Jangan Salahkan Nafsu

Ada yang protes kaya gini, kenapa sih Allah ciptakan nafsu, kalau ujung2nya gara2 nafsu tadi kita masuk neraka? Teman2, Allah ciptakn kita manusia ITU sesempurnanya makhluk ciptaan Allah. Ada namanya malaikat, Allah bekali malaikat dengan akal, tnpa nafsu. Jadi kalau malaikat selalu benar, gak ada yg istimewa. Kalau malaikat ga pernah salah, wajar. Karena hakekatnya malaikat itu, taat. Ada lagi hewan, Allah bekali hewan ini dengan otak Dan nafsu, Tampa akal. Jadi gak heran klw ada hewan, kawin ditempat umum, krna gak ada akalnya. Sedangkan kita manusia, Allah ciptakan kita dengan berbekal nafsu Dan akal, agar kita bisa memilih, pantas atau tidal, boleh atau dilarang sesuatu ITU kita lakukan. Dan Maha Baiknya Allah, Allah turunkan agama, agar akal akal kita bisa mengendalikan nafsu. Karena agama ITU bukan menghilangkan nafsu, tapi mengatur nafsu.

Koreksi Diri| Jangan Mau Seperti Ini

🌹﷽🌹

🌺السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ🙏🏻

KOREKSI DIRI👤

Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang, orang mudah mencari ilmu tapi sulit mengamalkannya.

📚📝 Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.📲

💦 Dahulu, butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan snack.☕🍟

❤ Dahulu, ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga. Sekarang, ilmu disimpan di dalam memori gadget, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gadget rusak, hilanglah ilmu.📱💢

⏱ Dahulu, harus duduk berjam-jam di hadapan guru penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran, maka ilmu merasuk bersama kemalasan.

Kita telah sampai di zaman dimana bicara tanpa perlu suara, melihat tanpa perlu tatap muka dan memanggil tanpa perlu teriak.

Hingga Bicara hanya perlu ketik saja. Melihat hanya perlu klik saja. Dan memanggil hanya perlu ping saja.

📖 Social Media telah menjadi budaya, Al-Qur’an pun semakin terlupa.

👀 Dari yang hanya melihat-lihat, sampai mereka yang beradu pendapat. Dari tingkah yang dibuat-buat, sampai yang terang-terangan maksiat.🚫

Hingga tak sadar jemari ini berkhianat, menulis sesuatu yg tak bermanfaat.

Hingga tak sadar mata ini berkhianat, melihat apa yang seharusnya tak boleh dilihat.

Wahai diri ingatlah!!!

👁👁 Matamu akan menjadi saksi atas apa yang kau lihat.

✋🏻 Jemarimu akan menjadi saksi atas apa yang telah engkau tulis

Suatu hari nanti apapun yang kita lakukan dengan anggota badan akan bersaksi dihadapan Penciptanya.

Maka dapatkah kita membantahnya⁉

Maka, jangan sampai mereka menjadi musuh kuta dihari perhitungan nanti.

💬 Menjadi saksi keburukan di Sosial Media, saksi atas apa yang kita lihat, saksi atas apa yang kita tulis, saksi atas segala apa yang kita lakukan di Sosial Media.😢

📱 Gunakan HP kita sebagai ladang Amal.

Ladang dimana kita bisa menanam kebaikan dan menuai hasilnya di akhirat.
_Semangat Bersyiar,.._
_Semoga bermanfaat.🙏🏻🙏🏻🙏🏻
بارك الله فيكم…

https://www.facebook.com/groups/570869146793838/

Ikut gabung di grup saya Sobat☝️ Agar kita satu grup bisa saling berbagi Saling menasehati diri Semoga kita semua di pertemukan di Akhirat di Surga Allah SWT Aamiin In syaa Allah🤲🏻

Cara Menyayangi Orang Tua Yang Telah Meninggal

Kata Ustadz A.T:
Saya paling tidak suka melihat status/postingan orang yg nulis tentang meninggalnya orang tuanya. Misal “kami sayang mama/papa tapi Allah lebih sayang”, ” semoga mama/papa diterima disisiNya”, “semoga mama Dan papa bahagia disana”, ” semoga tenang di alam sana Mah/Pah” Dan lain-lain. Bukan seperti akhlak anak yang baik (berbakti). Anak yang berbakti tidak akan membuat pengumuman di medsos tentang kematian orang tuanya karena mereka tidak punya waktu untuk melakukan hal sia-sia seprti ITU. Anak yang ingin membahagiakan orang tuanya di alam sana tidak akan punya waktu membuat pengumuman di medsos. Lalu APA Yang mereka lakukan? Mereka memperbanyak sujud mereka, mereka membasahi sajadah mereka dengan airmata mereka Dan membisikan permohonan dengan khusyuk Dan penuh harap kepada Allah. Mereka bangun di malam2 hening di seperti tiga malam untuk bersujud, mereka memperbanyak membaca al-Qur’an Dan memperbanyak sedekah karena orang tua hanya mengharapkap ITU Dari anak mereka Yang masih hidup di dunia. Mereka tahu dengan cara apa mereka menyanyangi orang tua mereka yang sudah hidup di alam berbeda. Dan orang Yang membuat memposting status2 seperti yang saya contohkan tadi, mereka hanya berharap komentar Dari teman2nya, mereka hanya berharap perhatian orang. Misal “Aamiin”, ” Kasihaaaaan”_ “sabaaaar yaaaa” DLL. Dan saya Inshaa Allah dalam hal INI tidal salah.

OK, aku tambahkan dikit…. Masih dengan ucapan Ustadz yang kami rindukan dengan WRA (Wisata Religious Asar) kami, bahwasanya:
Membahagiakan orang tua ITU bukan dengan memberi Mobil mewah, rumah Yang megah, iPhone 11 DLL, tapiiii dengan cara menegakkan Shalat 5 tiap hari. Apalagi dengan memberikan merka ticket mnuju Syurga dengan menghafal Qur’an.

Silahkan share, semoga bermanfaat. Aamiin.

​MANUSIA dan BOTOL

1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…
2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusanribu…

4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Begitu juga kita…kita semua sama…kita semua manusia…yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…

“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti”.