya Allah.
🌷

Dakwah itu mengajak, bukan mengejek

Dakwah itu merangkul, bukan memukul

Dakwah itu mengilhami, bukan menghakimi

Dakwah itu memberi solusi, bukan ber’aksi, apalagi berselfie

Dakwah itu beraksi, bukan berdiam diri

Dakwahmu tak harus didengar

Ajakanmu tak harus diikuti

Usulanmu tak harus diterima

Tapi ketahuilah kebenaran harus kau

sampaikan
🌷

Ijinkan aku mencintaimu karena Allah

Ijinkan aku melamarmu dengan Bissmillah

Dan ijinkan aku memberimu mahar ar-Rahmam.
🌷

Cukup berdua saja, jangan mendua..

Karena sendiri itu sepi

Dan bertiga adalah luka..

Semoga iman selalu terjaga..

Jauh bukan berarti hilang, namun adalah cara bagaimana bisa mempertahankan dalam setiap do’a dan menceritakan namamu pada Sang Pemilik Cinta..
🌷

Tidak semua perempuan cukup beruntung untuk terselamatkan dari sebuah hubungan berstatus pacaran.Dia mungkin pernah disentuh Laki-laki yang bukan mahramnya. Dia pernah mengabdikan separuh hatinya pada seseorang yang belum menjadi Suaminya. Walaupun begitu, jangan pernah menyamakannya dengan barang bekas. Kita tidak pernah tahu betapa sering air matanya tumpah demi menyesali yang telah lalu. Andai bisa pasti Dia akan meminta kembali setiap inci dari kulitnya yang telah tersentuh. Sayangnya tidak ada mampu.

Karenanya jangan pernah menghakimi seseorang berdasarkan masa lalunya. Bisa jadi dalam pandangan Allah justru Dia begitu mulia.

Perbaiki sisa usia kita saat ini, semoga Allah memperbaiki keburukan kita di masa lalu.

Lihat kedepan dan jangan letih untuk berbuat kebaikan.
🌷

DULU, SEKARANG TIDAK !

Jika aku dulu mengakui bahwa aku menyukaimu.

Sekarang ku tarik kembali kata-kata ku.

Biarkan aku pergi.

Dengan tanpa janji yang mengikat aku bersamamu.

Lupakanlah masa dimana aku tersenyum manis kepadamu.

Lupakanlah masa dimana aku menatapmu sehingga kita tidak sengaja bertatap mata.

Lupakanlah saat itu.

Jika suatu saat bukan kamu takdir ku, aku ikhlas.

Karena harapku takkan ku genggam lagi.

Sudah kulepaskan semua harapku.

Karena hatiku terbolak balik .

Dan iman ku mudah luluh hanya dengan perkataan.

Namun jika sekarang aku ingin pergi, 

Lepaskanlah inginku,

Tidak dengan janji ku padamu yang membuat hatiku tenang.

Tidak dengan kata manismu yang membuat hidupku seakan penuh bunga.

Saat ini, Aku akan beralih doa.

Bukan lagi mengharap supaya kamu takdirku.

Tetapi berharap , Agar dia yang nanti bersamaku,

Bisa ku nanti dengan selalu menjaga hati dan memperbaiki diri.

Menguatkan hati dengan doa.

Dan aku akan menanti ketentuan Nya.

Dan aku akan mencintai dia yang nanti akan datang mendampingi ku sebagai kekasih halal.
🌷

Don’t mix hijab with fashion. Wear it to please Allah, not to please men. And most importently, wear it right.

He (ﷺ) said: “From my Ummah, they will be women who are clothed yet naked, walking with an enticing gait, with something on their heads that looks like the humps of camels, leaning to one side. They will never enter Paradise or even smell its fragrance, although its fragrance can be detected from such and such a distance.” (Narrated by Ahmad and by Muslim in al-Saheeh).
🌷

Aku malu pada Rabb-ku.

Dimata mereka aku terlihat taat,

Padahal aku adalah seorang pendosa yang hebat..

Aku malu pada Rabb-ku.

Ketika mereka melihat pakaian yang ku pakai,

Sungguh, sebenarnya akhlakku tak sesuai..

Aku malu pada Rabb-ku.

Terlihat sunnah, Tapi sungguh masih banyak yang harus di benahi..

Aku malu pada Rabb-ku.

Ketika ujian menyapa seolah merasa paling merana,

Aku lupa bahwa betapa banyak nikmat dari-Nya..

Aku malu pada Rabb-ku.

Ketika rasa gundah melingkupi kalbu,

Aku mengiba pada Rabb-ku..

Aku malu pada Rabb-ku.

Ketika diri ini masih sering berbuat maksiat,

Padahal Allah Maha Melihat apa yang ku perbuat..

Aku malu pada Rabb-ku.

Ketika merasa kurang dengan apa yang telah Allah beri,

Aku seolah tidak tahu diri..

Aku malu pada Rabb-ku.

Ketika aku malas membaca surat cinta-Nya,

Aku seperti tak sadar bahwa aku akan kembali pada-Nya..
🌷

*IKUTI 7 SUNNAH NABI SETIAP HARI*

Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat dan yang sekejap untuk hidup yang panjang.. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

● *Pertama*, 

Shalatlah Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat Tahajjud-nya.

● *Kedua*, 

Bacalah Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

● *Ketiga*, 

Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

● *Keempat*, 

Jaga Shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha

● *Kelima*, 

Jagalah sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

● *Keenam*

Jagalah wudhu karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu.

Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, “ampuni dosanya dan sayangi dia,ya Allah”.

● *Ketujuh*, 

Amalkan istighfar setiap saat. Dengan beristighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

*Ada tiga do’a yang janganlah kau lupakan dalam sujudmu*

*1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah :*

_*Allahumma inni as’aluka husnal khotimah*_

Artinya : ” Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah ”

*2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat :*

_*Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut*_

Artinya: ” Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat ”

*3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya :*

_*Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika*_

Artinya: ” Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU ”

Jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik maka kami doakan menjadikan kemudahan urusan urusanmu di dunia & akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke surga.

Sampaikanlah kepada sahabat muslim lainnya.

*SEKECIL* apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat…

Smga kita semua termasuk dlm golongan orang² yang bertaqwa,, aamiin..

Mari Kita berdzikir sebentar mengingat اَللّهُ …

*”Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil ‘adzim”*

Sampaikanlah..!!

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada manusia yg berzikir kepada Allah SWT

آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
🌷

Hijrah Akhwat Muslimah

Ukhti….  Di akhirat nanti orang tua kita tidak akan di tanya,  Tentang sebanyak apa harta anaknya, Apa profesi anaknya,  Semegah apa rumahnya, 

Secantik apa rupanya. Tapi mereka akan di tanya, Kenapa anaknya tidak mau menutup aurat selama di dunia, . .

Ukhti, benarkah kau menyayangi mereka? Benarkah kau ingin membahagiakan mereka? Benarkah kau inginkan bersamanya ke syurga? 

Jika iya,  Taatilah perintahNya, Tutuplah auratmu dengan sempurna, Janganlah kau biarkan lagi ia terbuka, Hingga memberatkan hisab untuk orang tuamu di akhirat sana, .

Ukhti, cukuplah, Cukuplah mereka korbankan semuanya untukmu di dunia, Cukuplah ibumu merasakan sakit yang tiada tandingannya saat melahirkanmu di dunia, berdarah, keringat dan airmata mengalir dalam sata yang sama. Cukuplah ayahmu lelah karna mencari nafkah untukmu bersekolah, Jangan lagi, Jangan lagi kau bebani mereka di akhirat nanti, Hanya karna keegoisanmu yang tak ingin menghijabi diri, .

Ukhti, jangan remehkan masalah ini, Karna orang tuamu punya tanggung jawab besar di depan Allaah Rabbul Izzati, Atas amanah dirimu yang telah Allaah titipkan di dunia ini. Engkau bisa membawa mereka ke syurga, tapi engkau juga bisa membawa mereka ke neraka. Engkau adalah ladang pahala, tapi engkau juga bisa menambah dosa untuknya. Karna itu tutuplah auratmu dengan sempurna, agar kelak menjadi amal jariyah ketika mereka telah tiada.

Aamiin allahumma Aamiin
🌷

Bertajuk pada setiap apa yang terjadi, bermuhasabah dibalik segala yang terjadi.

Menjadikan diri lebih dekat pada sang Maha Esa. Melembutkan hati, hingga berderai air mata.

Akankah kelelahan demi kelelahan berbuah pahala, atau hanya menjadi sandaran belaka?

Apa yang dirasa.  Allah lebih tau setiap penat nya hati merengkuh kesah.

Yang tersadari mencerita pada dunia hanya menghasilkan kekecewaan.

Dan lamanya sujud memang adanya ketenangan.

Namun begitu egoisnya hati, seakan lupa tak ada yang lebih menenangkan selain menghadap kepadaNya.

Mari bermuhasabah..
🌷

UKHTY..

Tak perlu cemberut ketika kerudung panjang itu membuat tubuhmu menjadi lebih gemuk atau membuat wajahmu terlihat lebih tua, ingatlah akan ada seseorang yang memandang mu dengan penuh rasa bahagia , bangga , sambil berucap lirih ditelingamu “engkaulah bidadari ku sayang” .

UKHTY…

Tak perlu sedih jika badan yang indah itu tertutup oleh gamis lebar mu , walaupun pakaianmu menyapu jalan dan kadang menjadi olok olokan para mata awam..Bersyukurlah shalihah ..Sebab cahaya hidayahNya telah sampai pada hatimu…Lihatlah begitu miris, banyak wanita yang mengobral auratnya dengan bangga padahal malaikat disisinya sedang mencatat dosanya dan detik kematian akan menghampirinya namun ia nya masih nyaman dengan kamaksiatan…

Ukhti..

Tak perlu iri dengan mereka yang memiliki pengikut banyak disosial media , dengan mereka yang setiap hari mendapatkan pujian dikolom komentar, Tak apalah tak banyak yang mengikutimu ,Tak apalah tak banyak komentar yang memuji mu..Namun beryukurlah sebab foto mu tak berterbaran di beranda..Bersyukurlah Allah izinkan engkau untuk bisa lebih menjaga izzah dan iffahmu , Bersyukurlah wajah teduh mu tak bisa dilihat oleh sembarang mata ,.

Karena ukhti, seinci saja auratmu terlihat lewat fotomu disosial media , dosa nya tak bisa kau hindari pula. Tak apalah tak dikenal penduduk bumi, mogamoga penduduk langit mengenal kita …Maka dari itu ukht, janganlah bersedih. Tetaplah istiqomah dalam berhijrah  Sebab surga bukanlah barang murah…

Semoga engkau kuat wahai bidadari dunia😊

Jangan Takut Berbeda 

#IstiqomahTanpaBatas 
🌷

Hijrah Akhwat Muslimah

Didalam islam ada jenis maksiat yang disebut ‘zina mata’ (lahadhat). Lahadhat itu, pandangan kepada hal-hal yang menuju kemaksiatan. Lahadhat bukan hanya sekedar memandang, tetapi di ikuti dengan pandangan selanjutnya. Pandangan mata adalah sumber itijah (orientasi) kemuliaan, juga sekaligus duta nafsu syahwat. 

Dalam musnad ahmad, disebutkan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“pandangan adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari keelokkan wanita yang cantik karena allah, maka allah akan mewariskan dalam hatinya manisnya iman sampai hari kiamat”.
🌷

Jumat berkah🍃

Mari bersholawat!

۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

“Kamu inginkan kejayaan, namun kamu tidak menurut jalan-jalannya. Sesungguhnya kapal itu tidak belajar di atas daratan.”

[Imam As-Syafie رحمه الله تعالى]
Catatan: 

Tulisan di atas disalin dari postingan-postingan Facebook. Tidak tahu siapa yang menulisnya karena telah di CoPas oleh orang. Semoga yang menulis, yang membaca serta yang membagikannya mendapat kebaikannya didunia juga di akhirat. Aamiin Ya Rabbana.

Mutiara Islam

🌷

Perempuan Berpakaian Ketat dan Perokok di Tempat Umum 

Oleh :

Jev Indra Delcandrevidezh

“Mas! Tolong, Mas. Maaf, ya? Mas punya etika apa enggak? Ini tempat umum, jangan merokok!”

“Mbak! Tolong, Mbak. Maaf, ya? Anda punya etika apa enggak? Ini tempat umum, jangan berpakaian ketat!”

“Eh, Mas. Asap rokok Mas mengganggu pernapasan orang lain, tau?!”

“Eh, Mbak. Pakaian ketat Mbak mengganggu hati orang lain, tau?!”

“Pakaian ketat itu enggak ngerusak kesehatan, Mas.”

“Tapi ngerusak keimanan, Mbak.”

“Ya, jaga pandanganlah kalau Mas enggak mau rusak iman!”

“Ya, Mbak jaga pernapasanlah kalau enggak mau terganggu!”

“Pakaian ketat kek, longgar kek, itu hak saya.”

“Enggak ngerokok kek, ngerokok, kek, itu hak saya.”

“Tapi, Mas. Asap rokok Mas itu menyebar ke mana-mana, semua orang jadi sesak napas. Rusak paru-paru dan jantung mereka.”

“Tapi, Mbak. Pakaian ketat Mbak, menyebarkan dosa ke mana-mana. Rusak keimanan mereka.”

“Kalau mau ngerokok, jangan di tempat umum, sana cari tempat yang enggak ada orang lain!”

“Kalau mau berpakaian ketat, jangan di tempat umum, Mbak. Sana cari tempat yang enggak ada orang lain!”

“Ish! Dibilangin ngeyel. Enggak punya otak! Asap rokok disebar ke mana-mana.”

“Ish! Pantat, payudara diumbar ke mana-mana. Enggak punya otak!”

“Dasar orang gila!”

“Dasar perempuan tak punya malu!”

“Mas, di bungkus rokok itu udah ada tulisannya, kan? Rokok bisa merusak kesehatan.”

“Mbak, di agama pakaian ketat itu ada dalilnya, kan? Mengumbar aurat itu dosa!”

“Ya, biarin! Dosa-dosa saya sendiri, ngapain jadi nyinyir?”

“Ya, biarin, Mbak! Asap-asap rokok saya sendiri, kenapa Mbak jadi protes?”

“Tapi kan, saya jadi terganggu sama asap rokok Mas itu.”

“Tapi, Mbak. Keimanan saya jadi rusak sama pakaian ketat Mbak itu.”

“Jaga pandangan!”

“Jaga pernapasan!”

“Eh, Mas. Gimana saya bisa jaga pernapasan kalau asap rokok Mas terus mengepul gitu?”

“Eh, Mbak. Gimana saya bisa jaga pandangan dan iman kalau Mbak berpakaian ketat begitu?”

“Dimatiin, kek rokoknya. Ini tempat umum. Kasihan orang lain, terganggu.”

“Ditutupin, kek bentuk tubuh Mbak. Ini tempat umum. Kasihan orang lain jadi dosa.”

“Ngerokok dibanggain! Huh!”

“Pamer tubuh dibanggain. Huh!”

“Apa Mas enggak mikir ngerokok di tempat umum kayak gini? Hah?!”

“Apa Mbak enggak malu berpakaian ketat di tempat umum kayak gini? Hah?!”

“Orang stress! Penyebar penyakit!”

“Orang gila! Penyebar dosa!”
🌷

Hikmah dari kisah Hasan al basri

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri seorang sufi besar melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak.

Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan baiknya kalau dia seperti aku!”.

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi terus terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Alloh selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu.

Maka lelaki itu berkata padanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak”.

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan”

Lelaki itu menjawab, “Mudah-mudahan Alloh mengabulkan permohonan tuan”

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Jika Alloh membukakan pintu solat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak.

Jika Alloh membukakan pintu puasa sunat, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunat. Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunat itu lebih dekat dengan Alloh, daripada diri kita.

Ilmu Alloh sangat amatlah luas.

Jangan pernah kagum atau takjub & sombong pada amalanmu.
🌷

Kembali kepada Madzhab atau Kembali Quran Hadits ?*

Melihat pertanyaan diatas, layaknya kita mendengar pertanyaan semacam :

“Kalau sakit, pergi ke dokter atau langsung buka buku kesehatan ?”

“Naik bis, percaya dengan sopir atau ‘cerewet’ dengan bermodal peta ?”

Sama juga jika ada yang mengatakan

“JANGAN PERCAYA KYAI ! JANGAN PERCAYA HABIB ! KEMBALILAH kepada QURAN dan HADITS ! Siapapun yang ngomong, asalkan yang diomongkan adalah QURAN dan HADITS, maka PASTI BENAR !”

—– DUUUAAARRR —–

Hehehe

Pernyataan semacam ini jika didengar oleh orang awam, seakan2 itu adalah pernyataan yang benar. Tapi jika dipahami lebih lanjut, justru itu adalah pernyataan yang KURANG AJAR

Hloh hloh, kenapa bisa ‘kurang ajar’ ?

Karena pernyataan seperti diatas, itu menandakan bahwa orang yang bertanya itu menuduh bahwa apa yang di lakukan dokter tidak sesuai dengan buku kesehatan.

Menuduh bahwa sopir itu tidak hafal jalan sehingga harus ia tuntun dengan peta yang ia bawa.

Dan menuduh para ULAMA itu tidak sesuai dengan Quran dan Hadits. Na’udzubillah.

Lebih lanjut, pertanyaan BESAR adalah :

“Siapa sebenarnya yang berkecimpung dan mempelajari Quran Hadits ? Ulama ataukah siapa ?”

_*Justru kita-kita (termasuk saya juga, dan masyarakat secara umum) yang “MEMAHAMI QURAN dan HADITS” tanpa melalui “Ulama” (Para Kyai, juga termasuk didalamnya) justru : “BERBAHAYA”, sekali lagi… “BERBAHAYA*”

Simak hadits Nabi saw dibawah ini :

رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول سيخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون من خير قول البرية يقرءون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية

“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dari busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perhatikan, orang yang dibahas oleh Nabi Saw dalam hadits diatas adalah orang yang MEMBACA AL QURAN, tapi ia dianggap keluar dari agama. Siapa itu ?

Secara gamblang, Baginda Nabi Muhammad menyatakan mengenai orang yang “sok” memahami Quran dengan pikiran sendiri. Beliau saw. bersabda :

مَنْ قَالَ فِي القُرآنِ بِرأيِهِ ، فَلْيَتَبوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa yang berbicara tentang *Al Qur’an dengan PIKIRANNYA SENDIRI,* maka silahkan mengambil tempatnya di neraka (HR. Tirmidzi, Ahmad, Baihaqi, Thobroni)

مَنْ قَالَ فِي القُرآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَلْيَتَبوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa berbicara tentang *Al Qur’an TANPA DIDASARI ILMU,* maka silahkan mengambil tempatnya di neraka. (HR. Tirmidzi, Ahmad, Nasai)

Lihat bagaimana ancaman Nabi saw bagi orang yang langsung *MENUJU ke QU’RAN dengan pikirannya sendiri,* tanpa didasari ilmu.

*Kesimpulan :*

1. Siapa yang paling memahami Al Quran sebagai Kalam Allah ? Tentu Nabi Muhammad !

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي 

Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) “Jikalau engkau mencintai Allah, maka ikutilah saya (Nabi Muhammad). (QS. Al Imron : 31)

2. Siapa yang paling memahami Nabi Muhammad ?

Tentu para Sahabat !

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ

Engkau harus berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafaur rosyidin (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban, Al Hakim)

3. Siapa yang paling paham tentang Sahabat ? Tentu Ulama’ Tabi’in serta Tabiut Tabi’in

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ( خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. dari Nabi saw beliau bersabda : Sebaik-baik manusia adalah masaku, kemudian masa sesudah mereka, kemudian masa sesudah mereka. (HR. Bukhori Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim menerangkan :

“الصَّحِيحُ أَنَّ قَرْنَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الصَّحَابَةُ ، وَالثَّانِي : التَّابِعُونَ ، وَالثَّالِثُ : تَابِعُوهُمْ” انتهى من ” شرح النووي على مسلم ” (16/85) .

Yang benar bahwa urutan yang disabdakan Nabi saw adalah (masaku yang dimaksut adalah) Sahabat, yang kedua adalah Tabi’in, yang ketiga adalah Tabi’ut Tabi’in.

hehe ternyata Nabi saw MEMERINTAHKAN kita untuk belajar melalui RANTAI KEILMUAN, bukan LANGSUNG “mengOTAK-ATIK” Quran dan Hadits sendiri.

Bahkan, bahkan…

Imam Bukhori yang HEBATnya luar biasa, Imam Muslim yang LUARBIASA hebat pun adalah seorang yang BERMADZHAB !

dan rasanya sangat sulit bahkan hampir mustahil ulama2 setelah tahun 150 H hingga sekarang yang TIDAK BERMADZHAB

فكان الإمام البخارى شافعيا،….، وكذالك إبن حزيمة والنسائي

Imam Bukhori bermadzhab Syafi’i begitu juga Ibnu Khuzaimah dan Nasai. (Risalatu ahlissunnah wal jama’ah hal 15, keterangan senada juga dapat ditemukan dalam Al-Imam Asy-Syafi’i bainal madzhabihil Qadim wal Jadid)

4. Perhatikan nih

*- Imam Hanafi lahir : 80 H*

*- Imam Maliki lahir : 93 H*

*- Imam Syafie lahir : 150 H*

*- Imam Hambali lahir : 164 H*

*- Imam Bukhori lahir : 194 H*

*- Imam Muslim lahir : 204 H*

Lalu setelah itu, muncul pemahaman baru yang *MENGHARAMKAN bermadzhab, yang JARGON nya AYO KEMBALI KEPADA QUR’AN dan HADITS,*

tapi faktanya dalam agama mereka mengikuti :

– Syeikh Ibnu Taimiyyah lahir : 661 H

– Ustadz Muhammad Abdul Wahhab (pendiri gerakan Wahhabi): 1115 H

– Ustadz Albani lahir : 1333 H (wafat tahun 1420 H atau 1999 M)

– Ustadz Abdul Aziz bin Abdullah BIN BAZ lahir : 1330 H (wafat tahun 1420 H atau 1999 Masehi)

– Ustadz Muhammad bin Sholih AL ‘UTSAIMIN lahir : 1928 M (wafat 2001 M)

“Apakah Ulama-Ulama yang meninggal tahun 2000-an Masehi dapat disebut sebagai Ulama SALAF ?”

Jadi, *MASIH MAU DIBOHONGI* oleh paham2 baru?

*Sadarlah !*

Wallahu a’lam bis showaab

Salam Sadar !
🌷

Al-Imam Alhabib Abdullah bin Alwi Al-Haddad bermimpi bertemu Rasulullah, Beliau mengatakan, “Ya Rasulullah berilah aku satu ucapan atau sabdamu yang belum pernah engkau sampaikan kepada para Sahabat, aku minta khusus buatku langsung dari Engkau Ya Rasulullah”

Rasulullah bersabda yang artinya:

1. Siapa yang memegang tasbih maka dia dicatat sebagai orang yang bertasbih meskipun dia tidak bertasbih.(bagi yg niat membawa tasbih, untuk berdzikir jka ada waktu luang,namun teryata sempat)

2. Siapa yang minum kopi (untuk menahan ngantuk dari taat pd Allah, misal: saat majelis, qiyamullail, dsb) selama aroma kopi itu masih ada dimulutnya maka malaikat memintakan ampun/ beristighfar untuknya.

3. Barang siapa mengunjungi seorang Wali yang masih hidup maupun telah meninggal dunia, maka ibadahnya mengunjungi wali itu lebih baik dari pada ibadah selama 70 tahun sampai tulangnya putus-putus.

Inilah kenikmatan dari Allah melalui salah satu dzurriyah/ keturunan Rosulullah yang mulia kedudukan lahir dan batinnya dihadapan kakek beliau yang Agung Sayyidina Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻲ ﺭﻭﺡ ﺳَﻴِﺪﻧﺎ ﻣُﺤﻤﺪ ﻓﻲ ﺍﻻﺭﻭﺍﺡ ﻭَ ﻋﻠﻲ ﺟﺴﺪﻩ ﻓﻲ ﺍﻻﺟﺴﺎﺩ ﻭ ﻋﻠﻲ ﻗﺒﺮﻩ

ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻭ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwasanya Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupaiku.” (HR. Tirimidzi)
🌷

KETIKA AJAL DATANG…*

Ketika ajal datang…maka saat itu juga semua keduniaanmu pasti berakhir.. Jika engkau telah dibaringkan di kuburmu.. dan engkau telah menghadap Rabbmu.

Maka tidak akan berguna lagi pujian dan sanjungan manusia kepadamu.

Tidak akan bermanfaat lagi banyaknya orang yang bertepuk tangan untukmu.

Tidak akan ada efeknya lagi banyaknya like pada statusmu, begitu pula banyaknya teman dan follower-mu.

Yang nantinya akan bermanfaat dan berguna bagimu adalah : 

– sujud yang kau sembunyikan..

– linangan air mata yang kau teteskan karena takut kepada Allah..

– amal jariyah yang kau salurkan untuk agama Allah..

– bacaan Qur’an dan dzikir yang kau lirihkan karena dorongan keikhlasan..

– uluran tanganmu dalam membantu dan meringankan beban hidup orang lain..

– dan amal shaleh apapun yang kau lakukan dengan keikhlasan yang sebenarnya.

Oleh karenanya, jadikanlah akhirat sebagai tujuan hidupmu..itulah yang akan selamanya engkau nikmati di alam baka.. Semoga Allah memberikan 
🌷

PARA SALAF MENGATAKAN BAHWA, KALAU KITA MELAKUKAN HAL TERSEBUT, INSYA ALLAH TIDAK AKAN TERKENA PENYAKIT MATA, TIDAK AKAN BUTA DAN MENGUATKAN KETAJAMAN MATA. 

NUUR (CAHAYA) SAYYIDINA MUHAMMAD SAW… 

Apa sebabnya para Salafuna Shalihin kita dulu kalau mendengar Adzan, sampai pada lafadz : 

“ASYHADU ANNAMUHAMMADURRASULULLAAH”.

Mereka kemudian mencium kedua ujung Jari Jempolnya dan mengusapkan kekelopak Mata, dengan mengucapkan :

“MARHABAN BI HABIBI WAQURROTUL’AINIi MUHAMMAD IBNI ABDILLAH.”

Diriwayatkan, bahwa Nabi Adam As begitu heran melihat para Malaikat selalu mengikutinya dari belakang. Sehingga Nabi Adam bertanya kapada Allah Swt : “Ya Allah, kenapa mereka selalu mengikutiku?”.

“Wahai Adam, karena mereka telah tertarik dengan Cahaya keturunanmu, yang telah ada dalam Sulbimu.”

Kemudian Nabi Adam As memohon kepada Allah Swt agar memindahkan Cahaya yang ada di Sulbinya kedepan…Maka Allah Swt meletakan Cahaya tersebut diantara kedua Alis Nabi Adam As, Maka dengan segera para Malaikat berada di hadapan Nabi Adam…Nabi Adam heran dengan apa yang di lakukan para Malaikat-Malaikat yang selalu memandang Wajahnya.

Nabi Adam As berdoa agar diperkenankan melihat Cahaya tersebut…Maka Allah Swt menampakan Cahaya tersebut pada Kuku kedua Ibu Jari Nabi Adam As, dan membuat Nabi Adam begitu kagumnya dengan keindahan Cahaya tersebut. 

Dengan keindahan Cahaya itu, Nabi Adam berkata : “Ya Allah, Cahaya siapakah ini?”.

Allah Swt menjawab :

“Itu adalah Nuur (Cahaya) Muhammad…Wahai Adam, kalau tidak karena Nuur Muhammad, maka tidak akan Aku ciptakan semua ini”.

Dan Allah swt menyebutkan keagungan-keagungan Nuur Sayyidina Muhammad Saw,”

Nabi Adam As sangat gembira dengan Cahaya Sayyidina Muhammad Saw yang ada pada dirinya, dan ia mencium kedua ujung Ibu Jarinya, lalu meletakan ke kelopak kedua Matanya sambil mengucapkan:

“Marhaban Bi Habibi Waqurrotul’aini Muhammad Ibn Abdillah”.

Para Salaf mengatakan bahwa, kalau kita melakukan hal tersebut Insya Allah tidak akan terkena penyakit Mata, tidak akan buta dan menguatkan ketajaman mata.”

Kitab : Sabilul Idzkaar Wal I’itibar
Karya: Al-Imam Al Quthub Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad.
Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad.
🌷

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ

” Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu “.(al Manhaj as Sawiy : 217)

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, ” Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku “. (Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)

Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ

” Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya “.

Habib Abdullah al Haddad mengatakan ” Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali “. (Adaab Suluk al Murid : 54)

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khudhir. Maka nabi Khidhir berkata, ” Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, ” ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir “.

Nabi Khidhir, ” kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?”.

Murid itu menjawab, ” Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu “. (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)

Al Habib Abdullah al Haddad berkata, ” Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, ” perintahkan aku ini, berikan aku ini !”, karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya “. (Ghoyah al Qashd wa al Murad: 2/177)

Para ulama ahli hikmah mengatakan, ” Barangsiapa yang mengatakan ” kenapa ?” Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya “. (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)

Para ulama hakikat mengatakan, ” 70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan ( batin,adab dan baik sangka )antara murid dengan gurunya “.

Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat berkah dari guru kita

اللهم آمين
🌷

NUR

Hakikat kebesaran Nur Muhammad itu meng-himpun-kan 4 jenis alam, yaitu :

1. Alam HASUT = Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya.

(Maksudnya : Hasut pada diri kita = Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak, Sumsum, Urat, Tulang)

2. Alam MALAKUT = Alam gaib bagi malaikat-malaikat

(Maksudnya : Malakut pada diri kita = Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa dan sebagainya)

3. Alam JABARUT = Alam gaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka

(Maksudnya : Jabarut pada diri kita = Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat yang mulia dan terpuji)

4. Alam LAHUT = Alam gaibul gaib kebesaran Nur Muhammad

(Maksudnya : Lahut pada diri kita = Batin tempat Rahsia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat)

(Maksudnya lagi : 4 Alam diatas = Wujud kesempurnaan tajalli Nur Muhammad = terhimpun kepada kebenaran wujud diri Rasulullah yang bernama Insanul Kamil)

Hal ini menjadi berkah dan “Faidurrabbani” yakni kelebihan bagi tiap tiap mukmin yang ahli tahkik, bahwa mereka itu adalah “Wada syatul Ambiya” yakni mewarisi kebenaran batin nabi nabi dan rasul rasul dan mukmin yang tahkik itulah yang dinamakan Aulia Allah, namun kebanyakan mukmin itu tidak mengetahui bahwa dirinya adalah Aulia yang sebenarnya.
🌷

Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin juga terima undangan itu serta datang ke kediaman Maulana. Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi ;

“Apakah kau dapat menyediakan minuman untukku? ”. (yang disebut : arak/khamr)

Maulana kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum? ’.

“Iya”, jawab Syams.

Maulana masih terkejut, ”maaf, saya tidak tahu hal ini”.

“Sekarang kau sudah mengetahui. Jadi sediakanlah”.

“Di saat malam seperti ini, dari tempat mana saya dapat memperoleh arak? ”.

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.

“Kehormatanku dihadapan para pembantuku akan hilang”.

“Kalau demikian, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana dapat saya keluar membeli minuman? ”.

“Kalau kau memang muridku, kau mesti sediakan apa yang saya kehendaki. Tanpa ada minum, malam ini saya tidak akan makan, tidak akan berbincang, serta tidak bisa tidur”.

Karena kecintaan pada Syams, pada akhirnya Maulana menggunakan jubahnya, sembunyikan botol dibalik jubah itu serta jalan ke arah pemukiman golongan Nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman itu, tidak ada yang memikirkan beraneka macam terhadapnya, tetapi demikian ia masuk ke pemukiman golongan Nasrani, sebagian orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman lalu ia menyembunyikan lagi dibalik jubah lalu keluar.

Kemudian ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Maulana di depan masjid tempat ia menjadi imam untuk orang-orang kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak ; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian barusan pergi ke perkampungan Nasrani serta beli minuman!!! ”.

Orang itu berkata demikian sambil membuka jubah Maulana. Khalayak lihat botol yang dipegang Maulana. “Orang yang mengaku ahli zuhud serta kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak serta akan dibawa pulang!!! ”, orang itu menambahi siarannya.

Orang-orang bergantian meludahi muka Maulana serta memukulinya sampai serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Lihat Rumi yang hanya diam saja tanpa ada melakukan pembelaan, beberapa orang makin meyakini kalau selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi mengenai zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk selalu menghajar Rumi sampai ada pula yang punya niat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah nada Syams Tabrizi ; “Wahai orang-orang tidak tahu malu. Kalian sudah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah kalau yang ada di botol itu yaitu cuka untuk bahan masakan. Seseorang dari mereka masih menghindar ;

“Ini bukanlah cuka, ini arak”. Syams mengambil botol serta buka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan beberapa orang supaya menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri serta bersimpuh di kaki Maulana. Mereka berdesakan untuk meminta maaf serta menciumi tangan Maulana sampai pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai saya mesti menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini? ”.

“Agar kau tahu kalau wibawa yang kau banggakan ini hanya impian semata. Kau fikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi? Walau sebenarnya kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu serta hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang sampai kini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sebentar.

Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan jaman.